<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kanvas pembuatan naskah cerita praktik baik dengan metode STAR by Nura Uma Annisa</title>
      <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4</link>
      <description>Share your ideas and comment on others!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-01-15 02:18:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-21 15:35:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/907796046/fe430ed8c9169e276a392ef70cf06e4a/Screenshot_2024_01_08_085348.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Bu Nura Nasima</title>
         <author>nuraok1</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848494874</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Ana merupakan anak yang rajin belajar dan sering memperoleh nilai yang bagus di sekolah. Tetapi akhir-akhir ini jarang masuk sekolah dan tidak fokus di pelajaran</p><p><br/></p><p>T: Sebagai walas, saya berusaha mengetahui hal apa yang membuat Ana menjadi berubah sikap belajarnya</p><p><br/></p><p>A: Saya melakukan wawancara personal kepada ana, ortu dan kerabat di sekitar rumah ana dan melakukan home visit secara rutin untuk mengetahui kondisi Ana di rumah. Saya juga memberi bimbingan intens secara privat kepada ana karena sudah tertinggal pelajaran</p><p><br/></p><p>R: alhamdulillah Home visit yang saya lakukan dapat menghibur Ana sehingga Ana tidak larut dalam kesedihan karena permasalahan orang tuanya yang akan berpisah. Ana sudah mulai semangat lagi dalam belajar. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://static.cdntap.com/tap-assets-prod/wp-content/uploads/sites/11/2020/01/little-girl-has-problems-with-home-alone_1150-14428.jpg" />
         <pubDate>2024-01-15 02:28:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848494874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEKNOLOGI DI SEKOLAHKU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848631408</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Tingkat Pengetahuan, serta gaya belajar yang tidak sama serta mempunyai caranya sendiri dalam belajar. Penyesuaian perwujudan sistem pembelajaran dengan gaya belajar peserta didik untuk memperoleh materi, model penyajian dan penyocokkan harus di sesuaikan. </p><p>Pada sekolah SMAN 2 Lakudo. Terbilang hal baru dalam pembelajaran sejak masuk kurikulum merdeka. Peserta didik belum sepenuhnya paham  itu teknologi. </p><p><br/></p><p>T : ? </p><p>A : ? </p><p>R : ? </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 05:19:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848631408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wellyana Preisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848708327</link>
         <description><![CDATA[<p>S: SMA 1 Siluq Ngurai merupakan sekolah yang berada di Jalan Trans Kalimantan, berada dipinggiran kota menyebabkan guru-guru kurang berminat untuk berdomisili diwilayah ini. Kondisi ini membuat beberapa mapel sering kosong karena ASN yang mengampu sering pindah tempat kerja.</p><p>T: Sebagai walikelas saya berusaha maksimal melayani peserta didik, sehingga jam kosong bisa di tangani dengan baik.</p><p>A: Saya mewajibkan siswa saya untuk punya 1 buku literasi yang akan digunakan untuk meresum materi literasi di jam kosong, saya juga berupaya jika tidak ada jam di jam kosong tersebut saya akan isi mapel tersebut sesuai materi pada buku ajar mapel kosong yang memang saya sudah siapkan.</p><p>R: Alhamdulilah penerapan literasi dijam kosong dan menggantikan peran guru mapel kosong, mendapat kesan baik dari peserta didik, mereka sangat senang kepada saya sebagai wali kelas dibuktikan dengan polling mereka pada pemilihan wali kelas terbaik saat ulang tahun sekolah. Dan ini juga berdampak kepada rekan sejawat beberapa walikelas juga menerapkan literasi dan menggantikan guru mapel bagi mereka yang mampu</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2284591859/8ec0d45bdd2db37e2a69e57984c672c1/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-15 06:56:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848708327</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PARYADI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848833546</link>
         <description><![CDATA[<p>A: Sebagian besar peserta didik yang saya ampu masih pada kondisi berpikir konkrit. Sehingga pembelajaran kurang aktif. </p><p>T: sebagai guru kelas saya merasa kesulitan untuk melaksanakan pembeajaran bangun ruang. mereka belum mampu diajak untuk memikirkan yang bersifat abstrak</p><p>A: Sebagai guru, saya bersama dengan siswa menentukan dan merancang pembelajaran dari konkrit ke semi konkrit (gambar) dan kemudian menuju abstrak dalam pembelajaran kelompok. </p><p>R: Alhamdulillah hasilnya anak-anak mampu membuat proyek kerangka bangun ruang, membuat bidang sisi dan luasnya dalam bentuk konkrit, membuat jaring-jaring bangun dengan konkrit dan mulailah menuju semi abstrak, dengan gambar. Bahkan dengan berbasis masalah sehari-hari, siswa mampu secara abtrak. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 08:59:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848833546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gina Nurbiana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848884732</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Azka adalah anak yang cerdas, berani,  pintar dan tidak mau  diam alias aktif baik dalam hal belajar maupun bercanda, tiap guru menerangkan ada saja yang dia tanyakan, plesetkan juga dibecandakan sampai tertawa lepas dengan teman- temannya dan suka isengin temannya.</p><p>T: Memang nilai pengetahuan Azka baik tetapi tidak dengan sikapnya dan menurut saya sikap Azka adalah suatu bentuk cari perhatian dimana Azka selalu ingin diperhatikan oleh guru juga teman- temannya</p><p>A: Dengan melihat sikap Azka yang selalu ingin diperhatikan,suka iseng dan jail tapi tetap bisa mengikuti pelajaran merupakan hal baik dan jelek yang dimiliki oleh tiap anak yang unggul. Tetapi itu bisa diarahkan dan dimaksimalkan untuk membantu temannya  menjadi lebih baik dalam hal pembelajaran dengan menjadikan Azka sebagai tutor sebaya bagi temannya.</p><p>R: Dengan demikian, Azka yang suka dan mencari perhatian merasa diperhatikan dan bisa memberikan perhatian lebihnya ke teman yang kurang dalam pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 09:46:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848884732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Husnihayati Dwi putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848962023</link>
         <description><![CDATA[<p>S = saya mengajar di kelas XI TJKT2. Kelas ini terkenal  dengan keberagaman siswanya yang mencolok. Keberagaman ini ada pada kemampuan pemahaman siswa dan kreativitas siswa yang jauh berbeda. Tingkat pemahaman seperti ini membuat situasi dan kondisi kelas menjadi kaku dan tidak menyenangkan. Rasa tidak percaya diri dan malu mengemukakan ide menjadi hal yang lumrah di kelas tersebut.</p><p>T: menumbuhkan percaya diri siswa merupakan tantangan yang harus dilakukan sehingga hal tersebut harus diperbaiki </p><p>agar siswa aktif dalam kelas.</p><p>A: saya melakukan kegaiatan pembelajaran dengan melakukan diskusi kelompok dan diskusi kelas ( bersama) untuk memunculkan rasa percaya diri dan keberanian mengemukakan pendapat.</p><p>R: teknik diskusi bisa menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk mengemukakakn ide/pendapat baik secara kelompok maupun perorangan. Meskipun hasilnya belum maksimal, namun tindakan ini ternyata bisa merubah ketidakpercayaan diri aiawa dalam mengutarakan pendapatnya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 11:02:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2848962023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YB.Wahyu Subekti SMP N 1 MARGA TIGA Lampung Timur </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849035422</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagi saya peserta didik bisa bersaing dalam kemampuan teknologi informasi yang ada di tempat di berdayakan secara optimal bagi kemampuan literasi di sekolah kami karena sekolah kami aset sumberdaya manusia serta yang lain belum di giatkan secara baik perlu sekali mengajak teman sejawat untuk bergerak maju bersama kesulitan untuk bergerak merupakan faktor utama karakter sosial budaya ditempat kami mengajar mayoritas keluarga pra sejahtera belum bisa merubah mindset bahwa pendidikan adalah investasi paling utama untuk masa depan bangsa masih kebutuhan dasar yang menjadi perioritas bukan pendidikan sebagai perioritas yang di utamakan juga dari situasi seperti ini perlu penyadaran dari pihak wali murid untuk bekerja sama memberikan wawasan bahwa pendidikan adalah investasi yang dibutuhkan juga</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 12:17:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849035422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849046155</link>
         <description><![CDATA[<p>SMASK Alvarez Paga merupakan salah satu sekolah yang berada di tingkat kecamatan, lebih tepatnya berada di Kecamata Paga. Karena berada di wilayah kecamatan, sehingga sebagian besar siswa berkomunikasi menggunakan bahasa Lio yakni bahasa komunikasi keseharian warga kecamatan Paga. Hal ini berpengaruh pada tingkat pemahamana siswa akan kaidah kebahasaan teks biografi. Minat siswa dalam membaca teks biografi pun randah, serta penerapan metode pembelajaran pun belum tepat. </p><p>T</p><ol><li><p>Rendahnya minat membaca siswa</p></li><li><p>Komunikasi siswa keseharian menggunakan bahasa daerah Lio</p></li><li><p>Penggunaan metode pembelajaran belum tepat</p></li></ol><p><br/></p><p>A</p><p>Sebagai guru, saya akan memperbaiki pembelajaran khususnya dalam hal pemahaman siswa pada materi unsur kebahasaan teks biografi dengan menerapkan penggunaan metode Crosword Puzzle. </p><p><br/></p><p>R</p><ol><li><p>Pembelajaran menjadi lebih aktif</p></li><li><p>Siswa menjadi semangat dalam membaca teks biografi</p></li><li><p>Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa</p></li><li><p>Penerapan metode Crosword Puzzle dapat mengatasi permasalah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 12:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849046155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NunukSiswiyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849062379</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Lusi sering mendapatkan teguran dari wali kelasnya karena sering ijin masuk sekolah dan beberapa tugas dari guru di kelasnya belum dikumpulkan. Lusi hanya berteman dengan satu temannya, kurang bergaul dengan teman-temannya yang lain di kelasnya. Bahkan pernah tidak pulang ke rumah dengan alasan mengerjakan tugas kelompok.</p><p><br></p><p>T : Sebagai guru BK di kelasnya, tentunya ini menjadi salah satu siswa yang menjadi perhatian saya. Saya akan melakukan layanan konseling untuk mengtahui faktor penyebab Lusi bersikap demikian.</p><p><br></p><p>A : Layanan konseling yang akan saya berikan adalah Layanan Konseling Individu dengan persetujuan Lusi. Kegiatan yang mendukung saya nanti tentunya mengumpulkan data atau informasi melalui wali kelas, orang tua (panggilanorang tua/home visit), teman dan beberapa guru yang mengajar di kelasnya.</p><p><br></p><p>R : Setelah melakukan beberapa konseling dan data yang didapatkan Lusi mampu belajar bergaul dengan teman di kelasnya dengan baik serta menyesuaikan diri di keluarga yang ternyata tinggal bersama saudaranya bukan dengan kedua orang tuanya.Sehingga merasa nyaman di kelas dan di rumah. Dengan demikian diharapkan Lusi lebih rajin belajar di sekolah dan meningkat prestasi belajarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 12:44:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849062379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran berbasis Game</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849064543</link>
         <description><![CDATA[<p>Renny Puji Astuti, S.Pd.Si</p><p>S : </p><p>Pembelajaran IPA khususnya Biologi dengan karakteristik yang menuntut siswa memahami banyak istilah dan makna, membuat rendah minat bagi siswa. </p><p>sajian buku pegangan siswa yang menggunakan LKS, kurang menarik bagi siswa. </p><p>saya selaku guru yang basic nya bukan dari keilmuawan biologi terkadang merasa tidak percaya diri menjelaskan materi biologi. hal ini selalu membuat saya untuk mencari inovasi pembelajaran yang dapat mengurangi beban menjelaskan materi dengan cara ceramah. </p><p>sehingga saya berupaya ,mencari pembelajaran dengan berbasis game / permainan</p><p>T ?</p><p>A ?</p><p>R ?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 12:46:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849064543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FREDERIKUS: KESIAPAN BELAJAR SISWA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849093989</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>UPAYA MENINGKATKAN KESIAPAN DAN MINAT SISWA DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE STAR</strong></p><p><strong>Oleh: Frederikus To Goa, S.Pd</strong></p><p><strong>Guru Bahasa Inggris SMP PGRI 01 Batu</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>S: Dalam interaksi pembelajaran sehari-hari, saya sering menjumpai beberapa siswa yang belum memadai dalam kesiapan belajarnya sebagaimana diharapkan. Faktor jarak yang jauh dari rumah menuju ke sekolah, serta kurangnya interaksi optimal (kapasitas berbahasa inggris serta waktu pendampingan belajar) antara siswa dan orang tua bisa jadi merupakan penyebab terciptanya situasi ini. Sebuah situasi sulit yang tak terelakkan oleh para murid yang saya hadapi.</p><p>&nbsp;</p><p>T: Sebagai guru bahasa inggris yang senantiasa menaruh perhatian penuh t erhadap perkembangan karakter dan kompetensi berbahasa inggris para siswa, saya berusaha sebisa mungkin dan berkomitmen sungguh untuk membangun semangat para siswa agar menyukai bahasa inggris. Saya berusaha menjalin komunikasi dengan para siswa untuk menyampaikan tentang pentingnya kegiatan pembelajaran bahasa inggris. Saya juga terus berusaha untutk menunjukkan bahwa Bahasa Inggris merupakan alternatif penting untuk dipelajari di tengah perubahan arus globalisasi yang sangat cepat ini. Ketertarikan yang mungkin masih rendah dalam usaha pembelajaran bahasa inggris merupakan tanda bahwa kesiapan dan minat mereka terhadap bahasa inggrispun masih lemah dan rendah. Lalu, perihal keadaan seperti ini, bagaimanakah tindakan yang harus saya laksanakan? Saya juga tidak tinggal diam, tetapi saya mencoba menggali informasi melalui dialog sederhana dengan beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar bahasa inggris.</p><p>&nbsp;</p><p>A: Saya mulai bertanya tentang keadaan keluarga dan situasi rumah tangga tanpa harus memberikan tekanan emosi psikologis. Saya juga mulai memberikan gambaran tentang peluang-peluang positif dan hebat yang akan diperoleh jika para siswa bisa berbahasa inggris. Karena itu sayapun mulai memperkenalkan kepada para siswa dengan berbagai kemudahan belajar melalui media-media belajar gratis dan link-link pembelajaran bahasa inggris yang dapat dipelajari secara gratis. Sekaligus juga memperkenankan siswa untuk mengakses pembelajarannya dengan menggunakan HP, baik secara individu maupun secara kolaboratif dalam kelompok yang telah disepakati secara demokratis di waktu sebelumnya. Kemudahan-kemudahan seperrti ini diharapkan menjadi kesempatan menarik bagi para siswa untuk bisa memanfaatkan waktu dan fasilitas yang mereka miliki untuk pemberdayaan pengembangan kemampuana berbahasa inggris. Dengan mengajak para siswa berkolaborasi dalam kegiatan belajar secara berkelompok yang terbentuk atas pertimbangan keseimbangan kompetensi yang mereka miliki, sangat diharapkan mereka dapat berkolaborasi secara aktif dalam pembelajaran bahasa inggris. Dengan berdiskusi dan menyelesaikan tugas yang disepakati, para murid dapat megeksplorasi dirinya sendiri sekaligus meningkatkan kebersamaan belajar dalam kelompoknya masing-masing. Kesiapan dan minat belajar bahasa inggris yang berbeda-beda satu sama lainnya menjadi terakumulasi dalam kerja kelompok yang konstruktif dalam pendampingan dan arahan saya sebagai gurunya.</p><p>&nbsp;</p><p>R: Pada akhirnya segala niat baik yang telah diupayakan sosialisasinya pada waktu terdahulu, menjadi terdeteksi tumbuh kembangnya. Para siswa mulai sering menanyakan tentang tugas yang harus mereka selesaikan. Atau bahkan mereka bertanya tentang, mengapa tidak ada tugas yang diberikan kepada mereka untuk dikerjakan? Beberapa indikasi yang tertera di atas merupakan hal positif pratanda perubahan yang mereka miliki. Sampai pada tahap ini, kesiapan dirinya untuk belajar sebisa mungkin dapat kita gambarkan bahwa mereka sedang berupaya untuk siap belajar bahasa inggris. Hal ini pula yang membuat saya selalu berusaha untuk mengimbangi semangat mereka dengan penyampaian pembelajaran yang lebih efektif, menarik, simpel, dan menyenangkan. Karena pada prinsipnya, hal kecil yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan sukacita akan menyimpan kekuatan besar dalam ingatan dan rasa para siswa dalam menumbuhkembangkan kesiapan dan minat belajarnya di kemudian hari nanti. Dengan demikian maka sebagai guru bahasa inggris, saya bisa berharap untuk melihat para siswa meraih kesuksesan di kemudian hari berbalut kemampuan berbahasa inggris yang memadai untuk masa depan kehidupannya suatu saat nanti. Sampai di titik ini, kitapun akan semakin dikuatkan untuk terus maju berkarya bagi para murid, bagi bangsa dan negara sebagaimana pesan Bapak Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia; “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Ki Hadjar Dewantara. (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://katadata.co.id/agung/berita/6450b2658bed6/menilik-28-quotes-ki-hajar-dewantara-tentang-pendidikan">https://katadata.co.id/agung/berita/6450b2658bed6/menilik-28-quotes-ki-hajar-dewantara-tentang-pendidikan</a>)</p><p><br><br></p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 13:14:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849093989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Padmiyoni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849116974</link>
         <description><![CDATA[<p>S. SMP 3 Dawan merupakan sekolah yg berada pada ujung timur kota klungkung, lokasinya dekat pantai dan perbukitan, ditambah lokasi kelas 8c dan 8d berada di lantai 2 tanpa plafon, jadi suasana kelas sangat panas, dan bising ketika kls sebelah tidak ada guru, saat belajar siswa merasa tdk nyaman dan gelisah</p><p>T. Sebagai guru IPA yg sering ada Praktikum, saya berupaya melaksanakan pembelajaran di luar kelas, dengan harapan siswa bisa fokus dan antusias</p><p>A. Sebagai guru yang bisa saya amati dalam mengajar, setiap saya ajak belajar diluar kelas dan melakukan praktek mereka lebih senang dan semangat dalam melakukan kegiatan dibanding belajar di dalam ruang kelas </p><p>R. Siswa sering bertanya kapan praktek lagi dan belajar di luar kelas, dari antusis siswa, jadi saya berusaha untuk lebih sering merancang pembelajaran di ruang terbuka agar siswa merasa nyaman dan  guru pun senang materi bisa tersampaikan dengan baik </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 13:34:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849116974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komsiyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849127106</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Salah satu siswa saya tahun lalu, memiliki masalah sosial. hanya bisa berteman dengan satu anak saja yang bisa menerima sifatnya dan mampu mengemong kelakuannya. Hal ini jelas merugikan anak tersebut, apalagi jika guru lain tidak memahaminya dan menganggapnya anak nakal dan judes dari ekspresi raut mukanya.</p><p><br/></p><p>T: Sebagai wali kelas barunya di kelas 4, saya coba diskusikan dengan walas lama, katanya emang susah komunikasi dengannya, hanya banyak diam jika ditanya. Padahal anaknya cerdas berpikir kreatif dan kritis tetapi tidak ketahuan karena aksi diamnya selama ini. diskusi dengan ortunya ternyata jika di rumah bukan main ceriwisnya, tetapi jika sudah disekolah jadi diam.</p><p><br/></p><p>A: Saya melakukan pendekatan pribadi pelan pelan setiap harinya. Mengajaknya ngomong apa saja yang bisa dijadikan topik supaya mau terbuka dengan guru. Pendekatan ala teman dilakukan pertama kali. Butuh waktu hampir 3 bulan baru bisa ngobrol agak lama yang biasanya hanya jawab singkat. masuk hampir 6 bulan sudah mulai aktif dengan saya. di semester ke dua saya selalu ajak biacara ala teman dan menjelaskan pentingnya komunikasi dengan guru lain supaya guru tau apa yang dia mau, sebagai walas saya juga membuka jalur ke walas barunya tentang sifatnya supaya bisa memahami dan jangan sampai mentalnya jatuh lagi menjadi pendiam karena anaknya gak bisa dimarahin apalagi jika anaknya disalahkan atas sesuatu yang bukan salahnya, maka anak ini akan jadi pendendam. Guru harus terbuka dan mengarahkan siswa lain bagaimana caranya bergaul dengannya dan bukannya mengucilkan.</p><p><br/></p><p>R: Alhamdulillah di kelas 5 saat ini, anaknya sudah mandiri, tidak ketergantungan lagi dengan satu satunya temann. walaupun masih terbatas yang bisa berfteman dan mau menerima sifatnya. Kata kuncinya adalah sabar dan terus memancingnya berkomunikasi, Bahkan bisa menjadi guru kecil bagi kelompoknya. Dan hal ini tentu saja harus didukung oleh semua guru kelasnya. Rajin melibatkannya dalam setiap aksi pembelajaran . Saya pribadi malah senang karena anaknya pun menjadi dekat dengan saya sehingga makin memudahkan saya jika sewaktu waktu ada masalah yang dia hadapi dan membuatnya percaya diri bahwa ada seorang guru yang bisa dia percaya saat mengalamai masalah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 13:43:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849127106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yanty Sovina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849128946</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Judul: "Dinamika dalam Diam: Guru Fisika yang Menginspirasi"</strong></p><p>Situasi:</p><p>Di SMA Sinar Bangsa, suasana kelas Fisika Ibu Vina selalu dipenuhi dengan keingintahuan dan semangat belajar. Hari ini, materi yang akan diajarkan adalah hukum kekekalan energi. Ibu Vina sadar bahwa ini adalah topik yang dapat membingungkan bagi beberapa siswa, tetapi dia berkomitmen untuk membuatnya menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna.</p><p>Tantangan:</p><p>Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Ibu Vina adalah menjelaskan konsep hukum kekekalan energi secara sederhana dan aplikatif, agar semua siswa dapat memahaminya. Beberapa siswa juga memiliki ketakutan terhadap pelajaran Fisika, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih empatik dan memotivasi.</p><p>Aksi:</p><p>Ibu Vina memulai pelajaran dengan sebuah cerita pendek yang menggambarkan bagaimana energi dapat berubah bentuk, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk memberikan visualisasi yang lebih baik, dia menggunakan model sederhana dengan bola-bola yang mewakili energi kinetik dan potensial.</p><p>Selama sesi diskusi, Ibu Vina memberikan pertanyaan terbuka dan mendorong siswa untuk berdiskusi dalam kelompok. Ia menggunakan eksperimen sederhana dengan alat-alat sehari-hari untuk memperjelas konsep dan menunjukkan bagaimana energi bekerja dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Ibu Vina juga menciptakan suasana kelas yang inklusif, memberikan waktu ekstra untuk siswa yang membutuhkan bantuan tambahan, dan memberikan pujian untuk setiap usaha siswa. Dia menciptakan suasana yang aman dan mendukung, di mana setiap siswa merasa nyaman untuk bertanya dan berbagi pemikiran mereka.</p><p>Refleksi:</p><p>Setelah pelajaran, Ibu Vina merefleksikan pengalaman pembelajaran. Melihat wajah-wajah siswa yang penuh kegembiraan dan pemahaman, dia merasa berhasil melewati tantangan. Ibu Vina menyadari bahwa keberhasilannya tidak hanya terletak pada pemahaman konsep fisika, tetapi juga pada keterlibatan emosional siswa dan atmosfer positif yang diciptakannya di dalam kelas.</p><p>Ibu Vina berencana untuk terus menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan inklusif dalam mengajar fisika. Dia menyadari bahwa lebih dari sekadar menyampaikan informasi, tugasnya sebagai guru adalah membantu siswa menemukan ketertarikan mereka dalam dunia fisika dan mengatasi ketakutan mereka terhadap pelajaran ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 13:45:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849128946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saya Guru TK BINA ANA PRASA, Semanding, Tuban, Jawa Timur. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849130048</link>
         <description><![CDATA[<p>S:  Ganendra merupakan anak yang rajin dan periang, serta sering  mendapat nilai bintang  tiga ( karena di lembaga TK) dalam bidang pengembangan NAM, Jati Diri, tapi dalam Stem  / liaterasi ganendra  masih perlu bimbingan. </p><p> T : Sebagai  guru kelas saya berusaha mengetahui  sebab apa ganendra kesulitan dalam literasi ( membaca tahap awal) bahkan dalam  mengetahui dan menghafal abjad ganendra belum begitu hafal secara keseluruhan. </p><p>A: Saya melakukan wawancara personal dengan ganendra, orang tua, kerabat disekitar rumah, untuk mengetahui kondisi ganendra saat dirumah. Saya juga memberikan bimbingan secara intens dengan cara menambah jam  sepulang sekolah ( kusus ganendra) secara privat, karena sudah tertinggal dalam literasi. </p><p>R: Alhamdulillah jam tambahan secara privat yang saya lakukan dapat membuat ganendra lebih lancar dalam literasi ( membaca tahap awal) Ganendra yang tadinya belum hafal abjad  dan setelah saya bimbing dengan memberi jam tambahan akhirnya ganendra sudah hafal abjad dan literasinya juga menjadi lebih lancar. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 13:45:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849130048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran berbasis TIK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849136856</link>
         <description><![CDATA[<p>S:Pembelajaran Informatika khususnya TIK dengan karakteristik yang menuntut siswa memahami komunikasi dan menerapkannya kedalam aplikasi komputer bagi sebagian siswa kelas x masih sangat rendah karena keterbatasan kemampuan ide</p><p>T: sebagai guru informatika tentunya menjadi perhatian saya bagaimana siswa bisa belajar menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik dan benar dengan menginspirasi dan motivasi siswa untuk membuat sebuah produk yang biasanya digunakan dalam lingkungan sekitar. </p><p>A: saya mulai memberikan gambaran tentang peluang-peluang usaha yang akan diperoleh siswa jika bisa belajar TIK tentunya dengan kemampuan belajar kelompok. saya mulai memperkenalkan siswa dengan berbagai kemudahan belajar dan hasil produk yang didapat ketika siswa belajar informatika didalam dunia IT.</p><p>R: setelah melakukan beberapa sosialisasi pada waktu terdahulu, siswa menjadi semangat belajar, mencari ide dan peluang usaha yang akan diperoleh.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2285071248/29363dfa6d3083ef1cb26376fcbd6f3e/WhatsApp_Image_2024_01_15_at_21_40_10.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-15 13:51:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849136856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fini Aidayanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849170614</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Awalnya siswa - siswi di kelas X AKL  2 terlihat kurang dalam bersosialisasi, terlihat saat pembelajaran posisi duduk yang hanya berkelompok dengan  teman-teman dekat saja. Termasuk saat pembagian kelompok mereka cenderung memilih teman - teman yang mempunyai kemampuan lebih. </p><p>T :  Sebagai guru yang mengampu mata pelajaran Dasar - Dasar Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga,  dengan jam pelajaran yang banyak tentunya ini menjadi suau tantangan. </p><p>A : Langkah awal yang saya ambil yaitu dengan  cara merubah posisi duduk setiap hari, sehingga secara tidak langsung mereka besosialisasi dengan teman sekelasnya. Begitupun pada saat berkelompok pemilihan anggota di pilih oleh guru yang telah mengetahui kemampun setiap murid, dari yang mampu, mampu sebagian dan mampu menyeluruh dalam satu kelompok.  Lalu pada saat berkelompok di awal pembelajaran di tampilkan video tentang pentingnya kerjasama.</p><p>R : Alhamdulillah dengan langkah -langkah yang telah ditentukan dan direalisasikan membuat mereka dapat menyesuikan atas pola dan mekanisme yang telah diterapkan oleh guru. Sehingga dengan kesadaran diri mereka dapat berbaur dengan siswa/ siswi lainnya dan mereka tidak lagi berkelompok sesuai   ego masing -masing.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 14:18:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849170614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rukiyah, S.Pd Penggunaan tehnologi berpengaruh pada proses pemahaman siswa</title>
         <author>rukiyahrukiyah1234</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849226884</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Pada dasarnya pembelajaran bahasa inggris itu mudah hanya saja siswa siswi mendapatkan pembelajaran yg kurang sesuai dengan kemampuan dasar mereka. Sehingga apa yg mereka dapatkan terasa sulit dipahami. </p><p>T: sebagai guru bidang studi bahasa inggria saya berubaha mencoba mencari cara agar siswa siswi saya merasakan kebahagiaan dalam mempelajari bahasa inggris. Bahasa inggria menjadi tidak semenakutkan lagi. Bahagia siswanya, mudah pembelajarannya.</p><p><br/></p><p>A : Oleh sebab itu saya mencoba menerapkan pembelajaran yg berbeda menggunakan tehnologi berupa Jamboard, padlet, quizizz dll sehingga siswa siswi merasa senang dan menjadikan bahasa inggris mudah untuk dipelajari. Hal tersebut membuat anak-anak menginginkan kembali pembelajaran menggunakan quizizz dan sejenisnya. </p><p><br/></p><p>R : Alhamdulillah melalui pembelajaran tersebut membuat siswa siswi antusias dan termotivasi belajar bahasa inggris </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2285233762/92860c4da8656b3c4bb992c6d9017197/20240104_105429.jpg" />
         <pubDate>2024-01-15 15:06:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849226884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hj. Sumiati,S.P.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849400342</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>S</strong> : Saya adalah wali kelas XI ATPH di SMKN 1 Parigi Selatan Sulawesi Tengah.</p><p>Intan, salah satu anak perwalian saya sering datang terlambat ke sekolah dan ada beberapa mapel tertentu di jam terakhir dia bolos.  Secara Akademik sebenarnya anaknya cukup pandai</p><p><br></p><p><strong>T</strong> : Sebagai wali kelas saya berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan intan bersikap seperti itu</p><p><br></p><p>A : Saya memanggil Intan di jam istirahat dan mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Saya melalkukan Metode <strong>SEGITIGA RESTITUSI</strong>  untuk membantu Intan menyelesaikan permasalahannya.  Saya mengingatkan dia kembali tentang keyakinan kelas kami yang telah disepakati bersama dan telah dia langgar. Saya bertanya kepada Intan apa yang menyebabkan dia bersikap indisipliner seperti itu, dan apa dampak yang akan terjadi dari sikapnya tersebut.  </p><p>saya meminta Intan mencari solusi apa yang bisa dia lakukan untuk membantunya keluar dari permasalahannya, dengan harapan jika solusi itu berasal dari dirinya sendiri maka dia akan mudah melakukannya.</p><p><br></p><p><strong>R</strong> : Alhamdulillah setelah pertemuan yang saya lakukan dengan intan, akhirnya ada perubahan yang signifikan dari sikap indisiplinernya.  Dia sudah berusaha datang pagi dan tidak bolos lagi di jam terakhir</p>]]></description>
         <enclosure url="https://i1.wp.com/sahabatnesia.com/wp-content/uploads/2019/02/Gambar-Kartun-Muslimah-Keren.jpg?w=1170&amp;ssl=1" />
         <pubDate>2024-01-15 17:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849400342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saya Mariana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849545043</link>
         <description><![CDATA[<p>** Situasi*</p><p>Saya seorang guru bahasa Inggris di SMP Negeri  4 LIBURENG mengajar kelas 9 B yang terdiri dari 20 siswa. Kelas tersebut terdiri dari siswa dengan beragam kemampuan, minat, dan gaya belajar. Beberapa siswa memiliki kemampuan kognitif yang tinggi dan dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, sementara beberapa siswa lainnya memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi. Selain itu, ada juga siswa yang memiliki minat pada bidang sains, sementara ada juga siswa yang memiliki minat pada bidang seni.</p><p><strong>Tantangan</strong></p><p>Salah satu tantangan yang saya hadapi dalam mengajar adalah bagaimana agar semua siswa dapat belajar secara optimal, sesuai dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar mereka. Saya sebagai Guru  menyadari bahwa pembelajaran konvensional yang dilakukan sebelumnya, yaitu dengan memberikan materi yang sama untuk semua siswa, tidak dapat memenuhi kebutuhan belajar semua siswa.</p><p><strong>Aksi</strong></p><p>Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya sebagai guru  memutuskan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek. Saya melakukan langkah-langkah berikut:</p><p><em> </em>*Melakukan asesmen awal untuk mengetahui kemampuan kognitif, minat, dan gaya belajar siswa.** Asesmen ini dilakukan dengan memberikan tes tertulis, wawancara, dan observasi.</p><p><em> </em>*Membuat rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil asesmen.** Dalam rencana pembelajaran, Saya menentukan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian.</p><p><em> </em>*Melakukan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa.** Untuk siswa dengan kemampuan kognitif yang tinggi,  Saya memberikan tugas yang lebih menantang, seperti membuat video tentang membuat resep makanan dan mempraktekannya bersama kelompoknya Sementara itu, untuk siswa dengan kemampuan kognitif yang lebih rendah,  Saya memberikan tugas yang lebih sederhana, seperti membuat poster tentang kosakata bahasa Inggris yang berhubungan dengan materi procedure teks</p><p><em> </em>*Memberikan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa.** Umpan balik diberikan secara lisan, tertulis, atau melalui portofolio siswa.</p><p><strong>Refleksi dan Dampak</strong></p><p>Setelah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek, saya guru  melihat adanya peningkatan pada hasil belajar siswa. Siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang tinggi dapat lebih cepat memahami materi dan menyelesaikan tugas. Sementara itu, siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dapat belajar dengan lebih baik dan tidak merasa tertinggal. Selain itu, siswa juga terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.</p><p>Berikut adalah beberapa dampak positif dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek:</p><p><em> </em>*Peningkatan hasil belajar siswa**</p><p><em> </em>*Peningkatan motivasi belajar siswa**</p><p><em> </em>*Peningkatan pemahaman siswa tentang materi pembelajaran**</p><p><em> </em>*Peningkatan rasa percaya diri siswa**</p><p><em> </em>*Peningkatan kerja sama antar siswa**</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar semua siswa. Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat membantu siswa untuk belajar secara optimal dan mencapai hasil belajar yang maksimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 20:51:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849545043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asesmen serasa bermain game dengan Quizziz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849806619</link>
         <description><![CDATA[<p>S:  Salah satu tugas seorang guru adalah menumbuhkan motivasi maupun minat belajar siswanya. tanpa motivasi dan minat yang bagus, maka sulit rasanya membuat mereka untuk aktif belajar apalagi kalau dikaitkan dengan tuntutan kurikulum yang berpihak pada siswa.</p><p>T: Siswa yang ada dikelas saya 100% laki-laki dengan motivasi dan minat yang rendah untuk belajar matematika. momok bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan masi melekat di kepala mereka. setiap ada kesempatan akan mereka gunakan untuk bermain game. setiap masuk kelas, yang dominan ada dibenak mereka adalah "kapan istrahat?"</p><p>A: Ternyata ada aplikasi yang bisa membantu saya untuk menyalurkan kesenangan siswa saya bermain game tetapi masi dalam proses pembelajaran, yaitu aplikasi Quizziz. disetiap akhir pembelajaran saya melakukan penilaian (kuis) dengan menggunakan Quizziz dengan jenis kuis <strong>Mastery Peak Insight.</strong></p><p>sebelum pembelajaran dilaksanakan, saya membuat persiapan salah satunya membuat kuis dengan materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari itu. tak lupa pula saya menyiapkan hadiah untuk pemenang pertama kuis hari itu, walaupun hadiahnya tidak begitu berharga, namun nilai dan penghargaanya cukup berarti.</p><p><br></p><p>R: dengan melakukan penilaian seperti ini, siswa saya jadi bersemangat untuk mempelajari pelajaran selanjutnya, dengan salah satu motivasinya adalah agar bisa menjadi pemenang kuis. dan saya bisa melihat senyuman mereka saat kuis. sangat berbeda ketika kuis dengan kertas biasa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2258078933/d8ea3dd1462704830cab92e2c52dd24d/WhatsApp_Image_2024_01_16_at_13_22_41_2ad3a80d.jpg" />
         <pubDate>2024-01-16 03:29:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849806619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yosida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849942919</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu pagi cerah di SDN Grogol Selatan 01, Saya Yosida Herrawati, seorang guru kelas 1 yang penuh semangat, memulai sebuah perjalanan baru dalam meningkatkan efisiensi kegiatan administrasi di kelasn. Saya berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi dengan mengenalkan penggunaan e-absen yang terkoneksi dengan Excel.</p><p>Saya memulai langkah pertamanya dengan merancang rencana implementasi menggunakan metode STAR, yaitu Singkirkan (Identifikasi masalah), Tentukan (Tentukan tujuan), Aplikasikan (Terapkan solusi), dan Refleksikan (Evaluasi hasil). Berikut adalah cerita perjalanannya:</p><p><strong>Singkirkan (Identifikasi masalah):</strong></p><p>Saya menyadari bahwa proses pengabsenan di kelas masih menggunakan metode manual, yang memakan waktu dan berpotensi pada kesalahan data. Hal ini bisa merugikan bagi saya dan siswa dalam pencatatan kehadiran.</p><p><strong>Tentukan (Tentukan tujuan):</strong></p><p>Dengan tekad untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi, Saya menetapkan tujuan untuk mengimplementasikan e-absen yang terkoneksi dengan Excel. Saya ingin menciptakan sistem yang dapat menghemat waktu, mengurangi kelelahan, dan memberikan data yang lebih akurat.</p><p><strong>Aplikasikan (Terapkan solusi):</strong></p><p>Saya mulai mencari solusi yang sesuai dengan tujuannya. Setelah penelitian, saya memilih sistem e-absen yang mudah digunakan dan dapat terintegrasi dengan Microsoft Excel. Saya memastikan bahwa seluruh siswa dan orang tua mendapatkan pelatihan singkat untuk menggunakan sistem baru ini.</p><p><strong>Refleksikan (Evaluasi hasil):</strong></p><p>Setelah beberapa minggu menerapkan e-absen, saya mulai melihat perubahan positif. Proses pengabsenan menjadi lebih cepat, data kehadiran menjadi lebih akurat, dan saya merasa lebih leluasa untuk fokus pada kegiatan pengajaran. Selain itu, dapat dengan mudah mengakses informasi kehadiran anak-anak mereka.</p><p>Dengan menggunakan metode STAR, saya berhasil mengatasi tantangan administratif di kelasnya dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efisien dan modern. Langkah ini bukan hanya membantu guru dalam administrasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perkembangan pendidikan di SDN Grogol Selatan 01.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-16 06:26:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2849942919</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Khodijah, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2850225258</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Unit Kerja: SMP Negeri 4 Depok</strong></p><p><br/></p><p><strong>Judul<em>:  Easy </em>Menulis Teks Deskriptif Sederhana dengan Komik Lucu</strong> </p><p><br/></p><p><strong><em>SITUASI</em></strong><em>: </em></p><p>Sejak pembelajaran sepenuhnya tatap muka maka kita bebas bertemu dan menstimulus murid-murid. Hanya ada keadaan yang kurang bagus yakni murid-murid mengalami kesulitan menulis dalam pelajaran Bahasa Inggris. Walaupun hanya berupa tulisan satu kata saja. Banyak terjadi kesalahan eja atau typo error yang mungkin di mata kita pendidik hal tersebut sederhana. Namun menjadi rumit bagi murid karena mereka terbiasa 'one show one task' atau dengan kata lain tugas hanya untuk memenuhi kegiatan pembelajaran online tanpa tahu apa maksudnya.</p><p><br/></p><p><strong>TANTANGAN</strong>:</p><p>Hal yang menjadi ketersendatan adalah murid-murid baru beradaptasi dengan model pembelajaran tatap muka. Selain itu bagi mereka gawai pintar hanyalah untuk bermain game saja tidak lebih. Terlebih belum tumbuh tanggung jawab besar karena bisa jadi selama masa belajar secara daring hanya dikerjakan oleh orang tua, saudara atau menyuplik punya teman tanpa dipelajari lebih lanjut. Hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi saya pendidik apalagi dengan diluncurkannya kurikulum merdeka yang masih baru sekali di sekolah saya</p><p><br/></p><p><strong><em>AKSI</em></strong>:</p><p>Ada keprihatinan tersendiri dengan segudang soal yang dihadapi murid maupun guru. Oleh karenanya saya mengambil jalan tengah dengan kegemaran murid terhadap gawai pintar. Saya menstimulus mereka dengan bacaan komik. Lalu saya menanyakan kesukaannya terhadap komik dan untuk apa. Sebagian hanya menjawab untuk bacaan saja. Belum ada yang tahu dapat dipakai untuk tugas pembelajaran. Jadilah saya mengajarkan sekilas di kelas melalui pelatihan singkat dengan aplikasi Canva. Sedangkan pertanyaan ditampung melalui video dan kesepakatan g-meet bagi yang penasaran dengan pembuatan komik sederhana melalui komik. Setelah komiknya sudah mereka pahami minimal tahu, saya sebagai guru memberikan pembelajaran sederhana percakapan teks deskriptif seputar diri sendiri. Nah dari percakapan tersebutlah saya minta murid menyajikan percakapan seputar diri mereka sendiri dengan bantuan komik yang berdialog atau monolog.</p><p><br/></p><p><strong><em>REFLEKSI</em></strong></p><p>Setelah saya luncurkan di kelas, awalnya hanya segelintir yang bisa. Namun setelah diulang dua kali dan berbeda karakteristik kelas ternyata hampir semua murid suka dan bisa menuangkan tulisan berupa teks deskriptif seputar greeting dan diri sendiri di kelas 7. Hanya ada sekitar lima sampai tujuh saja yang belum paham karena memang karakteristik anak berkebutuhan khusus jadi perlu tambahan waktu. Secara utuh dengan jumlah murid 39 setiap kelas dan yang sudah bisa sekitar 32 maka dapat dikatagorikan aplikasi komik mampu membuat murid menulis teks sederhana jenis deskriptif. Artinya berhasil sebesar 82,05%. Saya senang, murid pun tidak jenuh karena dapat belajar melalui gawainya sekaligus bermain dan tugas selesai.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1919954399/32a187ef0b2e73469c739ff102221d56/1000058742.jpg" />
         <pubDate>2024-01-16 11:07:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2850225258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETUALANGAN MATEMATIKA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2850303043</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><pre><code>S : &nbsp;SMK Negeri 5 Majene adalah sekolah kejuruan berbasis teknologi rekayasa, sebagian program keahlian yang ada di dominasi oleh peserta didik laki – laki. Farid, Rizal, Riswan dan Ahmad adalah siswa XI TKRO yang terkenal bermasalah karena suka bercerita di pojok kelas dalam proses pembelajaran.</code></pre></blockquote><blockquote><pre><code>T&nbsp; :&nbsp; Awalnya cukup kesulitan untuk menangani mereka, meskipun beberapa jenis media pembelajaran sudah saya ikut sertakan saat ngajar seperti video, gambar, ataupun materi dalam bentuk tulisan namun mereka hanya mampu bertahan maksimal 60 menit. Diskusi dengan teman sesama gurupun tak membuahkan hasil yang memuaskan,  Hingga pada suatu hari saya menemukan mereka begitu bersemangat dalam pelajaran olahraga hingga mereka mampu bertahan sampai akhir pelajaran bahkan lebih dari itu.</code></pre></blockquote><pre><code>A&nbsp;&nbsp; :&nbsp; Saat menemukan hal tersebut saya menyadari bahwa anak – anak tersebut tipe pembelajar kinestetik, sehingga dalam proses pembelajaran selanjutnya saya mencoba untuk memfasilitasi peserta didik untuk mengumpulkan data konkrit yang berkaitan dengan materi yang dipelajari ( &nbsp;statistika misalnya ) diluar kelas , area sekolah ataupun tempat lainnya, kemudian data yang di dapat di olah sedemikian rupa sehingga bermuara pada materi yang dipelajari.</code></pre><pre><code>R&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp; Sejak saat itu mereka perlahan – lahan mampu mengikuti pelajaran dengan baik sampai pada batas waktu yang di tentukan, bahkan mereka kadang ke depan kelas untuk mempersentasekan hasil pekerjaan kelompok mereka masing – masing. Alhamdulillah saya merasa sangat senang.</code></pre><pre><code></code></pre>]]></description>
         <enclosure url="https://bimamedia-gurusiana.ap-south-1.linodeobjects.com/acf513e9f985ebc190acca290a8a6540/2018/02/27/l-c3134be581a5c9fcbc74f6bf4f912cb8.jpg" />
         <pubDate>2024-01-16 12:20:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2850303043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sayyidah M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851240808</link>
         <description><![CDATA[<p>S. Saya adalah guru mata pelajaran sejarah. Pelajaran ini tentu kaya akan materi dan teori yang  harus disampaikan.hari itu topik bahasan kami adalah pemerintahan Orde Baru.saat saya masuk kelas XII IPS, mayoritas siswa berkutat dengan hp dan menatap layar dengan penuh kekhusyukan. Saat pembelajaran akan dimulai terlihat wajah-wajah yang enggan berlari dari layar gawai mengingat betapa serunya apa yang sedang terpampang pada layar tersebut.</p><p>T. Saya harus melakukan transfer materi, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Saya bisa saja melakukan peringatan keras agar siswa menyimpan hp dan fokus pada pembelajaran dengan intonasi suara yang keras kemudian siswa langsung patuh dan taat. Tetapi, saya ingin saat di kelas, siswa belajar dengan hati bahagia tanpa keterpaksaan.</p><p>A. Saat siswa yang kalem mulai menyimpan hp karena segan sementara siswa yang lain masih asyik dengan layar gawainya, saya langsung berkata. "Letakkan hp di atas meja!" (dengan suara lembut). Beberapa siswa terlihat diam karena bingung apa yang akan saya lakukan. Kemudian saya berkata.</p><p>"Mari kita gunakan Hp ini supaya lebih bermanfaat tidak hanya digunakan untuk bermain games dan membuka sosial media. Kita akan belajar dengan memanfaatkan Hp sebagai sumber belajar".</p><p>Kemudian siswa saya beri tugas mencari foto/gambar/pantun/puisi/video yang berhubungan dengan program pemerintah masa Orde baru. Tugas tersebut harus di share ke grup WhatsApp messenger Mata pelajaran sejarah. Selanjutnya setiap siswa maju ke depan kelas mempresentasikan tugas yang telah dikumpulkan.dengan catatan, jika ada siswa yang ketahuan bukan mengerjakan tugas, maka Hp akan disita dan diberi tugas tambahan di ruang guru.</p><p>R. Pembelajaran berlangsung menyenangkan.satu persatu siswa maju ke depan mempresentasikan tugasnya.pembelajaran terasa unik apalagi saat puisi dan pantun dibacakan.nuansa berbeda mewarnai kelas pelajaran sejarah saat puisi dan pantun tentang politik dibacakan.seluruh warga kelas seakan dibawa untuk berada pada momen pagelaran seni para seniman masa depan di dalam kelas.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 02:31:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851240808</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Curhat pagi upaya melatih siswa untuk berbicara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851791140</link>
         <description><![CDATA[<p>Berbicara dan berani mengungkapkan ide fikiran kadang adalah perkara yang sulit bagi peserta didik; lebih-lebih berbicara dan mengungkapkan ide fikiran dalam bahasa Asing. Ketakutan akan kesalahan ucap dan tata bahasa seringkali membuat peserta didik diam seribu bahasa ketika guru meminta mereka untuk bicara.</p><p>Melihat fenomena ini, saya selaku motivator dan pendamping anak-anak di kelas Bahasa Inggris mencoba berbagai metode untuk memotivasi mereka berani berbicara tanpa beban pronounciation dan grammar. Salah satu yang saya coba di kelas adalah acara curhat tentang apa2 yang mereka alami sebelum masuk kelas dengan bahasa yang sederhana dengan diksi vocab yg mereka tahu serta tata bahasa yang sederhana.  Saya berusaha merespon curhat mereka tanpa koreksi penginapan dan tata bahasa dari kalimat-kalimat yang anak2 ucapkan.</p><p>Kadang saya juga mengajak peserta didik untuk menanggapi curhat dan temannya dengan bahasa yang sederhana juga.</p><p>Setelah beberapa minggu dibuat; alhamdulillah anak2 mulai berani untuk berbicara dan mengungkapkan ide yang sederhana. Untuk melatih kecakapan peserta didik dalam berbahasa, saya kadang tampilkan beberapa video di youtube tentang curhatan anak2 penutur asli di sekolah mereka. </p><p>Dan, ketika saya adakan tes sederhana tentang grammar atau listening; ternyata kemampuan peserta didik dalam dua kompetensi itu juga terjadi peningkatan yang cukup baik.</p><p> Mohon koreksi dan bimbingannya dari  Ibu pemateri; yang tentunya lebih dulu dan berpengalaman dalam menulis praktik baik.</p><p>(Agus Bagyo, pengajar mapel Bahasa Inggris dan Jepang di SMK 1 Batang)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 12:13:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851791140</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asesmen Formatif Menggunakan Quiziz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851832665</link>
         <description><![CDATA[<p>SITUASI :</p><p>Asesmen menjadi hal yang tidak menarik bagi sebagian Siswa terutama Siswa Laki-laki. Mereka sering jenuh dengan Asesmen yang bersifat Klasik seperti Menulis jawaban di kertas. Makanya saya sebagai Guru IPA beralih meggunakan Quiziz sebagai Media untuk melaksanakan Asesmen.</p><p><br></p><p>TANTANGAN :</p><p>Tidak semua Siswa yang mempunyai HP. Tapi saya Punya alternatif yaitu dengan cara Quis yang di Tap di papan tulis.</p><p><br></p><p>AKSI :</p><p>Saya mulai melaksanakan ini di semester lalu. Selain saya mendapatkan gambaran pemahaman siswa saya, saya juga mendapati bahwa mereka sangat senang akan hal baru ini.</p><p><br></p><p>REFLEKSI :</p><p>Setelah saya terapkan di kelas lain, ada siswa yang tidak begitu suka, meskipun tidak lebih dari 5 orang. Setelah dicari tahu mereka tidak suka karena mereka ingin tampil bermain tapi tidak punya Handphone.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 12:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851832665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NURHAYATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851875256</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Ridho yang berusia 15 tahun dan masih duduk dibangku kelas 6 SD. hal ini menyebabkan dia merasa kurang percaya diri dan lebih suka menyendiri. dikarenakan dia tahu bahwa seharusnya anak seusia dia sudah duduk dibangku SMP. Hal ini terjadi bukan karena Ridho sering tinggal kelas, namun memang Ridho terlambat masuk SD. Dia masuk SD kelas 1 saat berumur 9 tahun. Hal ini terjadi diluar jam belajar ataupun saat Ridho belajar.</p><p>Sehingga prestasi yang diperoleh Ridho kurang begitu memuaskan.</p><p><br/></p><p>T : Sebagai Kepala Sekolah saya berusaha supaya   Ridho dapat memiliki rasa percaya diri yang baik dan mau berteman dengan kawan- kawannya.</p><p><br/></p><p>A : Dijam istirahat saya sering memanggil dia untuk ngobrol, bermain, kemudian meminta bantuan ke dia, baik hanya sekedar mengambil sesuatu yang ketinggalan di kelas, tau meminta tolong dibelikan sesuatu dikantin sekolah. Yang pastinya setiap hari  saya selalu mencari cara untuk dapat berkomunikasi dengan Ridho. Biarpun hanya sekedar menanyakan apakah Ridho sudah makan atau belum.</p><p><br/></p><p>R : Selalu menemui dan mengajaknya berbicara membuat Ridho merasa bangga dan semakin dekat dengan saya, temen-temen guru yang ada dikantor, dan juga temen- temen sekelas dia. perlahan seiringnya waktu percaya diri Ridho mulai muncul. Dia mau berteman dengan teman sekelasnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 13:30:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851875256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Semangat Belajar di Sekolah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851879841</link>
         <description><![CDATA[<p>Tak seperti hari-hari sebelumnya, Pagi ini hujan turun cukup deras. Padahal sudah waktunya untuk berangkat ke sekolah titik dengan cuaca hujan yang dingin tentu bukan kondisi yang ideal untuk pergi sekolah titik apalagi harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. </p><p>Ibu menawarkan aku libur karena kuatir Aku kehujanan dan jatuh sakit. Tidak apa-apa libur dulu izin tidak masuk sekolah. Kalau kamu tak sekolah guru pasti memaklumi, tawar ibu. </p><p>Aku tentu sangat tergoda dengan tawaran Ibu, mengingat hujan di luar yang deras. Selain itu aku bisa santai-santai di kamar sambil tidur. </p><p>Tapi, Bu..... jawabku. Kalau aku tidak sekolah, aku tidak bisa belajar, dong, jawabku. </p><p>Belajar di rumah saja, Jawab ibu singkat. Di sekolah lebih seru, terus ada guru yang membimbing aku ingat kata Ayah, kalau mau meraih cita-cita kita harus lawan rintangan yang ada di depan titik Apalagi ini cuma hujan jelasku. </p><p>Ibu tersenyum tampak bangga. Baiklah kalau begitu, Ibu antar kamu ke sekolah, ya.. kita pakai payung supaya kamu tidak basah kuyup, ujar ibu. </p><p>Aku dan ibu pun pergi ke sekolah untuk belajar. Meski hujan dan banyak rintangan, Tapi demi belajar dan cita-cita harus aku lawan. </p><p>Nanik, S. Pd. SD</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 13:33:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851879841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmat Rifai Latuconsina-Pembelajaran Berdiferensiasi dengan ClassPoint</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851934342</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya adalah seorang guru di SMA Negeri 11 Maluku Tengah menghadapi tantangan besar. Kelas saya terdiri dari siswa dengan tingkat pemahaman yang beragam dalam mata pelajaran Ekonomi. Saya merasa perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan berfokus pada kebutuhan individu, dan itulah saat saya memutuskan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan dukungan teknologi Aplikasi ClassPoint.</p><p>T : Tantangan utama yang saya dihadapi adalah bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menantang tetapi tetap dapat diakses oleh setiap siswa. Saya perlu mengatasi perbedaan tingkat pemahaman, gaya belajar, dan kecepatan belajar siswa. Dengan ClassPoint, saya mendapat ide untuk merancang pembelajaran yang menyenangkan berpusat pada siswa dan disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing siswa.</p><p>A : Saya melakukan kegiatan pembelajaran dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok berdasarkan gaya belajar mereka. Dengan menggunakan ClassPoint, saya memintah siswa mengamati gambar yang ditayangkan kemudian memberikan pertanyaan terbuka kepada siswa serta memberikan penguatan materi yang dapat diakses dengan metode yang paling sesuai dengan gaya belajar siswa. Serta memberikan pemahaman mendalam melalui diskusi kelompok, menyediakan sumber daya tambahan bagi yang memerlukan.</p><p>R : Alhandulillah, setelah pembelajaran anak-anak sangat senang sekali, mereka berbicara tentang pengalaman belajar mereka, apa yang berhasil, dan di mana mereka masih merasa perlu meningkatkan. ClassPoint membantu Saya untuk memantau perkembangan individu siswa secara real-time, dan dengan itu, saya dapat memberikan umpan balik langsung yang mendukung perkembangan siswa.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2288741978/e189a7f2d4dd666e35f2c1d4b62e9344/Picture1.jpg" />
         <pubDate>2024-01-17 14:14:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851934342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Ratna Kurniawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851946455</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul : “Pemanfaatan Handphone untuk Kegiatan Pembelajaran yang aktif dan kreatif”</p><p><br></p><p>SITUSI AWAL:</p><p>Tidak jauh berbeda dengan siswa-siswa lain setingkat SMA /SMK, siswa kelas X Teknik Pemesinan yang saya ajar juga tidak bisa lepas dari yang namanya Hand Phone. Hampir setiap saat siswa siswi tidak bisa jauh dari handphone. Sering saat kegiatan pembelajaran berlangsung ada saja siswa yang mencari-cari kesempatan untuk mengoperasikan handphone</p><p><br></p><p>TANTANGAN :</p><p>Sebagai guru mata Pelajaran Dasar-dasar Teknik Mesin, saya ingin tujuan pembelajaran untuk materi yang saya ampu bisa tercapai. Saya ingin siswa bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, dengan kesadaran penuh dari mereka tanpa adanya rasa terpaksa. Dengan melihat kondisi bahwa siswa tidak bisa lama-lama lepas dari handphone, maka saya berencana untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan melibatkan penggunaan handphone.</p><p><br></p><p>AKSI :</p><p>Kelas X Teknik Pemesinan 1 yang berjumlah 36 siswa saya bagi menjadi 9 kelompok dengan jumlah anggota masing-masing ada 4 siswa. Kemudian masing-masing kelompok saya berikan tugas untuk melakukan diskusi dengan materi yang berbeda sesuai dengan yang sudah saya bagi dan membuat presentasi dari materi tersebut. Presentasi dibuat dengan handphone siswa dimasing-masing kelompok. Pembuatan presentasi bisa menggunakan aplikasi Canva, power point, mindmap atau aplikasi lain yang dikuasai siswa.</p><p>Setelah semua kelompok melakukan diskusi dan menyelesaikan penyusunan presentasi, kemudian masing-masing kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas.</p><p><br></p><p>RESULT / HASIL:</p><p>- Pada saat kerja kelompok untuk diskusi dan membuat presentasi, semua siswa terlihat aktif, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan antusias dan gembira.</p><p>- Pada saat melakukan presentasi di depan kelas, semua siswa juga bersemangat karena mereka termotivasi untuk menampilkan yang terbaik di depan siswa yang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2288662987/7c023d6a5d262963db508b43011a670a/WhatsApp_Image_2024_01_17_at_21_19_58.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-17 14:22:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851946455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelasku walasku</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851972737</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas ini merupakan kelas perwalianku,uniknya kelas ini merupakan kumpulan anak2 dg kemampuan keilmuan sosial. Hebatnya dalam kegiatan P5 di sekolah, mereka mendapatkan 2 penghargaan sekaligus.</p><p>Di mana hebatnya???</p><p>Secara dari 12 kelas, 4 diantara nya kelas Sosial dan hanya kelas ini yg meraih penghargaan, 2 sekaligus pula. Waaaauuuw , Alhamdulillah.</p><p>Hal ini karena mereka tak patah arang untuk menunjukkan kelebihan dan bersemangat meraih prestasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 14:39:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851972737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uun Kurniasih SMA 2 Brebes</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851976583</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul kelasku walasku </p><p><br/></p><p>Diatasnya y abu Nura.... </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 14:42:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2851976583</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nartini _ Matematika dengan Bahagia, Siapa Takut?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852043718</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi : Siswa di sekolah saya diperbolehkan bahkan dianjurkan menggunakan chromebook dalam rangka mengsukseskan program sekolah digital. Wifi gratis setiap kelas difasilitasi pemkot dalam rangka mempermudah akses pencarian informasi dan update pengetahuan. Semua siswa mampu mengoperasikan chromebook dan belajar lebih awal dengan browsing dan membuat konten edukasi, juga sesuatu yang berbau digital. Namun dalam pembelajaran tertentu diharuskan HP off dan tersimpan rapi di loker kelas masing-masing dan hanya chromebook yang boleh diakses dalam pembelajaran. </p><p>Tantangan : Pemanfaatan chromebook ternyata dapat  untuk WA(whasApp), dan juga  mengakses hal-hal yang diluar kehendak guru. Informasi cepat didapat, materi dapat diperoleh dari berbagai sumber, namun ada banyak sisi negatifnya. Dalam chromebook juga terdapat kalkulator yang membuat siswa malas berpikir. Bahkan dengan kecanggihan IT, banyak soal yang tinggal diucap, atau ditulis ulang keluar jawabannya tanpa berpikir atau berproses. Hal ini membuat pembelajaran kurang optimal terutama membuat siswa tidak mau berlogika, bergaul uga terbatas saking asyiknya sendiri dengan chromebooknya, mencatat juga ogah-ogahan. Padahal tujuan pembelajaran adalah menjadikan siswa yang siap menghadapi dunia luar dengan karakter yang disiplin, cerdas, kreatif, berempati dan mulia. Literasi dan numerasi jadi tidak optimal karena semua sudah dapat dijawab melalui beberapa aplikasi yang memberikan fasilitas jawaban tanpa mereka berpikir kritis. </p><p>Aksi : Saya menyadari kondisi ini harus segera diatasi. Mereka harus kembali ke jalan yang benar, mengembalikan fungsi sekolah sebagai salah satu pembentuk karakter Pancasila. Saya harus mengupayakan bagaimana agar IT juga jalan, siswa tetap belajar, dan karakter terbentuk sehingga literasi numerasi berjalan dengan baik. Langkah awal saya merancang pembelajaran dengan mencari informasi dari siswa hal apa yang mereka sukai. Mereka suka belajar tetap pakai chromebook yang selama ini menemani dalam setiap aktivitasnya. Saya mencoba merancang pembelajaran yang membuat mereka dapat bersosialisasi, mengenal lingkungan dan belajar dalam prosesnya. Saya buat kelompok belajar yang heterogen dengan maksud memupuk kebersamaan dalam kelompok mencapai tujuan. Saya buat LKPD yang mengharuskan antar kelompok harus bekerjasama. Saya rancang pembuatan klinometer sederhana dan memanfaatkannya dalam mengukur ketinggian suatu benda. Setiap anggota harus menentukan media / benda yang dijadikan obyek yang akan dicari ketinggiannya.Saya sampaikan kriteria penilaiannya yang meliputi kekompakan, ketelitian, analisis, dan kreatifitas laporan. Karena terkait mengukur sudut, jarak benda dengan siswa disaat siswa tersebut melihat titik tertinggi yang diukur maka teman dalam kelompoknya harus ada yang melihat sudut elevasinya, mengukur jarak , dan mendokumentasikan sebagai tugas kreatifitas laporannya. Jadi mereka bekerja dalam satu tim yang solid agar hasil laporannya menggambarkan ukuran tinggi yang mendekati kebenaran. Saya mendampingi setiap proses kegiatan di LKPD . Pengambilan foto dokumentasi yang kurang sesuai karena siswa yang bersangkutan tidak terlihat, cara melihat ujung tertinggi dan mengukur jarak jika tidak menggunakan meteran panjang, merupakan tantangan siswa berpikir kritis juga. Ide-ide kreatif selalu dituntut dalam kegiatan ini mengingat peralatan yang ada sangat sederhana. Asyik mereka berdiskusi memecahkan masalah .</p><p><br></p><p>Result : Ternyata siswa-siswa terpacu dalam kelompok untuk membuat laporan terbaik. Mereka berupaya membuat kelompoknya bekerja optimal. Mereka menjadi saling mengenal, saling membantu baik saat bekerja di luar kelas saat mengukur tinggi banda, saat presentasi di dalam kelas, maupun dalam pembuatan laporan. Ketelitian pengukuran sangat mempengaruhi hasil perhitungan, sesuai mapel saya matematika. Mereka banyak yang ragu cara menghitung sudut di kalkulator chromebook karena ada yang keliru tidak dalam derajat(deg) namun menggunakan radian(rad). Keberanian bertanya dan mencoba terlihat tumbuh dan bersemangat belajar mandiri. Terjadilah interaksi yang baik, saling bekerja sama, mau berpikir, membuat alat klinometer bersama, menuliskan hasil pengukuran bergantian antar kelompok, bergerak bebas diluar kelas dalam rangka mencari benda obyek yang diukur dan gembira karena tetap memakai chromebooknya untuk mencatat dan membuat presentasi. Alhamdulillah tujuan pembelajaran menghitung ketinggian suatu benda tercapai hampir 90%. Mereka gembira, dan merasa saling dekat. Laporan yang kurang sesuai mereka dapat menganalisa karena kurang jeli dan akan selalu memperbaiki untuk kedepannya. Belajar Matematika jadi asyik dan menyenangkan jika kita mampu mengkonstektualkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2288752164/518b0c63fb87fb1856d736fd336c3caa/WhatsApp_Image_2024_01_17_at_21_26_48__1_.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-17 15:25:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852043718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maya muis nonci</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852422856</link>
         <description><![CDATA[<p>Disekolah tempat saya mengajar banyak skli siswa sy yang berkebutuhan khusus,maksudnya mereka lebih memilih tidak masuk belajar demi lebih fokus dalam mencari uang,orang tua mereka berfikir uang lebih penting dibandingkan dengan pendidikan walaupun tidak smua orang tua sependapat dengan itu,kami selaku guru mereka senantiasa mengingatkan dan memberi motivasi bahwa dengan pendidikan uangpun bisa lebih banyak didapatkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 19:55:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852422856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Motivasi Belajar IPA Di Pesantren</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852869605</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Tempat mengajarku di sekolah yang berbasis pesantren. Pada umumnya di pesantren, mata pelajaran yang banyak diajarkan adalah mata pelajaran keagamaan. Alhamdulillah, di pesantren tempat mengajar saya, sudah ada kelompok MIPA, dengan jumlah peserta didik yang cukup banyak, bahkan paling banyak dibandingkan dengan kelompok IPS ataupun KEAGAMAAN sendiri. Namun, yang menjadi kendala baik bagi pengajar ataupun peserta didiknya adalah waktu belajar yang sangat sempit, dikarenakan jumlah mata pelajaran yang cukup banyak. Hal ini, menjadi pertimbangan bagi pengajar untuk memberikan kesempatan belajar yang sama kepada peserta didik seperti halnya yang sekolah di luar pesantren. </p><p>T : Yang menjadi tantangan untuk guru IPA adalah sulitnya menyampaikan informasi kepada peserta didik, agar peserta didik dapat memahami dan memaknai dari mapel IPA, baik matematika, fisika, kimia maupun biologi dengan segala keterbatasan waktu dan keterbatasan sumber belajar berupa buku pelajaran.</p><p>A : Kami sebagai guru IPA mengadakan MGMP untuk masing-masing mapel, dengan tujuan untuk menyamakan persepsi, dan mencari solusi terbaik agar tercapai tujuan pembelajaran. Salah satu kendala di sekolah saya adalah kurangnya motivasi belajar terutama untuk mapel IPA, karena mereka selalu beranggapan bahwa IPA adalah mapel yang sulit untuk dipelajari, dipahami dan sulit diterima. Aksi yang sampai saat ini dilakukan adalah memberikan rasa percaya diri kepada peserta didik yang menyenangi mapel IPA dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan lomba, seperti OSN, KSM, atau lomba-lomba yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga lainnya. Baru empat tahun ke belakang ini, kami mendapatkan kesempatan dari kemendiknas untuk mengikuti OSN, karena sebelum-sebelumnya kami tidak mendapatkan akses masuk kemendiknas. </p><p>Kami terus memberikan motivasi kepada peserta didik dengan memberikan kesempatan bimbingan belajar khusus yang didatangkan dari lembaga luar. Jam belajar juga di luar jam sekolah, kita sebagai guru IPA harus terus menunjukkan semangat kepada peserta didik dengan memberikan bimbingan tambahan di luar jam pelajaran.</p><p>R : Alhamdulillah, dengan segala perjuangan dan kerjasama yang baik dari tim pengajar dan peserta didik, kami telah mendapatkan hasil yang baik. Peserta didik sudah banyak yang berprestasi di bidang IPA, antara lain; juara OSN Kabupaten untuk beberapa mapel seperti Fisika, Kimia, Astronomi, Matematika sehingga berhak lanjut ke tingkat berikutnya. Namun, kami belum bisa menembus tingkat Provinsi. Semoga dengan semangat yang selalu kami berikan, tetap menjadi motivasi bagi peserta didik kami. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-18 05:01:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852869605</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Yuliana </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852870284</link>
         <description><![CDATA[<p>Jakarta</p><p><br/></p><p>Sebut saja namanya Janj, Jani adalah salah seorang murid di sekolah kami ,dia adalah seorang anak disabilita. Akan tetapi bukan dimental tetapi difisiknya. Walaupun dia anak yang memiliki kelemahan salah satu fisiknya akan tetapi tidak mengurangi rasa percaya diri bahkan dia memiliki semangat yang luar biasa bahkan bisa melebihi anak anak yang normal,terkadang kami guru merasa empati terhadap anak tersebut .bahkan anak tersebut tidak mau dikasihani. Semangat yang luar biasa dan penanaman rasa percaya diri yang tinggi membuat anak tersebut tumbuh melebihi teman twmanya baik dalam akademiknya. Ini adalah salah satu contoh praktik baik buat saya bahwasanya kita tidak boleh memandang anak dr segi kekurangannya justru jadikan kekurangannya sebagai kelebihan mereka ,agar mwreka bisa berkembang dengan baik pula.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-18 05:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2852870284</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853233870</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2288631495/9dbf4177df6322403c296210bb37dfba/_tugas_praktik_baik.pdf" />
         <pubDate>2024-01-18 11:31:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853233870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Judul : Praktik baik menggunakan metode STAR (Siklus Belajar Bermain) untuk topik Tanaman dengan sub topik Tanaman Hias  di Tk Tellung Poccoe Yapit Kecamatan Amali Kab.Bone</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853240483</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi (S):</p><p>Pada hari senin sesuai dengan modul ajar yang telah saya rencanakan , dan setelah saya melakukan kegiatan awal didalam kelas lalu saya mengajak Anak-anak ke taman sekolah lalu Memperkenal jenis -jenis tanaman hias yang ada di halaman sekolah</p><p>Tujuan (T):</p><p>Membantu anak-anak mengenali dan memahami berbagai jenis tanaman hias serta menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam.</p><p>Aktivitas (A):</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Observasi Tanaman Hias (5-10 menit):</p><p>Mengajak anak-anak ketaman sekolah untuk melihat dan menyentuh tanaman hias.</p><p>Mengajak mereka mengamati berbagai warna, bentuk, dan ukuran tanaman.</p><p>Nama Tanaman (10-15 menit):</p><p>Letakkan beberapa tanaman hias di depan anak-anak.</p><p>Ajak anak-anak untuk memberi nama pada setiap tanaman, memberikan mereka pemahaman dasar tentang berbagai jenis tanaman hias.</p><p>Membuat Tanaman Hias Mini (15-20 menit):</p><p>Ajarkan mereka untuk membuat tanaman hias mini dari biji asam, dan beri mereka kebebasan untuk menggunakan imajinasi mereka.Dalam kegiatan anak merasa senang dan suka sekali bahwan ada salah satu anak berkata,bu,guru dirumahku banyak biji assam besok saya mau bawa kesekolah agar saya dapat membuat bunga yang banyak</p><p><br></p><p>Pentas Cerita (10-15 menit):</p><p>Ajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam pertunjukan cerita singkat tentang tanaman hias.</p><p>Mereka dapat berperan sebagai berbagai karakter, seperti bunga, daun, atau bahkan penjaga taman.</p><p>Refleksi (R):</p><p>Setelah aktivitas, duduklah bersama anak-anak dan diskusikan pengalaman mereka. Tanyakan pertanyaan seperti:</p><p>Apa yang paling mereka sukai dari kegiatan ini?</p><p>Apakah mereka menemukan tanaman hias yang menarik?</p><p>Apa yang telah mereka pelajari tentang tanaman hias?</p><p>A SITTI TANG,S.Pd GURU TK TELLUNG POCCOE YAPIT</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2288631495/53e99a3e1e3191bbd7e804453b122497/IMG20240116095841.jpg" />
         <pubDate>2024-01-18 11:38:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853240483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ICE BREAKING </title>
         <author>wiwikwahyuningsih74</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853263353</link>
         <description><![CDATA[<p>S :Saya adalah seorang guru BK pada satuan pendidikan .SMA N ! Randublatung adalah sekolah tempat saya mengajar.saya dan temen guru BK masing -masing mempunyai jadwal masuk kelas dengan durasi waktu 1 jam bertemu bertatap muka dengan peserta didik.</p><p>T :Sebagai guru BK harus bisa melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.jadwal masuk kelas justru paling banyak di siang hari.Di mana kondisi peserta didik sudah mulai melemah,bosan,jenuh dll</p><p>A : Menghadapi situasi seperti itu saya harus bisa menghidupkan kembali suasana belajar yang menarik dan menyenangkan </p><p>R : Dengan metode ice breaking yang saya berikan di sela2 pembelajaran ternyata sangat berpengaruh untuk meningkatkan semangat mengikuti pembelajaran.peserta didik sangat antusias dan tertarik mengikuti kegiatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-18 12:03:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853263353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SABRIAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853325947</link>
         <description><![CDATA[<p>BELAJAR AKUNTANSI</p><p>S. Saya mengajar di salah satu sekolah kejuruan dengan mengampuh mata pelajaran akuntansi yang konon katanya termasuk pelajaran yang sulit namun menarik untuk dipelajari hampir serupa dengan mata pelajaran matematika</p><p>T. Sebagai guru yang mengajar mata pelajaran tersebut saya berusaha membuat para siswa untuk lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran yang saya ampuh</p><p>A. Dengan membagi mereka ke dalam beberapa kelompok dan selalu diselingi dengan permainan yang membuat para siswa menjadi tertarik untuk belajar. </p><p>R. Seiring berjalannya waktu para siswa tersebut semakin tertarik dan semangat untuk belajar akuntansi bahkan terkadang sudah tiba saatnya untuk pulang mereka masih antusias untuk belajar bahkan terkadang mereka melarang saya untuk pulang sebelum mereka paham</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2285080817/8935c006db5b975ec01a21f3be3c7901/IMG_20240115_150436.jpg" />
         <pubDate>2024-01-18 13:03:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853325947</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Jaenab, S.Pd, SMK Negeri 1 Ponorogo _Makin Asyik Belajar Administrasi Pajak Dengan Google Sites dan Spreadsheet ( Mas  BagoesS)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853423814</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Administrasi Pajak Merupakan salah satu mata pelajaran pada kompetensi keahlian akuntansi di SMK. Sebagai rumpun mapel pelajaran sosial administrasi pajak memerlukan pemikiran yang logis dan praktis dari siswa</p><p>T : Bagi sebagian siswa pelajaran adminsitrasi pajak sulit dipahami karena berkaitan dengan praktik di dunia usaha</p><p>A: agar Pelajaran Adminitrasi Pajak mudah dipahami oleh siswa maka perlu pemanfaatan TIK salah satu nya dengan google sites agar siswa lebih tertarik untuk mempelajari administrasi pajak</p><p>R : Dengan pemanfaatan google sites dalam pembelajaran administrasi pajak siswa menjadi lebih aktif, semangat, tertantang belajar lebih giat lagi sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dan prestasi belajar siswa meningkat</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2290547812/1c3dd5c79f4cd1205a1ed73e811b86f2/SS_Pembuatan_web_pada_google_sites_1.png" />
         <pubDate>2024-01-18 14:13:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853423814</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mursidah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853493214</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerita praktik baik pembelajaran narrative teks</p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1OyuslRswsRoFwzpYRxY-H1tAC5dr66ZG/edit?usp=sharing&amp;ouid=116948637678985469251&amp;rtpof=true&amp;sd=true" />
         <pubDate>2024-01-18 14:56:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853493214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRAKTIK BAIK PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP NEGERI 11 SEMARANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853560619</link>
         <description><![CDATA[<p>By: Heti Prastiyani.S: Dalam dunia pendidikan yang penuh tantangan, menjadi koordinator projek bukan hanya tentang mengelola, tetapi juga tentang menginspirasi. Saya, sebagai koordinator di SMP Negeri 11 Semarang, ingin berbagi pengalaman penuh inspirasi dalam menghadirkan keberhasilan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dengan tema kewirausahaan yang mengusung budidaya tanaman jeruk. Tema dan topik terpilih karena situasi sekolah yang masih mengusung pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata Propinsi yang sempat tertunda. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya pencapaian Program Sekolah Adiwiyata di tingkat Provinsi.</p><p>T: Pada awalnya, kami dihadapkan pada tantangan memahami bagaimana mengintegrasikan Kurikulum Merdeka ke dalam proyek ini. Namun, kesadaran akan potensi budidaya tanaman jeruk sebagai wahana pembelajaran memotivasi langkah berikutnya. Dari icon sekolah tentang Budidaya tanaman jeruk kalamansi sebelumnya yang sudah menjadi bagian dari program sekolah Adiwiyata, menderevasikannya ke dalam Projek Profil yang diantara salah satunya mengambil dimensi berakhlak dengan alam.</p><p>Tantangan terbesar adalah memastikan proyek ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi sarana efektif untuk mendukung pemahaman nilai-nilai Pancasila dan pengembangan kewirausahaan, menghubungkan Program Sekolah Adiwiyata dengan tema kewirausahaan dan budidaya tanaman jeruk, memastikan keberlanjutan dan dampak positif, bagi civitas sekolah.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A: Dengan tekad kuat, kami menggagas metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam menanam dan merawat tanaman jeruk. Keterlibatan siswa menciptakan antusiasme dan rasa kepemilikan yang mendalam. Dengan tekad dan kolaborasi, kami merancang proyek yang tidak hanya mendukung Program Sekolah Adiwiyata tetapi juga menginspirasi siswa untuk berwirausaha melalui budidaya tanaman jeruk.</p><p>R: Melalui refleksi terus-menerus, kami memperbaiki pendekatan kami. Hasilnya, kami melihat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap Pancasila dan pengembangan sikap kewirausahaan, dengan seiringnya waktu kami bisa mengikuti berbagai even lomba dan pameran seputar Hasil Karya Projek Profil atau Projek P5 di Kota kami yang diselenggarakan baik oleh Dinas maupun oleh instansi lain, dapat kami ikuti dengan baik dan tidak mengecewakan.</p><p>Partisipasi siswa: 90% dari total siswa terlibat aktif. Peningkatan pemahaman Pancasila dengan beberapa dimensi dalam satu semester, dapat terukur dengan parameter yang sederhana dalam bentuk asesmen. Dari asesmen awal projek sampai dengan asesmen sumatif, menjadi indikator sederhana, bahwa inovasi kami membuahkan hasil.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;Keberhasilan di SMP Negeri 11 Semarang:</p><p>Melalui proyek ini, kami telah berhasil mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan efektif, membuktikan bahwa budidaya tanaman jeruk bukan hanya pelajaran pertanian, tetapi juga jendela inspiratif untuk memahami nilai-nilai budaya.</p><p>Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan fokus pada budidaya tanaman jeruk bukan sekadar praktik pertanian, tetapi perjalanan pembelajaran holistik. Budidaya tanaman jeruk bukan hanya derevasi dari program adiwiyata saja, melainkan jendela inspiratif untuk memahami nilai-nilai budaya, pemahaman dimensi berahlak dengan alam, gotong royong dan karya kreatif inovatif mandiri. Integrasi Program Sekolah Adiwiyata telah memperkaya pendidikan kami dan membawa perubahan positif.Keberhasilan proyek ini menggambarkan betapa esensialnya metode STAR dalam mencapai tujuan pendidikan, dengan langkah membaca Situasi, kemudian menemukan Tantangan berikutnya ber-Aksi, sehingga munculah proses Refleksi keberhasilan dari program yang dijalankan.</p><p>Bagaimana proyek serupa dapat diimplementasikan di sekolah Bapak Ibu untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan mendalam bagi siswa? Untuk sekolah yang sedang menjalankan Program Sekolah Adiwiyata, Bagaimana sekolah Bapak Ibu, dapat mengadopsi praktik baik ini untuk menggali potensi siswa dan mendukung Program Sekolah Adiwiyata? Seperti yang sekolah kami lakukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097422123/1df31f3127dd15f63a073d789f550f21/WhatsApp_Image_2024_01_18_at_10_39_32_PM.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-18 15:41:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2853560619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>UMIGATI, S.Pd. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854283869</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Beni, nama panggilan peserta didik kelas 3, dia anak yang pendiam dan suka menyendiri. Dia jarang masuk sekolah dan jarang mengerjakan tugasnya. Di sekolah nampak seperti malas-malasan. </p><p>T : Sebagai wali kelas saya mengamati dan memperhatikan perilaku Beni untuk mengetahui apa penyebabnya.</p><p>A : Langkah awal saya melakukan pendekatan kepada Beni dengan bertanya jawab mengapa dia tidak semangat lagi belajar. Saya juga melakukan mediasi dengan orang tua Beni. Namun setiap kali saya mengundang kedua orang tuanya mereka tidak pernah bisa hadir bersama. Yang sering hadir adalah ibunya sedangkan ayahnya tidak pernah hadir. Dari keterangan ibunya ternyata mereka telah tinggal berpisah namun belum bercerai. Kadang Beni ikut ayahnya kadang ikut ibunya. Pola didik kedua orang tua Benipun berbeda. Ibunya mendidik Beni agar jadi anak yang mandiri sedangkan ayah Beni mendidiknya menjadi anak yang manja dan bergantung pada orang tua seperti yang dilakukan ayahnya yang bergantung pada ibunya sehingga ayahnya kurang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Setelah mengetahui kondisi kedua orang tuanya yang berdampak pada putranya, saya minta bantuan Kepala Sekolah untuk menyelesaikan kasus ini disekolah dengan pemanggilan kedua orang tua Beni dihadapan kepala sekolah agar segera terpecahkan masalahnya. </p><p>R : Setelah melalui diskusi dan pembinaan dari Kepala Sekolah terhadap kedua orang tua Beni, akhirnya kedua orang tua Beni berjanji untuk memulai kehidupan baru dengan tinggal bersama keluarganya dan belajar mandiri . Semenjak orang tua Beni bersatu lagi Beni kembali tertib ke sekolah dengan wajah yang tidak murung lagi. Dia kembali ceria layaknya anak-anak SD lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1209153054/8f44ae47f7076e8377c0a4297469efca/IMG_20190322_112306.jpg" />
         <pubDate>2024-01-19 05:03:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854283869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bu Umroh </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854457745</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Penggunaan HP pada jam pelajaran meiliki dampak positif dan negatif. Dampak negatif yang saya amati siswa sering curi-curi kesempatan untuk membuka aplikasi  lain saat pembelajaran bahasa Inggris seperti Instagram, Tiktok dll ketika saya lengah sedang memberi bimbingan ke siswa lain dan kondisi siswa belajar lambat kurang tertangani karena jumlah siswa dalam satu kelas masih ada yang di atas 30 (kelas besar)</p><p><br/></p><p>T: Selaku guru bahasa Inggris, tidak mungkin saya meminta siswa menonaktifkan semua HP siswa saat pelajaran bahasa Inggris agar siswa berkonsentrasi mengikuti pembelajaran bahasa Inggris sedangkan siswa masih membutuhkan HP untuk mencari sumber belajar di internet atau menterjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.</p><p><br/></p><p>A: Saya melakukan perubahan metode pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar dengan pembagian siswa belajar cepat dan lambat dengan mengizinkan 1 HP aktif dalam 1 kelompok untuk memudahkan mencari sumber belajar dan menterjamahkan. Dengan pembagian siswa belajar cepat dan lambat dalam 1 kelompok diharapkan efektif siswa belajar lambat mendapat bantuan belajar dari siswa belajar cepat dengan 1 HP aktif dalam setiap kelompok</p><p><br/></p><p>R: Alhamdulillah penerapan metode belajar yang saya terapkan ini siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dan pembelajaran lebih efektif karena siswa belajar cepat dapat membantu siswa belajar lambat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 08:58:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854457745</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854497677</link>
         <description><![CDATA[<p>S = saya mengajar di kelas VIII. Kelas saya ini terkenal dengan bermacam-macam karakter siswanya. Hal ini ada pada kemampuan siswa dalam memahami sesuatu dan siswa yang memiliki pola kreativitas jauh berbeda. Tingkat pemahaman seperti ini membuat situasi dan kondisi kelas menjadi kurang fleksibel dan kurang menarik. Rasa tidak percaya diri dan malu mengemukakan ide menjadi hal yang biasa terjadi di kelas tersebut.</p><p>T: untuk menumbuhkan percaya diri siswa merupakan tantangan yang harus dilakukan sehingga hal tersebut harus diperbaiki agar siswa aktif dalam kelas sehingga kondisi kelas menjadi sangat menarik dan menyenangkan.</p><p>A: melakukan kegaiatan pembelajaran dengan melakukan diskusi kelompok dengan menggunakan media pembelajaran menarik seperti penggunaan laptop dan proyektor untuk menampilan visualisasi materi memunculkan rasa percaya diri dan keberanian mengemukakan pendapat. </p><p>R: teknik diskusi bisa menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk mengemukakan pendapat. Meskipun hasilnya belum maksimal, namun tindakan ini ternyata bisa merubah ketidakpercayaan diri siswa dalam mengutarakan pendapatnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 09:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854497677</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Made Sri Utami</title>
         <author>madeutami70_</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854668918</link>
         <description><![CDATA[<p>  </p><p>S: Belakangan disekolah saya diwajibkan untuk membiasakan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas. Selama ini saya terlalu nyaman dengan gaya belajar konvensional dengan metode ceramah. Jelas-jelas pembelajaran seperti ini merupakan pembelajaran yang teacher centre. Saya hanya fokus mengejar materi meski menyadari banyak siswa yang kalang kabut untuk mengikuti pembelajaran saya. Dengan digalakkannya pembiasaan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), saya berusaha untuk mempelajari model pembelajaran tersebut.</p><p>  </p><p>T: Karena terbiasa dengan metode ceramah, saya kesulitan menentukan kegiatan yang mampu memfasilitasi siswa untuk dapat menciptakan pembelajaran yang berbasis masalah. Terkadang saya gagal faham tentang menciptakan suatu masalah yang dapat saya sajikan untuk mempermudah siswa dalam menemukan masalah sendiri dan menentukan penyelesaiannya sendiri.</p><p>  </p><p>A: Saya berdiskusi dengan beberapa teman sejawat yang pernah melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut dan mendapat banyak masukan dan saran tentang bagaimana cara merancang pembelajarannya sesuai dengan sintak-sintaknya. </p><p>  R: Dengan berbagai masukan serta bantuan dari teman-teman, saya memiliki gambaran untuk melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan sudah beberapa kali melaksanakan pembelajaran dengan model tersebut di kelas. Dampak dari model pembelajaran ini siswa saya Nampak makin antusias mengikuti pembelajaran dan lebih kritis dalam menemukan suatu permasalahan dan tertantang untuk menemukan pemecahannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 12:59:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854668918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asih Wiji Astuti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854759502</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya mengajar di SMP pinggiran kota, tapi sudah masuk kabupaten, mengampu mapel yang kebanyakan siswa kami gak suka.</p><p>T: justru itu yang membuat aku menjadi tertantang, bagaimana saya mengajar yang menyenangkan sehingga anak didik saya menjadi menyukai mapel yang saya ampu.</p><p>Dzikra salah satu anak didik saya yang menyatakan dengn terang terangan gak suka dengan mapel yang saya ampu.</p><p>Suatu saat dia ucapkan kata yang kurang enak di dengar "bu, kenapa ada mapel ini, sminggu 2 kali lagi, membosankan, aku gak suka" dan masih banyak lagi yang di ucapkan tentang mapel ini.</p><p>A: Suatu saat pada penilaian harian, dia mengumpulakan lembar jawaban dengan penuh tulisan, tapi yang di tulis bukan jawaban apa yang saya ujikan.</p><p>Saya tidak marah membacanya, senyumin saja karena dia memang tidak suka dengan mapel saya.</p><p>Suatu saat dia saya dekati, mengapa hal itu terjadi sampai mengerjakan penilaian pun dia gak mau, dengan berbagai rayuan bujukan dan cara penyampaian materi sampai dia saya jadikan model dan masih banyak lagi saya melakukan rayuan padanya, akhirnya dia agak senyum kalau ada mapel saya, dan pada waktu mengumpulkan tugas dia juga mau dan bagus pekerjaannya.</p><p>Saat penilaian akhir dia nilainya jauh lebih baik.</p><p>R: Dan alhamdulillah sekarang dia tidak lagi mengeluh kalau ketemu saya, saya sering di jemput jika saya belum datang di kelasnya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 14:25:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854759502</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anis Rosanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854772964</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya adalah guru SMP dengan dari  pinggiran kota yang mayoritas berpenhasilan sebaagai petani. Pada fase D  / SMP sangatlah memprihatinkan jika ada  beberapa siswa dalam 1 kelas yang belum lancar membaca, hal ini tentunya berpengaruh pada kegiatan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>T: </p><ol><li><p>Rendahnya minat baca  baik yang sudah lancar membaca maupun yang belum lancar membaca</p></li><li><p>Kurangnya  sarana  yang ada di sekolah</p></li></ol><p><br/></p><p>A : 1. Pada awalnya saya mendekati siswa yang kurang lancar membaca disela-sela mengajar, saya menyuruh mereka mengucap apa saja dan harus bisa menulis dari yang mereka ucapkan, dan saya memberikan tugas untuk membaca dirumah untuk belajar dengan siapapun yang bisa membaca dikeluarga tersebut.</p><ol start="2"><li><p>Saya ingin mengajar dengan berbagai metode dan media agar menyenangkan lagi-lagi terkendala dengan peralatan yang kurang mendukung, sehingga hanya bisa dengan media gambar.</p><p><br/></p></li></ol><p>R : Dari pola membaca yang saya ajarkan sudah ada beberapa siswa yang mulai  bisa membaca walaupun belum semuanya lancar dan untuk media  hanya seadanya yang bisa saya siapkan, dan untuk soal sebisa mungkin menampilkan gambar-gambar untuk mudah mengingat kembali pemahaman siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 14:36:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2854772964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sylvia Rachman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855036490</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemanfaatan Aplikasi Interaktif Quizizz dalam Kegiatan Asesmen Pembelajaran</p><p>S</p><p>Ulangan atau asesmen sering kali menjadi hal atau situasi yang menegangkan bagi peserta didik.<br>Hal ini terjadi karena dari sejak dulu hingga saat ini budaya tersebut sudah menjadi kebiasaan dan tertadanan dalam diri peserta didik. Bahkan ketika guru menyampaikan akan diadakan<br>asesmen banyak siswa yang kadang merasa sedih dan khawatir</p><p>T</p><p>yang dihadapi dalam upaya pencapain tujuan tersebut adalah dalam penggunaan teknologi tidak lepas dari akses jaringan sehingga ketika terjadi kendala jaringan<br>segala aplikasi tidak dapat digunakan</p><p>A</p><p>Diakhir pembelajaran saya membagikan kode quizizz yang dapat diakses oleh peserta didik</p><p>R</p><p>Kegiatan asesmen fdengan menggunakan aplikasi quizizz dapat &nbsp;merubah mindset peserta didik yang mulanya asesmen itu menakutkan menjadi asesmen itu menyenangkan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2285094753/af1e3fb6a23f74ddb50cc8edcdd3de6b/K.png" />
         <pubDate>2024-01-19 18:48:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855036490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MANDACOPRINT  &amp;  MANDACOTIC  IKON MAN 2 KULON PROGO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855224376</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh Esti Winarni</p><p>Instansi : MAN 2 Kulon Progo</p><p><strong><em>SITUASI</em></strong><em>:</em></p><p>MAN 2 Kulon Progo merupakan madrasah &nbsp;Aliyah plus keterampilan, berada di Jalan Pahlawan Gotakan Panjatan Kulon Progo Yogyakarta 55655.. Keterampilan meliputi APHP ( Agribisnis, pengolahan, hasil, pertanian ), DKV ( Desain&nbsp; Komunikasi Visual ). TAV (Tehnik Audio Video ), Tata Boga, dan Tata Busana. Masing masing program keterampilan diampu oleh pengajar yang kompeten, mempunyai latar belakang pendidikan yang relevan, dan&nbsp; bersertifikat pendidik. &nbsp;Madrasah ini menjadi rujukan oleh Kementerian Agama RI sebagai tempat studi tiru madrasah keterampilan se Indonesia. dalam penyelelenggaraan keterampilannya. Sehingga &nbsp;setiap program keterampilan&nbsp; dituntut untuk selalu berinovasi dalam pembelajarannya dan mempunyai produk unggulan yang bisa ATM oleh madrasah lain.Termasuk saya sebagai guru keterampilan tata busana harus bisa mewujudkan harapan madrasah tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>TANTANGAN</strong>:</p><p>Sebagai guru keterampilan tata busana di MAN 2 Kulon Progo saya perlu dan harus bisa membaca peluang sumberdaya alam yang ada di sekitar wilayah tempat mengajar dalam merencanakan program inovasi pembelajarannya, Bahkan kegiatan ini &nbsp;bisa dikatakan wajib untuk membekali siswa untuk dapat berkarya dan berwirausaha. Banyak materi keterampilan dapat diberikan pada siswa berkaitan produk-produk menarik, salah satunya keterampilan membuat “ <strong>Ecoprint</strong> “. Mengapa ecoprint menjadi pilihan materi yang diberikan untuk membekali agar dapat melakukan wirausaha, karena ecoprint memiliki beberapa opsi menarik antara lain unik termasuk <em>handmade</em>, bahannya mudah didapatkan, ramah lingkungan,&nbsp; dapat digunakan untuk berbagai produk, harga jual lumayan mahal, banyak digemari masyarakat, yang pasti siswa mesti dapat melakukan dengan bimbingan dan pengawasan guru. Bahan untuk membuat ecoprint sangat mudah didapat karena ada disekitar kita.</p><p><br/></p><p><strong><em>AKSI</em></strong>:</p><p>Sebagai guru sebelum mengajarkan materi pada siswa di madrasah, &nbsp;wajib bagi saya untuk belajar dahulu. Guru dituntut untuk menguasai materi yang akan diajarkan, apalagi materi pelajaran praktek. Mengajarkan materi praktek guru harus benar-benar menguasai baik pengetahuan, langkah kerjanya secara runtut, bahkan sebaiknya melakukan praktek mandiri tidak hanya sekali, tapi berkalia-kali sampai tahu pemasalahan apa yang dihadapi dalam praktik tersebut. Sehingga ketika menghadapi siswa yang menemukan masalah dapat menjawab pertanyaan tersebut. Praktik mandiri dilakukan sekaligus untuk mengembangkan kompetensi professional.</p><p>Langkah Pembelajaran yang kami lakukan dalam mengajarkan&nbsp; Ecoprint sbb.</p><p>1. Pada pertemuan minggu pertama, &nbsp;siswa diberikan stimulus materi berupa video serta media pembelajaran ppt,. Memberikan beberapa contoh Ecoprint yang sudah saya praktikkan dirumah dan produk hasil aplikasi dari ecoprint”</p><p>2. Pertemuan kedua&nbsp; Melakukan pembagian kelompok, dan masing-masing kelompok membagi tugas dalam kelompok dan berdiskusi kebutuhan bahan dan alat</p><p>3. Pertemuan ketiga Praktek membuat ecoprint dengan menempatkan diri sesuai tugas yang telah disepakati, Bagian kamera men dan video,bagian proses pembuatan produk.</p><p>4. Pertemuan keempat presentasi atas produk yang telah dibuat,dan upload proses pembuatan produk&nbsp; ecoprint kemedia masa ( youtube ) .&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berikut&nbsp; 2 contoh unggahan praktik kegiatan praktik siswa keterampilan tata busana&nbsp; <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/I41Rw4dRbXs"><strong>https://youtu.be/I41Rw4dRbXs</strong></a><strong>&nbsp;&nbsp; </strong></p><p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/CoZloqRZyAY"><strong>https://youtu.be/CoZloqRZyAY</strong></a></p><p><br/></p><p><strong><em>REFLEKSI</em></strong></p><p>Pembelajaran membuat ecoprint dapat dijadikan siswa sebagai bekal untuk wirausaha baik mandiri maupun bersama. Praktek membuat ecoprint berkali-kali akan menemukan banyak pengalaman dan ilmu&nbsp; baru dari proses yang dilakukan. Sering melihat pameran produk ecoprint dapat menginspirasi kita&nbsp; untuk selalu belajar dan belajar &nbsp;&nbsp;membuat ecoprint.</p><p>Dampak pembelajaran membuat ecoprint siswa keterampilan tata busana,madrasah memberikan respon yang sangat positif dan pengakuan untuk dijadikan produk ikon tata busana yang dapat disimak pada berbagai even kegiatan berikut lengkap dengan beritanya.</p><ol><li><p>Hasil Ecoprint yang dihasilkan siswa&nbsp; keterampilan tata busana ternyata menginspirasi guru dan pegawai MANDAKU untuk belajar membuat ecoprint juga. Akhirnya bertepatan dengan HUT RI ke 77&nbsp; tahun 2022, kami guru keterampilan memandu guru pegawai belajar bersama membuat ecoprint. </p><p><br/></p></li><li><p>Pembelajaran ecoprint selain diajarkan untuk anak keterampilan tata busana juga diajarkan pada seluruh siswa non keterampilan yaitu pada mata Pelajaran PKWU ( Prakarya&nbsp; dan Kewirausahaan ). Pembelajaran ini memberikan bekal kepada seluruh siswa untuk MANDAKU untuk kedepan dapat berwirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitarnya salah satunya&nbsp; membuat ecoprint dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada wilayah kulon progo&nbsp; ( contoh daun jati). </p></li><li><p>Hasil praktik ecoprint siswa tata busana&nbsp; digunakan untuk seragam guru keterampilan., dan dikenakan Ketika megikuti even pameran/workshop keterampilan nasional. Akhirnya ecoprint dijadikan sebagai ikon&nbsp; MANDAKU dan di lounching bertepatan dengan peringatan hari HORNAS 2022, kita berinama <strong><em>“MANDACOPRINT</em></strong> “</p></li><li><p>Untuk memperkuat dan memantapkan siswa dalam belajar ecoprint siswa tata busana kami bawa kunjungan industry ke tempat pakar membuat ecoprint di Sleman yaitu di Inalu. MANDAKU juga telah menjalin Kerjasama dengan INALU.</p></li><li><p>Selain itu Produk Ecoprint kami kembangkan, dengan mengkolaborasi &nbsp;dengan tehnik batik, bekerja sama MoU dengan batik “Sembung “, yang mengerjakan siswa tata busana.Hasil kolaborasi ecoprint dan batik kita beri nama <strong><em>“ MANDACOTIK “</em></strong></p></li><li><p>Produk Ecoprint karya siswa tata busana dan produk keterampilan lainnya juga dipamerkan diberbagai even baik local maupun nasional. Sebagai contoh bisa dilihat di sini.</p></li><li><p>Produk Ecoprint karya siswa dan kegiatan pembelajaran pembuatan ecoprint ternyata menginspirasi madrasah yang ada disekitarnya, terbukti MTs N 1 Kulon Progo mengundang kami untuk berbagi ilmu mengajarkan anak-anak membuat ecoprint. Kegiatan tersebut dapat disimak dalam beruta berikut ini.</p><p><br/></p><p>Sebagai guru keterampilan tata busana kami merasa senang sekali atas pengakuan dari madrasah terhadap hasil pembelajaran kami yang menghasilkan produk dan dijadikan ikon MANDAKU dengan <strong><em>“MANDACOPRINT dan&nbsp; MANDACOTIK”</em></strong></p><p><br/></p><p>&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2290452648/a9f735dd51aa5c7aa7e9e08ea0c6bcf3/image.png" />
         <pubDate>2024-01-20 01:18:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855224376</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855260649</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Dalam kegiatan pembelajaran materi pjok ada salah satu peserta didik yang kurang percaya diri dalam mengikuti pembelajaran,khususnya materi praktek,karena peserta didik tersebut mempunyai kekurangan dalam aktifitas yang lebih berat.</p><p>T : Saya sebagai pendidik melakukan pendekatan dengan peserta didik untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dari yang bersangkutan.</p><p>A : Dalam kegiatan pembelajaran materi praktek ,peserta didik di perlakukan khusus berbeda dengan yang lain .</p><p>R : Dengan pendekatan secara individu dan perlakuan khusus,peserta didik bisa mengikuti pembelajaran dengan semangat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 03:20:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855260649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Subardiono S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855272572</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Dalam kegiatan pembelajaran materi pjok ada salah satu peserta didik yang kurang percaya diri dalam mengikuti pembelajaran,khususnya materi praktek karena peserta didik tersebut mempunyai kekurangan dalam aktifitas praktik yang lebih berat</p><p>T : Saya sebagai pendidik melakukan pendekatan dengan peserta didik untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dari yang bersangkutan</p><p>A : Dalam kegiatan pembelajaran materi praktik peserta didik tersebut diperlakukan khusus dengan yang lain</p><p>R : Dengan pendekatan secara individu dan perlakuan khusus peserta didik bisa mengikuti pembelajaran dengan semngat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 04:02:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855272572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reni Fajariyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855382828</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul : Memahami Materi Phytagoras Dengan Praktik pembuktian</p><p><br/></p><p>Situasi : Tidak semua kelas menyukai matematika apalagi menghitung yang didalamnya ada perpangkatan dan akar khususnya materi Phytagoras. Ditempat saya mengajar ada satu kelas jika belajar Matematika, siswa tidak antusias kelas itu adalah kelas 8D.</p><p>Tantangan : Materi Phytagoras harus tersampaikan kesemua kelas termasuk kelas 8D, yang pada dasarnya enggan untuk belajar yang didalamnya ada materi perpangkatan dan akar seperti phytagoras.</p><p>Aksi : Agar materi tersampaikan, saya mengajak siswa untuk membuktikan terlebih dahulu tentang Teorema Phytagoras ini, dengan cara satu kelas dibagi menjadi 5 kelompok, tiap kelompok membawa alat dan bahan untuk pembuktian (kertas karton putih, kertas origami ukuran agak besar, gunting dan bahan/alat lain yg mendukung), mereka mulai antusias karena pada dasarnya kelas 8D, menyukai pembelajaran yang berbau praktik.</p><p>Refleksi: Belajar dengan membuktikan membuat materi Phytagoras tersampaikan dengan semangat dan antusias.Bahkan Siswa kelas 8D setelah pratik pembuktian Teorema phytagoras mampu untuk menghitung penerapan Teorema phytagoras, dan bisa setara pemahamannya dengan kelas 8 yang lainnya yang ada disekolah.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 10:32:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855382828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahtriah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855414159</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Mata pelajaran kimia sampai saat ini masih dianggap sebagai salah satu pelajaran yang sulit karena banyaknya materi yang abstrak sehingga motivasi siswa untuk belajar kimia masih kurang. Ketika memasuki semester genap untuk kelas X maka materi pelajaran kimia dimulai dengan ikatan kimia yang termasuk salah satu dari materi yang abstrak sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajarinya.</p><p><br/></p><p>T : Salah satu tantangan dari materi ikatan kimia adalah bagaimana mengatur agar&nbsp; jumlah elektron setiap unsur yang bereaksi menjadi stabil dengan memenuhi kaidah duplet ataupun oktet.</p><p><br/></p><p>A : Agar siswa mudah memahami materi ikatan kimia maka siswa membuat bola-bola elektron dari sisa kertas pembungkus buku. Jumlah bola elektronnya diatur sedemikian rupa sehingga setiap unsur mecapai kestabilan dan membentuk ikatan kimia (ion ataupun kovalen)</p><p><br/></p><p>R : Akhirnya siswa lebih mudah memahami proses pembentukan ikatan kimia tersebut</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 11:51:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855414159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RR. Deltu La Firlaz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855448779</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Matematika sebagai mata pelajaran yang di anngap momok oleh kebanyakan siswa. Saya mengajar di Kelas XII sebagai kelas ujian. Untuk mereview materi di tingkatan sebelumnya siswa banyak yang lupa.</p><p><br/></p><p>T : Bagaimana mereview materi di tingkat sebelumnya tapi tanpa memberikan beban bagi siswa? </p><p><br/></p><p>A : Saya melihat beberapa hal yang bisa dimaksimalkan dalam mereview materi tingkatan sebelumnya tapi siswa juga bahagia. </p><ol><li><p>SMKN 1 Baubau sebagai sekolah Bisnis dan Manajemen mempunyai ONE MART. Siswa senang berbelanja di One Mart.</p></li><li><p>Saya sering melihat siswa membuat konten keseharian yang di upload di Tik Tok atau IG</p></li><li><p>Saya menggabungkan poin 1 dan 2 untuk mereview tugas siswa. Siswa di bagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok membuat konten yang berbeda dengan memanfaatkan One Mart. Sebagai Contoh : Kelompok 1. Membahas Perbandingan Senilai. Jadi anggota kelompok semua berbelanja di One Mart. Masing-masing membeli produk yang berbeda, tetapi setiap produk minimal 2 kemasan yang berbeda ( menyesuaikan dengan uang jajan masing-masing). Kemudian siswa mulai menghitung dengan membandingkan produk yang di beli. Semua kegiatan di rekam dari saat antri berbelanja di One Mart sampai saat mereka berdiskusi menghitung perbandingan produk. Saya meminta siswa untuk mengupload video tersebut di Tik Tok atau IG dan tag Tik Tok atau IG sekolah juga saya sebagai guru Mata Pelajaran.</p></li></ol><p><br/></p><p>R : Siswa merasa bahagia dalam mereview materi karena tidak merasa terbebani. Ada simbiosis mutualisme. Meningkatkan penjualan di One Mart Sekolah, Siswa mendapatkan pembelajaran dan senang apalagi siswa sekarang senang berselancar di sosmed. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 13:14:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855448779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RATNA DEWI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855538503</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi :</strong> Saat mengajar mata pelajaran IPS di kelas 8, saya menyadari bahwa siswa-siswa cenderung kesulitan mengaitkan konsep-konsep abstrak dalam buku teks dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat mereka kurang tertarik pada materi dan kurang memahami relevansi materi IPS dalam kehidupan mereka.</p><p><strong>Tugas:</strong> Tugas saya adalah menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan merasakan relevansi mata pelajaran IPS dalam kehidupan mereka sehari-hari.</p><p><strong>Aksi:</strong> Saya memutuskan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pertama, saya memberikan proyek kepada siswa untuk membuat penelitian kecil tentang dampak pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka. Mereka diminta untuk mewawancarai warga setempat, mengumpulkan data, dan menganalisis dampak positif dan negatifnya.</p><p>Saya membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil dan memberikan panduan jelas tentang langkah-langkah yang harus diambil. Selama proyek, saya memberikan bimbingan individual dan sesi diskusi kelompok untuk membantu siswa memahami konsep-konsep IPS yang mendasari proyek mereka.</p><p><strong>Hasil (Result):</strong> Dengan metode pembelajaran berbasis proyek ini, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep IPS secara lebih baik, tetapi juga melihat bagaimana materi tersebut relevan dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Proyek ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga keterampilan penelitian, kerja kelompok, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran IPS meningkat secara signifikan, dan mereka dapat merasakan dampak langsung dari pembelajaran mereka dalam konteks kehidupan nyata</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 16:02:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855538503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bohari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855713488</link>
         <description><![CDATA[<p>S. Saya mengajar di SMA Negeri 6 Sidrap sudah sekitar 20 tahun, perkembangan sekolah bisa dikatakan cukup pesat dibuktikan dengan adanya bantuan dari pemerintah dengan pengadaan sarana dan prasarana, seiring dengan perkembangan teknologi terutama dalam proses pembelajaran, ada hal yang menarik yang saya rasakan diantara nya sewaktu melakukan proses pembelajaran dengan memanfaatkan LCD dan mempresentasikan bahan ajar dengan berbagai media, misalnya, vidio, bahkan diputar kan ruang guru, namun kebanyakan siswa tidak memperhatikan,bahkan banyak yang tidur .</p><p>T. Nampaknya siswa mengalami kejenuhan dengan terus menerus di jejali materi secara pasif, siswa lebih suka bila diberi kesempatan untuk lebih aktif.</p><p>A. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka saya coba mengubah metode dengan membentuk kelompok diskusi, dengan memberikan bahan diskusi setiap kelompok dia membuat bahan presentasi sendiri dan dipresentasikan sendiri.</p><p>R. Alhamdulillah dengan memberikan metode presentasi sendiri bagi siswa ternyata dapat membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pelajaran,dan tak terduga kreatifitas siswa muncul , karena bersaing menampilkan karya nya dengan menarik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-20 23:36:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855713488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Renny Puji Astuti, S.Pd.Si</title>
         <author>rennyastuti26</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855739419</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Judul : Pembelajaran Learning by Doing, Pembuatan tangga nada dari botol </strong></p><p><br/></p><p><strong>Situasi Awal : </strong></p><p>Sebagai makhluk hidup, siswa selain berinteraksi dengan orang atau manusia, juga berinteraksi dengan sejumlah makhluk hidup lainnya dan benda – benda tak hidup di lingkungan. Lingkungan merupakan kesatuan ruang semua benda dan keadaan makhluk hidup. Lingkungan merupakan sumber belajar yang kaya dan menarik bagi siswa. Untuk pembelajaran IPA, lingkungan alam merupakan sumber dan media pembelajaran yang tepat digunakan bagi siswa. Aspek – aspek lingkungan alam tersebut dapat dipelajari secara langsung oleh siswa. Barang – barang bekas yang berasal dari lingkungan sekitar siswa pun dapat digunakan sebagai media </p><p><br/></p><p><strong>Tantangan : </strong></p><p>pembelajaran dalam pemebalajaran IPA.</p><p>Pemanfaatan barang bekas dan media sederhana menjadi media pembelajaran bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Sebelum media modern hadir, para guru biasanya membuat media sederhana, membuat alat peraga sendiri untuk menjelaskan konsep yang akan di ajarkan kepada siswa. Guru dituntut mengembangkan kreativitasnya agar materi dapat diterima dengan baik oleh siswa. Kreativitas seorang guru bisa terlihat ketika ia mampu memanfaatkan bahan – bahan bekas dan sederhana lainnya yang bisa digunakan untuk suatu media di dalam mata pelajarannya.</p><p>Pada materi gelombang bunyi, tepatnya resonansi merupakan materi yang cukup abstrak untuk dijelaskan kepada siswa. Sehingga guru harus melakukan pendekatan pembelajaran, agar materi yang abstrak tadi dapat mendekati ranah berfikir siswa. Untuk itu&nbsp; penulis sebagai guru bersama siswa mencoba membuat pembelajaran yang dapat menjawab teori resonansi pada pipa organa yakni dengan memanfaatkan botol bekas dan peralatan sederhana lainya untuk menjadi sebuah alat musik perkusi.</p><p>Sesuai dengan tuntunan pada kurikulum merdeka, dimana pembelajaran berpusat pada siswa, maka pada pembelajaran materi gelombang bunyi, guru mencoba menerapkan proses penilaian berbasis proyek. Dengan menugaskan siswa secara berkelompok membuat tayangan video tentang pebuatan tangga nada dari botol bekas dan dapat menampilkan lagu dengan tangga nada dari botol bekas tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>Aksi : </strong></p><p>Penerapan pembuatan alat perkusi dari botol bekas ini, merupakan tugas proyek bagi siswa. Pada kegiatan ini, ada beberapa langkah – langkah dalam pembelajaran, yaitu :</p><p>1.&nbsp; Siswa dibagi dalam 4 kelompok</p><p>2.&nbsp; Waktu pengerjaan tugas ini selama 2 minggu</p><p>3.&nbsp; Siswa diwajibkan membuat tayangan berupa video tentang pembuatan alat dan display alat</p><p>4.&nbsp; Kerangka yang harus ada dalam video adalah sebagai berikut pembukaan, alat dan bahan, proses pembuatan, dasar teori dan display alat memainkan sebuah lagu.</p><p>Pada tugas kali ini, siswa di minta mengumpulkan tugas dalam bentuk tayangan video dari mulai proses penyiapan alat dan bahan sampai pada tahap display alat yang dihasilkan. Berdasarkan tayangan video tersebut, guru dapat melihat masing – masing siswa berkontribusi dalam proses pembuatan alat musik dari botol bekas. Setiap siswa mengambil peran dalam proses pembuatan video. Setiap kelompok juga dituntut untuk mempresentasikan display alat di depan kelas.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi :</strong></p><p>Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan tidak harus menggunakan alat – alat modern sebagai media pembelajaran. Dengan menggunakan bahan bekas dan bahan sederhana, ternyata bisa juga menjadi media pembelajaran yang dapat menghasilkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Melibat kan bahan disekitar siswa untuk menjelaskan fenomena dan konsep IPA memberikan kesan pembelajaran bermakna tersendiri bagi siswa.</p><p>Melibatkan siswa sebagai pelaku dalam suatu proses pembelajaran, memberi efek yang baik bagi aktifitas siswa selama pembelajaran. Siswa merasa berperan sebagai “ ilmuan “, begitulah isilah yang mereka ungkapkan.</p><p>Pemanfaatan bahan bekas dan bahan sederhana membuat tangga nada dari botol sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.</p><p><br/></p><p>link video hasil karya siswa</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/linRCaiQk8s?si=oZlia67SANJnoVIz">https://youtu.be/linRCaiQk8s?si=oZlia67SANJnoVIz</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2292262059/b7d441931e70a270dfe8e6c6113db29d/Picture1.jpg" />
         <pubDate>2024-01-21 01:52:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855739419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilam Sarmaria</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855751866</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Rata-rata anak kelas 5 SD sulit menyampaikan dan mengutarakan apa yang dirasakan mereka dalam belajar.</p><p>T : Saya sebagai walas berusaha untuk mengetahui apa kendala mereka dalam mengkomunikasikan sesuatu.</p><p>A: Memberikan kesempatan kepada anak untuk mempresentasikan rasa dan harapannya di setiap pembelajaran akan dimulai.</p><p>R : Memperbaiki diri sebagai contoh bagaimana berkomunikasi yang baik dihadapan murid dan memberikan kesempatan yang sama pada semua murid tanpa terkecuali. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 02:53:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855751866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran Berdiferensiasi Materi Volume Kubus  dan Balok Kelas IV SDN 1 Banyumanis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855756321</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh : Nikmatuz Zachroh,S.Pd</p><p><br/></p><p>S: Pembelajaran yang sudah saya rancang dengan baik selama ini ternyata belum mengakomodir minat dan bakat siswa secara maksimal. Dan juga saya dan kebanyakan guru disekolah kami dalam mendesain pembelajaran belum mencari tau profil belajar siswa kami.</p><p><br/></p><p>T : Bagaimana saya menggunakan strategi pembelajaran agar proses belajar yang dilalui sisa dikelas saya khususnya dapat mengembangkan kemampuan serta menumbuh kembangkan minat dan bakat mereka.</p><p><br/></p><p>A : solusi terbaik yang saya lakukan untuk mengakomodir keberagaman kebutuhan siswa dikelas IV yaitu melalui pembelajaran berdiferensiasi materi volume kubus dan balok . Pada awal pembelajaran saya melakukan asesmen non kognitif, menanyakan kesiapan belajar siswa dan menanyakan bagaimana perasaan siswa saat pembelajaran berlangsung. Saya mengajak siswa melakukan ice breaking agar mereka fokus pada pembelajaran. Saya menyediakan media pembelajaran berupa tayangan video  dan gambar, juga mainan yang mereka sukai yang berkaitan dengan materi.</p><p>Saya memberikan asesmen formatif yang dikerjakan sesuai dengan daya serap siswa. Saya memberikan pilihan kepada siswa untuk menyelesaikan lembar kerja berupa gambar dan tulisan. Siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya</p><p><br/></p><p>R : setelah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dalam materi volume kubus dan balok, saya merasa sudah sedikit banyak memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 03:12:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855756321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MEGA OKTIA YOZA_Menjelajahi Indonesia dengan Permainan Harta Karun</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855765142</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Rendahnya minta belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berjalan monoton dan satu arah saja. Apalagi pelaksaan pembelajaran dilaksanakan di jam rawan yakni di siang hari yang mana banyak sekalu kendala seperti siswa mengantuk, lapar, lelah, dan letih.</p><p>T: Menarik perhatian siswa agar bisa kembali fokus dan siap untuk mengikuti pembelajaran di jam rawan.</p><p>A: Sebelum pembelajaran saya melaksanakan tes diagnostik non kognitif untuk mengetahui minat dan gaya belajar siswa saya. Ternyata siswa saya kebanyakan memiliki gaya belajar kinestetik yang mana hal ini sesuai dengan sekolah yang saya ajarkan lebih mengutamakan skill yakni SMK. Selain itu juga, siswa yang saya ajarkan adalah kelas X yang mana peralihan dari SMP ke SMK yang mana jiwa kekanak-kanakannya masih kental. Oleh sebab itu, pada materi geografis Indonesia saya menerapkan pembelajaran berbasis permainan yakni permainan harta karun. Selain pembelajaran lebih menyenangkan dan mengasyikkan, siswa juga bisa lebih mengenal sekolahnya. Pelaksanaan permainan ini setelah saya memberikan penjelasan mengenai geografis Indonesia dan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dimana 1 kelompok terdiri 2 atau 3 orang. Tujuannya agar semua siswa berpartisipasi dalam permainan tersebut. Selama permainan dilaksanakan siswa sangat antusias, apalagi harus menebak lokasi soal sesuai dengan clue berupa gambar yang diberikan pada peta harta karunnya. Kemudian siswa akan menemui saya untuk meminta petunjuk sesuai dengan gambar pada perta harta karunnya. Lalu, siswa akan menuju lokasi soal yang telah ditempel di beberapa temapt.  Pertanyaan yang digunakan berupa pertanyaan Benar-salah dan Isian. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang sudah diberikan. Dan saya juga sangat senang dengan antusias, wajah gembira saya, apalagi ketika mereka mampu menyelesaikan permainan harta karun. Dan ketika siswa sudah menyelasaikan permaianan maka siswa akan diberi hadiah. </p><p>R: Dari kegiatan yang saya sadari, bahwasanya ketika seseorang dalam kondisi bahagia, maka sesulit apapun materi yang diberikan, dapat dipahami oleh siswa dengan baik. Oleh sebab itu, saya ingin setiap siswa merasa bahagia ketika belajar dengan saya. Saya ingin melihat tawa riang siswa yang tertawa lepas ketika mencoba menjawab clue yang ada di peta harta karun. Dan beberapa guru juga terinspirasi oleh strategi pembelajaran yang telah saya terapkan dalam pembelajaran saya. Selain itu, hal yang perlu saya perbaiki dalam penerapan pembelajaran ini adalah pemberian yang lebih jelas dan konsekuensi yang jelas yang mana ada kelompok yang menggambil lebih dari satu soal di suatu lokasi, sehingga ada kelompok yang tidak mendapat soal. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2293817804/994dbb75b304a53eb87f5bdb58b6cc71/PETA_HARTA_KARUN_GEOGRAFIS_INDONESIA.pdf" />
         <pubDate>2024-01-21 03:49:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855765142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meilina- Pemanfaatan Pop-Up Book Dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Motivasi  Kreativitas dan Keaktifan Siswa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855776041</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi Awal </strong>: </p><p><br/></p><p>Di MTs Negeri 4 Sragen .Mata pelajaran IPS mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial, seperti sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi, sehingga siswa dapat memahami hubungan antara berbagai aspek kehidupan sosial. dan Keterlibatan Sosial:Sehingga siswa dikelas kadang merasa bosan karena materi yang penuh hafalan  dan membuat siswa tidak aktif atau mager bergerak dan nilai IPS rata rata sanggat rendah </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Tantangan: </strong></p><p><br/></p><p>Sebagai guru IPS saya berusaha untuk meningkatkan secara maksimal keadaan pembelajaran di kelas agar siswa termotivasi dan  aktif mampu meningkatkan prestasi belajar IPS </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Aksi: </strong></p><p><br/></p><p>Saya melakukan metode pembelajaran dengan mengikutsertakan keatifan siswa dengan media <em>POP - UP BOOK</em> dengan membagi kelompok sesuai dengan pembagian materi yang sudah disepakati bersama tiap kelompok berisi 4 /5 anak </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong> </p><p><br/></p><p>Alhamdullilah proses pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa ,memungkinkan visualisasi konsep-konsep abstrak, seperti struktur pemerintahan atau geografi, dengan menggunakan elemen 3D yang dapat dijelajahi oleh siswa.</p><p>Dan Desain kreatif dan menarik dari <em>POP-UP BOOK</em> dapat membangkitkan respon emosional yang positif. Siswa cenderung lebih terlibat dan termotivasi ketika belajar dengan menggunakan materi yang menarik secara visual.</p><p>Sehingga hasil pembelajaran menggunakan <em>POP -UP BOOK </em>mampu meningkatkan rata rata nilai IPS  80%</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2286048519/64c3bc7649e85a689e6d5385f5f15957/WhatsApp_Image_2024_01_21_at_10_50_13.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-21 04:38:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855776041</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855781305</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebenarnya peserta didik saya adalah anak yang pintar,namun mereka banyak yang enggan untuk memulai belajar terutama pelajaran matematika yang dianggap sulit,karena konsep dasar matematika tidak d kuasai seperti operasi bilangan bulat. maka pada saat meteri bilangan bulat bulat saya mencoba untuk merubah model pembelajaran saya, saya menggunakan model konstektual learning, saya bawa mereka belajar dengan alam sekitar yang terdapat  dilingkungan sekolah, saya bahas materi dengan menggunakan bahan dan contoh nyata, Dengan membaw mereka belajar dengan alam yaitu menggunakan daun dan batu. daun dianggap sebagai bilangan positif dan batu sebagai bilangan negatif, maka mereka benar-benar memahami materi pelajaran matematika bilangan bulat. dan dapat menerapkan dalam materi yang selanjutnya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 05:04:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855781305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nunung Murdiati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855797975</link>
         <description><![CDATA[<p>"Dengan bantuan teknologi, siswa belajar dengan gembira"</p><p>Situasi :</p><p>SMP kami terletak di desa, tepatnya SMP Negeri 5 berada di kabupaten Sekadau Kecamatan Sekadau Hulu desa Nanga Menterap provinsi KalBar, tidak termasuk daerah 3 T. Namun, akses listrik dan tower sinyal baru dalam beberapa tahun ini dapat di nikmati oleh masyarakat. Beberapa siswa yang bersekolah d SMPN 5 berasal dr dusun-dusun terdekat. Tak jarang mereka melewati beberapa rintangan untuk dapat datang ke sekolah dan belajar. Jika musim hujan tiba, medan jalan yg mereka lalui berlumpur, licin dan terkadang banjir. </p><p>Tantangan :</p><p>Khususnya pada mapel PAI, terkadang saya melihat kejenuhan pada siswa dan kurangnya semangat mereka untuk belajar. </p><p>Aksi :</p><p>Sebagai seorang guru, saya berusaha memotivasi para siswa untuk tetap gigih belajar dan pantang menyerah dengan kondisi. Saya mencoba mengangkat semangat belajar para siswa, agar mereka tertarik dan gembira. Salah satunya belajar dengan menggunakan bantuan teknologi seperti Crossword puzzle, quiziz, LKPD Interaktif, Canva, dll. </p><p>Result :</p><p>Alhamdulillah,,, setelah pembelajaran di bantu dengan penggunaan teknologi, para siswa saya terlihat semakin antusias dan termotivasi untuk belajar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 06:27:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855797975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemanfaatan Chromebook untuk pembelajaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855806920</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Sekolah saya adalah salah satu penerima bantuan chromebook dari pemerintah. Selama ini chrome hanya digunakan ketika siswa melaksanakan ANBK saja. Setelah ANBK selesai disimpan lagi dalam lemari. </p><p>T : Saya ingin memanfaatkan chromebook untuk pembelajaran di kelas saya</p><p>A : Siswa saya bawa ke ruang lab dan mengajarkan cara menggunakan chromebook. Saya mengakses wordwall dan memilih game untuk diberikan ke siswa. Tujuannya agar siswa bermain sambil belajar.</p><p>R : Alhamdulillah selama mengikuti kegiatan tersebut siswa sangat antusias dan tidak mau berhenti ketika waktu sudah selesai. Dan siswa selalu ingin belajar di ruang lab.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 07:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855806920</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran IPA yang menarik dan menyenangkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855994413</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Peserta didik di sekolah saya kebanyakan tidak suka dengan pembelajaran IPA, mereka menganggap IPA itu sulit dan banyak rumus-rumus.</p><p>T : sebagai guru IPA, saya ingin mengubah anggapan pembelajaran IPA itu sulit dan banyak rumus menjadi pembelajaran IPA yang menarik dan menyenangkan.</p><p>A: Saya bertanya kepada peserta didik apa yang diinginkan agar pembelajaran IPA ini menarik dan menyenangkan. dan peserta didik menginginkan praktik, tidak hanya mendengarkan dan berhitung. sehingga </p><p>saya melakukan pembelajaran IPA dengan praktik saat menyampaikan tentang uji makanan yang mengandung vitamin C hanya dengan menggunakan betadine, dan makanan yang diuji adalah sari dari buah-buahan yang mudah didapat atau ada di sekitar peserta didik.</p><p>R : Pembelajaran IPA dengan praktik langsung dilakukan oleh peserta didik ternyata menarik dan menyenangkan, peserta didik minta praktik lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2294155911/fa09aa85063a54b3d1f28bf987a800ca/IMG20231108075708.jpg" />
         <pubDate>2024-01-21 14:48:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855994413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aswani, M.Pd</title>
         <author>aswanitea</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855996038</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/aswani11/kelas-10-fase-e-fcp5dxpmkqau789p" />
         <pubDate>2024-01-21 14:50:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2855996038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DILEMA BELAJAR MATEMATIKA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856080974</link>
         <description><![CDATA[<p>RATNAWATI - BENGKULU</p><p>S : Matematika adalah dasar dari kemampuan sesorang memecahkan masalah secara sistematis, karena itu Matematika dianggap sangat penting utk diberikan kepada setiap orang terutama siswa namun kenyataannya hampir sebagian besar siswa tidak menyukai matematika dengan berbagai alasan salah satunya adalah SULIT padahal apapun kalau masih baru tentu akan terasa sukit butuh pengulangan yang periodik atau terus menerus untuk membuatnya semakin lancar dan mudah begitu juga dengan matematika butuh pengulangan dan latihan untuk bisa dan lancar dalam menyelesaikan soal-soal matematika masalahnya siswa malas dan enggan mengulang dan berlatih soal-soal matematika yang sudah disampaikan. Siswa akan merasa terbebani ketika guru memberikan TUGAS untuk berlatih kebih di rumah atau di luar jam belajar karena konotasi TUGAs adalah sesuatu yang dibebankan.</p><p>T : Sebagai salah satu guru matematika mendapaati kenyataan seperti dia atas saya berusaha agar siswa tidak merasa terbebani ketika diberikan soal-soal tambahan untuk berlatih dan mereka merasa memerlukan soal-soal tersebut untuk melancarkan dan melatih menyelesaikan soal-soal matematika/materi yang sudah disampaikan.</p><p>A : kata TUGAS saya ganti dengan VITAMIN dengan harapan dalam pikiran mereka bukan lagi hal yg membebani tetapi satu hal yang dibutuhkan karena semua orang pasti membutuhkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya, jika mereka tidak mengkonsumsi vitamin maka tubuh mereka akan ringkih/lemah dengan kata lain mudah terserang penyakit. soal-soal yg saya berikan adalah soal-soal yang mudah dan tidak banyak sehingga siswa akan senang ketika dapat menyelesaikannya dan merasa tertantang untuk mencari atau meminta soal yang lebih bervariasi sebagaimana vitamin yang mereka makan harus sesuai dengan DOSIS dan jika ada siswa yang tidak menelan VITAMIN yang diberikan maka mereka akan merasakan SAKIT dengan konsekwensi yang sudah ditetapkan dalam kesepakatan kelas.</p><p>R : Alhamdulillah semua siswa menelan VITAMIN yang diberikan dengan DOSISnya masing-masing (ada yang selesai dengan baik, ada yang tidak selesai dan ada yang mengerjakan hanya beberpa soal dr soal yg diberikan) meskipun kadang-kadang ada satu dua anak yang coba=coba tidak menelan vitamin yang saya berikan namun sesuai kesepakatan kelas yang kami buat diaawal pembelajaran mereka merasa SAKIT dan kembali mnelan vitamin yang diberikan karena mereka sadar vitamin ini </p><p>R : hampir sebagian </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 17:04:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856080974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran Materi Invitation dengan Canva</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856095957</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Banyak siswa yang masih mengalami kejenuhan dan kurang motivasi dalam belajar, terutama pelajaran Bahasa Inggris. Ketika sampai pada tahap pengerjaan tugas atau latihan siswa terlihat merasa terbebani.</p><p>T : Saya harus mencari metode agar tujuan pembelajaran tersampaikan dengan tetap membuat siswa semangat dalam belajar. Ketika menyampaikan materi invitation, metode lama dimana siswa hanya membaca dari buku kemudian mengerjakan latihan sesuai contoh di buku masing-masing merupakan sesuatu yang sudah harus ditinggalkan. Mereka harus diberikan sesuatu yang sesuai dengan zamannya. Lalu saya minta siswa untuk membawa laptop bagi yang memiliki, atau HP yang biasa mereka bawa untuk pembelajaran materi invitation karena akan menggunakan aplikasi canva.</p><p>A : Penyampaian materi invitation disampaikan melalui slide ppt. Penjelasan tentang undangan, jenis-jenis undangan, dan contoh-contoh undangan diberikan sesuai dengan undangan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Bahkan diberikan contoh undangan digital. Dalam pengerjaan latihan siswa mengerjakannya melalui aplikasi canva, yang sudah tersedia fitur dan template yang menarik. Siswa dibagi kelompok dan mengerjakan proyek undangan yang berbeda untuk tiap kelompok. Ada yang mendapatkan tugas mengerjakan undangan ulang tahun, pernikahan, anniversary, akikah, undangan rapat atau undangan digital. Terlihat siswa sangat senang mengerjakan tugas yang diberikan, dan memunculkan ide dan kreativas mereka. Di akhir mereka diberikan kesempatan untuk menampilkan dan menyajikan hasil undangan mereka di depan kelas.</p><p>R : Banyak manfaat yang bisa diambil dari pembelajaran ini, diantaranya menghilangkan beban dalam mengerikan tugas karena dilakukan secara bersama-sama. Memanfaatkan teknologi (aplikasi canva) yang sangat membantu dalam belajar dan memudahkan pekerjaan, yang pada akhirnya dapat diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari undangan yang dibuat dapat dinikmati bersama dan memberikan kepuasan tersendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 17:27:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856095957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Retno Puji Rahayu.    Peningkatan Menulis puisi dengan Metode outdoor study dan melalui lagu.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856248988</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya guru Bahasa Indonesia di SMP N I Sragi kab Pekalongan Jawa Tengah.Pada pelajaran Bahasa Indonesia terdapat kesulitan yaitu pada teks puisi khususnya memahami dan menulis puisi.</p><p>T:Rendahnya minat siswa untuk memahami dan belajar menulis puisi,penggunaan metode belajar yang kurang tepat.</p><p>A:Sebagai guru Bahasa Indonesia tentunya ini menjadi perhatian khusus karena anak-anak kurang berminat pada KD tersebut.Saya memperbaiki pembelajaran dengan berbagai metode agar siswa paham dan bisa membuat puisi.Metode yang saya gunakan yaitu outdoor study dan menggunakan lagu.</p><p>R:Pembelajaran menjadi lebih aktif,siswa termotivasi bersemangat,merasa senang dan mudah memahami mampu menulis puisi.Penerapan metode bisa mengatasi masalah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-21 21:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856248988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Nuryati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856476300</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>S : Saat mengajar  saya mengamati anak anak kurang semangat dalam kegiatan belajar di kelas. Apalagi kalau belajar dilaksanakan pada jam siang setelah istirahat  . Terkesan mata pelajaran PPKn kurang disukai.</p><p> </p><p>T : Sebagai guru , saya  instropeksi dan berusaha mencari permasalahan yang menyebabkan kurangnya minat dan semangat anak anak terhadap mata pelajaran PPKn .Akhirnya saya menemukan metode pembelajaran supaya menarik minat siswa untuk belajar.</p><p><br/></p><p>A : Saya melakukan observasi, bertanya kepada anak anak kemudian mencari cara yang efektif dan menarik untuk dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Saya menerapkan variasi model pembelajaran supaya tidak monoton, Saya mencoba melaksanakan model pembelajaran kartu  arisan. Sebelumnya saya Bersama anak anak  menyiapkan soal  di kertas-kertas kecil yang digulung dan dimasukan ke dalam gelas dan menyiapkan Kertas jawaban dibagikan  secara acak ke siswa sesuai jumlah siswa. Proses belajar diawali dengan literasi (membaca buku sumber )  dilanjutkan dengan mengocok kartu yang ada ada di dalam gelas ,kertas yg keluar di bacakan dan akan dijawab oleh anak yg memegang kunci jawaban.Anak menjawab sesuai waktu yang disediakan.Apabila  Jawaban benar anak mendapat poin dan diberikan reward berupa yel -yel semangat .</p><p><br/></p><p>R : Alhamdulillah model pembelajaran yang saya terapkan berhasil membuat siswa antusias , tidak bosan dan menikmati proses pembelajaran dengan gembira , menyenangkan,  sehingga memotivasi siswa untuk terus belajar .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:47:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856476300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bu Rohimah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856482321</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya adalah guru SD di daerah 3T. pada Fase C sangatlah memprihatinkan banyak siswa yang belum lancar dalam membaca.</p><p>T: Rendahnya minat baca siswa terhadap buku-buku pelajaran dan buku literasi lainnya.</p><p>A: Saya melakukan penerapan membaca 15 menit sebelum mulai pembelajaran. Buku yang dibaca siswa berupa bacaan literasi seperti cerita-cerita anak yang mudah di pahami. </p><p>R: Dari penerapan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Sudah ada beberapa siswa sudah lancar dalam membaca. Dengan penerapan yang konsisten akan membantu siswa dalam melancarkan membaca mereka.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2294791471/5c180e8fd71d7a8cc255e6ce6293114f/pngtree_students_reading_vector_png_image_6900753.png" />
         <pubDate>2024-01-22 03:55:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856482321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesepakatan Disiplin Positif di Kelas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856493197</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Wahyudin, S. Pd</p><p>Unit Kerja : SMAN 1 Kempo</p><p><br/></p><p>Judul : Pengaruh Kesepakatan Disiplin Kelas Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik</p><p><br/></p><p><strong>Situasi Awal :</strong></p><p>SMA Negeri 1 Kempo merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri yang berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sekolah ini memiliki jumlah peserta didik sekitar 700 siswa yang terdiri dari 21 kelas.</p><p>Pada tahun 2023, sekolah ini mengalami permasalahan terkait disiplin peserta didik. Beberapa siswa sering melanggar tata tertib sekolah, seperti datang terlambat, tidak mengikuti pelajaran, dan berkelahi. Hal ini menyebabkan terganggunya proses pembelajaran dan kenyamanan belajar peserta didik lainnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Tantangan :</strong></p><p>Masalah disiplin peserta didik  menjadi tantangan bagi pihak sekolah untuk mengatasinya. Saya selaku guru  telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin peserta didik, seperti memberikan teguran, hukuman, dan pembinaan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Aksi</strong></p><p>Untuk mengatasi masalah tersebut, Saya selaku  guru melakukan inovasi dengan menerapkan disiplin positif hasil kesepakatan kelas.</p><p>Tahapan aksi yang saya dilakukakan adalah : </p><p>Tahap 1: Sosialisasi</p><ul><li><p>Guru dapat memberikan penjelasan tentang penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas melalui rapat dewan guru, rapat orang tua murid, atau pengumuman di papan pengumuman sekolah.</p></li><li><p>Siswa dapat diajak untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait tata tertib kelas melalui forum diskusi kelas, survei online, atau kotak saran.</p></li></ul><p>Tahap 2: Penyusunan kesepakatan kelas</p><ul><li><p>Siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelas atau minatnya.</p></li><li><p>Guru dapat memberikan panduan kepada siswa dalam menyusun kesepakatan kelas, seperti:</p><ul><li><p>Aturan harus jelas dan mudah dipahami.</p></li><li><p>Aturan harus realistis dan dapat diterapkan.</p></li><li><p>Aturan harus adil dan tidak diskriminatif.</p></li></ul></li></ul><p>Tahap 3: Penerapan kesepakatan kelas</p><ul><li><p>Guru dapat mengingatkan siswa untuk mematuhi kesepakatan kelas secara lisan atau melalui papan pengumuman kelas.</p></li><li><p>Guru dapat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kesepakatan kelas secara langsung atau melalui kamera pengawas.</p></li></ul><p>Tahap 4: Evaluasi</p><ul><li><p>Guru dapat melakukan wawancara dengan siswa secara individu atau kelompok.</p></li><li><p>Guru dapat melakukan analisis data pelanggaran tata tertib sekolah secara kuantitatif atau kualitatif.</p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Perubahan/ Hasil :</strong></p><p>Penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas telah menunjukkan hasil yang positif. Peserta didik menjadi lebih disiplin dan tertib dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar . Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggaran tata tertib  seperti datang terlambat dalam  mengikuti pelajaran maupun meninggalkan kelas sebelum pembelajaran berakhir.</p><p>Selain itu, penerapan disiplin positif juga telah berdampak positif terhadap karakter peserta didik. Peserta didik menjadi lebih bertanggung jawab, mandiri, dan saling menghormati dalam kegiatan pembelajaran.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas merupakan salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan disiplin peserta didik. Upaya ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses penyusunan kesepakatan kelas. </p><p>Hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah pelanggaran tata tertib dan terbentuknya  sikap tanggung jawab, mandiri, dan saling menghormati pada peserta didik</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2165884559/18feb78ce4eb106efefdf65b792f4320/WhatsApp_Image_2024_01_22_at_10_52_04.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-22 04:11:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856493197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesepakatan Disiplin Kelas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856499435</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Wahyudin, S. Pd</p><p>Unit Kerja : SMAN 1 Kempo</p><p>Judul : Pengaruh Kesepakatan Disiplin Kelas Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik</p><p><strong>Situasi Awal :</strong></p><p>SMA Negeri 1 Kempo merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri yang berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sekolah ini memiliki jumlah peserta didik sekitar 700 siswa yang terdiri dari 21 kelas.</p><p>Pada tahun 2023, sekolah ini mengalami permasalahan terkait disiplin peserta didik. Beberapa siswa sering melanggar tata tertib sekolah, seperti datang terlambat, tidak mengikuti pelajaran, dan berkelahi. Hal ini menyebabkan terganggunya proses pembelajaran dan kenyamanan belajar peserta didik lainnya.</p><p><strong>Tantangan :</strong></p><p>Masalah disiplin peserta didik menjadi tantangan bagi pihak sekolah untuk mengatasinya. Saya selaku guru telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin peserta didik, seperti memberikan teguran, hukuman, dan pembinaan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.</p><p><strong>Aksi</strong></p><p>Untuk mengatasi masalah tersebut, Saya selaku guru melakukan inovasi dengan menerapkan disiplin positif hasil kesepakatan kelas.</p><p>Tahapan aksi yang saya dilakukakan adalah :</p><p>Tahap 1: Sosialisasi</p><p>·&nbsp;Guru dapat memberikan penjelasan tentang penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas melalui rapat dewan guru, rapat orang tua murid, atau pengumuman di papan pengumuman sekolah.</p><p>·&nbsp;Siswa dapat diajak untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait tata tertib kelas melalui forum diskusi kelas, survei online, atau kotak saran.</p><p>Tahap 2: Penyusunan kesepakatan kelas</p><p>· Siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelas atau minatnya.</p><p>· Guru dapat memberikan panduan kepada siswa dalam menyusun kesepakatan kelas, seperti:</p><p>o&nbsp;&nbsp;&nbsp; Aturan harus jelas dan mudah dipahami.</p><p>o&nbsp;&nbsp;&nbsp; Aturan harus realistis dan dapat diterapkan.</p><p>o&nbsp;&nbsp;&nbsp; Aturan harus adil dan tidak diskriminatif.</p><p>Tahap 3: Penerapan kesepakatan kelas</p><p>·&nbsp;Guru dapat mengingatkan siswa untuk mematuhi kesepakatan kelas secara lisan atau melalui papan pengumuman kelas.</p><p>·&nbsp;Guru dapat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kesepakatan kelas secara langsung atau melalui kamera pengawas.</p><p>Tahap 4: Evaluasi</p><p>·&nbsp;Guru dapat melakukan wawancara dengan siswa secara individu atau kelompok.</p><p>·&nbsp;Guru dapat melakukan analisis data pelanggaran tata tertib sekolah secara kuantitatif atau kualitatif.</p><p><br/></p><p><strong>Perubahan/ Hasil :</strong></p><p>Penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas telah menunjukkan hasil yang positif. Peserta didik menjadi lebih disiplin dan tertib dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar . Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggaran tata tertib seperti datang terlambat dalam mengikuti pelajaran maupun meninggalkan kelas sebelum pembelajaran berakhir.</p><p>Selain itu, penerapan disiplin positif juga telah berdampak positif terhadap karakter peserta didik. Peserta didik menjadi lebih bertanggung jawab, mandiri, dan saling menghormati dalam kegiatan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Penerapan disiplin positif hasil kesepakatan kelas merupakan salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan disiplin peserta didik. Upaya ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses penyusunan kesepakatan kelas.</p><p>Hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah pelanggaran tata tertib dan terbentuknya sikap tanggung jawab, mandiri, dan saling menghormati pada peserta didik</p><p><br/></p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2165884559/beb2da77ba33ab3b272a036979341edc/WhatsApp_Image_2024_01_22_at_10_52_04.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-22 04:17:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856499435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENGGUNAAN SIMULATOR CISCO PACKET TRACER UNTUK MERANCANG JARINGAN, MENGKONFIGURASI, DAN MENGUJI JARINGAN PADA MATA PELAJARAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856686913</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh: Siti Farida, S.T.</p><p>SMKN 1 Singkep</p><p><br/></p><p>S: Peserta didik kurang memahami materi walaupun model pembelajaran <em>discovery learning</em> yang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, namun lebih banyak menggunakan metode klasikal hal ini dikarenakan harga perangkat jaringan seperti <em>Cisco Router</em> masih terlalu mahal, sehingga sekolah khususnya kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan belum dapat menyediakan perangkat jaringan tersebut. </p><p><br/></p><p>T: Tercapainya tujuan pembelajaran tidak lepas dari peran utama seorang pendidik. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidik selain menggunakan model pembelajaran yang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, pendidik juga perlu adanya langkah yang kreatif dan inovatif untuk menyiasati keterbatasan alat praktikum yang ada di sekolah. </p><p><br/></p><p>A: Pembelajaran dengan perangkat visual dengan simulator Cisco Packet Tracer dapat menampilkan konsep-konsep produktif TKJ menjadi lebih nyata dan lebih menarik dengan presentasi atau visualisasi materi-materi pembelajaran yang dikemas dengan simulasi melalui program serta aplikasi gambar statis maupun dinamis (animasi). Hal ini menambah motivasi untuk mempelajari dan menguasai materi yang diajarkan. Metode praktik dan/atau simulasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok untuk melakukan praktik dan/atau simulasi perangkat sesungguhnya. Melalui praktik dan/atau simulasi tersebut peserta didik tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan tetapi juga berusaha mengelola dan menyimpulkan apa yang dilihat dan dilakukan sendiri dari praktik dan/atau simulasi tersebut</p><p><br/></p><p>R: Dengan menggunakan simulator Cisco Packet Tracer, menjadikan peserta didik lebih aktif, peserta didik tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan tetapi juga berusaha mengelola dan menyimpulkan apa yang dilihat dan dilakukan sendiri dari praktik dan/atau simulasi tersebut yang dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam merancang, mengkonfigurasi, dan menguji jaringan pada mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2286051197/7a413b7a82a27be54a0100320be2ce78/UNTUK_BP1.jpg" />
         <pubDate>2024-01-22 07:58:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856686913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856846273</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Guru kelas merupakan salah satu jabatan ASN. Jabatan ini termasuk dalam jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Pada abad 21 sekarang ini, kemampuan berpikir kritis menjadi kemampuan yang sangat diperlukan agar siswa sanggup menghadapi perubahan keadaan atau tantangan-tantangan di dalam kehidupan yang selalu berkembang. Kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar (SD) perlu untuk segera ditingkatkan karena Sekolah Dasar (SD) sebagai lembaga formal yang pertama sehingga akan berdampak pada jenjang pendidikan selanjutnya.</p><p>&nbsp;</p><p>T: Berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan, anak masih lemah dalam berpikir kritis. Kondisi ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa. Pada saat pengerjaan soal Assesmen Kompetensi Minimal (AKM), siswa masih banyak yang mengalami kesulitan mengerjakan, dikarenakan sulitnya memahami maksud soal yang Sebagian besar membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Dari pengamatan yang dilakukan penulis, hanya terdapat 5 siswa atau 17,86% dari 28 siswa yang termasuk kategori mampu berpikir kritis. Siswa sebelumnya terbiasa mengerjakan soal-soal yang mengukur kemampuan kognitif dalam tingkatan yang paling rendah yaitu pengetahuan hafalan.</p><p>&nbsp;</p><p>A: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menciptakan pembelajaran yang bisa membuat siswa berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis adalah sebuah proses sistematis yang memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengevaluasi keyakinan dan pendapat mereka sendiri. Pemberdayaan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan oleh guru dengan pembelajaran <em>konstruktivistik </em>yang berpotensi memberdayakan kemampuan berpikir kritis, salah satunya adalah metode <em>problem solving.</em></p><p>Pengklasifikasian tujuan pembelajaran menurut taksonomi bloom terdiri dari kognitif, afektif, dan psikomotor. Jadi selain dilakukan penilaian terhadap aspek kognitif berupa berpikir kritis, guru juga harus menanamkan nilai-nilai afektif pada siswa yaitu dengan menerapkan pendekatan <em>cooperative learning </em>salah satunya adalah teknik<em> kancing gemerincing. </em>Dalam pendekatan ini siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang heterogen, sehingga siswa dilatih untuk menerima perbedaan pendapat dan bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Teknik <em>kancing gemerincing</em> memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berperan serta sehingga semua anak terlatih untuk berpikir kritis. Sedangkan pada aspek psikomotor yang dinilai yaitu Gerakan persepsi berupa menulis hasil diskusi kelompok dan kesimpulan kelas.</p><p>&nbsp;</p><p>R: Berdasarkan hasil dari kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving dan teknik kancing gemerincing didapatkan hasil yaitu mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini terbukti pada hasil pretest diketahui persentase kemampuan berpikir kritis siswa secara klasikal yaitu 56,71%, sedangkan pada hasil post test diketahui persentase kemampuan berpikir kritis siswa secara klasikal yaitu 71,36%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode <em>problem</em> <em>solving</em> dan teknik kancing gemerincing menunjukkan hasil yang baik sehingga terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa secara klasikal sebesar 14,65%.</p><p><br/></p><p>Penyusun: Siti Shofiah, S.Pd</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2293915027/b1c770674f3ec0425a8cdcc3ccd1aa0b/IMG_20211109_093919_HDR.jpg" />
         <pubDate>2024-01-22 10:32:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856846273</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JUDUL : PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DALAM LITERASI PADA PELAJARAN IPA MATERI PERKEMBANGBIAKAN GENERATIF PADA TUMBUHAN </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856955204</link>
         <description><![CDATA[<p>AWAL:</p><p>Se usia Sekolah Dasar lebih cepat paham jika yag dipelajari dilihat secara konkrit untuk itu pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan..</p><p>TANTANGAN:</p><p>Penyebab dari tujuan yang ingin dicapai dari meningkatkan minat baca siswa dalam materi Perkembangbiakan Generatif pada tumbuhan antara lain:</p><p>1. Pembelajaran di dalam kelas masih monoton.</p><p>2. Kurang inovatifnya model dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar.</p><p>3. Kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan IT dan belum efektifnya penggunaan perangkat IT yang tersedia disekolah.</p><p>4. Motivasi dan minat siswa dalam belajar yang rendah.</p><p>5. Guru kurang mengapresiasi siswa dalam belajar.</p><p><br/></p><p>AKSI”</p><p>Langkah-langkah yang saya lakuakan dilakukan untuk menghadapi tantangan dari meningkatkan minat baca siswa pada pelajaran pada pelajaran IPA materi perkembangbiakan generatif pada tumbuhan antara lain:</p><p>1. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi siswa seperti penggunaan</p><p>2. Memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa seperti model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dengan kelima fase yang telah dilakukan dalam pembelajaran.</p><p>3. Guru lebih banyak memberikan apresiasi terhadap siswa dengan cara memberikan reward kepada siswa, seperti mengajak seluruh siswa tepuk tangan kepada siswa yangmampu menjawab pertanyaan hingga pujian atas keberhasilan dalam presentasi di kelas.</p><p>4. Pemilihan waktu belajar yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti memilih di waktu pagi hari dimana nak-anak masih dalam mode semangat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>REFLEKSI:</p><p>Dampak dari Penerapan Model Pembelajaran penggunaan Media KOMIK dan Video Pembelajaran pada pelajaran IPA materi Perkembangbiakan generatift, yaitu</p><p>1. Siswa lebih bersemangat, antusiasme dan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Pada saat pembelajaran siswa dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah dalam LKPD nya hingga mempresentasikan hasil diskusi kelompok serta menanggapi presenstasi kelompok lain dan semua siswa terlibat aktif.</p><p>2. Minat membaca siswa sangat kelihatan karena mereka suka sekali dalam membaca KOMIK pengetahuan tersebut. .</p><p>3. Dari hasil refleksi di akhir pembelajaran siswa merasa bahagia, antusiasme dan bersemangat selama proses pembelajaran menggunakan menggunakan Media PPT serta Video Pembelajaran hingga penggunaan alat peraga</p><p>4. Respon positif juga diutarakan oleh kepala sekolah sebagai bahan supervisi guru di kelas. Respon positif lainnya juga disampaikan oleh teman sewajat sehingga diharapkan setelah kegiatan ini dapat ditularkan pada rekan- rekan guru di dalam kegiatan KKG.</p><p><br/></p><p>.</p><p><br/></p><p>Penulis: Daryanto, S.Pd.SD</p><p>Guru UPT SP SDN 155 Karya Mukti</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 12:23:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856955204</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Arini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856978530</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Dava merupakan seorang anak yang cukup pintar. Namun saat ini terlihat tidak fokus dalam pembelajaran terutama membaca dan berhitung, yang terkesan terlihat menjadikannya anak yang bodoh.</p><p><br/></p><p>T : Saya sebagai Wali kelas berusaha mencari tahu penyebab Dava tidak fokus belajar di sekolah.</p><p><br/></p><p>A : Saya kemudian melakukan wawancara dengan pihak wali kelas sebelum nya dan wawancara personal dengan Dava serta orang tua dan kerabat disekitar rumah Dava. Saya juga melaksanakan home visit secara berkala untuk mengetahui kondisi Dava saat dirumah. Saya juga melakukan pendamping dan bimbingan belajar intens secara private karena dava kurang fokus dan tertinggal pelajaran.</p><p><br/></p><p>R : Dari home visit serta pendampingan yang saya lakukan dapat memberikan motivasi kepada Dava untuk fokus belajar di sekolah. Dava tidak lagi berlarut kesedihan karena orang tuanya bercerai dan kurang kasih sayang dari ayah karena sibuk bekerja. Dava sudah semangat belajar dan mampu bersaing dengan teman-teman nya dalam belajar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 12:38:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2856978530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muharriroh</title>
         <author>muharriroh2020</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857005180</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Murid laki -laki kelas 6 di SDN Kepuh Kiriman 2 ini terkenal dengan aktivitasnya yang luar biasa. Mereka juga terkenal suka membuat kegaduhan, keusilan, tidak mengerjakan PR di kelas sebelumnya. Jumlah mereka sebenarnya tidak banyak, hanya 6 siswa. Ditambah masa pubertas, terntunya badan mereka yang besar &nbsp;dan lisan yang ceplas seplos menambah kentara untuk menerima julukan masternya Usil se 1 sekolah.</p><p>T: Awal ajaran baru adalah awal ajaran yang sangat menantang bagi saya menjadi wali kelas mereka. Anak-anak yang luar biasa aktifnya, memiliki kelemahan di bidang pemahaman secara teoritik, misalkan membaca dan menarik kesimpulan dari buku , agak susah, Apalagi saat membahas Pelajaran matematika. Saya katakan susah, karena nilai mereka selalu di bawah kkm untuk pretesnya, waktu yang dibutuhkan mereka pun juga sangat lama, apalagi jika tidak hafal dengan perkalian dan pembagian dasar. Sebagai wali kelas barunya di kelas 6, saya pun mencoba mendiskusikan dengan walas lama,dan &nbsp;ternyata beberapa kasus yang dibuat oleh mereka memang sudah pernah terjadi di kelas sebelumnya. Walas sabelumnya juga menambahkan bahwa mereka memiliki hambatan pemahaman. Bisa dibayangkan bagaimana jika belajar materi social dengan negara-negara ASEAN.</p><p>A: Akhirnya saya melakukan pendekatan pribadi dengan mereka, setelah memberikan asesmen / pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang pribadi mereka , saya pun baru bisa menyimpulkan gaya belajar mereka adalah gaya belajar dalam bentuk aktivitas fisik, tantangan dan presentasi ( karena anak-anak ini sangat suka bercerita). Setelah melakukan serangkaian pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat, saya menyimpulkan untuk memberikan murid saya akelas 6 berupa game puzzle dan presentasi diorama, seperti yang ada di gambar.</p><p>R : Awal game ini sebenarnya agak susah, karena menata negara-negara di ASEAN sesuai peta aslinya. Tapi lama kelamaan, mereka pun paham dengan lokasi negara-negara tersebut, menyebutkan negara ASEAB dengan tepat, serta memapu menjelaskan secara singkat beberapa negara yang mereka pelajari. Setiap kali presentasi, murid lain juga selalu saya minta agar aktif bertanya. Merekapun terlihat lebih percaya diri, bersemangat saat menampilkan cerita/presentasi sesuai gaya mereka masing-masing</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2295310171/3dc2808a339dbf72ab1396f1042e35f8/WhatsApp_Image_2024_01_22_at_19_58_08.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-22 13:02:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857005180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BELAJAR RASA BERMAIN DENGAN QUIZIZZ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857035056</link>
         <description><![CDATA[<p>Penulis     : Riska Varna Pariyani, S.Pd</p><p>Unit Kerja : SMKN 3 Banjarbaru</p><p><br/></p><p>SITUASI</p><p>Perkembangan teknologi sekarang ini sudah sangat meningkat, tidak terkecuali dalam dunia Pendidikan. Peserta didik dapat dengan mudah menggunakan perangkat android untuk mengakses materi pelajaran dari berbagai sumber belajar. Memiliki perangkat android pada peserta didik di tingkat SMK sudah menjadi keharusan bagi mereka. Ternyata penggunaan perangkat android ini memiliki dampak yang positif dan juga bisa berdampak negatif jika tidak dapat membatasi penggunaannya.</p><p>&nbsp;</p><p>TANTANGAN</p><p>Disekolah kami peserta didik diperbolehkan membawa perangkat android. Peserta didik banyak yang menyalahgunakan penggunaan perangkat android yang dimiliki dengan bermain game online, bahkan pada saat jam pelajaran berlangsung tanpa sepengetahuan guru, mereka bisa bermain game. Disamping itu rendahnya minat belajar peserta didik terutama dalam pelajaran matematika, membuat mereka tidak terlalu bersemangat, apalagi jika matematika pada saat jam terakhir.</p><p>&nbsp;</p><p>AKSI</p><p>Saya menggunakan media pembelajaran menggunakan aplikasi <em>quizizz</em>. Dimana peserta didik dapat bermain sekaligus belajar. Dengan menggunakan minat mereka pada permainan / game, peserta didik diajak belajar melalui permainan yang ada dalam fitur <em>quizizz</em>. Sehingga kegiatan yang mereka kerjakan pada saat pembelajaran tidak terasa membosankan dan menakutkan lagi. Tidak hanya berbentuk kuis, <em>quizizz</em> juga dapat digunakan untuk membagikan materi pelajaran.</p><p>&nbsp;</p><p>REFLEKSI</p><p>Dengan menggunakan media pembelajaran ini membuat peserta didik lebih bersemangat dan tidak merasa bosan lagi. Peserta didik terlihat begitu antusias dalam menjawab kuis yang dijadikan game, karena mereka ingin bersaing dengan teman sekelasnya yang lain untuk memperoleh nilai tertinggi. Peserta didik lebih bisa menggunakan perangkat androidnya untuk hal yang positif dan bermanfaat bagi proses belajarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1636549880630-66e42f1bd62c?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3w3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8MTh8fEJFTEFKQVIlMjBERU5HQU4lMjBIUHxlbnwxfHx8fDE3MDU5Mjk3NjZ8MA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=85" />
         <pubDate>2024-01-22 13:24:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857035056</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evayulianti,S.Pd (Membangun Budaya Positif dengan Membuat Kesepakatan Kelas)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857053501</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya adalah guru di SMPN 3 Dompu yang kebetulan mendapatkan tugas tambahan sebagai wali kelas. Kondisi lingkungan di SMPN 3 Dompu Sangat Asri dan sejuk karena di kelilingi oleh bukit-bukit kecil. Di setiap jam istrahat, sering sekali terjadi percakapan ringan antara guru-guru setelah masuk mengajar di dalam kelas. Di setiap perbincangan ringan, beberapa guru sering berkeluh kesah tentang bagaimana sikap siswa di dalam kelas, sikap tersebut diantaranya seperti;  menggunakan bahasa yang kurang sopan, suka mengganggu teman, sering keluar masuk ijin ke wc dan makan ataupun minum di dalam kelas, yang ternyata semua itu mengganggu proses belajar mengajar sehingga menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak berlangsung secara optimal. </p><p><br/></p><p>T: Untuk merubah sikap siswa yang tidak baik ini bukanlah hal yang mudah Karena pengaruh lingkungan tempat tinggal dan usia siswa yang cenderung mengalami perubahan (pancaroba) jati diri dari masa kanak-kanak ke tahap masa remaja. Pada masa peralihan ini siswa biasanya cenderung bersikap aktif untuk mencari perhatian. Sebagai wali kelas,saya mencoba mencari solusi untuk permasalahan ini khusus untuk kelas yang saya bimbing yaitu di kelas VIIA dengan membuat kersepakatan kelas yang di dapatkan berdasarkan hasil musyawarah bersama antara siswa dan guru. </p><p><br/></p><p>A: Di kelas VIIA sebelum membuat kesepakatan kelas saya memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu kesepakatan kelas, apa manfaat dan tujuan dibuatnya kesepakatan kelas. Setelah memberikan pemahaman barulah membuat kesepakatan kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut :</p><ol><li><p>Setiap siswa diberikan kesempatan mengeluarkan pendapat mengenai suasana kelas yang diinginkan.</p></li><li><p>Memberikan pertanyaan kepada siswa bagaimanakah cara untuk mewujudkan suasana kelas yang mereka inginkan.</p></li><li><p>Siswa dibagi 4 kelompok berdasarkan deretan bangku.</p></li><li><p>Setiap perwakilan kelompok mendiskusikan kesepakatan kelas yang diinginkan dan menuliskan di papan tulis.</p></li><li><p>menyepakati bersama kesepakatan kelas yang telah dituliskan dipapan tulis.</p></li><li><p>Guru merangkum kesepakatan kelas dan menuangkannya dalam desain yang menarik yang dibuat di Canva.</p></li><li><p>Desain kesepakatan kelas diberikan foto seluruh siswa yang ada di kelas VIIA, Walikelas dan Kepala Sekolah untuk diberikan tanda tangan persetujuan kespekatan kelas yang telah dibuat.</p></li><li><p>Desain kesepakatan kelas di cetak menggunakan kertas A4.</p></li><li><p>Guru bersama siswa bekerjasama menempelkan desain yang telah di cetak pada kertas manila.</p></li><li><p>Di masing-masing foto, siswa memberikan tanda tangan dan cap jari, kemudian diikuti oleh tanda tangan guru dan untuk memperkuat kesepakatan kelas yang dibuat disahkan oleh tanda tangan Kepala sekolah. </p></li><li><p>Menempelkan hasil kesepakatan kelas di tempat yang mudah dilihat.</p><p><br/></p></li></ol><p>R : Setelah dibuatnya kesepakatan kelas, Setiap guru mapel yang masuk di kelas VIIA menceritakan terjadi perubahan sikap ke arah yang positif, suasana kelas sudah mulai kondusif, tingkat konsentrasi lebih baik sehingga proses KBM semakin baik dan lancar. </p><p><br/></p><p>Walaupun demikian, perubahan ini harus tetap dipertahankan bila perlu ditingkatkan lagi dan diberlakukan di semua kelas, sehingga menjadi pembiasaan yang positif yang menjadi karakter yang kuat, yang melekat pada setiap siswa. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2295362663/82213d80078666b7fe5389cf5e40cae6/Aksi_nyata_5.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-22 13:38:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857053501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENTINGNYA MENGENAL PRIBADI SISWA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857067340</link>
         <description><![CDATA[<p>Agnes Jatu Resani Seno, M.Pd.</p><p>SMA Negeri 2 KS Cilegon</p><p><br></p><p><br></p><p>S : Lisa adalah siswa kelas X. Saat diskusi kelompok saya sering melihat Lisa kurang bersemangat dibanding anak yang lainnya.</p><p>T : Sebagai Wali kelas saya berusaha mencari tau kenapa Lisa bersikap seperti itu.</p><p>A : &nbsp;Saya memanggil Lisa dan berbicara empat mata, dalam</p><p>Pembicaraan itu saya mencoba untuk mendengarkan alasan dia lalu memberikan dia saran yang sesuai dengan permasalahannya yaitu Lisa hanya ingin sekelompok dengam teman dekatnya.</p><p>R : Setelah pembicaraan secara empat mata tersebut, akhirnya sikap Lisa mulai berubah dan mau belerja sama dengan teman yang lainnya.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 13:47:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857067340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aku Lancar Perkalian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857079462</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Razan adalah siswa kelas 5 yang kurang percaya diri karena kesulitan berhitung perkalian dasar. Dalam hasil tes selama 5 menit Razan hanya dapat menjawab 3 perkalian dasar, 1 benar dan sisanya kurang tepat.</p><p>T: Guru berbicara dengan walimurid dan Razan untuk memperbaiki hal ini. Razan mengeluh pelajaran kelas 5 susah-susah. Guru memberikan motivasi, layaknya Razan yang senang bermain games, setiap level permainan semakin sulit, namun membuatnya semakin tertantang. Begitupun dengan belajar semakin naik kelas, semakin menantang dan seru. Setelah berbincang dengan walimurid dan razan, bersedia melakukan program untuk perbaikan kemampuan berhitung perkaliannya. </p><p>A: Razan melakukan latihan drill perkalian selama 5 menit saja, setiap hari dan konsisten. Boleh pagi hari, siang, sore atau malam, asal 5 menit setiap harinnya. Razan melakukannya dengan semangat, mulai hari Senin-Jum'at disekolah, sedangkan Sabtu-Minggu di rumah. </p><p>R: Setelah melakukan program selama 3 bulan, akhirnya Razan mampu menunjukkan kecepatannya dalam berhitung. Yang awal mula selama 5 menit dapat menjawab 3 pertanyaan saja, kini razan dapat melakukan untuk 100 pertanyaan dalam kurang dari 3 menit. Razan akhirnya menjadi pribadi yang percaya diri saat belajar matematika.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 13:55:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857079462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gerakan Membersihkan Sampah Setiap Pagi  di SDN 04 Sungai Melayu Rayak </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857086317</link>
         <description><![CDATA[<p>RUSMIYATI, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://S.d.SD">S.d.SD</a></p><p>Guru SDN 04 Sungai Melayu Rayak</p><p>S: Saya adalah Guru Kelas 5 di SDN 04 Sungai Melayu Rayak, dalam beberapa bulan terakhir ini, sering ada murid yang tidak masuk sekolah dengan alasan karena sakit. &nbsp;Kemudian saya mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Kemudian terpikir oleh saya, saya selalu melihat kondisi lingkungan sekolah yang selalu kotor, banyak sampah-sampah dan &nbsp;daun-kering berserahan di sekitar sekolah tanpa ada yang memperdulikan. Mungkin inilah salah satu penyebab seringnya anak jatuh sakit.</p><p>T: Sebagai seorang guru, saya merasa prihatin melihat kondisi tersebut, anak-anak sepertinya kurang peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah, mereka membuang sampah sembarangan, dan daun-daun kering yang berjatuhan dibiarkan begitu saja sekian lama. Padahal semua tahu lingkungan yang kotor akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Semua juga tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan menjaga kebersihan maka kita semua akan terhindar dari penyakit.</p><p>A: Akhirnya saya meminta ijin kepada kepala sekolah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah diberikan ijin saya mengumpulkan anak- anak dan memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar kita terhindar dari penyakit. Agar pekerjaan menjadi ringan, maka saya mencanangkan gerakan membersihkan sampah bersama sama setiap pagi sebelum masuk sekolah da gerakan membuag sampah di tong sampah.&nbsp; Semua siswa wajib menjaga kebersihan lingkungan sekolah, untuk tahap awal maka semua murid wajib ikut serta bekerja bakti membersihkan sampah di lingkungan sekolah, selanjutnya setiap hari siswa ada gerakan memungut sampah bersama-sama yang melibatkan seluruh siswa. &nbsp;&nbsp;Apabila masih ada anak yang membuah sampah sembarangan, maka akan diberikan teguran, apabila masih diulang sampai 3x, maka anak tersebut diberikan sanksi/ hukuman yang mendidik, seperti disuruh memungut sampah di lingkungan sekolah sampai bersih atau membersihkan WC, dsb.</p><p>R: Alhamdulillah, setelah adanya gerakan memungut sampah bersama-sama dengan menggerakkan semua anak untuk membersihkan sampah, lingkungan sekolah menjadi bersih dan terjaga kebersihannya. Sejak saat itu jarang sekali ada anak yang tidak masuk sekolah karena sakit.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 13:59:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857086317</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisyah Amini</title>
         <author>aisyahamini09</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857104942</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Budi belum bisa membaca, bahkan belum bisa mengetahui huruf dengan benar. Namun, walaupun begitu Budi adalah anak yang rajin</p><p><br/></p><p>T : sebagai guru kelas, saya berusaha mengetahui penyebabnya. Saya sudah mencoba berbagai metode tetapi ia belum bisa</p><p><br/></p><p>A : saya melakukan wawancara dengan anak tersebut. Dan melihat dokumen-dokumen milik budi. Untuk mengetahui penyebab hal tersebut. ternyata ia langsung masuk SD tanpa melalui TK/PAUD. sehingga belum terbiasa</p><p><br/></p><p>R : Alhamdulillah, setelah melalui metode yang saya rasa paling pas untuknya. yaitu dengan membagikan kartu belajar membaca, sekarang ia sudah bisa mulai membaca. walaupun masih mengeja</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 14:11:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857104942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUHARNI Guru di UPT SDN 2 BANGKALA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857183703</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya menyadari bahwa di kelas saya, terdapat tingkat pemahaman yang berbeda-beda terkait materi perkalian. Beberapa siswa tampaknya sudah memahami dengan baik, sementara yang lain  memerlukan bantuan tambahan. Hal ini membuat saya tertarik untuk menciptakan sebuah pembelajaran diferensiasi agar dapat mengakomodasi kebutuhan beragam siswa.</p><p><br/></p><p>T: Langkah pertama yang saya lakukan adalah merancang aktivitas pembelajaran yang berfokus pada penggunaan alat peraga batang perkalian. Saya akan membawa batang perkalian ke dalam kelas dan memberikan setiap siswa kesempatan untuk menggunakan alat peraga ini secara langsung. Selanjutnya, saya akan merancang tugas-tugas yang dapat diakses oleh siswa dengan tingkat pemahaman yang berbeda, seperti tugas yang lebih menantang untuk siswa yang sudah mahir dan tugas yang lebih mendukung untuk siswa yang memerlukan bantuan ekstra.</p><p><br/></p><p>A: Pada hari pembelajaran, saya memulai dengan memperkenalkan alat peraga batang perkalian kepada seluruh kelas. Saya menjelaskan cara menggunakan alat ini dan memberikan contoh konkretnya. Setelah itu, saya memberikan tugas yang telah dirancang secara diferensiasi kepada siswa. Siswa yang sudah mahir dapat mengambil tantangan tambahan, sementara siswa yang memerlukan dukungan lebih dapat bekerja pada tugas yang lebih mendukung. Saya berkeliling kelas untuk memberikan bantuan individu dan memastikan bahwa semua siswa terlibat aktif.</p><p><br/></p><p>R: Setelah melaksanakan pembelajaran ini, saya melihat bahwa alat peraga batang perkalian membantu siswa visualisasi konsep perkalian dengan lebih baik. Siswa merasa lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran. Namun, saya juga menyadari bahwa beberapa siswa mungkin perlu lebih banyak waktu untuk berlatih dengan alat ini. Oleh karena itu, saya akan menyesuaikan pendekatan pembelajaran saya untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk berlatih dan mendapatkan dukungan tambahan jika diperlukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2295608977/4a2b8b256564b249a2c881955ddd0ffa/photo_2023_04_10_20_22_29.jpg" />
         <pubDate>2024-01-22 14:59:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857183703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Slamet, S. Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857359517</link>
         <description><![CDATA[<p>PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATERI <em>UNGGAH-UNGGUH BASA</em> DENGAN METODE ROLE PLAYING PADA MAPEL BAHASA JAWA KELAS VII SMP</p><p><br/></p><p>A : Anak usia SMP kelas VII masih banyak dijumpai penerapan <em>unggah-ungguh basa</em> yang kurang tepat dalam berkomunikasi dengan bahasa Jawa ragam krama / krama alus.</p><p>T : Sebagai seorang guru bahasa Jawa saya merasa punya tanggung jawab untuk menanamkan pemahaman tentang penerapan <em>unggah-ungguh basa</em> yang benar pada siswa SMP khususnya kelas VII. Selama beberapa waktu, saya merasa kesulitan dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa saya. Ada beberapa siswa yang cukup mahir dan cepat dalam menangkap materi pelajaran, sementara &nbsp;ada beberapa siswa lain memerlukan waktu lebih lama untuk memahami penerapan <em>unggah-ungguh basa</em> yang benar dalam komunikasi berbahasa Jawa krama / krama alus.</p><p>A : Saya memutuskan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi konten dalam pembelajaran <em>unggah-ungguh basa</em> dengan metode role playing. Langkah-langkah yang saya lakukan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi materi <em>unggah-ungguh basa</em> dengan<em> </em>metode role playing adalah sebagai berikut:</p><p>1. Saya melakukan asesmen diagnostik kognitif dengan tes tertulis dan assessment diagnostik non kognitif dengan metode wawancara. Tes pengetahuan digunakan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan siswa dalam penguasaan materi <em>unggah-ungguh basa </em>dengan metode role playing. Sedangkan wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi lebih detail tentang karakteristik siswa, kebutuhan belajar, dan minat mereka dalam komunikasi berbahasa Jawa krama / krama alus. Dari hasil assessment diagnostic, saya membagi siswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan kemampuan dan tingkat pemahaman mereka. Kelompok 1 adalah kelompok belum paham. Kelompok 2 adalah kelompok paham sebagian, dan kelompok 3 adalah kelompok paham utuh.</p><p>2.&nbsp; Setiap kelompok diberikan materi pembelajaran yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Kelompok 1 merupakan kelompok dengan gaya belajar auditori, mereka saya ajak berdiskusi dan pendampingan secara intens ketika membuat karya gambar teks dialog. Kelompok 2 merupakan kelompok dengan gaya belajar visual. Mereka belajar dengan membaca modul dan menyimak video pembelajaran dialog dengan bahasa Jawa ragam krama alus.. Kelompok 3 merupakan kelompok dengan gaya belajar kinestetik. Kelompok 3 melakukan praktik secara langsung menyusun teks dialog untuk kemudian diperagakan di depan kelas.</p><p>3.&nbsp; &nbsp;Kelompok pertama merupakan kelompok yang belum paham cara penerapan unggah-ungguh basa dalam komunikasi. Mereka diberi project yang lebih mudah, yaitu menuliskan daftar kosa kata ngoko, krama, dan krama alus. Dan diberi tugas menyusun kalimat dialog yang sederhana (komunikasi antar teman)</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kelompok kedua merupakan kelompok paham sebagian. Siswa diberi project yang lebih sulit dari kelompok 1. Siswa diberi tugas untuk menyusun teks dialog untuk kegiatan sehari-hari di rumah (komunikasi anak dan orang tua).</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kelompok ketiga diberikan materi yang paling sulit dibandingkan kelompok lainnya. Siswa diberi tugas membuat teks dialog yang melibatkan tokoh anak muda dan orang tua. Kemudian teks tersebut diperagakan di depan kelas.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah selesai mengerjakan tugas, siswa&nbsp; mempresentasikan karya mereka kepada teman-teman sekelas dan menjelaskan sesuai tugas masing-masing kelompok.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah melakukan presentasi, saya membuka diskusi singkat tentang hasil pembelajaran.</p><p>8.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penilaian yang saya lakukan adalah penilaian diferensiasi konten.</p><p>P : Dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi konten, para siswa menjadi lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran mereka. Mereka terlihat lebih bahagia dan percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka, serta merasa dihargai karena keunikan kemampuan dan minat mereka. Siswa yang lebih paham dalam penggunaan unggah-ungguh basa<em> </em>dapat menunjukkan kemampuan mereka secara lebih mandiri, sementara siswa yang belum paham tentang penerapan <em>unggah-ungguh basa</em> dapat memperoleh pengetahuan yang baru dan merasa termotivasi untuk belajar lebih lanjut.</p><p>R : Pembelajaran berdiferensiasi konten yang saya lakukan telah menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi konten menjadi sebuah solusi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih terlibat dan menarik bagi setiap siswa di dalam kelas. Saya juga menyadari bahwa pembelajaran berdiferensiasi konten tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membantu siswa saya menjadi lebih percaya diri.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 16:47:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857359517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KALABORATIF GURUKU BERDIGITAL                            Maisarah, S.Pd.I., M.Pd  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857468946</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi</strong></p><p>Kunjunganku dengan penuh semangat untuk bertemu guru binaan yang sebelumnya telah ada komunikasi antara kami berdua membuat tubuh ini jadi capek dan kurang bergairah. Prinsip yang selalu ku tanam pada guruku bahwa “sukses itu harus dicari” tidak terealisasi dengan baik. Padahal penggunaan perangkat lunak oleh guru sewaktu presentasi pembelajaran membuat aktifitas belajar lebih menyenangkankan dan menarik. Kesadaran akan pentingnya integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran tidak semua termakan oleh guruku. Karena sebagian besar guruku memiliki tingkat pemahaman dan keterampilan IT yang terbatas.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Tantangan</strong></p><p>Saya sebagai pendamping mereka memahami bahwa perlu ada upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi. Langkah yang dijalankan dengan menetapkan tujuan untuk meningkatkan kemampuan IT guru melalui pelatihan dan dukungan. Tugas spesifik termasuk penguasaan dasar-dasar penggunaan perangkat lunak pembelajaran online, pembuatan materi ajar digital, dan integrasi teknologi dalam rencana pembelajaran.</p><p><br/></p><p><strong>Aksi</strong></p><p>Pendampingan pada guru dimulai dengan melatih mereka berbasis kebutuhan dengan cara mengidentifikasi kebutuhan spesifik guru melalui penilaian awaL lalu menyusun program pelatihan yang terpersonalisasi berdasarkan tingkat pemahaman dan keterampilan masing-masing guru.</p><p>Langkah selanjutnya&nbsp; mengajak mereka&nbsp; melakukan seksi praktik &nbsp;dalam kegiatan Kalaboratif dengan mengorganisir sesi pelatihan praktik dengan fokus pada penggunaan perangkat lunak dan alat pembelajaran online, mendorong guru untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek kecil yang melibatkan teknologi dan memberikan kesempatan bagi guru untuk berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain.</p><p>Hal paling terpenting dukungan teknis dan mentoring secara berkelanjutan &nbsp;selama dan setelah pelatihan tetap difokuskan dengan cara mendirikan kelompok kecil atau forum online di mana guru dapat berdiskusi dan mendapatkan bantuan satu sama lain.</p><p><br/></p><p><strong>Result (Hasil)</strong></p><p>Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, guru semakin ada peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mendemonstrasikan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Guru dapat menunjukkan hasil dari tindakan mereka dalam menggunakan perangkat lunak tersebut dan dampak positifnya terhadap pembelajaran siswa</p><p>Saya selaku pengawas PAI berhasil meningkatkan kemampuan guru binaan dalam menguasai Teknologi Informasi. Guru-guru tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis, tetapi juga mendapat dukungan dan lingkungan kolaboratif yang memfasilitasi pertumbuhan mereka dalam mengadopsi teknologi dalam konteks pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2284823109/9dcb39e24f7eb61b831b1646999a6840/DIGITAL.jpg" />
         <pubDate>2024-01-22 18:00:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857468946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adapun latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini, diidentifikasikan bahwa akar permasalahannya adalah :</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857651491</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Terbatasnya sarana dan prasarana membaca, seperti ketersediaan perpustakaan dan buku-buku bacaan yang bervariasi.</p><p>2. Kurangnya model metode untuk meningkatkan minat baca (dari kalangan guru) bagi siswa dalam hal membaca.</p><p>3. Berkembangnya teknologi informasi menggeser minat masyarakat terhadap aktivitas membaca buku.</p><p>4. Banyaknya keluarga yang belum menanamkan tradisi wajib membaca</p><p>Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan, karena pada praktik pembelajaran ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dimana model pembelajaran ini melibatkan peserta didik untuk dapat berdiskusi, berpikir kritis untuk memecahkan masalah, dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi guru di kelas dan juga dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran IPA.</p><p>Pada praktik pembelajaran yang saya lakukan saya menggunakan KOMIK yang dibaca anak-anak dengan media IPAD. Sehingga anak-anank sangat antusias dalam membaca, sehingga dapat menumbuhkan minat membaca pada anak-anak.</p><p>Saya sebagai guru berperan aktif dan mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan praktik pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan model PBL dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.</p><p>T: Dari hasil analisis kajian literaturdan</p><p>wawancara, dari tujuan yang ingin dicapai dari meningkatkan minat baca siswa dalam materi Perkembangbiakan Generatif pada tumbuhan antara lain:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran di dalam kelas masih monoton.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kurang inovatifnya model dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan IT dan belum efektifnya penggunaan perangkat IT yang tersedia disekolah.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Motivasi dan minat siswa dalam belajar yang rendah.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru kurang mengapresiasi siswa dalam belajar.</p><p>Dari beberapa penyebab diatas <strong>tantangan</strong> yang dihadapi guru agar pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan minat baca siswa dalam pembelajaran perkembangbiakan generatif pada tumbuhan, yaitu:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarikbagi siswa.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru lebih banyak memberikan apresiasi terhadap siswa dengan cara memberikan reward kepada siswa.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemilihan waktu belajar yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.</p><p>A : <strong>Langkah-langkah</strong> yang dilakukan untuk menghadapi tantangan dari meningkatkan minat baca siswa pada pelajaran pada pelajaran IPA materi perkembangbiakan generatif pada tumbuhan antara lain:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarikbagi siswa seperti penggunaan</p><p>Ø&nbsp; infocus,</p><p>Ø&nbsp; sound-mix,</p><p>Ø&nbsp; laptop,</p><p>Ø&nbsp; pemutaran video pembelajaran,</p><p>Ø&nbsp; LKPD,</p><p>Ø&nbsp; Bahan Ajar, dan</p><p>Ø&nbsp; PPT dalam penjelasan materi kepada siswa IPAberisikanKOMIK</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa seperti model pembelajaran PBL (<em>Problem</em> <em>Based</em> <em>Learning</em>) dengan kelima fase yang telah dilakukan dalam pembelajaran.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru lebih banyak memberikan apresiasi terhadap siswa dengan cara memberikan reward kepada siswa, seperti mengajak seluruh siswa tepuk tangan kepada siswa yangmampu menjawab pertanyaan hingga pujian atas keberhasilan dalam presentasi di kelas.</p><p>Pemilihanwaktubelajaryangtepatdalampelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti memilih di waktu pagi hari dimana nak-anak masih dalam mode semangat</p><p>R : <strong>Dampak</strong> dari Penerapan Model Pembelajaran <em>Problem</em> <em>Based</em> <em>Learning</em> <em>(PBL)</em> serta penggunaan Media KOMIK dan Video Pembelajaran pada pelajaran IPA materi Perkembangbiakan generatift, yaitu</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Siswa lebih bersemangat, antusiasme dan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Pada saat pembelajaran siswa dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah dalam LKPD nya hingga mempresentasikan hasil diskusi kelompok serta menanggapi presenstasi kelompok lain dan semua siswa terlibat aktif.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minat membaca siswa sangat kelihatan karena mereka suka sekali dalam membaca KOMIK pengetahuan tersebut. .</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari hasil refleksi di akhir pembelajaran siswa merasa bahagia, antusiasme dan bersemangat selama proses pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran PBL dan menggunakan Media PPT serta Video Pembelajaran hingga penggunaan alat peraga</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 20:17:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857651491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Presentation Project</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857945524</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya mengampu pelajaran Bahasa Inggris di SMK untuk semua tingkat. Saya ambil kelas XII ini yang sedang mempelajari materi Caption. Sebelumnya saya mengajar materi ini dengan Tugas Akhir berupa Test. Setelah  Pre-Test, saya menemukan bahwa Vocabulary mereka sejajar dengan siswa SMP. </p><p><br></p><p>T : Meski vocabulary mereka setara anak SMK, saya harus tetap mengajarkan materi dengan level SMK </p><p><br></p><p>A : Saya berusaha menyederhanakan bobot kompetensi Caption dengan sehingga setara dengan kemampuan vocabulary mereka dan mengganti Tugas Akhir berupa presentasi untuk menjelaskan Caption mereka.</p><p>Jadi saya suruh mereka menggunakan foto yang mereka ambil sendiri di linkungan sekolah kemudian membuat Caption dengan bahasa Inggris yang sederhana yang harus mereka presentasikan dalam bentuk grup di depan kelas</p><p><br></p><p>R : Dengan metode presentasi namun dengan bahasa Inggris yang sederhana encourage mereka untuk mengerjakan tugas, mempresentasikannya ke depan kelas dengan menghafal bagian mereka menjelaskannya kepada teman-teman mereka apa yang mereka maksud dalam Caption mereka,jenis caption tersebut,dll. Mereka sangat antusias dengan proyek mereka dan mereka berhasil menambah vocabulary mereka melalui penjelasan yang mereka rancang sendiri tentang gambar yang mereka pilih sendiri</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2296600202/3ab755c71784f5d900ed4614f8376fde/WhatsApp_Image_2023_02_02_at_7_45_50_AM.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-23 02:31:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857945524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diah Sulistyoningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857969621</link>
         <description><![CDATA[<p>S</p><p>Saya mengajar di SMA mata pelajaran Ekonomi. Tidak semua siswa menyukai pelajaran ekonomi terutama materi yang menggunakan rumus. materi ini dominan berada di kelas XI. Di kelas XI siswa memiliki keberagaman teknik dalam memahami materi, di samping itu mereka juga memiliki motivasi dan minat belajar yang  kurang. Saat pelajaran sedang berlangsung,beberapa siswa terlihat mengantuk, bermain Hp dan banyak yang tidak memiliki sumber belajar. Akibatnya suasana kelas menjadi kurang menyenangkan untuk belajar.</p><p>T</p><p>Saya banyak mengajar ekonomi di kelas XI pada jam terakhir di mana kondisi siswa sudah bosan, jenuh, dan mengantuk. Kondisi ini menyebabkan turunnya konsentrasi siswa dalam menerima materi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi untuk menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan dan membangkitkan motivasi siswa agar bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan tujuan pembelajaran tercapai.</p><p>A</p><p>Saya mencoba menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, yang bisa membuat siswa nyaman untuk belajar . Biasanya saya mengajak mereka bercerita tentang kegiatan-kegiatan yang sering mereka lakukan, saya juga memaksimalkan fasilitas pembelajaran yang mereka miliki termasuk menggunakan HP sebagai sumber belajar. Mereka mencari informasi penting terhadap materi yang telah di jelaskan sekaligus membuat tugas secara bersama-sama dalam kelompok.  Mereka lebih bersemangat bekerja dalam tim, lebih santai dan mudah memahami materi.</p><p>R</p><p>Alhamdulillah walaupun di saat jam rawan, siswa masih bisa menerima dan mengikuti pembelajaran dengan baik. Mereka terlihat senang dan aktif karena bisa bekerja bersama di kelompoknya masing-masing untuk mengerjakan tugas dengan baik dan benar. Rasa mengantuk dan bosan bisa di atasi dengan menggunakan semua potensi dan sumber belajar yang mereka miliki.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 02:48:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2857969621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MODEL PBL MATERI PUISI DI KELAS 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858031745</link>
         <description><![CDATA[<p>SITUASI:</p><p>Peserta didik belum memahami pengertian puisi, ciri-ciri puisi dan rima puisi. Pemahaman, minat, bakat, motivasi dari dalam diri siswa merupakan contoh faktor internal yang berpengaruh pada pencapaian tujuan dan hasil belajar bagi para siswa. Faktor-faktor tersebut ada dalam diri siswa yang kemungkinan besar berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Selain hal tersebut di atas hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor eksternal diantaranya: kondisi sosial ekonomi orang tua, kurikulum yang digunakan, materi pembelajaran, ketepatan dalam menggunakan metode, penggunaan media pembelajaran, kualitas guru dan lain sebagainya.Pendidikan yang hanya berpusat pada kemampuan/pengetahuan guru dan buku teks pada masa sekarang ini dianggap kurang baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada baiknya di dalam proses belajar mengajar diadakan penambahan media guna memperbaiki sistem pembelajaran yang telah ada sehingga dapat meningkatkan hasil prestasi belajar yang lebih baik lagi. Salah satunya dengan adanya pemanfaatan teknologi.Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar tersebut akan menambah berbagai informasi/pengetahuan yang akan diperoleh peserta didik serta pengetahuan yang sebelumnya telah di miliki peserta didik akan terus tergali untuk bisa dikembangakan lebih baik lagi. Dengan pemanfaatan teknologi seorang guru dapat memberikan pengarahan dan bimbingan kepada peserta didiknya.</p><p><br/></p><p>TANTANGAN:</p><p>Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru, kepala sekolah, dan fakar serta kunjungan rumah kepada orang tua siswa, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu:</p><p>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Orang tua jarang ada di rumah karena sibuk bekerja</p><p>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Tidak ada motivasi yang diberikan orang tua kepada anaknya</p><p>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Siswa merasa tidak ada gunanya untuk sekolah</p><p>Hilangnya percaya diri yang timbul dari dalam diri siswa Tantangan dari sisi siswanya berdampak sekali pada proses pembelajaran di sekolah. Ada juga tantangan yang ada disekolah seperti:</p><p>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Faktor guru dalam pemilihan media ajar</p><p>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Kurangnya pemanfaatan TPACK di kelas</p><p>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Model pembelajaran yang belum relevan dengan kebutuhan siswa.</p><p>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sarana dan prasarana yang dimiliki siswa maupun sekolah kurang mendukung.</p><p>Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar siswa serta model pembelajaran lainnya yang mendukung.</p><p><br/></p><p>AKSI:</p><p>Tantangan yang ada di atas itu harus segera diselesaikan dengan baik oleh seorang guru profesional, diantaranya yaitu:</p><p>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Berkaitan dengan media ajar</p><p>Guru bisa menggunakan media konkrit yang ada di sekitar sekolah sehingga siswa bisa lebih mengenal media yang ada. Jika media konkret sudah ada, bisa juga dikolaborasikan berbasis TPACK sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Kali ini menggunakan media pembelajaran berbasis TIK</p><p>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Berkaitan dengan model pembelajaran</p><p>Guru juga diyakini sudah hapal dengan sintak dari model pembelajaran yang akan dipilihnya dari mulai tahap satu sampai akhir yang dituangkan dalam kegiatan pembuka, inti, dan penutup</p><p>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Berkaitan dengan penilaian</p><p>Seorang guru juga dituntut untuk menilai secara keseluruhan dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Tentunya dalam instrumen yang lengkap mulai dari kisi-kisi, indikator, ketercapaian setiap ranah, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian akhir pembelajaran</p><p>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Berkaitan dengan kondisi ruangan</p><p>Guru bisa mendesain ruangan dengan baik mulai dari kebersihan, kerapihan dan keindahan sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang baik serta pembelajaran yang nyaman.</p><p>Langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut yaitu guru menerapkan metode Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Dengan menerapkan sintaks dalam PBL yang nantinya akan dieksplorasi sendiri oleh peserta didik, diharapkan peserta didik aktif dalam menggali sumber sumber infomasi pembelajaran dari mana saja yang akan didesain bersama- sama dengan teman satu kelompok dan dikonsultasikan dengan guru. Guru juga selalu melakukan bimbingan atau pemantauan dalam pengerjaan proyek.</p><p><br/></p><p>REFLEKSI:</p><p>Dampak dari penerapan media berbasis TPACK yang diimplementasikan yaitu berbasis TIK serta dipadukan dengan model pembelajaran Problem Based Learning membuat siswa lebih bersemangat dan tidak cepat bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Dengan menggunakan model PBL ini siswa lebih termotivasi daripada dengan model pembelajaran konvensional terlihat dari indikator keaktifan anak dari sebelum penggunaan model PBL. Dampak dengan diterapkannya model pembelajaran PBL ini terhadap siswa yaitu siswa sangat tertantang untuk menggali materi sendiri dalam menyusun pembelajarannya. Mereka mencari informasi dari buku literatur di perpustakaan atau dengan browsing dari internet dengan metode direct learning maupun diskusi kelompok. Peserta didik sangat senang karena berperan aktif sebagai pelaku atau subjek dalam menggali informasi. Dengan aktif terlibat dalam mencari sumber informasi baru ini mereka menjadi mengerti dan tidak pasif seperti pembelajaran model ceramah. Faktor keberhasilan dari strategi pembelajaran ini yaitu nilai siswa dipengerjaan LKPD dan instrumen penilaian sangat tinggi. Setelah didapatkan hasil yang diharapkan, maka dirasa perlu untuk meneruskan pembelajaran siswa aktif menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dengan bimbingan dari guru.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2054422885/8aac768f7f7945e3ed7766098c4a1a1b/WhatsApp_Image_2024_01_23_at_10_57_31__1_.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-23 04:01:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858031745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Purnamawati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858084655</link>
         <description><![CDATA[<p>S.  Rasya Desta Maulana adalah anak kelas X yang memiliki sifat minder dan kurang terbuka, sehingga kurang dapat mengikuti mata pelajaran yang saya ampu di kelasnya.</p><p><br/></p><p>T.   Sebagai guru mapel yang mengajar di kelasnya saya merasa kasihan dan ingin menyemangati </p><p><br/></p><p>A.   Saya dekati anaknya, saya ajak bicara pelan-pelan, saya berusaha memahaminya disela-sela itu saya masukkan kata-kata penyemangat agar Rasya memiliki rasa percaya diri, selain itu saya juga berikan perhatian saat pembelajaran, apabila sudah selesai tugasnya saya berikan kata-kata yang menjadi penyemangat misal, nice work, good.</p><p><br/></p><p>R.   Alhamdulillah pendekatan saya akhirnya membuahkan hasil dan Rasya saat pembelajaran saya berani maju lebih awal dari anak-anak yang lain untuk mempresentasikan tugasnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 05:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858084655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : SULIYANAH, S. Pd.      Instansi : SMP NEGERI SATU ATAP REJOSO                                            Judul : Cerita Praktik Baik Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang Berdiferensiasi_ Metode STAR       </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858086295</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 05:10:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858086295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komsiyah (PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATERI PERKALIAN DENGAN TRIK GARIS DAN KOTAK PERKALIAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 4 SD</title>
         <author>komsiyahhasan49193</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858128180</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Mayoritas siswa sekolah dasar memiliki kelemahan dalam berhitung khususnya perkalian. Tidak semua siswa mampu mengikuti langkah-langkah perkalian umum yang dijelaskan di buku pelajaran. Apalagi jika basic awalnya dipaksa naik kelas asal bisa berhitung dasar penjumlahan dan pengurangan.</p><p>Beberapa guru di sekolah yang kurang update teknolgi pencarian browser, atau pengetahuannya hanya itu itu saja tanpa memiliki kemauan meningkatkan cara berhitung yang asyik, maka akan sangat merugikan siswa yang memiliki kelemahan dalam berhitung sesuai standar ajaran gurunya, dan imbasnya akan berdampak pada guru di jenjang selanjutnya.</p><p><br></p><p>T:</p><p>Sebagai guru kelas plus wali kelas, secara profesional dituntut untuk selalu mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran. Nyaris dua per tiga siswa dikelas memiliki kelemahan mengerjakan perkalian dan sering memakan waktu banyak untuk mencari hasil yang tepat. Satu soal perkalian bisa memakan waktu hampir 30 menit karena kurangnya ketelitian dalam menuliskan angka jawaban.</p><p><br></p><p>A: </p><p><br></p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1394739718/a13cd71579df97c51b98615a9c42a251/crita_baik.png" />
         <pubDate>2024-01-23 06:01:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858128180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jusmeri, S. Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858243417</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesepakatan Kelas Menjaga Kenyamanan Belajar</p><p><br></p><p>S: Menjadi guru kelas merupakan tugas pokok di Sekolah Dasar. Selain mengajar guru kelas juga bertanggungjawab atas kenyamanan belajar di kelas yang dibimbingnya. Kenyataan dilapangan ditemukan sering menemukan kelas yang kotor dan siswa yang sering keluar masuk saat pembelajaran berlangsung. Hal ini otomatis tidak ada kenyamanan dikelas tersebut. </p><p>T: untuk mengatasi situasi ini saya berinisiatif membuat kesepakatan yang disesuaikan dengan situasi dimana peserta didik dapat menjalankan kan apa yang ingin dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat. </p><p>A: sebelum membuat kesepakatan kelas, saya mensosialisasikan tujuan dan manfaat dari kesepakatan kelas. Kemudian baru membuat kesepakatan dengan melibatkan semua peserta didik. Setelah mencapai kesepakatan diminta kepada peserta didik untuk menandatangani kesepakatan yang sudah dibuat. </p><p>R: Alhamdulillah dengan adanya kesehatan kelas tersebut akhirnya kelas menjadi bersih dan tertata rapi, dan pada saat pembelajaran berlangsung tidak ada lagi peserta didik yang keluar masuk kelas. Kelas menjadi rapi, nyaman dan aman. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 08:08:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858243417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Memotivasi Siswa Melalui Maze Game</title>
         <author>noorjannah48</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858268933</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>S : Dalam kehidupan sebagai seorang guru, tantangan besar muncul ketika seluruh kelas saya kehilangan semangat dalam pembelajaran bahasa inggris. Minat mereka terhadap pelajaran ini sangat rendah, dan keberadaan pelajaran bahasa inggris &nbsp;menjadi hantu &nbsp;yang menakutkan bagi mereka, Minat mereka rendah, dan mata mereka bersinar lebih untuk permainan game daripada konsep bahasa inggris. Siswa-siswa ini mencari pelarian dalam game, dan belajar bahasa inggris menjadi tugas yang membosankan.</p><p>T : Tantangan utama adalah bagaimana mengubah persepsi siswa terhadap pelajaran bahasa inggris menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Bagaimana caranya untuk menggabungkan pembelajaran bahasa inggris dengan kegemaran mereka bermain game, khususnya game maze? Bagaimana menciptakan pengalaman pembelajaran yang unik dan membangkitkan minat mereka dalam menghadapi "labirin" pembelajara bahasa inggris?</p><p>A : Untuk mengatasi tantangan ini, saya memutuskan untuk memanfaatkan kecintaan mereka pada game maze. Saya menciptakan sebuah game dengan memasukkan elemen-elemen maze dalam bahasa inggris. Setiap akhir pembelajaran, saya menghadirkan sebuah "Maze English Challenge" dengan menggunakan aplikasi kuis interaktif yang memadukan unsur maze dan konsep bahasa inggris.</p><p>Sebelum memulai pembelajaran, saya merancang game yang mencakup materi sesuai dengan tujuan pembelajaran hari itu. Setiap pertanyaan dihubungkan dengan jalur dalam maze, dan siswa harus menjawab dengan benar untuk melanjutkan perjalanan mereka. Pemenang akan diumumkan sebagai "Navigator Terbaik" dan diberi penghargaan sederhana sebagai bentuk apresiasi.</p><p>R : Melalui pendekatan ini, saya melihat perubahan besar dalam semangat belajar siswa. Mereka tidak hanya bersemangat untuk memecahkan tantangan game bahasa inggris melalui maze, tetapi juga mulai melihat pelajaran Bahasa Inggris sebagai sesuatu yang menarik. Senyuman mereka saat menavigasi maze game bahasa inggris memberikan kepuasan yang tidak terbandingkan.</p><p>&nbsp;</p><p>Noor Jannah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 08:32:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858268933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mujiati , S.Pd.SD., M.Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858382827</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya mengajar kelas V di SDN Karangrejo III Gempol , Jumalh murid saya ada 45 anak ,30% murid saya sering mengalami  kesulitan dalam mengerjakan soal penyelesaian masalah pada mata pelajaran matematika</p><p><br/></p><p>T: Sebagai Guru kelas yang mengampu mata pelajaran tersebut  saya berusaha mencari  tahu apa yang menjadi penyebab 30% murid saya sehingga mereka tidak mampu menyelesaikan soal matematika yang berhubungan dengan penyelesaian masalah atau soal cerita</p><p><br/></p><p>A: Pertama Saya memberikan soal pada ke 30% anak -anak tersebut berupa soal penyelesaian masalah yang berhubungan dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membagi makanan dalam sebuah pesta, yang kedua  anak-anak Membaca dan mengidentifikasi kata-kata yang sulit dipahami misalnya kata-kata yang familier bagi anak-anak yaitu "memiliki,"membagi", dan "sisa", yang  ketiga saya memberikan contoh visual seperti menggunakan benda-benda nyata untk memahami konsep yang sulit, dan yang ke empat adalah memberikan waktu tambahan kepada anak-anak tersebut untuk membaca soal kembali dan mengidentifikasi informasi penting.</p><p><br/></p><p>R: Alhamdulillah penerapan literasi dalam memahami kata-kata yang digunakan pada soal matematika penyelesaian masalah dapat membantu anak-anak mengatasi kesulitan mereka dalam memahami soal  matemaika yang berhubungan dengan soal cerita soal penyelesaian masalah , anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mampu meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah matematika khususnya soal cerita atau soal penyelesaian masalah.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 10:17:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858382827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ermayuriza</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858410908</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya adalah Guru Mata Pelajaran IPA SMP. Pelajaran ini tentu kaya materi dan Praktek yang harus disampaikan. hari itu topik pembahasan kami adalah Praktek Perubahan Wujud Zat. setiap kelompok dibagi menjadi 4 Kelompok.</p><p>T : Sebagai Guru Mata Pelajaran IPA SMP saya berusaha menjelaskan kepada anak didik saya apa saja perubahan wujud zat.</p><p>A : Setiap Kelompok Saya suruh Untuk mempraktekkan atau mempresentasikan apa saja perubahan wujud zat yang sudah mereka bawa masing-masing dari rumah. Alat dan Bahan nya seperti daun Kering, Es Batu, Lilin, Baskom Dan lain-lain.</p><p>R : Alhamdulillah semua kelompok sudah memahami perubahan wujud zat benda yang mereka bawa dari rumah masing-masing.Dari Perubahan wujud Zat Padat,Cair,Dan Gas . Mereka sangat Antusias Dalam Pelajaran Perubahan Wujud Zat tersebut.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 10:42:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858410908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Judul : Pendampingan membuat aksi nyata melalui workshop pada SDN 2 Sikur Selatan  Halimatussakdiah, M. Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858471058</link>
         <description><![CDATA[<p>S: kondisi saat ini di SDN 2 Sikur selatan, guru belum menyelesaikan salah satu topik pelatihan mandiri di PMM. Hal ini disebabkan oleh guru belum memahami cara membuat aksi nyata.</p><p>T: tantangan saya sebagai pengawas bina adalah guru belum mampu membuat aksi nyata.</p><p>A: untuk mengatasi tantangan di atas saya melalukan aksi sebagai berikut :</p><p>Langkah 1.mengidentifikasi kemampuan semua guru yg ada di SDN 2 Sikur Selatan. Selanjutnya mendiskusikan kegiatan Yanga akan dilakukan untuk membuat aksi nyata. Melalui diskusi disepakati untuk melakukan pendampingan menyusun aksi nyata oleh pengawas bina.</p><p>Langkah 2. Melajukan kegiatan pendampingan.</p><p>Pendampingan dilakukan dengan cara workshop penyusunan aksi nyata yang diikuti oleh semua guru SDN 2 Sikur Selatan. Kegiatan yang dilakukan pada workshop yaitu menonton semua video yg ada di modul topik yg dipilih lalu membuat ringkasan materi serta mempresentasikan materinya.</p><p>Langkah ke 3. Melakukan umpan balik terhadap materi yg disajikan dg teman sejawat dan siswanya.</p><p>R: pembelajaran yg saya dapatkan dari kegiatan workshop ini adalah guru perlu pendampingan ketika kesulitan dalam melakukan aksi nyata. Aksi nyata dapat dilakukan jika ada dukungan atau kolaborasi antara guru. Siswa, kepala sekolah dan pengawas tentunya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 11:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858471058</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Santi Rahmawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858521023</link>
         <description><![CDATA[<p>Guru IPS di SMP NEGERI 5 BANGKO </p><p> S : saya mengajar dikelas IX, saya menyadari bahwa dikelas saya terdapat pemahaman yang berbeda beda terkait materi Ekonomi Kreatif , beberapa siswa sudah memahami materi dengan baik, sementara ada beberapa siswa memerlukan bantuan tambahan, hal ini membuat saya tertarik untuk menciptakan sebuah pembelajaran diferensiasi agar dapat mengakomodasi beragam kebutuhan siswa.</p><p>T : langkah pertama yang saya lakukan adalah merancang aktifitas belajar yang berfokus pada alat dan bahan yang akan di praktekkan pada materi yg akan dibuat, lalu saya kasi siswa contoh cara membuatnya , dan saya kasi kesempatan siswa dalam mengerjakannya dalam bentuk kelompok secara langsung, selanjutnya saya akan memperhatikan tingkat kemampuan siswa dalam membuat karya ekonomi kreatif</p><p>A : pada pembelajaran saya mulai memperkenalkan apa saja alat yang dibutuhkan , dan saya memberikan tugas yang dirancang dengan cara diferensiasi kepada siswa, siswa yang sudah mahir dapat mengambil tantangan tambahan sementara siswa yang memerlukan dukungan lebih dapat bekerja pada tugas yang lebih mendukung saya berkeliling didalam kelas untuk memberikan bantuan individu dan memastikan bahwa semua siswa terlibat aktif.</p><p>R : setelah melaksanakan pembelajaran ini, saya melihat bahwa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat ekonomi kreatif membantu siswa visualisasi konsep yang lebih baik. siswa merasa lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran. Namun saya juga menyadari bahwa beberapa siswa perlu banyak waktu untuk berlatih dengan alat ini. Oleh karena itu saya akan menyesuaikan pendekatan pembelajaran saya untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk berlatih dan mendapatkan dukungan tambahan jika diperlukan .</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2293239054/a3c01b2a0c8a10c7f695052d513010c0/IMG20240118114402.jpg" />
         <pubDate>2024-01-23 12:29:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858521023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chairiah  : Pemanfaatan Limbah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858581534</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi&nbsp; awal : SMK kami memiliki&nbsp; 12 jurusan , dengan masing-masing jurusan menghasilkan limbah. Baik limbah cair,padat dan gas. Umumnya tiap hari limbah selalu dihasilkan namun tempat penampungannya tidak memadai</p><p>Tantangan : Untuk mengatasi limbahtersebut butuh penangan yang baik, Hal ini disebabkan jumlah limbah yang semakin banyak dan jenis limbah beraneka ragam yang harus dipisahkan berdasarkan jenisnya</p><p>&nbsp;</p><p>Aksi : saya mulai mencari cara salah satunya&nbsp; memanfaatkan limbah elektronik menjadi produk yang dapat digunakan dan bernilai jual, misalnya tempat tisu, bunga dan berbagai macam robot. Ini bekerjasama dengan para siswa dalam mebuat produk</p><p>Result/Hasil : ternyata siswa lebih kreatif dan inovatif, dari beberapa kerajinan dari limbah elektronik dapat bernilai jual dan dampak nyatanya limbah dapat dikurangi secara perlahan-lahan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 13:18:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858581534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wahyu Astuti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858602312</link>
         <description><![CDATA[<p>Meningkatkan minat siswa dalam Literasi pada materi Sistem Pertahanan Tubuh melalui Poster Digital</p><p>&nbsp;</p><p>Awal</p><p>Guru sering menghadapi situasi dimana kondisi terbatasnya sarana dan prasarana membaca, seperti ketersediaan perpustakaan dan buku-buku bacaan yang bervariasi. Selain itu. berkembangnya teknologi informasi menggeser minat masyarakat terutama siswa terhadap aktivitas membaca buku. Siswa cenderung lebih tertarik dengan gadget yang mereka miliki dalam mengakses tugas-tugas yang diberikan guru sehingga perlu keterampilan guru dalam menggunakan teknologi pada pembelajaran di kelas.</p><p>&nbsp;</p><p>TANTANGAN:</p><p>Tantangan yang muncul untuk memperoleh capaian &nbsp;dalam meningkatkan minat baca siswa dalam materi Sistem Pertahanan Tubuh antara lain:</p><p>a)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran di dalam kelas masih monoton.</p><p>b)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kurang inovatifnya model dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar.</p><p>c)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan IT dan belum efektifnya penggunaan perangkat IT yang tersedia disekolah.</p><p>Untuk menghadapi tantangan tersebut guru harus meningkatkan keterampilannya dalam mengembangkan &nbsp;inovasi model dan media pembelajaran yang sesuai dalam mengajar. Selain itu, guru harus terampil mengajak siswa untuk efektif menggunakan sarana gadget yang mereka miliki seperti Hp atau laptop. Guru lebih banyak memberikan apresiasi terhadap siswa dengan cara memberikan reward kepada siswa agar menjaga konsistensi minat belajar serta pemilihan waktu belajar yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tentunya juga akan mempengaruhi kualitas pembelajaran .</p><p>&nbsp;</p><p>AKSI</p><p>Langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa pada pelajaran pada pelajaran IPA materi perkembangbiakan generatif pada tumbuhan antara lain:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyiapkan instrumen yang tepat berupa quiz sederhana untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan media pembelajaran Canva dan video yang tepat dan menarik bagi siswa</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyiapkan LKS dan bahan ajar sebagai penunjang pembelajaran &nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membagi kelompok secara heterogen untuk berdiskusi, memahami materi dan membuat komik digital lewat Canva.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan kesempatan kepada siswa &nbsp;untuk mempresentasikan karya nya masing-masing pada materi sistem pertahanan tubuh serta &nbsp;gangguan.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi hasil poster digital</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru memberikan apresiasi positif untuk setiap siswa dan kelompok yang telah mempresentasikan poster digital dengan baik.</p><p>&nbsp;</p><p>PERUBAHAN:</p><p>Penggunaan media Pembelajaran berbasis TPACK sebagai media asesmen, penugasan, dan presentasi, peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang asik dan menyenangkan</p><p>Siswa lebih bersemangat, antusiasme dan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran terutama tampak ketika proses pembuatan poster digital. Siswa tekun dalam membaca bahan ajar sebagai bahan untuk membuat komik digital. Siswa menjadi lebih paham terhadap materi yang telah mereka pelajari tampak dari hasil presentasikan di depan kelas dan kemampuan dalam menjawab atau memberi tanggapan kelompok lainnya.</p><p>&nbsp;</p><p>REFLEKSI:</p><p>Dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan guru dapat kita refleksikan bahwa pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai akan mempengaruhi minat belajar siswa sesuai dengan karakteristik mapel biologi. Guru sebaiknya selalu update keterampilannya dalam mengembangakan pembelajaran yang berbasis IT. &nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 13:31:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858602312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anis Susanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858662779</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Orang tua Joni menghubungi saya dan mengeluhkan kalau selama dua minggu terakhir ini anaknya selalu pulang malam karena mengerjakan tugas kelompok. Orang tua merasa tidak memiliki waktu yang berkualitas dengan anaknya</p><p><br/></p><p>T: Sebagai walas, saya berusaha mengetahui hal apa yang membuat Joni  pulang larut malam</p><p><br/></p><p>A: Saya mencari Informasi ke teman-teman Joni dalam satu kelompok, tugas mapel apakah yang dikerjakan, berapa lama pengerjaan tugasnya. Saya juga menginfokan ke orang tua Joni terkait tugas yang dibebankan dan sudah diukur bahwa tugas tersebut bukan yang membuat Joni pulang larut malam. Saya memberi nasihat ke Joni untuk mengkomunikasikan agenda dan tujuan kegiatan yang dilakukan Joni ke orang tua Joni, serta minta ijin ke orangtua Joni kalau ada kegiatan serta memberi estimasi waktu pulang ke orang tua, hingga ada kesepakatan antara Joni dan orangtuanya. Saya juga mengkomunikasikan hal ini ke orangtua Joni . </p><p><br/></p><p><br/></p><p>R: Alhamdulillah,komunikasi yang melibatkan  orang tua Joni, Joni, teman Joni menghasilkan sesuatu yang memuaskan untuk semua. Joni tetap dapat mengerjakan tugasnya dengan batasan waktu pulang yang sudah ditentukan oleh orang tua Joni. Dengan demikian Joni lebih mahir dalam pengelolaan waktu belajarnya dan tidak membuat kecewa orangtuanya dan gurunya. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 14:11:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858662779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Papan Nilai Tempat Bilangan Buatan Untuk meningkatkan Kemampuan Matematika </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858713126</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya mengajar di kelas 4 SD Brokoh dimana terjadi penyesuaian karakter dari kelas rendah menuju kelas tinggi,gaya belajar berbeda,karakter anak yang masih selalu pengen di manja,masih ingin selalu bermain didalam kelas bahkan tidak mengikuti aturan dikelasnya.Kondisi ini bertambah ketika ada mapel matematika.Pelajaran yang menurut mereka sangat sulit.Sebagai guru saya ingin mereka suka dulu dengan matematika sehingga dalam belajar mudah mengikuti.</p><p>T: Sebagai walikelas 4 saya juga mencari tahu dari walas kelas sebelumnya situasi anak anak yang saya ampu saat ini.Ternyata murid murid saya banyak yang sangat dimanja oleh orangtuanya,terlihat dari seringnya mereka ijin tidak berangkat entah itu sakit ringan, ijin keperluan keluarga,bahkan yang hanya dengan alasan sepele anaknya memang sedang tidak ingin berangkat.Selain hal hal tersebut ada juga kondisi dimana ada 5 anak yang selalu suka ribut dan mengganggu temannya.bahkan selalu mengajak temannya bermain.</p><p>A: Melihat banyak kelompok kelompok anak anak tertentu yang mempunyai karakter yang sama,saya atur saya beri pemahaman dan bimbingan,saya ajak mereka untuk membuat papan nilai tempat bilangan untuk mengetahui letak nilai tempat bilangan hingga miliar.saya buat 5 kelompok,sehingga mereka bisa mengenal nilai tempat secara langsung dengan media peraga didepannya.</p><p>R:Tak disangka ternyata media ini sangat efektif membantu mereka memahami nilai tempat bilangan.Mereka bisa saling kerjasama dan membantu sesama temannya yang belum bisa.Dan yang lebih membuat saya bangga, banyak anak anak yang secara mandiri mampu membuat media serupa yan g menurutnya dibuat dengan tujuan untuk membantu mereka mengerjakan soal tentang nilai tempat.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2297453477/33ad93a157f163dc1c379d7ca598f4c4/WhatsApp_Image_2024_01_23_at_21_36_43.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-23 14:39:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858713126</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kremanta by Sri Rahayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858793442</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Handphone tidak bisa lepas dari keseharian setiap generasi Alpha saat ini. Namun begitu banyak pertentangan yang terjadi dengan pemanfaatannya. Karena kurangnya pengawasan orang tua,guru dan masyarakat sekitar terhadap apa yang dilakukan anak dengan gawainya.</p><p>T :Masih banyak orang tua yang kalah dalam teknologi informasi dibanding anaknya sehingga tidak bisa membatasi penggunaan HP dan tidak tahu apa yang dilakukan anaknya dengan HP nya tersebut, dan masih banyak anak yang tidak mengetahui kebermanfaatan HP yang sesungguhnya. Kurangnya sosialisasi mengenai manfaat HP untuk pembelajaran</p><p>A : oleh karena itu saya tertantang untuk membuat program di sekolah dengan judul Kremanta : Kreatif, Mandiri dan Berjiwa Tanggung Jawab dengan memanfaatkan HP untuk pembelajaran. Program ini diawali dengan melakukan sosialisasi baik kepada orang tua maupun kepada anak didik saya yang semuanya memiliki HP untuk pribadi berdasarkan observasi yang saya lakukan. Setelah itu saya membuat program pembelajaran yang dapat diakses dengan menggunakan HP mulai dari Google Classroom hingga aplikasi game yang menarik bagi anak untuk belajar. Mengajarkan anak tentang tanggung jawab dengan membuat jadwal penggunaan HP dengan membagi kapan waktu untuk belajar,berkomunikasi dan sebagai sarana hiburan, mengajarkan apa yang boleh dan tidak sesuai dengan usianya.</p><p>R : Melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan program Kremanta bisa berjalan dengan baik dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, sehingga HP bukan menjadi benda yang dilarang di sekolah saya tapi menjadi benda yang dapat menunjang berbagai pembelajaran, mempermudah pekerjaan dan komunikasi. Anak didik lebih memahami kebermanfaatan HP dan lebih bertanggungjawab terhadap penggunaannya.</p><p><br/></p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2297613218/c316e0e3bbeddff716f3b7eee8b05f3d/image.png" />
         <pubDate>2024-01-23 15:27:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858793442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tutik Alawiyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858832389</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/338798">https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/338798</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/338798" />
         <pubDate>2024-01-23 15:51:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858832389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teknik Hitting Permainan Softball</title>
         <author>tulusbbs</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858920899</link>
         <description><![CDATA[<p>TULUS, SMAN 2 BREBES</p><p><br/></p><p>Situasi :</p><p>Siswa mengalami kesulitan dalam melakukan permainan softball khususnya pada teknik melakukan pukulan (hitting).</p><p>Ada beberapa siswa yg tidak dapat melakukan pukulan (hitting) dengan tepat perkenaan stik (tongkat pemukul) dengan bola softball.</p><p><br/></p><p>Tantangan :</p><p>Guru berusaha dan berupaya agar beberapa siswa yg belum tepat melakukan pukulan (hitting) bola softbal dengan mengamati video, audio visual agar siswa dapat melalukan pukulan dengan tepat.</p><p><br/></p><p>Aksi :</p><p>Guru menyajikan tayangan video secara berulang-ulang tentang bagaimana melakukan pukulan (hitting)dengan perkenaan yang tepat antara stik (tongkat pemukul) dengan bola softball. Dengan mengamati tayangan video secara berulang-ulang diharapkan siswa dapat mencoba bagaimana teknik memukul yang benar agar perkenaan stik (tongkat pemukul) tepat mengenai bola.</p><p><br/></p><p>Refleksi :</p><p>Setelah melihat tayangan video dan melakukan percobaan berulang-ulang tentang teknik pukulan (hitting), beberapa siswa akhirnya dapat melakukan pukulan bola softball dengan tepat antara perkenaan stik (tongkat pemukul) dengan bola.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-23 16:47:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2858920899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemanfaatan Canva dalam pembelajaran pembuatan poster</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2859576853</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya ditugaskan mengajar di kelas 6 di Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Purwakarta. Kurikulum yang berlaku di kelas 6 masih menggunakan kurikulum 2013, belum Kurikulum Merdeka. Beberapa tema membahas materi pembuatan poster. Sedangkan di era sekarang teknologi diharapkan di implementasikan dalam pembelajaran.</p><p><br></p><p>T : Bagaimana caranya teknologi bisa diterapkan dalam pembelajaran materi pembuatan poster</p><p><br></p><p>A : Saya merencanakan pembuatan poster memanfaatkan aplikasi Canva edukasi integrasi dengan akun belajar id yang telah dibagikan kepada semua siswa kelas 6. Saya mensosialisasikan rencana pembelajaran tersebut kepada siswa di kelas dan kepada orang tua dalam grup whatsapp. Saya memberitahukan kepada orang tua agar siswa diizinkan membawa HP ke sekolah untuk pembelajaran pembuatan poster. Alhamdulillah ada kesepakatan siswa membawa HP ke sekolah dan saya juga meminta izin dulu ke kepala sekolah untuk penggunaan HP dalam pembelajaran.</p><p>Dari pembelajaran pembuatan poster di canva, karena siswa ada yang memiliki HP dan tidak, maka pembuatan poster bergiliran. Kemudian saya membuat kelas khusus untuk pengumpulan karya siswa.</p><p>Dari proses pembelajaran tersebut, alhamdulillah karya siswa bisa terkumpul dalam sebuah folder dan beberapa siswa sudah mendapatkan penghargaan dari canva atas jumlah kreasi yang mereka buat.</p><p><br></p><p>R : Dari kegiatan pembelajaran tersebut, saya masih perlu melakukan refleksi terhadap perangkat/device yang siswa gunakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2298607515/aa8cb0c65b3c498c7fe1b22091f8d0a1/IMG20240124084505.jpg" />
         <pubDate>2024-01-24 03:36:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2859576853</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yona Rofianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2859875807</link>
         <description><![CDATA[<p>S= SD tempat saya mengajar merupakan sekolah yang berada di kota bukan di desapun bukan namun saya pikir sekolah ini kesadaran anak - anak akan kebersihan sangat kurang dan terjadi banyak sampah yang khususnya sampah plastik yang berserakan.</p><p><br></p><p>T= Sebagai walikelas saya sangat prihatin mengenai hal tersebut hingga akhirnya saya mempunyai harapan agar bisa menibulkan kesadaran anak - anak dalam mengurangi sampah plastik yang ada dan sampah yang berserakan khususnya di kelas saya.</p><p><br></p><p>A= Saya melakukan pembelajaran di dalam kelas mengenai kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan yang ada di dalam kelas selain piket dan mengenalkan pembelajaran dengan menggunakan youtube akan kesadaran menajga lingkungan dan menjaga agar sampah pelastik berkurang dengan mendaur ulang sampah plastik dengan membawa botol  minum masing - masing dan ketika anak membuang sampah sembarangan temannya mengingatkan dengan menyebut LISA ( LIhat Sampah Ambil ) dengan bantuan wali murid di kelas untuk mengingatkan siswa membawa botol masing - masing</p><p><br></p><p>R= Dengan siswa membawa botol masing - masing siswa dapat mengurangi sampah plastik dalam sekolah dan kesadaran diri siswa akan kebersihan sedikit demi sedikit bisa mengurangi polusi akan adanya plastik di sekolah. demikian harapan saya dan semoga bisa terwujudkan. dengan bantuan dari siswa dan seluruh puhak yang terkait sehingga bisa terealisasi</p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2119894892/c0adcaea93a4d8c12f383a2097fea492/IMG_20220916_094913.jpg" />
         <pubDate>2024-01-24 09:16:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2859875807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurang siapnya siswa menghadapi PAS Ganjil tahun 2023 (By: Udin Sudiana -Guru Matematika)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2860822936</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>S</strong> :</p><p>Kelas XII masih menggunakan kurikulum 2013 saya wakyu itu mengajar Matematika Wajib.</p><p>Bulan Desember tahun 2023 akan dilaksanakan Penilaian akhir Semester waktunya tinggal beberapa hari lagi tetapi siswa kelihatannya biasa-biasa saja, sehingga saya  membuat prosentase kesiapan siswa menghadapi PAS, sebagai berikut:</p><p>Jumlah siswa keseluruhan 213 :</p><ul><li><p>Banyak siswa yang sudah siap 9,9%</p></li><li><p>Banyak siswa yang ragu-ragu 9,4%</p></li><li><p>Banyak siswa yang belum siap 80,7%</p></li></ul><p><strong>T:</strong></p><p>Dari data tersebut saya coba mengkaji jumlah siswa yang belum siap ini cukup besar, sehingga perlu diketahui akar permaslahan dari siswa</p><p>Kenapa belum siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)</p><p>Apa yang menyebabkan siswa belum siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS), mata pelajaran Matematika</p><p>untuk mengetahui akar permasalahan saya mencoba mencari informasi dari siswa dengan langsung mengadakan survei lisan secara klasikal.</p><p>dari hasil survei tersebut secara umum diperoleh akar permaslahan siswa yaitu <strong><em>"Belum fokusnya siswa dalam belajar untuk persiapan menghadapi Penilaian akhir semester".</em></strong></p><p><strong>A:</strong></p><p>Untuk mengatasi permaslahan ini berarti harus ada usaha membuat siswa fokus belajar untuk menghadapi Penilaian akhir Semester (PAS).</p><p><br></p><p>Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya:</p><ul><li><p>Memberikan materi ulang matematika wajib semester ganjil</p></li><li><p>Memberikan latihan soal terbimbing matematika wajib semester ganjil</p><p><br></p><p><strong>Solusi Yang dilaksanakan</strong></p><p>Berhubung keterbatasan waktu solusi pertama tidak mungkin bisa dilaksanakan, maka yang saya lakukan adalah dengan menjalankan solusi ke dua yaitu dengan memberikan latihan soal terbimbing:</p></li><li><p>Membuat kesepakatan kelas tentang jadwal latihan dan bimbingan untuk tiap kelas.</p></li><li><p>Memberikan soal latihan untuk dikerjakan</p></li><li><p>Melakukan bimbingan dengan membuka diskusi kelas melalui grup WA kelas.</p><p><strong>R:</strong></p><p>Setelah dilakukan memberikan latihan soal terbimbing matematika wajib semester ganjil diperoleh perubahan siswa yang siap mengikuti PAS sebanyak 80%:</p><p>Dan dibuktikan dengan Nilai hasil pelaksanaan PAS</p><p>Banyaknya siswa yang memperoleh nilai diatas KKM yaitu 82,6%</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-24 22:20:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2860822936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Belajar IPA itu menyenangkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2861802545</link>
         <description><![CDATA[<p>S :</p><p>Saya adalah guru IPA di SMPN 35 dan mendapatkan tugas mengajar di Kelas 7 dan 9. Di Sekolah tempat saya mengajar memang sudah ada laboratorium IPA, namun ketersediaan peralatan praktikum sangat tidak memadai dan keadaan laboratorium yang tidak terurus dengan baik sehingga guru-guru jarang yang mau menggunakan Lab IPA untuk KBM. Perkembangan teknologi saat ini nampaknya malah membuat siswa jadi lebih individualis dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik. Segala sesuatu ingin serba mudah dan cepat. Kurang fokus dan cepat bosan.</p><p>T :</p><p>Pembelajaran IPA seringkali hanya berupa toeri sehingga anak-anak menjadi kurang motivasi dan minatnya dalam mengikuti pembelajaran. Mereka hanya sekedar menyelesaikan tugas-tugas saja bagaimanapun caranya, walau dengan mencontek. Sehingga tidak dihasilkan pembelajaran yang bermakna.</p><p>A :</p><p>Saya mulai mencari cara agar situasi tersebut tidak berlarut-larut, diantaranya saya mulai membuat menyiapkan modul ajar dengan baik dan dilengkapi dengan LKPD yang isinya lebih banyak aktivitas praktek. Untuk bahan-bahan praktikum saya gunakan alat dan bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari saja. Untuk mengatasi kekurangan Lab IPA, maka saya gunakan Lab Virtual atau Phet Simulation. Media pembelajaran dan asessmen saya buat bervariasi menggunakan Video dari youtube, berita online dari sumber yang terpercaya, google form, quizizz dan lain-lain. Tugas saya berikan secara berkelompok agar dapat mengembangkan kerjasama, komunikasi dan berpikir kritis melalui diskusi dan proyek.</p><p>R :</p><p>Alhamdulillah,setelah beberapa kali pertemuan anak-anak terlihat antusias mengerjakan tugas-tugasnya secara berkelompok. Perlahan mereka mampu bekerjasama dengan baik, itu terlihat saat proses diskusi dan pembagian tugas kelompok. Hasilnya &nbsp;tugas-tugas mereka selesai tepat waktu dan baik. Bahkan ketika saya mengajukan beberapa pertanyaan perihal tugas-tugas tersebut, mereka mampu menganalisa alasan &amp; penyebab kegagalan dari percobaan / tugas proyek yang mereka lakukan. Dan bagi yang tugas proyeknya berhasil mereka mampu memberikan kesimpulan dari percobaan atau tugas proyek yang mereka lakukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1351906343/ca30dbb18cc5bc543e532ecf06d149f7/Foto_Praktek_kls_9.png" />
         <pubDate>2024-01-25 15:18:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2861802545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fransiska Fince, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2862709399</link>
         <description><![CDATA[<p>S:  Saya adalah guru di SD Inpres Nara -Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Provinsi NTT. Dua tahun terakhir ini saya dipercayakan mengajar kelas V , sebelumnya saya guru kelas 1, tentunya saya perlu penyesuaian diri di kelas yang baru. </p><p>T :Di kelas saya ada 19 murid yang umumnya latar belakang orang tua bertani. Yang saya hadapi saat ini ada 6 anak yang mempunyai kesulitan dalam belajar dengan ragam yang berbeda, namun yang sangat perlu diperhatikan adalah dua anak , namanya Dely dan Brian. Si Brian anaknya hiperaktif, tidak pernah tenang di dalam kelas. Sedangkan Dely belum bisa membaca, masih mengeja suku kata ke kata dan kalimat. </p><p>A: Hal ini menjadi perhatian dan ekstra buat saya dalam menghadapi mereka berdua. Untuk si Brian , awalnya saya melakukan pendekatan dengan orang tua, namun ternyata orang tua kandungnya merantau , saya bertemu dengan neneknya yang selama ini mengasuh dan mengurusnya. Dari cerita neneknya saya mengambil kesimpulan bahwa tingkah lakunya ini karena latar belakang keluarga, kurang ada perhatian. Akhirnya saya membuat stategi untuk Brian, saat pembelajaran saya posisikan Brian duduk tepat di samping meja saya sampai sekarang. sedangkan untuk Deli saya juga mendekati oang tua angkatnya, setelah bercerita tentang keadaannya di rumah. Saya akhirnya membimbing dia di jam istirahat dan jam kosong tidak ada les. Dalam beberapa waktu ada perkembangan, namun kebiasaan membaca harus juga dilanjutkan di rumah, karena waktu sekolah tidak cukup. </p><p>R : Akhirnya cara yang saya buat dapat berhasil, sekarang Brian sudah berangsur-angsur baik, tidak lagi jalan mondar-mandir mengganggu tema-temannya. Sedangkan Deli sudah bisa membaca kalimat walaupun masih terbata-bata. Setiap hari sebelum pembelajaran saya menampilkan bacaan yang disertai gambar menarik lewat in focus sebagai literasi awal pembelajaran. Mereka sangat antusias.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2300820783/2edbe42fe06aa3a90450272c131185e9/FOTOKU.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-26 08:28:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2862709399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anisa Octorina-Penggunaan Quizizz dalam belajar IPS</title>
         <author>anisaocto</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2862962289</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Materi IPS sifatnya padat, cenderung bersifat hafalan. Sehingga motivasi siswa belajar IPS rendah dan hasil belajar kurang memuaskan</p><p>T : Sebagai guru harus kreatif dalam mengelola kelas agar motivasi meningkat</p><p>A : Melihat filosofi KHD bahwa kodrat anak adalah bermain, maka berusaha mengintegrasikan permainan dalam pembelajaran IPS yaitu menggunakan aplikasi Quizizz</p><p>R : Alhamdulilah anak-anak kembali semangat belajar, bahkan minta diulang-ulang terus quizizznya. Karena seperti bermain game.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2118786624/824ee4fb788a2959562293268073e753/poto_quizizz_kegiatan_ekonomi.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-26 13:15:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2862962289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Patimah,S.Pd (TK&#39;Aisyiyah Bustanul Athfal II Bojonegoro )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917402616</link>
         <description><![CDATA[<p>S .Anak Usia Dini adalah unik karena dalam menyusun rencana pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak,pada saat saya akan mengajarkan topik tentang Bojonegoro dengan Sub Topik : Budaya Bojonegorodengan kegiatannya mengenal Batik Bojonegoro ,tujuannya agar ank memiliki kecintaan tentang batik asal daerah Bojonegoro sebagai kota kelahiran.</p><p>T.Namun rencana itu ternyata tidak berjalan seperti yang saya inginkan,terlihat pada saat saya menerangkan tentang batik Bojonegoro dengan membawa kain batik Bojonegoro sebagai media pembelajaran mereka hanya bersikap biasa saja sambil memegang kain tersebut</p><p>A. Akhirnya sayapun mencoba mengidentifikasi masalahnya ,saya mengajak anak-anak untuk mencoba tertarik dengan kain batik yang saya bawa,saya mecoba bertanya pada anak-anak , " bagaimana kalau anak-anak ibu ajak pratek bersama membuat Batik Jumput  Bojonegoro,serentak anak-anak menjawab mau bu...,setelah diskusi bersama,</p><p> ternyata anak-anak ingin praktek langsung cara membuat batik jumput Bojonegoro</p><p>R. Dengan metode Demonstrasi /Praktek Langsung membuat Batik Jumput ternyata anak-anak sangat antusias dan suasana kelas menjadi hidup dan anak-anakpun sangat senang dalam mempraktekkan cara membuat batik jumput, dengan langkah-langkahnya mulai dari persiapan menyiapkan alat dan bahan seperti kain,kelereng,karet,pewarna kain,air,panci,aduk,kemudian menjumput kain dengan membungkus menggunak kelereng dan ditali dengan karet,mewarnai kain dengan pewarna kain (wenter )sampai proses pencelupan warna ,mengangkat,mencuci hingga menjemur kain,anak-anak sangat senang dan antusias.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 14:33:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917402616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn KELAS VI DI SDN KIDULDALEM I BANGIL DENGAN PEMANFAATAN COMIC LIFE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917625610</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh:</p><p>NOVIE ISTIARICHA,S.Pd,M.Pd</p><p>S : Saya adalah guru kelas 6 di SDN Kiduldalem I Bangil. Dalam memberikan meteri pelajaran PKn tentang pengamalan sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari, murid-murid saya mengalami kesulitan jika diberikan suatu studi kasus, Disamping itu murid-murid merasa kurang bergairah jika belajar dengan hanya membaca buku paket saja.</p><p>T : Menumbuhkan gairah untuk gemar membaca pada murid dan memahamkan suatu masalah sangat sulit jika kita tidak bisa mencari metode yang tepat.</p><p>A : Untuk itu saya sebagai guru mempunyai cara bagaimana agar murid bisa meningkat minat bacanya dan meningkatkan rasa percaya dirinya dengan memanfaatkan comic life</p><p>R : Dengan memanfaatkan comic life minat baca murid semakin meningkat dan rasa percaya dirinya semakin meningkat juga. Sehingga pelajaran PKn yang menjenuhkan berubah jadi pelajaran yang menyenangkan dan interaktif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 17:11:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917625610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hayatul Wardani,S.Pd</title>
         <author>hayatulwardani19</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917980014</link>
         <description><![CDATA[<p>S :  Tingkat pemahaman siswa tentang konsep listrik ,yaitu tentang energi listrik   tidak mencapai tujuan pembelajaran.  Sehingga saya merefleksikan pembelajaran,dan siswa mengeluh mereka tidak terlalu paham tentang energi listrik walaupun sudah diberikan beberapa contoh soal.</p><p><br/></p><p>T :  Sebagai guru IPA, saya berusaha untuk merefleksi diri.Kenapa siswa-siswa saya sulit untuk mengerti tentang  materi Energi Listrik. </p><p><br/></p><p>A :  Saya membawa siswa ke laboratorium untuk melakukan praktik secara langsung tentang materi energi listrik,mereka saya bagi dalam 4 kelompok ,dan setiap kelompok mendapat lembar kerja dan bahan -bahan yang diperlukan untuk merangkai rangkaian energi listrik.Sebelum siswa -siswa saya merangkai rangkaian listrik saya jelaskan terlebih dahulu bagaimana merangkai rangkaian listrik,serta saya juga membimbing siswa untuk membaca setiap panduan yang terdapat pada LKS,supaya mereka bisa merangkai rangkaian secara tepat.</p><p><br/></p><p>R  :  Alhamdulillah metode yang saya lakukan membuat siswa -siswa saya sangat senang mempelajari materi energi listrik ,mereka sangat antusias dalam melakukan praktikum.Saat mereka mempresentasikan hasil kerja kelompok ke depan ,mereka sangat siap dan  sukses mencapai tujuan pembelajaran  seperti yang saya harapkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2257468664/03440c1b52d1ea4c7c8ba605fb7c3778/IMG_20230207_WA0003.jpg" />
         <pubDate>2024-03-13 23:44:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2917980014</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurachmad</title>
         <author>achmadnur937</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2918202628</link>
         <description><![CDATA[<p>S:</p><p>Saya adalah seorang guru SMK N 1 cerme gresik jawa timur saya mengajar  di program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dimana siswanya dominan adalah laki-laki yang saya rasakan bahwa sekarang minat belajar siswa  jauh berbeda dengan siswa -siswa yang terdahulu dimana siswa sekarang lebih tertarik main HP darpada mendengarkan materi yang disampaikan oleh Bapak atau Ibu Guru</p><p>T :  Sebagai guru kondisi ini adalah merupakan tantangan tersendiri bagaimana  agar supaya siswa lebih tertarik untukmemperhatikan apa yang disampaikan oleh Bapak/Ibu Guru daripada asik bermain HP</p><p>A: Untuk mengatasi hal tersebut saya membuat kesepakatan bersama dengan siswa bahwa selama pembelajaran siswa dilarang untuk membuka HP jika membuka HP maka akan saya sita dan boleh diambil oleh wali murid selain itu saya juga melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga siswa akan sibuk oleh tugas yang harus dikerjakan</p><p>R: Setelah hal tersebut saya terapkan dikelas ternyata ada perubahan yang cukup signifikan dimana setiap pelajaran saya siswa lebih tertib dan lebih memperhatikan  apa yang saya sampaikan   </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 02:16:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2918202628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PEMBELAJARAN TERHADAP ANAK YANG MEMPUNYAI PEMBERLAKUAN SECARA PERSONAL</title>
         <author>sayidhkosim</author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2919852744</link>
         <description><![CDATA[<p>S. Kukuh Adiana Slamet merupakan siswa yang dalam belajar membutuhkan perhatian perlakuan khusus dalam pembelajaran.Hal ini disebabkan karena kondisi latar belakang anak tersebut ketika sejak lahir mempengaruhi kondisi kesehatan dan psikologis  anak tersebut sampai memasuki usia Sekolah Dasar.Pada waktu kelas 1 anak tersebut tidak mau belajar tanpa ditemani orang tuanya.sampai kelas 2 anak tersebut ketika mengikuti pelajaran harus didampingi orang tua anak tersebut.</p><p>T. Ketika masuk 3 saya berusaha memberikan layanan pembelajaran kepada anak tersebut secara khusus,agar anak dalam belajar dikelas tidak ditemani oleh orang tua siswa tersebut.</p><p>A. Saya selaku guru kelas 3 mencoba memberikan pelayanan pembelajaran kepada anak secara khusus yang berpengaruh terhadap perubahan gaya belajar anak tersebut.Saya memberikan layanan kepada anak tersebut dengan berbagai pendekatan,salah satunya dengan pendekatan percobaan untuk berani tampil didepan tema2 sekolah setiap ada kegiatan pembiasaan setiap pagi.</p><p>R. Alhamdulillahirobilalamin dengan percobaan tersebut menampilkan siswa tersebut didepan teman2 disekolah anak tersebut mulai ada perubahan terhadap psikologis anak tersebut.anak tersebut sekarang sudah berani datang kesekolah dan mengikuti pembelajaran tanpa ditemani orang tua,dan sudah berani tampil didepan teman2 tanpa rasa takut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2341778751/434876ae2a1f786ea2652813de7a3872/IMG_20240313_075003.jpg" />
         <pubDate>2024-03-15 02:00:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2919852744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WIWIK WAHYUNINGSIH S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2920152785</link>
         <description><![CDATA[<p>KOLABORASI HARMONIS</p><p><br/></p><p>SITUASI AWAL:</p><p>Saya guru BK di SMAN 1 Randublatung.setiap hari selalu mengamati,memantau perkembangan sikap perilaku dari peserta didik.Mulai dari ketertiban,kedisiplinan masuk sekolah ,saat pembelajaran di kelas.Dari pengamatan ada peserta didik yang sering terlambat masuk sekolah,kita sebut saja si H.Bisa di katakan H ini sering terlambat.Pada saat pembelajaranpun sering ngantuk,tidak fokus.</p><p><br/></p><p>TANTANGAN:</p><p>Dalam keadaan seperti ini saya harus berusaha untuk memperoleh data selengkap mungkin tentang alasan,sebab sehingga H ini sering terlambat masuk sekolah.</p><p><br/></p><p>AKSI :</p><p>Langkah yang harus saya lakukan untuk mendapatkan informasi tentang H ini adalah</p><p>1.Melakukan pendekatan dengan H,bisa di ajakngobrol sharing,di tanya tentang hoby,kegiatan di luar rumah,waktu belajar dll.Dari obrolan di simpulkan H ini hampir tidak pernah lepas dari HP.bahkan waktu makan,belajarpun terabaikan.waktu tidurpun sering larut malam.</p><p>2.Mencari tahu informasi dari teman satu kelas.Ternyata H ini sering kali tidur di kelas pada saat pembelajaran.</p><p>3.Melakukan pendekatan dengan orang tua H.Kita panggil orang tua ke sekolah kita sampaikan sikap perilaku H saat di kelas.Dari hasil perbincangan orang tua sudah sering mengingatkan wkt belajar,waktu tidur,waktu bangun.Namun ada kejengkelan dari oranb tua karena H tidak ada perubahan.Masih saja H tidak bisa lepas dari main game di HP.Ini yang menjadi sebab terlambat karena main game sampe malam,bangun kesiangan,di kelas ngantuk.</p><p><br/></p><p>RESULT/ HASIL</p><p>Alkhamdulillah berkat adanya keterbukaan dari H,juga kolaborasi yang baik dari orang tua dengan sekolah ,H tidak lagi terlambat,tidak lagi ngantuk di kelas.H semangat mengikuti pembelajaran di sekolah.Kolaborasi harmonis solusi termanis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-15 06:42:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2920152785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penilaian Sumatif Asik Dengan Quizizz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2921073821</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh : Srini</p><p>SMPN 4 Wonosari Kab. Boalemo</p><p><br></p><p>S : Penilaian Sumatif adalah sebuah penilaian yang bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid. Kondisi nyata didapat bahwa hasil dari penilaian sumatif tidak sesuai harapan. </p><p>T:  Sebagian besar peserta didik enggan untuk belajar saat menggadapi penilaian, termasuk mata pelajaran Matematika. Bukan hal ini saja yang didapatkan tetapi Mareka juga tidak termotivasi untuk mengerjakan soal dnegan baik. sebagai guru mata pelajaran matematika berpikir keras untuk mencari ide agar penilaian yang dilakukan ini menarik dan memotivasi peserta didik untuk mengejarjakan dengan baik, serta diawali dengan belajar sebelum penilaian dimulai.</p><p>A : Guru mata pelajaran telah menetapkan suatu aplikasi yaitu Quizizz yang dianggap menjadi satu pilihan dalam menyelesaikan permasalahan untuk memotivasi peserta didik untuk tertarik dan semangat mengikuti penilaian sumatif dengan baik. Pelaksnaan penilaian menggunakan aplikasi quizizz ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2024 di Kelas VIIB SMP Negeri 4 Wonosari.</p><p>Persiapan</p><p>Guru meminta peserta didik untuk berdoa dan mempersiapakan alat yang dipesan untuk penilaian yaitu Hp. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengaktifkan internet</p><p>Pelaksanaan</p><p>Guru minta peserta didik membuka chrome dan mengetik Quizizz. Kemudian memasukkan kode yang diberikan, bergabung dan nuliskan nama. Guru memulai Pelaksanaan Penilaian dengan berbagai bentuk dan peserta didik dipersilahkan mengikuti Penilaian. Selama Penilaian berlangsung hasil jawaban peserta didik ditayangkan secara langsung di Layar, seperti hasil pemilihan umum. Setelah seluruh peserta didik selesai mengerjakan soal, soal diakhirinya dan peserta didik dapat melihat secara langsung hasilnya.</p><p>R : Dari kegiatan tersebut diperoleh :</p><ul><li><p>Peserta didik lebih bersemangat mengikuti penilaian karena hasil setiap nomor mereka kerjakan terlihat secara langsung</p></li><li><p>Peserta didik yang biasanya hasil penilaiannya biasa-biasanya saja menjadi peserta yang memilki nilai baik.</p></li><li><p>Peserta didik senang dan meminta setiap penilaian dilakukan dengan hasl yang sama .</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-16 01:41:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2921073821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aka, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2921077573</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul: Selalu Menangis</p><p>S:Habibi merupakan salah satu peserta didik di kelas satu SDN Cireundeu 2. Dia anak yang baik, namun ada satu hal yang belum bisa dia rubah, dia belum bisa mandiri. Setiap hari dari datang sampai pulang dia harus ditemani ibunya. Apabila ibunya tidak ada atau tidak kelihatan dia langsung nangis dan meninggalkan tempat duduk dan alat tulisnya.</p><p>T: Kemampuan habibi dalam memahami dan mengikuti pelajaran cukup baik. Namun tidak dengan sikapnya, apabila sudah menangis sulit untuk diberhentikan walaupun dinasihati dengan baik dan lembut.malah nangisnya makin menjadi bahkan sampai melempar alat-alat tulis, dan yang lebih prihatin lagisering mengeluarkan kata-kata kasar yg tidak pantas diucapkan untuk anak seusianya.</p><p>A: Dengan melihat kenyataan sikap habibi seperti itu, menurut saya mungkin itu pengaruh dari sikap orang tuanya yang selalu memanjakan dia. Namun selaku walikelas saya ingin semua anak didik saya baik, sopan dan santun. Dan saya akan terus berupaya untuk mengarahkan Habibi agar bersikap baik, mandiri, sopan dan santun kepada semuanya. Misalnya pada. Saat belajar membaca (individu) saya salalu berikan dia punian dan sedikit nasihat.</p><p>R: Alhamdulillah perubahan sikap Habibi sudah mulai berkembang. Dia sudah mulai bisa mengikuti pelajaran tanpa didampingi ibunya, dulu selalu menangis sekarang tidak lagi. Dan dia sudah bisa berteman dan beradaftasi dengan baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-16 01:50:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2921077573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>baangat menginspirasi....badus sekali</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2926561535</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-20 09:23:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2926561535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Latifah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2928633655</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul : Belajar Disiplin Positif</p><p><br/></p><p><br/></p><p>S: Saya mengajar di kelompok B dengan jumlah siswa 19 anak. Seperti biasa setiap pagi saya dan guru yang lainnya menjaga di halaman sekolah untuk menemani anak-anak yang sedang bermain, sebelum bermain anak-anak yang baru datang meletakkan tasnya terlebih dahulu.</p><p><br/></p><p>T: Saya melihat sebagian besar anak-anak masih meletakkan tasnya sembarangan sehingga menutupi jalan masuk  dan kadang membuat minuman yang ada di dalam tas itu tumpah.</p><p><br/></p><p>A: Langkah awal yang saya lakukan adalah membuat kesepakatan bersama anak-anak untuk meletakkan tas pada tempat yang sudah disediakan, keudian memberi tulisan dan simbol pada rak/loker sesuai dengan kelompoknya untuk mempermudah anak-anak dalam meletakkan tasnya dan koordinasi dengan semua guru untuk mengarahkan anak-anak meletakkan tas pada tempatnya.</p><p><br/></p><p>R: Alhamdulillah setiap pagi anak-anak sudah terbiasa meletakkan tas pada tempatnya tanpa diarahkan oleh guru, begitu juga saat di dalam kelas anak-anak juga sudah terbiasa melatakkan tas dan minum pada tempatnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2389811258/298770b56b8e7cd00e9fd9a085cda400/IMG_20240321_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2024-03-21 13:49:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2928633655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S. Idayanti Haniatul M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2928789867</link>
         <description><![CDATA[<p> Judul : Pembelajaran Bahasa Jawa Dengan Metode Waskitha</p><p><br/></p><p>S : Minat belajar murid SMP kelas 8 pada pembelajaran&nbsp; bahasa Jawa sangat rendah. Hal ini terlihat dari kosa kata yang mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari maupun saat pembelajaran. Mereka kesulitan memahami ungggah ungguh basa terutama dalam penggunaan bahasa Jawa Ngoko dan Krama. serta memahami makna atau arti dari kosa kata (tembung-tembung) dalam bahasa Jawa</p><p>T : Sebagai seorang guru Bahasa Jawa jenjang SMP, saya berusaha untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi terutama dalam makna atau arti kata-kata (tembung-tembung) dan penggunaan unggah ungguh basa Jawa. Memang benar bahwa tembung-tembung dalam bahasa Jawa mempunyai makna yang berbeda jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.&nbsp;</p><p>MIsal : Kata “Pulang” (bahasa Indonesia) jika tertulis dalam bahasa Jawa menjadi: mulih (ngoko)-wangsul (andhap)-kondur (krama)</p><p><br>A : Saya memutuskan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran bahasa Jawa pada materi Geguritan’ dengan metode Waskitha.. Langkah-langkah yang saya lakukan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi materi Geguritan dengan <em>metode Waskitha </em>adalah sebagai berikut:</p><p>Saya melakukan asesmen diagnostik kognitif dengan tes tertulis dan assessment diagnostik non kognitif dengan metode wawancara. Tes pengetahuan digunakan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan siswa dalam penguasaan materi geguritan&nbsp; dengan <em>metode ‘Waskitha’</em>&nbsp;</p><p>Sedangkan Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi lebih detail tentang karakteristik siswa, kebutuhan belajar, dan minat mereka dalam membuat geguritan dengan <em>metode ‘Waskitha’</em>.&nbsp;</p><p>Dari hasil assessment diagnostic, saya membagi siswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan kemampuan dan tingkat pemahaman mereka. Kelompok 1 adalah kelompok belum paham. Kelompok 2 adalah kelompok paham sebagian, dan kelompok 3 adalah kelompok paham utuh.</p><p><br>R : Dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi, para siswa menjadi lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran mereka. Mereka terlihat lebih bahagia dan percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka, serta merasa dihargai karena keunikan kemampuan dan minat mereka. Siswa yang lebih berpengalaman dalam menggunakan <em>kosa kata </em>dalam membuat geguritan bahasa Jawa<em> serta </em>dapat menunjukkan kemampuan mereka secara lebih mandiri, sementara siswa yang belum paham menggunakan <em>kosa kata </em>dalam membuat geguritan dapat memperoleh pengetahuan yang baru dan merasa termotivasi untuk belajar lebih lanjut.<br></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docplayer.info/docs-images/70/62963319/images/2-1.jpg" />
         <pubDate>2024-03-21 15:30:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nuraok1/qua67kudoihoefe4/wish/2928789867</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
