<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Food Loss and Food Waste by Elicia Elsa</title>
      <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328</link>
      <description>Disusun oleh : Elsa Aurelia</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:37:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-04 18:05:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>FOOD LOSS</title>
         <author>eliciaelsa4</author>
         <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1414624912</link>
         <description><![CDATA[<div>~ Pengertian : Penurunan kuanitas atau kualitas pangan akibat keputusan dan tindakan pemasok pangan dalam rantai tersebut, tidak termasuk pengecer, penyedia jasa makanan dan konsumen.<br>~ Secara empiris ini mengacu pada makanan apapun yang dibuang dibakar atau dibuang di sepanjang rantai pasokan makanan dari panen atau pemotongan atau tangkapan.<br>~ Tetapi tidak termasuk tingkat eceran dan tidak masuk kembali dalam pemanfaatan produktif lainnya seperti pakan atau benih.<br>~ Kehilangan pangan sebagaimana dilaporkan FAO dalam FLI terjadi sejak pasca panen hingga tetapi tidak termasuk di tingkat eceran.<br>~ Penyebab : Proses pra-panen tidak menghasilkan mutu yang diinginkan pasar. Permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang bahan pangan tersebut. Kurangnya permintaan konsumen di pasar.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097338320/6d7e86e81e948ed0fb98f149850bdd52/tugas.jpg" />
         <pubDate>2021-04-14 01:45:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1414624912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INFORMASI </title>
         <author>eliciaelsa4</author>
         <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1431983750</link>
         <description><![CDATA[<div>~ Pada tahun 2011 FAO mempresentasikan perkiraan bahwa sekitar 1 pertiga dari makanan dunia hilang atau terbuang setiap tahunnya.<br>~ Sejak itu banyak yang berupa dalam persepsi global tentang masalah tersebut<br>~ Kehilangan dan pemborosan pangan memang menjadi isu yang menjadi perhatian publik bahkan seluruh dunia yang dalam jangka besar agenda pada tahun 2030 untuk pembangunan berkelanjutan mencerminkan peningkatan kesadaran global akan masalah tersebut.<br>~ Target 12.3 dari tujuan pembangunan berkelanjutan menyerukan pengurangan separuh limbah makanan global perkapita di tingkat ritel dan konsumen pada tahun 2030 serta mengurangi kehilangan makanan di sepanjang rantai produksi dan pasokan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 07:56:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1431983750</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD WASTE</title>
         <author>eliciaelsa4</author>
         <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432005157</link>
         <description><![CDATA[<div>~ Pengertian : makanan yang terbuang dan menjadi sampah. Definisi sampah dapat dilihat dari berbagai sisi sehingga berbagai lembaga dan organisasi dapat menggunakan definisi yang berbeda-beda mengenai sampah makanan ataupun makanan yang terbuang.<br>~ Lembah makanan mengacu pada penurunan kualitas dan kuantitas makanan akibat keputusan dan tindakan pengecer<br>~ Penyedia layanan makanan dan konsumen makanan terbuang dengan banyak cara :<br>~ Produk segar yang menyimpang dari apa yang dianggap optimal misalnya dalam hal bentuk ukuran dan warna seringkali dikeluarkan dari rantai pasokan selama operasi penyortiran.<br>~ Makanan yang mendekati pada atau di luar tanggal terbaik sebelum seringkali dibuang oleh pengajar dan konsumen.<br>~ Makanan yang sehat dalam jumlah besar sehingga tidak digunakan atau ditinggalkan dan dibuang dari dapur rumah tangga dan tempat makan.<br>~ Akibat : <strong>Food waste</strong> yang menumpuk di TPA menghasilkan gas metana dan karbondioksida. Sedangkan keduanya tidak sehat untuk bumi. Gas-gas tersebut terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon.<br>~ Penyebab : Tidak menghabiskan makanan. Makan tidak sesuai dengan porsi makananmu. Membeli atau memasak makanan yang tidak kalian sukai.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097338320/0ac54e1164da7334ac78d4a373cbc727/food_waste.jpg" />
         <pubDate>2021-04-19 08:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432005157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INFORMASI</title>
         <author>eliciaelsa4</author>
         <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432023247</link>
         <description><![CDATA[<div>~ FLI yang disiapkan FAO memberikan perkiraan kerugian baru dari pasca panen hingga tetapi tidak termasuk tahap eceran.<br>~ Limbah makanan oleh pengecer dan konsumen tidak termasuk dalam FLI.<br>~ Perkiraan awal FLI memberitahu kami bahwa sekitar 14% makanan dunia hilang sejak pasca panen hingga tetapi tidak termasuk tingkat ritel.<br>~ FWI yang perkiraan nya akan dihitung oleh lingkungan PBB akan memberikan perkiraan global tentang makanan yang terbuang di tingkat ritel dan konsumsi.<br>~ Lebih sedikit kehilangan makanan yang dibakar akan mengarah pada penggunaan lahan yang lebih efisien dan pengelolaan sumberdaya air yang lebih baik dengan dampak positif pada perubahan iklim dan mata pencaharian.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 08:09:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432023247</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KETAHANAN PANGAN</title>
         <author>eliciaelsa4</author>
         <link>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432037981</link>
         <description><![CDATA[<div>~ Pengertian : ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.<br>~&nbsp;<strong>Pangan</strong> merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat.&nbsp;<br>~&nbsp; Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa.<br>~ Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi.<br>~ Nilai strategis beras juga disebabkan karena beras adalah makanan pokok paling penting. Industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi (dalam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi perdesaan, sebagai wage good), lingkungan (menjaga tata guna air dan kebersihan udara) dan sosial politik (sebagai perekat bangsa, mewujudkan ketertiban dan keamanan). Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin.<br>~ Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilisasi nasional yang dapat meruntuhkan Pemerintah yang sedang berkuasa.<br>~&nbsp; Untuk itulah, tidak salah apabila Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat, baik dari produksi dalam negeri maupun dengan tambahan impor.&nbsp;<br>~ Ketahanan pangan kita tidak lepas dari sifat produksi komoditi pangan itu sendiri yang musiman dan berfluktuasi karena sangat mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.&nbsp;<br>~ Permasalahan yang muncul lainnya di dalam distribusi. Stok pangan yang tersedia sebagian besar di daerah produksi harus didistribusikan antar daerah/antar pulau.<br>~ Dari sisi tataniaga, sudah menjadi rahasia umum akan panjangnya rantai pasokan yang mengakibatkan perbedaan harga tingkat produsen dan konsumen yang cukup besar dengan penguasaan perdagangan pangan pada kelompok tertentu (monopoli, kartel dan oligopoli). Sedangkan dari sisi konsumsi, pangan merupakan pengeluaran terbesar bagi rumah tangga (di atas 50% dari jumlah pengeluaran). Yang disayangkan adalah fenomena substitusi pangan pokok dari pangan lokal ke bahan pangan impor. Dengan pertimbangan permasalahan pangan tersebut di atas maka kebijaksanaan pangan nasional harus dapat mengakomodasikan dan menyeimbangkan antara aspek penawaran/produksi dan permintaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 08:15:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/eliciaelsa4/rfifqtjlksppe328/wish/1432037981</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
