<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas prakarya by Ceramicmercury</title>
      <link>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x</link>
      <description>Made with magic</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:41:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-04-14 01:52:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Food loss</title>
         <author>vava99971</author>
         <link>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414617816</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Food loss</em> adalah sampah makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayuran,buah-buahan atau makanan yang masih mentah namun sudah tidak bisa diolah menjadi makanan dan akhirnya dibuang begitu saja.<br><br></div><div><em><br>Food loss</em> menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan untuk memasak. Di Indonesia sendiri kasus <em>food loss</em> sudah banyak terjadi, salah satunya yang terjadi di Banyuwangi dimana para petani buah naga membuang buah naga yang masih segar ke sungai. Keadaan ini sangat disayangkan sekali<br> Penyebab:&nbsp;</div><ul><li>Proses pra-panen tidak menghasilkan mutu yang diinginkan pasar.</li><li>Permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang bahan pangan tersebut.</li><li>Kurangnya permintaan konsumen di pasar.</li><li>Permainan harga pasar antara agen dan distributor yang menyebabkan harga melonjak tajam, dan ujung-ujungnya tidak terjual.</li><li>Terlalu lama di gudang dan lama kelamaan menjadi basi,berjamur, dan berbau busuk.</li><li>Tidak disimpan secara sempurna sehingga umurnya menjadi pendek.</li><li>Dan kalian yang kurang bijak membeli bahan makanan dan akhirnya bahan makanan tersebut membusuk di tempat penyimpanan (kulkas).</li></ul><div><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 01:42:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414617816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food waste</title>
         <author>vava99971</author>
         <link>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414628479</link>
         <description><![CDATA[<div>Food Waste</div><div><em>Food Waste</em> adalah makanan yang siap dikonsumsi oleh manusia namun dibuang begitu saja dan akhirnya menumpuk di TPA.</div><div><em>Food waste</em> yang menumpuk di TPA menghasilkan gas metana dan karbondioksida. Sedangkan keduanya tidak sehat untuk bumi.</div><div>Gas-gas tersebut terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon. Padahal, salah satu fungsi lapisan ozon adalah menjaga kestabilan suhu di bumi. Jika kestabilan suhu terganggu, maka terjadilah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut akibat dari mencairnya es di bumi.</div><div><br>Penyebab <em>food waste</em>:</div><ul><li>Tidak menghabiskan makanan.</li><li>Makan tidak sesuai dengan porsi makananmu.</li><li>Membeli atau memasak makanan yang tidak kalian sukai.</li><li>Gaya hidup (gengsi) menghabiskan makanan di depan orang ramai.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 01:46:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414628479</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan pangan</title>
         <author>vava99971</author>
         <link>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414633922</link>
         <description><![CDATA[<div>Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap manusia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Agar kebutuhan pangan masyarakat bisa tercapai, maka perlu dilakukan beberapa usaha. Salah satunya adalah dengan cara mewujudkan ketahanan pangan. Dilansir dari buku Urban Farming untuk Ketahanan Pangan (2019) karya Sitawati, Euis Elih, dan Dewi Ratih, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan. Tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.Aspek ketahanan pangan terdiri dari ketersediaan jumlah, keamanan, dan keterjangkauan harga. Ketersediaan pangan dibagi menjadi dua, yaitu cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat. Dari pembagian tersebut dapat diketahui bahwa masalah ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Masalah ketahanan merupakan salah satu masalah yang cukup serius. Sebab kesejahteraan masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan. Oleh sebab itu, ketahanan pangan mutlak untuk diwujudkan. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak pada pembangunan ekonomi yang kuat pula.<br><br><strong>&nbsp;Strategi mewujudkan ketahanan pangan <br></strong><br>Upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan terlihat dari pembentukan Badan Ketahanan Pangan yang bernaung di bawah Kementerian Pertanian.Program utama Badan Ketahanan Pangan adalah program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut diwujudkan melalui beberapa fokus kegiatan. Dilansir dari laman resmi Badan Ketahanan Pangan, dijelaskan beberapa fokus kegiatannya, yaitu: Pemerataan kesejahteraan dan penanganan kemiskinan dan rawan pangan. Kegiatan ini diwujudkan melalui program pekarangan pangan lestari, pengembangan korporasi usaha tani, program lumbung pangan masyarakat, dan program pertanian keluarga. Stabilitas harga dan pasokan pangan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengembangan usaha pangan masyarakat, monitoring harga dan pasokan pangan, serta cadangan pangan. Peningkatan diversifikasi pangan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengembangan industri pangan lokal dan gerakan konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman. Baca juga: Mengelola Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Pengawasan keamanan pangan dan mutu pangan segar asal tumbuhan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengawasan keamanan dan mutu pangan segar serta penguatan kelembagaan OKKP. Analisis, Kajian, dan Kebijakan Kegiatan ini diwujudkan melalui peta ketahanan dan kerentanan pangan, neraca bahan makanan, sistem kewaspadaan pangan dan gizi, serta monitoring stok beras di penggilingan dan di pedagang.<br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 01:48:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vava99971/qjjxpffev9u5ij2x/wish/1414633922</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
