<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Kritis Pemikiran KHD (Kelas B) by Iman Iman</title>
      <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-19 02:59:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-20 16:50:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pertanyaan</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924312026</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?</p><p>2.Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>3.Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>4.Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2227552647/f78cfff0e6eb05eb41478afa6dbddf77/KHD.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:01:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924312026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DADANG UMAR SOFWAN</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924317184</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li><li><p>Guru menuntun siswa agar berperilaku sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Saya akan berusaha menuntun siswa agar mengenali dan mengikuti nilai-nilai budaya di masyarakat</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena siswa membawa faktor-faktor biologis warisan dari orang tuanya yang berbeda dengan siswa lainnya, dan pendidikan harus memperhatikan perkembangan zaman dan berusaha menyesuaikan dengan tuntutan zaman</p></li><li><p>Guru berusaha menggali potensi anak secara maksimal dengan pendekatan individu karena masing-masing anak memiliki potensi yang berbeda dari anak lainnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385235814/3a3dc2dfd6423da45a5efd1e896feb7a/foto_dadang_umar.png" />
         <pubDate>2024-03-19 03:04:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924317184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AMIR MURZANI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924317975</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?</p><p>Jawaban : Menuntun dalam proses pendidikan menurut saya adalah mendampingi dan mengantar anak didik kepada tujuan yang ingin dicapai dengan bimbingan.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>Jawaban : Menurut pendapat saya dalam konteks sosial budaya, kata “menuntun” dapat diartikan sebagai proses membimbing. Pengertian secara luas yaitu memandu seseorang agar ia dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi bagian dari masyarakat.</p><p>Menuntun dalam hal ini dilakukan dalam kaitan mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah sebagai pendidik.</p><p>Hal itu dilakukan agar dapat mempengaruhi karakter masing-masing anak didik dengan menunjukkan keteladanan, dan memberi contoh yang baik serta menuntun peserta didik untuk selalu menghargai dan melestarikan kebudayaan daerahnya masing-masing.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Jawaban : Dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kumparan.com/topic/pendidikan">pendidikan </a>harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, seperti yang dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara.</p><p>Kodrat alam sendiri dapat diartikan sebagai lingkungan alam tempat anak didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi lainnya. Kodrat alam juga berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dari seorang anak bertujuan untuk memoles kodrat alam menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik.</p><p>Sedangkan kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman, pendidikan harus mampu menciptakan anak didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka anak didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>Jawaban : Menurut pendapat saya, relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik, harus berpusat pada pola pemikiran, minat, bakat dan kebutuhan anak didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek.</p><p>Pendidikan yang berhamba adalah berpihak pada anak dan berpusat pada anak didik. Para pendidik harus bisa memberikan anak-anak didiknya kesempatan dan menjadi fasilitator bagi mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Untuk itu pendidik harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang dan bahagia. Pendidik harus memberikan kemerdekaan belajar dalam menggali potensi belajarnya agar menjadi pribadi yang kreatif dan berpikir kritis.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385304739/dfcbede722c6489640ac3d759a6c1f0d/foto_amir.jpg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:05:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924317975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ELIS HASANAH</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924319455</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menuntun dalam proses pendidikan adalah tindakan seorang pendidik untuk mengarahkan atau membimbing anak didik dengan lembut dan penuh perhatian sehingga dapat membentuk karakter dan membantu anak didik mengembangkan potensi mereka secara maksimal.</p></li><li><p>Kata menuntun saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan cara kita sebagai pendidik itu bukan hanya menjadi sebagai seorang guru tetapi juga harus bisa menjadi orang tua di sekolahdan dan teman bagi anak didik kita, sehingga mereka ketika belajar bersama kita mereka merasa nyaman dan aman.</p></li><li><p>pendidikan murid perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zamam agar kemampuan belajar anak dapat lebih meningkat sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing</p></li><li><p>Kita sebagai guru bukan satu-satunya sebagai sumber belajar bagi anak, pembelajaran harus berpusat pada siswa </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385303258/1745c7482d7268bc37f85e38d1307201/PHOTO.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:06:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924319455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DENDI KURNIADI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924319891</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses mendampingi atau mengantarkan peserta didik pada sebuah keinginan atau harapan yang di inginkannya melalui proses bimbingan dan pembelajaran</p></li><li><p>adanya keinginan yang saya lakukan untuk membawa seseorang peserta didik untuk berubah pada suatu hal yang baik dan bermanfaat dilingkungan masyarakat</p></li><li><p>supaya peserta didik mampu bersaing atau berkompetisi dengan perubahan zaman yang semakin maju seperti sekarang ini</p></li><li><p>Pendidikan yang berorientasi pada peserta didik dimana dalam prosesnya yang kita lakukan sebagai guru, proses pembelajarannya harus menggunakan pendekatan/bimbingan dari hati agar lebih dekat dan mudah memahami apa yang mereka miliki dan utarakan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385300875/be7ff60b1d6ac170cfb9600f044918a9/WhatsApp_Image_2024_03_19_at_16_03_50.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:06:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924319891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ACHMAD ZULFIKRI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924321272</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menuntun menurut saya membibing siswa, karena tugas guru bukana hanya mengajar atau mendidik tetapi juga mendidik</p></li><li><p>menuntun saya maknai didaaerah saya dengan mengikuti budaya asal dalam memberikan pengajaran pembimbingan karena saya berasal dari daerah beereda dengan siswa jadi saya mengikuti sosial budaya dimanaa saya bertugas</p></li><li><p>dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman pengajaran yang diberikan sesuai dengan kondisi saat ini (kekinian)</p></li><li><p>sebagai pendidik atau guru hendaknya totalitas dalam memberikan layanan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385294058/835b78d4ed211fdd221a7f5714e38ce0/fotoku.jpg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:07:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924321272</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FINA KEN SUNIARTI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924321996</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menuntun dalam hal ini adalah adanya upaya untuk mendampingi siswa pada tujuan yang diinginkan melalui bimbingan</p></li><li><p>adanya usaha mengarahkan siswa ke arah yang lebih baik sehingga bermanffat di lingkungan masyarakat</p></li><li><p>agar anak bisa dan mampu membangkitkan semangat agar bisa berlomba untuk kemajuan dirinya disaat zaman seperti sekarang ini</p></li><li><p>adanya upaya lebih dekat dengan peserta didik bahwasanya agar kita bisa menjadi sahabat disaat siswa membutuhkan bimbingan kita sebagai guru</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-19 03:08:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924321996</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESTI ARTINI DEWI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924323393</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>bagi saya menuntun itu membimbing anak. Makna kata menuntun seperti yang Ki Hadjar Dewantara jelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. </p></li><li><p>cara saya memaknai kata menuntun dengan menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.</p></li><li><p>memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya murid di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan murid di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur.&nbsp;</p><p>Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, KHD mengingatkan bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia.</p></li><li><p>Pendidik yang berhamba pada anak tidak hanya mengakui kebutuhan siswanya untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensinya sendiri yang perlu dipahami dan dikembangkan. Dengan begitu, pendidik dapat memberikan support dan bantuan yang tepat bagi perkembangan anak tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385299416/f37c00fbd5e58ad05af14e84015194b2/WhatsApp_Image_2024_03_19_at_15_29_20.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:08:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924323393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SRI YULIATI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924324133</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menuntun dalam proses pendidikan anak bagi saya adalah membimbing, mendukung, memimpin, dan mendampingi anak dalam proses pembelajaran, sehingga anak mampu mencapai kebutuhannya dan memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah yaitu anak dituntun untuk belajar sesuai dengan kondisi lingkungan dimana mereka berada, mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan rukun dengan lingkungan masyarakat.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Karena setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda-beda, sehingga kita harus mampu memenuhi kebutuhan setiap anak tersebut. Selain itu, sebagai pendidik, kita juga harus mampu memberikan pelayanan kepada anak sesuai dengan  perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah.</p></li><li><p>Sebagai pendidik, kita merupakan pelayan/hamba bagi anak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya agar menjadi manusia merdeka yang bahagia dan mencapai keselamatan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385207519/93bcfa12e0d5f072b361e3018d45cc46/32__Sri_Yuliati.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:09:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924324133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PIKI RAMDHANI ASKAR</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924325414</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa makna kata ‘menuntun’&nbsp;dalam&nbsp;proses pendidikan&nbsp;anak bagi saya? Menuntun&nbsp;dalam pendidikan menurut saya&nbsp;adalah sebagai seorang guru, pendidik harus menjadi pendamping yang menemani peserta didik sampai mencapai tujuannya dalam menempuh pendidikan. Pendidik harus menjadi fasilitator yang berkolaborasi dengan&nbsp;peserta&nbsp;didik&nbsp;dalam&nbsp;pendidikan&nbsp;agar&nbsp;peserta&nbsp;didik&nbsp;dapat&nbsp;mencapai&nbsp;kemampuan&nbsp;berpikir&nbsp;kritis, analisis, kreatif dan kolaboratif</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun dalam kontek sosial budaya ?</p><p>Dalam masyarakat, keberadaan menuntun menjadi hal yang penting untuk membangun hubungan yang lebih erat dan saling menghargai. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam menuntun menjadi dasar dalam berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Mengapa harus demikian sebab lajunya pendidikan harus di imbangi dengan lajunya perkembangan zaman,,seperti halnya gurunya juga untuk pada saat ini di tuntut smart IT. demi laju perkembangan jaman.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>Dengan mempelajari konsep pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada anak diharapkan para pendidik bisa memahami perannya yang bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385291879/4afbaf8b48da833522cedb63ddefd7c7/WhatsApp_Image_2024_03_15_at_08_12_01.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:10:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924325414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WILDAN EFENDI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924333608</link>
         <description><![CDATA[<p>sama hal nya beda antara mengajar dengan mendidik , maka dapat di simpulkan bahwa menuntun yang dimaksud oleh kihajar dewantara adalah tentang bagaimana guru mampu menjadi mursyid kehidupan bagi anak didik sehingga mampu mengoptimalisasi peran dan fungsi guru dalam mengelaborasikan potensi yang ada pada diri anak didik dan mampu melakukan optimalisasi pembentukan budi pekerti , 2. menuntun erat kaitannya dengan mendidik korelasi yang tepat dalam kultur sosial budaya di daerah saya adalah tentang bagaimana penerapan (tilu pilar budaya ) yaitu pola atikan dan pendidikan terhadap anak didik melalui pendekatan ngao (ngaji) mamaos( seni suara/tembang/lagu cianjuran), dan maenpo ( seni bela diri has cianjur semacam silat ) yang merupakan impleentasi dari konsep menuntun yang di tawarkan oleh ki hajar dewantara, 3 kodrat alam dan kodrat zaman adalah sebuah konsep yang tidak bisa di tawarkan kodrat alam adalah geografi, sementara kodrat zaman menitik beratkan pada konsesnsus kemampuan dan kompetensi pesetrta didik,maka pengajaran yang sesuai adalah menerapkan metode berbasis tehnologi dan kearifan lokal sehingga terjadi harmoni antara kodrat zaman dan kodrat alam, terlebih di era refolusi industri 4.0 ini .</p><ol start="4"><li><p>bahwa kemudian analogi bahwa kita merupakan pelayan yang menjadikan hamba terhadap anak didik adalah merupakan sebuah analogi bagaimana kita mampu menjadikan anak didik sebagai sentral pembelajaran dalam artian pembelajaran berpusat pada anak didik, sekalipun jika manilik pada narasi yang dibangun penghambaan nampaknya hanya harus di lakukan kepada Tuhan YME Allah swt</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2191917989/76da4efb93f082fe0b7d697624039b09/foto_Wildan.pdf" />
         <pubDate>2024-03-19 03:16:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924333608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ENOK SUNARTI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924334328</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bagi saya makna menuntun dalam proses pendidikan anak adalah mengarahkan menemani serta menunjukkan sehingga anak tidak arah arah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Apalagi di Aman digitalisasi seperti skr ini anak sangat perlu kita tuntun dalam segala hal nya untuk mencapai keberhasilan penbelajaran yang setinggi tingginya. 2. Menuntun dalam konteks sosial budaya ini sangat penting di lakukan oleh kita pendidik utk membentuk karakter peserta didik  untuk lebih baik lagi ..dan peserta didik bisa bersosial dengan baik dan bisa mengenal budaya negeri sendiri  dengan baik.</strong></p><p><strong>3 sangat penting dalam pendidikan ituempertimbangkan kodrat alam yang ada dalam diri anak supaya terekspos pore si dirinya  yang tentunya juga harusempertimbangkan kodrat zaman ..sehingga anak bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tinggi nya</strong></p><p><strong>4 relevansinya pemikiran KHD tentang pendidikan yang bergambar pada anak..di sini menurut saya kita sebagai pendidik jgn memposisikan  diri sehingga anak segan dan takut ..kita harus bisa menjadi teman sehat untuk anak itu sendiri </strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385213451/f32ef2a78f086e46edc81ac2d9be091d/17108416728218170792335488457738.jpg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:16:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924334328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JAJANG GINANJAR</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924339782</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Makna kata "menuntun" dalam proses pendidikan anak mengacu pada peran guru atau pendidik dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak menuju pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Secara keseluruhan, "menuntun" dalam pendidikan anak melibatkan lebih dari sekadar memberikan pengetahuan atau informasi kepada mereka. Ini melibatkan membimbing, mendukung, dan mendorong anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara holistik, baik secara akademis maupun secara emosional dan sosial.</p></li><li><p>Untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah, dapat melakukan berbagai langkah yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak dan pengembangan strategi pendidikan yang sesuai dengan karakteristik lokal.</p></li><li><p>Pendidikan murid atau anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal tersebut memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir, perilaku, dan orientasi nilai siswa.Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan, kita dapat membantu murid mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang dunia di sekitar mereka dan membekali mereka dengan keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk menjadi individu yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi tantangan masa depan.</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang "Pendidikan yang berhamba pada anak" memiliki relevansi yang besar dengan peran sebagai pendidik. Konsep ini menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada anak, mengutamakan kepentingan, kebutuhan, dan potensi setiap anak sebagai individu unik.Dengan menerapkan konsep "Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam peran sebagai pendidik, dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, relevan, dan mendukung bagi setiap anak untuk mencapai potensi mereka secara maksimal.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2199844602/ffd1972207187bf8140f3b592f68626d/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:20:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/quw4whc39efbpuie/wish/2924339782</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
