<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERDA by Muhammad Iqbal</title>
      <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9</link>
      <description>kelompok iqbal, fadel, haikal</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-30 07:54:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-30 08:13:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadiqbalpku06</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194056110</link>
         <description><![CDATA[<p>Peraturan daerah provinsi diundangkan dalam Lembaran Daerah oleh sekda.&nbsp;Adapun penjelasan perda provinsi diundangkan dalam Tambahan Lembaran Daerah.<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="css-1o4nkiu" href="https://www.hukumonline.com/klinik/a/proses-pembentukan-peraturan-daerah-lt62da5d870df68/#_ftn35"><strong> </strong></a>Peraturan perundang-undangan mulai berlaku dan mempunyai kekuatan mengikat pada tanggal diundangkan, kecuali ditentukan lain di dalam peraturan perundang-undangan yang bersangkutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194056110</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194060656</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembahasan</p><p>Pembahasan rancangan peraturan daerah provinsi dilakukan oleh DPRD provinsi bersama gubernur. Pembahasan bersama dilakukan melalui tingkat-tingkat pembicaraan. Tingkat-tingkat pembicaraan dilakukan dalam rapat komisi/panitia/badan/alat kelengkapan DPRD provinsi yang khusus menangani bidang legislasi dan rapat paripurna.[22]</p><p>Secara lebih rinci, berikut tahapan pembahasan rancangan peraturan daerah provinsi:</p><p>Rancangan perda provinsi yang berasal dari gubernur disampaikan dengan surat pengantar kepada pimpinan DPRD Provinsi yang memuat latar belakang, tujuan penyusunan, sasaran dan materi pokok yang diatur yang menggambarkan substansi rancangan perda;[23]</p><p>Rancangan perda provinsi dari DPRD provinsi disampaikan dengan surat pengantar pimpinan DPRD provinsi kepada gubernur untuk dilakukan pembahasan yang memuat latar belakang, tujuan penyusunan, sasaran dan materi pokok yang diatur serta menggambarkan substansi rancangan perda;[24]</p><p>Pembicaraan tingkat I yang meliputi:[25]</p><p>d. Pembicaraan tingkat II terdiri dari keputusan rapat paripurna yang didahului dengan laporan pimpinan komisi/gabungan komisi/panitia khusus yang berisi pendapat fraksi serta hasil pembahasan dan permintaan persetujuan dari anggota secara lisan oleh pimpinan rapat paripurna dan diakhiri dengan pendapat akhir gubernur.[26]</p><p>Jika dalam pembicaraan tingkat II rancangan perda provinsi tidak dapat dicapai persetujuan melalui musyawarah, maka keputusan didasarkan pada suara terbanyak.[27]</p><p>Adapun jika rancangan perda provinsi tidak mendapat persetujuan bersama antara DPRD provinsi dan gubernur, maka rancangan perda tersebut tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan DPRD Provinsi pada masa sidang itu.[28]</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:04:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194060656</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194060940</link>
         <description><![CDATA[<p>Penetapan/Pengesahan</p><p>Rancangan perda provinsi yang telah disetujui bersama oleh DPRD provinsi dan gubernur disampaikan oleh pimpinan DPRD provinsi kepada gubernur untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah provinsi. Penyampaian rancangan perda provinsi dilakukan dalam jangka waktu paling lama 7 hari terhitung sejak tanggal persetujuan bersama.[29]</p><p>Rancangan perda provinsi ditetapkan oleh gubernur dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak rancangan perda provinsi disetujui bersama oleh DPRD provinsi dan gubernur.[30]</p><p>Dalam hal rancangan perda provinsi tidak ditandatangani oleh gubernur dalam waktu paling lama 30 hari sejak rancangan perda provinsi tersebut disetujui bersama, rancangan perda provinsi tersebut sah menjadi peraturan daerah provinsi dan wajib diundangkan.[31]</p><p>Naskah yang telah ditandatangani gubernur dibubuhi nomor dan tahun oleh sekda provinsi.[32] Adapun jika lebih dari 30 hari naskah tidak ditandatangani gubernur maka ditulis kalimat pengesahan oleh sekda provinsi yang berbunyi “Peraturan Daerah ini dinyatakan sah” di halaman terakhir naskah perda, yang kemudian dibubuhi nomor dan tahun oleh sekda provinsi.[33]</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:05:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194060940</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194062785</link>
         <description><![CDATA[<p>Perencanaan penyusunan peraturan daerah provinsi dilakukan dalam Program Legislasi Daerah (“prolegda”) provinsi. Prolegda provinsi memuat program pembentukan peraturan daerah provinsi dengan judul rancangan peraturan daerah provinsi, materi yang diatur, dan keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan lainnya.</p><p><br/></p><p>Materi yang diatur merupakan keterangan mengenai konsepsi rancangan peraturan daerah provinsi yang meliputi:</p><p><br/></p><p>latar belakang dan tujuan penyusunan</p><p>sasaran yang ingin diwujudkan</p><p>pokok pikiran, lingkup, atau objek yang akan diatur jangkauan dan arah pengaturan.</p><p>Materi yang telah melalui pengkajian dan penyelarasan dituangkan dalam naskah akademik.</p><p><br/></p><p>Dalam penyusunan prolegda provinsi, penyusunan daftar rancangan perda provinsi didasarkan atas:[8]</p><p><br/></p><p>perintah peraturan perundang-undangan lebih tinggi</p><p>rencana pembangunan daerah</p><p>penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan dan</p><p>aspirasi masyarakat daerah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:06:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194062785</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194065828</link>
         <description><![CDATA[<p>Rancangan perda provinsi dapat berasal dari DPRD provinsi atau gubernur.[12] Selain itu, rancangan perda provinsi dapat diajukan oleh anggota, komisi, gabungan komisi, atau alat kelengkapan DPRD provinsi yang khusus menangani bidang legislasi.[13]</p><p><br></p><p>Rancangan perda provinsi disertai dengan penjelasan atau keterangan dan/atau naskah akademik.[14]</p><p><br></p><p>Tahap penyusunan rancangan perda provinsi adalah sebagai berikut:</p><p><br></p><p>A.Penyusunan penjelasan atau keterangan dan/atau naskah akademik yang memuat paling sedikit pokok pikiran dan materi muatan yang akan diatur di dalam perda provinsi yang disiapkan oleh pemrakarsa</p><p>B.Biro hukum pemerintah daerah provinsi melakukan penyelarasan naskah akademik yang diterima satuan kerja perangkat daerah provinsi yang dilaksanakan dalam rapat penyelarasan dengan melibatkan pemangku kepentingan</p><p><br></p><p>C.Gubernur memerintahkan pemrakarsa untuk menyusun rancangan perda provinsi berdasarkan prolegda provinsi dengan membentuk tim penyusun yang terdiri dari gubernur, sekda, pemrakarsa, biro hukum, satuan kerja perangkat daerah terkait dan perancang peraturan perundang-undangan</p><p><br></p><p>D.Dalam penyusunan rancangan perda provinsi, tim penyusun dapat mengundang peneliti dan/atau tenaga ahli dari perguruan tinggi atau organisasi kemasyarakatan sesuai kebutuhan</p><p><br></p><p>E.Rancangan perda provinsi yang telah disusun diberi paraf koordinasi oleh tim penyusun dan pemrakarsa</p><p><br></p><p>F.Pengharmonisasaian, pembulatan dan pemantapan konsepsi yang dikoordinasikan oleh kepala biro hukum dan dapat melibatkan instansi vertikal dari kementerian bidang hukum</p><p>Rancangan perda dibubuhi paraf persetujuan dari pemrakarsa dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah provinsi dan disampaikan sekda kepada gubernur.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:09:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadiqbalpku06/qvavyvjciggi81v9/wish/3194065828</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
