<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>2-Internal Control Assessment on Binus Bekasi Canteen (LG) by Gatot Soepriyanto</title>
      <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c</link>
      <description>Post your findings here</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-18 08:13:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-19 03:05:12 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3591902884</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>INTERNAL CONTROL “GOOD MOMENTS”</strong></p><p><br/></p><p>Nama Kelompok:</p><p>1. Katarina Puspo Amanda Putri (2802481506)</p><p>2. Yeci Azzahra Nurjanah (2802500511)</p><p>3. Jemima Angelica Nathanael (2802460180)</p><p>4. Cynthia Florentina (2702380790)</p><p>5. Moses Damar Tantrisnarta (2802460174)</p><p><br/></p><p>Pertanyaan : </p><p>1. Apakah usaha memiliki aturan atau prosedur dasar dalam pencatatan transaksi?</p><p>2. ⁠Apakah pernah terjadi selisih kas atau kehilangan stok?</p><p>3. ⁠Apakah setiap transaksi disertai bukti (nota/struk)?</p><p>4. ⁠Apakah karyawan melaporkan masalah dalam tenant kepada atasan?</p><p>5. ⁠Apakah pemilik secara berkala mengecek tenant di binus@bekasi?</p><p><br/></p><p>Jawaban : </p><p>1.⁠ ⁠Aturan prosedur keuangan : tulis manual buku besar </p><p>2.⁠ ⁠Pernah mengalami ⁠⁠kehilangan stok : Pernah contohnya kekurangan cup, dapat diganti jika ada pembeli yang membawa tumbler</p><p>3.⁠ ⁠Setiap transaksi disertakan bukti tidak? iya disertakan </p><p>4.⁠ ⁠⁠Apakah karyawan melaporkan masalah ke atasan? iya dilaporkan jika ada kesalahan input data, atau misalnya ada kesalahan dalam pelaporan keuangannya. </p><p>5.⁠ ⁠⁠Pemiliki mengecek usaha secara berkala? Tidak karena ada CCTV</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4396586018/717295444dd03e8d1990d02fb14d5481/1b071b88_6e86_4875_b717_3e979c55ee08.jpg" />
         <pubDate>2025-09-18 11:55:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3591902884</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3591945606</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Internal Control Rocky Chicken</strong></p><p><br/></p><p>1. Ahda Dena Asbari 2802480150</p><p>2. ⁠Rainaya Aina Firdaus - 2802468990</p><p>3. ⁠Firyal Fahira - 2702376446</p><p>4. ⁠Brian Kusumayanto - 2802497643</p><p>5. Withania Cannathika Sugandi - 2802503772</p><p><br/></p><p>a. <strong>Control Environment (Lingkungan Pengendalian)</strong></p><p>- Tugas semua dijalankan oleh 1 karyawan mulai dari masak, menyiapkan hidangan, operasional, dan mengelola laporan yang nantinya akan di setor ke pemilik.</p><p><br/></p><p>b. <strong>Risk Assessment (Penilaian Risiko)</strong></p><p>- Untuk resiko selisih kas, stok ayam/nasi berkurang tanpa pencatatan atau tidak laku di tanggung oleh karywan itu sendiri.</p><p><br/></p><p>c. <strong>Control Activities (Aktivitas Pengendalian)</strong></p><p>- Pencatatan dilakukan dengan manual dan disesuaikan dengan data digital menggunakan aplikasi</p><p>- Untuk pengendalin bahan/stok dilakukan oleh pemilik selama 1 minggu sekali, jika bahan habis pemilik yang akan merestock bahan tersebut.</p><p><br/></p><p>d. <strong>Information &amp; Communication (Informasi dan Komunikasi)</strong></p><p>- Setiap transaksi penjualan dicatat secara lengkap.</p><p>- Karyawan wajib melapor jika ada selisih kas atau stok.</p><p>- Informasi mengenai biaya operasional dan bahan baku disampaikan langsung kepada pemilik.</p><p><br/></p><p>e. <strong>Monitoring (Pemantauan)</strong></p><p>- Pemilik melakukan pemeriksaan kas dan stok secara rutin.</p><p>- Pemantauan dilakukan melalui pengecekan laporan penjualan harian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4396636695/f1e821c021d292e1f3076fe356800fa9/80ccdbb8_78a7_4a0f_9dfb_e6467ba84b9d.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-18 12:25:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3591945606</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592015169</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Internal Control Mamadora</strong></p><p><br/></p><p>Anggota Kelompok 1 :</p><p>- Alvin (2802480301)</p><p>- Daffa Fatih Naufal Masiri (2802479590)</p><p>- Naja Mazaya Nandya (2802459960)</p><p>- Raquel Junia Hermawan (2802508994)</p><p>- Theresa Desfina&nbsp;(2802469015)</p><p><br/></p><p><strong>1. Biasanya siapa yang mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran usaha?</strong></p><p>Jawaban: Pemasukan dan pengeluaran dicatat secara manual di buku oleh staff yang sedang menjaga stand.</p><p>Setiap penjaga stand dipercaya untuk mencatat transaksi harian. Namun, karena penjaga sering berganti, ada risiko terjadi salah tulis atau ada transaksi yang lupa dicatat. Untuk meminimalkan risiko tersebut, owner sebaiknya memeriksa catatan ini secara rutin (misalnya seminggu sekali) dan memastikan setiap penjaga stand memahami panduan pencatatan agar pencatatan tetap konsisten meskipun berganti-ganti orang.</p><p><br/></p><p><strong>2. Kalau ada uang masuk dari penjualan, siapa yang pegang uangnya?</strong></p><p>Jawaban: Uang yang masuk dari hasil penjualan akan langsung di pegang oleh owner, karena proses pembayaran yang digunakan oleh mamadora adalah qris dan tidak menggunakan system pembayaran secara tunai. Setiap transaksi juga dicek nominal uang yang masuk dari qris. </p><p>Ini merupakan bentuk pengendalian yang cukup baik karena dapat mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Setiap transaksi juga dicek nominalnya agar tidak terjadi kesalahan transfer dari customer. Namun, tetap perlu dilakukan pengecekan ganda dengan cara menyimpan bukti pembayaran digital setiap transaksi dan mencocokkannya dengan catatan keuangan yang ada.</p><p><br/></p><p><strong>3. Kalau ada stok barang atau bahan baku yang datang siapa yang cek jumlahnya?</strong></p><p>Jawaban: Stok yang masuk ke stand akan diperiksa oleh staff yang sedang menjaga di stand.</p><p>Karena hanya dicek oleh satu orang, ada kemungkinan terjadi salah hitung atau kehilangan yang tidak disadari. Untuk mengurangi risiko ini, sesekali owner juga perlu ikut memeriksa stok secara langsung sebagai bentuk verifikasi ulang.</p><p><br/></p><p><strong>4. Apakah ada orang yang memeriksa catatan keuangan berkala?</strong></p><p>Jawaban: Owner memeriksa catatan keuangan berkala.</p><p>Hal ini menunjukkan adanya pemantauan langsung dari owner, sehingga jika ada kesalahan bisa cepat terdeteksi dan diperbaiki.</p><p><br/></p><p><strong>5. Apakah pernah ada kasus uang hilang atau kurang? Dan alasannya kenapa?</strong></p><p>Jawaban: Untuk saat ini belum pernah ada kasus uang hilang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4397010566/ef79402563dbec5bada59752096df892/WhatsApp_Image_2025_09_18_at_16_47_51_8c1f6a14.jpg" />
         <pubDate>2025-09-18 13:09:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592015169</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592044829</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Internal Control Mamabento</strong></p><p><br/></p><p>Nama Kelompok : </p><ol><li><p>NAJMAH NURINDAH FADILAH - 2802519184</p></li><li><p>NAZWA AUDELIA PUTRI -&nbsp; 2802547156</p></li><li><p>NICHOLAS MANGIHUT NABABAN - 2802474015</p></li><li><p>SYIFA' ADHITYA FARDANI - 2602234295</p></li><li><p>ZAITUN TIIN ATIASANI - 2802514486</p><p><br/></p><p><br>1. Pencatatan Penjualan</p><p><br/></p></li></ol><ul><li><p>Pertanyaan: Bagaimana sistem pencatatan penjualan harian dilakukan?&nbsp;</p></li><li><p>Jawaban: Sudah menggunakan mesin kasir/QRIS, otomatis tercatat di riwayat transaksi.</p></li><li><p>Analisis: Pencatatan cukup baik karena berbasis sistem digital, sehingga meminimalisir risiko kehilangan data dan manipulasi.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Rekonsiliasi Kas</p><p><br/></p></li></ol><ul><li><p>Pertanyaan: Apakah ada pengecekan/rekonsiliasi kas setiap hari oleh pihak lain?</p></li><li><p>Jawaban: Dicek setiap hari oleh pemilik Mamabento, tidak ada selisih antara produk terjual dengan pendapatan harian.</p></li><li><p>Analisis: Pengawasan langsung oleh pemilik meningkatkan akurasi.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Pencatatan Persediaan</p><p><br/></p></li></ol><ul><li><p>Pertanyaan: Bagaimana pencatatan keluar-masuk bahan baku dan barang jadi dilakukan?</p></li><li><p>Jawaban: Semua dicatat oleh owner.</p></li><li><p>Analisis: Pencatatan dilakukan, namun sentralisasi di satu orang bisa menimbulkan risiko kesalahan atau kecurangan. Namun, karena owner yang kelola sendiri, sebaiknya dibuat catatan stok sederhana (misalnya di buku tulis atau Excel), biar bisa tahu bahan mana yang sering habis atau terbuang.</p><p><br/></p></li></ul><ol start="4"><li><p>Pengadaan Bahan</p></li></ol><p><br/></p><ul><li><p>Pertanyaan: Siapa yang bertanggung jawab melakukan pengadaan bahan?</p></li><li><p>Jawaban: Pemilik bento, karyawan hanya menerima bahan jadi setiap hari.</p></li><li><p>Analisis: Tanggung jawab pengadaan sudah jelas berada di tangan pemilik sehingga proses lebih sederhana dan efisien untuk skala usaha kecil. Namun, karena tidak ada pemisahan fungsi antara pembelian dan penerimaan barang, risiko kesalahan atau kelalaian tetap ada.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="5"><li><p>SOP Operasional</p></li></ol><p><br/></p><ul><li><p>Pertanyaan: Apakah ada SOP dalam penyajian makanan, kebersihan, dan pelayanan?</p></li><li><p>Jawaban (versi lebih pas untuk usaha kecil): Belum ada SOP tertulis, namun karyawan sudah mengikuti arahan langsung dari pemilik terkait cara penyajian, kebersihan, dan pelayanan.</p></li><li><p>Analisis: Meskipun belum ada SOP formal, adanya arahan langsung dari pemilik membuat standar operasional tetap dijalankan secara konsisten. Namun, tanpa pedoman tertulis, ada risiko standar tidak seragam jika karyawan baru masuk atau jika pemilik tidak selalu hadir.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Jadwal Kerja Karyawan</p><p><br/></p></li></ol><ul><li><p>Pertanyaan: Apakah ada jadwal kerja karyawan yang jelas dan diawasi?</p></li><li><p>Jawaban (versi realistis untuk usaha kecil): Karyawan mulai bekerja jam 8 pagi, dan kantin tutup setelah semua produk habis terjual. Sistem jam kerja mengikuti kebutuhan operasional harian.</p></li><li><p>Analisis: Pengaturan jadwal kerja bersifat fleksibel sehingga sesuai dengan pola usaha kantin yang mengandalkan ketersediaan produk. Namun, sistem ini bisa menyulitkan dalam hal perencanaan jam kerja atau pembagian beban kerja jika jumlah karyawan bertambah.</p></li></ul><p><br></p><p>Kesimpulan:</p><ul><li><p>Kekuatan utama: sudah ada control activities yang baik untuk penjualan &amp; kas (digitalisasi, rekonsiliasi harian).</p><p><br/></p></li><li><p>Kelemahan utama: control environment &amp; formal control activities (seperti SOP, jadwal, pemisahan tugas) masih lemah karena semua terpusat pada pemilik.</p><p><br/></p></li><li><p>Rekomendasi: usaha kecil tidak perlu kontrol rumit, cukup perbaikan sederhana → catatan stok, panduan singkat SOP, dan jadwal dasar → ini akan memperkuat monitoring dan information &amp; communication.</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4396945074/042d9fcd93589f37e8c58d0fb17b942c/WhatsApp_Image_2025_09_18_at_19_31_28_6ac963a9.jpg" />
         <pubDate>2025-09-18 13:26:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592044829</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592088761</link>
         <description><![CDATA[<p>Internal Control Mie Ayam Asen</p><p><br/></p><p>-Edward Samuel Partogi Simanullang (2802487711)</p><p>-Keisha Defiany Ge'e (2802459954)</p><p>-Nayra Kaheesha Izzaty (2802511396)</p><p>-K’lyla Azzara Putri Permana (2802518912)</p><p>-Muhammad Syauqi Darveshtama (2802547105)</p><p><br/></p><p>a. bagaimana staff mencatat setiap transaksi? </p><p>semua transaksi sudah otomatis tercatat oleh sistem pembayaran di aplikasi bca.</p><p><br/></p><p>b. bagaimana dengan pembayaran melalui cash?</p><p>tidak setiap transaksi yang menggunakan cash dicatat, hanya mencatat totalnya saja.</p><p><br/></p><p>c. Paling banyak bisa menghasilkan berapa porsi dalam sehari?</p><p>bisa mencapai 100 porsi dalam sehari dan bisanya selesai di jam 5 sore.</p><p><br/></p><p>d. Kapan restock bahan baku? apakah per hari atau per minggu?</p><p>Per hari, bahan baku akan dibeli sehari sebelum melakukan penjualan.</p><p><br/></p><p>e. Bagaimana pencatatan untuk stock bahan baku?</p><p>Setiap selesai berdagang, staff akan mencatat bahan baku apa yang harus dibeli untuk penjualan besok.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4396923912/9014f0c22bc1515556be8e1720e6101f/WhatsApp_Image_2025_09_18_at_16_57_05.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-18 13:47:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592088761</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>putrichealsi</author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592128603</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Internal Control - Warung Nusantara</strong></p><p><br/></p><p><strong>Anggota Kelompok 7:</strong></p><p>1. CHEALSIANA AZZILIA ADINDA PUTRI - 2802515330</p><p>2. GIE ANTOSENO - 2802482414</p><p>3. JONATHAN AXEL - 2802520596</p><p>4. MUHAMMAD DAVITH FADILAH - 2802492655</p><p>5. PINAKA MAYRA KINANTI - 2802484703</p><p><br/></p><p><strong>1. Control Environment</strong></p><p>Pertanyaan: </p><p>Bagaimana memastikan nilai integritas dan etika di tim tetap dijaga?</p><p>Jawaban:</p><p>- Integritas dijaga lewat laporan harian (pembelian bahan &amp; belanja dicatat).</p><p>- Etika dijaga dengan selalu senyum dan kepada customer</p><p><br/></p><p><strong>2. Risk Assesment </strong></p><p>Pertanyaan: </p><p>apa risiko terbesar dalam proses pelaporan keuangan di perusahaan, dan bagaimana cara Anda mengatasinya?</p><p>Jawaban:</p><p>- Penggunaan uang tunai (cash), padahal aturan mewajibkan pakai QRIS.</p><p>- Anak baru terkadang belum paham, jadi cara mengatasinya tetap ada yang pakai uang tunai tapi harus pas.</p><p> </p><p><strong>3. Control Activities</strong></p><p>Pertanyaan: </p><p>Bagaimana memastikan pencatatan transaksi hanya dilakukan pihak berwenang?</p><p>Jawaban:</p><p>Pakai sistem QRIS BCA, jadi semua mutasi terlihat oleh owner langsung</p><p><br/></p><p><strong>4. Information &amp; Communication</strong></p><p>Pertanyaan:</p><p>Bagaimana memastikan informasi keuangan penting tersampaikan cepat &amp; akurat?</p><p>Jawaban:</p><p>- Pakai sistem QRIS BCA, jadi semua mutasi terlihat oleh owner langsung</p><p><br/></p><p><strong>5. Monitoring Activities</strong></p><p>Pertanyaan:</p><p>Apakah ada pengalaman review/audit internal terkait sistem pengendalian?</p><p>Jawaban:</p><p>Tidak ada, karena semua laporan langsung diserahkan ke owner.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4397384521/f51e42b870753d47b4a4538014abaa58/WhatsApp_Image_2025_09_18_at_20_36_36_b6de0e21.jpg" />
         <pubDate>2025-09-18 14:08:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592128603</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592162672</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota Kelompok 7:</strong></p><ul><li><p>Andrea Junia Hermawan (2802512202)</p></li><li><p>Dimas Krisanto (2802460110)</p></li><li><p>Diniyatus Sholeha (2802468965)</p></li><li><p>Wahyu Eka Sulistyaningrum (2802534935)</p></li><li><p>Wilhelmus Chelsio Seran (2802460262)</p></li></ul><p><br></p><p>Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu tenan di kantin yaitu Bakso Malang kami menganalisis internal control yang dimilikinya berupa 5 komponen COSO :</p><p><br></p><p><strong>1. Control Environment</strong></p><p>Penjual Bakso Malang mencatat laporan keuangan secara manual lalu dirapikan oleh pihak pusat. Ini menunjukkan adanya pencatatan atau dokumentasi yang bisa digunakan sebagai evidence untuk melakukan audit. Namun, kontrolnya masih sangat lemah karena pencatatan dilakukan secara manual dan sangat bergantung pada kejujuran dan ketelitian penjual. Selain itu, belum ada pemisahan fungsi seperti misalnya kasir terpisah dari pencatat laporan, sehingga risiko kesalahan atau manipulasi tetap ada. </p><p><br></p><p><strong>2. Risk Assessment</strong></p><p>Risiko terdapat pada pada sistem pembayaran QRIS, karena hanya bergantung pada bukti transfer yang ditunjukan oleh pembeli. Hal ini berpotensi adanya pemalsuan bukti atau pembeli menggunakan kembali screenshot dari pembelian yang lama, sehingga bisa mengganggu akurasi pendapatan yang tercatat dan berpotensi tinggi salah saji dalam laporan keuangan. Selain itu, risiko inventory seperti gas lpg atau alat makan yang habis tanpa terdeteksi yang artinya pengendalian terhadap kebutuhan operasional belum berjalan baik.</p><p><br></p><p><strong>3. Control Activities</strong></p><p>Bakso Malang menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Ini merupakan bentuk kontrol yang baik jika dilihat dari sisi bahwa transaksi akan tercatat otomatis melalui sistem pembayaran digital, sehingga lebih transparan dibanding hanya tunai. Namun, karena tidak ada sistem validasi otomatis atas pembayaran. Penjual bisa tertipu oleh bukti transfer palsu.</p><p>Selain itu, pencatatan laporan masih manual dan komunikasi ke pusat hanya seputar rekap penjualan. Kontrol untuk inventory juga masih lemah. Tidak ada sistem monitoring stok, sehingga kebutuhan operasional bisa habis tanpa terdeteksi. Hal ini bisa memengaruhi aspek expense atau inventory menjadi rawan salah dan memengaruhi akurasi laporan laba rugi.</p><p><br></p><p><strong>4. Information &amp; Communication</strong></p><p>Komunikasi antara tenant di Bekasi dan pusat sudah ada dilihat dari pencatatan yang dilakukan manual oleh penjual lalu dirapikan oleh pusat. Namun, belum ada mekanisme komunikasi untuk melaporkan masalah inventory secara rutin dan hanya diketahui setelah terjadi kekurangan.</p><p><br></p><p><strong>5. Monitoring Activities</strong></p><p>Monitoring ada di pihak pusat yang menerima dan merapihkan laporan. Namun, lebih bersifat korektif (setelah laporan dibuat), bukan preventif. Tidak ada monitoring yang rutin untuk inventory, sehingga kontrol tidak menyeluruh. Selain itu, tidak ada sistem monitoring real-time terhadap pembayaran (misalnya notifikasi bank/QRIS), sehingga laporan keuangan berpotensi tidak akurat.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4396734503/22b9f99e1149fe05aaca29b6bfc5fb6f/image.png" />
         <pubDate>2025-09-18 14:27:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/q83hj4rlz10gn85c/wish/3592162672</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
