<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sruktur Teks Cerita Inspiratif by Puspita Sari</title>
      <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb</link>
      <description>Analisislah Struktur Teks Cerita Inspiratif berdasarkan teks yang telah disediakan!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-12-25 09:08:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-24 13:58:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Panting di Tenah Riam</title>
         <author>psari3354</author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3421678227</link>
         <description><![CDATA[<p>Analisis Struktur dan isi Teks Cerita Inspiratif</p><p>Puspita Sari</p><p><br></p><p><strong>Orientasi</strong></p><p>Memperkenalkan seorang anak muda bernama Rafi anak dari pengrajin sasirangan, dengan latar tempat di sebuah desa kecil di tepian Sungai Martapura.</p><p><br></p><p><strong>Perumitan Peristiwa</strong></p><p>Menyajikan rangkaian peristiwa yaitu Rafi yang memiliki mimpi untuk menjadi musisi panting, dan ia memainkannya secara diam-diam.</p><p><br></p><p><strong>Komplikasi </strong></p><p>Konflik terjadi ketika Rafi diminta untuk membantu mempersiapkan kain sasirangan namun ia malah sibuk bermain panting sehingga membuat ayahnya marah.</p><p><br></p><p><strong>Resolusi</strong></p><p>Penyelesaian masalah yakni Rafi berhasil membuat ayahnya bangga dan sadar bahwa warisan bukan hanya dijaga, tapi juga dihidupkan dengan cara yang kita cintai.</p><p><br></p><p><strong>Koda</strong></p><p>Pesan moral bahwa bahwa tradisi bisa dijaga dan dihidupkan melalui inovasi yang tetap berakar pada cinta terhadap budaya sendiri. dan kolabirasi antar generasi menjadi kunci pelestarian budaya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1415885074/114e92f41b5e82f626d749b5221d736f/panting.jpeg" />
         <pubDate>2025-04-23 14:44:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3421678227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Pembelajaran</title>
         <author>psari3354</author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3421726348</link>
         <description><![CDATA[<p>Berikan tanggapan anda mengenai pembelajaran hari ini!</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1415885074/562fd2beb970b3f0d1b8fb6d4b23c991/Refleksi.jpeg" />
         <pubDate>2025-04-23 15:16:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3421726348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WADAI DARI HATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422461918</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama</p><p>1.MUHAMMAD AKBAR</p><p>2.MUHAMMAD MIFTAHUL RIDHO</p><p><br></p><p>Judul: Wadai dari Hati</p><p><br></p><p>1. Orientasi:</p><p>Fatimah, gadis 15 tahun dari Desa Alalak, terbiasa membuat wadai Banjar bersama ibunya untuk dijual. Namun, ibunya jatuh sakit dan tak bisa lagi berjualan.</p><p><br></p><p>2. Perumitan Peristiwa:</p><p>Fatimah memutuskan melanjutkan usaha ibunya dengan membuat wadai sendiri menggunakan resep warisan.</p><p><br></p><p>3. Komplikasi:</p><p>Saat mencoba menjual di sekolah, wadai Fatimah tidak diminati karena kalah saing dengan jajanan modern.</p><p><br></p><p>4. Resolusi:</p><p>Terinspirasi pesan ibunya, Fatimah menambahkan cerita dan makna pada kemasan kue. Di bazar budaya, ia berhasil menarik perhatian dengan presentasi yang bermakna.</p><p><br></p><p>5. Koda:</p><p>Usahanya sukses, bahkan sampai ke tingkat kabupaten. Kini, Fatimah membangun brand “Wadai Hati Banua” untuk melestarikan kuliner tradisional Banjar dengan sentuhan cinta dan makna</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422461918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;WADAI DARI HATI&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422461924</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: AHMAD RIFANI </p><p>          : NAZRIL ILHAMNI                                                  </p><p>Berikut adalah ringkasan isi cerita Fatimah:</p><p><br/></p><p>1. Fatimah, 15 tahun, tinggal di Desa Alalak dan akrab dengan wadai Banjar buatan ibunya(orientasi)</p><p>2. Ibunya sakit, Fatimah mengambil alih membuat wadai.(perumitan pristiwa)</p><p>3. Awalnya, wadai Fatimah tidak laku di sekolah karena teman-temannya lebih suka jajanan modern.(komplikasi)</p><p>4. Fatimah ingat kata-kata ibunya tentang makna di balik setiap wadai dan membuat kemasan menarik dengan cerita di balik setiap kue.(resolusi)</p><p>5. Wadai Fatimah laris di bazar budaya sekolah dan bahkan diundang untuk menjual di acara tingkat kabupaten.(koda)</p><p><br/></p><p>Cerita ini menunjukkan bagaimana Fatimah mempertahankan budaya tradisional dan membuktikannya bahwa budaya bisa tetap hidup di tangan anak muda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422461924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok= Nikeisha farah afiya,Amelya nuraini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422465865</link>
         <description><![CDATA[<p>( orientasi )</p><p>memperkenalkan seorang anak laki laki bernama juna sambil memetik alat musik panting peninggalan kakeknya, dengan latar desa kecil tepi sungai barito kuala</p><p><br></p><p>( perumitan peristiwa )</p><p>sejak kecil juna lebih suka alat musik tradisional dari pada gitar modern, namun disekolah dia sering diejek oleh temannya</p><p><br></p><p>( komplikasi )</p><p>seorang guru seni, bu nani, menyemangati nya dan memberi motivasi agar juna lebih percaya diri dan juna akhirnya memberanikan diri untuk tampil </p><p><br></p><p>(resolusi)</p><p>Setelah juna diejek dengan temannya yang dulu mengejeknya mulai meminta nya untuk mengajari alat musik tradisional.</p><p><br></p><p>( koda )</p><p>Melalui panting juna tidak hanya menemukan kepercayaan diri tapi juga menghidupkan kembali semangat banjar disekolahnya.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:07:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422465865</guid>
      </item>
      <item>
         <title>judul: wadai dari hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422466245</link>
         <description><![CDATA[<p>fatimah adalah anak perempuan berumur 15 tahun yang tingggal di desa alalak sejak kecil ia telah akrab dangan aroma harum wadai banjar yang di masak ibu nya setiap pagi (orientasi)</p><p>  </p><p>melihat dapur sepi fatimah memutuskan untuk meambil alih dangan penuh keyakinan dan kasih ia membuat wadai dangan versinya sendiri (perumitan pristiwa)</p><p><br/></p><p>setelah semua wadai siap fatimah berniat untuk menjual nya di skolah namun saat ia menjual nya ternyata tidak ada yang tertarik dagan wadai buatan nya </p><p>(koplikasi)</p><p><br/></p><p>ibunya fatimah menambahkan cerita dan makna pada kemasan kue </p><p>anak dan guru mulai tertarik wadai fatimah laris bahkan ia di undang untuk menjual di acara tingkat kabupaten dari dapur kecil itu fatimah membuktikan bahwa budaya tetap hidup di tangan anak muda (resolusi)</p><p><br/></p><p>kini ia tidak hanya menjual kue ia sedang membangun brend kecil bernama wadai hati banua agar semua orang tahu bahwa makanan banjar itu tak sekedar manis di lidah (koda)</p><p><br/></p><p>nama kelompok: akhmad rasya noor  rifky</p><p>                             muhammad ashari raihan </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:07:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422466245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>“Wadai dari Hati”</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422467836</link>
         <description><![CDATA[<p>-Rahma Kamila</p><p>-Shinta Wulandari</p><p><br></p><p>Orientasi : Menceritakan seorang remaja bernama Fatimah anak dari pedagang kue khas Banjar, yang tinggal di Desa Alalak.</p><p><br></p><p>Perumitan Peristiwa : Menyajikan rangkaian peristiwa yaitu ibu nya yang jatuh sakit dan tak bisa berjualan, sehingga ia memutuskan untuk mengambil alih dagangan ibunya. </p><p><br></p><p>Komplikasi : Konflik terjadi ketika dagangan yang dijual Fatimah di sekolah tidak laku, karena teman-temannya lebih suka jajanan yang modern.</p><p><br></p><p>Resolusi : Penyelesaian masalah yaitu saat ia ingat ucapan ibunya tentang setiap kue yang dibuat memiliki maknanya tersendiri, dan ia memiliki ide untuk membuat kemasan dengan label kecil yang berisi cerita di setiap kue. Ternyata dagangan yang dijual nya laku hingga ia memiliki brand yang bernama “Wadai Hati Banua”. </p><p><br></p><p>Koda : Pesan moral nya makanan Banjar itu tak sekadar manis lidah, tapi juga manis di hati.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:08:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422467836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nazifa Azhari &amp; Cinta Azkia Maulidya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422467861</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Irama panting di Hati</strong></p><p><br/></p><p>(Orientasi)</p><p>Memperkenalkan anak laki-laki bernama Juna yang sedang duduk di bawah pohon kelapa, di desa kecil sungai barito kuala. sambil memetik alat musik <em>panting</em> peninggalan kakeknya </p><p><br/></p><p>(Perumitan peristiwa)</p><p>Sejak kecil, juna lebih suka alat tradisional daripada gitar modern. Namun, Juna selalu diejek oleh teman-temannya dan hal itu membuat Juna rendah diri, sampai menyembunyikan pantingnya</p><p><br/></p><p>(Komplikasi)</p><p>Saat disekolah mengumumkan lomba seni budaya untuk peringatan hari kemerdekaan, namun Juna ragu untuk mendaftar karena ejekan teman-temannya.</p><p><br/></p><p>(Resolusi)</p><p>Namun seorang guru seni, Bu Nani memotivasi agar Juna lebih percaya diri dan berani membawa alat musik panting ke acara lomba. Dengan semua dorongan semangat, akhirnya Juna memberanikan diri untuk tampil dan membawakan lagu ciptaannya sendiri "<em>bapanting disungai" </em>kini ia menjadi pembina dari kelompok seni Banjar yang sekolahnya bentuk.</p><p><br/></p><p>(Koda)</p><p>Menghidupkan kembali semangat Banjar disekolah, dan memperlihatkan nilai musik panting yang sebenarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:08:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422467861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>analisis struktur dan isi teks cerita inspiratif </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422474413</link>
         <description><![CDATA[<p>Juwita Ananda </p><p>Khanza Kamila </p><p><br/></p><p><br/></p><p>"Sasirangan di tengah pasar"</p><p><br/></p><p>(orientasi)</p><p>memperkenalkan tentang Nabila dan ibu yang menjual kain sasirangan di pasar Martapura setiap pagi sebelum fajar</p><p><br/></p><p>(perumitan peristiwa)</p><p>Nabila yang lebih memilih membantu ibu dari pada bermain dengan teman karna keadaan ekonomi</p><p><br/></p><p>(komplikasi)</p><p>turis asing dari eropa yang tertarik pada kain warna biru laut dengan motif kulit intan, namun menawar dengan harga yang sangat murah</p><p><br/></p><p>(resolusi)</p><p>nabila menolak tawaran itu dengan sopan, Nabila menjelaskan bahwa kain itu bukan sekedar kain, tapi hasil kerja tangan dan hati. sang turis terdiam lalu berkata akan membayar sepenuhnya, ingin di pamerkan di galeri budaya yang ada di Jerman. </p><p><br/></p><p>(koda) </p><p>ibu Nabila memeluk anak nya erat karena bangga anaknya telah menunjukkan bahwa harga diri dan kebanggaan terhadap budaya jauh lebih bernilai. Sejak hari itu, perahu kecil mereka mulai dikenal. bukan hanya kainnya yang indah. tapi juga karena seorang gadis muda yang berani menjaga warisan Banjar dengan penuh hormat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:11:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422474413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Wadai dari Hati&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422484513</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama=IBRAHIM PRATAMA</p><p>             MUHAMMAD HALZA</p><p><br/></p><p>analisis struktur dan isi teks cerita inspiratif </p><p><br/></p><p>ORIENTASI </p><p>menceritakan seorang anak perempuan berumur 15 tahun bernama fatimah yang sering membantu ibunya membuat wadai Banjar,dengan latar Didesa Alalak.</p><p><br/></p><p>PERUMITAN PERISTIWA </p><p>Fatimah mengambil keputusan untuk mengambil alih membuat wadai versinya sendiri.namun masih memakai resep yang digunakan ibunya</p><p><br/></p><p>KOMPLIKASI</p><p>komplik cerita dimulai ketika Fatimah berniat menjualnya di sekolah.namun ternyata tidak ada yang tertarik dengan wadai buatannya.</p><p><br/></p><p>RESOLUSI </p><p>ketika sekolah mengadakan budaya dan rupanya anak-anak dan guru mulai tertarik dan kue Fatimah pun laris.Fatimah membuktikan budaya bisa hidup ditangan anak muda.</p><p><br/></p><p>KODA</p><p>Melalui Wadai Hati Banua,ia membuktikan bahwa kuliner banjar tak hanya memanjakan lidah tapi juga menghangatkan hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:15:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422484513</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irama Panting di Hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422493613</link>
         <description><![CDATA[<p>Di desa kecil tepi sungai di Barito Kuala, seorang anak laki-laki bernama Juna duduk di bawah pohon kelapa sambil memetik alat musik panting peninggalan kakeknya. Alat itu sudah tua, kayunya mulai kusam, tapi bunyinya masih merdu. Setiap senja, suara panting yang ia mainkan menggema hingga ke surau desa. (Orientasi)</p><p>Sejak kecil, Juna lebih suka alat musik tradisional daripada gitar modern. Ia percaya bahwa panting memiliki “jiwa”. Dan memiliki nilai seni yang tidak dapat diukur dengan nilai alat musik biasa. (Perumitan Peristiwa)</p><p>Namun di sekolah, teman-temannya kerap mengejeknya. "Panting itu kampungan, Jun!" kata seorang teman. Hal itu membuat Juna mulai merasa rendah diri, bahkan menyembunyikan pantingnya.</p><p>Saat sekolah mengumumkan lomba seni budaya untuk peringatan Hari Kemerdekaan, Juna ragu untuk mendaftar. (Komplikasi)</p><p> Tapi seorang guru seni, Bu Nani, menyemangatinya dan memberikan motivasi agar Juna lebih percaya diri. "Kalau bukan kamu, siapa lagi yang melestarikan panting?"</p><p>Akhirnya, dengan dorongan semangat yang diberikan Juna memberanikan diri untuk tampil. Ia membawakan lagu ciptaannya sendiri berjudul “Bapanting di Sungai”, lagu yang menggambarkan kehidupan sederhana masyarakat Banjar. Saat nada-nada panting mengalun lembut, aula sekolah menjadi hening. Di akhir penampilan, semua orang berdiri dan bertepuk tangan.</p><p>Kepala sekolah bahkan memintanya tampil ulang di upacara. Teman-teman yang dulu mengejeknya kini minta diajari bermain panting. Sekolah lalu membentuk kelompok seni Banjar dengan Juna sebagai pembinanya. (Resolusi) </p><p>Melalui panting, Juna tidak hanya menemukan kepercayaan diri, tapi juga menghidupkan kembali semangat Banjar di sekolahnya. Juna juga berhasil memperlihatkan nilai musik patinting yang sebenarnya. (Koda)</p><p><br/></p><ul><li><p>PUTRI NUR SARI</p></li><li><p>HANA MEDINA</p></li></ul><p><br/></p><p>ANALISIS :</p><p><br/></p><p>Orientasi </p><p>latar : desa, sungai barito kuala</p><p>tokoh : juna</p><p><br/></p><p>PERUMITAN PERISTIWA :</p><p>Juna sangat suka dengan musik tradisional daripada alat musik modern </p><p><br/></p><p>KOMPLIKASI :</p><p>Juna ragu untuk mendaftar perlombaan seni budaya karena ia menyukai musik tradisional seperti panting,untuk peringatan Kemerdekaan, sehingga dia diejek oleh teman temannya.</p><p><br/></p><p>RESOLUSI :</p><p> karena Ibu Guru menyemangati Juna untuk tampil akhirnya Juna tampil dengan memberanikan dirinya membawakan lagu ciptaannya berjudul "Bapanting di sungai". Bahkan kepala sekolahnya memintanya untuk tampil ulang di upacara. Dan teman temannya yang mengejeknya kini minta diajari. </p><p><br/></p><p>KODA :</p><p>akhirnya Juna menemukan kepercayaan dirinya dan menghidupkan kembali semangat banjar di sekolahnya. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:19:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422493613</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422494581</link>
         <description><![CDATA[<p>see u geass🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:20:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422494581</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Anak lanting Anak berani&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422503599</link>
         <description><![CDATA[<p>orientasi </p><p>memperkenalkan seorang anak yang benama Amin, yang tinggal di lanting sungai Martapura bersama neneknya, ia seorang anak yang tangguh dan mandiri setelah di tinggal oleh orang tuanya karena kecelakaan tahun lalu .</p><p><br/></p><p>Perumitan peristiwa </p><p>banyak orang orang yang memandangnya setengah mata, anak anak disekolahnya sering memanggil nya dengan sebutan "Anak sungai"</p><p>banyak orang tua teman temannya melarang anaknya untuk berteman karena Amin di pandang sebagai anak yang miskin, tetapi Amun tidak pernah marah bahkan ia tetap berbuat baik.</p><p><br/></p><p>komplikasi </p><p>suatu hari Amin mengajak teman teman sekolah untuk membuat proyek kecil yang berjudul "Sungai bersih benua kita" , namun tidak ada yang perduli bahkan tidak ada yang ikut berpartisipasi </p><p><br/></p><p>resolusi </p><p>namun Amin tetap perduli terhadap kebersihan maka dari itu ia tidak habis ide untuk mengajak orang orang sekitarnya untuk ikut berpartisipasi membersihkan lingkungan. Amin tergerak untuk menggugah video sebelum dan sesudah kondisi sungai dibersihkan ke media sosial sekolah. oleh video itu banyak orang orang yang mulai tertarik. proyek tersebut akhirnya di luputi oleh media lokal, dan di undang ke Banjarmasin untuk Nerima penghargaan pemuda inspiratif.</p><p><br/></p><p>koda </p><p>kini Amin berhasil duta lingkungan muda di Kalimantan Selatan. ia membuktikan bahwa keberanian dan cinta terhadap lingkungan dan kampung halaman bisa mengubah pandangan banyak orang menjadi lebih baik.</p><p><br/></p><p>Nama. aura maulidiya </p><p>Laili munada </p><p>kelas 9c</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:24:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422503599</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sasirangan Di Tengah Pasar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422521398</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:M.Revan</p><p>M.Adam Gafari</p><p><br/></p><p>Orientasi:</p><p>memperkenalkan anak perempuan yang bernama nabila, di atas perahu kayu yang terapung di atas air tenang di sungai martapura, meskipun dia masih remaja nabila telah menguasai di berbagai cerita di balik motif sasirangan. dan jenis motif sasirangan terdiri dari berbagai macam, salah satunya kulit kayu yang melambangkan ketabahan dan naga balimbur yang melambangkan kekuatan spritual. </p><p><br/></p><p>perumitan peristiwa:</p><p>menyajikan cerita peristiwa yaitu selain mengetahui selak beluk sasirangan dia juga merupakan anak yang sangat berbakti kepada orang tua nya. nabila dibandingkan dengan teman-teman nya, dia lebih memilih untuk membantu ibu nya yang berjualan di pasar terapung, karena nabila menyadari kondisi ekonomi keluarga nya yang sedang tidak baik. </p><p><br/></p><p>komplikasi:</p><p>pada hari itu pasar sangat ramai,hingga datanglah seorang turis asing dari eropa tertarik pada kain warna biru laut dengan motif kulit intan lalu turis itu memegang dan memuji kualitasnya, dan menawar dengan harga yang sangat murah, lalu ibu nabila pun terdiam, karena situasi ekonomi mereka sedang sulit, dan uang dari satu kain itu bisa membeli beras untuk seminggu. </p><p><br/></p><p>resolusi:</p><p>namun nabila menolak tawaran itu dengan sopan santun, dia menjelaskan kain itu bukan hanyar sekedar kain biasa, tapi hasil dari kerja tangan dan hati. dia menunjukkan proses pewarnaan alami dari tumbuhan, tekhnik ikat dan sejarah motif nya. setiap simpul yang ada di kain ini adalah doa, setiap warna nya adalah cerita, kami tidak bisa menjual dengan harga yang murah. lalu sang turis pun terdiam lalu tersenyum dan berkata "kamu luar biasa, saya akan membayar penuh dan ingin memesan 5 lagi untuk galeri budaya saya yang ada di jerman.</p><p><br/></p><p>Koda:</p><p>setelah turis itu pergi, ibu nabila memeluk erat sang anak, di pasar yang sibuk itu, nabila telah menunjukkan bahwa harga diri dan kebanggan terhadap budaya lebih bernilai dari pada keuntungan sesaat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:33:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/psari3354/rjp2xo3ibqizu1tb/wish/3422521398</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
