<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>3-2-1 summary by JUKRI JUKRI</title>
      <link>https://padlet.com/jukri50/qsepmnk6sc9ffw3i</link>
      <description>Create a post with 3 things you learned, 2 things you want to know more about, and 1 question you still have.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-31 08:59:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-31 09:00:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f5f3.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>jukri50</author>
         <link>https://padlet.com/jukri50/qsepmnk6sc9ffw3i/wish/3096310080</link>
         <description><![CDATA[<p>Di kelas 2 SD, seorang guru Bahasa Indonesia mengamati bahwa banyak siswanya mengalami kesulitan dalam menulis karangan narasi. Ketika diminta untuk menulis cerita tentang pengalaman liburan mereka, siswa cenderung menulis kalimat-kalimat pendek dan terputus-putus yang tidak saling terkait dengan baik. Beberapa siswa hanya mampu menuliskan beberapa kalimat sederhana seperti "Saya pergi ke pantai. Saya bermain pasir. Saya makan es krim." tanpa adanya alur cerita yang jelas atau penggunaan kata-kata penghubung. Selain itu, banyak siswa yang masih bingung dengan penggunaan tanda baca seperti titik, koma, dan tanda seru, sehingga karangan mereka sulit dipahami. Dalam beberapa kasus, siswa menulis tanpa menggunakan tanda baca sama sekali atau menggunakan tanda baca secara berlebihan di tempat yang tidak tepat. Guru juga mencatat bahwa sebagian besar siswa menunjukkan ketidakpercayaan diri ketika diminta untuk menulis, mengaku bahwa mereka merasa kesulitan untuk memulai atau mengembangkan ide cerita mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-31 08:59:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jukri50/qsepmnk6sc9ffw3i/wish/3096310080</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
