<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>FOOD LOSS AND FOOD WASTE by Keysha Bhuvana</title>
      <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo</link>
      <description>Food Condition</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:44:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-09 15:35:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>FOOD WASTAGE </title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1427714000</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam bahasa Indonesia food wastage berarti pemborosan makanan. Kini pemborosan makanan menjadi masalah serius dunia. Dimana pemborosan makanan sangat disayangkan. Karena kian hari penduduk bumi terus bertambah dan keadaan bumi juga tak berubah. Pertambahan penduduk tentu  juga meningkatkan kebutuhan pangan di dunia untuk memenuhi konsumsi. Namun, sampai saat ini masih banyak terjadi food wastage baik itu food loss ataupun food waste. Banyak makanan yang dalam proses produksi hingga distribusinya terbuang ataupun makanan yang layak konsumsi namun dibuang. Hal-hal seperti itu yang menyebabkan adanya sampah makanan. Sampah makanan adalah makanan yang telah dibuang dan menjadi sampah sehingga tidak dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan lagi. Bahkan terkadang sampah makanan ada karena ulah manusia yang berlebihan dan boros. Seperti menimbun terlalu banyak makanan yang akhirnya tidak bisa dikonsumsi dan terbuang, atau hal kecil lain seperti tidak menghabiskan porsi makan karena gengsi dan tidak suka dengan makanannya. Padahal diluar sana masih banyak orang yang sulit mendapat makanan baik masalah ekonomi, sosial, maupun geografi. Tercatat 925 juta orang menderita kelaparan di dunia. Pernyataan tersebut seharusnya menjadi alasan untuk menyadarkan manusia untuk harus lebih bersyukur dan terlibat dalam mengurangi sampah makanan demi terpebuhinya kebutuhan konsumsi dan menjaga alam. Foos wastage sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu food loss dan food waste. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-17 04:12:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1427714000</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD LOSS</title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429005387</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Food and Agricultural Organization of The United Nations (FAO) dalam <em>The State of Food Agriculture 2019</em>, <em>food loss </em>adalah penurunan kuantitas atau kualitas makanan akibat keputusan dan perilaku pemasok makanan di luar <em>retail</em>, penyedia jasa makanan, dan konsumen. Sehingga food loss ini ada karena bahan pangan yang sedang di masa produksi, distribusi, atau pasar terbuang. Food loss biasanya berupa buah-buahan, sayuran, ataupun bahan mentah yang sudah tidak bisa diolah lagi. Food loss makanan yang terbuang sebelum sampai ke konsumen. Penyebab food loss sendiri sangat beragam, diantaranya :&nbsp;</div><ul><li>Proses pra-panen tidak berhasil&nbsp; menghasilkan hasil panen yang berkualitas atau tidak sesuai dengan yang diinginkan pasar. Biasanya akibat perubahan iklim dan cuaca yang tidak pasti sehingga bahan pangan seperti buah atau sayuran cepat busuk dan memiliki wujud dan rasa yang tidak sesuai dengan keinginan pasar. Sehingga bahan pangan tersebut akhirnya terbuang sia-sia.</li><li>Proses distribusi yang kurang baik. Seperti melempar sayur atau buah yang akhirnya busuk. Wujud bahan pangan menjadi buruk dan membusuk. Sehingga tidak diterima pasar dan tidak akan laku terjual dengan harga normal hingga akhirnya terbuang.&nbsp;</li><li>Permainan harga pasar antara agen dan distributor yang mengakibatkan harga menjadi sangat tinggi sehingga konsumen tidak tertarik untuk membeli dan menjadi tidak terjual lalu membusuk.</li><li>Proses penyimpanan yang terlalu lama baik pada gudang agen maupun tempat penyimpanan distributor yang mengakibatkan bahan pangan menjadi busuk, basi, bahkan berjamur hingga dibuang sia-sia.&nbsp;</li><li>Proses penyimpanan yang kurang tepat. Misalnya seharusnya diletakkan di tempat yang memiliki suhu kamar, tetapi diletakkan di tempat dengan suhu terlalu tinggi bahkan terlalu rendah yang mengakibatkan bahan pangan menjadi memiliki jangka simpan atau umur yang pendek sehingga menjadi lebih cepat busuk dan pada akhirnya tidak dapat terjual.&nbsp;</li><li>Berkurangnya permintaan konsumen di pasar sehingga bahan pangan menjadi tidak laku. Biasanya hal ini diakibatkan karena harga yang naik atau ada bahan pangan pengganti yang lebih murah dengan rasa yang lebih enak atau sedang trend.&nbsp;</li></ul><div>Berikut merupakan hal-hal yang mengakibatkan food loss. Sehingga sebelum bisa dikonsumsi bahan pangan sudah mengalami kerusakan hingga terbuang begitu saja. Untuk mengurangi food loss sendiri perlu diupayakan beberapa perilaku atau proses produksi dan distribusi yang lebih baik oleh produsen dan distributor.&nbsp; Berikut diantaranya :&nbsp;</div><ul><li>Menyiapkan jadwal tanam yang sesuai dan dipastikan keadaan iklimnya agar hasil produksi maksimal. Sehingga saat panen hasilnya berkualitas.&nbsp;</li><li>Menyiapkan sarana distribusi yang maksimal dan melakukan proses distribusi dengan hati-hati jangan sampai bahan pangan yang akan dijual mengalami kerusakan akibat proses distribusi yang kasar atau tidak hati-hati.&nbsp;</li><li>Distributor atau pedagang harus lebih bijak dalam menimbun atau menyimpan bahan dagangan. Hal ini berarti harus diperkirakan banyak barang yang terjual dengan barang yang akan disimpan digudang. Agar tidak terlalu banyak menyimpan barang di gudang yang jika terlalu sama tersimpan akan menjadi busuk atau basi dan tidak dapat dijual kembali.&nbsp;</li><li>&nbsp;Pengaturan harga pasar oleh agen atau distributor yang sesuai dan bijak. Jangan mengejar untung yang tinggi hingga pada akhirnya tidak laku.</li></ul><div>Masalah meningkatnya food loss menjadi sangat miris. Jika diingat ada banyak penduduk bumi yang menderita kelaparan, tetapi masih banyak makanan yang terbuang karena ulah manusia itu sendiri. Untuk memanfaatkan food loss, jika buah-buahan atau sayuran yang sudah tidak laku di pasaran dan masih ada kemungkinan untuk dikonsumsi sebaiknya diberikan untuk pangan hewan yang bisa memakannya. Dengan begitu makanan yang terbuang akan masih memiliki nilai konsumsi dan bermanfaat bagi makhluk hidup. </div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 01:54:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429005387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD WASTE</title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429082599</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Food and Agricultural Organization of The United Nations (FAO) dalam <em>The State of Food Agriculture 2019</em>, <em>food waste </em>adalah penurunan kuantitas atau kualitas makanan akibat keputusan dan perilaku <em>retail, </em>penyedia jasa makanan, dan konsumen. Jadi food waste adalah produk makanan yang masih bisa dikonsumsi dengan layak namun dibuang tanpa alasan atau mendekati masa kadaluwarsanya. Kini food waste banyak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA. Padahal sampah makanan yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA menghasilkan gas metana dan karbondioksida yang buruk bagi lingkungan dan bumi. Gas tersebut akan terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon. Padahal, salah satu fungsi lapisan ozon yaitu bisa menjaga kestabilan suhu di bumi. Jika kestabilan suhu terganggu, terjadilah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di bumi. Penyebab food waste antara lain :</div><ul><li>Konsumen mengambil porsi makan yang lebih banyak dari porsi normalnya. Sehingga makanan tersebut tidak habis dan akhirnya terbuang.&nbsp;</li><li>Konsumen memasak atau membeli produk yang tidak dia sukai secara berlebihan sehingga tidak terkonsumsi.&nbsp;</li><li>Penasaran dengan trend yang ada sehingga ada keinginan konsumen untuk membeli bahkan memborong makanan yang sedang trend tersebut dan dipost di media sosial untuk kebutuhan kepuasan pribadi. Karena membeli berlebihan akhirnya tidak termakan dan terbuang.&nbsp;</li><li>Gaya hidup atau gengsi untuk menghabiskan makanan di depan teman atau orang lain karena takut dianggap rakus, padahal menghabiskan makanan itu terpuji, selain menghargai yang menyiapkan, wujud rasa syukur, juga membantu mengurangi food waste.&nbsp;</li></ul><div>Untuk mengurangi food waste sangat diperlukan kebijakan konsumen untuk menghemat dan berpikir bijak sebelum membeli atau menyiapkan makanan untuk dikonsumsi. Cara konsumen mengurangi food waste antara lain :&nbsp;</div><ul><li>Mengambil porsi makan sesuai kebutuhan dan seperti biasanya. Walau makanan terlihat enak, jangan mengambil berlebihan kalau tidak dapat memastikan kamu akan habis.&nbsp;</li><li>Jika ingin mengikuti trend atau penasaran sebaiknya membeli satu produk dulu untuk merasakan kamu suka atau tidak. Jangan langsung membeli banyak hanya untuk kepuasan pribadi dan dikhawatirkan tidak menyukainya sehingga lama tersimpan dan terbuang.&nbsp;</li><li>Membeli bahan pangan atau produk seperlunya, jangan menimbun berlebihan hingga kadaluwarsa atau basi. Lebih baik membeli sewajarnya dan jika habis membeli lagi.&nbsp;</li></ul><div>Untuk itu sangat diperlukan kesadaran konsumen atau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi atau menyimpan makanan. Agar turut berpartisipasi dalam mengurangi food waste.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 03:34:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429082599</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KETAHANAN PANGAN </title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429133256</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Dalam suatu negara dapat dikatakan memiliki ketahanan pangan ketika semua warganya bisa mengakses dan memperoleh pangan serta ketersediaan pangan yang bisa menjamin kebutuhan nasional tanpa ada yang menderita kelaparan. World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, dan stabilitas. Ketersediaan pangan ketika bahan pangan tersedia cukup atau bahkan lebih untuk memenuhi kebutuhan negara. Akses pangan adalah akses atau sarana yang dapat dilakukan warga untuk memperoleh pangan yang higienis dan layak. Pemanfaatan pangan adalah ketika warga bisa memanfaatkan pangan dengan baik dan efisien. Stabilitas pangan mengacu pada kemampuan suatu individu dalam mendapatkan bahan pangan sepanjang waktu tertentu. Pengertian ketahanan pangan, tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah <em>“kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”</em>.Pengalaman telah membuktikan kepada Indonesia bahwa gangguan pada ketahanan pangan seperti meroketnya kenaikan harga beras pada waktu krisis ekonomi 1997/1998, yang berkembang menjadi krisis multidimensi, telah memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Dari hal itu pemerintah harus terus berupaya mengembangkan produksi pangan di Indonesia. Apalagi beras yang menjadi bahan pangan pokok dan kebutuhan beras di Indonesia cukup tinggi.&nbsp;Ketahanan pangan juga tidak lepas dari sifat komoditi pangan itu sendiri, dimana iklim atau cuaca juga turut berpengaruh ada produksi pangan. Keadaan politik, sosial, dan ekonomi suatu negara akan turut terganggu jiga ketahanan pangan mengalami permasalahan yang mengakibatkan kerugian di negara dan kebutuhannasional tidak terpenuhi. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 04:37:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1429133256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ISU-ISU TENTANG PANGAN DI INDONESIA</title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436411967</link>
         <description><![CDATA[<div>1. PETANI BUAH NAGA DI BANYUWANGI MEMBUANG NAGA KE SUNGAI</div><ul><li>Beberapa waktu lalu pernah ramai berita mengenai petani buah naga di Banyuwangi yang membuang buah naga di sungai. Setelah di selidiki hal itu disebabkan harga buah naga yang anjlok di pasaran sehingga memberikan kerugian kepada petani. Bahkan beberapa warga net mengecam tindakan tersebut karena beranggapan lebih baik dimanfaatkan lagi daripada di buang mubadzir seperti itu. Karena dari video yang tersebar, buah naga yang dibuang terlihat masih fresh. Namun, tak lama muncul video klarifikasi yang menjelaskan bahwa buah naga yang dibuang adalah buah naga yang sudah tidak sesuai ketentuan pasar, di daerah sana juga tidak ada pembuangan umum, sehingga para petani memilih membuangnya di sungai. Kata petani buah naga “Kemarin bingung mau dibuang ke mana, di sini tidak ada pembuangan sampah umum. Dibuang ke sawah akan mengganggu. Semoga nanti mendekati imlek ada kenaikan sehingga ada sedikit kemakmuran bagi petani dan pedagangnya." ujar petani buah naga di klarifikasi tersebut. Setelah kejadian tersebut diharapkan pengelola pemasaran pangan baik agen, pedagang, pemerintah, dan petani itu sendiri lebih memperhatikan bahan pangan yang dihual. Pemerintah juga harus turut berperan dalam menunjang kualitas pangan untuk menjangkau harga pasar. Selain itu, jika memang tidak laku di pasaran dan memperoleh kerugian, dan memang bahan pangan masih bisa dimanfaatkan, bisa diberikan ke hewan liar atau disumbangkan. Dalam catatan masih bisa dikonsumsi.&nbsp;</li></ul><div><br>2. ISU KETAHANAN PANGAN INDONESIA DI TENGAH PENDEMI COVID-19</div><ul><li>Pandemi virus corona saat ini merajalela di berbagai negara di belahan dunia, salah satunya negeri kita bangsa Indonesia. Virus corona menyebar atau menular dengan mudah, bahkan kasus positif virus corona di Indonesia tidak kunjung stabil di satu tahun terakhir ini. Hingga diberlakukan karantina untuk meminimalkan mobilitas dan aktivitas warga. Bahkan keadaan ekonomi perorangan juga menurun akibat kurangnya pekerjaan. Yang dikhawatirkan ketahanan pangan di Indonesia menjadi kacau. Akses distribusi dan produksi yang tidak maksimal di masa pandemi dikhawatirkan akan membuat stok bahan pangan nasional berkurang drastis hingga harga yang tidak stabil. Apalagi menjelang hari raya dimana harga menjadi naik dan kebutuhan pangan juga meningkat drastis untuk persiapan hari raya. Saat ini pemerintah serta pelaku ekonomi tentu sedang mempertahankan keadaan pangan agar tetap stabil dan jangan sampai mengalami kekurangan pangan.&nbsp;</li></ul><div><br>3. STATUS KETAHANAN PANGAN INDONESIA SEMAKIN BAIK&nbsp;</div><ul><li>Salah satu berita menyebut Kementan mengutarakan bahwa ketahanan pangan di Indonesia semakin membaik. Dikatakan bahwa data Global Food Security Index (GFSI) secara keseluruhan status ketahanan pangan Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan. Pada 2016 Indonesia&nbsp; berada di peringkat 71, dan 2019 meningkat di peringkat 62. Pernyataan tersebut tentu harus membuat para pelaku ekonomi pangan dan pemerintah semakin semangat mengatur produksi pangan di Indonesia. Agar menjaga ketahanan pangan Indonesia agar terus stabil atau bahkan menjadi jauh lebih baik.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 05:54:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436411967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESIMPULAN UMUM</title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436590953</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu kebutuhan pokok manusia tak lain adalah pangan. Pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus diperoleh manusia setiap harinya agar tidak kelaparan dan tidak sakit. Selain usaha manusia sendiri untuk memperoleh pangan, negara juga memiliki kewajiban serta tanggung jawab untuk menjamin kebutuhan pangan warganya. Menjaga stok pangan dan memantau proses produksi serta distribusi pangan agar bisa memenuhi kebutuhan nasional negara. Jangan sampai mengalami krisis pangan. Dengan memberikan berbagai sarana penunjang kebutuhan produksi dan distribusi, kebutuhan pangan menjadi terpenuhi bahkan diusahakan mencapai swadaya hingga bisa melakukan ekspor ke negara lain. Dengan melakukan ekspior tentu akan menambah devisa negara.&nbsp;<br><br>Ketahanan pangan Indonesia saat ini juga diuji dengan adanya pandemi. Dimana kebutuhan pangan menjadi naik namun produksinya masih menyesuaikan iklim dan keadaan sekitar tanaman. Diharapkan pemerintah menjadi ekstra memberi pemantauan untuk produksi pangan. Agar Indonesia tidak akan pernah mengalami krisis pangan baik di masa pandemi seperti ini.&nbsp;<br><br>Mengingat saat ini masih banyak orang  yang kelaparan di dunia. Baik karena memang di negara nya sulit tumbuh tanaman, atau karena masalah sosial, ekonomi, serta politik. Bahkan banyak yang menderita berbagai penyakit akibat kelaparan. Hal itu seharusnya menjadi peringatan untuk kita supaya lebih bersyukur dan menghargai makanan. Mengingat banyaknya food loss dan food waste yang tak jarang akibat kelalaian manusia, seharusnya kita menjadi lebih hati-hati dan tidak boros. Apalagi ketika mengambil makanan di resto, dan gengsi untuk menghabiskannya di depan orang banyak serta membeli banyak makanan yang tidak disukai padahal bisa dimakan. Saat ini kita harus lebih bersyukur dan hati-hati dalam mengelola kebutuhan pangan pribadi. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 06:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436590953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUMBER-SUMBER YANG DIGUNAKAN</title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436626392</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><a href="http://www.fao.org/food-loss-and-food-waste/flw-data">http://www.fao.org/food-loss-and-food-waste/flw-data</a>)&nbsp;</li><li><a href="https://diskapang.ntbprov.go.id/detailpost/apa-itu-food-losses-dan-food-waste#:~:text=Food%20Losses%20adalah%20hilangnya%20sejumlah,2013).&amp;text=Hal%20ini%20dapat%20disebabkan%20oleh%20tingginya%20tingkat%20kehilangan%20pangan">https://diskapang.ntbprov.go.id/detailpost/apa-itu-food-losses-dan-food-waste#:~:text=Food%20Losses%20adalah%20hilangnya%20sejumlah,2013).&amp;text=Hal%20ini%20dapat%20disebabkan%20oleh%20tingginya%20tingkat%20kehilangan%20pangan</a>.</li><li><a href="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/">https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/</a></li><li><a href="https://indonesianchefassociation.com/article/content/apa-perbedaan-food-loss-dan-food-waste">https://indonesianchefassociation.com/article/content/apa-perbedaan-food-loss-dan-food-waste</a></li><li><a href="http://bkp.pertanian.go.id/blog/post/boros-pangan">http://bkp.pertanian.go.id/blog/post/boros-pangan</a></li><li><a href="http://www.fao.org/platform-food-loss-waste/flw-data/en/">http://www.fao.org/platform-food-loss-waste/flw-data/en/</a>&nbsp;</li><li><a href="https://diskapang.ntbprov.go.id/detailpost/apa-itu-food-losses-dan-food-waste#:~:text=Food%20Losses%20adalah%20hilangnya%20sejumlah,2013).&amp;text=Food%20Waste%20adalah%20setiap%20makanan,2013">https://diskapang.ntbprov.go.id/detailpost/apa-itu-food-losses-dan-food-waste#:~:text=Food%20Losses%20adalah%20hilangnya%20sejumlah,2013).&amp;text=Food%20Waste%20adalah%20setiap%20makanan,2013</a></li><li><a href="http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan-pangan/">http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan-pangan/</a></li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ketahanan_pangan">https://id.wikipedia.org/wiki/Ketahanan_pangan</a></li><li><a href="http://blog.sayurbox.com/kenapa-buah-naga-di-banyuwangi-dibuang-ke-sungai/#:~:text=Petani%20buah%20naga%20di%20banyuwangi,yang%20sudha%20tidak%20layak%20dikonsumsi">http://blog.sayurbox.com/kenapa-buah-naga-di-banyuwangi-dibuang-ke-sungai/#:~:text=Petani%20buah%20naga%20di%20banyuwangi,yang%20sudha%20tidak%20layak%20dikonsumsi</a>.</li><li><a href="https://binaswadaya.org/id/2020/04/24/pandemi-covid-19-dan-isu-ketahanan-pangan/">https://binaswadaya.org/id/2020/04/24/pandemi-covid-19-dan-isu-ketahanan-pangan/</a>&nbsp;</li><li><a href="https://nasional.tempo.co/read/1434199/kementan-status-ketahanan-pangan-indonesia-semakin-baik/full&amp;view=ok">https://nasional.tempo.co/read/1434199/kementan-status-ketahanan-pangan-indonesia-semakin-baik/full&amp;view=ok</a></li><li><a href="https://regional.kompas.com/read/2019/01/22/12411751/petani-buang-buah-naga-merah-ke-sungai-karena-harganya-murah">https://regional.kompas.com/read/2019/01/22/12411751/petani-buang-buah-naga-merah-ke-sungai-karena-harganya-murah</a>&nbsp;</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 07:06:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1436626392</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437890659</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/e7a2b68d7c2eb54395e588d0a6084b67/3531__VIDEO__Harga_Rp200_per_kilo__Petani_Buah_Naga_Buang_Hasil_Panen.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:46:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437890659</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437914583</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/4bd5c74ae39c753a17954f0383aca34e/5f72ef57d4985.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:50:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437914583</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437926869</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/6b2d4cc9b09b42799d1656e84440f964/20161208_foodwaste.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437926869</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437931253</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/a0d726bf428b9dab59192aa1542d273e/7811bfa7_b382_4bb2_9f22_bc9514777a1c_169.jpeg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:53:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437931253</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437939582</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/528decbfe5dae2f6f81268795fc3b257/201703011542410_b.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:54:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437939582</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kazaibhuvanakey</author>
         <link>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437942846</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085379625/d8921b7ddb09ad2cb05b5028f8a45d2f/pangan_lokal2.jpeg" />
         <pubDate>2021-04-20 13:55:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kazaibhuvanakey/qc705sqqrteppypo/wish/1437942846</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
