<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>RUANG KOLABORASI by Siti Hamidah</title>
      <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c</link>
      <description>Prinsip Pembelajaran KHD sesuai dengan Kontek daerah masing-masing</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-19 06:58:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-21 22:22:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pembelajaran KHD sesuai Konteks Daerah Banyuwangi (Ariyan Pradana_CGP Banyuwangi 6)</title>
         <author>ariyanpradana22</author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685803569</link>
         <description><![CDATA[<div>(1) Di Banyuwangi, masih memegang erat budaya gotong royong. Ketika membangun rumah/mushola, atau hajatan/kematian, semua warga kompak saling membantu dalam tenaga, materi, atau support.<br>(2) Dalam pembelajaran, hal ini dikenal dengan istilah kolaborasi. Bisa dilaksanakan dengan model Problem Based Learning atau Project Based Learning. Pada intinya, semua berpusat pada siswa, mereka saling berkolaborasi untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang disajikan.<br>(3) Gotong Royong yang merupakan salah satu karakter profil Pancasila yang harus ditanamkan kepada anak didik sehingga ke depan mereka bisa saling bahu membahu untuk membangun Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 09:44:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685803569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Pembelajaran KHD sesuai konteks daerah Banyuwangi_Eviani.M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685885339</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>Gandrung Sewu&nbsp;</mark>&nbsp;adalah akronim dari Gugah Anak Mandiri dan Ulung dengan jurus Senang Erat Wahana&nbsp; Utama. Filosofi dari kerangka pembelajaran yg ingin saya lakukan adalah fokus pada&nbsp;<mark>Sewu<br></mark>Senang : Pembelajaran yang menyenangkan sesuai dgn kodrat keadaan.<br>Erat : Pembelajaran Kolaboratif<br>Wahana : Pembelajaran yang tdk berhenti diruang2 kelas<br>Utama :&nbsp; pembelajaran yg berorientasi pada anak <br>Dengan metode proyek menggunakan media Loosepart.<br>Desain pembelajaran tersebut bertujuan menginisiasi tumbuhnya profil pelajar pancasila dalam duri anak sejak usia dini.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 11:43:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685885339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran KHD yang sesuai konteks daerah Banyuwangi (SULIS MANGESTI_CGP BANYUWANGI 6)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685901301</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Di daerah Banyuwangi yang merupakan daerah yang masih memegang teguh nilai - nilai budaya. Masyarakat yang masih kental dengan nilai nilai budaya yang diaplikasikan dalam berkehidupan bermasyarakat. Salah satu budaya yang masih tetap berjalan adalah budaya "GUYUP" atau dengan kata lain adalah gotong royong. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan"GUYUP". Misalnya ada pernikahan, kematian,bangun rumah atau acara yang lainnya yang membutuhkan bantuan banyak orang. Di Banyuwangi ketika ada acara acara tersebut tanpa ada komando masyarakat terdekat akan membantu secara sukarela gotong royong. Bahkan tidak hanya tenaga saja materi dan suport pun dilaksanakan.<br>2. Nilai gotong royong itulah "guyup" itulah yang melandasi penerapan pembelajaran di sekolah saya.&nbsp; Bentuk pembelajaran yang berbentuk kolaborasi pembelajaran berbasis proyek. Dimana prinsipnya proyek dilaksanakan sesuai dengan kodrat anak. Baik kodrat alam ataupun zaman. Dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih projeknya sendiri. Misalnya dengan tema kembali ke alam, anak anak diajak berkebun kemudian anak diberi kebebasan untuk memilih jenis tanamannya. Anak anak dibiarkan menanam dan merawat tanamannya sendiri. Dengan tetap ada guru sebagai fasilitator. Dengan kelompok anak anak dibiarkan berkreasi dengan kelompoknya, menerapkan sistem "guyup" gotong royong dalam merawat tanaman. Dengan harapan anak mampu berkolaborasi dalam menyelesaikan suatu masalah, guru membei ruang belajar seluas- luasnya untuk anak menggali potensi mereka. Dan mengembangkan kreatifitas dan kemandirian tanpa meninggalkan peran guru sebagai fasilitator dan teman belajar yang baik bagi anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 12:03:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685901301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Pembelajaran KHD sesuai Konteks Daerah Banyuwangi (Aris Hartati_ CGP Banyuwangi 6)</title>
         <author>arishartati82</author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685937457</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong>&nbsp; &nbsp;<strong>Kreatif dan Inovatif.</strong> Seperti yang sekarang banyak bermunculan tempat-tempat wisata dan kuliner dengan mengangkat atau menyajikan nilai ke khas-an daerah Banyuwangi. Misalnya untuk tempat yg awalnya belum dipoles atau dibangun fasilitas wisata yang ramah lingkungan dengan biaya yang murah meriah seperti di Puncak Asmoro, De Jawatan, Desa wisata Kemiren dan lainnya ditambah dengan kuliner makanan khas Banyuwangi, mulai dari rujak soto, pecel rawon, pecel pitik, nasi tempong, kue cucur dan masih banyak lagi.</div><div><strong>2.</strong>&nbsp; &nbsp;Dalam pembelajaran diterapkan untuk menyelesaikan tugas berbasis proyek. Dimana prinsipnya proyek dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak dan diberikan kebebasan pada anak untuk bisa berkreasi dan berinovasi dalam menyelesaikan tugas proyeknya dan mempunyai nilai positif serta nilai jual.</div><div><strong>3.</strong>&nbsp; &nbsp;Nilai kreatif dan inovatif inilah yang merupakan salah satu karakter profil Pemuda Pancasila yang harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik sehingga mereka bisa menyesuaikan diri dan berusaha untuk mencari dan mewujudkan hal-hal baru yang bisa menambah nilai positif yang menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Sehingga bermanfaat baik secara langsung pada dirinya sendiri ataupun orang lain.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 12:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685937457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip pembelajaran KHD yang sesuai dg konteks daerah Banyuwangi_CGP_Chitra arti maharani_Banyuwangi 6</title>
         <author>chitra_maharani2010</author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685970295</link>
         <description><![CDATA[<div>"Gotong royong " merupakan budaya masyarakat Banyuwangi yg masih kita temui pd masa sekarang ini misalnya budaya "melabot" atau "rewang" jika tetangganya sedang punya gawe ataupun pada saat tetangganya mendapat musibah, mereka datang dg sukarela untuk menawarkan bantuan&nbsp;<br><br>Gotong royong dalam pembelajaran sama dg berkolaborasi. Dg gotong royong pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat terselesaikan. Demikian pula saat berkolaborasi dlm pembelajaran akan memperkaya khasanah karena masing masing siswa dapat menyumbangkan idenya yg beragam dan tentunya lebih meningkatkan kreativitas.&nbsp;<br>Adapun nilai-nilai yg sesuai dg profil pelajar Pancasila dalam hal ini adalah gotong royong, kemandirian dan kreativitas.<br><br>Pembelajaran yg dapat dilakukan secara kolaborasi salah satunya adalah pembelajaran berbasis proyek. Tentunya proyek disini harus dsesuaikan dg kearifan lokal budaya Banyuwangi hal ini berhubungan dg kodrat alam dan kodrat zaman dari anak didik kita. Kodrat alam berhubungan dg kondisi alam dan geografis, sedangkan kodrat zaman berhubungan dg perkembangan zaman dimana anak diharapkan memiliki ketrampilan abad 21 tetapi tetap mampu menyaring pengaruh dari luar. Think localy...act globally...</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 13:04:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1685970295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Pembelajaran KHD sesuai dengan Kontek daerah Banyuwangi khususnya sekolah saya [Tatin Yuliastuti_CGP 3 Banyuwangi 6]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686081276</link>
         <description><![CDATA[<div>Budi pekerti dengan pembelajaran yang kreatif, dimana dalam&nbsp; proses pembelajarannya&nbsp; memasukkan unsur budaya dan karakter bangsa dan menggunakan pendekatan proses belajar atau metode pembelajaran Project Based Learning. Dengan tidak mengesampingkan Merdeka Belajar. Unsur budaya kearifan lokal Banyuwangi khususnya yang salah satunya dituangkan dalam bentuk tarian khas Banyuwangi yaitu Tari Gandrung. Tarian ini sering ditampilkan di<br>&nbsp;berbagai macam event, diantaranya pada saat memperingati Hari Jadi Banyuwangi diadakan Gandrung Sewu yang diikuti oleh seluruh seniman di Banyuwangi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 14:09:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686081276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Pembelajaran KHD yang sesuai dengan konteks Daerah Banyuwangi (Soraida_CGP Banyuwangi 6)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686092820</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Salah satu budaya masyarakat Banyuwangi yang sampai sekarang masih bisa kita lihat adalah sikap gotong royong (guyup) ketika saudara, tetangga maupun orang kita kenal mempunyai hajatan pernikahan, sunatan, pindah rumah atau ada yang meninggal dunia. mereka secara sukarela datang membantu dan memberi dukungan baik berupa materi maupun tenaga.<br>2. Berdasarkan nilai gotong royong yang tertanam di masyarakat inilah kita&nbsp; terapkan didalam pembelajaran disekolah melalui pembelajaran berbasis proyek dalam bentuk kelompok. dimana para siswa&nbsp; bisa berkolaborasi  dalam menyelesaikan tugas dengan cara yang mereka pilih sesuai kreatifitas dan potensi masing-masing dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. agar produk yang dihasilkan bernilai guna.<br><br>3. Melalui pembelajaran berbasis proyek tersebut diharapkan para siswa mampu menerapkan nilai-nilai yang ada didalam profil pelajar pancasila dan terwujudnya merdeka belajar. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 14:15:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686092820</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip nilai-nilai positif Pembelajaran KHD yang sesuai dengan budaya lokal Banyuwangi_Wahyu Windari_CGP_Banyuwangi 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686095336</link>
         <description><![CDATA[<div>Niai-nilai positif Pembelajaran KHD yang sesuai dengan profil pelajar pancasila dan menjadi kearifan lokal rakyat Banyuwangi adalah hidup bergotong royong, menurut kebudayaan dan filsafat kearifan lokal Banyuwangi dengan gotong royong saling bahu membahu atau GUYUB untuk membantu baik tetangganya yang sedang membangun rumah, merayakan pernikahan/sunatan bahkan tetangga yang sedang kesusahan karena musibah, mereka berbondong-berbondong meringankan beban mereka. menurut filsafat dan budaya Banyuwangi dengan hidup gotong royong akan meringankan beban pekerjaan dan mempercepat waktu penyelesaian. gotong royong juga mewarnai diskusi dan menjalin silaturahmi untuk bertemu tetangga dengan situasi yang berbeda. Diskusi yang terjadi di dalam gotong royong menyebabkan masyarakat menjadi berpikir kritis dan kreatif dalam membantu menyelesaikan masalah tetangganya.&nbsp;<br>dari filosofi tersebut maka nilai-nilai budaya gotong royong dari masyarakat Banyuwangi tersebut harus dilatihkan kepada generasi muda seperti anak didik kita untuk menjadi generasi solutif ketika menghadapi masalah atau program yang diperlukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar anak didik. sesuai kodrat alam dan kodrat jaman dimana guru harus menghamba pada anak sehingga menjadikan anak menjadi wellbeing dalam kehidupannya.&nbsp;<br>harapan tersebut dapat dilatihkan salah satunya dalam pembelajaran berbasis proyek, dimana anak didik merancang suatu proyek untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi pada masa pandemi ini. Pembelajaran berbasis proyek yang akan dirancang oleh siswa dibuat secara berkelompok. dengan rancangan tersebut, maka dapat mengambil nilai kreatif dan inovatif dari rancangan yang mereka buat. rancangan yang dibuat kemudian dipresetasikan kepada kelompok lain dari proses ini anak didik mengambil nilai berpikir kritis, dan komunikatif untuk menyampaikan pendapat demi kesempurnaan karya yang dirancang oleh temannya.&nbsp;<br>Maka dapat disimpulkan pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan kearifan lokal Banyuwangi yang nilai-nilai luhurnya harus diwariskan keada generasi penerus agar tidak lekang oleh jaman.&nbsp;<br>tentunya sesuai dengan kodrat zaman proses proyek tersebut didokumentasikan di medsos anak seperti instagram, tik tok yang menggunakan hastag gurunya agar memperoleh feedback dari guru yang menilai baik karakter budaya gotong royong dan nilai proyeknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 14:16:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686095336</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip pembelajaran KHD  sesuai dengan kontek daerah. Yusa ana fitria</title>
         <author>yusaanafitria01</author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686821101</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu budaya yang terkenal di banyuwangi adalah tari gandrung. Tari gandrung mampu mengarahkan anak untuk melakukan olah rasa, olah cipta, cipta karsa dan olah raga. Perkembangan tari gandrung makin pesat setelah digelar kegiatan gandrung sewu serta menjadikan tari gandrung sebagai salah satu tarian wajib bagi anak di banyuwangi. Sehingga tari tersebut di ajarkan disekolah-sekolah. Dalam pembelajarannya anak harus merasa nyaman, karena itu guru dituntut harus lebih kreatif lagi dalam pembelajaran</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 23:02:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1686821101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRINSIP PEMBELAJARAN KHD SESUAI KONTEKS BUDAYA LOKAL (DAERAH BANYUWANGI)_Nanin Pasroni_CGP 3_Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687248637</link>
         <description><![CDATA[<div>Prinsip Pemikiran KHD sesuai konteks Budaya Lokal daerah Banyuwangi kami contohkan adalah Tari Gandrung : Tarian ini merupakan identitas dari masyarakat Banyuwangi, ada banyak nilai-nilai filosofi hidup yang didalamnya. Sampai sekarang tari ini menjadi sajian untuk meyambut tamu sebagai bentuk penghormatan. Filosofi tarian ini&nbsp; antara lain sebagai bentuk "rasa syukur, kemandirian, keramahan, kolaborasi/kerjasama, dan mencerminkan kebahagiaan selain juga terkadung nilai patriotisme (saat itu sarana untuk berjuang) &nbsp;<br>Nilai-nilai filosofi masyarakat Banyuwangi tersebut sangat jelas sesuai dengan Prinsip Pemikiran KHD, tentu saja tugas kita sebagai pendidik mengajarkan, mewariskan dan melatihkan nilai-nilai jati diri dari masyarakat Banyuwangi melalui Tarian tersebut pada generasi muda sehingga mampu menjawab meghadapi arus perubahan globalisasi sekarang ini.&nbsp;<br>Kerangka pembelajaran yang kami lakukan dengan cara pembelajaran berbasis Projac Based Learing memasukkan pada salah satu materi pembelajaran pada salah satu KD. Rancangan pembelajaran sebelumnya kami siapkan beroroentasi pada anak dengandilakukan secara berkelompok (kolaborasi) dan kegiatan pembelajaran di lakukan di luar kelas sehingga anak lebih bisa berekspresi dan dilakukan dengan rasa senang. Bekerja kelompok akan melatih mereka untuk mampu berkolabrasi dan berfikir kritis. Kemudian setelah berkolaborasi mereka selanjutnya memperagakan tarian, dari sinilah melatihkan nilai kemandirian, kolaborasi dan keramahan.&nbsp;<br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-20 03:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687248637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip nilai-nilai Positif Pembelajaran KHD yang sesuai dengan budaya lokal Banyuwangi (Gandrung Sewu)_AKHLAKUL KARIMAH_CGP_Banyuwangi 6</title>
         <author>akhlakulkarimah42</author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687492018</link>
         <description><![CDATA[<div>Aktivitas berpikir manusia telah membentuk dan mengembangkan konteks sosio-kulturalnya; telah menghumanisasi alam sehingga mengalami transformasi menjadi kebudayaan. Kecuali itu, aktivitas berpikir merupakan langkah awal manusia untuk mengaktualkan potensi-potensi dirinya.&nbsp; Di Banyuwangi konteks Budaya Lokal yang kami contohkan adalah Ikon Gandrung Sewu, Dimana kamimengadopsi Gandrung sewu adalah Gugah anak mandiri dan Ulung. Dimana kami menharapkan anak yang mendapatkan proses pembelajaran yang menyenangkan, dengan melakukan pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran berbasis lingkungan sekitar dan pembelajaran berorientasi pada anak.Dengan berpikir manusia memulai proses awal belajar: bagaimana ia berperilaku dan bersikap kepada diri, sesama dan lingkungan alamnya. Berpikir adalah aktivatas dasar manusia dan merupakan pintu masuk ke arah pendidikan kemanusiaan dan pemeliharaan lingkungan alam dan sosial.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-20 05:58:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687492018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran KHD sesuai:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687649573</link>
         <description><![CDATA[<div>Konteks Daerah Banyuwangi_Vinda Puspa D.T, S.Pd<br>Gandrung sewu merupakan maskot dari Kabupaten Banyuwangi, Dengan kita memberikan pembelajaran dan kegiatan yang menyesuaikan dengan apa yang dikehendaki oleh anak merupakan berfokus pada anak.<br>Dengan tari gandrung kita dapat memberikan anak yaitu menggembangka 6 aspek perkembangan yang meliputi Nam, sosem, fisik motorik, seni, kognitif, bahasa. dengan kegiatan ini sangat perlu diajarkan atau diberikan untuk anak didik  dari semua tingkat/ jenjang. Melestarikan kebudayaan adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk melestarikan kebudayaan daerah masing-masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-20 08:18:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sthmdh05/qininmtnf6s8pr5c/wish/1687649573</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
