<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kenali Lebih Dekat Penulis dan Sastrawan Indonesia by Sekolah Murid Merdeka</title>
      <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw</link>
      <description>Yuk, kita berkenalan dengan para penulis dan Sastrawan populer asal Indonesia. Silakan lakukan riset terkait para penulis yang namanya tertera lalu lengkapi padlet berikut .  Informasi yang dibutuhkan mencakup foto, masa kecil, perjalanan karya, judul karya-karyanya, penghargaan, hasil wawancara terkait karya, karya terpopuler, dll. Jangan lupa sertakan sumber bacaan kalian, ya!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-08 03:48:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-29 16:49:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Rachel Freya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2334597282</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika lahir Andrea diberi nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, beliau pun sempat menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi rupanya ia masih merasa terbebani dengan nama itu.<br><br>Alhasil, ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun. Nama Andrea sendiri diambil dari nama seorang wanita yang nekat bunuh diri bila penyanyi pujaannya, yakni Elvis Presley tidak membalas suratnya. Sedangkan nama Hirata diambil dari nama sebuah kampung dan bukanlah nama orang Jepang seperti anggapan orang. Sejak remaja itulah, pria asli Belitong ini mulai menyandang nama Andrea Hirata.<br><br>Dia tumbuh dalam keluarga miskin yang tidak jauh dari tambang timah milik pemerintah, yakni PN Timah yang sekarang menjadi PT Timah Tbk.<br><br>Yang mana ayahnya pun bekerja sebagai pegawai biasa di sana. Hidup dengan segala keterbatasan, Andrea Hirata tumbuh seperti halnya anak-anak kampung<br>&nbsp;Ia menjadi anak periang yang terkadang juga menjadi pemikir saat menimba ilmu di sekolah. Selain itu, ia juga kerap memiliki impian dan mimpi-mimpi di masa depannya. Semasa SD Andrea bersekolah di SD Muhammadiyah yang kondisinya tidak bagus bahkan bangunannya hampir roboh.<br><br>Diakuinya fasilitas sekolah itu cukuplah memprihatinkan bahkan dapat digambarkan bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan.<br><br>Sekalipun menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Ia tetap memiliki motivasi yang besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dinamai dengan sebutan Laskar Pelangi<br>Bu Muslimah atau Bu Mus merupakan sosok yang menjadi inspirasi dan sangat dihormati di SD Muhammadiyah waktu itu. Beliau mengajar dengan penuh semangat meskipun muridnya hanya 11 anak. Sebutan Laskar Pelangi ternyata diberikan oleh Bu Muslimah kepada murid-muridnya ini.<br><br>Sebenarnya di Pulau Belitong masih ada sekolah lain yang dikelola oleh PN Timah. Namun, Andrea tak berhak untuk bersekolah di sekolah tersebut karena status ayahnya yang masih menyandang pegawai rendahan.<br>&nbsp;Keterbatasan ekonomi keluarga yang membuat Andrea di sekolahkan di SD Muhammadiyah dengan jarak kurang lebih 30 kilometer.<br><br>Meskipun begitu tak dipungkiri berkat sosok Bu Muslimah, Ia memiliki dorongan yang membuatnya mampu menempuh jarak sejauh itu dari rumah ke sekolah untuk menimba ilmu. Perubahan dalam kehidupannya, tak lain karena motivasi dan hasil didikan Bu Muslimah<br><br>Di tahun 1997 Andrea Hirata sempat bekerja di PT Telkom sebagai pegawai biasa, kemudian keinginan menulis kembali muncul disaat beliau menjadi salah satu relawan saat terjadi tsunami di Aceh. Laskar Pelangi menjadi karya pertama yang ditulis olehnya.<br><br>Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka, novel yang memiliki kisah sangat menginspirasi bahkan kisah novel tersebut diangkat ke layar lebar.<br>&nbsp;Namun demikian, beberapa pihak sempat meragukan isi dari novel Laskar Pelangi yang dianggap terlalu berlebihan. Terlepas dari kontroversinya, novel laskar pelangi sukses menjadi sebuah sajian cerita yang menarik. Mira Lesmana dan Riri Riza, mengemas novel ini menjadi sebuah karya film dengan judulnya sama.<br>&nbsp;Film ini diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production. Film ini dibuat dengan aktor anggota Laskar Pelangi adalah anak asli Belitung.<br><br>Singkatnya novel Laskar Pelangi menceritakan kehidupan Andrea Hirata ketika masih duduk di bangku sekolah dan tentang 10 anak keluarga tidak berkecukupan lainnya yang menuntut ilmu di SD – SMP Muhammadiyah.<br><br>Teman sekolah Andrea Hirata yang berjumlah 10 anak ini disebut dengan Laskar Pelangi, Tantangan, harapan, cita-cita dan mimpi-mimpi mereka tertuang bersama dengan sosok figur Bu Mus yang dikaguminya.<br>&nbsp;Seperti yang ia utarakan bahwa novel Laskar Pelangi dipersembahkan untuk Bu muslimah. Kisah Hidup Andrea Hirata menjadi kisah sukses Andrea Hirata itu sendiri sejak meledaknya novel serta film laskar pelangi.<br><br>Dari tahun 2005 hingga tahun 2019, Diketahui Andrea Hirata sudah menghasilkan 11 novel. Dari karyanya tersebut, Andrea banyak menerima penghargaan sebagai seorang novelis. Novel Laskar Pelangi ini mendapatkan beberapa penghargaan.<br>&nbsp;Antara lain, Khatulistiwa Literally Award atau KLA di tahun 2007, Aisyiyah Award, Netpac Critics Awards, Paramadina Award. Selain itu penghargaan yang berasal dari luar negeri juga diterimanya yakni BuchAwards Jerman tahun 2013, Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category) serta penghargaan Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick pada tahun 2015.<br><br>Sepanjang karirnya Andrea memperoleh beberapa penghargaan karena telah berpartisipasi dalam sastra internasional karena novel pertamanya yang telah diterjemahkan ke 34 bahasa asing dan diterbitkan lebih dari 130 negara. Sukses Luar biasa.<br><br>Karya<br>Tetralogi Laskar Pelangi<br>Laskar Pelangi (2005)<br>Sang Pemimpi (2006)<br>Edensor (2007)<br>Maryamah Karpov (2008)<br><br>Seri Dwilogi Padang Bulan<br>Cinta di Dalam Gelas (2010)<br>Padang Bulan (2010)<br>Buku Besar Peminum Kopi (2020)<br><br>Seri Aini<br>Orang-Orang Biasa (2019)<br>Guru Aini (2020, prekuel dari Orang-Orang Biasa)<br>Buku Besar Peminum Kopi (2020, sequel OOB)<br><br>Trilogi Sirkus Pohon<br>Sirkus Pohon (2017)<br><br>Novel lain<br>Sebelas Patriot (2011)<br>Ayah (2015)<br><br>Buku lagu<br>Laskar Pelangi Song Book (2012)<br><br>Prestasi<br>Pemenang BuchAwards Jerman 2013<br>Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)[9]<br>Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015<br><br>Penghargaan dan nominasi<br>Tahun	Penghargaan	Kategori	Hasil<br>2016	Indonesian Choice Awards	Digital Persona of the Year	Nominasi<br>2018	Indonesian Choice Awards	Creative &amp; Innovative Person of the Year Nominasi.<br><br>Berikut wawancara Nasrul Azwar dari Metro Bangka Belitong dengan Andrea Hirata.<br><br>Bisa digambarkan secara umum sejauh mana pengaruh dan dampak tiga novel Anda yang Anda ciptakan itu terhadap masyarakat Belitong?<br><br>Memantau pengaruh sebuah karya tulis apalagi karya sastra di sebuah bangsa yang tak gemar membaca itu tidak mudah. Apalagi di Belitong di mana minat baca sangat rendah. Di Indonesia, saya percaya sebuah karya tulis baru bergaung ke daerah jika telah lebih dulu bergaung di kota-kota besar. Tetralogi Laskar Pelangi mulai ditanggapi di Belitong setelah tampil di berbagai media cetak dan elektronik nasional, dan karena rencana pembuatan film Laskar pelangi. Tanggapan itupun sifatnya masih euforia seperti Pemda setempat mengundang untuk diskusi buku, workshop penulisan di sekolah-sekolah, dan saya diundang oleh PGRI Belitong Timur.<br><br>Pengaruhnya? Secara signifikan belum terlihat, baru berupa pengenalan saja. Jika pihak terkait (Pemda dsb) mampu menerjemahkan moment tetralogi Laskar Pelangi ini dengan baik dan mampu membuat desain yang cerdas bagaimana memanfaatkan tetralogi Laskar Pelangi sebagai education and cultural icon di Belitong. Saya yakin pengaruhnya pasti segera terlihat. Smart, itulah kata kuncinya.<br><br>Tiga buah novel yang diterbitkan Bentang, yaitu Laskar Pelangi (terjual 200.000 eksemplar), Sang Pemimpi (30.000 eks), dan Edensor (15.000 eks), dan itu jumlah yang sangat fantastik di Indonesia . Bagaimana komentar Anda?<br><br>Tetralogi Laskar Pelangi bercerita tentang orang Indonesia kebanyakan. Sehingga pembaca melihat dirinya sendiri dalam karya itu. Karena itu tetralogi Laskar Pelangi mendapat acceptance (penerimaan) yang luas. Saya senang buku-buku yang tidak metropop semacam Laskar Pelangi ini bisa juga best seller, namun yang lebih penting bagi saya bagaimana membuat buku yang memiliki tingkat acceptance yang besar sekaligus tingkat literary yang tinggi. Dalam bahasa industrinya: bagaimana membuat karya bermutu sekaligus laku, mematahkan mitos paradoks buku Indonesia di mana buku yang bermutu sering tak laku.<br><br>Untuk Laskar Pelangi, kabarnya novel ini menjadi best seller di Malaysia dan Singapura. Lalu negara Spanyol dan beberapa negera Eropa lainnya juga berminat menerbitkannya. Apa yang Anda ingin katakan untuk ini?<br><br>Fantastik! Itu saja kata saya. Setiap penulis (mengaku atau tidak) memiliki keinginan agar karya-karyanya dibaca orang banyak. Sebagai penulis pemula yang tengah belajar menulis sastra, saya rasa rencana-rencana ini sangat fantastik, Insya Allah lancar.<br><br>Dan untuk Laskar Pelangi direncanakan akan difilmkan dengan sutradara Riri Reza, apakah Anda yakin “ruh” novel itu tak bergeser ketika ia menjadi karya sinematik?<br><br>Saya melihatnya dari sisi lain, jika filmnya sama persis dengan bukunya buat apa bikin film? Baca saja bukunya dan silakan pembaca membuat filmnya sendiri dalam kepala mereka masing-masing. Saya mendapat ribuan E-mail, SMS, telepon, dan surat dari pembaca yang menolak Laskar Pelangi difilmkan. Namun, ingin saya katakan bahwa dimensi apresiasi film dan buku serta kapasitas artistiknya sama sekali berbeda. Saya harap para pembaca memaklumi keadaan ini. Saya menampilkan Laskar Pelangi dalam buku dan Riri Riza filmnya, biarlah komplit dan kita lihat saja hasilnya. Saya bebaskan Riri Riza berkreasi. Saya percaya penuh padanya. Ia salah seorang sutradara muda paling berbakat negeri ini, dan satu dari sedikit saja sutradara yang punya integritas.<br><br>Bisa diceritakan proses kreatif Anda untuk melahirkan 3 novel itu?<br><br>Spontan, demikian filosofi kreativitas saya. Saya tak perlu waktu khusus untuk menulis dan tak perlu bersusah-susah menyiasati mood. Saya tak tergantung mood, dan selalu berusaha belajar menjadi pribadi yang efektif.<br><br>Novel-novel yang Anda tulis (terutama Laskar Pelangi) semula didedikasikan untuk guru Ibu Muslimah Hafsari. Bisa diceritakan kesan yang paling membekas bersama Ibu Muslimah Hafsari saat di sekolah dasar itu sampai sekarang?<br><br>Kesan yang paling membekas adalah bagaimana beliau selalu berhasil membuat kami murid-muridnya untuk mencintai ilmu. Dengan beliau, mata pelajaran apapun tak pernah menjadi beban. Pekerjaan rumah adalah hiburan, ulangan adalah petualangan dan tantangan yang menyenangkan.<br><br>Bagaimana nasib sekolah dasar Muhammadiyah itu saat ini?<br><br>Sekolah itu telah roboh tahun 1991, dan tak pernah dibangun lagi<br><br>Royalti yang diterima cukup besar, tidak ada rencara membagun pustaka sejenis ini di Belitong?<br><br>Menurut saya, perpustakaan adalah konsep yang keliru bagi masyarakat yang tak gemar membaca bahkan antibuku. Saya punya konsep sendiri, yaitu learning centre. Learning centre tak lain tempat orang datang untuk belajar dan buku-buku yang ada di dalamnya mendukung tujuan belajar spesifik. Bentuk learning centre itu misalnya workshop tiga hari mengajari orang Belitong membuat gerabah dengan guru-guru yang didatangkan dari Jogjakarta. Giliran berikutnya bagaimana industri gerabah diciptakan di Belitong.<br><br>Saya akan mengalokasikan royalti buku dan film Laskar Pelangi untuk membuat sebuah program yang saya sebut “Laskar pelangi in action”. Learning centre dalam “Laskar pelangi in action” tahun ini berupa bimbingan belajar intensif gratis matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa Inggris bagi siswa-siswa kelas 3 SMA dari Belitong yang akan mengikuti SPMB. Cita-cita saya adalah ide “Laskar pelangi in action” menginspirasi dan ditiru orang lain sehingga menjadi seperti MLM intelektualitas, dan mudah-mudahan “Laskar pelangi in action” bisa menjadi sebuah model learning society.<br><br>Kaum intelektual muda dan tua Bangka Belitong yang ingin bergabung dengan “Laskar pelangi in action” sebagai relawan pengajar atau membantu apa saja, silakan hubungi saya.<br><br>Tokoh-tokoh dalam 3 novel itu pada intinya berjuang dan berjuang untuk mewujudkan mimpi masa depan. Bagaimana Anda melihat hal ini pada pelajar dan kaum muda di Belitong saat kini?<br><br>Tidak bisa gegabah menghakimi sebuah generasi. Saya tak pernah tahu masa lalu, jangan-jangan orang jaman dulu juga pemalasnya minta ampun. Saya tak punya data ini dan tak pernah merisetnya. Tokoh-tokoh dalam novel saya berjuang sebab jika tidak berjuang tak bisa makan atau tak bisa sekolah. Setiap generasi punya persepsi, value, style, dan karakternya masing-masing sesuai lingkungannya.<br><br>Namun di Belitong saya melihat minat orang muda untuk maju besar. Di Tanjungpandan banyak anak muda kreatif yang telah mampu membuat video klip dan bermain musik dengan kemampuan mengejutkan, menulis musik sendiri, merekamnya, dan menyerahkan karyanya pada saya untuk dipertimbangkan menjadi soundtrack film Laskar Pelangi, sangat mengesankan hasil karya mereka.<br><br>Orang muda Belitong menyerap dengan mudah apa-apa yang berasal dari kota, namun kemajuan mengarah pada hedonisme bukan pendidikan. Persepsi kejayaan dicitrakan sebagai implikasi materi dan politik oportunistik. Belakangan orang-orang muda Belitong memiliki nature yang cenderung politikal. Saya melakukan riset langsung dan mendapatkan fakta yang mencengangkan bahwa jumlah tamatan SMA Belitong yang dikirim orangtuanya untuk kuliah ke Jawa meningkat dramatis, namun jumlah mereka yang berhasil lulus SPMB terjun bebas. Dalam bahasa kasarnya dapat disebut orang-orang Belitong makin kaya namun anak-anaknya makin tak mampu secara akademik.<br><br>Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Beltim misalnya (yang saya amati langsung) sama sekali tak punya konsep learning society dan tak mampu berpikir sampai ke tingkat kultural edukasi. Dari bertubi-tubinya benchmark atau studi banding yang mereka lakukan apakah mereka tak pernah belajar dari Jogjakarta, misalnya yang memulai leraning society di gang-gang kampung dengan mencanangkan jam belajar masyarakat dari pukul 19.00-22.00. Lalu, jika di kota-kota lain kita disambut berbagai slogan yang penuh integritas ketika masuk kota tentang takwa, iman, dan bersih, dan belajar. Masuk kampung saya di Kecamatan Gantung di Belitong Timur (Beltim), Anda akan disambut sebuah papan iklan minuman keras yang sangat besar, jauh lebih besar dari papan reklame ekowisata Beltim di sebelahnya yang miring, kumal, dan menyedihkan. Lalu muncul menjamur (juga di Beltim) tempat-tempat maksiat model baru nun di hutan dan semak-semak pinggiran kampung, kafe hutan istilahnya. Di sanalah orang-orang muda terorientasi. Saya kira hal ini mencoreng identitas kita dan itulah wajah learning society Beltim khususnya di kampung saya.<br><br>Bagaimana Anda membaca perkembangan pemuda, mahasiswa, pelajar, dan generasi muda Bangka Belitong pasca menjadi provinsi ke 31 ini? Dan apa bedanya sebelum menjadi provinsi?<br><br>Saya tak memiliki data ini dan tak pernah merisetnya.<br><br>Nilai-nilai tradisi Melayu di Belitong dan Bangka Belitong umumnya, terkesan tergerus karena perkembangan zaman, selain itu strategi pengembangan dan pelestariannya oleh pemerintah terkesan sangat kurang. Bagaimana Anda membaca ini?<br><br>Saya juga tak punya data tentang ini dan tak mau sok tahu dengan berandai-andai, namun sikap saya sedikit banyak telah terwakili dari pernyataan saya tentang identitas orang Melayu sebagaimana saya sebutkan di atas.<br><br>Tampaknya militansi dan kerja keras untuk meraih mimpi masa depan semakin mengecil di dalam spirit kaum muda Bangka Belitong, apakah ini terkait juga dengan pola hidup budaya malas yang umumnya dilakoni masyarakat Melayu?<br><br>Ha, ha, menarik, saya sendiri baru belakangan tahu jika ternyata orang luar melihat kita begitu. Saya sempat tergelak dengan stereotype orang Melayu pemalas itu. Bagaimana saya tak tahu dan tak menyadari hal itu selama ini? Kita dan bagaimana persepsi orang tentang kita, seperti ikan yang tak menyadari dikelilingi air untuk hidup. Saya belajar introspeksi, berdasarkan persepsi itu saya segera memperhatikan attitude anggota keluarga saya sendiri, para ponakan dan sebagainya, lalu saya mengambil kesimpulan: sedikit banyak stereotype itu ada benarnya.<br><br>Keberhasilan Anda di dunia sastra memberi spirit baru bagi masyarakat Bangka Belitong, apakah Anda pernah ditelepon atau dikontak bupati, gubernur, atau pejabat lainnya di Bangka Belitong?<br><br>Saya sering dikontak beberapa orang yang mengaku dirinya pejabat baik di Bangka atau di Belitong, dari berbagai instansi atau wakil rakyat. Saya tidak menyukai pembicaraan politik, ide-ide politik, dan segala remeh temeh basa-basi retorikal ala politisi. Saya kira dari pada repot-repot mengontak saya lebih berguna jika mereka menggunakan waktu mereka untuk membuat spanduk dan kalender. Saya sama sekali tak berminat pada politik. Saya orang yang free, non partisan, non sekterian. Dengan demikian saya bisa obyektif dan tetap tajam dengan kritik-kritik sosial saya, dan kritik sosial itu adalah tugas saya, moral responsibility saya sebagai seorang penulis dan pengamat sosial. Dalam sebuah sistem yang dinamik para politisi mesti memahami orang-orang semacam saya sebagai bagian dari kontrol sosial. Saya kira saya lebih senang jika dikontak seorang guru di pedalaman Belitong daripada para pejabat itu.<br><br>Apa komentarnya Anda tentang Tambang Inkonvensional (TI) yang demikian banyak di Bangka Belitong ini?<br><br>No comment<br><br>Apa komentar Anda tentang pemerintah Kabupaten Belitong dan PT Timah?<br><br>Tentang pemerintah Kabupaten Belitong sedikit banyak pandangan dan aroma kritik sosial juga pujian telah saya tiupkan di atas. Dan tentang PT Timah, semoga lebih gencar dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) terutama CSR pendidikan. Saya kira setiap BUMN diwajibkan untuk melakukan CSR.<br><br>Dari royalti buku yang demikian besar itu, apa rencana Anda untuk masyarakat Belitong?<br><br>Semua rencana itu tercakup dalam “Laskar pelangi in action”<br><br>Apa untuk mencapai sukses seperti yang Anda nikmati sekarang, kita harus miskin dulu? Bagaimana Anda menjelaskan hal ini?<br><br>Tidak ada hubungan antara kemiskinan dan kesuksesan. Banyak orang kaya jadi miskin, orang kaya makin kaya, dan orang miskin makin miskin. Tapi yang banyak terjadi adalah adalah orang kaya berwawasan miskin. Hubungan kaya, miskin, dan sukses adalah semata persoalan integritas, sikap, dan mentalitas<br><br>Bagaimana kabar A-Ling dan Arai? Di mana mereka sekarang?<br><br>Ikuti cerita mereka di novel terakhir tetralogi Laskar Pelangi berjudul Maryamah Karpov yang akan terbit usai pembuatan film Laskar Pelangi.<br><br>Apakah Anda tak berniat belanjutkan studi ke S3?<br><br>Berminat<br><br>Provinsi Kepulauan Bangka Belitong yang kini baru berusia tujuh tahun sejak resmi jadi provinsi tahun 2000. Apa yang ingin Anda katakan terhadap jalannya roda pemerintahan selama 7 tahun itu?<br><br>Mengelola daerah bukanlah pekerjaan mudah, tak bisa dipungkiri, tampak jelas kemajuan sana-sini setelah menjadi provinsi sendiri. Saya tidak akan bicara seperti seorang politisi, yang ingin saya katakan/tanyakan hanya: mengapa ya sepertinya (khususnya di Belitong) makin banyak orang dewasa yang tak pandai mengaji Al-Qur’an? Bagaimana ya agar masjid-masjid kembali menjadi seperti oase bagi anak-anak kecil seperti masa kecil saya dulu? Tanggung jawab pemerintahkah ini? Bagian dari pembangunankah ini? Parameter dari kemajuan Babel 7 tahun itukah ini? Saya tak tahu.<br><br>Dan saya ingin pula menyampaikan bahwa saya telah mengunjungi banyak tempat di Indonesia, namun baru di Belitong saya menjumpai nama asli daerah dibahasaindonesiakan. Sehingga terkesan konyol misalnya Aik Kelik menjadi Air Keli (Kelik sesungguhnya adalah ikan lele). Saya mengunjungi tempat dengan nama yang amat susah ditulis, dieja, dan diucapkan. Di Aceh misalnya Ueleuleu, namun sedikitpun mereka tak merubahnya karena orang Aceh bangga akan nama daerahnya. Menurut saya pembangunan di Babel musti dimulai dari kebanggaan akan identitas kita sendiri, dan saya harap ada kebijakan Pemda Babel untuk mengembalikan nama daerah ke nama-nama aslinya.<br><br>Apakah Anda melihat para pejabat masih terkesan eforia pasca menjadi provinsi?<br><br>Saya jarang menyaksikan tabiat mereka karena saya tinggal di Jawa.<br><br>Bagaimana penilaian Anda terhadap pembangunan yang dilakukan selama ini, khususnya di Belitong?<br><br>Sangat baik, saya melihat kemajuan di sana-sini, fisikal terutama, spiritual? Mental? Masih pertanyaan besar, iklan minuman keras di gerbang kampung saya, kafe-kafe hutan, dan data edukasi saya tadi saja contohnya.<br><br>Kabarnya Anda pulang kampong ketika Hari Raya Idul Adha, apa yang Anda lakukan di kampong?<br><br>Memperbaiki toilet di rumah ibu saya yang meluap-luap, atap bocor di mana-mana<br><br>Di bidang pendidikan tinggi apakah sudah sangat perlu didirikan perguruan tinggi setingkat universitas di Bangka Belitong?<br><br>Diperlukan penelitian lebih lanjut, mendirikan pesantren, pusat studi Islam, tempat orang belajar mengaji saya kira jauh lebih urgent.<br><br>Setelah Sabron Aidit (almarhum), tampaknya Anda penerus sebagai sastrawan dari Belitong.<br><br>Saya amat respek pada almarhum tapi saya belum berani menyebut diri saya ini sastrawan, ada konsekuensi besar menjadi seorang sastrawan yang tak sembarang orang mampu memanggulnya.<br><br>Karya terpopulernya adalah "Laskar Pelangi"<br><br>Sumber : http://www.bangkabelitungprov.go.id/content/view/146/5/lang,id_ID/<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; https://www.finansialku.com/kisah-sukses-andrea-hirata/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1754915839/73f3f824ed197a6ca5aaf9c706857d1b/IMG_20221011_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2022-10-11 04:23:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2334597282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penulis Mira W</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2334626284</link>
         <description><![CDATA[<div>Mira Widjaja (Mira Wong) atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. (lahir 13 September 1951), adalah novelis Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa, ia dikenal sebagai salah satu penulis novel-novel roman populer di Indonesia.Ayahnya, Othniel, adalah pelopor industri perfilman di Indonesia. Mira menulis novel dengan berbagai genre, termasuk roman, kriminal, dan kehidupan rumah sakit.Ia berprofesi sebagai dokter sebelum menjadi penulis.Ia adalah anak kelima dari lima bersaudara. Kakaknya, Willy Wilianto, juga berkecimpung di dunia perfilman. Saat masih SD, Mira sudah menunjukkan bakat menulisnya, ia sering mengirim karyanya ke majalah-majalah anak ternama. Cerpen populer pertama Mira adalah "Benteng Kasih", yang dimuat di majalah Femina pada tahun 1975, saat itu ia masih kuliah kedokteran di Universitas Trisakti. Sedangkan novel pertamanya, Dokter Nona Friska, dimuat sebagai cerita bersambung di majalah Dewi pada tahun 1977, diikuti oleh novel keduanya, Sepolos Cinta Dini. Setahun kemudian, ia menerbitkan Cinta Tak Pernah Berhutang.<br><br>Setelah lulus dari Trisakti, Mira menjadi staf pengajar di Universitas Moestopo. Novelnya yang paling terkenal, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, diterbitkan pada tahun 1980.Ia terus menghasilkan karya, berkiblat pada penulis-penulis seperti Nh. Dini, Agatha Christie, Y. B. Mangunwijaya dan Harold Robbins. Mira, bersama dengan Marga T, dianggap sebagai pelopor penulis keturunan Tionghoa di Indonesia, menjadi inspirasi bagi penulis-penulis berikutnya seperti Clara Ng.<br><br>Hingga tahun 1995, Mira telah menerbitkan lebih dari 40 novel, kebanyakan di antaranya telah diangkat menjadi film dan sinetron, termasuk Dari Jendela SMP, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus Memilih, dan Permainan Bulan Desember.<br><br>Berikut beberapa novel karya Mira W<br>&nbsp;- Dari Jendela SMP<br>- Seandainya Aku Boleh Memilih<br>- Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat<br>- Kemilau Kemuning Senja<br>- Jangan Ucapkan Cinta<br>- Jangan Pergi, Lara<br>- Merpati Tak Pernah Ingkar Janji<br>- Deviasi&nbsp;<br>- Sampai Maut Memisahkan Kita<br>- Bukan Cinta Sesaat<br>- Ketika Cinta Harus Memilih<br>- Cinta Berkalang Noda<br>- Cinta Sepanjang Amazon<br>- Relung Relung Gelap Hati Sisi<br>dan masih banyak lagi karya karya nya<br><br>Karya terkenalnya adalah<br>- Dari Jendela SMP<br>- Merpati Tak Pernah Ingkar Janji<br>- Cermin Tak Pernah Berdusta<br>- Cinta Sepanjang Amazon<br>- Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1754915839/90d9c64879801e0a1ef211d6260eeed6/IMG_20221011_WA0021.jpg" />
         <pubDate>2022-10-11 04:52:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2334626284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336934737</link>
         <description><![CDATA[<div>Chairil Anwar lahir pada 26 Juli 1922 di Medan.</div><div>Selama hidupnya telah terdokumentasi karya Chairil Anwar yang terdiri dari 94 tulisan: 70 sajak asli, 4 saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan.</div><div>Penyair berjuluk "Binatang Jalang" ini menjadi pelopor Angkatan '45 dan puisi modern di Indonesia.</div><div>Nama Chairil Anwar makin terkenal saat tulisannya dimuat pada Majalah Nisan di tahun 1942. Selain puisi perjuangan "Siap Sedia" yang kontroversial bagi penjajah Jepang, dia juga membuat puisi "Aku". Puisi tersebut diterbitkan di majalah Timur pada tahun 1945. Puisi "Aku" dianggap sebagai pendobrak cara berpuisi bagi sebagian khalayak. Puisi yang sebenarnya sudah dibuat Chairil dua tahun sebelumnya itu membuatnya dijuluki "Binatang Jalang".</div><div><br></div><div>Sumber: <a href="https://tirto.id/biografi-singkat-chairil-anwar-penyair-berjuluk-binatang-jalang-f9UX">Biografi Singkat Chairil Anwar, Penyair Berjuluk Binatang Jalang (tirto.id)</a></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/f5ca59de606d182d68bec98e1b194ded/Chairil_Anwar.jpg" />
         <pubDate>2022-10-12 12:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336934737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336936610</link>
         <description><![CDATA[<div>Taufiq Ismail, penyair yang dikenal luas sebagai tokoh sastrawan Angkatan '66 ini lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935 dan dibesarkan di Pekalongan.</div><div>Kariernya sebagai penyair berawal ketika ia menulis puisi-puisi demonstrasi yang terkumpul dalam Tirani dan Benteng tahun 1966. Dia dikenal sebagai penyair partisan dalam aksi demonstrasi mahasiswa tahun 1966 itu dalam kapasitasnya sebagai wartawan harian Kami. Pada tahun 1970 terbit kumpulan Puisi-Puisi Sepi yang disusul kemudian tahun 1972 dengan Buku Tamu Musium Perjuangan. Dia menulis puisi anak-anak dan menghasilkan buku kumpulan puisi Kenalkan Saya Hewan yang terbit tahun 1973 dan diterbitkan ulang oleh Aries Lima tahun 1976. Pada tahun 1974 terbit kumpulan puisinya yang berjudul Ladang Jagung oleh Pustaka Jaya. Tahun 1990 terbit kumpulan puisinya untuk buklet baca puisi di lembar judul Puisi-Puisi Langit oleh Yayasan Ananda. Yayasan ini juga menerbitkan ulang gabungan Tirani dan Benteng dengan kata pengantar Kuntowijoyo tahun 1993. Ketika Indonesia mengalami krisis multidimensi yang berakhir dengan jatuhnya pemerintahan Orde Baru, Taufiq menulis puisi yang mengungkapkan situasi zaman yang bersangkutan dan mengumpulkannya dalam buku kumpulan puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia tahun 1998 yang diterbitkan Yayasan Ananda.</div><div>Jerih payahnya dalam dunia sastra telah menjadikannya penerima berbagai penghargaan, baik dari luar maupun dari dalam negeri. Anugerah Seni dari Pemerintah RI diterimanya tahun 1970. Penghargaan dari Pusat Bahasa diterimanya tahun 1994 yang kemudian membawanya untuk menerima SEA Write Award&gt; dari Kerajaan Thailand pada tahun itu juga. Pada tahun 1999 ia memperoleh penghargaan dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara 1999 di Negeri Johor, Malaysia. Sampai tahun 2003 ia menjadi juri selama bertahun-tahun dalam penilaian karya sastra yang dikelola Pusat Bahasa. Puncak penghargaan yang diterimanya adalah anugerah Dr. Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2003.</div><div><br></div><div><strong>Sumber:</strong> <a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Taufiq_Ismail">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Taufiq_Ismail</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/39e4208b0dc608c7522f3dde37c6d18c/TAUFIQ_ISMAIL.png" />
         <pubDate>2022-10-12 12:38:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336936610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336938296</link>
         <description><![CDATA[<div>W.S. Rendra dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, dengan nama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra pada tanggal 7 November 1935.</div><div>Rangkaian puisi dan sajak pernah tercipta dari buah pikir Rendra,termasuk Blues untuk Bonnie, Sajak-sajak Sepatu Tua, Mencari Bapak, Perjalanan Bu Aminah, Nyanyian Orang Urakan, Disebabkan oleh Angin, Sajak Sebatang Lisong, Orang-Orang Rangkasbitung, State of Emergency, Doa untuk Anak-Cucu, dan masih banyak lagi. Rendra piawai pula menulis naskah drama, seperti yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan, Bib Bob Rambate Rate Rata, Selamatan Anak Cucu Sulaiman, Mastodon dan Burung Kondor, Kasidah Barzanji, Lingkaran Kapur Putih, Panembahan Reso, Kisah Perjuangan Suku Naga, Shalawat Barzanji, Sobrat, dan lainnya. Selain itu, Rendra juga menerjemahkan karya sastra dari banyak tokoh besar dunia, seperti Hamlet dan Machbeth karya William Shakespeare, lalu Oedipus Rex, Odipus di Kolonus, dan Antigone karya Sophokles, juga Lysistrata karya Aristophanes. Tahun 1961, sepulangnya dari sekolah di Amerika Serikat, Rendra membentuk kelompok teater di Yogyakarta. Selanjutnya pada 1985, tulis Ulinuha Rosyadi dalam Biografi Tokoh Sastra (2012), ia mendirikan markas kegiatan berkesenian yang ia namakan Bengkel Teater. Di sinilah segala proses penciptaan karya dijalani Rendra.</div><div>Kepada Anton Lake, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pernah mewawancarainya, Rendra berkata bahwa ia tak henti-hentinya mempertanyakan gejala-gejala yang ada di sekitar untuk direnungkan dan dipertanyakan kembali.</div><div>Menciptakan karya, kata Rendra, adalah ibadah. Menciptakan puisi, misalnya, merupakan proses yang mengharuskan manusia untuk peka terhadap panggilan pesona dan lingkungan, alam, manusia, serta hewan atau semua ciptaan Tuhan dan masalah yang mereka hadapi.</div><div>Pada 2008, Rendra memperoleh gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari UGM. Karya-karya Rendra dianggap berpengaruh dalam khazanah satra di Indonesia. Rendra juga dikenal konsisten dalam berkarya sehingga karena proses itu karya-karya sastra yang besar muncul.</div><div><br></div><div>Sumber: <a href="https://tirto.id/sejarah-lahirnya-ws-rendra-7-november-1935-elgc">Sejarah Lahirnya W.S. Rendra 7 November 1935 (tirto.id)</a></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/d045e25b55ea3f0af40fc3b67a90f240/W_S_rendra.jpg" />
         <pubDate>2022-10-12 12:39:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336938296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336939766</link>
         <description><![CDATA[<div>Maya Lestari Gf merupakan penulis penerima beberapa penghargaan. Dikenal sebagai penulis buku anak dan remaja. Maya juga merupakan penerima apresiasi pendidikan keluarga kemdikbud RI.</div><div>Judul karyanya yaitu novel Love, Interrupted.</div><div><br></div><div>Sumber: <a href="https://mayalestarigf.com/">Maya Lestari GF – Kelas Menulis Maya Lestari Gf</a></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/796a9e890a31e25c6c991d1b8128cb1c/Maya_Lestari.png" />
         <pubDate>2022-10-12 12:40:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336939766</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336941794</link>
         <description><![CDATA[<div>Tere Liye lahir pada 21 Mei 1979, ia merupakan anak dari seorang petani biasa yang tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera. Nama asli Tere Liye adalah Darwis.&nbsp;</div><div>Beberapa karya Tere Liye yang diangkat ke layar lebar yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah. Meski berhasil dalam dunia literasi Indonesia, kegiatan menulis hanya sekedar hobi karena sehari-hari ia masih bekerja di kantor sebagai akuntan.</div><div>&nbsp;</div><div>Karya-Karya Tere Liye</div><ul><li>Hafalan Shalat Delisa (2005)</li><li>Moga Bunda Disayang Allah (2005)</li><li>Sepotong Hati Yang Baru</li><li>Berjuta Rasanya</li><li>Kisah Sang Penandai (2007)</li><li>Ayahku (BUKAN) Pembohong</li><li>Bidadari – Bidadari Surga (2008)</li><li>Sunset Bersama Rosie (2008)</li><li>Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)</li><li>Burlian (2009)</li><li>Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010)</li><li>Pukat (2010)</li><li>Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta</li><li>Eliana (2011)</li><li>Negeri Para Bedebah (2012)</li><li>Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2012)</li><li>Amelia (2013)</li><li>Negeri Di Ujung Tanduk (2013)</li><li>Bumi (2014)</li><li>Rindu (2014)</li><li>Bulan (2015)</li><li>Pulang (2015)</li><li>Matahari (2016)</li><li>Hujan (2016)</li><li>Tentang Kamu (2016)</li><li>#AboutLove (2016)</li><li>#AboutFriends (2017)</li><li>Bintang (2017)<br><br></li></ul><div>Sumber: <a href="https://www.infobiografi.com/biografi-dan-profil-lengkap-tere-liye/">Biografi dan Profil Lengkap Tere Liye - Penulis Novel Terkenal Indonesia (infobiografi.com)<br></a><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/1d8f5930d672400fd574d66a12cffac6/Tere_Liye.jpg" />
         <pubDate>2022-10-12 12:41:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336941794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336943686</link>
         <description><![CDATA[<div>Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 adalah penulis novel Laskar Pelangi (Bentang, 2005) yang merupakan novel best seller tahun 2006—2007.</div><div>Karya Andrea Hirata yang lain, adalah Sang Pemimpi (2006), Edensor (2007), dan "Maryamah Karpov”. Edensor masuk nomine penghargaan nasional sastra KLA (Khatulistiwa Literary Award) tahun 2007. Keempat karya Andrea ini (dengan Laskar Pelangi) disebut sebagai tetralogi kenangan Andrea akan masa kecilnya. Dengan novelnya Laskar Pelangi (dan penulis India Kiran Nagarkar dengan novelnya Die Statisten) ia memenangkan penghargaan ITB Buch Awards 2013 di Jerman. Selain tetralogi Laskar Pelangi, Andrea juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas(2010), Sebelas Patriot (2011), dan Laskar Pelangi Song Book (2012) yang berisi kisah-kisah dari Negeri Laskar Pelangi (Belitong) dan lagu-lagu karya Andrea Hirata.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Sumber:</strong> <a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Andrea_Hirata">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Andrea_Hirata</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/397b4c7ad8aed78dfe2144c6ba926a00/ANDREA_HIRATA.png" />
         <pubDate>2022-10-12 12:42:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336943686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336946373</link>
         <description><![CDATA[<div>Dewi Lestari Simangunsong atau lebih dikenal sebagai Dee Lestari adalah seorang penulis, pencipta lagu, dan penyanyi Indonesia.</div><div>Dee lahir di Bandung pada 20 Januari 1975.</div><div>Karya-karya Dee Lestari tak hanya berasal dari musik saja. Ia juga merupakan seorang penulis hebat dengan karya-karyanya yang besar. Karya pertama Dee yang meledak adalah Supernova 1: Kesatria, Putri, &amp; Bintang Jatuh. Novel ini dirilis pada Februari 2001 dan sudah terjual puluhan ribu eksemplar. Supernova 2: Akar dan Supernova 3: Petir akhirnya dirilis pada 2002 dan 2004. Dee Lestari kemudian kembali mengejutkan para penggemarnya lewat karya baru Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. Pada 2008, Dee Lestari merilis Rectoverso yang merupakan paduan dari fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Buku Rectoverso terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan.</div><div>Dee kemudian merilis novel Perahu Kertas dan Madre sebelum menyelesaikan seri Supernova. Rapijali merupakan seri novel terakhir yang dirilis oleh Dee Lestari pada 2021.</div><div><br></div><div>Sumber: <a href="https://entertainment.kompas.com/read/2022/09/07/113509466/biodata-dewi-lestari">https://entertainment.kompas.com/read/2022/09/07/113509466/biodata-dewi-lestari</a>&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/82bd3cb0e8366066cc1d76ff4de1542a/Dewi_Lestari.jpg" />
         <pubDate>2022-10-12 12:44:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336946373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuwana Satria Kusuma Yogaswara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336947891</link>
         <description><![CDATA[<div>Sapardi Djoko Damono lahir sebagai anak pertama pasangan Sadyoko dan Saparian, di Solo, Jawa Tengah, tanggal 20 Maret 1940. Dia berasal dari Solo, tepatnya Ngadijayan.</div><div>Sebagai pakar sastra, Sapardi menulis beberapa buku yang sangat penting, yaitu (1) Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (1978), (2) Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang (1979), (3) Kesusastraan Indonesia Modern: Beberapa Catatan (1999), (4) Novel Jawa Tahun 1950-an:Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur (1996), (5) Politik, Ideologi, dan Sastra Hibrida (1999), (6) Sihir Rendra: Permainan Makna (1999) dan Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan: Sebuah Catatan Awal. Sapardi menerjemahkan beberapa karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Hasil terjemahan tersebut antara lain Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea, Hemingway), Daisy Manis (Daisy Milles, Henry James), Puisi Brasilia Modern, George Siferis, Sepilihan Sajak, Puisi Cina Klasik, Puisi Klasik, Shakuntala, Dimensi Mistik dalam Islam karya Annemarie Schimmel , Afrika yang Resah (Song of Lowino dan Song of Ocol oleh Okot p'Bitek), Duka Cita bagi Elektra (Mourning Becomes Electra oleh Eugene O'Neill), Amarah I dan II (The Grapes of Wrath, John Steinbeck), dan sebagainya.</div><div>Beberapa penghargaan dan hadiah sastra diterima Sapardi Djoko Damono atas prestasinya dalam menulis puisi. Tahun 1963 ia mendapat Hadiah Majalah Basis atas puisinya "Ballada Matinya Seorang Pemberontak"; tahun 1978 menerima penghargaan Cultural Award dari Pemerintah Australia; tahun 1983 memperoleh hadiah Anugerah Puisi-Puisi Putera II untuk bukunya Sihir Hujan dari Malaysia; tahun 1984 mendapat hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta atas bukunya yang berjudul Perahu Kertas; tahun 1985 menerima Mataram Award; dan tahun 1986 ia menerima hadiah SEA Write Award (Hadiah Sastra Asean) dari Thailand. Sapardi juga mendapat Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1990. Dalam tahun 1996 ia memperoleh Kalyana Kretya dari Menristek RI. Tahun 2003 Sapardi mendapat penghargaan The Achmad Bakrie Award for Literature dan tahun 2004 Sapardi memperoleh Khatulistiwa Award. Pada tahun 2012, Sapardi juga mendapat penghargaan dari Akademi Jakarta.</div><div><br><strong>Sumber:</strong> <a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Sapardi_Djoko_Damono">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Sapardi_Djoko_Damono</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1669419822/85702782eb68e63c4b3b4d139e92d8a8/SAPARDI_DJOKO_DAMONO.png" />
         <pubDate>2022-10-12 12:45:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2336947891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafael Alvin Dwisaputra</title>
         <author>rafaelalvindwisaputra14</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338101842</link>
         <description><![CDATA[<div>- Lahir : 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara&nbsp;<br>- Sekolah dasar pada masa Belanda di Neutrale Hollands Inlandsche School (HIS) di Medan, sampai tamat HIS.<br>- Sekolah setingkat SLTP di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Medan, hanya kelas 1 kemudian meneruskan di MULO jakarta hanya sampai kelas 2.&nbsp;<br>- Setelah itu Chairil Anwar belajar sendiri (autodidak).&nbsp;<br>- Chairil Anwar mulai menulis 1942 menciptakan sajak berjudul "Nisan".&nbsp;<br>- Chairil Anwar menghasilkan sajak : Mirat Muda, Chairil Muda, Buat Nyonya N, Aku Berkisar Antara Mereka, Yang Terhempas dan Yang Luput, Derai-Derai Cemara, Aku Berada Kembali.&nbsp;<br>- Charil Anwar telah menghasilkan 71 buah sajak asli, 2 buah sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan.<br>- Sajak-sajak Chairil Anwar itu terkumpul, antara lain :&nbsp;<br>(1) Deru Campur Debu (1949) yang diterbitkan oleh Penerbit Pembangunan, Opbuow, Jakarta&nbsp;<br>(2) Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang Putus, (1949) yang diterbitkan oleh Pustaka Rakyat, Jakarta&nbsp;<br>(3) Aku Ini Binatang Jalang (1986) yang diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta.<br><br></div><div><strong>Sumber:</strong> <a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Chairil_Anwar">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Chairil_Anwar</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://4.bp.blogspot.com/-kZwG6GNaUtk/T3cSeEQGN2I/AAAAAAAAAH4/OywpqrbAzVo/s320/Chairil_anwar.jpg" />
         <pubDate>2022-10-13 04:26:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338101842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafael Alvin Dwisaputra</title>
         <author>rafaelalvindwisaputra14</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338175048</link>
         <description><![CDATA[<div>- Lahir di Bukittinggi, 25 juni 1935&nbsp;<br>- Pendidikannya diawali di sekolah rakyat di Solo dan ditamatkan di Sekolah Rakyat Muhammadiyah Ngupasan, Yogyakarta, tahun 1948.&nbsp;<br>- Pendidikan SMP 1 Bukittinggi, tamat tahun 1952.<br>- Pendidikan SMA di Bogor, tamat di SMA Negeri Pekalongan, tahun 1956.&nbsp;<br>- Pertukaran pelajar di White Fish Bay High School, Milwakee, Wisconsin, Amerika Serikat tahun 1957.&nbsp;<br>- Kariernya sebagai penyair dimulai tahun 1966.&nbsp;<br>- Karya puisinya :&nbsp;</div><ul><li>1966 Tirani dan Benteng&nbsp;</li><li>1970 Puisi-Puisi Sepi&nbsp;</li><li>1972 Buku Tamu Musium Perjuangan&nbsp;</li><li>1973 Kenalkan Saya Hewan&nbsp;</li><li>1974 Ladang Jagung&nbsp;</li><li>1990 Puisi-Puisi Langit&nbsp;</li><li>1998 Malu Aku Jadi Orang Indonesia </li></ul><div>- Penghargaan&nbsp;</div><ul><li>Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)</li><li>Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)</li><li>South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)</li><li>Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)</li><li>Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor, Malaysia (1999)</li><li>Doctor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)&nbsp;</li></ul><div><br></div><div><strong>Sumber:</strong> <br>https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2017/03/biografi-taufiq-ismail-sastrawan-angkatan-66.html<br><br><a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Taufiq_Ismail">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Taufiq_Ismail</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="http://3.bp.blogspot.com/-ELPz4I16_a4/U182UjfCXDI/AAAAAAAAAWo/55XI898Oo1w/s1600/Kumpulan+Puisi+Taufiq+Ismail+Lengkap+Terbaik1.jpg" />
         <pubDate>2022-10-13 05:35:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338175048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafael Alvin Dwisaputra</title>
         <author>rafaelalvindwisaputra14</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338466915</link>
         <description><![CDATA[<div>- Nama lengkap : Willibrordus Surendra Broto Rendra&nbsp;<br>- Lahir di Surakarta (Solo) 7 November 1935&nbsp;<br>- Meninggal tahun 2009 di Depok, Jawa Barat&nbsp;<br>- Pendidikan TK (1942) - SMA (1952) di sekolah Katolik St. Yosef Solo&nbsp;<br>- Kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fakultas Sastra&nbsp;<br>- Minat menulis puisi sejak SMP kelas 2, sajaknya terbit pertama kali tahun 1952 pada majalah Siasat&nbsp;<br>- Karya Sajak / puisi W.S. Rendra :&nbsp;</div><ul><li>Jangan Takut Ibu&nbsp;</li><li>Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)</li><li>Empat Kumpulan Sajak</li><li>Rick dari Corona</li><li>Potret Pembangunan Dalam Puisi</li><li>Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!</li><li>Nyanyian Angsa</li><li>Pesan Pencopet kepada Pacarnya</li><li>Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)</li><li>Perjuangan Suku Naga</li><li>Blues untuk Bonnie</li><li>Pamphleten van een Dichter</li><li>State of Emergency</li><li>Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api</li><li>Mencari Bapak</li><li>Rumpun Alang-alang</li><li>Surat Cinta</li><li>Sajak Rajawali</li><li>Sajak Seonggok Jagung&nbsp;</li></ul><div>- Penghargaan :&nbsp;</div><ul><li>Naskah drama berjudul <strong>Orang-Orang di Tikungan Jalan</strong> memenangi hadiah pertama lomba penulisan lakon Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta (1954)</li><li>Sastra Nasional BMKN (1957)&nbsp;</li><li>Anugerah Seni dari Menteri pendidikan dan Kebudayaan (1970)&nbsp;</li><li>Akademi Jakarta (1975)&nbsp;</li><li>Adam Malik (1989)</li><li>Wertheim Award untuk perjuangan Hak-Hak Asasi Kemanusiaan dalam Seni (1991)</li><li>SEA Write Award (1996)&nbsp;</li></ul><div><br><strong>Sumber:</strong> <a href="http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Rendra">http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Rendra</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia<br><br>https://www.biografiku.com/biografi-ws-rendra/&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://beamingnotes.com/wp-content/uploads/2016/08/ws-rendra.jpg" />
         <pubDate>2022-10-13 09:44:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338466915</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafael Alvin Dwisaputra</title>
         <author>rafaelalvindwisaputra14</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338528446</link>
         <description><![CDATA[<div>- Lahir 18 Agustus 1980&nbsp;<br>- SD Kompi Senapan C Kabupaten 50 Kota&nbsp;<br>- SMPN 1 Kecamatan Harau&nbsp;<br>- SMAN 1 Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat&nbsp;<br>- Diploma Sekretaris, AIM Padang&nbsp;<br>- S1 Jurnalistik, IAIN Imam Bonjol, Padang&nbsp;<br>- Aktif menulis sejak tahun 1999&nbsp;<br>- Karya :&nbsp;</div><ul><li>2004 Kumpulan Cerpen Kutukan Pitopang&nbsp;</li><li>2004 Novel Ken&nbsp;</li><li>2005 Denting&nbsp;</li><li>2013 serial anak : <em>Atar dan Peta Beliyaka</em>, <em>Atar dan Alamat yang Hilang</em>, dan <em>Atar dan Panci Ajaib</em>.</li><li>2014 Love&nbsp;</li><li>2015 Labirin Sang Penyihir&nbsp;</li><li>2015 Amazing Fables</li><li>2016 Cinta Segala&nbsp;</li><li>2017 Asal Mula nama nageri Sarilamak&nbsp;</li></ul><div><br>Sumber :&nbsp;<br>https://id.wikipedia.org/wiki/Maya_Lestari_Gf&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://mayalestarigf.com/wp-content/uploads/2020/10/Maya-Lestari-Gf-333x333.jpg" />
         <pubDate>2022-10-13 10:36:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2338528446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sasikirana </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2339736126</link>
         <description><![CDATA[<div>Darwis atau akrab dikenal sebagai Tere Liye penulis dan akuntan berkebangsaan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Memulai debut kepenulisan pada tahun 2005 melalui novel <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hafalan_Shalat_Delisa_(novel)">Hafalan Sholat Delisa</a>, ia telah menerbitkan lebih dari 50 buku dalam sepanjang karier menulisnya. Tere Liye berasal dari Lahat, Sumatera Selatan dan ia lahir 21 Mei 1979.<br><br><br>Setelah menyelesaikan studinya, Tere Liye bekerja sebagai seorang akuntan di sebuah perusahaan. Tere Liye memiliki ketrampilan dalam menulis novel berkat hobinya dalam menulis.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-14 02:57:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2339736126</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akira Maharani 8</title>
         <author>calculatorlover1</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2339869896</link>
         <description><![CDATA[<div>Chairil Anwar lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan. Setelah perceraian orang tua chairil, Chairil bersama Ibunya pindah ke Batavia saat Vhairil masih berusia 19 tahun dimana dia mulai berkenalan dengan dunia sastra. Chairil mulai terkenal di sunia sastra saat dia berumur 20 tahun. Hampir semua karya yang dia tulis merujuk kepada kematian namun saat pertama kali mengirmkan puisi - puisi nya ke majalah Pandji Pusaka, tetapi banyak karyanya yang ditolak karena dianggap terlalu individualis dan tidak sesuai dengan semangat kawasan kemakmuran bersama Asia timur raya. Puisi - puisinya beredar di kertas murah lalu mulai diterbitkan setelah tahun 1945. Chairil menulis 94 karya termasuk 70 puisi. Bagi Chairil Anwar, kemerdekaan juga berarti kemerdekaan kata - kata, kemerdekaan bicara dan kemerdekaan berekspresi. Karya Chairil anwar yang paling terkenal adalah puisi yang bernama "Aku".<br><br>Penghargaan:</div><ol><li>Bhagasasi Award dari pengurus Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB)</li><li>Bekasi Award itu, sebagai salah satu bentuk kepedulian dan perhatian dari pengurus DKB terhadap hasil karya besar Chairil Anwar</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1710624918/366af62365ddd9e655ceb35cedb4849b/Screenshot_20221013_143026_Google.jpg" />
         <pubDate>2022-10-14 05:25:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2339869896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pramoedya Ananta Toer</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2340591891</link>
         <description><![CDATA[<div>- Nayo 8 Class<br><br>Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora, Jawa Tengah, tanggal 6 Februari 1925. Tanggal 22 Juli 1947 ia ditangkap marinir Belanda karena menyimpan dokumen gerakan bawah tanah menentang Belanda. Kemudian, ia ditahan di penjara pemerintah Belanda di Pulau Edam dan di Bukit Duri, Jakarta, sampai tahun 1949. Ia juga pernah bekerja sebagai redaktur di Balai Pustaka pada tahun 1950—1951. Pada tahun 1952 Pramoedya mendirikan dan memimpin Literary dan Features Agency Duta sampai tahun 1954. Selama hidup, Pram telah menulis puluhan karya sastra baik berupa novel maupun kumpulan cerita pendek. Beberapa karyanya yang cukup populer antara lain :&nbsp;<br><br>• Di Tepi Kali Bekasi<br>• Bumi Manusia&nbsp;<br>• Anak Semua Bangsa, dan<br>• Gadis Pantai<br><br>&nbsp;Penghargaan yang pernah diraihnya antara lain adalah :<br>- Hadiah Sastra dari Balai Pustaka atas novelnya Perburuan (1950)<br>- Hadiah Sastra dari BMKN atas kumpulan cerpennya Cerita dari Blora (1952)<br>- penghargaan Unesco Madanjeet Singh Prize oleh Dewan Eksekutif Unesco (1996)<br><br>Sumber :<br>https://ditsmp.kemdikbud.go.id/yuk-mengenal-5-sosok-sastrawan-indonesia/<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1529561176/29865ed0b6dd6f7026977e2bc14af652/tmp_cam_3936800687188709247.jpg" />
         <pubDate>2022-10-14 14:56:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2340591891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRAMOEDYA ANANTA TOER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2341009411</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora, Jawa Tengah, tanggal 6 Februari 1925. Tanggal 22 Juli 1947 ia ditangkap marinir Belanda karena menyimpan dokumen gerakan bawah tanah menentang Belanda. Kemudian, ia ditahan di penjara pemerintah Belanda di Pulau Edam dan di Bukit Duri, Jakarta, sampai tahun 1949. Ia juga pernah bekerja sebagai redaktur di Balai Pustaka pada tahun 1950—1951. Pada tahun 1952 Pramoedya mendirikan dan memimpin Literary dan Features Agency Duta sampai tahun 1954. Selama hidup, Pram telah menulis puluhan karya sastra baik berupa novel maupun kumpulan cerita pendek. Beberapa karyanya yang cukup populer antara lain :&nbsp;<br><br>• Di Tepi Kali Bekasi<br>• Bumi Manusia&nbsp;<br>• Anak Semua Bangsa, dan<br>• Gadis Pantai<br><br>&nbsp;Penghargaan yang pernah diraihnya antara lain adalah :<br>- Hadiah Sastra dari Balai Pustaka atas novelnya Perburuan (1950)<br>- Hadiah Sastra dari BMKN atas kumpulan cerpennya Cerita dari Blora (1952)<br>- penghargaan Unesco Madanjeet Singh Prize oleh Dewan Eksekutif Unesco (1996)<br><br>Sumber :<br>https://ditsmp.kemdikbud.go.id/yuk-mengenal-5-sosok-sastrawan-indonesia/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1529561176/cd5f9b84b0a3daf8ef982c39acd1a586/tmp_cam_8008055200461291050.jpg" />
         <pubDate>2022-10-14 22:20:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2341009411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaila Nazifa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2342583624</link>
         <description><![CDATA[<div>Dee Lestari adalah salah satu penulis fiksi terpopuler di Indonesia. Trilogi terbarunya, Rapijali, yang memadukan tema musik, persahabatan, keluarga, dan politik, sudah beredar di pasaran dan bisa dinikmati dalam format digital maupun buku cetak.<br><br>Dee memulai karier menulisnya tahun 2001 dengan menerbitkan novel perdananya yakni Supernova episode Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang sukses di pasaran. Serial Supernova tamat pada 2016 dengan jumlah total enam episode. Dee juga menulis kumpulan cerpen yakni Filosofi Kopi, Rectoverso, dan Madre. Novel Dee lainnya adalah Perahu Kertas dan Aroma Karsa. Dee telah merilis dua karya nonfiksi, Di Balik Tirai Aroma Karsa dan Rantai Tak Putus. Dee menerima penghargaan Buku Fiksi Favorit Pembaca dan Penulis Favorit Pembaca di ajang Anugerah Pembaca Indonesia tahun 2015 dan 2016. Dee juga telah dua kali dianugerahi penghargaan Book of the Year melalui bukunya Inteligensi Embun Pagi dan Aroma Karsa.&nbsp;<br><br>Buku-buku Dee telah banyak difilmkan dan menjadi box office nasional.<br><br>Sumber :<br>https://karyakarsa.com/deelestari?gclid=Cj0KCQjw166aBhDEARIsAMEyZh5iO9QuiXRoYBDg-VmPIvA2FgepqcXd-e1Ou2NB7nfQR2W4g1iplJkaAk5DEALw_wcB</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1755272048/eb74b58aa4103d4d85d3c932d92f7240/IMG_20221017_WA0002.jpg" />
         <pubDate>2022-10-17 05:24:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2342583624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346399911</link>
         <description><![CDATA[<div>Chairil Anwar lahir pada 26 Juli 1922 di Medan.</div><div>Selama hidupnya telah terdokumentasi karya Chairil Anwar yang terdiri dari 94 tulisan: 70 sajak asli, 4 saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan.</div><div>Penyair berjuluk "Binatang Jalang" ini menjadi pelopor Angkatan '45 dan puisi modern di Indonesia.</div><div>Nama Chairil Anwar makin terkenal saat tulisannya dimuat pada Majalah Nisan di tahun 1942. Selain puisi perjuangan "Siap Sedia" yang kontroversial bagi penjajah Jepang, dia juga membuat puisi "Aku". Puisi tersebut diterbitkan di majalah Timur pada tahun 1945. Puisi "Aku" dianggap sebagai pendobrak cara berpuisi bagi sebagian khalayak. Puisi yang sebenarnya sudah dibuat Chairil dua tahun sebelumnya itu membuatnya dijuluki "Binatang Jalang".</div><div><br></div><div>Sumber: <a href="https://tirto.id/biografi-singkat-chairil-anwar-penyair-berjuluk-binatang-jalang-f9UX">Biografi Singkat Chairil Anwar, Penyair Berjuluk Binatang Jalang (tirto.id)</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/2cd54f0fdfd7c13847cfa8d21a390a78/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:09:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346399911</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346405288</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Taufiq Ismail,</strong> penyair yang dikenal luas sebagai tokoh sastrawan Angkatan '66 ini lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935 dan dibesarkan di Pekalongan.Kariernya sebagai penyair berawal ketika ia menulis puisi-puisi demonstrasi yang terkumpul dalam Tirani dan Benteng tahun 1966. Dia dikenal sebagai penyair partisan dalam aksi demonstrasi mahasiswa tahun 1966 itu dalam kapasitasnya sebagai wartawan harian Kami. Pada tahun 1970 terbit kumpulan Puisi-Puisi Sepi yang disusul kemudian tahun 1972 dengan Buku Tamu Musium Perjuangan. Dia menulis puisi anak-anak dan menghasilkan buku kumpulan puisi Kenalkan Saya Hewan yang terbit tahun 1973 dan diterbitkan ulang oleh Aries Lima tahun 1976. Pada tahun 1974 terbit kumpulan puisinya yang berjudul Ladang Jagung oleh Pustaka Jaya. Tahun 1990 terbit kumpulan puisinya untuk buklet baca puisi di lembar judul Puisi-Puisi Langit oleh Yayasan Ananda. Yayasan ini juga menerbitkan ulang gabungan Tirani dan Benteng dengan kata pengantar Kuntowijoyo tahun 1993. Ketika Indonesia mengalami krisis multidimensi yang berakhir dengan jatuhnya pemerintahan Orde Baru, Taufiq menulis puisi yang mengungkapkan situasi zaman yang bersangkutan dan mengumpulkannya dalam buku kumpulan puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia tahun 1998 yang diterbitkan Yayasan Ananda.Jerih payahnya dalam dunia sastra telah menjadikannya penerima berbagai penghargaan, baik dari luar maupun dari dalam negeri. Anugerah Seni dari Pemerintah RI diterimanya tahun 1970. Penghargaan dari Pusat Bahasa diterimanya tahun 1994 yang kemudian membawanya untuk menerima SEA Write Award&gt; dari Kerajaan Thailand pada tahun itu juga. Pada tahun 1999 ia memperoleh penghargaan dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara 1999 di Negeri Johor, Malaysia. Sampai tahun 2003 ia menjadi juri selama bertahun-tahun dalam penilaian karya sastra yang dikelola Pusat Bahasa. Puncak penghargaan yang diterimanya adalah anugerah Dr. Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2003.Sumber: http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Taufiq_Ismail | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/8c3db5b55801a18a650997b698267221/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346405288</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346407758</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>W.S. Rendra </strong>dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, dengan nama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra pada tanggal 7 November 1935.Rangkaian puisi dan sajak pernah tercipta dari buah pikir Rendra,termasuk Blues untuk Bonnie, Sajak-sajak Sepatu Tua, Mencari Bapak, Perjalanan Bu Aminah, Nyanyian Orang Urakan, Disebabkan oleh Angin, Sajak Sebatang Lisong, Orang-Orang Rangkasbitung, State of Emergency, Doa untuk Anak-Cucu, dan masih banyak lagi. Rendra piawai pula menulis naskah drama, seperti yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan, Bib Bob Rambate Rate Rata, Selamatan Anak Cucu Sulaiman, Mastodon dan Burung Kondor, Kasidah Barzanji, Lingkaran Kapur Putih, Panembahan Reso, Kisah Perjuangan Suku Naga, Shalawat Barzanji, Sobrat, dan lainnya. Selain itu, Rendra juga menerjemahkan karya sastra dari banyak tokoh besar dunia, seperti Hamlet dan Machbeth karya William Shakespeare, lalu Oedipus Rex, Odipus di Kolonus, dan Antigone karya Sophokles, juga Lysistrata karya Aristophanes. Tahun 1961, sepulangnya dari sekolah di Amerika Serikat, Rendra membentuk kelompok teater di Yogyakarta. Selanjutnya pada 1985, tulis Ulinuha Rosyadi dalam Biografi Tokoh Sastra (2012), ia mendirikan markas kegiatan berkesenian yang ia namakan Bengkel Teater. Di sinilah segala proses penciptaan karya dijalani Rendra.Kepada Anton Lake, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pernah mewawancarainya, Rendra berkata bahwa ia tak henti-hentinya mempertanyakan gejala-gejala yang ada di sekitar untuk direnungkan dan dipertanyakan kembali.Menciptakan karya, kata Rendra, adalah ibadah. Menciptakan puisi, misalnya, merupakan proses yang mengharuskan manusia untuk peka terhadap panggilan pesona dan lingkungan, alam, manusia, serta hewan atau semua ciptaan Tuhan dan masalah yang mereka hadapi.Pada 2008, Rendra memperoleh gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari UGM. Karya-karya Rendra dianggap berpengaruh dalam khazanah satra di Indonesia. Rendra juga dikenal konsisten dalam berkarya sehingga karena proses itu karya-karya sastra yang besar muncul.Sumber: Sejarah Lahirnya W.S. Rendra 7 November 1935 (tirto.id)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/6cb2b5d508c1c225d07eee352d50fd1e/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:17:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346407758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346412806</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Maya Lestari Gf</strong> merupakan penulis penerima beberapa penghargaan. Dikenal sebagai penulis buku anak dan remaja. Maya juga merupakan penerima apresiasi pendidikan keluarga kemdikbud RI.Judul karyanya yaitu novel Love, Interrupted<br><br>karya maya lestari Gf&nbsp; 2004 Kumpulan Cerpen Kutukan Pitopang<br> 2004 Novel Ken<br> 2005 Denting<br> 2013 serial anak : <em>Atar dan Peta Beliyaka</em>, <em>Atar dan Alamat yang Hilang</em>, dan <em>Atar dan Panci Ajaib</em>.<br>2014 Love&nbsp;<br>2015 Labirin Sang Penyihir<br> 2015 Amazing Fables<br>2016 Cinta Segala&nbsp;<br>2017 Asal Mula nama nageri Sarilamak&nbsp;</div><div><br>.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/36412e5ac8ebab7ac87366eec442a2db/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:23:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346412806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346417655</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>tere Liye </strong>lahir pada 21 Mei 1979, ia merupakan anak dari seorang petani biasa yang tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera. Nama asli Tere Liye adalah Darwis. Beberapa karya Tere Liye yang diangkat ke layar lebar yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah. Meski berhasil dalam dunia literasi Indonesia, kegiatan menulis hanya sekedar hobi karena sehari-hari ia masih bekerja di kantor sebagai akuntan. Karya-Karya Tere LiyeHafalan Shalat Delisa<br>&nbsp;(2005)Moga Bunda Disayang Allah (2005)Sepotong Hati Yang BaruBerjuta RasanyaKisah Sang Penandai&nbsp;<br>(2007)Ayahku (BUKAN) PembohongBidadari – Bidadari Surga (2008)Sunset Bersama Rosie (2008)Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)Burlian&nbsp;<br>(2009)Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin<br>&nbsp;(2010)Pukat<br>&nbsp;(2010)Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap CintaEliana&nbsp;<br>(2011)Negeri Para Bedebah&nbsp;<br>(2012)Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah&nbsp;<br>(2012)Amelia<br>&nbsp;(2013)Negeri Di Ujung Tanduk&nbsp;<br>(2013)Bumi<br>&nbsp;(2014)Rindu<br>&nbsp;(2014)Bulan&nbsp;<br>(2015)Pulang&nbsp;<br>(2015)Matahari<br> (2016)Hujan&nbsp;<br>(2016)Tentang Kamu<br>&nbsp;(2016)#AboutLove<br>&nbsp;(2016)#AboutFriends<br>&nbsp;(2017)Bintang&nbsp;<br>(2017)Sumber: Biografi dan Profil Lengkap Tere Liye - Penulis Novel Terkenal Indonesia (infobiografi.com)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/7ffe6dea3e977a4898b9d309ef362db5/images.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:28:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346417655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346419367</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Andrea Hirata </strong>Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 adalah penulis novel Laskar Pelangi (Bentang, 2005) yang merupakan novel best seller tahun 2006—2007.<br><br>Karya Andrea Hirata yang lain, adalah Sang Pemimpi (2006), Edensor (2007), dan "Maryamah Karpov”. Edensor masuk nomine penghargaan nasional sastra KLA (Khatulistiwa Literary Award) tahun 2007. Keempat karya Andrea ini (dengan Laskar Pelangi) disebut sebagai tetralogi kenangan Andrea akan masa kecilnya. Dengan novelnya Laskar Pelangi (dan penulis India Kiran Nagarkar dengan novelnya Die Statisten) ia memenangkan penghargaan ITB Buch Awards 2013 di Jerman. Selain tetralogi Laskar Pelangi, Andrea juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas(2010), Sebelas Patriot (2011), dan Laskar Pelangi Song Book (2012) yang berisi kisah-kisah dari Negeri Laskar Pelangi (Belitong) dan lagu-lagu karya Andrea Hirata.&nbsp;<br><br><br><br>Sumber: http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Andrea_Hirata | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/1b41f6e34f72b26adb593c54147695aa/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:30:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346419367</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346420934</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Dewi Lestari</strong> Simangunsong atau lebih dikenal sebagai Dee Lestari adalah seorang penulis, pencipta lagu, dan penyanyi Indonesia.<br><br>Dee lahir di Bandung pada 20 Januari 1975.<br><br>Karya-karya Dee Lestari tak hanya berasal dari musik saja. Ia juga merupakan seorang penulis hebat dengan karya-karyanya yang besar. Karya pertama Dee yang meledak adalah Supernova 1: Kesatria, Putri, &amp; Bintang Jatuh. Novel ini dirilis pada Februari 2001 dan sudah terjual puluhan ribu eksemplar. Supernova 2: Akar dan Supernova 3: Petir akhirnya dirilis pada 2002 dan 2004. Dee Lestari kemudian kembali mengejutkan para penggemarnya lewat karya baru Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. Pada 2008, Dee Lestari merilis Rectoverso yang merupakan paduan dari fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Buku Rectoverso terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan.<br><br>Dee kemudian merilis novel Perahu Kertas dan Madre sebelum menyelesaikan seri Supernova. Rapijali merupakan seri novel terakhir yang dirilis oleh Dee Lestari pada 2021.<br><br><br><br>Sumber: https://entertainment.kompas.com/read/2022/09/07/113509466/biodata-dewi-lestari&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/2110bd616a092df316782f3dc74bef79/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:32:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346420934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346422547</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Sapardi Djoko Damono </strong>lahir sebagai anak pertama pasangan Sadyoko dan Saparian, di Solo, Jawa Tengah, tanggal 20 Maret 1940. Dia berasal dari Solo, tepatnya Ngadijayan.<br><br>Sebagai pakar sastra, Sapardi menulis beberapa buku yang sangat penting, yaitu (1) Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (1978), (2) Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang (1979), (3) Kesusastraan Indonesia Modern: Beberapa Catatan (1999), (4) Novel Jawa Tahun 1950-an:Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur (1996), (5) Politik, Ideologi, dan Sastra Hibrida (1999), (6) Sihir Rendra: Permainan Makna (1999) dan Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan: Sebuah Catatan Awal. Sapardi menerjemahkan beberapa karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Hasil terjemahan tersebut antara lain Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea, Hemingway), Daisy Manis (Daisy Milles, Henry James), Puisi Brasilia Modern, George Siferis, Sepilihan Sajak, Puisi Cina Klasik, Puisi Klasik, Shakuntala, Dimensi Mistik dalam Islam karya Annemarie Schimmel , Afrika yang Resah (Song of Lowino dan Song of Ocol oleh Okot p'Bitek), Duka Cita bagi Elektra (Mourning Becomes Electra oleh Eugene O'Neill), Amarah I dan II (The Grapes of Wrath, John Steinbeck), dan sebagainya.<br><br>Beberapa penghargaan dan hadiah sastra diterima Sapardi Djoko Damono atas prestasinya dalam menulis puisi. Tahun 1963 ia mendapat Hadiah Majalah Basis atas puisinya "Ballada Matinya Seorang Pemberontak"; tahun 1978 menerima penghargaan Cultural Award dari Pemerintah Australia; tahun 1983 memperoleh hadiah Anugerah Puisi-Puisi Putera II untuk bukunya Sihir Hujan dari Malaysia; tahun 1984 mendapat hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta atas bukunya yang berjudul Perahu Kertas; tahun 1985 menerima Mataram Award; dan tahun 1986 ia menerima hadiah SEA Write Award (Hadiah Sastra Asean) dari Thailand. Sapardi juga mendapat Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1990. Dalam tahun 1996 ia memperoleh Kalyana Kretya dari Menristek RI. Tahun 2003 Sapardi mendapat penghargaan The Achmad Bakrie Award for Literature dan tahun 2004 Sapardi memperoleh Khatulistiwa Award. Pada tahun 2012, Sapardi juga mendapat penghargaan dari Akademi Jakarta.<br><br><br><br>Sumber: http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Sapardi_Djoko_Damono | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1788999879/3570d912445cfd08cb51ff6f9a24b470/download.jpg" />
         <pubDate>2022-10-19 05:33:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2346422547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elmira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2348344379</link>
         <description><![CDATA[<div>SAPARDI DJOKO DAMONO terkenal sebagai penyair, Sapardi DJOKO DAMONO juga dikenal sebagai dosen,pemangat sastra,kritikus sastra dan pengamat sastra, SAPARDI DJOKO DAMONO merupakan anak pertama pasangan Sadyoko dan Saparian, di Solo, Jawa Tengah, tanggal 20 Maret 1940. Dia berasal dari Solo, tepatnya Ngadijayan.<br><br>Pendidikan yang dijalaninya adalah SR (sekolah rakyat), lalu SMP Negeri II Solo. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas, Sapardi kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jurusan Sastra Inggris. Dia pernah memperdalam pengetahuan tentang humanities di University of Hawaii, Amerika Serikat, tahun 1970—1971.<br><br>Tahun 1989 Sapardi Djoko Damono memperoleh gelar doktor dalam ilmu sastra dengan disertasi yang berjudul "Novel Jawa Tahun 1950-an: Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur". Tahun 1995 ia dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.<br><br>Karya SAPARDI DJOKO DAMONO,yaitu Sapardi mengumpulkan sajaknya dalam buku yang berjudul Duka-Mu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Akuarium (1974), Perahu Kertas (1983), Sihir Hujan (1984), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-Ayat Api (2000), Mata Jendela (2000), dan Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro (2003). Dalam tahun 2001 terbit kumpulan cerpennya berjudul Pengarang Telah Mati. Tahun 2009 terbit kumpulan sajaknya yang berjudul Kolam dan masih banyak yang lainnya.<br><br>Sumber: http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Sapardi_Djoko_Damono | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1664614242/92ac3945aaef078d3f449b17d0c47797/Screenshot_20221020_001542_2.png" />
         <pubDate>2022-10-20 04:28:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2348344379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BiografiAndrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung pada tanggal 24 Oktober 1982. Ia dikenal sebagai seorang penulis novel yang karyanya diangkat ke layar lebar teater musikal.Andrea Hirata adalah lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan studi S1 di UI, pria yang kini masih bekerja di kantor pusat PT Telkom ini mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cumlaude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah.Pada tahun 1997, Andrea Hirata resmi menjadi pegawai PT Telkom. Niatnya untuk menuliskan pengabdian sang inspiratornya kembali membuncah manakala dia menjadi relawan untuk korban tsunami di Aceh. Ketika dia melihat rumah, sekolah, dan berbagai bangunan yang ambruk, memorinya akan masa kecilnya dan tentu saja, Bu Mus memantapkan hatinya untuk menuliskan perjuangan guru tercintanya itu ke dalam sebuah karya sastra. Kemudian,  Andrea Hirata berhasil membuat novel Laskar Pelangi hanya dalam waktu tiga minggu.Namanya makin melejit seiring kesuksesan novel pertamanya, LASKAR PELANGI. Novel tersebut kemudian jadi best seller. Selain LASKAR PELANGI, ia juga menulis SANG PEMIMPI dan EDENSOR, serta MARYAMAH KARPOV. Keempat novel tersebut tergabung dalam tetralogi.Walaupun sebenarnya Andrea Hirata tidak berniat untuk mempublikasikan novel atau mengirimkannya pada penerbit, Laskar pelangi tetap sampai pada penerbit. Begitu banyak penghargaan yang Andrea Hirata terima. Beberapa di antaranya adalah penghargaan dari Khatulistiwa Literaly Award (KLA) pada tahun 2007, Aisyiyah Award, Paramadina Award, Netpac Critics Award, dan lain sebagainya.Sukses dengan novel tetralogi, Andrea merambah dunia film. Novelnya yang pertama, telah diangkat ke layar lebar, dengan judul sama, LASKAR PELANGI pada 2008. Dengan menggandeng Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser, film ini menjadi film yang paling fenomenal di 2008. Dan jelang akhir tahun 2009, Andrea bersama Miles Films dan Mizan Production kembali merilis sekuelnya, SANG PEMIMPI.</title>
         <author>kharasuryatwishardhany02</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2353358282</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pendidikan<br></strong><br></div><ul><li>S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia</li><li>S2 Universite de Paris Sorbonne (Perancis)</li><li>Sheffield Hallam University (Inggris).<br><strong>Karir</strong><ul><li>Novelis</li><li>Staf PT. Telkom<br><strong>Penghargaan</strong><ul><li>Khatulistiwa Literaly Award (KLA), 2007</li><li>Aisyiyah Award,</li><li>Paramadina Award</li><li>Netpac Critics Award<br>-source : https://m.merdeka.com/andrea-hirata/profil<br>(Khara)<br><br></li></ul></li></ul></li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://m.merdeka.com/andrea-hirata/profil" />
         <pubDate>2022-10-24 10:39:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2353358282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357274216</link>
         <description><![CDATA[<div>Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Chairil Anwar dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku). Karir Chairil Anwar sebagai seorang penyair berawal dari tahun 1942. Ketika itu beliau berhasil membuat puisi yang berjudul "Nisan" di usianya yang menginjak 20 tahun. Karena puisi itu juga, nama Chairil Anwar mulai dikenal dalam dunia sastra Indonesia. Penulis Indonesia Chairil Anwar (1922–1949) menulis 75 puisi, 7 prosa, dan 3 koleksi puisi. Beberapa diantaranya yang terkenal populer berjudul Aku, Doa, Krawang Bekasi, Kepada Minta-Minta, Kapada Kawan, Derai-Derai Cemara, Cintaku Jauh Di Pulau, dan Persetujuan Dengan Bung Karno. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.<br><br>Sumber:&nbsp;<br>- https://haloedukasi.com/karya-chairil-anwar<br>- www.wartabahasa.com/2010/11/profil-chairil-anwar.html</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.tagar.id/Asset/uploads2019/1588068826025-chairil-anwar.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 13:28:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357274216</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357330551</link>
         <description><![CDATA[<div>Taufik Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan Indonesia terkenal. Ia lahir pada 25 Juni 1935 di Fort de Kock, Sumatera Barat (sekarang kota Buktttinggi).&nbsp; Taufik Ismail dikenal sebagai salah satu tokoh sastrawan Indonesia dengan banyak penghargaan. Karya-karyanya berupa cerita, pusisi dan karya sastra lain sering jadi rujukan. Taufik Ismail lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail (1910-1998) asal Banuhampu, Agam dan Sitti Nur Muhammad Nur (1912-1982) asal Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatra Barat. Ayahnya adalah seorang ulama dan pendiri permi. Ia menghabiskan masa SD di Solo, Semarang, dan Yogyakarta, SMP di Bukittinggi, dan SMA di Pekalongan. Taufik Ismail telah bercita-cita menjadi seorang sastrawan sejak duduk di bangku SMA. Namun, ia memilih jalan hidup yang cukup unik, yakni dengan menempuh sekolah kedokteran hewan dan menjadi ahli peternakan. Hal ini dilakukannya untuk bisa membiayai karir impiannya, yakni menjadi penulis <a href="https://kumparan.com/topic/puisi">puisi</a>. Taufik Ismail memiliki banyak karya, beberapa diantaranya yang legendaris dan populer (1966-1971) adalah Kembalikan Indonesia Padaku, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini, Dengan Puisi Aku..., dan Doa. Tahun 2003, Taufiq Ismail mendapat penghargaan doktor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta.<br><br>Sumber:<br>- id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Ismail<br>- https://www.infoakurat.com/2018/04/biografi-taufik-ismail.html<br>- https://kumparan.com/berita-terkini/4-contoh-puisi-karya-taufik-ismail-yang-terbaik-sepanjang-masa-1yTQClHU7io/full</div>]]></description>
         <enclosure url="http://3.bp.blogspot.com/-ELPz4I16_a4/U182UjfCXDI/AAAAAAAAAWo/55XI898Oo1w/s1600/Kumpulan+Puisi+Taufiq+Ismail+Lengkap+Terbaik1.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 13:56:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357330551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357390021</link>
         <description><![CDATA[<div>Willibrordus Surendra Broto Rendra atau biasa dikenal dengan nama W. S. Rendra adalah seorang penyair ternama kelahiran Solo, Jawa Tengah. W.S. Rendra sering dijuluki “Burung Merak” karena penampilannya yang selalu penuh dengan pesona. Masa kecil Rendra banyak dihabiskan di Kota kelahirannya, Solo. Rendra sudah mulai terlihat tertarik dalam bakat Sastra sejak ia duduk di bangku SMP. Ia menulis puisi, drama, dan cerita pendek sejak ia masih duduk di SMP. Bukan hanya menulis, Rendra juga piawai berada di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya. Rendra memiliki banyak sekali karya yang Ia buat. Beberapa karya populer diantaranya adalah Orang-Orang Di Tikungan Jalan, Selamatan Anak Cucu Sulaiman, Kisah Perjuangan Suku Naga, Mastodon Dan Burung Kondor, Sekda, Penembahan Reso, Makna Sebuah Titipan, Sajak-Sajak Sepatu Tua, Ballada Orang-Orang Tercinta, dan Bib Bob Rambate Rate Rata. Penghargaan yang didapatkan oleh W.S. Rendra adalah Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta (1954), Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956), Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970), Hadiah Akademi Jakarta (1975), Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976), Penghargaan Adam Malik (1989), The S.E.A. Write Award (1996), dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).&nbsp;<br><br>Sumber:<br>- https://felixsdp.blogspot.com/2009/08/ws-rendra-riwayat-karya-dan-penghargaan.html</div><div>- https://haloedukasi.com/karya-w-s-rendra#6_Penembahan_Reso_1986<br>- https://www.zenius.net/blog/ws-rendra</div>]]></description>
         <enclosure url="http://2.bp.blogspot.com/-OrqFNK_1Wrs/UbJqKkpf5DI/AAAAAAAABAc/lzxY7g7zFWY/s1600/WS+RENDRA.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 14:26:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357390021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357423967</link>
         <description><![CDATA[<div>Maya Lestari Gf merupakan penulis penerima beberapa penghargaan. Maya Lestari Gf mulai aktif menulis sejak tahun 1999. Ia dikenal sebagai penulis buku anak dan remaja. Maya juga merupakan penerima apresiasi pendidikan keluarga kemdikbud RI. Maya Lestari Gf cukup memiliki banyak karya yang populer diantaranya adalah Kumpulan Cerpen Kutukan Pitopang, 2004 Novel Ken, 2005 Denting, 2013 serial anak : <em>Atar dan Peta Beliyaka</em>, <em>Atar dan Alamat yang Hilang</em>, dan <em>Atar dan Panci Ajaib, </em>2014 Love ,2015 Labirin Sang Penyihir, 2015 Amazing Fables, 2016 Cinta Segala, 2017 Asal Mula nama nageri Sarilamak. Maya Lestari juga berhasil mendapatkan penghargaan pada tahun 2016 menjadi pemenang pertama Lomba Manulis Konsep Pendidikan sebagai Gerakan Semesta.&nbsp;<br><br>Sumber:&nbsp;<br>- https://id.wikipedia.org/wiki/Maya_Lestari_Gf</div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-eWZ3obxA5aY/WHSHtgErxaI/AAAAAAAAAn4/WdcS_a3Z0hkir0-LZEhKVgWuoGobVGCfACLcB/s640/cinta%2Bsegala%2Bmusim2.png" />
         <pubDate>2022-10-26 14:43:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357423967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357426556</link>
         <description><![CDATA[<div>Darwis atau yang lebih dikenal dengan nama Tere Liye lahir di tanggal 21 Mei 1979. Masa kecil Tere Liye banyak dihabiskan di kampung halamannya. Menginjak usia sekolah, Tere Liye bersekolah di SDN 2 Kikim Timur di Kecamatan Kikim Timur. Selanjutnya, Tere Liye meneruskan pendidikan tingkat menengah ke SMPN 2 Kikim yang juga terletak di wilayah Kabupaten Lahat. Saat SMP dan SMA, Tere Liye telah terbiasa menulis dan mengirim tulisannya ke majalah dan koran lokal tempat ia tinggal. Setelah kuliah, penulis yang telah menghasilkan 28 buku ini mulai mengirim tulisan berupa artikel opini di koran nasional, seperti kompas. Sejak saat itu, karir penulisannya berlanjut ke novel. 6 karya novel Tere Liye terpopuler adalah Tentang Kamu, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, Serial Bumi, Hujan, Negeri Para Bedebah, Pulang-Pergi, dan Moga Bunda Disayang Allah. novel karya Tere Liye berjudul Tentang Kamu, mendapat penghargaan Buku Islami Terbaik Fiksi Dewasa di Islamic Book Award 2017 dalam perhelatan Islamic Book Fair 2017 di Jakarta.<br><br>Sumber:<br>- www.anakui.com/biografi-tere-liye-lulusan-akuntansi-ui/<br>- https://www.ganto.co/berita/2616/perjalanan-karir-tere-liye.html<br>- republika.co.id/berita/opdigl328/tere-liye-bersyukur-raih-apresiasi-di-islamic-book-fair</div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-1Ip4mLb4OhU/XnR9tb6vOyI/AAAAAAAAAH4/CGqJB3NpFmAzUTIGrJI1nDNwDjnVV-LLQCLcBGAsYHQ/w1200-h630-p-k-no-nu/Quotes-Tere-Liye-Alfabetis.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 14:44:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357426556</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357592080</link>
         <description><![CDATA[<div>Andrea Hirata lahir pada tanggal 24 Oktober 1982 di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Andrea Hirata dikagumkan oleh satu novel yang berjudul Laskar Pelangi sama seperti novelnya. Karya populer Andrea Hirata diantaranya adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan &amp; Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, dan Ayah. Andrea Hirata pernah menjadi pemenang Buch Awards Jerman 2013, ia juga pernah menjadi Pemenang Festival Buku New York 2013 dalam kategori general fiction. Honorary Doctor of Letters (Hon Dlitt) dari Universitas Warwick 2015.<br><br>Sumber:<br>-https://biografipedia.com/biografi-andrea-hirata/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media.suara.com/pictures/original/2019/03/28/22839-andrea-hirata-sumarnisuaracom.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 16:17:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357592080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357618996</link>
         <description><![CDATA[<div>Dewi Lestari Simangunsong atau yang akrab dipanggil Dee lahir 20 Januari 1976 adalah seorang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Penulis">penulis</a> dan penyanyi&nbsp; asal Indonesia. Sejak kecil Dee telah akrab dengan musik. Berikut adalah beberapa karya Dewi Lestari yang populer di kalangan novel Akar, Petir, Perahu Kertas, Madre, Partikel, Gelombang, Kepingan, dan Aroma Karsa. Beberapa karya Dewi Lestari masuk nominasi Kusala Khatulistiwa, penghargaan sastra tertinggi di Indonesia serta penghargaan dari industri perbukuan Tanah Air.<br><br>Sumber:<br>- https://www.gramedia.com/blog/5-karya-buku-best-seller-terbaik-dee-lestari/</div>]]></description>
         <enclosure url="http://img.bukabuku.net/people/6c1bc099f31f0ef481f085b8bfac8850.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 16:33:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357618996</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357621997</link>
         <description><![CDATA[<div>Sapardi Djoko Damono lahir tanggal 20 Maret 1940. Kecintaannya menulis dimulai sejak bangku SMA, di mana karyanya sudah sering diterbitkan di majalah. Dan ketika menempuh kuliah bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada (UGM), beliau semakin menggeluti dunia menulis. Selama periode ini Pak Sapardi juga terlibat dalam siaran radio dan teater. Karir sastra beliau pun berkembang.<br>Beberapa karya Sapardi Djoko Damono yang terkenal dan populer adalah Hujan Bulan Juni, Yang Fana Adalah Waktu, Pada Suatu Hari Nanti, Hanya, Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta, dan Menjenguk Wajah Di Kolam. Pada masanya Ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam". Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award.</div><div><br><br>Sumber:<br>- https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/19/164500969/7-puisi-sapardi-djoko-damono-yang-paling-dikenal<br>- https://www.gramedia.com/blog/sapardi-djoko-damono-maestro-puisi-dan-penulis-lintas-generasi/<br>- www.goodreads.com/author/show/167915.Sapardi_Djoko_Damono</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.rukita.co/stories/wp-content/uploads/2020/07/sapardi-djoko-damono.v1.jpg" />
         <pubDate>2022-10-26 16:35:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357621997</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlynn Lauren Senjaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357642113</link>
         <description><![CDATA[<div>Ika Natassa lahir tanggal 25 Desember 1977 merupakan seorang penulis buku Indonesia. Pada tahun 2006 Ia memulai kariernya, Ika Natassa mengirim karya ke penerbit Gramedia Pustaka dan pada April 2007 novel pertama berjudul 'A Very Yuppy Wedding' terbit. Beberapa karya Ika Natassa yang sangat populer adalah Antologi Rasa, The Architecture Of Love, Twivortiare, dan A Verry Yuppy Wedding. Beberapa prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Ika Natassa yaitu, sebagai salah satu finalis majalah Fun Fearless Female of Cosmopolitan Indonesia, di tahun 2008 sebagai “The Best Change Agent” di perusahaannya, karena telah aktif berperan dalam implementasi budaya perusahaan di Bank, tahun 2010 ia dianugerahi “Best Employee Award”, dan karena kesuksesannya dalam mempertahankan karir di bank sambil tetap menjalani passionnya di bidang menulis, membuatnya dinobatkan sebagai “Women Icon by The Marketeers In 2010"<br><br>Sumber:<br>- yooreka.id/levelup/ika-natassa-sosok-penulis-novel-dan-bankir/&nbsp;<br>- https://www.kincir.com/movie/cinema/novel-ika-natassa-yang-bakal-jadi-film-8Ylj94b8HjWZ<br>- https://video.tribunnews.com/view/93744/profil-ika-natassa-penulis-novel-bankir<br>- https://id.wikipedia.org/wiki/Ika_Natassa</div>]]></description>
         <enclosure url="https://images.bisnis-cdn.com/thumb/posts/2020/09/02/1286450/20200902_173120_copy_800x500.jpg?w=744&amp;h=465" />
         <pubDate>2022-10-26 16:47:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2357642113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Syauqi Althaf</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2364330330</link>
         <description><![CDATA[<div>https://m.merdeka.com/chairil-anwar/profil</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1285202205/1d1ed07d1231f463c4b343fe21d4fd3e/image.png" />
         <pubDate>2022-11-01 03:44:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2364330330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Syauqi Althaf</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2364337311</link>
         <description><![CDATA[<div>https://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Ismail</div>]]></description>
         <enclosure url="https://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Ismail" />
         <pubDate>2022-11-01 03:51:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2364337311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elfaro juliano wardhi</title>
         <author>julianowardhi</author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2395272319</link>
         <description><![CDATA[<div>Willibrordus Surendra Broto Rendra, beliau lahir di Solo tanggal 7 November 1935. Beliau adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai “Burung Merak”. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta.<br>-Masa Kecil W.S. Rendra: <br>Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya, SMA (1952), di sekolah Katolik, St. Yosef di kota Solo. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya , tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika, ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat.<br>-Nama nama puisi yang di bikin dengan W.S. rendra:<br>•permintaan.<br>•rambut.<br>•kangen.<br>•kami Berdua.<br>•kegemarannya.<br>•temperamen.<br>•pahatan.<br>•dua Burung.<br>sumber:<br><a href="https://www.biografiku.com/biografi-ws-rendra/">https://www.biografiku.com/biografi-ws-rendra/</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1282981932/3c76c7d8a17193540fb765f328cd55cd/556092470423bdc4488b4567.gif" />
         <pubDate>2022-11-23 08:38:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2395272319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Aan Mansyur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2404503595</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><em>Jendela terbuka<br>Dan masa lampau memasukiku sebagai angin<br>Meriang, meriang, aku meriang<br>Kau yang panas di kening<br>Kau yang dingin di kenang<br></em><br></blockquote><ul><li>Rangga <em>(Ada Apa Dengan Cinta 2)</em></li></ul><div>Penggalan puisi di atas sejatinya adalah yang Rangga lafalkan dalam film <em>AADC 2</em>. Tersebut bersama puisi-puisi Rangga yang lain sesungguhnya tersemat dalam antologi yang digubah oleh M. Aan Mansyur, yakni <em>Tak Ada New York Hari Ini</em>.<br><br></div><div>Sebelum menjelma sebagai penyair, Aan Mansyur bercita-cita menjadi seorang pelukis. Ia memutuskan untuk mulai menulis sejak terbuai oleh kumpulan sajak Subagio Sastrowardoyo berjudul <em>Simfoni Dua</em>.<br><br></div><div>Selain <a href="http://www.gramedia.com/products/tidak-ada-new-york-hari-ini-there-is-no-new-york-today?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text"><em>Tak Ada New York Hari Ini</em></a> (2016), penyair kelahiran 14 Januari 1982 itu juga telah melahirkan karya sastra kondang lainnya. Seperti <a href="http://www.gramedia.com/products/conf-melihat-api-bekerja?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text"><em>Melihat Api Bekerja</em></a> (2015) dan <a href="http://www.gramedia.com/products/kukila-kumpulan-cerita?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text"><em>Kukila</em></a> (2012).<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 02:34:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2404503595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CHAIRIL ANWAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2631406227</link>
         <description><![CDATA[<div>Chairil Anwar adalah penyair Angkatan '45 yang terkenal dengan puisinya yang berjudul "Aku". Berkat puisinya itu, ia memiliki julukan 'Si Binatang Jalang'. Chairil banyak menelurkan puisi-puisi yang mayoritas bertemakan kematian, individualisme, dan ekstensialisme. Karya-karya Chairil dikompilasikan dalam tiga buku, yaitu Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir yang merupakan kumpulan puisi bersama Asrul Sani dan Rivai Apin (1950), serta diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jerman, dan Spanyol.<br><br>Chairil lahir di Medan, 26 Juli 1922. Ia adalah putra mantan Bupati Indragiri Riau, dan masih memiliki ikatan keluarga dengan Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Sjahrir. Ia bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang kemudian dilanjutkan di MULO, tetapi tidak sampai tamat. Walaupun latar belakang pendidikannya terbatas, Chairil menguasai tiga bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Belanda, dan Jerman.<br><br>Ia mulai mengenal dunia sastra di usia 19 tahun, namun namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada 1942. Setelah itu, ia menciptakan karya-karya lain yang sangat terkenal bahkan sampai saat ini seperti "Krawang Bekasi" dan "Aku".<br><br>Wanita adalah dunia kedua pria flamboyan ini setelah sastra. Dalam lingkup keluarga, nenek adalah orang terdekat Chairil sebelum sang ibu sendiri. Ketika dewasa, ia diketahui menjalin hubungan dengan banyak wanita dan Hapsah adalah satu-satunya wanita yang pernah dinikahinya walaupun ikatan suci tersebut tidak berlangsung lama. Perceraian itu dikarenakan gaya hidup Chairil yang tidak berubah bahkan setelah memiliki istri dan anak. Pernikahan tersebut menghasilkan seorang putri yang bernama Evawani Chairil Anwar yang sekarang berprofesi sebagai notaris.<br><br>Belum genap 27 tahun, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang penyebab kematiannya, namun satu hal yang pasti adalah ia mengidap TBC disinyalir menjadi sebab kepergiannya. Walaupun hidupnya di dunia sangat singkat, Chairil Anwar dan karya-karyanya sangat melekat pada dunia sastra Indonesia.&nbsp; Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol. Sebagai tanda penghormatan, dibangun patung dada Chairil Anwar di kawasan Jakarta dan hari kematiannya diperingati sebagai Hari Chairil Anwar oleh para pengagumnya.<br><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2079524362/95cf2c2904efac9d856db1f42c342e16/image.png" />
         <pubDate>2023-06-24 10:16:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2631406227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>W.S RENDRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2631406721</link>
         <description><![CDATA[<div>Willibrordus Surendra Broto Rendra atau populer dengan nama W.S. Rendra dikenal sebagai sastrawan ternama yang mendapat julukan 'si Burung Merak' dari sahabatnya, (alm.) Mbah Surip. Kabarnya, inisial W.S berubah menjadi Wahyu Sulaiman, setelah Rendra menjadi seorang muslim.<br><br>Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya merupakan seorang dramawan tradisional dan guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa di sekolah Katolik, Solo, sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Rendra semula adalah seorang Kristen, tetapi kemudian ia menjadi muallaf yang memeluk Islam ketika menikahi istrinya yang kedua.<br><br>Pria yang pernah menikah 3 kali ini mulai mengenal sastra saat kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia aktif menulis ratusan cerpen dan esai di berbagai majalah, ia juga menciptakan sajak dan lagu.<br><br>Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia masih duduk di bangku SMP. Saat itu ia menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolah. Ia juga mementaskan beberapa drama karyanya dan tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.<br><br>Puisi Rendra berhasil dipublikasikan ke media massa untuk pertama kalinya di majalah Siasat pada 1952. Setelah itu puisi-puisinya lancar mengalir muncul di majalah lain, terutama majalah era 60-an dan 70-an, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Selain di dalam negeri, karya-karya Rendra juga terkenal di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.<br><br>Pria asal Solo ini juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).<br><br>Sementara itu, drama pertama Rendra yang ia pentaskan ketika SMP adalah Kaki Palsu. Kemudian ketika SMA, drama Orang-orang di Tikungan Jalan berhasil mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta.<br><br>Rendra sempat mengecap pendidikan di Amerika pada tahun 1964-1967. Sepulangnya dari Amerika Serikat, Rendra sempat mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Rendra juga aktif membintangi sejumlah pertunjukan teater, yang di antaranya adalah Orang-orang di Tikungan Jalan, SEKDA, Mastodon dan Burung Kondor, Hamlet, Macbeth, Oedipus Sang Raja, Kasidah Barzanji dan Perang Troya Tidak Akan Meletus.<br><br>Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern, Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.<br><br>Rendra tutup usia pada 6 Agustus 2009. Ia menghembuskan napasnya yang terakhir setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Harapan Kita dan RS Mitra Keluarga, Depok, akibat komplikasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2079524362/94aeb501baa8051f06659540845f36db/image.png" />
         <pubDate>2023-06-24 10:19:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/smm34/r36xhbq74dniwytw/wish/2631406721</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
