<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kehidupan Politik dan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal by 15_Dewi Wulan Permatasari</title>
      <link>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd</link>
      <description>Masa Demokrasi Liberal atau disebut juga masa Demokrasi Parlementer berlangsung pada 17 Agustus 1950 - 5 Juli 1959.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-30 01:51:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-08-30 10:56:24 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sistem Pemerintahan</title>
         <author>delanatarii</author>
         <link>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703484173</link>
         <description><![CDATA[<div>Selama masa Demokrasi Liberal, terjadi ketidakstabilan politik yang ditandai dengan 9 kali pergantian kabinet selama 7 tahun pemerintahan. Kabinet-kabinet yang memimpin selama masa Demokrasi Liberal:<br>1. Kabinet Natsir (Masyumi)</div><ul><li>6 September 1950 - 21 Maret 1951</li></ul><div>2. Kabinet Sukiman-Suwirjo (Masyumi)</div><ul><li>26 April 1951 - 3 April 1952</li></ul><div>3. Kabinet Wilopo (PNI)&nbsp;</div><ul><li>3 April 1952 - 3 Juni 1953</li></ul><div>4. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI)</div><ul><li>31 Juli 1953 - 12 Agustus 1955</li></ul><div>5. Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi)</div><ul><li>12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956</li></ul><div>6. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (PNI)</div><ul><li>20 Maret 1956 - 4 Maret 1957</li></ul><div>7. Kabinet Djuanda (Zaken Kabinet)</div><ul><li>9 April 1957 - 5 Juli 1959</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 03:00:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703484173</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistem Kepartaian</title>
         <author>delanatarii</author>
         <link>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703554576</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem kepartaian pada masa Demokrasi Liberal adalah multi partai. Gagasan pembentukan partai-partai politik dimunculkan kembali dan membentuk partai-partai politik baru melalui Maklumat Pemerintah pada 3 November 1945. Partai-partai tersebut antara lain:<br>1. Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 7 November 1945</li><li>Pimpinan: Dr. Sukirman Wiryosanjoyo</li></ul><div>2.Partai Nasional Indonesia (PNI)</div><ul><li>Tanggal berdiri: 29 Januari 1945</li><li>Pimpinan: Sidik Joyosukarto&nbsp;</li></ul><div>3.Partai Sosialis Indonesia (PSI)</div><ul><li>Tanggal berdiri: 20 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Amir Syarifuddin</li></ul><div>4. Partai Komunis Indonesia (PKI)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 7 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Mr. Moh. Yusuf&nbsp;</li></ul><div>5. Partai Buruh Indonesia (PBI)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 8 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Nyono</li></ul><div>6. Partai Rakyat Jelata (PRJ)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 8 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Sultan Dewanis</li></ul><div>7. Partai Kristen Indonesia (Parkindo)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 10 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Ds. Probowinoto</li></ul><div>8. Partai Rakyat Sosialis (PRS)&nbsp;</div><ul><li>Tanggal berdiri: 20 November 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: Sutan Syahrir</li></ul><div>9.Persatuan Marhaen Indonesia (Permai)</div><ul><li>Tanggal berdiri:&nbsp; 17 Desember 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: J.B. Assa</li></ul><div>10. Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI)</div><ul><li>Tanggal berdiri: 8 Desember 1945&nbsp;</li><li>Pimpinan: I.J. Kasimo</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 03:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703554576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemilihan Umum 1955</title>
         <author>delanatarii</author>
         <link>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703597084</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemilihan umum 1955 dilaksanakan pada masa kabinet Burhanudin Harahap dan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau Parlemen yang dilaksanakan pada 29 September 1955. Tahap kedua untuk memilih anggota Dewan Konstituante (Dewan Pembentuk Undang-Undang Dasar) yang dilaksanakan pada 15 Desember 1955.<br><br>Dalam proses Pemilihan Umum 1955 terdapat 100 partai besar dan kecil yang mengajukan calon-calonnya untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 82 partai besar dan kecil untuk Dewan Konstituante. Selain itu, masih ada 86 organisasi dan perseorangan akan ikut dalam pemilihan umum. Dalam pendaftaran pemilihan tidak kurang dari 60% penduduk Indonesia yang mendaftarkan namanya (kurang lebih 78 juta), angka yang cukup tinggi yang ikut dalam pesta demokrasi yang pertama. (Feith, 1999)<br><br>Pemilu berjalan lancar dan tertib dan melahirkan empat partai yang muncul sebagai pemenang dalam Pemilu 1955 secara berurut: Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), dan Partai Komunis Indonesia (PKI).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 03:46:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703597084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebijakan Ekonomi</title>
         <author>delanatarii</author>
         <link>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703651407</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Gerakan Syafruddin&nbsp;</div><ul><li>Dicetuskan oleh Syafruddin Prawiranegara</li><li>Istilah untuk menyebut pemotongan nilai mata uang menjadi setengahnya untuk mata uang yang bernilai Rp2,50 ke atas guna mengatasi defisit anggaran dan mengurangi peredaran uang</li></ul><div>2. Gerakan Benteng</div><ul><li>Dicetuskan Dr. Sumitro Djojohadikusumo</li><li>Dilakukan dengan cara memberikan bantuan berupa dana kredit dan bimbingan konkret untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional&nbsp;</li></ul><div>3. Nasionalisasi de Javasche Bank</div><ul><li>Pada 1951, pemerintah menasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Indonesia&nbsp;guna mengatasi krisis moneter</li></ul><div>4. Sistem Ekonomi Ali-Baba</div><ul><li>Dicetuskan Iskaq Tjokrohadisurjo</li><li>Bertujuan untuk memajukan ekonomi dengan cara pengusaha Tionghoa (Baba) harus membantu pengusaha pribumi (Ali)</li></ul><div>5. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)</div><ul><li>Hasil dari perundingan ekonomi Indonesia-Belanda pada 1956 di Swiss yaitu pembatalan hasil KMB sehingga banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya&nbsp;</li></ul><div>6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT/Repelita)</div><ul><li>Bappenas menyusun RPLT yang fokus pada program pembangunan ekonomi jangka pendek&nbsp;</li></ul><div>7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)</div><ul><li>Bertujuan untuk menghasilkan rencana pembangunan menyeluruh untuk jangka panjang&nbsp;</li></ul><div>8. Gerakan Assaat&nbsp;</div><ul><li>Dicetuskan Mr. Assaat</li><li>Dilakukan dengan cara memberi kesempatan dan perlindungan khusus pada warga pribumi untuk melakukan usaha dan menghindarkan persaingan dagang dengan pengusaha asing</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 04:13:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/delanatarii/r6duj2in7ztw6ywd/wish/1703651407</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
