<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Indo A IB Learner&#39;s Portofolio by Nihrira Azka</title>
      <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o</link>
      <description>Indonesian Language A: Language and Literature</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-16 10:34:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-14 14:21:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f4fd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Penggambaran tokoh utama dalam konteks sosial dan budaya pada cerita &quot;Selamat Tinggal Hindia&quot;</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3054749537</link>
         <description><![CDATA[<p>Maria Geertruida Welwillend, akrab dipanggil Geertje. Dalam konteks sosial, Ia merupakan seorang aktivis berkebangsaan Belanda (atau berkulit putih) yang menetap beberapa saat di kamp internir Struiswijk di masa tunduknya Jepang terhadap Sekutu. Dapat diamati, Ia adalah orang yang cukup disegani terlihat dari respons Witkerk. Geertje memiliki karakter santai dan tenang, dapat dilihat dari perangainya saat berjalan santai melawan arus rombongan truk untuk memilih becak. Disamping itu, Geertje juga memiliki tekad dari sikap bersikeras menuju Gunung Sahari. </p><p><br/></p><p>Dalam kehidupannya di kamp, Geertje rendah diri. Ia mahir menggunakan bakiak kamp dan menolak untuk menggunakan sepatu, gincu, maupun bedak untuk mempercantik diri. Geertje berniat membangun kembali rumahnya meskipun dihuni oleh Iyah, pengurus rumah tangganya. </p><p><br/></p><p>Dalam konteks budaya, pada masa genting ini, banyak Belanda yang menghindari lagu Indonesia. Berbanding terbalik dengan Geertje, Ia sangat mencintai lagu rakyat "Si Patoka'an". Hal ini menunjukkan keberadaan api revolusi.</p><p><br/></p><p>Kehidupan Geertje diisi oleh kultur bumiputra. Inilah akar dari semua perilakunya. Ia menyadari bahwa Hindia Belanda sebentar lagi usai seiringan dengan revolusi yang semakin pesat. Karenanya, Ia mengabdikan dirinya pada Bumi Pertiwi. Ia siap dengan segala risiko apabila bumiputra menikamnya dari belakang. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/ccbf5bad1eba51b0fa3cb8e224321c47/kkdjchpkyryafn4hxf2l7p.jpg" />
         <pubDate>2024-07-16 14:00:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3054749537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3 Kutipan Favorit</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3054750144</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>A. "Ini tanahku. Ini rumahku. Apapun yang ada di ujung nasib, aku tetap tinggal disini."</strong></p></blockquote><p><br/></p><p>Kutipan ini diambil dari cerita "Selamat Tinggal Hindia". Geertje mengekspresikan kemarahan terhadap Belanda dari kata-kata "apapun yang ada di ujung nasib". Menunjukkan kondisi kepasrahan bumiputra atas penindasan yang dilakukan Belanda. Dalam konteks sosial, terlihat bahwa budaya Nusantara menerima semua kalangan termasuk Geertje yang sejatinya adalah keturunan Belanda.</p><p><br/></p><blockquote><p><strong>B. "Dan akhirnya, paling belakang, di antara atap rumah penduduk, terlihat siluet menara Balai Kota, bersisiam dengan kubah gereja Niuwehollandsche, seakan berlomba memberi peneguhan bahwa kami masih berkuasa penuh atas kota ini."</strong></p></blockquote><p><br/></p><p>Menggambarkan bahwa Hindia Belanda masih berada di bawah naungan Belanda dari penggambaran bayangan Balai Kota dan Gereja Niuwehollandsche yang membias diantara rumah para warga. Hal ini menunjukkan seberapa megah bangunan tersebut hingga bayangannya menyentuh rumah warga.</p><p><br/></p><blockquote><p><strong>C. "...di dalam sana di atas tikar, aku segera tertidur dan tidak tahu apa mimpiku."</strong></p></blockquote><p><br/></p><p>Sang Inspektur memberikan penggambaran keputus asaan dari kata segera tertidur dan tidak tahu apa mimpiku. Mimpi diimplementasikan sebagai nasib yang ada di depan, sedangkan "di dalam sana di atas tikar" merupakan penggambaran bentuk keprihatinan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-16 14:01:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3054750144</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3055530881</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Welcome to my literature world!</strong></p><p>I'm Nihrira Azka Elkamila, please just call me by my middle name, Azka. I was born in Magelang and raised in Yogyakarta. I'm recently graduated from SMP Negeri 4 Pakem. Now, I live in Boyolali to continue my study at SMA Pradita Dirgantara as the 10th grade student. I've been passionate on studying literature especially Indonesian Literature as this aims to expand my horizon and train my ability on several skills such as writing, reading, and speaking. This learning progress is linked with my goal as a lifelong learner.</p><p><br></p><p>Come and <strong><em><mark>SCROLL DOWN</mark></em></strong> to see my previous or on going works during the learning activities!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/01afcf08d78f033dfd992fa507a28497/433AD090_549B_4C94_9AB2_D899BCA467CC_1_201_a.jpeg" />
         <pubDate>2024-07-17 07:35:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3055530881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Sampul Majalah</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3064156655</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada pertemuan kedua, kami diberi tugas projek analisis sampul majalah. Materi ini sejalan dengan English A. </p><p><br/></p><p>Sampul majalah dianalisis dalam beberapa aspek: MAPS, Judul, <em>Captions</em>, Simbol, Bahasa Tubuh, dan Tampilan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGLvmJndG4/LOpmdmL-jRdS0WuXpUZ55A/edit" />
         <pubDate>2024-07-31 00:08:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3064156655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Ekstrinsik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066561073</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>A. Latar Belakang Ahmad Tohari</strong></p></blockquote><p>Ahmad Tohari lahir 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah di tengah keluarga santri. Ayahnya adalah seorang kiai (pegawai KUA) dan ibunya pedagang kain.</p><p><br/></p><p>Selepas menempuh pendidikan formalnya di SMAN 2 Purwokerto, pria kelahiran Banyumas, 13 Juni 1948 ini pernah kuliah di beberapa fakultas. Namun, ia tidak menyelesaikan kuliahnya lantaran kendala non-akademik. Selain itu, ia pernah berprofesi sebagai tenaga honorer di Bank BNI 1946 selama setahun, antara tahun 1966 sampai 1967. Kang Tohari juga pernah berkecimpung dalam bidang jurnalistik di beberapa media cetak seperti harian Merdeka, majalah Keluarga dan Majalah Amanah yang kesemuanya berlokasi di Jakarta.</p><p><br/></p><blockquote><p><strong>B. Latar Belakang Sejarah</strong></p></blockquote><p><br/></p><p><br/></p><blockquote><p><strong>C. Latar Belakang Budaya</strong></p></blockquote><p>Budaya Jawa Banyumasan yang masih kental dapat kita lihat di dalam novel ini. Banyak kejadian di proyek yang berkiblat kepada budaya Jawa dengan beberapa akulturasi dengan hal yang identik dengan budaya <em>Jawa Tengahan</em>. Hal ini dapat kita analisis dari diksi yang digunakan, karya sastra yang diangkat, bahkan perilaku dan kebiasaan tokoh-tokohnya.</p><p><br/></p><p>Penggunaan kata-kata seperti <em>sompret, sampeyan, inyong,</em> atau penyebutan ikan <em>pelus</em> mengindikasikan penggunaan diksi dari bahasa Banyumasan. Hal ini mungkin dapat diakibatkan oleh latar belakang Ahmad Tohari yang berasal dari Banyumas. </p><p><br/></p><p>Kepercayaan animisme yang timbul di masyarakat saat Sawin hilang merepresentasikan bahwa masyarakat masih memegang teguh budaya Jawa. Pada umumnya, stigmatisasi penggunaan tumbal pada sebuah proyek populer di daerah Jawa Tengah karena ada beberapa kasus </p><p><br/></p><blockquote><p><strong>D. Latar Belakang Sosial</strong></p><p><br/></p></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 02:10:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066561073</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Film Pulang - KAI</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066570032</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertemuan ketiga. Kami menganalisis beberapa aspek dalam film tersebut. Mulai dari unsur intrinsik, isu global, hingga unsur ekstrinsik. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGMZ3OG0v8/7YFnmVjSDRxVx5o-teL4jQ/edit?utm_content=DAGMZ3OG0v8&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2024-08-03 02:34:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066570032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Intrinsik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705475</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Tema</strong></p></li></ul><p>Novel ini menceritakan tentang kejinya perhelatan yang terjadi dalam lingkungan proyek. Mengupas mengenai isu dan etika moral berkehidupan di lingkungan proyek. Novel  dibawakan dengan suasana yang membaur diselipkan dengan komedi sehari-hari dan kisah percintaan. </p><p><br></p><ul><li><p><strong>Alur</strong></p></li></ul><p>Novel Orang-Orang Proyek menyajikan kisah dengan suasana kehidupan yang ada di lingkungan proyek secara gamblang. Mencerminkan kultur dan budaya yang menjadi dilema di masyarakat dengan berpacu pada pengaruh korupsi, politik, dan kurangnya etik sosial karena faktor lingkungan serta menyebutkan dampak besar dari kegiatan tersebut.</p><p><br></p><p><br></p><ul><li><p><strong>&nbsp;Tokoh dan Penokohan</strong></p><p><strong><em>Tokoh Utama</em></strong></p></li></ul><ol><li><p>Kabul: bijaksana, cerdas, peduli, gengsi, bertanggung jawab</p><p><br></p><p><strong><em>Tokoh Pendukung</em></strong></p></li></ol><ol><li><p>Mak Sumeh: riang, heboh, provokatif, oportunis</p></li><li><p>Wati: labil, ceria, supel, emosional</p></li><li><p>Dalkijo: culas, bodoh, otoriter, angkuh</p></li><li><p>Pak Martasatang: mudah dipengaruhi, lugu, emosional</p></li><li><p>Pak Tarya: bijaksana, rendah hati,  murah ilmu</p></li><li><p>Tante Ana: ambivalen, pekerja keras, tulus</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><ul><li><p><strong>&nbsp;Latar</strong></p></li></ul><p>Latar yang diangkat dalam novel ini adalah lokasi pembangunan Proyek Jembatan Sungai Cibawor dengan rentang waktu tahun 1992 dengan suasana Orde Baru.</p><p><br></p><ul><li><p><strong>&nbsp;Sudut Pandang</strong></p></li></ul><p>Novel Orang-Orang Proyek menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu. Aspek ini diidentifikasi melalui deskripsi perasaan setiap tokoh, penggunaan kata ganti  "-nya", dan narasi utuh setiap cerita. Penggunaan sudut pandang orang ketiga membuat audiens merasakan pendekatan emosional yang lebih intens karena turut serta merasakan dilema moral tokoh.</p><p><br></p><ul><li><p><strong>Konflik</strong></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 10:29:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isu-isu Global</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705496</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Penyalahgunaan kekuasaan akibat dari kultur korupsi dan sikap pragmatis</p></li><li><p>Tingkat pendidikan yang rendah berakibat pada perilaku pragmatis</p></li><li><p>Kemiskinan struktural mempengaruhi aspek psikologi seseorang untuk (...)</p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 10:29:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Sastra</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705527</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 10:29:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705527</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliran Sastra</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705548</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 10:29:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066705548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tentang</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066759721</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin.</p></blockquote><p><br></p><p><strong>Berat </strong><em>0.25 kg</em></p><p><strong>Penulis </strong><em>Ahmad Tohari </em></p><p><strong>Penerbit </strong><em>Gramedia Pustaka Utama</em></p><p><strong>Tahun Terbit </strong><em>2019</em></p><p><strong>Jumlah Halaman </strong><em>256</em></p><p><strong>Dimensi </strong><em>13.5 x 20 cm</em></p><p><strong>Kertas </strong><em>Bookpaper</em></p><p><strong>Jenis Sampul </strong><em>Soft Cover</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/ce337ca010e34d1ae58ddf3280a934bd/5fc01429_4351_4bb8_9404_2091d9529ccc_png.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-03 13:56:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066759721</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Term 1 - Tugas</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066768341</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Sastra</strong></p></blockquote><ol><li><p>Semua Untuk Hindia - Done </p></li><li><p>Orang-orang Proyek - On Progress</p></li></ol><p><br></p><blockquote><p><strong><em>Non Sastra</em></strong></p></blockquote><ol><li><p>Analisis Sampul Majalah - Done (Presentated)</p></li><li><p>Analisis Film Pulang - KAI - Done</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/564x/96/fe/9e/96fe9e354ef99a5471fbe35bfd2f103d.jpg" />
         <pubDate>2024-08-03 14:18:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066768341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Summary - Second Section</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066786840</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bagian 2</strong></p><ol><li><p>Lingkungan proyek yang "kejam": Tante Ana mencari pundi uang dengan <em>mbarang</em> (berlenggok gemulai berlagak seperti perempuan untuk menghibur); orang-orang proyek terhibur dengan hiburan murah; berasal dari generasi malang yang putus sekolah.</p></li><li><p>Pekerja tidak sejahtera: Gaji para pekerja kecil diakibatkan oleh pungutan liar dari para petinggi.</p></li><li><p>Dalkijo culas: tidak mau mengakrabi anak proyek karena sudah tobat melarat; orang kaya <em>anyaran</em> karena angkuh.</p></li><li><p>Kabul memberikan batasan terhadap para pekerjanya dengan aturan dilarang bertaruh, minum miras, dan bermain perempuan. Diam-diam larangan tersebut bocor dari satpam, Mak Sumeh, dan lainnya.</p></li><li><p>Masyarakat biasa memancing ikan moa atau pelus pada malam hari, seperti yang dilakukan Kabul dan Pak Tarya.</p></li><li><p>Kabul disegani: Pak Tarya yang lebih tua memanggil Kabul dengan sebutan <em>sampeyan</em> (biasanya digunakan untuk memanggil orang sederajat dengan lebih sopan atau memanggil seseorang lebih muda di atas kita). Pak Tarya tak bisa menolak ajakan memancing Kabul.</p></li><li><p>Pak Tarya pengais harapan: "Bukankah harapan, sekecil apa pun, adalah kebutuhan hidup?". Beliau tak suka dengan oknum sableng yang keranjingan memancing sampai meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarga. </p></li><li><p> Kabul tidak menyukai penyelewengan karena ajaran keluarganya yang memegang prinsip cablaka dan anti slingkuh. "Ikut edan atau jadi korban keedanan," tanggapan Pak Tarya. Menyindir wakil rakyat bermodal topeng. (13 Juni 1991, catat). Kekurangan uang untuk memenuhi mutu standar pembangunan.</p></li><li><p>Zaman revitalisasi feodalisme yang melahirkan priyayi-priyayi, kemaruk, kagetan, dan gumunan. Dan mereka tak memenuhi kewajinam membangun ekonomi agar setiap anak muda mendapat pekerjaan dengan upah yang pantas (hlm. 83).</p></li><li><p>Wati mulai suka; Minggu menghampiri kantor demi baca koran (hlm. 85).</p></li><li><p>Wati dan Kabul makan di rumah Pak Tarya; dicurigai.</p></li><li><p>Tiga tamu representatif GLM mendatangi Basar; meminta proyek selesai pada ultah GLM dan ada arak-arakan (indikasi glorifikasi GLM); "...hanya punya satu pilihan yang tepat, yaitu Golongan Lestari Menang alias Orde Baru. Karena, selain GLM isinya cuma omong kosong. Sedangkan kita GLM, JAGONYA PEMBANGUNAN. Maka ketua dewan pembina kita digelari BAPAK PEMBANGUNAN. Iya, kan?" (hlm. 92)</p></li><li><p>"...Maka, parikan tadi kita akan ubah jadi begini: Kembange kembang terong. Kepengin cemerong-cerong. Orde Baru pilihan inyong. Nah, itu sekadar contoh dan kelanjutannya menjadi tugas orang-orang Dikbud Kabupaten." (hlm. 95)</p></li><li><p>Basar mengalami dilema menghadapi feodalisme. Idealisnya membenci hal ini, menganggap negeri ini adalah negeri korup di Asia, bahkan dunia. Ia meragukan jabatannya sebagai kades, bingung hendak maju/mundur. Keluarganya mengharapkan ia sebagai kades; kalah menghadapi keadaan.</p></li><li><p>Kang Martasastang si ojek penyebrangan.</p></li><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-03 15:19:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3066786840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daftar Pustaka</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3086050812</link>
         <description><![CDATA[<p>I. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Ahmad_Tohari">https://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Ahmad_Tohari</a> | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-23 14:20:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3086050812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Term 2</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3209520612</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Sastra</strong></p></blockquote><ol><li><p>Tartuffe</p></li><li><p>SUH</p></li><li><p>Kronik</p></li><li><p>OOP</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-10 03:51:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3209520612</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272716668</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Selamat datang di dunia literasi saya!</strong></p><p>Halo! Perkenalkan nama saya Nihrira Azka Elkamila, dengan panggilan akrab Azka. Saya lahir di Magelang dan besar di kota penuh cerita, Yogyakatrta. Saya merupakan lulusan SMP Negeri 4 Pakem. Sekarang, saya tinggal di Boyolali untuk melanjutkan studi di SMA Pradita Dirgantara. Saya cukup tertarik mempelajari bahasa dan sastra, terutama bahasa dan sastra Indonesia karena banyak hal yang dapat saya pelajari. Sastra Indonesia membuka mata saya terhadap isu-isu global terkini bahkan isu-isu yang terjadi di masa lampau. Memicu pemikiran kritis dengan pengetahuan yang luas. Tak hanya itu, di Indonesian A saya juga belajar untuk mengungkapkan analisa terhadap beberapa instrumen sastra melalui tulisan. Proses pembelajaran ini sejalan dengan tujuan hidup saya sebagai pembelajar sepanjang hayat.</p><p><br/></p><p>Lihat kebawah untuk menilik proses saya!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/decb0abe599853ef5a9b842f318ca92f/433AD090_549B_4C94_9AB2_D899BCA467CC_1_201_a.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-27 13:34:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272716668</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272736348</link>
         <description><![CDATA[<p>1.⁠ ⁠Tema: Apa tema utama cerita ini? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh penulis?</p><p>2.⁠ ⁠Penokohan: Siapa saja tokoh utama dan pendukung? Bagaimana karakter atau sifat masing-masing tokoh?</p><p>3.⁠ ⁠Latar: Di mana dan kapan cerita ini berlangsung? Bagaimana suasana yang digambarkan?</p><p>4.⁠ ⁠Alur: Bagaimana urutan peristiwa dalam cerita? Apakah alurnya maju, mundur, atau campuran?</p><p>5.⁠ ⁠Konflik: Apa masalah utama dalam cerita? Bagaimana konflik tersebut memengaruhi tokoh dan jalan cerita?</p><p>6.⁠ ⁠Gaya Bahasa: Bagaimana penulis menggambarkan cerita? Apakah ada penggunaan majas, diksi, atau kalimat-kalimat khas tertentu?</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-27 14:30:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272736348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Intrinsik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272744239</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Gaya Bahasa</strong></p></li></ul><ol><li><p>Deskriptif</p></li></ol><p>Ahmad Tohari banyak menggunakan gaya bahasa deskriptif dengan menjelaskan secara detail kondisi kerusakan alam, kegiatan yang sedang berlangsung, atau bahkan menceritakan suasana latar tempat kejadian secara detail. Salah satu contohnya, setiap Ahmad Tohari menjelaskan kejadian yang ada pada warung Mak Sumeh, ia juga mendeskripsikan suasana proyek yang sedang terjadi di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat logika imajinatif audiens. </p><ol start="2"><li><p>Simbolisme</p></li></ol><p>Beberapa diksi simbolisme digunakan Ahmad Tohari seperti '...', '...', dan '...'. Pendekatan simbolisme bermanfaat untuk menambah kedalaman makna pada suatu hal. Contohnya, penggunaan diksi '...' lebih dekat di kalangan masyarakat karena latar belakang sejarah yang terjadi.</p><ol start="3"><li><p>Bahasa Keseharian</p></li></ol><p>Kata-kata keseharian banyak digunakan Ahmad Tohari untuk membuat situasi pada novel semakin realistis. Pendekatan ini membuat visualisasi tiap-tiap tokoh berbeda dan realistis karena penggunaan tatanan bahasa yang berbeda. </p><ol start="4"><li><p>Bahasa Daerah</p></li></ol><p>Banyak bahasa terapan, terutama bahasa Jawa dan dialek khasnya yang menjadi khas dialog di dalam novel. Tujuannya adalah untuk menjelaskan makna cerita secara dalam dengan makna-makna tertentu pada tiap diksi atau frasa bahasa daerah.</p><ol start="5"><li><p>Onomatope</p></li></ol><p><br></p><ul><li><p><strong>Amanat</strong></p></li></ul><p>Pesan yang dapat dipetik dari novel ini adalah menekankan betapa penting kejujuran dan efek dari korupsi berjangka panjang. Mengimplementasikan cara menyikapi persoalan hidup dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab. Pukulan keras adalah pada saat jembatan proyek itu runtuh akibat dari berbagai faktor yang membuat proyek tidak terlaksana sesuai semestinya. Tujuan penulis adalah supaya para pembaca menyadari bahwa dampak yang dirasakan tidak hanya pada diri kita melainkan juga kepada khalayak umum.</p><p><br></p><p>Dari masalah percintaan Kabul, dapat dipetik bahwa sudah sepatutnya memiliki keteguhan diri, terutama soal perasaan. Konflik besar dapat dipicu oleh perasaan labil dan kurangnya komunikasi antarindividu. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-27 14:51:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272744239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Ekstrinsik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272830956</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Latar Belakang Penulis</strong></p></blockquote><p>Iksaka Banu dilahirkan di Yogyakarta, 7 Oktober 1964. Menamatkan kuliah di Jurusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Bekerja di bidang periklanan di Jakarta hingga tahun 2006, kemudian memutuskan menjadi praktisi iklan yang bekerja lepas. <br>Semasa kanak-kanak (1974—1976), beberapa tulisannya dimuat di Rubrik Anak Harian Angkatan Bersenjata. Pernah pula dimuat di rubrik anak Kompas, dan majalah Kawanku. Setelah dewasa, kesibukan sebagai seorang pengarah seni di beberapa biro iklan membuatnya seolah lupa dunia tulis-menulis. </p><p><br>Pada tahun 2000, saat menunggu ibunya yang sakit, dia mencoba menulis sebuah cerita pendek. Ternyata dimuat di majalah Matra. Sejak itu, dia kembali giat menulis. Sejumlah karyanya muncul di majalah Femina, Horison, Majas, Jurnal Perempuan, Litera, koran Media Indonesia, dan Koran Tempo. Dua buah cerpennya, “Mawar di Kanal Macan” dan “Semua untuk Hindia” berturut-turut terpilih menjadi salah satu dari 20 cerpen terbaik Indonesia versi Pena Kencana tahun 2008 dan 2009. </p><p><br>Buku kumpulan cerita pendeknya yang bertema kolonial, <strong>Semua untuk Hindia (2014)</strong> dan Teh dan Pengkhianat (2019) meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa kategori prosa. Teh dan Pengkhianat juga menjadi buku kumpulan cerpen terbaik pilihan Badan Bahasa. Buku-bukunya yang lain adalah Ratu Sekop (2017) dan Sang Raja (2017). (Dikutip dari: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.belbuk.com/iksaka-banu/penulis/660">https://www.belbuk.com/iksaka-banu/penulis/660</a>, pada 28 Desember 2024 pukul 04.23 WIB)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.belbuk.com/iksaka-banu/penulis/660" />
         <pubDate>2024-12-27 21:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272830956</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272831200</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/785798167d43df9849973ea382192208/Cokelat___Hitam_Simple_Hari_Batik_Nasional_Poster.png" />
         <pubDate>2024-12-27 21:24:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272831200</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272831208</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/54cdf057ab41295af6325d24c6b80523/Cokelat___Hitam_Simple_Hari_Batik_Nasional_Poster.png" />
         <pubDate>2024-12-27 21:24:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3272831208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Intrinsik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277933903</link>
         <description><![CDATA[<var>Tema</var><p>Rangkaian ini menggambarkan tokoh Belanda yang menyadari ketidakadilan kolonial dan menciptakan narasi hibriditas budaya, sambil mengangkat semangat nasionalisme dalam perjuangan melawan penjajahan. Kritik terhadap kekuasaan kolonial muncul melalui konsep mimikri dan ambivalensi, serta ketimpangan sosial yang terlihat dalam eksploitasi ekonomi dan diskriminasi rasial. Tema-tema seperti pendidikan karakter, resistensi ideologis, wabah cacar, dan relasi kekuasaan memperlihatkan dinamika ketegangan antara penjajah dan pribumi.</p><p><br/></p><var>Alur</var><p>Alur yang digunakan pada kebanyakan cerita merupakan alur campuran. Garis waktu terus maju tapi beberapa saat tokoh atau penulis menceritakan kilas balik untuk menjelaskan latar belakang sebuah kejadian atau kondisi.</p><p><br/></p><var>Penokohan</var><p>a. Tokoh 'Aku' di setiap cerita. Pemeran 'Aku' tak mesti menjadi pemeran utama, tetapi juga menjadi pemeran pendukung atau pemerhati si sosok pemeran utama. </p><p>b. Tokoh bersejarah atau pahlawan. </p><p>c. Tokoh lainnya.</p><p><br/></p><var>Latar</var><p>Latar belakang yang digunakan Iksaka Banu dalam ceritanya juga beragam.</p><pre><code>a. Tempat</code></pre><p>Tempat yang ada dalam setiap kisah pendek merupakan tempat bersejarah, atau tempat dengan ornamen kolonialisme atau gaya Hindia kuno. </p><pre><code>b. Waktu</code></pre><p>Rentang waktu yang digunakan adalah mulai dari abad ke-16 (sekitar tahun 1500) hingga kemerdekaan Indonesia. Hal ini mendukung tema kolonialisme yang diangkat Banu.</p><pre><code>c. Suasana</code></pre><p>Pada setiap cerita, suasana yang mendominasi merupakan suasana bersitegang yang sadis dengan beberapa penyiksaan dalam bentuk perilaku brutal dan sadis. Meski begitu, untuk membangun efek terharu pada penulis, Banu juga menyelipkan beberapa momen bahagia tokohnya.</p><p><br/></p><var>Konflik</var><p>Dalam novel ini, terdapat berbagai jenis konflik, seperti konflik internal yang dialami oleh tokoh, konflik antar individu, konflik sosial, serta konflik politik. Semua konflik tersebut menggambarkan persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Hindia Belanda pada masa penjajahan.</p><p><br/></p><var>Gaya 
 Bahasa </var><p>Iksaka Banu menggunakan bahasa yang deskriptif dan menggunakan beberapa majas untuk memperkuat suasana dan imaji audiens. Beberapa pilihan diksi juga digunakan untuk menspesifikasikan aspek tertentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-31 23:22:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277933903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tema</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277959958</link>
         <description><![CDATA[<p>Kronik Betawi menceritakan epos sebuah keluarga besar dengan budaya Betawi yang melekat. Menyajikan intrik rumah tangga dan fragmen kehidupan sehari-hari. Penulis juga mengangkat beberapa isu global seperti ketimpangan sosial, pendidikan dan edukasi, tradisi dan kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan nasionalisme. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 00:57:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277959958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alur</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277960198</link>
         <description><![CDATA[<p>Kronik Betawi menggunakan alur campuran. Hal ini dapat diidentifikasi melalui ungkapan dan perilaku tokoh-tokohnya yang mengingat kejadian masa lampau, atau penulis menuliskan latar belakang dari sebuah kejadian sehingga menyajikan kilas balik kehidupan tokoh yang terjadi beberapa waktu silam. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 00:59:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277960198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penokohan</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277977309</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemeran utama pada novel ini merupakan Haji Jaelani, seorang laki-laki paruh baya yang memiliki 3 anak dari istri pertamanya yang sudah meninggal dan 1 anak dari istri keduanya.</p><p><br/></p><p>Haji Jaelani</p><p>Watak: Bersahaja, tegas, bijaksana, berkarisma, sabar, serta taat agama. Jaelani menjadi salah satu tokoh yang menengahi terjadinya konflik.</p><p><br/></p><p>Salomah</p><p>Istri kedua Haji Jaelani setelah istri pertamanya wafat. Salomah tetap mengurus rumah tangga layaknya seorang ibu pada umumnya. Ingin seluruh anaknya berpendidikan tinggi dan memiliki masa depan cerah. </p><p>Watak: Penyayang, visioner, cerewet, gugup, lugu</p><p><br/></p><p>Rimah</p><p>Istri pertam Haji Jaelani, penari lenong yang ayu dan menawan. Sosok ibu yang baik di sisa hidup bersama anaknya.</p><p>Watak: Lemah lembut, penyayang</p><p><br/></p><p>Juned</p><p>Anak laki-laki Jaelani dari Rimah yang hobinya membuat onar.</p><p>Watak: Apatis, pragmatis, lalai, pemalas, dan bebal.</p><p><br/></p><p>Jupri</p><p>Saudara Juned, selalu membuntuti Juned kemanapun Ia pergi. Wataknya serupa dengan Juned.</p><p>Watak: Apatis, pragmatis, lalai, bebal, dan penakut.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2591763477/ae5506e1545a6297329aed4cced95339/KRONIK_FAMILY_TREE.png" />
         <pubDate>2025-01-01 03:19:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277977309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penokohan </title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277979934</link>
         <description><![CDATA[<p>Enoh</p><p>Anak bungsu Haji Jaelani, ahli menari dan memiliki pemikiran yang bijaksana. Pacar dari Salempang dan akhirnya menikah dengan bahagia.</p><p>Watak: Visioner, lemah lembut, keras kepala, dan santun.</p><p><br/></p><p>Fauzan</p><p>Anak lelaki Jaelani dari rahim Salomah, berpendidikan tinggi sebanding dengan dedikasi dirinya dan dukungan kedua orang tuanya.</p><p>Watak: Bijaksana, supel, berwawasan luas, berbakti, dan cerdas.</p><p><br/></p><p>Haji Jarkasi</p><p>Adik kandung Jaelani yang hobi bermain gambang kromong. Memiliki selera yang baik dalam bidang seni dan ingin meneruskan pada generasi dibawahnya. Setia dengan istrinya meskipun terjadi cek-cok beberapa kali.</p><p>Watak: Tangguh, tradisionalis, supel, tetapi lugu dan gopoh-gopoh.</p><p><br/></p><p>Enden</p><p>Istri Haji Jarkasi yang sangat benci ketika anaknya menari. Hal ini disiasati dari rasa khawatirnya yang takut anaknya menjadi objek tidak pantas. Meskipun begitu, Ia tetap memiliki hubungan baik dengan anaknya.</p><p>Watak: Keras kepala, penyayang, overanalitis, mudah khawatir.</p><p><br/></p><p>Edah</p><p>Anak dari Haji Jarkasi dan Enden yang sangat keras kepala demi menggapai mimpinya. Ia sangat suka menari meskipun kejadian traumatis menimpanya.</p><p>Watak: Gigih, berdedikasi tinggi, bebal, visioner, dan santun.</p><p><br/></p><p>Juleha</p><p>Anak ketiga Bung Juned, anak perempuan satu-satunya. Dimadu oleh suaminya karena pernikahan mereka belum dikaruniai anak. Merupakan seseorang yang sangat peduli dan penyayang kendati karena rasa keibuannya yang tak dapat disalurkan. Pun begitu, Juleha berani membentak suaminya yang tak setia. Hidupnya sangat bersahaja dan selalu menjadi tameng utama ponakan-ponakannya yang membutuhkan bantuan.</p><p>Watak: Santun, lemah lembut, berani, tangguh, tabah, dan bersahaja.</p><p><br/></p><p>Jiih</p><p>Suami Juleha yang mendua karena kian waktu tidak mendapat buah hati dari istri pertamanya. Lakon penasihat agama di siaran radio dan televisi, dengan usaha percetakan yang menghidupinya.</p><p>Watak: Labil, agamis, besar kepala, manipulatif, dan ambisius.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 03:40:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277979934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penokohan</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277982564</link>
         <description><![CDATA[<p>Istri Kedua Jiih</p><p>Perempuan tidak tahu malu yang merebut suami Juleha, sering berkoar-koar di beberapa kejadian dan dengan seenaknya mengambil hak Juleha atas suaminya.</p><p>Watak: Sensasional, provokator, penyayang.</p><p><br/></p><p>Bung Juned</p><p>Merpakan seorang sakti yang secara tak sengaja mempelajari ilmu seorang Haji Ung, menjadi juru buat pagar gaib dan akhirnya dipanggil 'Bung'. Selama masa muda merupakan seseorang setia kepada tuannya dan bekerja dengan gigih. Dengan kesadaran diri, mengurusi sapi tuannya yang terlantar, akhirnya ia mendapat ganjarannya berupa beberapa sapi perah yang menjadi warisan untuk anaknya kelak. Meski begitu, kesetiaannya pada istri pertama yang ia nikahi karena belas kasihan memperoleh jalan buntu, ia akhirnya memadu istri pertamanya.</p><p><br/></p><p>Haji Ung</p><p>Orang sakti yang memiliki ilmu membuat pagar gaib. Cerdas dan bijaksana dalam menerapkan peraturan di masa kolonial.</p><p><br/></p><p>Tuan Henk</p><p>Tuan sapi perah tempat kerja Bung Juned yang juga sama baiknya seperti Bung Juned. Peduli terhadap pribumi dan memberikan balas budi terhadap Juned yang telah menolongnya</p><p><br/></p><p>Pei</p><p>Pemuda lugu yang ditolong Jaelani dan Jarkasi saat tampil tanjidor dan dikejar SATPOL PP.</p><p><br/></p><p>Perlente</p><p>Semena-mena, memaksa Jaelani menyerahkan tanahnya dengan alasan yang berbelit. Banyak omong dan jemawa.</p><p><br/></p><p>Wak Markum, Ibu Panjaitan, Togar Panjaitan</p><p>Tiga orang tetangga Jarkasi yang berkonflik tengah Togar menyetel lagu <em>rock</em> keras-keras. </p><p><br/></p><p>Bramantyo</p><p>Seorang oportunis yang memanipulasi Edah dan Enoh beserta keluarga mereka. Hampir-hampir menjual 7 remaja perempuan untuk dijadikan PSK di Jepang.</p><p><br/></p><p>Koh Tong Hiem</p><p>Pengusaha kain baik hati, kenalan lama keluarga besar Bung Juned yang bersedia memberikan seperangkat gambang kromong kepada Jarkasi supaya bisa melestarikan budaya kepada muda-mudi.</p><p><br/></p><p>Paimin</p><p>Tukang urus sapi yang direkrut Japri Juned lantaran mereka abai dengan kandang sapi yang diwariskan bapaknya. Gigih dalam pekerjaannya dan akhirnya sukses mengingu 200 ekor sapi miliknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 03:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277982564</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277984122</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Tempat</p></li></ul><p>Latar tempat yang digunakan dalam novel ini merupakan wilayah Jakarta. Banyak menceritakan kondisi perkampungan, gedung-gedung baru akibat modernisasi, atau bahkan arsitektur wisma tempat Enoh dan Edah disekap.</p><p><br/></p><ul><li><p>Waktu</p></li></ul><p>Latar waktu yang digunakan adalah cerita rentang zaman kolonialisme Jepang dan Belanda saat Bung Juned mempelajari ilmu Jiung (sekitar tahun 1942) hingga tragedi Trisakti (tahun 1998) saat Fauzan mengikuti demonstrasi besar-besaran.</p><p><br/></p><ul><li><p>Suasana</p></li></ul><p>Atmosfer yang ada dalam novel ini merupakan lingkungan yang sangat kental dengan budaya Betawi, bahkan penulis membangun atmosfer hingga percakapan dengan sudut pandang pertama selalu menggunakan aksen dan dialek Betawi. Hal ini ditujukan supaya pembaca dapat benar-benar masuk kedalam cerita dan merasakan jiwa tokoh-tokohnya untuk memahami sifat dan wataknya. </p><p><br/></p><p>Suasana kekeluargaan juga dibangun ketika terjadi konflik disorganisasi keluarga, yang lain saling membantu dan menyemangati. Suasana meriah yang dibangun pada saat pesta pernikahan, lawak yang muncul pada kehidupan sehari-hari, hingga perasaan was-was saat penculikan dua gadis turunan Bung Juned.</p><p><br/></p><p>Penulis benar-benar membangun suasana melalui setiap detail kecil yang identik dengan ornamen yang mendukung jalannya cerita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 04:12:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277984122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konflik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277985634</link>
         <description><![CDATA[<p>Konflik yang terjadi di dalam novel merupakan intrik keluarga dan kehidupan sehari-hari seperti pernikahan yang kian melapuk, modernisasi yang mengusir warga asli dari Jakarta, penculikan dan manipulasi demi mendapat keuntungan, sikap pragmatis dua anak Jaelani yang lepas tanggung jawab, dan masih banyak lagi. </p><p><br/></p><p>Tetapi, jalan besar yang mempengaruhi novel ini merupakan modernisasi yang menyebabkan keluarga Jaelani harus berpindah ke tempat yang baru, menghasilkan cerita dan memori kebersamaan anyar. </p><p><br/></p><p>Konflik rumah tangga yang dialami Juleha juga menjadikan hubungan antarindividu dalam keluarga itu semakin akrab. Enoh dan Edah yang semakin dekat dengan Encingnya, atau Salomah yang mulai membuka cerita dengan Juleha. Meskipun Ia banyak mengalami konflik batin, kedamaian atas kondisinya sekarang merupakan resolusi terbaiknya.</p><p><br/></p><p>Pada akhir cerita, resolusi konflik tidak semuanya menjadi sempurna tetapi menjadi penengah yang membuat damai anak, cucu, dan cicit Bung Juned.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 04:24:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277985634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gaya Bahasa</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277986976</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Ragam Bahasa Sehari-hari</p></li></ul><p>Penulis banyak menggunakan kata-kata non-formal supaya kesan yang dihasilkan tiap tokohnya tidak semata-mata kaku dan kolot. Hal ini juga digunakan untuk membedakan mana percakapan serius, bahagia, sedih, atau situasi lain dalam cerita. </p><p><br/></p><ul><li><p>Ragam Bahasa Daerah</p></li></ul><p>Upaya penggunaan ragam bahasa daerah ini diindikasikan dari penggunaan aksen dan dialek khas Betawi serta beberapa campuran kata-kata Betawi. Tidak hanya Betawi, pada tokoh-tokoh yang berasal dari daerah lain juga diberlakukan hal macam ini. </p><p><br/></p><p>Untuk para Betawi penggunaan kata 'kendiri', 'aye', atau bahkan 'lu, gua' masih kental digunakan. Penulis menggunakan aksen tambahan 'mBoyolali' saat Paimin mengungkapkan kalimatnya, diselingi dengan beberapa kata-kata berbahasa Jawa. Begitupula dengan Koh Tong Hiem yang dialognya diekspresikan penulis menggunakan selingan w, seperti "melarang" menjadi "welalang". </p><p><br/></p><p>Efek yang dirasakan penulis terhadap hal ini adalah gaungan suara, respons reaktif imaji auditif yang dihasilkan atas penggunaan bahasa daerah. Menunjukkan aspek keberagaman pada masyarakat.</p><p><br/></p><ul><li><p>Majas</p></li></ul><p>Karena novel ini menceritakan rakyat Betawi yang pada umumnya memang suka mengandaikan suatu hal, majas metafora banyak digunakan Ratih Kumala dalam mengekspresikan dialog tokohnya. Dikemas tetap dengan bahasa sehari-hari yang membuat pembaca menemukan senda gurau unik dan baru, efeknya adalah sebagai selingan supaya pembaca tidak bosan saat membaca cerita. Majas hiperbola juga digunakan pada beberapa kesempatan untuk mendramatisir situasi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 04:32:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277986976</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tema</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277996525</link>
         <description><![CDATA[<p>Buku naskah drama Tartuffe menceritakan konflik agama, hipokrit religius, penyelewengan kekuasaan, disorganisasi keluarga, dan diskriminasi gender. Dengan topik yang terkesan sangat lugas, Moliére berhasil menciptakan suasana deg-degan, geram, dan membangun suasana budaya klasik khas Eropa lama. Tujuan penulis adalah untuk menyampaikan pemanfaatan agama oleh beberapa orang sebagai alat manipulator dan provokator agar mendapatkan kesenangan duniawi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 05:28:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277996525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alur</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277996703</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerita menggunakan alur maju, dimulai dari kedatangan Tartuffe ke rumah keluarga Orgon, diikuti oleh perilaku buruknya. Konflik pun muncul antara Orgon dan anaknya yang dipaksa menikah dengan Tartuffe. Alur berlanjut dengan terungkapnya sifat asli Tartuffe, tindak penipuannya, hingga akhirnya Tartuffe dipenjara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 05:29:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3277996703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penokohan</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075330</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tartuffe</strong> sebagai lakon utama merupakan seorang hipokrit yang melandaskan agama sebagai asas kibulannya. Ia cerdik dan lihai dalam mengantarkan pesan-pesan Tuhan sebagai alat untuk mencuri kepercayaan orang lain sehingga mereka rela melakukan apa saja untuknya, meskipun Tartuffe menagih permintaan yang tidak masuk akal. Tartuffe menjadi figuran agama yang taat dan patuh, pun omongannya tak sepenuhnya salah, tetapi Ia memanfaatkan ungkapan kebaikan tersebut sebagai alasan untuk berbuat laknat.</p><p><br/></p><p>Ada beberapa lakon pendukung yaitu Orgon, Damis, Elmire, Cleanté, Mariane, Valére, dan Dorine. </p><p><br/></p><p><strong>Orgon</strong> merupakan korban dari ceramah takzim Tartuffe. Ia mudah percaya dengan omongan manis Tartuffe. Bak disihir, Ia dengan patuh menuruti perintah Tartuffe hingga melalaikan keluarganya, bahkan melayani Tartuffe layaknya budak. Orgon menjadi bebal atas peringatan dari anak-anaknya. Meski begitu, kesetiaan dan dedikasi untuk sesuatu yang dipercayainya sangat besar.</p><p><br/></p><p><strong>Elmire</strong> merupakan istri Orgon yang lemah lembut dan santun, wajahnya rupawan, hal ini memikat hati Tartuffe. Pun begitu, saat waktunya tiba, Ia dengan berani melawan Tartuffe dengan tangguh.</p><p><br/></p><p><strong>Cleanté</strong> merupakan kakak Elmire, bijaksana dan cerdas dalam mengatur strategi melawan Tartuffe dengan menyadarkan Orgon. Tak banyak bicara tetapi cerdas.</p><p><br/></p><p><strong>Mariane</strong> merupakan putri dari Orgon yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang ayahnya. Ia sedikit emosional dan labil mengenai kisah percintaannya, terbukti hubungannya dan Valeré berjalan secara emosional. Meski begitu, ia merupakan seorang yang santun dan penuh kasih.</p><p><br/></p><p><strong>Damis</strong> merupakan putra dari Orgon yang keras kepala dan emosional. Ia tak kuasa menahan amarah dan bentakan lantaran melihat kemunafikan Tartuffe, aksinya dilakukan tanpa strategi, secara impulsif menyerangnya. </p><p><br/></p><p><strong>Dorine</strong> merupakan pembantu keluarga Orgon yang setia membantu Mariane keluar dari masalah percintaannya. Bantuannya merupakan ide yang cerdas dan efisien. Ia juga bersikap keras kepala ketika sesuatu tak sesuai dengan idealismenya.</p><p><br/></p><p><strong>Valeré</strong> merupakan kekasih Mariane yang setia tetapi cukup labil dan emosional dalam menentukan keputusan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 12:28:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075486</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Tempat</p></li></ul><p>Kisah ini terjadi di Kota Paris, Prancis. Lingkungan yang dibangun disini bernuansa klasik khas Eropa yang identik dengan ornamen keagamaan.</p><p><br/></p><ul><li><p>Waktu</p></li></ul><p>Terjadi pada abad ke-17, saat itu merupakan masa konflik agama dan Reformasi Protestan (abad ke-16) yang menyebabkan perpecahan pada abad 17. Hal ini sejalan dengan sikap tampak saleh Tartuffe.</p><p><br/></p><ul><li><p>Suasana</p></li></ul><p>Suasana yang dibangun dalam kisah ini penuh ketegangan dan intrik batin, juga penulis mengusung suasana tenang dan takzim saat ada perhelatan agama di dalam cerita ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 12:29:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konflik</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075511</link>
         <description><![CDATA[<p>Konflik utama: Orgon yang menaruh kepercayaan penuh kepada Tartuffe dan dimanfaatkan oleh Tartuffe untuk diakuisisi hartanya dan memperlakukan Orgon seenaknya. Keluarga Orgon berusaha melawan Tartuffe untuk menyadarkan Orgon.</p><p><br/></p><p>Konflik pendukung: Perselisihan antara Valére dan Mariane akibat dari perjodohan Mariane dengan Tartuffe. Perjodohan ini dimanfaatkan Tartuffe untuk mengambil alih harta Orgon.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 12:29:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278075511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gaya Bahasa</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278080588</link>
         <description><![CDATA[<p>Moliére banyak menggunakan majas dalam penulisan karyanya. Beberapa kalimat monolog juga digunakannya untuk memperkuat penokohan. Ada berbagai diksi yang variatif dan beberapa susunan kata yang merupakan terapan bahasa asing. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 12:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3278080588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi</title>
         <author>nihriraazka</author>
         <link>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3518998552</link>
         <description><![CDATA[<p>Tulislah 3-5 hal yang sudah kamu kuasai dalam pembelajaran Indonesian A. Tuliskan faktor-faktor apa saja yang membuatmu berhasil! Apa yang sudah kamu lakukan sehingga kamu bisa menguasai hal tersebut?</p><p><br></p><ol><li><p>Pemikiran kritis dalam melihat sudut pandang yang terkandung dalam cerita</p></li><li><p>Kemampuan menginterpretasikan simbolisme/narasi visual</p></li><li><p>Menganalisis efek yang dirasakan kepada pembaca&nbsp;</p></li><li><p>Membuat struktur esai yang baik</p></li></ol><p><br><br><br></p><p>Tulislah 3-5 hal yang masih perlu kamu tingkatkan dalam pembelajaran Indonesian A. Faktor apa yang menghambatmu prosesmu untuk menguasai hal tersebut?</p><p><br></p><ol><li><p>Kedisiplinan. Akibat dari kurangnya rasa tanggung jawab selama beberapa semester terakhir. Akibatnya, nilai kurang maksimal</p></li><li><p>Latihan soal rutin: Time management masih kurang</p></li><li><p>Membuat struktur esai yang bagus: Bingung ada beberapa template struktur terutama dalam thesis statement.&nbsp;</p></li><li><p>Tidak tepat dalam menginterpretasikan objek yang tidak familiar. Perlu banyak baca2 lagi. Biasanya pengetahuan yang masih belum sempurna memicu kesalahan interpretasi.</p></li><li><p>Melihat satu sudut pandang saja, masih perlu meningkatkan pemikiran kritis.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-14 14:21:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nihriraazka/qqgh9r33gxp9tv2o/wish/3518998552</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
