<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>B.Indo assignment by Muhammad Bintang</title>
      <link>https://padlet.com/muhammadbintangradiata76/qqacg4oz9r089i4o</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-12-01 00:03:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-25 14:37:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadbintangradiata76</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadbintangradiata76/qqacg4oz9r089i4o/wish/2404348382</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1M_j6II97dUiOEXD1pvS_-ywpNuZEoH5X3tvLkHMcAco/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2022-12-01 00:05:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadbintangradiata76/qqacg4oz9r089i4o/wish/2404348382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resensi Novel Ranah 3 Warna</title>
         <author>muhammadbintangradiata76</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadbintangradiata76/qqacg4oz9r089i4o/wish/2404416945</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Resensi Novel Ranah 3 Warna</strong></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong>Identitas Buku</strong></div><ul><li>Judul Buku		: Ranah 3 Warna</li><li>Pengarang		: Ahmad Fuadi&nbsp; &nbsp;</li><li>Penerbit		: PT Gramedia Pustaka Utama</li><li>Tempat terbit	: Jl. Palmerah Barat, Jakarta</li><li>Tanggal terbit	: Januari 2011</li><li>Tebal buku		: 473 halaman</li><li>ISBN			: I<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/International_Standard_Book_Number">SBN</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Sumber_buku/978-979-22-4861-6">978-979-22-4861-6</a></li></ul><div><br><br><br><br></div><div><strong>Pembukaan</strong></div><div>Pengarang novel Ranah 3 Warna ini adalah Ahmad Fuadi seorang anak asli Maninjau Sumatra Barat. Ia lahir di Bayur, kampung kecil dipinggir danau maninjau tahun 1972. Fuadi merantau ke Jawa, memenuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kyai dan ustaz yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang mengajarkan kepadanya ‘mantra’ sederhana yang sangat kuat, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.</div><div><br></div><div>Lulus kuliah Hubungan Internasional, UNPAD, dia menjadi wartawan majalah Tempo. Tahun 1999, dia mendapat beasiswa Fullbright untuk kuliah S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University, USA. Tahun 2004 jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter.</div><div><br></div><div>Ahmad Fuadi telah mendapatkan 8 beasiswa untuk belajar di luar negeri. Dia telah mendapat kesempatan tinggal dan belajar di Kanada, Singapura, Amerika Serikat, dan Inggris. Kini Fuadi sibuk menulis, jadi pembicara dan motivator. Novel Ranah 3 Warna merupakan novel kedua dari trilogi novel Negeri 5 Menara.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Sinopsis</strong></div><div>Novel Ranah 3 Warna ini adalah buku kedua dari trilogi karya Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang Alif Fikri sebagai tokoh utama yang baru saja tamat dari Pondok Madani. Ia memiliki cita-cita ingin menempuh kuliah di ITB serta mempelajari jurusan Teknik Penerbangan seperti B.J. Habibie. Akan tetapi, karena Pondok Madani tidak mengeluarkan ijazah SMA dari kemendikbud Alif harus mengikuti ujian penyetaraan ijazah SMA dan setelah itu barulah Alif bisa mengikuti UMPTN. Usaha demi usaha ia lakukan untuk menempuh ujian tersebut. Alif yang lulusan Pondok Madani yang notabenenya memiliki kurikulum yang berbeda dengan sekolah pada umumnya harus mengejar materi SMA dari kelas 1 sampai 3 hanya dalam waktu beberapa bulan saja.</div><div><br></div><div>Kerja kerasnya untuk mengejar materi itupun tak sia-sia, ia berhasil diterima di Unpad jurusan Hubungan Internasional. Walaupun ini bukan yang ia cita-citakan, akan tetapi keinginan Alif untuk menempuh kuliah di Bandung dan masuk universitas favorit sudah tercapai. Meskipun Alif tidak diterima di ITB, ia tetap menjalani perkuliahannya dengan sungguh-sungguh. Seperti halnya di Pondok Madani, Alif masih mengalami masalah yang sama yaitu&nbsp; kekurangan uang yang disebabkan ibunda dari Alif sering terlambat mengirimkan uang karena mengurus ayahnya yang sedang sakit-sakitan.</div><div><br></div><div>Alif mencoba mengatasi masalah ini dengan menulis di koran-koran berita ternama nasional. Bahkan dengan menulis, ia kemudian bisa menghasilkan uang sendiri dan juga bisa mengirimkan uang kepada keluarganya di Maninjau, Sumatera Barat. Beberapa waktu kemudian, Alif terpilih sebagai mahasiswa yang diutus dalam program pertukaran pelajar ke Benua Amerika. Alif memilih negara Kanada sebagai tujuannya. Di sana ia tinggal bersama keluarga angkat. Mereka sangat dekat. Saat tiba waktu Alif untuk kembali ke Indonesia, keluarga angkatnya di Kanada sangat sedih. Namun Alif meninggalkan janji untuk mereka, kelak ia akan kembali ke Kanada. Janji tersebut ditepatinya 11 tahun kemudian. Ia kembali berkunjung ke Kanada bersama isterinya.</div><div><br></div><div><strong>Kelebihan dan Kekurangan<br><br>a. </strong>Kelebihan</div><div>Cover pada novel ini sangat menarik, terdapat beberapa bahasa di dalamnya, yakni bahasa Minang, Inggris, Arab, dan juga Perancis yang juga dilengkapi dengan artinya sehingga mudah dipahami pembaca dan juga menambah daya tarik tersendiri bagi pembeli. Jenis kertas yang digunakan di buku ini adalah <em>book paper </em>yang ringan dan memilki warna kekuning-kuningan yang hangat sehingga pembaca merasa lebih nyaman ketika membaca novel ini.<br>b. Kekurangan</div><div>Karena novel ini menggunakan kertas <em>book paper,</em> maka harganya juga menjadi lebih mahal.</div><div><br></div><div><strong>Tinjauan Bahasa</strong></div><div>Bahasa yang digunakan dalam novel ini menggunakan bahasa yang baku dan juga mudah dimengerti serta <em>relate </em>atau bisa dibilang sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di beberapa suku seperti Minang dan Sunda sehingga juga menambah daya tarik dari novel ini.</div><div><br></div><div><strong>Amanat</strong></div><div>Dalam novel ini diceritakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin asalkan seseorang itu mempunyai kemauan untuk berusaha dan bekerja keras serta bersabar dalam menghadapi segala ujian dalam kehidupan sehari-harinya. Jangan mudah menyerah dalam mengerjakan sesuatu dan tak lupa juga berserah diri kepada Allah SWT untuk hasil akhirnya nanti.</div><div><br><br><br><br></div><div><strong>Nilai moral</strong></div><ul><li>Berbakti kepada orang tua.</li></ul><div>Tokoh Alif tetap berusaha untuk membahagiakan orang tuanya walau dalam keadaan susah di rantau dengan mengirimkan uang kepada <em>amak </em>nya dari hasil menulis di beberapa surat kabar ternama.</div><ul><li>Tetaplah teguh pendirian, menjadi diri sendiri, dan jujurlah dalam segala hal.</li></ul><div>Alif menolak mentah-mentah ketika ada bahasan tentang joki karena ia selalu berpegang teguh pada ajaran <em>amak </em>nya dan juga ajaran Pondok Madani yang selalu mengedepankan kejujuran dan keikhlasan.</div><ul><li>Jangan merendahkan dan meremehkan orang lain. Semua orang memiliki hak yang sama untuk berusaha menggapai apa yang diinginkan.</li></ul><div>Ketika Alif mengatakan bahwa ia ingin kuliah di universitas favorit kepada Randai, sahabatnya semasa kecil ia diremehkan karena merupakan lulusan pesantren yang tidak memiliki ijazah SMA dan tidak bisa mengikuti UMPTN. Akan tetapi, setelah Alif mengikuti ujian penyetaraan untuk mendapatkan ijazah SMA ia bisa mengikuti UMPTN dan usahanya tidak sia-sia. Alif berhasil lolos ke salah satu PTN favorit di Bandung yaitu UNPAD.<br><br></div><div><strong>Penutup</strong></div><div>Novel Ranah 3 Warna ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan terutama para remaja yang mencemaskan cita-citanya. Kisah Alif Fikri yang dituliskan dengan sangat baik di novel ini memberikan kita konsep dasar atau landasan berpikir bahwa cita-cita harus selalu dikejar bagaimanapun caranya. Juga yang terpenting dan paling di <em>highlight</em> di novel ini adalah usaha kita juga harus diiringi dengan kesabaran sebab kita tidak tahu di mana letak rezeki kita di awal atau di akhir. Jangan sampai kita merugi hanya karena kurangnya kesabaran, padahal kita sudah berusaha semaksimal yang kita bisa.</div><div><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1309349916/d15a11e84fc459dae6f5396277d8b9ec/Sampul_buku_Ranah_3_Warna.jpg" />
         <pubDate>2022-12-01 01:15:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadbintangradiata76/qqacg4oz9r089i4o/wish/2404416945</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
