<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>WR33F by Yudho Hartono</title>
      <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f</link>
      <description>Segmentasi vs Persona</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-08 04:24:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-10-21 13:41:24 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Personal Reflection (NicholasHugoTjokro_13122010028)</title>
         <author>nicholashugo23</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806451559</link>
         <description><![CDATA[<div>marketer mendefinisikan pasar mereka ke dalam kategori yang disebut segmentasi. Segmentasi memilah dan mendefinisikan pasar sehingga dapat ditargetkan ke segmen yang memiliki potensi lebih besar untuk membeli. Pemilihan berdasarkan geografi, demografi, psikografis, dan perilaku memudahkan marketer untuk mendefinisikan produk mereka. (semakin lama semakin tidak relevan maka customer persona digunakan). Hal ini memungkinkan marketer untuk memfokuskan upaya mereka pada suatu tujuan yang jelas.</div><div><br></div><div>Penggunaan dari Target market memiliki beberapa keuntungan yaitu:</div><ol><li>membuat pemasaran yang ditargetkan untuk menciptakan dampak yang diinginkan&nbsp;</li><li>Menetapkan koneksi lebih dekat secara emosional dengan memahami dan menghubungkan titik-titik pain points konsumen.&nbsp;</li><li>Menentukan media iklan yang efektif untuk segmen dari target market</li><li>Temukan cara untuk membedakan produk dan memperkuat hubungan dengan konsumen target.</li></ol><div><br></div><div>Ada perdebatan bahwa persona dan segmen adalah hal yang berbeda, namun ada juga yang menyarankan bahwa persona adalah evolusi dari segmentasi. Tetapi disarankan untuk membuat target market yang jelas baru mendefinisikan persona kita. Target market memang dapat digambarkan melalui segmentasi dan persona, kedua hal tersebut apabila dilihat sekilas memang mirip tetapi berbeda dalam seberapa spesifik target market didefinisikan. sebuah segmen dari target market adalah sebuah pengelompokan konsumen menjadi beberapa segmen dengan mempertimbangkan segi geografis, Demografis, psikografis, dan behavioral.&nbsp; sedangkan persona merupakan gambaran seorang konsumen yang merepresentasikan sebuah segmen</div><div><br></div><div>Seperti yang sudah dibahas, dalam menentukan segmentasi dapat menggunakan segi geografis, demografis, psikografis dan behavioral. Berikut adalah pengertian lebih lanjut dari setiap faktor tersebut</div><div><br></div><div>Geografis: cara paling sederhana dalam menentukan segmen melalui segi geografi target market.</div><div><br></div><div>Demographic: B2C dapat menggunakan umur, ras, edukasi. B2B dapat menggunakan menggunakan pengetahuan mereka mengenai ukuran perusahaan dan industri. Digunakan untuk menarik suatu segmen spesifik</div><div><br></div><div>Psychographics: Melihat berdasarkan ketertarikan dan kepercayaan bawah sadar seseorang. Tetapi pendekatan ini bisa tidak akurat karena apa yang dilakukan dan apa yang ideal dikatakan oleh konsumen akan berbeda</div><div><br></div><div>Behavioral: mirip dengan psikografis, behavioral melihat kebiasaan belanja konsumen&nbsp; dan interaksi terhadap brand. Behavioral melihat angka yang dapat membuktikan atau membantah data yang didapatkan melalui psikografis. Meskipun memberikan representasi dari realita, behavioral tidak tidak memperhitungkan aspirasi dan keinginan yang dilihat oleh psikografis</div><div><br></div><div>Ke empat metode ini sebaiknya dikombinasikan tidak dilakukan dengan sendiri karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</div><div><br></div><div>Dengan perubahan dari era produk ke experience, diperlukan analisis (persona) yang lebih spesifik yang menganalisis demografi, geografi, psikografik, dan perilaku. Melalui wawancara mendalam, dan fgd untuk mengumpulkan informasi untuk menciptakan persona. Dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, sebuah bisnis dapat membuat cerita terperinci mengenai tindakan dan motivasi konsumen.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 02:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806451559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Machiko Delicia_1312210199</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806486589</link>
         <description><![CDATA[<div>Hubungan antara segmentasi dan persona adalah segmentasi pasar memvalidasi identitas kelompok sasaran yang homogen, dan persona membantu memperkaya identitas tersebut untuk tujuan lain. Lalu cara dalam menentukan segmentasi, tentu diperlukan beberapa langkah agar bisa mendapatkan dan menggali informasi yang diperlukan. Hal ini bisa dilakukan dengan pengumpulan data primer. Seperti melakukan in depth interview, atau FGD.&nbsp; Adapula perbedaan antara segmentasi dan persona, segmentasi biasanya dikenal memilah dan mendefinisikan pasar agar mengkomunikasikan produk atau jasa dapat terfokus terhadap potensi konsumen yang mempunyai peluang dan preferensi lebih dalam membeli. Dengan segmentasi, pemilihaan pasar berdasarkan geografi dan demografi. Sedangkan persona, para brand strategis dapat menemukan grup baru yang lebih relevan dan tidak hanya dalam segi demografi dan geografi namun dalam konteks yang lebih mendalam seperti minat, perilaku, motivasi, hobi, dan sebagainya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 02:49:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806486589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kent Nelsen 13122010034</title>
         <author>kentnelsen19</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806494439</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Di dalam proses pembentukannya sendiri, segmentasi lebih dulu digunakan oleh para pebisnis untuk menentukan target pasar mereka. Segmentasi dilakukan untuk membagi pasar menjadi bagian yang lebih kecil dengan sifat homogen sehingga bisa dipahami lebih mudah. Segmentasi bisa dibuat berdasarkan beberapa hal seperti geografis, demografis, psikografis, dan segmentasi behavioral. Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai menggunakan persona. Ada yang mengatakan persona adalah evolusi dari segmentasi, adapula yang mengatakan bahwa persona berbeda dengan segmentasi.&nbsp;</div><div>Persona itu sendiri adalah membangun sebuah cerita mengenai tindakan dan motivasi dari target pasar yang didapat dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam pembentukan persona, data-data yang didapat diintegrasikan dengan segmentasi yang dibuat dengan target pasar yang sama sehingga menghasilkan data yang lebih kaya.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Dalam menentukan segmentasi, ada enam hal dasar yang harus diperhatikan. Pertama, kita harus memahami berbagai macam tingkat engagement target pasar. Tingkat engagement bisa dilihat dari berbagai sisi seperti seberapa sering produk dipakai atau seberapa dekat target pasar dengan ikut mengembangkan atau mempromosikan produk. Kedua, kita harus mengetahui fitur dari produk atau jasa kita dan mengetahui target pasar menggunakan produk atau jasa kita dengan tujuan apa. Ketiga, kita harus menentukan sarana apa yang terbaik untuk mencapai target pasar kita. Keempat, kita harus membagi waktu dan resource kita kepada target pasar yang mana. Kita harus mengetahui segmen mana yang sudah mengetahui produk kita dan pasti ingin membelinya dan mana yang belum begitu mengetahui produk kita dan masih ragu untuk membelinya. Kelima, kita harus menentukan pricing untuk tiap segmen. Misalnya dengan menggunakan model berlangganan atau menggunakan pricing yang berbeda untuk tiap segmen. Dengan begitu kita bisa memaksimalkan perkembangan bisnis. Keenam, kita harus membedakan peran dari target pasar kita di dalam suatu platform. Dengan begitu, pengguna bisa lebih mudah mencapai tujuan mereka yang berbeda-beda. Singkatnya, segmentasi harus memiliki karakteristik seperti mudah diidentifikasi, mencakup jumlah yang cukup besar, bisa dicapai (komunikasi), stabil untuk jangka panjang, bisa dibedakan dari segmen lain, dan kita bisa menyediakan produk atau jasa bagi segmen tersebut.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Perbedaan signifikan dari segmentasi dan persona adalah segmentasi biasa digunakan untuk mengklasifikasi tipe tipe consumer mereka menjadi beberapa kelompok yang mudah untuk diidentifikasi kebutuhannya. Persona digunakan untuk memahami consumer dalam tingkatan yang lebih personal. Kedua digunakan dalam melakukan pemasaran dan biasanya persona bisa digunakan sebagai penentu prospek dan melihat personalitas dan preferensi dari consumer sedangkan segmentasi digunakan untuk memudahkan pemasar untuk menggapai target pasar mereka secara lebih efektif.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 02:54:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806494439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Julio Antono_13122010044</title>
         <author>julioantono1014</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806569244</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</div><div>Hubungan antara persona dengan segmentasi adalah persona merupakan perkembangan dari segmentasi, jadi karena pada zaman sekarang hanya membentuk segmentasi tidaklah cukup dikarenakan banyak variabel - variabel yang tidak dapat digarap hanya oleh segmentasi, maka dibutuhkanlah persona untuk menggarap hal - hal tersebut. Hal yang dimaksud adalah market segmentation hanya dapat menggarap hal - hal secara garis besar di suatu group yang sudah dibentuk, sedangkan sekarang sebagian hal yang ada di group 1 ada beberapa yang group 2 miliki, contohnya di group 1 terdapat orang yang suka bermain mobile games yang umurnya 16-18 tahun, sedangkan di umur 30 tahun juga ada yang masih suka bermain mobile games, hal inilah yang dimaksudkan tidak bisa digarap oleh segmentation saja.<br><br>2. Bagaimana menentukan &nbsp; segmentasi yang tepat dalam brand kita?</div><div>Untuk menentukan segmentation yang tepat maka dibutuhkan pengambilan data yang baik, yaitu data primer dan sekunder, untuk itu dalam pemilihan responden pun baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif harus dipilih dengan baik agar sesuai dengan yang dicari, tidak hanya itu pertanyaan yang diberikan juga harus ditentukan dengan benar agar jawaban yang didapat, dapat membantu proses segmentation dengan baik, dan yang terakhir adalah pengolahan datanya harus diolah dengan baik agar semua insight yang diperoleh dapat semuanya tersaring dalam pembentukan segmentation<br><br>3. Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?</div><div>Hal ini kembali ke nomor 1, yaitu segmentasi hanya mengklasifikasikan consumernya itu dengan dijadikan ke beberapa group yang sifatnya homogen, sedangkan persona lebih mendetail tentang alasan - alasan dibalik dari jawabannya/ perlakuannya yang diwakilkan oleh&nbsp; representasi dari group tersebut</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 03:39:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806569244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Richita Permata Jaya - 13122010064</title>
         <author>cintarichita</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806596554</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;</div><div>1. &nbsp; Hubungan antara segmentasi dan persona</div><div>Dalam menentukan segmentasi pasar, ada sebuah proses awal yang disebut “target marketing”. Target marketing adalah proses dimana sebuah brand/business owner menentukan segmen audience pasar yang dibagi ke berbagai kategori (wilayah, tempat tinggal, hobby, dsb.)</div><div>Segmentasi berbentuk kelompok-kelompok besar sesuai kategori yang berisikan orang-orang dengan kategori yang sama.&nbsp;</div><div>Setelah membuat segmentasi, barulah kita akan mendapatkan individu-individu siapa saja yang ada dalam setiap kelompok kategori tersebut. Untuk mendukung informasi dan data segmentasi, dibutuhkan persona. Persona adalah target perorangan yang sudah sangat spesifik. Cara kita untuk menentukan segmentasi dari setiap persona, bisa dengan menggunakan metode pengambilan data kualitatif untuk mengetahui lebih detail lagi (back story mereka, dsb.)</div><div>Sehingga hubungan mereka tidak bisa dipisahkan dalam target marketing. Karena setelah terbentuknya segmentasi, pasti akan tercipta persona. Dan juga hal ini merupakan sebuah proses untuk mencapai target marketing yang baik.</div><div>&nbsp;</div><div>2. &nbsp; Cara menentukan segmentasi yang tepat</div><div>Pertama, tentukan target marketnya.</div><div>Target market terbagi menjadi 3 jenis;</div><div>- New customer (untuk bisnis yang baru saja dibuat)</div><div>- Focussed customer (untuk menunjang bisnis yang sudah&nbsp; ada agar tetap stabil)</div><div>- Supported customer (untuk men-support produk yang dibuat)</div><div>&nbsp;</div><div>Kedua, pengambilan data.</div><div>Pengambilan data bisa dilakukan dengan berbagai macam cara.</div><div>a) &nbsp; kualitatif – interview, FGD, dsb.</div><div>b) &nbsp; kuantitatif – pengisian survey</div><div>dalam tahap ini, kita harus bisa menggali sedalam-dalamnya tentang narasumber (target kita) terutama tentang masalah dan kebutuhan konsumen saat ini, perilaku konsumen, pengalam mereka dalam memakai produk yang bersangkutan, dsb.</div><div>&nbsp;</div><div>Ketiga, analisis/pengolahan data.</div><div>Setelah melewati tahap pengumpulan data, data yang sudah didapat harus diolah kembali untuk di analisa dalam menentukan target market dan juga agar produk yang akan di launch tidak melenceng dari target market sebuah brand/company.</div><div>Mengelompokkan konsumen ke dalam segmentasi yang sesuai dengan kategori-kategorinya. Selain itu, data-data yang penting juga di highlight agar menjadi masukkan dan informasi penting bagi sebuah company. Dengan menganalisa data, hal ini bisa dijadikan acuan &nbsp; menentukan strategi dalam menyusun produk dan juga pemasarannya.</div><div>&nbsp;</div><div>Keempat, evaluasi.</div><div>Jika strategi pasar sudah dijalankan dan produk sudah diluncurkan (dijual), company/brand harus melakukan evaluasi. Apakah produknya benar-benar dibutuhkan dan disukai pasar, apa saja kekurangan dari produk tersebut, dsb. agar company bisa terus maju ke arah yang baik lagi.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>3. &nbsp; Perbedaan antara segmentasi dan persona</div><div>Segmentasi</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Cakupan lebih luas</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Terdiri dari beberapa kategori/kelompok di dalamnya</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sifatnya lebih umum (generic)</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Membantu sebuah brand/company untuk mengetahui target market, apa saja yang sedang dibutuhkan oleh konsumen, dan agar produk mereka bisa terjual laris.</div><div>&nbsp;</div><div>Persona</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Cakupan lebih sempit</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Terdiri dari per orangan (2-5 orang)</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sifatnya to the point (contextual)</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Membantu menentukan keputusan sebuah company</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 03:56:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806596554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evans Benjamin - 13122010164</title>
         <author>evansbenj7</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806598779</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</strong></div><div>Hal ini sudah dijelaskan melalui video<em> asynchronous consumer journey</em> bahwa zaman sekarang yang kini dikenal sebagai <em>age of service</em> atau <em>experience economy</em>, yang artinya konsumen&nbsp; tidak lagi memproduksi barang atau jasa untuk kebutuhannya sendiri, melainkan menoutsource&nbsp; kepada pihak ketiga. Saat ini pemasaran tidak bisa lagi mengandalkan segmentasi, namun diperlukan fungsionalitas yang lebih dalam untuk menciptakan layanan yang berkesan, sehingga pemasar perlu melihat&nbsp; lebih dekat dan menggunakan alat yang disebut <em>Customer Persona</em> selain itu juga&nbsp; ada perubahan atau pergantian era. Komoditas menuju <em>Experience Economy</em> itu&nbsp; mengharuskan pemasar untuk tidak&nbsp; hanya mengandalkan segmentasi. Salah satu penyebab dan keterkaitannya adalah di era revolusi industri 4.0, yaitu memperoleh data konsumen menjadi lebih mudah dan spesifik sehingga pemasar dapat lebih memanfaatkan <em>big data</em> sebagai alat untuk personalitas pelanggan yang lebih spesifik.</div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</strong></div><div>Caranya dengan mengambil seluruh basis konsumen kemudian memecahnya menjadi bagian-bagian homogen yang lebih kecil yang juga lebih mudah untuk dikelola, dipraktikkan, dan dipahami secara umum. Diperlukan proses yang berkesinambungan untuk memastikan segmentasi konsumen Anda. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah <em>Brand</em> dapat memanfaatkan berbagai alat kehendak, seperti <em>social listening tools, interest of things, propensity modeling, predictive analytic, </em>dan<em> big data.</em> Selain itu juga dapat menentukan segmentasi yang lebih tepat dan spesifik sesuai dengan faktor <em>Demographics, Geographics, Behavioral dan Psychograhics</em>. Data dapat diperoleh melalui pihak internal ataupun eksternal. Lalu setelah itu terus mengkonfirmasi apakah segmentasi itu sesuai perkembangan zaman supaya mengetahui perubahan yang terjadi pada sebuah <em>brand.</em></div><div><em>&nbsp;</em></div><div>3. <strong>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona ?</strong></div><div>Prinsip segmentasi adalah&nbsp; mengambil seluruh basis konsumen kemudian memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih mudah dikelola, homogen jika dipraktikkan, dan mudah dipahami secara luas, lalu memberikan gambaran umum tentang pemangku kepentingan yang berpikiran sama dalam pasar tertentu dan dapat membantu organisasi membedakan antara jenis pelanggan yang ada, dan jenis pelanggan apa yang mungkin diminati atau dibutuhkan dari mereka. Sedangkan persona adalah deskripsi spesifik dari konsumen yang mewakili target audience dari suatu <em>brand</em>. Selain itu juga merupakan representatif karakteristik konsumen potensial terbaik dari sebuah brand. Persona juga ditentukan oleh informasi yang mencirikan tujuan, motivasi, dan keinginan pelanggan. Namun seiring perkembangan zaman era digital organisasi juga memiliki volume data yang besar, sehingga data persona yang didapat akan lebih relevan dan akurat.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 03:57:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806598779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Delbertdjie_13122010151</title>
         <author>delbertdjie1706</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806599349</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Segmentasi pasar adalah proses pengelompokkan target pelanggan menjadi kelompok-kelompok segmentasi berbeda dengan faktor pengelompokkan tertentu. Pelanggan-pelanggan yang memiliki karakteristik-karakteristik tertentu akan berada dalam satu kelompok. Dengan mengelola setiap segmen pembeli, seperti persona, dapat memungkinkan untuk menentukan pasar utama dalam menjual produk dan mengetahui kepada siapa harus memasarkan produknya. Persona dapat membantu penjual untuk mengetahui multi-dimensi, semi-fiksi, umum dari pelanggan ideal. Membuat&nbsp; buyer persona dimulai dengan mengidentifikasi geografis,demografi, Psychographics, dan behavioral yang ingin ditargetkan.&nbsp;</li><li>&nbsp;Cara menentukan segmentasi pada produk kita adalah dimulai dengan asumsi sendiri. Jika sudah memiliki produk yang dipasarkan,produsen dapat melihat ciri ciri konsumennya lalu buatlah target market yang potensial bagi produk. Setelah itu, harus melihat persaingan pasar yang sudah ada. Hal ini dapat mengambil hati pelanggan agar membeli produk kita. Untuk meyakinkan pelanggan tentang produk yang dimiliki, kita bisa terjun ke lapangan menemui pelanggan. Dengan bertanya kepada mereka, kita akan mengetahui tentang kebutuhan mereka dan bagaimana produk kita telah membantu mereka saat ini. Hal ini juga sekaligus untuk membuktikan asumsi yang telah kita buat sebelumnya tentang target pasar. Setelah itu, kita dapat menentukan buyer persona untuk mengetahui sosok ciri ciri pelanggan kita. Bisa dimulai dari menentukan jenis kelamin, usia, gaya hidup, dan lainnya. Dengan data yang spesifik, target pasar akan lebih unik. Setelah itu kita dapat mengetahui keunggulan produk kita. Setelah produk kita sudah bisa bersaing dipasar. Kita harus menjaga brand positioning agar mendapatkan potensi pasar yang maksimal.</li><li>Segmen pelanggan membantu produsen untuk memahami pasar atau basis pelanggan sementara persona pelanggan membantu produsen untuk memahami lebih banyak tentang pengalaman langsung dari sekelompok pelanggan tertentu dalam pasar tersebut.</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 03:58:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806599349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Christofer Brandon Tandani_13122010100</title>
         <author>christoferbrandon13</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806632052</link>
         <description><![CDATA[<div>Segmentasi adalah hal yang penting untuk menentukan target market dari bisnis kita dengan segmentasi pasar kita akan memvalidasi group identity dari target yang homogen. Tanpa adanya segmentasi pasar yang jelas dan baik, tidak akan ada persona yang mendalam dan akura. Persona dilakukan untuk mengangkat segmen menjadi lebih mendetail dengan memberikan gambaran pelanggan fiksi yang berdasarkan target market kita yang kita kelompok-kelompokan lagi menjadi beberapa karakter, karakter-karakter fiksi tersebut yang disebut sebagai persona. Perbedaan segmentasi dan persona ada di pengategorian pasar lebih general, seperti pengenalan pasar secara geografi dan demografi. Persona melakukan pembagian tersebut secara lebih dalam lagi tidak hanya dari geografi dan demografi nya tetapi minat, motivasi, hobi, sehingga terbuat lah beberapa karakter fiksi untuk mendeskripsikan target market yang dituju.<br><br></div><div>Menentukan segmentasi yang tepat untuk brand kita menjadi hal yang sangat penting, cara menentukan segmentasi pasar adalah dengan melakukan penggalian informasi. Penggalian informasi bisa dilakukan dengan melakukan indepth interview atau juga FGD.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 04:20:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806632052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andru yeo_13122010018</title>
         <author>andruyeo08</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806638635</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>apa hubungan antara segmentasi dan persona?</li></ol><div>Hubungan antara segmentasi dan pesona adalah dimana segmentasi pasar digunakan untuk menentukan target pasar mereka dan dikarenakan segmentasi dibuat mencakup hal-hal seperti demografis,geografis,behavioral,dan psikografis namun karena&nbsp; tidak cukup dalam mengambil beberapa informasi karena terdapat point-point yang tidak dapat didapatkan oleh segmentasi maka dibentuklah persona dimana persona sendiri membuat sebua cerita mengenai tindakan yang terjadi pada target pasar kita sehingga memperbanyak informasi yang didapatkan.</div><div><br></div><ol><li>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?&nbsp;</li></ol><div>Terdapat langkah-langkah untuk menentukan segmentasi pasar;</div><div>pertama tentukan harga pasar, pada langkah ini terdapat 3 hal yang harus diperhatikan yaitu New Consumer dimana menentukan segmentasi berdasarkan bisnis baru sehingga perlu untuk mencari konsumen baru lalu terdapat Focused consumer dimana biasanya dilakukan untuk mencari konsumen yang sudah ada namun ingin menunjang bisnis yang berkelanjutan,dan terdapat&nbsp; supported consumer dimana konsumen ini terkait dengan kebutuhan supporting product anda.</div><div>Lalu langkah kedua adalah mengetahui titik permasalahan dan kebutuhan konsumen dimana kita mencari tahu kebutuhan calon konsumen kita lalu menyesuaikannya dengan produk yang akan kita jual nantinya.</div><div>lalu langkah ketiga yaitu menganalisis data, pada langkah ini kita mengolah semua data yang ada yang terkait dengan konsumen dan mencari tahu peluang produk yang akan kita jual nantinya.&nbsp;</div><div>Lalu langkah yang terakhir merupakan langkah mengevaluasi dimana jika kita telah menjalankan produk kita maka kita harus melakukan evaluasi lagi dimana mencari tahu apakah produk kita sudah dapat bersaing dipasar</div><div><br></div><ol><li>Perbedaan antara segmentasi dan persona</li></ol><div>Segmentasi biasa digunakan untuk mengetahui tipe-tipe konsumen dan membaginya menjadi beberapa kelompok untuk mempermudah mengidentifikasi kebutuhan dari kelompok-kelompok tersebut sedangkan persona lebih detail dimana kita mencari alasan dari jawaban yang didapat dari kelompok-kelompok tersebut.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 04:25:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806638635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica Thalia - 13122010040</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806651512</link>
         <description><![CDATA[<div>Segmentasi mengetahui konsumen sebuah brand dengan geografis (area jangkauan) dan demografis (kategori group audience secara besar: umur, tingkat pendidikan, pemasukan). Persona dilakukan untuk mengetahui identitas konsumen secara sangat spesifik sekaligus menciptakan kepuasan dan loyalitas. Dari persona, sebuah brand dapat menggali karakteristik psychographics (nilai, prefensi, motivasi, kepercayaan sadar dan tidak sadar) dan behavioral (kebiasaan, interaksi, pola konsumsi) konsumen. Pengembangan dari segmentasi yaitu ke persona. Dengan perubahan yang sangat signifikan dari era produk ke era experience, dibutuhkan penelitian lebih untuk karakteristik, preferensi untuk menciptakan layanan dan pengalaman yang berkesan untuk konsumen. Persona lebih spesifik untuk menargetkan konsumen di level personal sehingga dapat menemukan kelompok-kelompok baru yang memiliki kesamaan dari segi geografis, demografis, dan konteks yang lebih dalam seperti minat, hobi, perilaku, cara komunikasi. Untuk menemukan segmentasi yang tepat dalam brand diperlukan melakukan identifikasi pasar untuk mengetahui data geografis dan demografis konsumen. Selain itu, brand juga dapat mengidentifikasi perilaku dan karakteristik konsumen dengan melakukan indepth interview dan focus group discussion sehingga dapat menentukan strategi yang tepat.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 04:34:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806651512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ferdine Febian_13122010105</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806736421</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Segmentasi mencoba memilah dan mendifinisikan barang atau jasa untuk dapat menghasilkan potensi konsumen yang memiliki peluang dan preferensi lebih besar dalam membeli. Pemilahan lokasi berdasarkan geografi dan demografi memudahkan pemasar untuk menentukan profil konsumen. Namun semakin lama segmentasi juga semakin berkembang dengan munculnya konsep baru dengan berbagai konsep seperti minat, tujuan, brand, kecemasan, frustasi. Sehingga pemasar dapat mengenal audience di level persona, yang dinamakan customer persona. Dengan ini mereka bisa mendapatkan group-group baru yang lebih spesifik. proses-proses tersebut dalam memiliah dan segmentasi masyarakat disebut dengan target market yang memiliki arti sebuah proses dimana brand atau pemegang bisnis menentukan segmen pasar dalan masyarakat berdasarkan kategori" yang sudah saya jelaskan diatas.<br><br></div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Untuk menentukan segmentasi pasar yang tepat, kita memerlukan pengambilan data sample berdasarkan 2 konsep segmentasi yang pertama geografi seperti, tempat dia bekerja, negara, kota, area, dan populasi. Kemudian juga dengan demografi, dimana berpicu pada umur, jenis kelamin, Pendidikan, pemasukan, dll. Dengan kita mendapatakan semua itu kita akan lebih paham dalam memilah konsumen kedalam segmentasi-segmentasi tertentu.<br><br></div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Perbedaan antara segmentasi dan persona sebenarnya hanya pada perbedaan konsep dimana persona memiliki jangkauan lebih luas karena mengetahui minat, tujuan, brand, kecemasan, frustasi dari konsumennya. Persona juga memiliki cakupan yang lebih sempit dibanding persona karena juga hanya terdiri dari 2 - 5 orang saja.  Sedangkan segmentasi hanya berpacu pada dua konsep utama yaitu geografi dan demografi. juga dalam segmentasi memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan persona karena memiliki kategori-kategori atau kelompok, juga memiliki sidat yang lebih generik atau umum. dengan itu kesimpulan yang daptat kita ambil, adalah data yang diperoleh oleh persona memiliki tingkat keakuratan yang lebih baik dibandingkan segmentasi karena juga lebih relevan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 05:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806736421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Timothy Haryono - 13122010002</title>
         <author>timothyharyono</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806744281</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hubungan Segmentasi dan Persona adalah Persona terbentuk dari suatu segmentasi pasar. segmentasi sendiri merupakan proses pertama / awal yang dilakukan untuk menentukan target market tersebut. Segmentasi sendiri memiliki tujuan agar pemasaran yang dilakukan itu efektif dan sesuai dengan target market yang akan kita tuju nantinya. Persona itu muncul dari hasil segmentasi yang kita lakukan dalma pengelompokan-pengelompokan. Persona sendiri menjelaskan mengenai penjelasan tentang dirinya sebagai konsumen secara detail. Maka dari itu segmentasi dan persona memiliki hubungan yang sangat erat 1 sama lain karena tanpa adanya segmentasi persona pun tidak akan ada.<br><br>2. Hal yang dapat dilakukan untuk menemukan segmentasi yang tepat dalam brand kita adalah kita perlu untuk melakukan identifikasi pasar dan juga konsumen yang sering ke pasar tersebut, selanjutnya kita juga dapat mencari tahu apa saja kebutuhan para konsumen yang ada di pasar, selain itu kita juga dapat menentukan menggunakan teknik penelitian seperti survey untuk mencari data geografis, demografis, psikografis dari para konsumen. Indepth interview juga dapat menjadi jawaban untuk mendapatkan pengetahuan mengenai karakteristik dari konsumen.<br><br>3. Perbedaan Segmentasi dan Persona adalah dimana Segmentasi berfokus kepada pengelompokan target market yang berdasar pada klasifikasi tempat, lokasi, umur,dll. Sedangkan Persona adalah hasil yang didapatkan dari segmentasi dimana setelah melakukan segmentasi kita akan mendapatkan persona dimana persona akan menggambarkan karakter dari konsumen yang nantinya akan kita analisis lebih dalam bagaimana cara menciptakan hubungan antara brand yang kita punya dengan pada konsumen.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 05:44:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806744281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hector Leonardi_13122010137</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806746179</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</li></ol><div>Seperti yang sudah dijelaskan pada video asinkronis Consumer Journey bahwa sekarang sudah merupan era layanan atau juga disebut dengan<em> “Experience Economy”</em> dimana konsumen sudah tidak lagi memproduksi barang ataupun jasannya untuk kebutuhan mereka sendiri melainkan <em>menoutsource</em> jasa dan produk terhadap pihak ketiga untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan dan pelayanan yang terbaik. Berangkat dari peristiwa ini, Marketer sudah tidak bisa bergantung terhadap segmentasi, dibutuhkan lebih pendalaman mengenai karakteristic untuk menciptkan layanan yang berkesan maka dari itu Marketer sepatutnya melihat lihat lebih detail dan spesifik mengunakan tools yang bernama Customer Persona.&nbsp;</div><div><br></div><div>Selain alasan pergantian era dari era komoditas hingga “Experience Economy” yang mengharuskan marketer tidak bisa bergantung hanya pada segmentasi. Salah satu alasan dan hubungannnya adalah pada jaman Revolusi Industri 4.0 dimana memperoleh data konsumen semakin lebih mudah dan lebih spesifik sehingga marketer dapat lebih memanfaatkan “<em>big data” </em>sebagai salah satu tools untuk membuat sebuah Customer Persona yang lebih relevan dan spesifik.&nbsp;</div><div><br></div><ol><li>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</li></ol><div><br></div><div>Prinsip dalam menentukan segmentasi pada brand adalah dengan mengambil seluruh basis konsumen dan kemudian membaginya menjadi bagian-bagian homogen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dipraktikkan dan dipahami secara luas. Namun kendala terbesar dari sebuah brand adalah untuk mevalidasi segmentasi mereka apakah sudah tepat ? atau apakah ada perubahan segementasi sesuai perkembangan jaman. Dengan ini dibutuhkan proses yang bersifat berkelanjutan dalam menvalidasi segmentasi konsumen mereka.</div><div>&nbsp;&nbsp;</div><div><strong>Berikut adalah langkah yang dapat dipakai dalam menetukan segmentasi yang tepat &nbsp;</strong></div><div><br><br></div><div>Step 1 =&gt; Brand dapat memanfaatkan berbagai tools yang tersedia seperti <em>social listening tools, internet of things, propensity modeling dan predictive analytic </em>dan <em>big dat</em>a dalam menentukan segmentasi yang lebih tepat dan spesifik sesuai dengan faktor Demografik, Geografik, Behavior dan Psikografik. Data dapat diperoleh melalui pihak internal ataupun eksternal (membeli syndicated data dari pihak ketiga 3)</div><div><strong>Demographics :</strong></div><ol><li>Age&nbsp;</li><li>Gender</li><li>Income&nbsp;</li><li>Education</li><li>Social Status</li><li>Family</li><li>Life Stage</li><li>Occupation&nbsp;</li></ol><div><strong>Geographics :</strong></div><ol><li>Country&nbsp;</li><li>City</li><li>Density&nbsp;</li><li>Language</li><li>Climate</li><li>Area&nbsp;</li><li>Population</li></ol><div><strong>Behavioral :</strong></div><ol><li>Benefits Sought</li><li>Purchase</li><li>Usage</li><li>Intent</li><li>Occasion</li><li>Buyer Stage</li><li>User Status</li><li>Life Cycle Stage</li><li>Engagement</li></ol><div><strong>Psychographics</strong></div><ol><li>Lifestyle</li><li>AIO: Activity, Interest, Opinion</li><li>Concerns</li><li>Personality</li><li>Values</li><li>Attitudes</li></ol><div><br></div><div><strong>Step 2 =&gt; </strong>Terus menvalidasi apakah segmentasi sesuai perkembangan jaman untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada segmentasi yang terjadi pada sebuah brand</div><div><br><br><br><br><br></div><ol><li>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?</li></ol><div><br></div><div>Prinsip segmentasi adalah lebih mengambil seluruh basis konsumen dan kemudian membaginya menjadi bagian-bagian homogen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dipraktikkan dan dipahami secara luas. Sedangkan persona merupakan deskripsi yang spesifik tentang konsumen yang mewakili target audiens dari sebuah brand. Customer Persona merupakan orang fiktip yang mewujudkan karakteristik konsumen potensial terbaik dari sebuah brand. Membuatdan market persona dapat lebih akurat dengan pertumbuhan era digital, organisasi sekarang memiliki volume data yang sangat besar sehingga datanya lebih revelan dan akurat. Jadi kesimpulannya dari perbedaannya antara segmentasi dan persona adalah jika segmentasi lebih kearah mengambil bagian bagian homogen dan menklafikasikan berdasarkan faktor demografik, Geografik, Behavior dan Psikografik sedangkan persona merupakan orang fiktip yang merupakan representatif karakteristik konsumen potensial terbaik dari sebuah brand.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 05:45:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806746179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Delphine Aurelia Darmadi - 13122010106</title>
         <author>delphineaurelia</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806748102</link>
         <description><![CDATA[<div>Di zaman sekarang, segmentasi dan persona merupakan kedua hal yang penting untuk sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi dan membuat profil audience mereka untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Segmentasi dan persona merupakan dua hal yang berbeda.&nbsp;<br><br></div><div>Tujuan segmentasi pasar adalah untuk mengidentifikasi berbagai kelompok pelanggan (atau pelanggan potensial) dalam suatu pasar sehingga memungkinkan untuk membantu memperkirakan dan menargetkan produk, layanan, atau pesan pemasaran tertentu. Setelah diidentifikasi, kelompok-kelompok inilah yang disebut sebagai segmen.<br><br></div><div>Segmentasi pasar merupakan pemisahan sekelompok pelanggan dengan kebutuhan yang berbeda menjadi subkelompok pelanggan dengan kebutuhan dan preferensi yang sama. Setiap segmen mewakili sekelompok orang dan biasanya diberi nama untuk menggambarkan kelompok yang diwakilinya. Adapun karakteristik yang dapat membuat segmentasi tersebut bermanfaat yaitu ketika segmentasi bisa mengidentifikasi para pelanggan di setiap segmen dan mengukur karakteristik mereka, seperti demografi atau pola perilaku mereka. Kemudian substansial yang berarti dapat diakses dengan menjangkau segmennya melalui saluran komunikasi dan distribusi. Kemudian harus stabil dengan jangka waktu yang cukup lama untuk dipasarkan secara strategis. Selanjutnya, bisa dibedakan, karena setiap segmen memiliki kebutuhan serupa yang berbeda-beda dengan kebutuhan orang lain di segmen lain. Dan yang terakhir dapat ditindaklanjuti. Setelah semua karakteristik tersebut terpenuhi kita dapat memecah segmen tersebut berdasarkan motivasi atau alasan mereka menggunakan suatu produk.&nbsp;<br><br></div><div>Segmentasi sendiri memiliki 4 <em>jenis yaitu geographic, demographic, psychographic, dan behavioral. </em>Segmentasi geografis adalah pembagian pasar berdasarkan tempat seperti negara, kota, dan lain-lain. Segmentasi demografis adalah pembagian pasar berdasarkan umur, gender, dan ras. Segmentasi psikografis adalah pembagian pasar berdasarkan minat konsumen. Dan segmentasi perilaku adalah pembagian pasar berdasarkan perilaku pasar terhadap brand yang berhubungan seperti pola pembelian dan interaksi dengan brand.<br><br></div><div>Segmentasi tidak menggali cerita, tujuan, atau motivasi pribadi. Selain itu, segmentasi juga tidak dilengkapi dengan informasi yang lengkap seperti tentang <em>user experiences, journeys, dan pain-points</em> mereka.&nbsp;<br><br></div><div>Berbeda dengan persona, persona juga mewakili kelompok pengguna, tetapi penggunaannya sangat berbeda. Persona adalah karakter fiksi (tetapi berdasarkan penelitian yang kuat dengan orang-orang nyata) yang dirancang untuk mewakili sekelompok orang dengan nilai yang sama seputar penggunaan produk atau layanan. Persona dilengkapi dengan informasi yang lengkap seperti tentang <em>user experiences, journeys, dan pain-points</em> mereka. Persona berguna untuk mengetahui secara spesifik kebutuhan para konsumen secara terperinci.<br><br></div><div>Sehingga dapat disimpulkan <strong>segmentasi dan persona merupakan dua hal yang berbeda</strong>. Dengan kita menentukan segmentasi, kita dapat membuat persona untuk dapat lebih mengetahui lebih dalam mengenai kebutuhan konsumen. Dari segmentasi kita berusaha untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan menjadi subkelompok yang memiliki kebutuhan dan preferensi yang sama, kemudian persona dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang <em>user context, needs, motivations, behavior, challenges,</em> dan lain-lain. Kedua hal tersebut dapat membuat sebuah perusahaan mengetahui bagaimana consumer journeynya sehingga mereka dapat menciptakan experience yang baik dan berkesan untuk meningkatkan minat dan kepuasan para konsumen.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 05:47:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806748102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marco Darmawan-13122010170</title>
         <author>marcomc380</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806795615</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. &nbsp; Hubungan Segmentasi dan persona</strong></div><div>Dalam Video yang sudah dijelaskan sekarang merupakan era experience economy dimana segmentasi akan digunakan dalam bisnislebih dulu untuk menentukan siapa target pasar mereka. Segmentasi biasanya dilakukan untuk mengkrucutkan pasar menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah dipahami membagi pasar menjadi bagian yang lebih kecil dengan sifat homogen sehingga bisa dipahami lebih mudah.Segmentasi dapat dibuat dengan memperhatikan geografis, demografis, psikografis, dan segmntasi behavioral.</div><div><br></div><div><strong>Persona</strong> itu sendiri adalahi tindakan dan motivasi dari target pasar.Dalam pembentukan persona,. Persona dilengkapi dengan informasi yang lengkap seperti tentang user experiences, journeys, dan pain-points mereka. Persona bisa digunakan&nbsp; untuk mengetahui secara spesifik kebutuhan para konsumen secara terperinci.</div><div>&nbsp;</div><div><br></div><div>2.&nbsp; &nbsp;<strong>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</strong></div><div>&nbsp;Hal yang dapat dilakukan untuk membuat segmentasi&nbsp; ada beberapa hall dasar yang harus diperhatikan. Pertama, memahami berbagai macam tingkat engagement target pasar. Engagement sendiri merupakan seberapa sering produk kita digunakan,Kedua,Memahami detai mengenai kelebihan dari&nbsp; produk atau jasa kita Ketiga, menentukan sarana apa yang terbaik untuk mencapai target pasar. Keempat, harus bisa membagi waktu dan resource&nbsp; kepada target pasar yang dominan.Melakukan research produk mana yang sudah dikenal banyak konsumen dan mana yang belum. Kelima, menentukan pricing untuk tiap segmen.Seperi loyalty cards,atau Berlangganan produk kita dll.. Keenam, kita harus membedakan peran dari target pasar kita di dalam suatu platform.Segmentasi harusi mudah diidentifikasi, mencakup jumlah yang cukup besar,Mudah dimengerti, dan&nbsp; stabil untuk jangka panjang, &nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>3.&nbsp; <strong>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?</strong></div><div>Segmentasi biasanya&nbsp; digunakan untuk mengklasifikasikan konsumen mereka menjadi beberapa tipe dari yang paling susah hingga yang paling mudah untuk dipenuhi kebutuhannya.Sedangkan&nbsp; persona biasanya lebih digunakan untuk memahami Konsumen yang lebih mendetail.Tidak hanya itu persona juga biasanya digunakan dalam pemasaran untuk menentukan&nbsp; prospek pasar&nbsp; dan melihat personalitas serta preferensi dari konsumen.</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 06:23:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806795615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cittadevi Hartaty S - 13122010205</title>
         <author>cittadevihs</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806836815</link>
         <description><![CDATA[<div>Segmentasi dan pesona merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan adanya segmentasi dan pesona, perusahaan dapat menggolongkan customer yang sesuai dengan produk atau jasa mereka secara lebih akurat.&nbsp;<br><br>Segmentasi&nbsp; adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk membagi customer menjadi kelompok-kelompok berdasarkan prefensi yang sama. Segmentasi sendiri dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu berdasarkan geographic, demographic, psychographic, dan behavioral. Segmentasi geografis mengelompokkan customer berdasarkan tempat, Negara, iklim dan lain lain. Segmentasi demografis pembagian customer berdasarkan gender, ras, usia dan lain lain. Segmentasi psikografis membedakan customer berdasarkan motivasi, keyakinan dan prioritas mereka. Segmentasi behavioral membadakan customer pembelian mereka terhadap suatu merek. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk membagi customer kedalam kelompok untuk memudahkan penargetan produk dan pemasarannya.&nbsp;<br><br></div><div>Segmentasi yang tepat untuk dilakukan dengan menentukan target pasar terlebih dahulu melalui demografis, geografis, psychorafi dan behavioral, lalu kita juga bisa mencari tahu kebutuhan konsumen melalui rangkaian tes produk atau bertanya langsung kebeberapa orang yang sesuai dengan target pasar. Setelah mengetahui keinginan dari customer, kita bisa melakukan evaluasi produk dan dapat disesuaikan dengan keinginan dari consumen. Selanjutnya bisa dilakukan analisis data untuk dapat mengetahui produk dan strategi pemasaran yang cocok dengan segmentasi. Setelah melakuka segmentasi, perlu juga dilakukan evaluasi seperti performa dari brand, jika performa kurang bagus bisa dilakukan analisis baru untuk mengidentifikasi segmentasi yang lebih baik.</div><div>&nbsp;<br>persona adalah cerita secara merinci seputar tindakan dan motivasi customer dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Pesona mengangkat segmen dengan memberikan gambaran mengenai customer fiksi yang sesuai dengan nilai nilai produk atau service. Pesona dilengkapi dengan informasi yang mendetail seperti kepribadian dan gambaran secara akurat mengenai keinginan dan kebutuhan customer.</div><div>Dengan adanya segmentasi kita dapat mengkelompokan customer berdasarkan prefrensi mereka masing masing. Dari segmentasi tersebut, kita&nbsp; dapat menentukan persona untuk mengetahui secara lebih merinci mengenai perilaku, kepribadian dan lain lainnya. Segmentasi dan persona dapat membantu perushaan untuk mengetahui strategi pemasaran dan produk yang sesuai dengan konsumen.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 06:49:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806836815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tamara Rosa Anatolia - 13122010079</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806929553</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</strong></div><div>Segmentasi dan persona merupakan dua hal yang sangat penting dalam menentukan target market. Keduanya saling berhubungan dimana segmentasi memvalidasi identitas kelompok sasaran serta <em>market interest </em>secara garis besar, sedangkan persona membantu memperkaya identitas serta faktor emosional dan <em>behavioural </em>yang memotivasi konsumen di pasar tersebut. Segmentasi dan persona harus digunakan bersamaan untuk dapat menjadi seperangkat alat pemasaran pelengkap yang kuat untuk penargetan pelanggan yang lebih mendalam dan akurat.<br><br><strong>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</strong></div><div>Dalam menentukan segmentasi pasar, brand perlu memperhatikan empat faktor yang dapat memberi gambaran mengenai target segmentasi secara keseluruhan dan harus digunakan secara bersamaan untuk menentukan segmentasi yang tepat bagi brand:</div><ul><li><strong>Segmentasi Demografi:</strong> Brand harus memperhatikan data demografis dari target market. Seperti: usia, pendapatan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lajang atau menikah, ras, jabatan, agama, dan banyak lagi.</li><li><strong>Segmentasi Geografi:</strong> Mengetahui geografis juga sangat penting, brand perlu mengetahui jika target pasarnya tinggal atau berada di daerah seperti apa; urban atau rural serta mengetahui iklim dan musim dari tempat tersebut</li><li><strong>Segmentasi Psikologi:</strong> Psikografis memperhitungkan suka dan tidak suka dari target pasar, nilai, motivasi, prioritas, keyakinan sadar dan bawah sadar yang berkaitan dengan <em>purchase </em>terhadap brand.</li><li>Segmentasi <em>Behaviour</em>: <em>Behaviour </em>memperhitungkan pola pembelian audiens dan interaksi merek. Segmentasi pasar perilaku melihat angka-angka sulit yang membuktikan atau menyangkal asumsi psikografis.<br><br></li></ul><div><strong>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?</strong></div><div>Segmentasi memberikan gambaran mengenai target market yang tersegmentasi secara garis besar berdasarkan demografis, geografis, psikografis, <em>behaviour. </em>Sedangkan persona merupakan <em>insights </em>mengenai kelompok dari tipe - tipe konsumen yang mewakili segmentasi pasar. Segmen terutama digunakan untuk membantu menentukan apakah suatu merek atau produk akan beresonansi di pasar. Hal ini sangat membantu brand dalam menentukan strategi marketing hingga <em>positioning</em> dari produk dengan tujuan untuk menarik pelanggan ke brand. Sedangkan persona adalah <em>insights </em>dari psikografis dan emosional dari para kelompok yang sudah menjadi konsumen suatu brand untuk tetap tinggal pada brand yang sama dengan tujuan agar brand dapat lebih memahami kebutuhan mereka dari brand tersebut.<br><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 07:42:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1806929553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dustin Marvel_13122010059</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807153183</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada kesempatan kali ini saya Dustin Marvel ingin membagikan pengalaman singkat tentang&nbsp; apa yang saya mengenai Segmentasi dan persona. Berbicara mengenai segmentasi dan persona, aka nada beberapa topic yang saya akan bahas kali ini,<br><br></div><div><strong>TOPIK YANG AKAN DIDISKUSIKAN:<br></strong><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?<br><br></div><div><strong>JAWABAN:</strong></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Banyak yang mengatakan bahwa segmentasi dan persona adalah dua hal yang berbeda, tapi ada juga beberapa yang menyebut bahwa persona ini adalah evolusi atau penelitian lebih lanjut yang melampaui segmentasi. Sebuah organisasi ataupun perusahaan ketika ingin mengetahui siapa target market mereka pastinya akan menentukan dan membuat segmentasi pasar terlebih dahulu, mengelompokkan orang-orang dalam jenjang atau rentan usia tertentu, jenis kelamin, jenis pekerjaan, pengelompokkan domisili, dan lain-lain. Lalu baru ditentukannya persona untuk diteliti lebih lanjut guna untuk mendapatkan informasi yang perusahaan atau organisasi tersebut perlukan. Persona 'mengangkat' segmen dengan memberikan gambaran kualitatif yang sebelumnya didahului segmentasi pasar guna untuk mendapatkan data bersifat kuantitatif. Gambaran kualitatif ini yang jauh lebih kaya akan gambaran seorang <em>Fictional Customer</em> yang khas dalam segmen itu dan menjiwai sifat, karakter, kepribadian, serta nilai-nilai mereka. Jadi dapat disimpulkan bahwa segmentasi pasar ini berguna untuk memvalidasi identitas dari sasaran kelompok yang bersifat homogen, yang dilanjutkan persona guna untuk membantu memperkaya identitas tersebut untuk tujuan lain perusahaan atau organisasi tersebut.&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Dengan mengetahui arti masing-masing dari segmentasi dan persona serta hubungan yang dimiliki antara kedua hal tersebut, kita juga perlu tahu bagaimana menentukan segementasi yang tepat untuk brand kita dimana merupakan hal paling utama sebelum membuat segmentasi market. Pada awalnya kita sudah harus tau detil mengenai brand kita, tujuannya, fungsi dari brand tersebut kira-kira bakal berguna untuk siapa saja dan apakah kegunaan tersebut bakal bertahan hingga periode waktu yang lama. Setelah mengetahui brand kita secara mendalam dan detil waktunya membuat segmentasi yang berisikan rentan usia <em>future customer </em>atau istilahnya orang-orang yang kedepannya bakal tertarik pada brand kita, pembagian jenis kelamin, pengelompokkan domisili, pekerjaan, hobi, status&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 09:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807153183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Angelina Stefany Kurniawan - 13122010087</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807170881</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hubungan antara segmentasi dan persona adalah untuk mempresentasikan audience sesuai data yang ada. Keduanya membantu pemasar memahami konsumen mereka. Segmentasi biasanya dibuat berdasarkan identitas konsumen sehingga bisa dikelompokkan dalam grup besar tertentu seperti segment anak-anak, segment remaja, dan segment dewasa. Sama hal nya dengan segmentasi, persona juga mengidentifikasi konsumen dalam kelompok tertentu namun tidak hanya fokus pada pengelompokan data berdasarkan faktor-faktor tertentu melainkan menjadikannya seperti suatu karakter seseorang yang lebih jelas dan rinci sehingga bisa digunakan untuk tujuan tertentu. Persona tidak hanya sebatas mengelompokkan audiencenya dalam ungkapan "kelompok remaja" namun di personalisasikan menjadi "kelompok remaja wanita yang suka berbelanja dan pergi ke mall".<br><br>2.&nbsp;Dalam menentukan segmentasi kita harus memahami definisi dari segmentasi dan jangan tercampur dengan demografi maupun persona. Setelah itu, harus dipahami juga alasan utama membuat segment tersebut dan mau digunakan untuk apa segmentasi itu nanti. Dengan begitu segmentasi yang dibuat akan lebih jelas dan berkontribusi pada goals yang diinginkan. Tentukan pendekatan apa yang mau digunakan dalam segmentasi tersebut, behavior atau needs. Selanjutnya ada 6 hal yang perlu diperhatikan dalam membuat segmen yaitu identifiable atau dapat di identifikasi, substantial atau merupakan kelompok besar yang menguntungkan, accessible atau mudah diakses, stable atau segment bisan bertahan lama, differentiable atau berbeda dengan kelompok lainnya, dan actionable ada aktifitas yang terjadi. Ada juga saran lain yaitu mengumpulkan data dengan lebih alami yaitu menghabiskan waktu bersama informan saat melakukan kegiatan sehari-hari dan mengobservasinya. <br><br>3. Segmentasi merupakan proses pengelompokan yang dilakukan pemasar untuk mendeskripsikan secara detil dan terperinci seperti apa konsumen dan audiensnya. Segmentasi bisa dilakukan berdasarkan beberapa aspek, namun yang paling sering digunakan adalah segmentasi dari aspek geografis dan dari aspek demografis. Segmentasi berdasarkan geografis berarti segmentasi dilakukan berdasarkan area jangkauan pasar dan wilayah dari konsumen tersebut. Segmentasi berdasarkan demografis berarti mendeskripsikan konsumen berdasarkan umur, gender, income, dan lain sebagainya yang kelompoknya memiliki jumlah besar dalam pasar. Selain 2 aspek tersebut juga ada segmentasi berdasarkan aspek behavior atau kebiasaanya maupun psychographic seseorang.&nbsp;<br>Sedangkan persona adalah proses menggali data-data secara lebih dalam sehingga bisa mendeskripsikan suatu representatif identitas dari seseorang secara lebih terperinsi hingga memahami motivasi dan karakternya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 09:50:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807170881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vincent Jonny Handoyo_13122010134</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807230398</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?<br></strong><br></div><div>Segmentas dengan persona memang saling berkaitan satu dengan yang lain. Dalam kasus yang nyata, untuk mendapatkan sebuah persona, dibutuhkan segmentasi target market dari brand tersebut. Segmentasi akan mengelompokan orang-orang yang menjadi target market kemudian seorang marketer akan menentukan persona dari segmentasi tersebut agar marketer menjadi lebih mudah untuk mengetahui kebutuhan dari konsumen atau bahkan masalah spesifik yang dirasakan dari konsumen.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>2.</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?<br></strong><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Identifiable</div><div>Proses mengidentifikasi pelanggan di setiap segmen dan mengukur karakteristik mereka, seperti demografi atau perilaku penggunaan</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Substantial</div><div>Apabila menargetkan segmen yang kecil, tidak akan menghemat biaya. Oleh karena itu segmen harus cukup besar untuk memperbesar potensi keuntungan</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Accessible</div><div>Perusahaan harus bisa menjangkau segmen melalui saluran komunikasi dan distribusi. Hal ini dibutuhkan karena saluran komunikasi dan distribusi memegang peranan penting apalagi saat ini dimana2 serba digital.</div><div>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Stable</div><div>Segmen harus cukup stabil untuk jangka waktu yang cukup lama untuk dipasarkan secara strategis</div><div>5.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Differentiable</div><div>Orang-orang yang ada di dalam satu segmen harus memiliki kebutuhan serupa yang jelas berbeda dengan keutuhan orang lain di segmen lain</div><div>6.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Actionable</div><div>&nbsp;</div><div><strong>3.</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?<br></strong><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Segementasi</div><div>Segmentasi adalah pemetaan/mengelompokan konsumen yang memiliki ciri, kebutuhan, karakteristik yang berbeda-beda. Segmentasi dibutuhkan agar perusahaan dapat menargetkan konsumen dengan tepat, efektif, dan efesien agar barang dapat terdistribusi dengan baik.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Persona</div><div>Persona adalah karakter sesorang yang dapat menjagkau dan mewakili karakteristik orang-orang maupun kelompok dengan tujuan agar persona tersebut dapat menarik persepsi masyarakat agar mendapatkan loyalitas<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 10:23:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807230398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azzara Fitria Kusumawardhanie - 13122010110</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807274202</link>
         <description><![CDATA[<div>A. &nbsp; Hubungan dari persona dengan segmentasi</div><div>Persona dan segmentasi mempunyai fungsi bagi marketer dalam membantu melakukan analisis pasar atau market. Hasil analisis tersebut bertujuan untuk lebih memberikan pemahaman mengenai pihak yang menjadi target suatu pasar yang sesuai, serta bagaimana strategi dan pendekatan yang perlu dijalankan mengenai pihak yang menjadi target pasar tersebut. Disamping itu, segmentasi memberikan bantuan kepada marketer untuk memberikan pemahaman terhadap konsumen hingga market. Sedangkan, persona mempunyai fungsi untuk memberikan pemahaman lebih yang berhubungan dengan tinjauan empiris dari sebuah kelompok konsumen yang akan menjadi target pasar. Segmen diwakilkan oleh persona dalam hal menyiapkan marketer dalam pembangunan fitur yang diperlukan dalam mencapai segmen yang bersifat <em>valuable </em>dari target pasar yang ditetapkan.</div><div>&nbsp;</div><div>B.&nbsp; &nbsp; Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita</div><div>Dalam hal melakukan penentuan terhadap segmentasi pada brand, diperlukan beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:</div><div>a.&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>Identify</em>: melakukan proses identifikasi kepada konsumen pada seluruh segmentasi dan melakukan pengukuran atas karakteristik dari masing-masing konsumen, contohnya mengenai perilaku konsumen hingga demografi.</div><div>b.&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>Actionable</em>: karakteristik untuk bisa memberikan penyediaan tehadap layanan hingga produk yang menjadi segmen dari brand yang dibuat.</div><div>c.&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>Stable: </em>karakteristik ini mengharuskan agar adanya kestabilan pada segemen dalam periode waktu yang lama agar bisa secara strategis dipasarkan dengan baik.</div><div>d.&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>Substantial: </em>pada karakteristik ini untuk mencapai suatu potensi yang memberikan keuntungan pada brand kita, diperlukan segmen yang besar untuk menciptakan hal tersebut</div><div>e.&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>Differentiable: </em>pada karakteristik ini pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah segemn seperti halnya pemasaran dan organisasi perlu mempunyai kepentingan yang berbeda dengan kepentingan yang adalah disegmen lain. Hal ini akan meminimalisasi terjadinya bentrokan kepentingan.</div><div>f.&nbsp; &nbsp; &nbsp; <em>Accessible: </em>pada karakteristik ini dperlukannya kemampuan dari perusahaan agar bisa menjangkau segala segemnnya yang dilakukan dengan perantara pendistribusian dan komunikasi.<br><br></div><div>Mengacu kepada karakteristik-karakteristik tersebut, dapay membuat brand melakukan pemecaman atas segmen yang didasarkan kepada objek yang dibeli, pihak yang melakukan pembelian, dan mengapa melakukan pembelian.<br><br></div><div>C.&nbsp; &nbsp; Apa perbedaan segemntasi dan persona</div><div>Segmentasi dan persona mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Pada segemntasi yang merupakan sebuah proses yang dibutuhkan oleh marketer berperan dalam melakukan penentuan pihak yang menjadi segemn dan audience dari market. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengelompokan pada pelanggan yang diklasifikasikan melalui varibel yang berbeda, contohnya mengacu pada pendidikan, umur, pekerjaan, hingga pendapatan. Hal ini berbeda dengan persona yang berperan sebagai karakteristik untuk menjadi perwakilan dari sejumlah kelompok dari sebuah segemntasi. Sehingga, perbedaan mendasarnya adalah persona merupakan kumpulan orang dengan karakteristik yang sama, sedngkan segementasi adalah sebuah kelompok dari pelanggan yang mengacu kepada sebuah variable tertentu yang dibedakan satu sama lainnya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 10:49:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807274202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shany Poernama - 13122010130</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807451968</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Hubungan persona dengan segmentasi</li></ol><div>Kedua ini membantu marketer menganalisa pasar dengan harapan outputnya yaitu memahami lebih dalam siapa target market yang tepat dan seperti apa pendekatan yang harus dilakukan terhadap target market. Selain itu keduanya juga membantu brand/company mengambil keputusan terbaik. Segmentasi membantu marketer untuk memahami pasar/pelanggan sedangkan kalau persona membantu untuk memahami lebih banyak tentang pengalaman langsung dari kelompok konsumen tertentu dalam pasar.&nbsp;</div><div>Persona bersikap mewakili segmen untuk mempersiapkan marketer membangun fitur yang dibutuhkan untuk mencapai segmen yang valuable dari target market.</div><div><br><br></div><ol><li>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita</li></ol><div>Terdapat 6 karakteristik menentukan segmentasi terhadap brand:</div><ol><li>Identify:&nbsp; mengidentifikasi pelanggan di setiap segmen dan mengukur karakteristik mereka, seperti demografi atau perilaku penggunaan.</li><li>Substantial: segmen harus cukup besar agar berpotensi menguntungkan.</li><li>Accesible: perusahaan harus dapat menjangkau segmennya melalui saluran komunikasi dan distribusi.</li><li>Stable: segmen harus cukup stabil untuk jangka waktu yang cukup lama untuk dipasarkan secara strategis.&nbsp;</li><li>Differentiable: Orang-orang (atau organisasi, dalam pemasaran B2B) dalam suatu segmen harus memiliki kebutuhan serupa yang jelas berbeda dengan kebutuhan orang lain di segmen lain.</li><li>Actionable: harus dapat menyediakan produk atau layanan untuk segmen brand.&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>Dengan 6 karakteristik ini brand dapat mulai memecah segmen berdasarkan siapa yang membeli, apa yang dibeli, dan kenapa mereka membeli.</div><div><br><br></div><ol><li>Apa perbedaan segmentasi dan persona</li></ol><div>Segmentasi adalah proses yang dilakukan marketer untuk menentukan secara spesifik siapa segmen dan audience pasar. Dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik yang berbeda-beda. Biasanya pengelompokan segmentasi berdasarkan umur, pendapatan, pendidikan, dll.</div><div>Sedangkan kalau persona adalah beberapa karakteristik yang mewakili beberapa atau sebagian kelompok dari segmentasi.&nbsp;</div><div>Jadi kesimpulannya segmentasi itu pengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik tertentu, sedangkan persona adalah sejumlah orang dengan karakteristik yang yang mewakili/merepresentasikan segmentasi.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 12:26:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807451968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andrew Prananda Putra - 13122010160</title>
         <author>andrewputraa</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807516698</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. &nbsp; Hubungan Segmentasi dan Persona<br></strong>&nbsp; Segmentasi dan persona merupakan dua hal yang saling berhubungan karena kedua hal tersebut akan membantu suatu perusahaan untuk dapat mengetahui target pasar yang lebih dalam atau segmented. Segmentasi adalah metode yang dapat digunakan untuk mengelompokan konsumen ke dalam kategori-kategori berbeda. Segmentasi dibedakan berdasarkan Geographic, Demographic ,Psychographic , dan Behavioral. Untuk dapat membuat target market lebih spesifik dan dalam dapat melakukan identifikasi persona konsumen. Persona membuat konsumen akan dapat lebih dipahami secara personal. <br><br>2.&nbsp; <strong>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?<br><br></strong>Caranya adalah harus dapat mengidentifikasi konsumen dengan cara melakukan riset dan survey yang mendalam. Penelitian atau survey yang dilakukan harus dapat mencakup banyak orang yang akan membuat&nbsp; produk atau service yang kita tawarkan akan mencakup konsumen yang lebih banyak. Serta konsumen yang kita segmentasikan harus&nbsp; dibedakan dengan jelas dan terstruktur. Segmentasi yang dipilih juga harus merupakan segmentasi yang tepat dan memiliki potensi yang kuat dalam menggunakan produk atau jasa yang kita berikan<br><br><strong>3.</strong> <strong>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?<br>Segmentasi adalah pengelompokan suatu konsumen yang memiliki ciri atau karakteristik yang berbeda-beda . Segmentasi konsumen memiliki tujuan agar perusahaan dapat menentukan target market mereka dengan tepat dan mudah sehingga perusahaan lebih mudah dan efesien untuk melakukan penjualan produk/jasa<br><br>sedangkan, Persona adalah karakteristik yang dimiliki suatu individu yang dapat menjadi perwakilan karakter individu lainnya  yang dimana persona bertujuan untuk memberikan persepsi kepada masyarakat mengenai loyalitas konsumen<br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 12:51:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807516698</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elysia Arista - 13122010025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807687995</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</div><div>Segmentasi pasar adalah strategi pengelompokan pasar/konsumen ke dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan, karakteristik dan perilakunya. Consumer Persona memperkaya informasi yang dimiliki segmentasi dengan memberikan gambaran kualitatif yang lebih spesifik melalui karakter fiksi yang dibentuk sesuai dengan segmentasi tersebut.</div><div>&nbsp;<br>2. Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</div><div>Segmentasi harus mencakup 6 karakteristik berikut :</div><ul><li>Dapat diidentifikasi : dapat mengukur karakteristiknya, seperti demografi atau perilaku pengguna</li><li>Substansial : Target segment yang cukup besar untuk berpotensi menguntungkan</li><li>Dapat diakses : Perusahaan harus dapat menjangkau segmennya melalui saluran komunikasi dan distribusi</li><li>Stabil : Segmen harus cukup stabil untuk jangka waktu yang lama untuk dipasarkan secara strategis</li><li>Dapat dibedakan : suatu segmen harus memiliki kebutuhan yang jelas berbeda dari kebutuhan orang di segmen lain</li><li>Dapat ditindaklanjuti : perusahaan harus dapat menyediakan produk atau layanan untuk segmen tersebut</li></ul><div><br></div><div>&nbsp;3. Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?</div><div><strong>Segmentasi :</strong></div><ul><li>Segmentasi adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan kebutuhan, karakteristik dan perilakunya.&nbsp;</li><li>Informasi yang diberikan hanya berkaitan dengan keinginan dan kebutuhan segmen relatif terhadap produk, servis, atau saluran.</li></ul><div><strong>Persona :</strong></div><ul><li>Persona adalah profil karakter yang dibentuk oleh perusahaan, yang memungkinkan perusahaan untuk membuat cerita terperinci seputar tindakan dan motivasi karakter.</li><li>Selain informasi mengenai keinginan dan kebutuhan konsumen, consumer persona juga membantu membangun pemahaman yang jauh lebih baik tentang latar belakang konsumen.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:45:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807687995</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vincent Christianto - 13122010152</title>
         <author>vincentchrr</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807703518</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hubungan antara persona dan segmentasi adalah membantu suatu produsen untuk mengetahui konsumen. dengan adanya pengelompokan berdasarkan kriteria dan karakteristik dari setiap segment, dapat mengetahui apa yang konsumen butuhkan. Persona akan muncul dari sebuah segmentasi supaya seorang marketer dapat menjadi lebih mudah dalam mengetahu needs konsumen.&nbsp;<br><br>2.Dalam menentukan segmentasi yang tepat dapat diurai menjadi 4 faktor yaitu faktor demografi, geografi, psikografi, dan behavioral. dalam keempat faktor ini perlu diurai yang paling cocok dengan suatu produk yang dibutuhkan oleh konsumen itu sendiri. Mengidentifikasi dalam segmentasi harus lah mengetahui subtansi dari pada produk yang sedang diidentifikasi pada segmentasi agar dalam menentukan segmentasi yang tepat. perlu juga adanya pengambilan data untuk mengetahui dari narasumber, sehingga hasilnya cenderung lebih akurat. <br><br>3. Segmentasi adalah pengelompokan dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhi konseumen dalam membeli suatu abrang. segmentasi sangat dibutuhkan oleh produsen agar dapat menjual produk secara efisien dan benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. sedangkan persona adalah karakter dari seorang konsumen yang didapatkan dari hasil segmentasi, dan juga mewakili karakter dari kelompok yang lebih besar. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:50:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807703518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amanda Elissa-13122010146</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807739741</link>
         <description><![CDATA[<div>Setiap perusahaan membutuhkan strategi personalisasi untuk bisnisnya masing-masing. Ada 2 langkah utama dalam membuat strategi personalisasi, ada segmentasi dan persona.</div><ol><li>Segmentasi adalah langkah untuk membagi konsumen ke beberapa bagian tertentu untuk membantu perusahaan mengetahui target market yang akan dituju ketika mengiklankan produknya. Karena jika hal ini dilakukan, maka seharusnya lebih banyak orang yang membeli dan tertarik dengan produknya karena pasar yang diambil sesuai dengan kebutuhan konsumen. Segmentation terdiri dari 4 tipe yaitu Geographic, Demographic, Psychographic dan Behavioral. Walaupun sudah dibagi berdasarkan kategori di masyarakat luas, preferensi atau pandangan setiap individu tidaklah sama. Jadi terkadang informasi yang didapat dari segmentation tersebut masih kurang cocok dengan keadaan konsumen. Untuk penggalian lebih dalam mengenai detail karakteristik seseorang dibutuhkan persona. Persona berisi informasi kualitatif mengenai seseorang yang tentunya lebih detail dari sekedar segmentasi. Jadi hubungan segmentasi dengan persona sebenarnya sangat erat karena untuk mendapatkan target market yang tepat sehingga produknya laku dan bisnisnya lancar, perusahaan harus melalui 2 langkah penting yang berhubungan satu sama lain ini. Persona tidak bisa didapat jika belum ada pembagian segmen di masyarakat sedangkan segmentasi tidak bisa menunjukkan target market yang tepat tanpa adanya detail dari persona.</li><li>Untuk menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita, pertama kita harus mengenal dengan jelas produk yang akan kita tawarkan sehingga kita dapat lebih menguasai produknya dan mengerti mana pasar yang akan dituju. Lalu setelah itu baru kita bisa membuat pemetaan segmentasi sesuai dengan jenis, kegunaan produk yang dijual dan sesuai dengan perilaku/ kebiasaan konsumen yang ada. Setelah itu kita dapat menganalisa daerah tersebut terlebih dahulu misalnya dengan observasi (participant as observer/ observer as participant), melakukan interview dengan beberapa warga setempat atau dengan membagikan google form terhadap beberapa daerah. Tipe paling umum yang biasa digunakan orang hanyalah berdasarkan demografis, padahal tipe lainnya juga sama pentingnya seperti geographic (keadaan cuaca, tempat, dll), psychographic (karakter secara umum yang dimiliki oleh warga setempat dan behavioral (kebiasaan atau tingkah laku yang dimiliki oleh warga daerah tersebut. Setelah itu barulah kita melakukan pengujian terhadap segmen yang kita tuju, jika performa dan penjualan brand meningkat maka tandanya segmennya benar, tetapi jika tidak ada perubahan berarti segmentasinya kurang cocok dengan brand kita (kurang tepat)</li><li>Secara umum, sebenarnya segmentasi dan persona memiliki tujuan yang sama yaitu mengenal konsumen agar dapat disesuaikan dengan target market kita. Tetapi segmentasi lebih mengambil data kuantitatif dan data dasar (umur, jenis kelamin, pekerjaan dan karakteristik dasar/ umum lainnya. Segmentasi juga merupakan pengelompokan berdasarkan preferences dan similar needs sehingga cakupannya masih lebih luas. Sedangkan persona lebih mengambil data kualitatif seseorang yang lebih mendetail dan mendalam (motivation, beliefs, values, dll), Dan artinya dengan persona kita jadi mengetahui gambaran pribadi seseorang dan dapat mengenalnya lebih mendalam sesuai dengan representasi dari target market yang dituju. Sehingga kita lebih mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh sang konsumen.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807739741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle Reika - 13122010045</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807787129</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Segmentasi dengan persona itu berhubungan hal ini dikarenakan segmentasi dan persona dapat membantu perusahaan agar tahu target pasar manakah yang lebih segmented. Walaupun berhubungan tetapi segmentasi dengan persona itu berbeda. Segmentasi merupakan cara atau metode dengan cara mengelompokan para konsumen ke berbagai kelompok atau kategori. Kategori segmentasi ada 4 diantaranya ada Geographic, Behavioral, Geographics, dan yang terakhir demographics. Hal ini dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih teliti. Sedangkan persona dilakukan agar konsumen dapat lebih dipahami secara personal.</div><div><br></div><div>2.&nbsp; Dengan melakukan riset secara mendalam, selain riset kita juga harus melakukan survey dengan banyak orang agar kita mendapatkan insight dari banyak orang juga selain itu kita juga harus mengkategorikan para konsumen secara terstruktur. Kita juga harus memilih segmentasi yang tepat yang berhubungan dengan produk kita.&nbsp;</div><div><br></div><div>3. &nbsp;</div><ul><li>Segmentasi merupakan metode pengelompokan konsumen. pengelompokan ini dibagi menjadi 4 yaitu :</li></ul><ol><li>Geographics : Country, City, Density, Language, Climate, Area, Population.</li><li>Demographic : Age, Gender, Income, Education, Social Status,Family, Life stage, Occupation.</li><li>Behavioural : Benefits Sought, Purchase, Usage, Intent, Userstatus, Life cycle stage.</li><li>Psychographics ; Lifestyle, AIO, Concerns, Personality, Values, Attitudes.&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>Segmentasi dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat mendapatkan hasil yang lebih mendalam.&nbsp;</div><ul><li>Persona merupakan karakter yang dimiliki oleh seorang konsumen melalui hasil segmentasi dan karakter tersebut mewakili kelompok yang lebih besar.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:15:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1807787129</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aldo Pandowo 13122010102</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1808237493</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Buatlah personal reflection dalam format essays dalam PADLET dengan membahas mengenai:<br></strong><br></div><ol><li>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?</li><li>Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?</li><li>Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?<br><br></li></ol><div><br><br></div><ol><li>Segmentasi adalah sebuah strategi pemasaran sebuah produk ataupun jasa dengan mengelompokan konsumen yang mereka percaya memiliki potensi untuk membeli produk/jasa mereka dalam kategori: kebutuhan, karakteristik, perilaku, kepercayaan dan lain sebagainya( Geographic, Demographic, Psychographic, Behavioural). Segmentasi akan mengelompokan target market yang sesuai dengan harapan penjual agar pemasaran tidak sia-sia karena orang yang merasa tidak butuh dengan apa yang ditawarkan. Hal ini akan berhubung dengan persona karena persona akan menciptakan gambaran sebuah karakter fictional serta pola pikir mereka saat membeli produk&nbsp; sehingga kita bisa memahami target audiens sepenuhnya.&nbsp;</li></ol><div>2. Untuk melakukan segmentasi kita harus melakukan riset terlebih dahulu untuk mendapati data qualitative dan quantitative. Ada enam hal yang harus diperhatikan saat menentukan segmentasi:&nbsp;</div><div>Identifiable: kita harus bisa mengidentifikasi customer di setiap segmen dan mengukur karakter mereka&nbsp;</div><div>Substansial: segment mesti besar agar bisa berpotensi&nbsp;</div><div>Accessible: kita harus bisa menjangkau customer dengan segala media komunikasi dan channel distribusi untuk nge reach out mereka.&nbsp;</div><div>Stable: Sebuah segmentasi harus stabil untuk waktu yang cukup lama agar bisa digunakan secara strategis&nbsp;</div><div>Differentiable: orang-orang dalam sebuah segmen harus memilih kebutuhan yang mirip dan jelas berbeda dari segmen lain&nbsp;</div><div>Actionable: Semua produk dan jasa yang kita pasarkan harus bisa kita jalankan dan wujudkan&nbsp;</div><div><br>3. Segmentasi hanya sebuah alat untuk menyortir/ mengelompokkan beberapa orang secara general yang telah menjadi target market sebuah perusahaan secara geografis, demografis, psychographic dan behavioural. Persona adalah ibaratnya sebuah pendalam dan lebih specific dari segmentasi karena mengandung insights, pola pikir, frustration dan apa yang membuat mereka memerlukan suatu produk.&nbsp; Untuk membangun sebuah persona dibutuhkan data kualitatif dengan cara melaksanakan FGD ataupun indepth interview</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 16:45:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1808237493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shanon Chu -13122010136</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1808389955</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong> <strong>Apa hubungan antara segmentasi dan persona?<br>&nbsp;</strong>Segmentasi audience dan user/ customer persona, walau berbeda namun sama- sama membantu marketer untuk dapat menganalisa dan menargetkan target consumer yang sesuai dengan jasa/ prduk yang ditawarkan dengan karakteristik calon pembeli. Hal ini ditentukan dengan segmentasi dalam aspek Geographic (daerah, bahasa populasi, dll) Demographic (usia, gender, pendapatan, pekerjaan, dll), juga Psychographic (gaya hidup, values, kepribadian, kegiatan, dll) dan Behavioral (benefits sought, purchase, user status, dll), kemudian setelah segmentasi dilakukan, identifikasi user persona di buat untuk mengenal dan mengetahui lebih spesifik tentang target consumer yang dituju sehingga mudah dipahami.<br><br>2. Bagaimana menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita?<br><br>Untuk dapat menentukan jenis segmentasi yang tepat untuk brand kita, pertama-tama kita harus mengerti mengapa kita melakukannya, dan aksi yang kita ingin lakukan berdasarkan apa yang kita pikir akan ditemukan agar dapat mengetahui apa yang dapat dilanjukan dalam mengembangkn bisnis. Kemudian setelah itu, barulah kita harus memutuskan ingin melakukan segmentasi berdasarkan "needs" yang secara simplenya adalah untuk mencari tahu "needs" apa yang bisa dipenuhi barang/ jasa yang kita tawarkan atau "behaviors" yang&nbsp; mencari tahu perbedaan consumer groups berdasarkan gaya hidup dana buying patterns calon customer yang dituju.&nbsp;<br>&nbsp;Apapun jenis segmentasi yang dipilih, segmentasi harus baiknya meliputi karakteristik yang dapat diidentifikasi, substansial, dapat diakses, stabil, dapat dibedakan, dan dapat ditindaklanjuti.<br><br>3.&nbsp; Apa perbedaan antara segmentasi dan persona?<br><br>Meskipun memiliki tujuan yang berhubungan, segmentasi berbeda dengan persona.<br>Segmentasi merupakan pengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik, dn ciri-ciri yang dimiliki. Sehingga segmentasi memberi informasi tentang customer secara general, berdasarkan faktor-faktor demografis, geografis, psychografis dan behavioral.<br><br>&nbsp;Namun, terkadang pengelompokkan seperti ini saja tidak cukup untuk mengenal customer dengan baik. Sebagai contoh saja dapat diambil dua individu dengan usia, domisili, warga negara, dan kedudukan yang sama seperti Prince Phillip dan Ozzy Osbourne yang tentunya berada di segmentasi demografis yang sama namun sangatlah berbeda.&nbsp;<br><br>Maka dari itu,&nbsp;Persona diperlukan dengan tujuan untuk mengenal dan mengetahui wawasan pelanggan yang dituju. Persona merupakan profil karakter yang diidentifikasi dan digambarkan marketer sebagai representasi dari suatu segmentasi agar memudahkan marketer mengenal calon pelanggan dengan lebih personal dan menganalisis consumer journey yang dilalui calon pelanggan tersebut.<br><br><br><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 17:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1808389955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cherill Chandra- 13122010053</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1809603252</link>
         <description><![CDATA[<div>Segmentasi saling erat kaitannya dengan persona, begitu pula sebaliknya. Sebelum menghasilkan atau menciptakan persona, harus ada hasil riset dari segmentasi yang tentunya akan mempermudah pembuatan persona. Persona juga dihasilkan berdasarkan dari segmentasi tersebut. Segmentasi membantu pembuatan persona dan persona mendefinisikan segmentasi yang ada secara lebih kompleks, lengkap, dan tertata, serta lebih mudah untuk didefiniskan target pasarnya. Tanpa dilakukannya segmentasi, persona juga tidak akan terdefinisikan secara jelas dan kurang akurat.</div><div><br></div><div>Menentukan segmentasi dalam brand tentu tidaklah mudah dan menjadi dapat menjadi sebuah riset yang tricky. Sehingga dalam penentuannya dapat dikategorikan ke dalam segmentasi secara geografis, demografis, psikografis, dan behavioral. Seluruh rangkaian jenis segmentasi ini lebih baik dilakukan semua secara runtut dan lengkap (tidak hanya satu jenis saja). Segmentasi dapat ditentukan dengan melakukan serangkaian survey, analisis riset dengan data primer maupun sekunder, dan dengan metode observasi secara lapangan juga termasuk efektif. Riset segmentasi menyesuaikan lagi dengan target dan image brand kita, sehingga tidak sembarangan melakukan riset namun harus kembali melihat lagi apa yang sesuai dan yang terpenting mendefine target secara jelas (apa yang mau dituju).&nbsp;</div><div><br></div><div>Hal yang membedakan segmentasi dengan persona adalah segmentasi hanya pembagiannya saja yang berdasarkan data geografis, demografis, psikografis, behavioral dimana berupa data konkret (kualitatif maupun kuantitatif) dan biasa data dapat diperoleh dari interview, observasi dan metode riset lainnya. Sedangkan, persona merupakan hasil rumusan segmentasi tersebut yang dipilah dan diolah menjadi kumpulan beberapa profil orang-orang baru menyerupai konsumen yang ditargetkan berdasarkan data segmentasi sebelumnya. Persona seperti wujud konsumen yang ditargetkan dan mencakup keseluruhannya; profile tokoh-tokoh konsumen yang sesuai dengan karakteristik dan target market sebuah brand. Dengan adanya segmentasi dan persona, maka akan lebih mudah untuk menargetkan dan mengelompokkan target konsumen berdasarkan data dan profil yang telah dimiliki sehingga target-target atau goals selanjutnya akan lebih jelas strategi pencapaiannya (sales, awareness,etc).&nbsp;</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 04:13:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1809603252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Albert Ryan Janitra-13122010138</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1809798171</link>
         <description><![CDATA[<div>1.hubungan antara segmentasi dan pesona adalah sama sama membantu produsen untuk menargetkan para konsumen yang sesuai dengan karakteristiknya. pesona juga terbentuk dari segmentasi pasar.segmentasi bertujuan untuk strategi pemasaran efektif sesuai target market yang dituju.hal ini juga membantu perusahaan dalam memilih konsumennya.dalam hal ini pesona juga muncul untuk membantu dalam mengelompokan target yang kita tuju agar lebih mudah mengetahui needs dari seorang konsumen<br><br>2.untuk dapat menemukan segmentasi yang tepat untuk brand kita sendiri, kita harus menidentifikasi pasar dan juga konsumennya. kita juga harus menerapkan 4 faktor yaitu demografi, geografi, psikografi dan behavioral, diantara 4 faktor ini kita harus mengurainya agar cocok untuk produk kita. kita juga harus melakukan pengambilan data untuk menemukan hasil yang lebih tepat<br><br>3. perbedaan segmentasi dan persona dapat dilihat bahwa pesona merupakan hasil dari segmentasi, segmentasi sendiri bertujuan untuk mengelompokan target market, segmentasi juga diperlukan produsen untuk memasarkan produk agar berjalan baik. persona dapat&nbsp; melihat karakter seorang konsumen yang dihasilkan oleh segmentasi, saat kita melakukan segmentasi persona akan menggambarkan karakter konsumen tersebut yang bertujuan untuk membantu dalam mengelompokan target market.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 06:03:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1809798171</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shanon Eden Ariella-13122010081</title>
         <author>edenshanon12</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1810653057</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Hubungan antara segmentasi dan persona adalah dua-duanya merupakan cara untuk memahami pasar dengan tujuan menentukan target market sehingga dapat membuat penjualan produk atau jasa menjadi lebih tepat.</li><li>Untuk menentukan segmentasi yang tepat dalam brand kita, kita harus membuat pengelompokan dengan ciri-ciri antara lain; karakteristik setiap kelompok jelas dan dapat diidentifikasi, pengelompokan segmentasi berskala besar (demografis, geografis, perilaku), dapat dijangkau (melalui teknologi contohnya), bersifat stabil yakni karakter orang-orang tersebut tidak mudah berubah, antar kelompok ada perbedaan yang mencolok higga dapat dibandingkan, dan mengarah kepada <em>action </em>dimana kita dapat secara praktek menyediakan produk atau jasa kepada segmentasi kita.</li><li>Perbedaan segmentasi dan persona terletak dimana segmentasi adalah pengelompokkan orang-orang berdasarkan psikografis, geografis, demografis, dan perilaku untuk memahami pasar. Segmentasi adalah seperti membuat kelompok-kelompok besar dimana setiap kelompok diisi oleh orang-orang yang memiliki karakteristik yang sama yang membedakan kelompok tersebut dengan kelompok lainnya yang memiliki karakteristik berbeda. Di sisi lain, terdapat karakteristik-karakteristik orang-orang yang unik dan spesifik dimana karakteristik ini dapat merupakan kunci untuk menentukan target market namun tidak dapat terdeteksi oleh segmentasi karena segmentasi hanyalah kelompok garis besar saja, seperti contohnya pegawai PNS yang menyukai Kpop. Karakter spesifik ini dapat dibuat menjadi satu persona untuk mengelompokkan orang-orang yang memiliki karakter spesifik ini.&nbsp;</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 13:10:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1810653057</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Madelaine Karina C. - 13122010061</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1811037193</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Segmentasi dan persona saling berkaitan untuk membantu perusahaan menemukan target market dan target audiencenya. Segmentasi adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelompokan konsumernya berdasarkan kategori seperti kebutuhan, status sosial, karateristik dll. Sementara brand persona adalah strategi perusahaan untuk memahami sudut pandang konsumen agar tahu apa yang relevan dan dibutuhkan oleh konsumen. Kedua segmentasi dan persona sangat dibutuhkan untuk memahami target pasar apa yang ingin digapai.<br><br>2. Dalam melakukan segmentasi perusahaan harus memahami segmen segmen apa yang ada dalam pasar dan juga segmen apa yang ingin ditelaah. Pengelompokan segmen dapat dikelompokan menjadi&nbsp; demografis, geografis, psikografi dan perilaku, dan perusahaan dapat melakukan survey untuk mencari tahu segmentasi apa yang dikategorikan kepada konsumernya. Riset, survey dan metode observasi dalam skala besar dapat<br><br>3. Perbdedaan segmentasi dan persona adalah segmentasi merupakan metode pengelompokan konsumen yang dibagi menjadi 4 demografis, geografis, psikografis, dan perilaku yang bertujuan agar perusahaan dapat mengenal dan mendapatkan detail tentang mayoritas konsumennya. Sementara persona merupakan perusahaan yang membuat sebuah karakter "persona" yang mewakili mayoritas konsumen mereka, dari segi umur, likes, dislikes, hobby, pendapatan dll. Persona digunakan untuk mendapatkan insight lebih dalam tentang konsumen dari sisi konsumennya sendiri. Karakter ini juga akan mewakili semua konsumen dari target perusahaan dimana karakteristik dan personanya adalah data dari mayoritas consumer si perusahaan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 14:54:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/wr3f/wish/1811037193</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
