<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DISKUSI KELOMPOK XII IPS 2 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5</link>
      <description>PENGINDERAAN JAUH 2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2014-10-30 09:43:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-08 11:01:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>PETUNJUK KERJA</title>
         <author>kasmangeo27</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39137932</link>
         <description><![CDATA[<p><p>1.&nbsp;Atur tempat duduk sesuai dengan kelompok masing-masing</p><p>2.&nbsp;Tunjuk satu orang sebagai juru tulis pada Laptop/Ipad/SmartPhon</p><p>3. Akses alamat  </p><p>4. Mulai bekerja dengan klik 2 kali pada wall</p><p>5. Tulis Nama Kelompok terlebih dahulu pada tulisan Your nama</p><p>6. Tulis Judul Tugas dan nama-nama anggota kelompok&nbsp; sebelum mengerjakan tugas kelompok</p><br><p>SETIAP KELOMPOK JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT:</p><p>1. JELASKAN LANGKAH-LANGKAH DALAM INTERPRETASI PETA</p><p>2. JELASKAN UNSUR-UNSUR DALAM INTERPRETASI CITA</p>JELASKANLAH JAWABAN ANDA DENGAN URAIAN DAN GAMBAR!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-30 10:17:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39137932</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39308922</link>
         <description><![CDATA[<p>THE BURAS :</p><p>- Habib Ismail Sidik (Kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L (Kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (Tidak Datang)</p><p>- Widya Nursahri (Tidak Datang)</p><p>- Hikmah Elvara (Tidak Datang)</p><p>jawab:</p><p>1.  </p><p>- siapkan sebuah peta umum        yang akan diinterpretasi<span style="font-size: 13px;">- Perhatikan agenda untuk  memahami makna simbol</span></p><p>- Perhatikan persebaran data<br>- Perhatikan tahun pembuatan peta</p><p>2.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-31 01:52:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39308922</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39308925</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-31 01:52:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39308925</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39309683</link>
         <description><![CDATA[<p>THE BURAS :</p><p>- Habib Ismail Sidik (kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L ( kerja)</p><p>- Iddo Fadli J  (kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (tidak datang)</p><p>- Widya Nursahri (tidak datang)</p><p>- Hikmah Elvara (tidak datang)</p><p>jawab:</p><p>1.&nbsp;Langkah-langkah interprestasi citra:</p><p>Langkah-langkah umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah :</p><p>1.&nbsp; Deteksi</p><p>Pada tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi obyek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit</p><p>2.&nbsp; Identifikasi</p><p>Mengidentifikai obyek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal.</p><p>3.&nbsp; Pengenalan</p><p>Pengenalan obyek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan obyek yang tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu</p><p>4.&nbsp; Analisis</p><p>Analisis bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama</p><p>5.&nbsp; Deduksi</p><p>Merupakan kegiatan pemrosesan citra berdasarkan obyek yang terdapat pada citra ke arah yang lebih khusus.</p><p>6.&nbsp; Klasifikasi</p><p>Meliputi deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari obyek yang terdapat pada citra</p><p>7.&nbsp; Idealisasi</p><p>Penyajian data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.</p><p>2. Unsur-unsur interpretasi citra </p><p>1.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/08/24/unsur-rona-dan-warna-pada-interpretasi-citra/"><strong>Rona dan Warna</strong></a></p><p>Rona adalah tingkat kecerahan/kegelapan suatu obyek yang terdapat pada citra</p><p>Warna adalah ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak.</p><p>2.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-bentuk-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bentuk</strong></a></p><p>Mencerminkan konfigurasi atau kerangka obyek, baik bentuk umum (<em><strong>shape</strong></em>) maupun bentuk rinci (<strong><em>form</em></strong>) untuk mempermudah pengenalan data.</p><p>3.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-ukuran-pada-interpretasi-citra/"><strong>Ukuran</strong></a></p><p>Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, lua, volume, ketinggian tempat dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan obyek sehingga dapat dijadikan sebagai ciri pembeda dengan obyek lainnya</p><p>4.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-tekstur-pada-interpretasi-citra/"><strong>Tekstur</strong></a></p><p>Tekstur adalah frekuensi perubahan atau pengolangan rona pada citra. Dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu tekstur halus, sedang dan kasar.</p><p>5.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-pola-pada-interpretasi-citra/">&nbsp;<strong>Pola</strong></a></p><p>Pola adalah kecenderungan bentuk suatu obyek , misal pola aliarn sungai, jaringan jalan dan pemukiman penduduk.</p><p>6.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-bayangan-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bayangan</strong></a></p><p>Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada pada daerah gelap. Obyek yang berada pada daerah gelap biasanya tidak terlihat atau hanya samar-samar. Meskipun demikian bayangan sering menjadi kunci penting pada pengenalan beberapa obyek yang justru lebih tampak pada bayangannya.</p><p>7.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-situs-pada-interpretasi-citra/">&nbsp;<strong>Situs</strong></a></p><p>Merupakan tempat kedudukan suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri obyek secara langsung, melainkan dalam kaitannya dengan lingkungan sekitarnya.</p><p>8.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/unsur-asosiasi-pada-interpretasi-citra/"><strong>As0siasi</strong></a></p><p>Adalah keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain. Karena adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.</p><p>9.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/konvergensi-bukti-pada-interpretasi-citra/"><strong>Konvergensi bukti</strong></a></p><p>Di dalam mengenali sebuah obyek pada pada foto udara dianjurkan tidak hanya menggunakan satu unsur interpretasi citra, tetapi sebaiknya menggunakan unsur-unsur yang lainnya sekaligus.&nbsp; Semakin banyak jumlah unsur yang digunakan, semakin menciut lingkupnya ke arah titik simpul tertentu.</p><p>Gambar No.1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141031/0d053ba48659fc1d9dc0588c5c19ac16/stereoskop.jpg" />
         <pubDate>2014-10-31 02:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39309683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>wild for the night:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39311594</link>
         <description><![CDATA[-ayu tri lestari<br>-gita oktriafi<br>-hikmah ell varah dirna<br>-rayshuko rahmat<br>-natalia utami<br><br>jawab:<br><br>1. langkah-langkah interpretasi citra:<br><blockquote>
<b>1. Deteksi</b>

Deteksi adalah upaya mengetahui benda dan gejala di sekitar&nbsp;lingkungan 
kita, dengan menggunakan alat pengindera (sensor). Dengan&nbsp;adanya data 
dari pengindraan jauh, untuk mendeteksi benda dan gejala di

sekitar kita, pengindraan tidak perlu secara langsung ke tempat sebenarnya,&nbsp;cukup melalui foto udara.

<b>2. Identifikasi</b>

Objek yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri 
yang&nbsp;terekam oleh sensor. Terdapat tiga ciri-ciri utama yang dapat 
dikenali, yaitu&nbsp;spektral, spasial, dan temporal. Spektral adalah ciri 
yang dihasilkan oleh&nbsp;interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan 
objek yang dinyatakan&nbsp;dengan rona dan warna. Ciri spatial meliputi 
bentuk, ukuran, bayangan,&nbsp;pola, situs, dan asosiasi. Ciri temporal 
terkait dengan kondisi benda pada&nbsp;saat perekaman.

<b>3. Pengenalan</b>

Pengenalan adalah proses klasifikasi terhadap objek secara langsung&nbsp;yang
 tampak didasarkan pengetahuan lokal atau pengetahuan tertentu.
<b>4. Analisis</b><br>

Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai citra&nbsp;yang sama dengan identitas objek.

<b>5. Deduksi</b>

Deduksi adalah pemrosesan berdasarkan pada bukti yang mengarah&nbsp;kearah 
yang lebih khusus. Bukti ini diperoleh dari objek yang tampak&nbsp;langsung.

<b>6. Klasifikasi</b>

Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal 
ini&nbsp;merupakan interpretasi citra karena pada tahap inilah kesimpulan 
dan&nbsp;hipotesis dapat diambil.

<b>7. Idealisasi</b>

Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil&nbsp;interpretasi citra kedalam bentuk peta yang siap pakai.<br><br>2. unsur-unsur dalam interpretasi citra: <br><p>1.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/08/24/unsur-rona-dan-warna-pada-interpretasi-citra/"><strong>Rona dan Warna</strong></a></p>
<p>Rona adalah tingkat kecerahan/kegelapan suatu obyek yang terdapat pada citra</p>
<p>Warna adalah ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak.</p>
<p>2.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-bentuk-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bentuk</strong></a></p>
<p>Mencerminkan konfigurasi atau kerangka obyek, baik bentuk umum (<em><strong>shape</strong></em>) maupun bentuk rinci (<strong><em>form</em></strong>) untuk mempermudah pengenalan data.</p>
<p>3.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-ukuran-pada-interpretasi-citra/"><strong>Ukuran</strong></a></p>
<p>Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, 
lua, volume, ketinggian tempat dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan 
obyek sehingga dapat dijadikan sebagai ciri pembeda dengan obyek lainnya</p>
<p>4.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-tekstur-pada-interpretasi-citra/"><strong>Tekstur</strong></a></p>
<p>Tekstur adalah frekuensi perubahan atau 
pengolangan rona pada citra. Dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu 
tekstur halus, sedang dan kasar.</p>
<p>5.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-pola-pada-interpretasi-citra/"> <strong>Pola</strong></a></p>
<p>Pola adalah kecenderungan bentuk suatu obyek , misal pola aliarn sungai, jaringan jalan dan pemukiman penduduk.</p>
<p>6.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-bayangan-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bayangan</strong></a></p>
<p>Bayangan bersifat menyembunyikan detail 
atau obyek yang berada pada daerah gelap. Obyek yang berada pada daerah 
gelap biasanya tidak terlihat atau hanya samar-samar. Meskipun demikian 
bayangan sering menjadi kunci penting pada pengenalan beberapa obyek 
yang justru lebih tampak pada bayangannya.</p>
<p>7.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-situs-pada-interpretasi-citra/"> <strong>Situs</strong></a></p>
<p>Merupakan tempat kedudukan suatu obyek 
terhadap obyek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri obyek 
secara langsung, melainkan dalam kaitannya dengan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>8.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/unsur-asosiasi-pada-interpretasi-citra/"><strong>As0siasi</strong></a></p>
<p>Adalah keterkaitan antara obyek yang satu 
dengan obyek yang lain. Karena adanya keterkaitan ini maka terlihatnya 
suatu obyek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.</p>
<p>9.&nbsp; <a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/konvergensi-bukti-pada-interpretasi-citra/"><strong>Konvergensi bukti</strong></a></p>
<p>Di dalam mengenali sebuah obyek pada pada 
foto udara dianjurkan tidak hanya menggunakan satu unsur interpretasi 
citra, tetapi sebaiknya menggunakan unsur-unsur yang lainnya sekaligus.&nbsp;
 Semakin banyak jumlah unsur yang digunakan, semakin menciut lingkupnya 
ke arah titik simpul tertentu.</p>1. gambar langkah-langkah interprestasi citra.<br> <br><br><br><br><br><br>2. gambar hirarki unsur unsur interpretasi Citra
 <br><br></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141031/9fdef9f5d07253348a3458153a9d5694/interpretasi1.gif" />
         <pubDate>2014-10-31 02:41:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39311594</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313134</link>
         <description><![CDATA[<p><p>THE BURAS :</p><p>- Habib Ismail Sidik (kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L ( kerja)</p><p>- Iddo Fadli J  (kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (tidak datang)</p><p>- Widya Nursahri (tidak datang)</p><p>- Hikmah Elvara (tidak datang)</p></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-31 03:13:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313134</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313135</link>
         <description><![CDATA[<p><p>- Habib Ismail Sidik (kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L ( kerja)</p><p>- Iddo Fadli J  (kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (tidak datang)</p><p>- Widya Nursahri (tidak datang)</p><p>- Hikmah Elvara (tidak datang)</p></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-31 03:13:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313135</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313136</link>
         <description><![CDATA[<p>- Habib Ismail Sidik (kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L ( kerja)</p><p>- Iddo Fadli J  (kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (tidak datang)</p><p>- Widya Nursahri (tidak datang)</p><p>- Indra Jaya (tidak Kerja)</p><p>jawab:</p><p>1.&nbsp;Langkah-langkah interprestasi citra:</p><p>Langkah-langkah
 umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat 
dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah :</p><p>1.&nbsp; Deteksi</p><p>Pada tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi obyek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit</p><p>2.&nbsp; Identifikasi</p><p>Mengidentifikai obyek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal.</p><p>3.&nbsp; Pengenalan</p><p>Pengenalan
 obyek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan obyek yang 
tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu</p><p>4.&nbsp; Analisis</p><p>Analisis bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama</p><p>5.&nbsp; Deduksi</p><p>Merupakan kegiatan pemrosesan citra berdasarkan obyek yang terdapat pada citra ke arah yang lebih khusus.</p><p>6.&nbsp; Klasifikasi</p><p>Meliputi deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari obyek yang terdapat pada citra</p><p>7.&nbsp; Idealisasi</p><p>Penyajian data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.</p><p>2. Unsur-unsur interpretasi citra </p><p>1.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/08/24/unsur-rona-dan-warna-pada-interpretasi-citra/"><strong>Rona dan Warna</strong></a></p><p>Rona adalah tingkat kecerahan/kegelapan suatu obyek yang terdapat pada citra</p><p>Warna adalah ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak.</p><p>2.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-bentuk-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bentuk</strong></a></p><p>Mencerminkan konfigurasi atau kerangka obyek, baik bentuk umum (<em><strong>shape</strong></em>) maupun bentuk rinci (<strong><em>form</em></strong>) untuk mempermudah pengenalan data.</p><p>3.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-ukuran-pada-interpretasi-citra/"><strong>Ukuran</strong></a></p><p>Termasuk
 dalam unsur ukuran adalah jarak, lua, volume, ketinggian tempat dan 
kemiringan. Ukuran dapat mencirikan obyek sehingga dapat dijadikan 
sebagai ciri pembeda dengan obyek lainnya</p><p>4.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/02/unsur-tekstur-pada-interpretasi-citra/"><strong>Tekstur</strong></a></p><p>Tekstur
 adalah frekuensi perubahan atau pengolangan rona pada citra. Dibedakan 
menjadi tiga tingkatan yaitu tekstur halus, sedang dan kasar.</p><p>5.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-pola-pada-interpretasi-citra/">&nbsp;<strong>Pola</strong></a></p><p>Pola adalah kecenderungan bentuk suatu obyek , misal pola aliarn sungai, jaringan jalan dan pemukiman penduduk.</p><p>6.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-bayangan-pada-interpretasi-citra/"><strong>Bayangan</strong></a></p><p>Bayangan
 bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada pada daerah 
gelap. Obyek yang berada pada daerah gelap biasanya tidak terlihat atau 
hanya samar-samar. Meskipun demikian bayangan sering menjadi kunci 
penting pada pengenalan beberapa obyek yang justru lebih tampak pada 
bayangannya.</p><p>7.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/07/unsur-situs-pada-interpretasi-citra/">&nbsp;<strong>Situs</strong></a></p><p>Merupakan
 tempat kedudukan suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Situs 
bukan merupakan ciri obyek secara langsung, melainkan dalam kaitannya 
dengan lingkungan sekitarnya.</p><p>8.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/unsur-asosiasi-pada-interpretasi-citra/"><strong>As0siasi</strong></a></p><p>Adalah
 keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain. Karena 
adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek pada citra sering 
merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.</p><p>9.&nbsp;<a href="https://andimanwno.wordpress.com/2009/09/08/konvergensi-bukti-pada-interpretasi-citra/"><strong>Konvergensi bukti</strong></a></p><p>Di
 dalam mengenali sebuah obyek pada pada foto udara dianjurkan tidak 
hanya menggunakan satu unsur interpretasi citra, tetapi sebaiknya 
menggunakan unsur-unsur yang lainnya sekaligus.&nbsp; Semakin banyak jumlah 
unsur yang digunakan, semakin menciut lingkupnya ke arah titik simpul 
tertentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141031/f396c629d4ffaa26ed5a117e0a80b35c/stereoskop.jpg" />
         <pubDate>2014-10-31 03:13:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>THE BURAS :</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313138</link>
         <description><![CDATA[<p><p>- Habib Ismail Sidik (kerja)</p><p>- Ibnu Ahadi L ( kerja)</p><p>- Iddo Fadli J  (kerja)</p><p>- A. Aditya Ramadhana (tidak datang)</p><p>- Widya Nursahri (tidak datang)</p><p>- Hikmah Elvara (tidak datang)</p></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-31 03:13:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/39313138</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/84854036</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://padlet.com/create" />
         <pubDate>2015-12-04 00:51:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/84854036</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/120776129</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://andimanwno.wordpress.com/2009/08/24/unsur-rona-dan-warna-pada-interpretasi-citra/" />
         <pubDate>2016-08-31 10:00:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/120776129</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/120776138</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://andimanwno.wordpress.com/2009/08/24/unsur-rona-dan-warna-pada-interpretasi-citra/" />
         <pubDate>2016-08-31 10:00:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/qbmezvvcqie5/wish/120776138</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
