<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet D by Hartati Pragita Thezeus</title>
      <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q</link>
      <description>Diskusi Kelompok 8 (Tes Bakat) dan Kelompok 9 (Kepribadian Inventori)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-11 09:05:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-21 07:08:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sejarah Tes Bakat</title>
         <author>nurrohmarizkiyah2020</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883888595</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Tes bakat muncul ketika kebutuhan untuk menilai orang muncul. Tes bakat telah mengalami beberapa kali perkembangan dari masa ke masa untuk menjadi lebih spesifik dan akurat. Setiap perkembangannya ada beberapa bentuk tes bakat untuk menentukan keterampilan tertentu.</div><div>Tes bakat adalah tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui potensi, kemampuan dasar individu yang berguna untuk prediksi, treatment. Tes bakat ini berasal dari kata “aptitude” atau kemampuan alami untuk melakukan sesuatu. Sejarah tes bakat menjadi tes untuk mengukur bakat telah berkembang dari waktu ke waktu dan menjadi lebih spesifik dan akurat. Dimulai pada tahun 1908, ketika dua psikolog Prancis Binay dan Simon mengumumkan hasil penelitian 15 tahun mereka. Studi ini berisi metode yang akurat untuk mengidentifikasi anak-anak dengan kemampuan di bawah rata-rata di sekolah-sekolah Paris. Belakangan, tes tersebut akhirnya diadopsi oleh Profesor Lewis M. Terman dari Stanford University di Amerika Serikat. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi prajurit dengan bakat di bidang lain (Bender, 1947). Setelah tes digunakan untuk merekrut tentara pada Perang Dunia I, tes tersebut akhirnya menjadi dasar atau model pembentukan tes kemampuan akademik atau yang lebih dikenal SAT, yang digunakan untuk ujian masuk universitas di Amerika Serikat dan masih digunakan untuk ujian masuk universitas di Amerika Serikat. Terdapat macam tes bakat. Yang pertama adalah jenis <em>multiple aptitude test</em>. Tes ini digunakan untuk mengukur dua atau lebih kemampuan dalam satu tes sekaligus. Contoh dari <em>multiple aptitude test </em>adalah <em>General Aptitude Test Battery</em> atau GATB, <em>Differential Aptitude Test </em>atau DAT biasa digunakan untuk konseling pendidikan, penjurusan dan vokasional, lalu ada <em>Scholastic Aptitude Test</em> atau SAT. Jenis tes bakat lainnya adalah <em>specific aptitude test.</em> Tes ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan seseorang secara spesifik seperti bakat dalam musik, mekanik, spasial, numerik, dan lain-lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883888595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah GATB (General Aptitude Test Battery)</title>
         <author>sherisabellatan</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883913786</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Tes GATB merupakan tes yang dikembangkan oleh <em>U.S. Employment Service</em> (USES) selaku departemen tenaga kerja.&nbsp; Pada pertengahan tahun 1930-an , USES mengadakan penelitian mengenai tes bakat dan menghasilkan sekitar 100 tes kemampuan sebagai tes bagi para pekerja untuk memprediksi kesuksesan dalam berbagai bidang pekerjaan di US.&nbsp; Dengan analisis faktor, USES meninjau tes tersebut kembali. Hingga pada tahun 1947,&nbsp; USES resmi mempublikasikan GATB yang terdiri dari 12 tes untuk mengukur sembilan kemampuan atau bakat.<br><br></div><div><br>Tidak berhenti sampai di sini, GATB juga melakukan pengembangan terus-menerus. Kemudian, pada akhir tahun 1980-an, tes ini mendapat revisi dari U.S <em>National Research Council </em>(NRC) bagian <em>National Academy of Sciences</em>. Revisi yang dilakukan termasuk pada hal estetika, kecepatan penyelesaian tes, penilaian, dan kemampuan individu untuk mengikuti arahan.&nbsp; Pada akhirnya, GATB mengalami beberapa perubahan penting. Perubahan yang dihasilkan dikenal dengan <em>Ability Profiler Forms 1 and 2</em> yang saat ini digunakan oleh<em> Occupational Information Network</em> (O*NET) bagian departemen tenaga kerja sebagai <em>Career Exploration Tools</em> .<br><br></div><div><em>Ability Profiler Forms 1 and 2 </em>merupakan hasil perkembangan terbaru dari GATB dan memiliki fungsi untuk <em>vocational counseling</em>, mengeksplor pekerjaan, dan mempersiapkan karir. <em>Ability Profiler </em>mengukur sembilan kemampuan yang dibutuhkan dalam bekerja yaitu <em>verbal ability, arithmetic reasoning, computation, spatial ability, form perception, clerical perception, motor coordination, manual dexterity, finger dexterity.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:18:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883913786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>General Aptitude Test Battery (GATB)</title>
         <author>pragitahartati</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883920329</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu tes bakat yang kelompok kami ambil adalah General Aptitude Test Battery (GATB). Tes ini merupakan salah satu alat tes bakat dan intelegensi dalam pengetesan psikologi yang berorientasi pada beberapa tes bakat baterai yang mengukur sembilan bakat dalam delapan tes tertulis serta empat perangkat tes, yaitu <em>name comparison, computation, three dimensional space, vocabulary, tool matching, arithmetic reason, form matching, mark making, place, turn, assemble </em>dan <em>disassemble</em>. GATB disusun dan diciptakan oleh Charles E. Odell dari <em>United States Employee Services</em>. Pada tahun 1940, GATB mulai dikembangkan dan telah mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat tes pada tahun 1947.<br><br></div><div>Pada awalnya, GATB dikhususkan untuk konseling pekerjaan, tetapi seiring perkembangannya, GATB digunakan untuk mengukur kemampuan umum secara individual maupun berkelompok pada khalayak umum. Dengan begitu, GATB dapat memberikan gambaran lebih mengenai kelemahan dan kekuatan yang dimiliki individu dengan didasarkan pada aspek-aspek yang berkaitan dengan fungsi intelegensi.&nbsp;<br><br></div><div>Selain itu, GATB sebagai tes bakat ganda juga digunakan untuk mengukur kecerdasan umum dan memberikan bimbingan jurusan secara akurat. Dalam mengerjakan 12 tes GATB, individu hanya akan menggunakan kertas dan pensil dengan estimasi waktu pengerjaan seluruh tes kurang lebih 2,5 jam, termasuk demonstrasi dan latihan percobaan.</div><div><br>Ada 9 kemampuan yang diukur melalui 12 tes GATB, yaitu:<br>1. <strong><em>Aptitude G</em></strong>: General Intelligence (Subtes 3: Dimensional Space, Subtes 4: Vocab, dan Subtes 6: Arithmetic Reason)</div><div>Kemampuan belajar secara umum, yakni memahami konsep dan prinsip mengenai sesuatu hal, melakukan penalaran, serta mengambil dan membuat keputusan.<br><br>2. <strong><em>Aptitude V</em></strong><em>: Verbal</em> (Subtes 4: <em>Vocab</em>)</div><div>	Kemampuan memahami arti dan penggunaan kosa kata bahasa secara efektif dan komprehensif, serta hubungan antar kosa kata di dalam keseluruhan kalimat dan paragraf, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis.<br><br>3. <strong><em>Aptitude N</em></strong><em>: Numerical</em> (Subtes 2: <em>Computation </em>dan Subtes 6:<em> Arithmetic Reason</em>)</div><div>	Kemampuan dalam melakukan operasi aritmatika dan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan angka secara efektif dan efisien.&nbsp; <br><br>4. <strong><em>Aptitude S</em></strong><em>: Spatial</em> (Subtes 3: <em>Dimensional Space</em>)</div><div>	Kemampuan untuk menangkap dan membayangkan bentuk geometris objek, baik dua dimensi maupun tiga dimensi, secara visual beserta hubungan-hubungan tiap objek dalam ruang di dalam pikiran.<br><br>5. <strong><em>Aptitude P</em></strong>: Form Perception (Subtes 5: Tool Matching dan Subtes 7: Form Matching)</div><div>	Kemampuan untuk melihat bagian penting objek (benda, gambar, dan grafik) secara detail. Individu dengan kemampuan ini dapat melihat persamaan ataupun perbedaan objek secara visual pada panjang, lebar, bayangan, bentuk, garis, atau corak suatu objek.<br><br>6. <strong><em>Aptitude Q</em></strong>: Clerical Perception (Subtes 1: Name Comparison)</div><div>	Kemampuan untuk melihat perbedaan salinan objek klerikal (angka dan huruf) yang disajikan dalam bentuk tulisan ataupun tabel, serta mampu mempersepsikan operasi aritmatika yang sederhana secara sepintas.<br><br>7. <strong><em>Aptitude K</em></strong>: Motor Coordination (Subtes 8: Mark Making)</div><div>	Kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan otot mata, tangan, dan jari dengan akurat dan terampil secara cepat dan tepat.<br><br>8. <strong><em>Aptitude F</em></strong><em>: Finger Dexterity </em>(Subtes 11: <em>Assemble</em> dan Subtes 12: <em>Disassemble</em>)</div><div>	Kemampuan untuk menggerakkan jari-jemari dalam menangani ataupun memanipulasi objek-objek kecil secara terampil, teliti, cepat, dan akurat.<br><br>9. <strong><em>Aptitude M</em></strong><em>: Manual Dexterity</em> (Subtes 9: <em>Plan</em> dan Subtes 10: <em>Turn</em>)</div><div>	Kemampuan untuk menggerakkan tangan secara terampil dan akurat dalam menempatkan, memindahkan, serta menyusun gerakan tangan untuk bekerja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:22:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883920329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Material yang Digunakan Dalam GATB</title>
         <author>audigharata14</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883929578</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Material yang diperlukan selama <em>testing</em>:</div><ul><li>Buku tes</li><li>Mark making subtes</li><li>Lembar jawaban</li><li>Papan kecekatan tangan (<em>manual dexterity board</em>)</li><li>Papan kecekatan jari (<em>finger dexterity board)</em></li></ul><div>2. Material pelaksanaan dan penskoran:</div><ul><li>Cetakan skor</li><li>Lembaran hasil</li><li>Lembaran profil</li><li>Lembaran petunjuk</li><li>Estimasi sendiri</li></ul><div>3. Alat pembantu manual dan interpretasi:</div><ul><li>Manual</li><li><em>Chart</em> pembantu interpretasi</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:28:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883929578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karakteristik GATB</title>
         <author>pragitahartati</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883932261</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Praktis</div><ul><li>Waktu pelaksanaan GATB relatif singkat.</li><li>Informasi yang didapatkan cukup banyak.</li><li>Pemberian skor dapat dipelajari dan dilakukan dengan mudah.</li><li>Dua papan perlengkapan mudah dibawa dan relatif murah.</li><li>Buku tes dan papan perlengkapan dapat digunakan kembali.</li></ul><div><br>2. Reliabilitas</div><ul><li>Sebagian besar tes memperhatikan stabilitas dan konsistensi pengukuran serta dapat diperbandingkan dengan bentuk pengganti (ekuivalen) secara langsung.</li><li>Ada bermacam-macam tipe sampel dan perbedaan interval waktu yang digunakan.</li></ul><div><br>3. Validitas<br>Hal-hal yang harus diketahui oleh konselor dalam menggunakan GATB:</div><ul><li>Studi validitas pada tes GATB telah dilaksanakan sejak tahun 1947.&nbsp;</li><li>Pada studi ini, analisis korelasi perbandingan antara skor bakat, tipe-tipe pekerjaan, dan kriteria pelatihan telah dibuat.&nbsp;</li><li>Studi validasi termasuk konstruksi secara bersamaan (data tes dan data kriteria dihasilkan tanpa perbedaan waktu yang signifikan di antara keduanya) dan konstruksi atau desain produktif (data tes dan data kriteria dihasilkan dengan interval waktu yang signifikan).</li><li>Studi validasi GATB menggunakan metode “<em>Multiple Cut-Off</em>”, yaitu lebih banyak memutuskan bakat-bakat yang dibutuhkan dari hasil penskoran di mana jumlah skor yang lebih besar tidak bisa menjadi kompensasi ke jumlah skor yang lebih sedikit.</li><li>Ukuran koefisien korelasi dalam studi validasi mengacu pada banyaknya perubahan dan bergantung pada faktor GATB tertentu yang diperlukan, tipe kriteria, serta tipe penelitian yang konstruktif.</li><li>Bakat kognitif (G, V, N, dan S) paling bermanfaat untuk memprediksi hasil - hasil pelatihan, sedangkan bakat perseptual (P dan Q) berkorelasi sama dengan kedua tipe kriteria.</li></ul><div><br>4. Standarisasi</div><div>Pelaksanaan GATB harus sesuai standarnya yang telah ditentukan di dalam manual pelaksanaan dan penskoran GATB. Selain itu, data yang diinterpretasikan berkenaan dengan kelompok normatif yang ditarik sebagai suatu sampel yang representatif dalam menggambarkan suatu populasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:30:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883932261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengoperasian GATB</title>
         <author>audigharata14</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883951948</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat dua belas bagian di dalam tes GATB, yaitu:</div><ol><li>Bagian satu: <em>name comparison </em>(dilaksanakan selama enam menit) - tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan persepsi klerikal individu tersebut. Di dalam tes ini individu akan melihat dua kolom nama dan akan diminta untuk melihat nama-nama tersebut dan mencari kesamaan maupun perbedaan dari setiap nama yang diberikan.</li><li>Bagian dua: <em>computation </em>(dilaksanakan selama enam menit) - seperti namanya, di dalam tes ini individu akan diminta untuk menyelesaikan soal-soal berhitung, baik penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian, agar kemampuan individu dalam hal bakat numerikalnya dapat diukur.</li><li>Bagian tiga: <em>three dimensional space </em>(dilaksanakan selama enam menit) - di sini individu akan melihat empat rangkaian gambar yang berbentuk tiga dimensi dan diminta untuk menyesuaikan pilihan jawaban dengan soal yang diberikan, yaitu dengan mencocokkan empat pilihan gambar berbentuk tiga dimensi tersebut setelah diputar maupun digulingkan. Dengan melakukan tes ini, akan diketahui seberapa tinggi kemampuan individu dalam hal <em>general learning ability </em>dan <em>spatial aptitude </em>mereka.</li><li>Bagian empat: <em>vocabulary </em>(dilaksanakan selama enam menit) - subtes ini akan berisi empat set kata-kata dan individu akan diminta untuk memilih pasangan kata yang memiliki korelasi, baik berlawanan maupun sama. Dengan mengerjakan subtes ini, kemampuan individu dalam <em>general learning ability </em>dan <em>verbal aptitude </em>dapat diukur.</li><li>Bagian lima: <em>tool matching </em>(akan dilaksanakan selama lima menit) - di dalam subtes ini, individu akan diberikan sebuah gambar perangsang atau soal. Individu kemudian akan mencocokkan gambar hitam putih yang sebelumnya diberikan sebagai pilihan jawaban untuk kemudian dilihat kemampuan <em>form perception</em>-nya.</li><li>Bagian enam: <em>arithmetic reasoning </em>(akan dilaksanakan selama tujuh menit) - bentuk subtes ini akan menggunakan sebuah soal cerita dimana individu akan diminta untuk menggunakan kemampuan <em>arithmetic reasoning </em>mereka untuk menyelesaikan soal. Kemampuan tersebut lah yang akhirnya akan diukur.</li><li>Bagian tujuh: <em>form matching </em>(akan dilaksanakan selama enam menit) - dalam subtes ini individu akan diberikan dua kolom berisi berbagai objek. Untuk menyelesaikan subtes ini, individu harus mencari objek dengan ukuran dan bentuk yang sama sehingga <em>form perception </em>mereka dapat diukur.</li><li>Bagian delapan: <em>mark making </em>(akan dilaksanakan selama enam puluh menit) - instruktur akan memberikan sebuah contoh tanda yang harus individu gambar kembali di dalam kotak yang disediakan secepat-cepatnya. Tanda yang harus dibuat terdiri dari tiga garis (dua garis horizontal dan satu garis vertikal yang ada di bawahnya) ㅛ. Dengan menyelesaikan subtes ini, kemampuan <em>motor coordination </em>individu akan dapat dilihat dan diukur.</li><li>Bagian sembilan: <em>place </em>(dilaksanakan selama tiga menit dengan ketentuan lima belas detik per soal) - subtes ini akan menggunakan sebuah papan yang bernama <em>pegboard </em>atau papan pasak dimana instruktur akan mencoba memasukkan pasak ke papan tersebut secepat mungkin dan individu akan diminta untuk mengikuti gerakan instruktur tersebut. Dengan begitu kemampuan individu dalam <em>manual dexterity </em>dapat dilihat.</li><li>Bagian sepuluh: <em>turn </em>(dilakukan selama tiga menit) - untuk subtes ini, individu hanya akan diberikan tiga kesempatan untuk mencoba mengikuti instruktur dalam memutar pasak ke warna yang dicontohkan secepat mungkin dengan waktu tiga puluh detik setiap percobaan sambil menggunakan satu tangan. Di sini akan dapat dilihat kemampuan <em>manual dexterity </em>individu.</li><li>Bagian sebelas: <em>assemble </em>(akan berlangsung selama sembilan puluh detik) - bagian ini akan menggunakan papan yang berbeda yaitu papan kecekatan tangan. Dengan menggunakan papan ini individu akan diminta untuk memindahkan <em>washer </em>yang diletakkan pada <em>rod </em>dengan tangan yang tidak dominan dan mengambil <em>rivet </em>yang terletak pada bagian atas papan dengan tangan yang dominan, lalu menggabungkan <em>washer </em>tadi dengan <em>rivet</em> yang sudah diambil. Setelah itu, <em>rivet</em> dan <em>washer</em> tersebut akan dimasukkan ke dalam slot yang telah disediakan pada papan bagian bawah.<em> </em>Dengan begitu kemampuan kecekatan jari individu dapat dilihat.</li><li>Bagian dua belas: <em>disassemble </em>(akan berlangsung selama enam puluh detik) - dengan menggunakan peralatan yang sama dengan subtes 11, peserta akan diminta untuk mengambil <em>rivet</em> yang sudah disusun pada subtes sebelumnya, memisahkannya dengan <em>washer</em> yang tadinya tergabung, lalu mengembalikannya ke tempat semula (<em>rivet</em> dengan tangan yang dominan dan <em>washer</em> dengan tangan yang sebaliknya). Di sini kemampuan yang akan diuji juga sama dengan subtes 11.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:43:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883951948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Skor-Skor</title>
         <author>audigharata14</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883953227</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk menentukan skor yang diperoleh individu dalam tes yang telah dilakukan, maka penguji akan melalui lima tahap, yaitu:</div><ol><li>Menghitung poin dari jawaban yang benar. Perlu diketahui bahwa tidak ada penalti untuk jawaban yang salah.</li><li>Setelah skor tersebut muncul, maka penguji harus membandingkan skor tersebut dengan <em>norming population </em>yang ada sesuai dengan individu yang sudah melalui tes.</li><li>Setelah diubah dan disesuaikan, skor tersebut akan menjadi skor kemampuan atau <em>aptitude score</em>.</li><li>Konversi skor kemampuan menjadi skor “B” dimana skor akan dipecah menjadi tiga bagian (kognitif, perseptual, dan psikomotor) yang kemudian akan disesuaikan dengan lima kelompok pekerjaan yang ada untuk memprediksi pekerjaan seperti apa yang cocok dengan individu.</li><li>Skor “B” tersebut akan diubah menjadi skor persentil sesuai dengan kelima kelompok pekerjaan tadi. Skor ini akan diubah sesuai dengan ras individu yang telah melakukan tes.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:43:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883953227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Etika Pengukuran Psikologi</title>
         <author>hijrahintanmaharani2020</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883978166</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada bab I pedoman umum yang terdapat dalam Kode Etik Psikologi Indonesia tahun 2010<strong> </strong>pada <br><strong>Pasal I Ayat 1</strong> berbunyi “<strong>KODE ETIK PSIKOLOGI</strong> adalah seperangkat nilai-nilai untuk ditaati dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan sebagai psikolog dan ilmuwan psikologi di Indonesia”.<br><br></div><div><br></div><div><strong>Pasal 2 Prinsip Umum</strong></div><div><strong><br>Prinsip A</strong>: Penghormatan pada Harkat Martabat Manusia</div><div><strong>(1)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus menekankan pada hak asasi manusia dalam melaksanakan layanan psikologi.</div><div><strong>(2)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menghormati martabat setiap orang serta hak-hak individu akan keleluasaan pribadi, kerahasiaan dan pilihan pribadi seseorang.</div><div><strong>(3) </strong>Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menyadari bahwa diperlukan kehati-hatian khusus untuk melindungi hak dan kesejahteraan individu atau komunitas yang karena keterbatasan yang ada dapat mempengaruhi otonomi dalam pengambilan keputusan.</div><div><strong>(4)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menyadari dan menghormati perbedaan budaya, individu dan peran, termasuk usia, gender, identitas gender, ras, suku bangsa, budaya, asal kebangsaan, orientasi seksual, ketidakmampuan (berkebutuhan khusus), bahasa dan status sosial, ekonomi, serta mempertimbangkan faktor-faktor tersebut pada saat bekerja dengan orang-orang dari kelompok tersebut.</div><div><strong>(5) </strong>Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi berusaha untuk menghilangkan pengaruh bias faktor-faktor tersebut pada butir (3) dan menghindari keterlibatan baik yang disadari maupun tidak disadari dalam aktifitas-aktifitas yang didasari oleh prasangka.<br><br></div><div><br></div><div><strong><br>Prinsip B</strong>: Integritas dan Sikap Ilmiah</div><div><strong>(1)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus mendasarkan pada dasar dan etika ilmiah terutama pada pengetahuan yang sudah diyakini kebenarannya oleh komunitas psikologi.</div><div><strong>(2)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi senantiasa menjaga ketepatan, kejujuran, kebenaran dalam keilmuan, pengajaran, pengamalan dan praktik psikologi.</div><div><strong>(3)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi tidak mencuri, berbohong, terlibat pemalsuan (fraud), tipuan atau distorsi fakta yang direncanakan dengan sengaja memberikan fakta-fakta yang tidak benar.</div><div><strong>(4)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi berupaya untuk menepati janji tetapi dapat mengambil keputusan tidak mengungkap fakta secara utuh atau lengkap HANYA dalam situasi dimana tidak diungkapkannya fakta secara etis dapat dipertanggungjawabkan untuk meminimalkan dampak buruk bagi pengguna layanan psikologi.</div><div><strong>(5)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi memiliki kewajiban untuk mempertimbangkan kebutuhan, konsekuensi dan bertanggung jawab untuk memperbaiki ketidakpercayaan atau akibat buruk yang muncul dari penggunaan teknik psikologi yang digunakan.<br><br></div><div><strong><br>Prinsip C</strong>: Profesional</div><div><strong>(1)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus memiliki kompetensi dalam melaksanakan segala bentuk layanan psikologi, penelitian, pengajaran, pelatihan, layanan psikologi dengan menekankan pada tanggung jawab, kejujuran, batasan kompetensi, obyektif dan integritas.</div><div><strong>(2)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi membangun hubungan yang didasarkan pada adanya saling percaya, menyadari tanggung jawab profesional dan ilmiah terhadap pengguna layanan psikologi serta komunitas khusus lainnya.</div><div><strong>(3)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menjunjung tinggi kode etik, peran dan kewajiban profesional, mengambil tanggung jawab secara tepat atas tindakan mereka, berupaya untuk mengelola berbagai konflik kepentingan yang dapat mengarah pada eksploitasi dan dampak buruk.</div><div><strong>(4)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dapat berkonsultasi, bekerjasama dan/atau merujuk pada teman sejawat, profesional lain dan/atau institusi-institusi lain untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna layanan psikologi.</div><div><strong>(5)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi perlu mempertimbangkan dan memperhatikan kepatuhan etis dan profesional kolega-kolega dan/atau profesi lain.</div><div><strong>(6)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dalam situasi tertentu bersedia untuk menyumbangkan sebagian waktu profesionalnya tanpa atau dengan sedikit kompensasi keuntungan pribadi.<br><br></div><div><strong><br>Prinsip D</strong>: Keadilan</div><div><strong>(1)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi memahami bahwa kejujuran dan ketidakberpihakan adalah hak setiap orang. Oleh karena itu, pengguna layanan psikologi tanpa dibedakan oleh latar belakang dan karakteristik khususnya, harus mendapatkan layanan dan memperoleh keuntungan dalam kualitas yang setara dalam hal proses, prosedur dan layanan yang dilakukan.</div><div><strong>(2)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menggunakan penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional, waspada dalam memastikan kemungkinan bias-bias yang muncul, mempertimbangkan batas dari kompetensi, dan keterbatasan keahlian sehingga tidak mengabaikan atau mengarah kepada praktik-praktik yang menjamin ketidakberpihakan.<br><br></div><div><br></div><div><strong>Prinsip E</strong>: Manfaat</div><div><strong>(1)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi berusaha maksimal memberikan manfaat pada kesejahteraan umat manusia, perlindungan hak dan meminimalkan resiko dampak buruk pengguna layanan psikologi serta pihak-pihak lain yang terkait.</div><div><strong>(2)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi apabila terjadi konflik perlu menghindari serta meminimalkan akibat dampak buruk; karena keputusan dan tindakan-tindakan ilmiah dari Psikolog dan/ atau Ilmuwan Psikologi dapat mempengaruhi kehidupan pihak-pihak lain.</div><div><strong>(3)</strong> Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi perlu waspada terhadap kemungkinan adanya faktor-faktor pribadi, keuangan, sosial, organisasi maupun politik yang mengarah pada penyalahgunaan atas pengaruh mereka.<br><br></div><div><strong><br>Etika Penggunaan Tes Psikologi<br></strong><br></div><div>Banyaknya faktor yang berpengaruh pada hasil pengukuran psikologis dan karena tes psikologi adalah sesuatu yang sudah baku, maka tester yang mempergunakan tes psikologi harus bertanggung jawab dan etis melindungi testinya.<br><br></div><div>Etika praktik konselor dan para psikolog adalah sama yaitu:<br><br></div><div>1. <strong>Kerahasiaan</strong>: karena kesejahteraan testi ditempatkan pada tempat yang utama, maka konselor menerima tanggung jawab untuk mempertahankan kerahasiaan hubungan dengan klien.<br><br></div><div>2. <strong>Keamanan tes</strong>: tes adalah merupakan suatu alat profesional dan sebagai suatu alat professional maka penyebarannya hanya terbatas dengan menggunakan kompetensi teknis yang tepat. Tes yang belum dibakukan seharusnya tidak dipergunakan karena belum dijamin keamanannya.<br><br></div><div>3. <strong>Interpretasi tes</strong>: material atau bahan-bahan tes dan skor tes semestinya diperuntukan hanya kepada orang-orang yang berwenang menggunakannya.<br><br></div><div>4. <strong>Publikasi tes</strong>: tes yang telah baku harus dilengkapi dengan manual (buku petunjuk pegangan) yang menggambarkan bagaimana dan oleh siapa tes itu digunakan lebih efektif.<br><br></div><div><br></div><div><strong>The Canadian guidance and counseling association (1982)</strong>, mempublikasikan 11 prinsip khusus yang mencakup etika cara pemakaian tes psikologis, yaitu:<br><br></div><div><br>1. Guru pembimbing atau konselor harus mengakui batas kompetensinya dan tidak memberikan layanan testing atau menggunakan teknik-teknik di luar persiapan dan kompetensinya atau yang tidak memenuhi standar profesional yang ditetapkan.<br><br></div><div>2. Guru pembimbing atau konselor harus mempertimbangkan atau menetapkan dengan cermat dan teliti validitas, reliabilitas, dan ketetapan tes tertentu sebelum memilih untuk digunakan pada klien tertentu.<br><br></div><div>3. Pada umumnya, hasil-hasil tes hanya memberikan satu macam factor yang tepat bagi keputusan staf bimbingan dan konseling.<br><br>4. Apabila hasil tes dan data penilaian lainnya digunakan untuk menilai komunikasi dengan orang tua individu atau orang lain yang tepat maka mereka harus disertai dengan interpretasi yang adekuat.<br><br></div><div>5. Skor tes psikologi (sebagai pembanding dengan interpretasi hasil-hasil tes).<br><br></div><div>6. Apabila memberikan beberapa sistemen pada umum tentang tes dan testing, maka diperlukan ketelitian untuk memberikan informasi secara adekuat dan menghindari terjadinya kesalahpahaman.<br><br></div><div>7. Tes harus dilaksanakan sebagaimana yang ditetapkan dalam manual (buku petunjuk) pelaksanaan tes.<br><br></div><div>8. Tes psikologi dan alat-alat lainnya, yang penilaiannya sebagian besar dapat dipercaya apabila orang yang mengambilnya adalah terbatas dengan minat profesional dan kompetensi seseorang sehingga mereka akan berupaya melindungi penggunaannya.<br><br></div><div>9. Guru pembimbing atau konselor memiliki tanggung jawab untuk memberitahukan kepada peserta testing tentang tujuan testing.<br><br></div><div>10. Guru pembimbing atau konselor harus bekerja dengan teliti dalam menilai dan menginterpretasikan minoritas anggota kelompok atau orang lainnya yang tidak menyajikan norma-norma kelompok terhadap pembekuan instrument<br><br></div><div>11. Konselor tidak pantas mereproduksi atau memodifikasikan susunan tes itu tanpa memperoleh izin dan mengenal kemampuan pengarang penerbit dan pemegang hak cipta.<br><br></div><div><br></div><div><br>Sedangkan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) mengemukakan kode etika jabatan konselor terutama bersangkut-paut dengan testing adalah sebagai berikut:<br><br></div><div>1. Suatu jenis tes hanya boleh diberikan oleh petugas yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Konselor harus selalu memeriksa dirinya apakah ia mempunyai kewenangan yang dimaksud.<br><br></div><div>2. Testing diperlukan bila dibutuhkan data tentang sifat atau ciri lebih luas, misalnya, taraf intelegensi, bakat,minat, dan kecenderungan pribadi seseorang.<br><br></div><div>3. Data yang diperoleh dari hasil testing itu harus diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau sumber lain.<br><br></div><div>4. Data hasil testing harus dilakukan setara dengan seperti data atau informasi lain tentang klien.<br><br></div><div>5. Konselor harus memberikan orientasi yang tepat kepada klien mengenai alasan digunakannya tes dan apa hubungannya dengan masalahnya.<br><br></div><div>6. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh pihak yang diberitahu itu ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien dan tidak merugikan klien.<br><br></div><div>7. Pemberian sesuatu jenis tes harus mengikuti pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes yang bersangkutan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 11:59:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1883978166</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DAFTAR PUSTAKA</title>
         <author>pragitahartati</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1884039883</link>
         <description><![CDATA[<div>Afifah. (2011). Studi Validitas Konstruk General Aptitude Test Battery (GATB) Dengan Metode CFA. <em>Skripsi</em>.</div><div><br>Akhmad Harum. 2012. <em>Tes Psikologi</em>.<a href="https://bukunnq.wordpress.com/tes-psikologi/"> https://bukunnq.wordpress.com/tes-psikologi/<br></a><br></div><div><em>Aptitude Test and Types</em>. (2021, November 11). Retrieved from <a href="http://www.personality-and-aptitude-career-tests.com">www.personality-and-aptitude-career-tests.com</a>: <a href="https://www.personality-and-aptitude-career-tests.com/aptitude-test.html">https://www.personality-and-aptitude-career-tests.com/aptitude-test.html<br></a><br></div><div><em>General Aptitude Test Battery (GATB)</em>. (2021). Retrieved from IResearchNet: <a href="http://career.iresearchnet.com/career-assessment/general-aptitude-test-battery-gatb/">http://career.iresearchnet.com/career-assessment/general-aptitude-test-battery-gatb/<br></a><br></div><div>Greenhaus, J. H., &amp; Callanan, G. A. (Eds.). (2006). <em>Encyclopedia of Career Development.</em> SAGE Publications.<br><br></div><div>Hartigan, J. A., &amp; Widgor, A. K. (1989). FAIRNESS IN EMPLOYMENT TESTING. Washington: NATIONAL ACADEMY PRESS.<br><br></div><div>Hunter, J. E. (1983). <em>The Dimensionality of the General Aptitude Test Battery (GATB) and the Dominance of General Factors over Specific Factors in the Prediction of Job Performance for the U.S. Employment Service.</em> Retrieved from ERIC: https://eric.ed.gov/?id=ED236166<br><br></div><div>Hunter, J. E. (1983). <em>The Dimensionality of the General Aptitude Test Battery (GATB) and the Dominance of General Factors over Specific Factors in the Prediction of Job Performance for the U.S. Employment Service.</em> Detroit: US. GOVERNMENT PRINTING OFFICE.<br><br></div><div>Kode Etik Psikologi Indonesia. 2010. <em>Kode Etik Psikologi Indonesia:Himpunan Psikologi Indonesia. </em>Jakarta: Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.<br><br></div><div>SolLiHin. (n.d.). general aptitude test batteray (GATB).docx. Retrieved from pdfcoffee.com: <a href="https://pdfcoffee.com/general-aptitude-test-batteray-gatbdocx-pdf-free.html">https://pdfcoffee.com/general-aptitude-test-batteray-gatbdocx-pdf-free.html</a>.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 12:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1884039883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh test kepribadian inventori</title>
         <author>abdullahzaidan</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1886982138</link>
         <description><![CDATA[<div>1. MMPI (Minnesota Personality Inventory)&nbsp;</div><div>2. CPI (California Psychological Inventory)&nbsp;</div><div>3. PIC (Personality Inventory for Children)&nbsp;</div><div>4. MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)&nbsp;</div><div>5. 16 PF (Sixteen Personality Factor Questionnaire)&nbsp;</div><div>6. EPPS (Edward Perssonal Preference Schedule)&nbsp;</div><div>7. PRF (Personality Research Form)&nbsp;</div><div>8. JPI (Jackson Personality Inventory)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-12 16:02:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1886982138</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Rohma Rizkiyah A_112011133149</title>
         <author>nurrohmarizkiyah2020</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887081169</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut kelompok 9, manakah tes yang paling efektif dan akurat hasilnya? lalu jika semua contoh tes tersebut terbukti akurat, manakah tes yang paling sering digunakan untuk mengukur kepribadian inventori dan mengapa demikian?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-12 16:49:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887081169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah</title>
         <author>dewitanoviantyy</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887901978</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tahun 1880-an, Sir Francis Galton adalah ilmuwan Inggris abad ke-19 dan juga sepupu dari ilmuwan terkenal, Charles Darwin, merupakan orang yang pertama kali membuat laboratorium psikometri di London pada tahun 1884 untuk mengukur dan memahami perbedaan individual, termasuk teknik observasi perilaku. Woodworth Personal Data Sheet oleh Robert Sessions Woodworth adalah salah satu tes kepribadian inventory pertama yang dikembangkan selama Perang Dunia I dan dipublikasikan dalam bentuk akhirnya setelah perang berakhir (Woodworth, 1920). Instrumen ini melakukan penilaian terhadap kepribadian individu dan pertama kali digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat saat PD 1 berlangsung untuk mendeteksi kemungkinan adanya tentara yang gagal di medan perang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 05:39:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887901978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelebihan Dan Kekurangan</title>
         <author>fatimatyaz</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887919708</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam tes inventori :<br>Kelebihan&nbsp;<br>1.	Tes inventori ini dapat dilakukan untuk banyak orang sekaligus, sehingga dari segi waktu bisa efisien<br>2.	Tes inventori dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik, seperti minat dan bakat, hobi, motivasi, dan potensi diri<br>3.	Tes inventori dapat&nbsp; memunculkan potensi yang tersimpan dalam diri<br>Kelemahan :&nbsp;<br>1.	Tes inventori kepribadian&nbsp; tidak dapat bersifat culture free. Oleh karena itu aspek kultural harus dipertimbangkan.&nbsp;<br>2.	Adanya item yang ambigu dan perintah yang tidak jelas<br>3.	Memicu penafsiran yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 06:17:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887919708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syarat dari test kepribadian inventori</title>
         <author>abdullahzaidan</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887955208</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><ul><li>Validasi adalah suatu ukuran untuk memprediksi kriterium yang telah ditentukan&nbsp;</li><li>Reliabel adalah reliabel suatu tes berkaitan dengan konsistensi, reproducibility dan ketelitian tes tersebut. Apabila validasi adalah hubungan antara hasil tes dengan suatu kriterium luar. Maka realibitas adalah hubungan di dalam tes itu sendiri.&nbsp;</li><li>Distandardisasikan, dalam hal ini maksudnya agar situasi tes benar-benar sama bagi setiap subjek yang di tes sehingga hasilnya dapat dibandingkan dari satu subjek ke subjek yang lain.&nbsp;</li><li>Tes harus objektif, artinya apakah penilaian atas tes tersebut adalah objektif, yakni akan memberi hasil yang sama bila dinilai oleh pemeriksa yang berbeda-beda.&nbsp;</li><li>Tes harus komprehensif, yang di maksud disini adalah bahwa tes tersebut dapat mengungkap banyak hal terutama dalam tes prestasi.&nbsp;</li><li>Tes harus diskriminatif, tes harus mampu menunjukkan perbedaan-perbedaan mengenai sifat/faktor tertentu pada individu yang satu dengan individu yang lain</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 07:23:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1887955208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hartati Pragita Thezeus_112011133114</title>
         <author>pragitahartati</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888027075</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari penjelasan Kelompok 9 di bagian kelemahan dari tes inventori, apa yang dimaksud mengenai item yang ambigu dan perintah yang tidak jelas, serta memicu penafsiran yang berbeda? Di mana sebelumnya di bagian syarat dari tes kepribadian inventori tersebut, tes harus objektif dan diskriminatif.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 09:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888027075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sherisa Bella_112011133112</title>
         <author>sherisabellatan</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888042809</link>
         <description><![CDATA[<div>Dikatakan jika tes inventori kepribadian memicu penafsiran yang berbeda. Penafsiran dari sisi apa dan bagaimana yang dimaksud dari pernyataan tersebut? </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 09:33:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888042809</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Definisi</title>
         <author>padlurr</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888095404</link>
         <description><![CDATA[<div>Inventori kepribadian merupakan inventori yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur struktur dan segi-segi dari kepribadian atau karakteristik dari cara berpikir, merasa, dan bertindak.<br>Inventori kepribadian merupakan tes yang menggambarkan karakteristik individu dengan tujuan agar individu dapat mengenal dan memahami dirinya sendiri dengan gambaran atau penjelasan yang objektif dan terukur.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 10:51:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888095404</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan</title>
         <author>rasyawazzahra</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888112165</link>
         <description><![CDATA[<div>- Tes inventori bermanfaat untuk mengetahui karakteristik kepribadian seseorang seperti minat, penyesuaian diri, motivasi, dan prasangka.<br><br></div><div>-&nbsp;Tes ini dirancang unutk mengidentifikasikan individu yang terganggu secara serius.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 11:18:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888112165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tokoh</title>
         <author>rasyawazzahra</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888112541</link>
         <description><![CDATA[<div>Awal mula Tes Inventori ditemukan pada tahun 1880-an oleh Sir Francis Gatton. Ia merupakan orang yang pertama kali membuat laboratorium untuk mengukur perbedaan individual. Salah satu hasil terbesar dari riset yang dilakukannya adalah munculnya teknik kuesioner sebagai prosedur standar dalam penelitian kepribadian.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 11:18:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888112541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>112011133137_Hijrah Intan Maharani Kaluku</title>
         <author>hijrahintanmaharani2020</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888206794</link>
         <description><![CDATA[<div>Disebutkan bahwa tes harus distandarisasikan, bagaimana apabila situasi tes yang satu dengan yang lainnya terdapat perbedaan ?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 13:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888206794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewita Untari Novianty_112011133160</title>
         <author>dewitanoviantyy</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888266785</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelumnya saya ingin mengapresiasi materi yang diberikan oleh kelompok 8 mengenai tes bakat karena materi yang diberikan mudah dimengerti. Namun, saya ingin bertanya, disebutkan bahwa terdapat 12 bagian tes dalam GATB untuk mengukur sembilan kemampuan/bakat, apakah bagian tersebut harus di kerjakan secara berurutan? dan apakah jika dikerjakan secara acak akan mempengaruhi nilai skor akhir? terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 14:32:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888266785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Audi Jedidiah Gharata_112011133111</title>
         <author>audigharata14</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888286036</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan pemaparan tujuan tes dari kelompok 9 dengan salah satu tujuannya adalah untuk mengidentifikasi individu yang terganggu secara serius. Apakah yang dimaksud dengan terganggu secara serius ini? Lalu apakah gangguan ini hanya gangguan secara umum atau ada gangguan khusus yang bisa dikaji oleh tes ini? Selain itu, apakah gangguan-gangguan tersebut hanya bisa dikaji dengan tes tertentu atau bisa dikaji menggunakan semua contoh tes yang diberikan? Terima kasih sebelumnya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 14:53:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888286036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daftar Pustaka</title>
         <author>dewitanoviantyy</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888297004</link>
         <description><![CDATA[<div>Anastasi, Anne &amp; Urbina, Susana. (2006). Tes Psikologi (edisi 7). Jakarta: Indeks<br><br></div><div>Kaplan, Robert M. &amp; Saccuzzo, Dennis P. (2013). Pengukuran Psikologi: Prinsip, Penerapan dan Isu (edisi 7). Jakarta: Salemba Humanika<br><br></div><div>Cohen R. Swerdlik. M. (2010) Psychological Testing and Assesment. Boston: McGraw-Hill Higher Education.<br><br></div><div>Crocker, L.. Algina, J. (2008). Introduction to Classical and Modern Test Theory. Mason. OH: Cengage<br><br></div><div>Domino G. Domino M.LL. (2006) Psychological Testing an Introduction. Cambridge University Press<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 15:05:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888297004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fatima Tyaz Ageng A_112011133139</title>
         <author>fatimatyaz</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888326022</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya ingin bertanya, dijelaskan bahwa tes GATB melakukan perkembangan secara terus menerus. Apa dasar yang membuat tes GATB melakukan perkembangan secara terus menerus? Dan apakah dengan adanya perkembangan yang baru akan mengubah atau mempengaruhi point sebelumnya? Terimakasih sebelumnya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 15:37:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888326022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasya Wanda Az-Zahra_112011133151</title>
         <author>rasyawazzahra</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888337444</link>
         <description><![CDATA[<div>Halo teman-teman kelompok 8! Sebelumnya saya mau mengapresiasi kelompok 8 mengenai pemaparan materi yang mudah dipahami. Selanjutnya, saya ingin bertanya, di sejarah GATB dijelaskan bahwa perubahan yang terjadi setelah direvisi terdapat perubahan yang dikenal dengan Ability Profiler Forms 1 dan 2, salah satunya terdapat fungsi untuk&nbsp;<em>vocational counseling</em>, apa yang dimaksud dengan&nbsp;<em>vocational counseling </em>itu sendiri? Terima kasih!</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 15:49:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888337444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Daffa Fadhlurrahman_112011133196</title>
         <author>padlurr</author>
         <link>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888339443</link>
         <description><![CDATA[<div>Hai, teman-teman kelompok 8! Terima kasih yaaa atas penjelasan mengenai Tes Bakat. Pertanyaan saya adalah apakah memungkinkan tes bakat mengungkap bakat yang terpendam dalam diri seseorang? Misal: sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa saya memiliki bakat dalam bermain alat musik, namun setelah mengikuti tes bakat saya jadi mengetahuinya. Terima kasih sebelumnya:)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-13 15:51:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pragitahartati/rgrr32anwjssqd2q/wish/1888339443</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
