<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Kelompok 4 by Astrid Ningrum</title>
      <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4</link>
      <description>Dea Ananda Manullang
Astrid Cahya Ningrum
Angelika Sembiring
Celline Dion Pakpahan
Hafizh Siddiq </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-07 13:18:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-01-08 02:03:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>ASTRID CAHYA NINGRUM(XII IPS 2) </title>
         <author>astridningrum9</author>
         <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1980610163</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>PENGERTIAN KETIMPANGAN SOSIAL</strong><br><strong><em>&nbsp;Ketimpangan sosial </em></strong>dapat disebut juga ketidakadilan yang menyangkut masalah hak dan kesempatan setiap orang, ketidaksetaraan atau ketidakseimbangan yang terjadi di dalam masyarakat.&nbsp; <br>Adapun beberapa pengertian dari para ahli seperti :<br><strong><em>1. Jonathan Haughton<br></em></strong>Mendefinisikan ketimpangan sosial sebagai bentuk ketidakadilan yang terjadi dalam proses pembangunan<br><br><strong><em>2. William Ogburn<br></em></strong>Mendefinisikan ketimpangan sosial sebagai perubahan sosial yang melibatkan unsur-unsur dalam masyarakat yang saling berhubungan antara satu sama lain.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-07 14:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1980610163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Dea Ananda Manullang </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981319568</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas&nbsp; &nbsp; &nbsp;: XII IPS 2&nbsp;<br><br>Faktor internal dan eksternal penyebab terjadinya ketimpangan sosial<br><br>Faktor internal&nbsp;<br>&nbsp;- Tingkat pendidikan yang rendah&nbsp;<br>&nbsp;kualitas Sumber Daya Manusia yang lemah terjadi karena rendah nya tingkat pendidikan. Kurang nya pendidikan membuat masyarakat tidak dapat bersaing secara lokal maupun global, pendidikan dapat meningkatkan kualitas dan dapat melahirkan generasi yang cerdas dan mempunyai pemikiran yang jauh ke depan.karena pada dasarnya pendidikan mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu dan potensi diri seseorang&nbsp;<br><br><br>&nbsp;- Tingkat kesehatan yang rendah&nbsp;<br>&nbsp;Pendidikan yang rendah menimbulkan pemahaman yang kurang mengenai penting nya kesehatan. Masyarakat justru sering kali abai terhadap kesehatan nya sendiri. Lalu penyebab nya lain nya juga ada fasilitas yang tidak merata atau memadai. Contoh nya fasilitas RS yang terdapat di desa tentu akan berbeda dengan fasilitas RS yang ada di kota.<br><br>- Budaya kemiskinan&nbsp;<br>&nbsp;Budaya kemiskinan adalah&nbsp; biasanya seseorang&nbsp; lebih mudah bersikap menyerah karena mereka merasa bahwa hidup mereka tidak akan pernah berubah. Lalu sikap.apatis yang muncul juga di dalam lingkingan sekitar membuat kita akan merasa lebih abai lagi terhadap kondisi ekonomi sekarang.<br><br>Faktor eksternal &nbsp;<br>&nbsp;- peraturan resmi&nbsp;<br>&nbsp;Peraturan - peraturan resmi yang berlaku di masyarakat dapat membatasi atau memperkecil akes mengakibatkan kesenjangan&nbsp; sosial lalu terjadi nya hambatan dan tekanan struktural lalu munculnya kemiskinan struktural dan&nbsp; hal ini terjadi karena para masyarakat tidak dapat menggunakan sumber pendapatan yang tersedia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 00:58:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981319568</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASPEK-ASPEK PENYEBAB TERJADINYA KETIMPANGAN SOSIAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981336772</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Aspek Ekonomi<br></strong>1. Fatalisme<br>&nbsp; &nbsp;Menyerah pada nasib.Akibatnya bisa berdampak buruk terhadap kesempatan kesempatan yang ada dalam kehidupan manusia.<br><br>2.Rendahnya tingkat Aspirasi<br>&nbsp; Menurunya tingkat harapan dan tujuan untuk keberhasilan masyarakat.Akibatnya Rendahnya kesempatan untuk meningkatkan kesempatan untuk meningkatkan diri.<br><br>3.Rendahnya kemauan mengejar sasaran<br>&nbsp; Masyarakat tidak mau berusaha untuk mengejar tujuan yang akan dicapai.Akibatnya banyak masyarakat yang kurang mampu.<br><br>4.Kurang melihat kemajuan pribadi<br>&nbsp; &nbsp;Tidak mau peduli atau memperhatikan kehidupan diri sendiri.Akibatnya menjadikan masyarakat terhenti dengan usaha ataupun tujuan mereka.<br><br>5.Perasaan ketidakmampuan<br>&nbsp; Masyarakat menganggap bahwa dirinya rendah atau tidak bisa melakukan sesuatu.Akibatnya mereka tidak memiliki motivasi untuk memajukan dirinya.<br><br>6.Perasaan selalu gagal<br>&nbsp; &nbsp;Masyarakat berpikir bahwa usaha yg mereka buat akan slalu tidak berhasil.Akibatnya dorongan untuk maju sangat rendah.Dampaknya menyebabkan masyarakat malas untuk bersaing dalam hal apapun.<br><br>7.Perasaan menilai diri sendiri negatif<br>&nbsp; &nbsp;Masyarakat berpikir bahwa dirinya tidak bermanfaat.Akibatnya membuat msyrkt mengotorkan dirinya dari kebiasaan yg baik.<br><br>8.Pilihan sebagai pekerja kasar<br>&nbsp; &nbsp;Masyarakat beranggapan bahwa mereka punya kemampuan untuk <br>bekerja pada posisi yang berat.Contohnya kuli bangunan.<br><br>9.Tingkat kompromis yg menyedihkan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Kesepakatan yang kurang untuk peningkatan ekonomi masyarakat.Akibatnya masyarakat umumnya menjadi sasaran imbalan yang sangat rendah.<br><br><strong>Aspek Sosial<br>K</strong>arena stratifikasi sosial&nbsp; atau&nbsp; pelapisan sosial.banyak masyarakat hidup dengan kondisi yang berlebihan dan ada juga yang berkekurangan.Contohnya antara majikan dengan buruh.<br>Pelapisan sosial ada dua yaitu yang disengaja dan tidak disengaja.<br><br><strong>Aspek politik dan hukum <br></strong>Diperankan oleh orang orang yang berkemampuan dalam ekonomi dan pendidikan.Akibatnya Orang yang berkekurangan dalam hal Ekonomi dan pendidikan acuh.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 01:32:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981336772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Angelika Sembiring</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981348322</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Jenis-jenis ketimpangan akibat perubahan sosial<br><br>1. Ketimpangan pendidikan<br></strong>Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketimpangan sosial di bidang pendidikan:<br>- Sumber Daya Manusia&nbsp;<br>contohnya kurangnya kesadaran&nbsp; manusia akan pentingnya pendidikan<br>- infrastuktur<br>contohnya : kondisi bangunan yang kurang baik ,fasilitas yang tidak memadai , kurangnya tenaga pendidikan.<br>- Proses pembelajaran yang konvensional&nbsp;<br>contohnya&nbsp; : tidak ada hubungan yang baik antara guru dengan murid, guru tidak bersifat sebagai fasilitator, banyaknya sekolah yang tidak mengikuti perkembangan zaman.<br>- Lemahnya pendidikan nasional<br>contohnya :&nbsp; kurangnya kesadaran akan kebijakan pemerintah,&nbsp; kurangnya minat masyarakat untuk membaca , kurangnya mutu SDM dalam penguasaan bahasa asing .<strong><br>2. Ketimpangan Ekonomi<br></strong>Ada beberapa faktor dalam ketimpangan ekonomi:<br>- konsentrasi kegiatan ekonomi<br>- alokasi investasi<br>- rendahnya mobilitas faktor produksi antar daerah&nbsp;<br>- perbedaan SDA antar daerah<br>- perbedaan kondisi demografis antar daerah<br>- kurangnya perdagangan antar provinsi<br><strong>3. Ketimpangan Sosial Budaya<br></strong>ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketimpangan sosial budaya :<br>- kurangnya kemampuan daya pikir<br>- kurangnya kontak dengan budaya lain&nbsp;<br>- kemajuan teknologi yang cepat&nbsp;<br>- pertumbuhan budaya yang tidak rata </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 01:55:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981348322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hafizh Siddiq (XII IS 2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981352782</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak Ketimpangan Sosial di Indonesia dan Upaya Penanganannya<br><br>Dampak ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh 3 hal yaitu&nbsp; yaitu terjadinya monopoli, terjadinya kriminalitas dan melemahnya wirausaha.<br>1. <strong>Terjadinya</strong> <strong>monopoli</strong>, dalam hal ini ketimpangan sosial menjadikan kelompok yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Seseorang yang kaya akan memiliki kekuatan baik secara ekonomi,hukum dan politik. Hal tersebut tentu mengancam pedagang kecil yang tidak memiliki kesempatan baik secara modal maupun politik sehingga tidak mampu bersaing dan terancam bangkrut. Upaya dalam menangani terjadinya monopoli yaitu dengan meningkatkan keadilan dan hukum supaya memperoleh hak yang sama dengan cara memberantas mafia hukum, menghilangkan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) agar tidak menutup peluang bagi masyarakat dalam membangun karir.<br>2. <strong>Terjadinya</strong> <strong>kriminalitas</strong>, ketimpangan sosial dapat memunculkan kecemburuan bagi orang-orang yang berada dalan sertifikasi bawah. Artinya seseorang dapat melakukan tindakan kriminal demi mempertahankan hidup diri atau keluarganya. Kriminalitas dapat berupa perampokan, pencurian, pelecehan, dan pembunuhan. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya rasa aman dan nayaman dalam kehidupan sosial. Upaya dalam menangani terjadinya kriminalitas yaitu dengan membangun etos kerja yang baik,&nbsp; menciptakan lapangan kerja dan minimalkan kemisikinan, dengan cara tersebut secara langsung ataupun tidak langsung akan mengangkat ekonomi masyarakat dan bisa mengurangi terjadinya tindak kriminalitas, mengutamakan pendidikan agar dapat membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.<br>3. <strong>Melemahnya</strong> <strong>wirausaha</strong>, era globalisasi mejadikan para pemilik modal besar menguasai pasaran berbagai kebutuhan masyarakat. Hal ini mengakibatkan melemahnya semangat para wirausaha karena modal diremehkan. Sehingga terjadi peningkatan pengangguran dan melemahnya perekonomian. Upaya yang dilakukan dalam menangani melemahnya wirausaha yaitu dengan menciptakan lapangan kerja dan minimalkan kemiskinan dengan cara mengurangi pengangguran dengan mengadakan berbagai proyek pekerjaan, mengutamakan pendidikan agar dapat mencetak SDM yang cerdas dengan beasiswa dan upaya pemerintah dalam menambah anggaran pendidikan dalam APBN. Membangun etos kerja yang lebih baik artinya harus mampu mempersiapkan manusia-manusia yang dapat bersaing dalam dunia kerja, dan lebih profesional.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 02:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/astridningrum9/qkr56tfeszztzla4/wish/1981352782</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
