<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ragam Budaya (Busana Adat Jawa) by Indahnf belajar</title>
      <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3</link>
      <description>kearifan lokal</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-02 02:18:57 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-02 07:16:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://get.pxhere.com/photo/people-meal-wedding-marriage-ceremony-culture-tradition-batik-wedding-reception-traditional-javanese-768184.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Batik</title>
         <author>indahnfbelajar</author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977306676</link>
         <description><![CDATA[<p>Batik berasal dari kalimat bahasa Jawa yaitu babat soko sak tithik yang memiliki arti penyelesaian pekerjaan sedikit demi sedikit. Pendapat lain menyebutkan bahwa batik terdiri dari kata amba dan matik. Amba berarti lebar, sedangkan matik diartikan sebagai membuat titik</p><p><br/></p><p>dapat disimpulkan bahwa batik memiliki pengertian sebuah teknik menggambar dengan penggabungan titik-titik di sebuah kain lebar. Batik telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya pada tanggal 2 Oktober 2009 dan dijadikan sebagai Hari Batik Nasional</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2363844623/d66692e7a0e08a651461f3a138550bc1/Parang_300x169.webp" />
         <pubDate>2024-05-02 02:39:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977306676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Batik</title>
         <author>indahnfbelajar</author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977315473</link>
         <description><![CDATA[<p>Batik berasal dari kalimat bahasa Jawa yaitu babat soko sak tithik yang memiliki arti penyelesaian pekerjaan sedikit demi sedikit. Pendapat lain menyebutkan bahwa batik terdiri dari kata amba dan matik. Amba berarti lebar, sedangkan matik diartikan sebagai membuat titik</p><p><br></p><p>dapat disimpulkan bahwa batik memiliki pengertian sebuah teknik menggambar dengan penggabungan titik-titik di sebuah kain lebar. Batik telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya pada tanggal 2 Oktober 2009 dan dijadikan sebagai Hari Batik Nasional</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2363844623/d66692e7a0e08a651461f3a138550bc1/Parang_300x169.webp" />
         <pubDate>2024-05-02 02:45:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977315473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Batik Batang</title>
         <author>indahnfbelajar</author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977347943</link>
         <description><![CDATA[<p>Batik Batang mempunyai corak warna sogan yang lebih gelap dibandingkan dengan corak-corak sogan batik dari daerah lain. Warna sogan pada batik Batang biasanya digunakan sebagai warna dasaran kain batik Batang yang pada umumnya menampilkan motif berwarna putih dengan ciri khas remukan di dalam motif batik Batang tersebut.</p><p><br/></p><p>Batik Batang yang mendapat pengaruh motif kraton Mataraman banyak menggunakan motif-motif udan liris, sido mukti, romo ukel, kawung, parang atau seno, dan lain sebagainya. Motif lokal batik Batang keratonan antara lain motif manggaran, kembang cepoko, gemek setekem, dan lain sebagainya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2363844623/f409c4cffbf3a67cc2eceda6a112697b/mengenal_motif_batik_khas_kabupaten_batang_remukan.webp" />
         <pubDate>2024-05-02 03:07:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977347943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Batik Pekalongan</title>
         <author>indahnfbelajar</author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977349147</link>
         <description><![CDATA[<p>Batik &nbsp;Pekalongan dikenal dengan penggunaan warna cerah dan "nyentrik" di setiap kainnya. Warna-warna seperti merah muda, salem, biru, hijau, kuning, dan jingga sering digunakan. Warna-warna ini memberikan nuansa ketenangan dan membuat kulit terlihat lebih cerah, cocok untuk orang Indonesia dengan kulit sawo matang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2363844623/444351fab90c98dc2cea1a6f3c5933d7/Batik_tujuh_rupa.webp" />
         <pubDate>2024-05-02 03:08:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977349147</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977619838</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Busana Jawa: Jarik</strong></p><p>Hallo Sahabat Javanologi!! Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah kata ‘Jarik’, kata jarik sudah terdengar familiar sekali di Indonesia terkhusus di Pulau Jawa. Jarik merupakan sebuah sebutan dalam bahasa jawa untuk sebuah kain yang mempunyai motif batik dengan berbagai corak. Jarik sendiri biasa digunakan oleh sesepuh orang Jawa untuk keseharian yang umumnya dipakai oleh wanita. Dalam Bahasa Jawa, jarik memiliki makna ‘Aja gampang sirik’, atau dalam Bahasa Indonesia berarti jangan mudah iri hati. Begini Sahabat Javanologi, ketika memakai jarik, seseorang akan berjalan dengan hati-hati, perempuan akan berjalan lebih anggun dan terkesan lemah lembut ketika memakai jarik.</p><p>Dulu, masyarakat Jawa menggunakan kain jarik ini dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dipakai sebagai bawahan, alas tidur bayi, alat gendong bayi, hingga alas dan kain penutup untuk orang meninggal. Tak hanya itu sahabat javanologi, perempuan yang baru selesai melahirkan juga dianjurkan untuk memakai jarik agar sikap tubuhnya terjaga untuk mempercepat proses pemulihan. Zaman dulu sampai saat ini, di desa-desa jarik digunakan untuk menutup tubuh dari bagian dada hingga lutut atau betis saat mereka mandi di sungai atau sendang. Kata jarik itu mempunyai arti lain dalam Bahasa Jawa disebut telesan atau berarti basahan dalam Bahasa Indonesia. Jarik mempunyai beberapa fungsi, seperti: Sebagai gambaran tingkat hidup dan status sosial. Makna jarik dengan motif tertentu akan menunjukan status sosial orang tersebut. Jarik dapat menggambarkan darimana orang tersebut berasal, karena setiap daerah mempunyai ciri dan motif yang berbeda beda.&nbsp;</p><p>Bicara mengenai motif, Jarik sendiri mempunyai macam-macam bentuk motif batik, dan setiap motif batik mengandung arti yang berbeda. Berikut contoh motif yang kerap digunakan untuk kain jarik:&nbsp;<br>1. Motif Ceplok, mempunyai banyak desain geometris yang didasarkan pada gambar mawar melingkar, bintang, atau bentuk kecil lainnya. Yang membentuk pola simetris [ada kain.&nbsp;<br>2. Motif Solo Slobog, mempunyai arti longgar/besar.&nbsp;<br>3. Motif Semen Gendong, motif kain jarik tulis yang biasa dipakai kedua mempelai pengantin, sebagai simbol harapan agar segera mendapatkan anak yang berbakti, penurut, serta soleh solehah.&nbsp;<br>4. Motif Truntum, mempunyai arti penuntun, orang tua yang selalu menuntun anaknya dalam mengarungi hidup.&nbsp;<br>5. Motif Satrio Manah, biasa dipakai mempelai pria pada saat lamaran, harapan supaya lamaran dapat diterima oleh pihak calan pengantin.&nbsp;<br>6. Motif Semen Rante, Semen rante kerap dikenakan ketika prosesi lamaran. Filosofi kata rante merujuk pada sebuah ikatan atau pertalian yang kokoh dan kuat terhadao segala godaan hingga maut memisahkan.&nbsp;<br>7.&nbsp; Motif Parang Kusumo, Motif jarik ini digunakan oleh ibu dari mempelai wanita pada saat tukar cincin. Makna dari motif ini adalah supaya ikatan pernikahan tidak dapat dipisahkan seperti mimin lan mintuno.&nbsp;<br>8. Motif Semen, jarik bermotif semen kerap digunakan dalam untuk keseharian orang-orang zaman dulu. Motif ini mempunyai arti tumbuhan karena terispirasi dari keadaan alam dan lingkungan.&nbsp;<br>9. Motif Kraton, jarik kraton mempunyai filosofi soal kehidupan. Pada zaman dulu, motif ini hanya dikerjakan oleh para putri kraton maupun para pembatik ahli yang ada dalam lingkungan kraton. Bahkan motif ini pada zaman dulu hanya diperbolehkan dipakai orang umum.&nbsp;<br>10. Motif Sudagaran, batik sudagaran merupakan modifikasi dari motif larangan yang dibuat oleh para seniman berasal dari kaum saudagar supaya bisa digunakan masyarakat umum.&nbsp;<br>11. Motif Nitik, Nitik merupakan salah satu motif jarik tertua. Motif ini terispirasi dari ­kain tenun patola yang dibawa oleh para pedangan dari Gujarat India yang datang ke Indonesia. Motif ini biasa digunakan oleh oruang tua pada acara pernikahan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://portal.uns.ac.id/javanologi/wp-content/uploads/sites/26/2022/11/th1_2020120705480858296-980x509.png" />
         <pubDate>2024-05-02 06:44:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977619838</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Blangkon</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977628668</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang jawa tempo dulu menggunakan penutup kepala berupa blangkon, karena pada saat itu mereka menganggap bahwa dalam berpakaian adat jawa akan lebih terlihat pantas dan lebih berwibawa apabila pada bagian kepala menggunakan sebuah penutup kepala yaitu blangkon, memakai Blangkon membuat pria lebih berwibawa dan orang. Konon sejarah kehadiran blangkon dicetuskan oleh Ki Ageng Giring yang merupakan sesepuh keluarga Keraton Mataram. Zaman dahulu, para penyebar agama Islam yang memasuki tanah Jawa memiliki rambut panjang. Blangkon biasanya dipakai di kepala. Bentuknya bulat mirip kupluk dengan hiasan kain batik atau lurik. Mulanya, blangkon berbentuk seperti ikat kepala dan cara pakainya pun tergolong rumit. Kain yang digunakan berukuran 105 cm x 105 cm dan dilipat menjadi bentuk segitiga sebelum dililitkan kepala. Belangkon tersedia dalam tiga tipe, yaitu belangkon Yogyakarta (Ngayogyakarta), belangkon Solo (Surakarta), dan belangkon Banyumasan. Setiap tipe belangkon ini mempunyai ciri khas yang berbeda. Mari cari tahu apa perbedaan ketiga tipe belangkon ini sebagai pelindung terhadap sinar matahari, Blangkon juga mempunyai fungsi sosial yang menunjukkan martabat atau kedudukan sosial bagi pemiliknya. Blangkon merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain batik dan digunakan oleh kalangan pria sebagai kelengkapan dari pakaian tradisional Jawa</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2459233653/c702827ac74b35f3bb3282953ff35098/2_74cb26ecdbaa166ad4243567d7963fa6.jpg" />
         <pubDate>2024-05-02 06:49:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977628668</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977629114</link>
         <description><![CDATA[<p> <strong>Kanigara</strong></p><p>kanigaran digunakan sebagai pakaian upacara pernikahan. Pakaian kanigaran terdiri dari kain cinde, dodot, baju kebaya panjang, udet cinde, buntal, dan selop.</p><p><br></p><p>Pakaian kanigaran yang dikenakan oleh memang tertutup namun di bagian bawah mengenakan kain cinde yang kemudian dibalut dengan dodot sampai menutupi bagian dada (untuk kemben). Jadi, pengantin tidak mengenakan baju.</p><p><br></p><p>Filosofi dan makna dari pakaian kanigaran ini dapat dilihat dari unsur-unsur pakaiannya. Kain cinde mengandung makna tata kesusilaan yang harus dijaga. Kebaya panjang dari beludru berwarna hitam yang disulam dengan benang emas memiliki makna harapan agar pengantin mempunyai kepribadian yang halus seperti kain beludru dan memancarkan sinar keagungan atau anggun.</p><p><br></p><p>Udet cinde yang berbentuk selendang kecil yang dikenakan pada pinggang memiliki makna harapan agar pengantin wanita siap sedia untuk menggendong apabila segera mendapat karunia anak.</p><p><br></p><p>Buntal merupakan rangkaian yang terdiri dari daun puring, daun pandan, daun pisang yang masih muda atau pupus, bunga Patramenggala, dan bunga Kamboja yang disusun memanjang. Dedaunan tersebut mempunyai makna yang berbeda-beda. Intinya adalah sebagai penolak bala dan dimaksudkan sebagai puji doa agar perkawinan berjalan selamat, tanpa halangan apa pun.</p><p><br></p><p>Selop merupakan alas kaki yang terbuat dari kain beludru bersulam benang emas. Warna emas mengandung makna keagungan dan keutamaan, sedangkan alas kaki merupakan dasar untuk berpijak.</p><p><br></p><p>Secara keseluruhan pakaian adat Kanigaran merupakan lambang kehidupan yang berisi norma-norma yang dapat dijadikan tuntunan bagi pengantin khususnya dan masyarakat pada umumnya.</p><p><br></p><p><strong>nama kelompok</strong></p><p><strong>Aulia faradisa</strong></p><p><strong>Nina Hadi Ningsih </strong></p><p><strong>tufri fatus Tsania</strong></p><p><strong>Oktavia yulianti</strong></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2459233439/de785f7887c2cbd87dfbb425974435d8/baju_kanigaran.webp" />
         <pubDate>2024-05-02 06:50:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977629114</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Surjan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977632427</link>
         <description><![CDATA[<p>• Pengertian Surjan</p><p>Baju Surjan Jawa adalah kemeja tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Surjan (Jawa: ꦱꦸꦂꦗꦤ꧀) adalah busana atas resmi adat Jawa untuk pria yang merupakan hasil karya Sunan Kalijaga. Bahan dasar surjan terutama adalah kain tenun Lurik, meskipun dapat pula bahan bermotif bunga ataupun kain berwarna polos. Sunan Kalijaga beranggapan terjadinya ketimpangan sosial pada masyarakat Majapahit karena kasta bawah tidak mengenakan pakaian atasan sehingga dibuatlah atasan yang juga untuk menutup aurat.</p><p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "Surjan" berarti baju jas laki-laki khas Jawa berkerah tegak; berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang.</p><p>• Pemakaian Surjan</p><p>Surjan merupakan pakaian adat Jawa khususnya Jawa Tengah Dan Yogyakarta. Pakaian ini biasanya digunakan oleh laki-laki meski banyak juga para perempuan yang mengenakan Surjan dalam bentuk kebaya. Pakaian ini digunakan pada saat pelaksanaan upacara adat yang dipadukan dengan kain jarik dan juga blangkon.</p><p><br/></p><p>• Lambang Surjan</p><p>Maksud dari Sang Sunan adalah Surjan merupakan pakaian yang melambangkan batas atau pemisah antara kebaikan dengan keburukan. Pada baju Surjan terdapat 3 pasang kancing pada bagian leher depan. Apabila kancing tersebut dijumlahkan terdapat 6 buah kancing. Keenam kancing tersebut melambangkan Rukun Iman di dalam Islam.</p><p><br/></p><p>• Jenis-jenis Surjan</p><p>Di antaranya adalah:</p><p>Surjan lurik, disebut surjan lurik karena surjan ini memiliki motif lurik (garis-garis).</p><p>Surjan ontrokusuma, surjan ini memiliki motif bunga (kusuma). Diperuntukkan bagi para bangsawan, biasanya surjan ontrokusuma terbuat dari kain sutra bermotif bunga sebagai hiasan.</p><p><br/></p><p>Nama Anggota Kelompok :</p><ol><li><p>Nur Alfiatul K. (19)</p></li><li><p>Risma Nailul R. (25)</p></li><li><p>Vianda Hidayatullah (30)</p></li><li><p>Zahrotul Millah (33)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/61/Pakaian_Budaya_Indonesia_Batik_Dan_Sunan_Kali_Jaga.jpg" />
         <pubDate>2024-05-02 06:52:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977632427</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977634125</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebaya adalah salah satu pakaian tradisional Indonesia yang sudah sangat umum digunakan. Pada berbagai acara atau perayaan besar, kebaya tak ketinggalan menjadi atribut yang dikenakan oleh para perempuan.</p><p>Menurut sejarahnya, kebaya ini merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya. Penyebaran salah satu produk budaya ini juga tidak hanya di satu wilayah saja, namun di berbagai wilayah. Sehingga bisa kita temukan pula berbagai jenis kebaya yang ada di Indonesia dengan keunikannya masing-masing.bentuk paling awal kebaya berasal dari istana Kerajaan Majapahit yang dikenakan para permaisuri atau selir raja, sebagai sarana untuk memadukan pakaian kemben perempuan yang sudah ada–yaitu kain pembebat dan penutup dada perempuan bangsawan–menjadi lebih sopan dan dapat diterima.</p><p>1. Kebaya Jawa</p><p>Kebaya Jawa adalah jenis kebaya yang paling populer di masyarakat. Ciri khasnya terletak pada penggunaan bahan transparan, yang dipadukan dengan kemben di bagian dalam. Bahan transparan yang sering dipakai adalah brokat dengan hiasan berupa payet sehingga terlihat sangat cantik. Adapun ciri lainnya yaitu kebaya Jawa kebanyakan memiliki kerah berpotongan V-neck.</p><p>2. Kebaya Sunda</p><p>Meski sama-sama berada di Pulau Jawa, namun tahukah kamu ternyata kebaya Sunda berbeda dengan kebaya Jawa, lho. Perbedaan mencolok terletak pada potongan ujung tangan yang sedikit melebar. Selain itu, kebaya ini juga identik dengan warga-warga terang yang mencolok.</p><p>Pada bagian kerah, kebaya Sunda memiliki bentuk segi lima. Lalu ciri-ciri lainnya, kebaya Sunda seringkali dikawinkan dengan kain jarik ketika digunakan.</p><p>3. Kebaya Bali</p><p>Tak hanya Jawa, kebaya juga banyak digunakan oleh masyarakat Bali, khususnya pada saat aktivitas keagamaan. Para wanita Bali kerap mengenakan kebaya yang dipadukan dengan obi yang melilit bagian pinggang.</p><p>Tak hanya memberikan ilusi ramping, pemakaian obi sendiri memiliki makna agar tubuh perempuan terlindungi dari hal-hal negatif. Adapun dari segi bahannya, kebaya khas Bali terbuat dari brokat atau katun dengan pemilihan warna terang.</p><p>4. Kebaya Encim</p><p>Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah kebaya encim. Ini adalah kebaya asal Betawi, yang terkenal dengan pengaruh budaya Tionghoa. Desain kebaya encim memiliki cutting kerah V, dengan akses bordiran pada kerah hingga ke bagian bawah. Selain itu, jenis kebaya ini juga memiliki banyak variasi bordiran berlubang yang disebut 'kerancang'.</p><p>5. Kebaya Madura</p><p>Kebaya Madura sering disebut dengan 'rancongan'. Rancongan memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan kebaya Jawa. Hanya saja bagian bawah dibuat seperti menyerong dengan panjang kebaya sepinggang. Untuk padu padannya, kebaya Madura banyak disandingkan dengan kain jarit dari batik motif lasem, storjan dan tabiruan.</p><p>Istilah "kebaya" diyakini berasal dari kata serapan Arab kaba atau qaba yang berarti "pakaian", istilah ini mungkin berhubungan dengan kata Arab abaya (Arab: عباءة) yang berarti jubah atau garmen longgar. Istilah tersebut kemudian diperkenalkan ke Nusantara melalui kata serapan dari bahasa Portugis, cabaya.</p><p><br/></p><p>Nama :</p><p>Noviana Intan Safitri</p><p>Nuraini</p><p>Arina Sri Wahyunita</p><p>Magfirotul khasannah </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2459230265/94e046714e0981fe51d2bafbc20c4879/71E3A7D6_37F6_4D91_B3AA_7CC0F31F2187.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-02 06:53:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977634125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawi Jangkep adalah nama pakaian adat resmi dari Jawa Tengah yang khusus dikenakan oleh pria. Busana Jawi Jangkep berupa beskap berwarna gelap dengan motif bunga keemasan di bagian tengahnya. Beskap tersebut memiliki kerah agak tinggi dan tidak memiliki lipatan.Pakaian Jawi Jangkep terbagi atas dua jenis, yaitu Jawi Jangkep dengan atasan berwarna hitam yang digunakan untuk acara resmi, serta Jawi Jangkep Padintenan dengan atasan selain warna hitam yang bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977635733</link>
         <description><![CDATA[<p>Agista </p><p>Devi</p><p>Emi Marisa</p><p>Tasya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2459231353/fda8cb3d8f6dad1ef10bc13878d29f50/IMG_20240502_WA0032.jpg" />
         <pubDate>2024-05-02 06:54:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977635733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BESKAP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977642113</link>
         <description><![CDATA[<p>•<strong>PENGERTIAN BESKAP</strong></p><p>Beskap atau jas tutup adalah sejenis kemeja pria resmi dalam tradisi Jawa Mataraman untuk dikenakan pada acara-acara resmi atau penting. Busana atasan ini diperkenalkan pada akhir abad ke-18 oleh kalangan kerajaan-kerajaan di wilayah Vorstenlanden namun kemudian menyebar ke berbagai wilayah pengaruh budayanya.</p><p><br/></p><p>•<strong>ASAL BESKAP</strong></p><p>Beskap memiliki akar sejarah yang kental dalam budaya Jawa. Kata "Beskap" berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu "Wes Kaprah," yang secara harfiah berarti "sudah bercapai" atau "sudah mencapai kematangan." </p><p>Pakaian ini pertama kali dikenakan oleh para bangsawan dan kerabat keraton pada masa kerajaan Jawa.</p><p><br/></p><p>•<strong>SEJARAH BESKAP</strong></p><p>Beskap atau jas tutup adalah sejenis kemeja pria resmi dalam tradisi Jawa Mataraman untuk dikenakan pada acara-acara resmi atau penting. Busana atasan ini diperkenalkan pada akhir abad ke-18[butuh rujukan] oleh kalangan kerajaan-kerajaan di wilayah Vorstenlanden namun kemudian menyebar ke berbagai wilayah pengaruh budayanya.</p><p><br/></p><p>•<strong>MACAM-MACAM BESKAP</strong></p><p>Beskap dikenal dalam empat macam jenis, antara lain Beskap Gaya Jogja, Beskap Landung, Beskap Gaya Kulon, dan Beskap Gaya Solo. Warna kain beskap yang sering digunakan adalah hitam dengan desain sederhana dan kerah lurus tanpa lipatan, serta modelnya tidak simetris</p><p><br/></p><p>KELOMPOK 7</p><p>NAMA:</p><p>1.TEVY CALULLA Z.R </p><p>2.QONITA NILA R.</p><p>3.LIFIZANIA SOCHA</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/85/BAYSAS_PROFILE.jpg" />
         <pubDate>2024-05-02 06:59:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977642113</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977646834</link>
         <description><![CDATA[<p>Busana Basahan merupakan pakaian adat Jawa Tengah. Pakaian ini menjadi warisan budaya dari Kerajaan Mataram.</p><p>Ciri khas busana Basahan adalah tidak adanya atasan yang menutup seluruh badan. Bagi mempelai pria, biasanya bertelanjang dada. </p><p>Serta hanya mengenakan dodot yang menutupi pusar. Selain itu pengantin pria mengenakan kalung untuk menghiasi bagian dada. </p><p>Tampilan mempelai pria akan dilengkapi dengan kuluk sebagai penutup kepala. Serta membawa keris sebagai lambang kekuatan.</p><p>Mempelai wanita mengenakan kemben dengan bagian bahu dan dada atas terbuka. Sementara bagian bawahnya juga mengenakan dodot.</p><p>Busana Basahan memiliki makna dan harapan. Yaitu agar mempelai dapat menjalani rumah tangga yang harmonis.</p><p>Selain itu rumah tangga sejahtera, bahagia. Serta dapat berjalan selaras dengan alam.</p><p><br/></p><p>Nama: </p><p>1. dewi ayu pertiwi</p><p>2. ikah sugiarti</p><p>3 . sherlina azzahra</p><p>4 . zaira bintang A</p>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.rri.co.id/berita/1/images/1670726984-F34530A8-56E0-447A-9613-57FCDFF6D6B6.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-02 07:03:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977646834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>contoh kebaya madura </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977650576</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2459230265/0dea73b23c48c05cca5b3d2a26a4bd16/1E188674_C959_4554_B425_B21726595BE1.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-02 07:06:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahnfbelajar/q9js0vlac5pzat3/wish/2977650576</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
