<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>hello April.. :)  by taaarosita</title>
      <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm</link>
      <description>tetap semangat !</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-04-03 07:25:00 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-27 16:26:18 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Bacalah Pertanda, Bekerjasama dengan Hati, dan Bertindak untuk Mengejar Mimpi</title>
         <author>dprayuni</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/248016217</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul : Sang Alkemis (The Alchemist)<br>Pengarang : Paulo Coelho<br>Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama<br>Tahun terbit : 2005<br>Ketebalan : 216hlm<br><br>Buku ini mengisahkan perjalanan seorang anak gembala untuk menemukan harta karun yang menjadi takdirnya. Ia harus menyebrangi benua meninggalkan semua zona nyaman dan keraguan serta pertentangan dalam batinnya. Tapi sebagai balasannya tidak hanya harta yang ia dapat tapi juga ilmu, perkenalan dengan banyak orang, bertemu alkemis sang ahli kimia, dan juga menemukan cintanya.<br><br>Bagi saya buku ini tidak hanya sekedar cerita mencari harta tapi bagaimana menemukan arti hidup. Ceritanya membawa suatu rasa optimis tersendiri untuk kita terus berusaha mewujudkan mimpi yang menjadi takdir kita. Tiap orang memiliki peran hidupnya masing-masing akan tetapi bukan diam ditempat setelah tahu dan menjalani peran hidupnya, mereka harus menjadi lebih baik dalam perannya. Timah memang memiliki perannya sebagai timah tapi pada satu titik ia akan bisa menjadi emas.<br><br>Bacalah pertanda di sekelilingmu, bicaralah pada hatimu dan bekerjasamalah untuk saling membahu. Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya. Kalau ia bagian dari mimpimu suatu hari pasti akan kembali padamu. Tidak ada cara yang paling tepat untuk mewujudkan mimpi selain dengan tindakan.<br><br>Di akhir cerita si anak gembala berhasil menemukan hartanya. Hartanya tersimpan bukan di sebrang benua atau di bawah piramida seperti yang selalu ada di mimpi yang ia dapat saat tertidur tapi di suatu tempat dimana ia sering menghabiskan waktu bersama domba-domba gembalaannya. Kadang harta itu sebenarnya dekay hanya saja untuk menemukannya kita perlu melakukan perjalanan jauh dan mempelajari banyak hal terlebih dahulu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-03 07:54:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/248016217</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penasaran dengan filmnya tapi memilih membaca novelnya</title>
         <author>dprayuni</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/249387178</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul : Arini, Masih Ada Kereta yang akan Lewat<br>Pengarang : Mira W<br>Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama<br>Tahun terbit : 2018<br>Ketebalan : 232hlm<br><br>Berkisah tentang jalan hidup Arini, sosok wanita polos, lugu, dan baik hati, yang sudah sulit ditemui seperti jarum dalam jerami. Arini dikhianati oleh dua orang yang paling ia percayai, suaminya-Helmi dan sahabatnya sejak kecil-Ira. Berawal dari kecurigaan suami Ira akan perselingkuhan dirinya dengan Helmi, hingga Ira membuat sandiwara yang mengorbankan Arini untuk menutupi aibnya. Akan tetapi semuanya terbongkar saat Arini akan melahirkan anaknya, buah pernikahannya dengan Helmi. Kesadaran akan penghianatan membuat Arini mengalami masa sulit dan kehilangan akal sehatnya. Ia memutuskan untuk bercerai dan demi menjaga kewarasannya, ibunya terpaksa berbohonh dengan mengatakan anak yang dilahirkannya telah meninggal.<br><br>Bertahun-tahun Arini coba menutupi luka dan dendamnya dengan kesibukan mengejar karier hingga akhirnya ia berubah menjadi sosok yang dihormati. Tidak ada lagi mantan suami dan sahabatnya ataupun ibunya yang setelah dua bulan perceraiannya meninggal karena serangan jantung. Kesepian menjadi temannya, ia menutup diri dan menjaga jarak dari sekitar. Arini merasa jengah untuk berhubungan dekat dengan orang lain, ia takut terluka lagi. Hingga perjalanan kereta di Jerman mempertemukannya dengan seorang pemuda bernama Nick. Ada suatu rona berbeda di hidup Arini. Rentang usia yang cukup jauh, sifat Nick yang bertolak belakang, membuat ia terganggu tapi juga menikmati.<br><br>Kehidupan seperti roda, setelah sekian lama memutar, Arini dihadapkan lagi pada masa lalunya yang harus diselesaikan. Pertemuannya kembali dengan mantan suami dan sahabatnya serta kenyataan bahwa anak yang selama ini dianggap sudah meninggal ternyata masih hidup dan sedang berjuang menantang maut. Mampukan Arini menjadi sosok ibu bagi anaknya, berdamai dengan masa lalunya, dan bahagia dengan Nick?. Jika tertinggal satu kereta, tenang akan ada kereta yang akan lewat nanti.<br><br><br>~ Awal tertarik karena trailer sebuah film yang mengambil setting di luar negeri. Setelah tahu ternyata ini film lama yang difilmkan kembali dan ada novel dengan judul sama akhirnya lebih tertarik membaca bukunya. Sebenarnya buku ini agak kurang dari ekspektasi saya karena saya mengira ada penggambaran detail tentang setting di Jerman hingga kita bisa merasakan ada di sana. Pemaparan kisahnya tidak terlalu dalam mengorek ke sisi Arini. Hingga sakit hati, kesedihan dan naik turun emosi tokoh utama kurang saya dapatkan. Kesan menarik yang saya dapatkan dari cerita bahwa membalas dendam dengan keburukan ternyata tidak membuat dendam itu hilang dan kita merasa tenteram tapi justeru dengan kebaikan bisa memberi efek yang lebih jera.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-07 01:30:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/249387178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Buku Ketiga Bulan April</title>
         <author>dprayuni</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/251739728</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul : Drama Rumah Tangga (Catatan Ringan Seorang Ibu)<br>Pengarang : Wulan Darmanto<br>Penerbit : Kinimedia<br>Tahun terbit : 2016<br>Ketebalan : 237hlm<br><br>Benarkah dunia pernikahan selalu indah bagaikan surga?? Wulan Darmanto berbagi sudut pandangnya tentang dunia setelah menikah lewat buku ini. Selalu indah bisa jadi, tidak selalu indah mungkin terjadi.<br><br>Menurut saya buku ini adalah bacaan ringan yang mengupas kehidupan penulis sendiri setelah menikah dan beberapa kisah teman atau orang yang curhat melalui penulis. Tidak terkesan menggurui dengan memaparkan step by step tentang pernikahan sempurna tapi lebih mengajak pembaca untuk lebih adaptif, fleksibel, dan bersikap rasional dalam menjalankan kehidupan pernikahan masing-masing melalui pemaparan bab per bab. Tidak ada kehidupan yang sempurna, bukan sesuatu yang bijak untuk membandingkan diri sendiri atau keluargayang dimiliki dengan yang lainnya. Karena boleh jadi pohon tetangga memang lebih hijau, tapi pohon yang kita miliki jauh lebih rimbun.<br><br>Drama rumah tangga, judul yang diambil untuk buku ini sepertinya menyiratkan kehidupan rumah tangga yang penuh drama dalam artian sulit dan sedih. Tapi sebenarnya lebih karena fluktuasi yang terjadi, kehidupan rumah tangga tidak selalu datar. Banyak cerita tentang masalah yang sering dihadapi dalam rumah tangga dikupas disini. Mulai dari kehidupan awal pernikahan, hubungan dengan mertua atau ipar, manajemen keuangan atau emosi, atau berbagai tekanan untuk membentuk rumah tangga yang ideal dari lingkungan entah itu dari tetangga sekitar ataupun dunia maya yang menampilkan kesempurnaan hingga kadang membuat orang merasa gagal. Tapi dengan gaya menulis atau mungkin karakter penulis juga yang easy going, masalah tadi bisa dilihat dari sudut yang berbeda. Mungkin membaca tulisan Wulan Darmanto dalam buku ini bisa menjadi salah satu referensi menularkan semangat untuk tetap berusaha dan belajar menghadapi ketidaksempurnaan dalam rumah tangga.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-13 21:55:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/251739728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PULANG </title>
         <author>semuarosita</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/253743039</link>
         <description><![CDATA[<div>Tere Liye&nbsp;<br>Penerbit : Republika<br>Ketebalan : 400 halaman&nbsp;<br><br>ooooh sungguh luar biasa bukunya kalau jadi film saya pasti akan menontonnya.. ini buku ke dua yang paling saya suka selain Tentang Kamu, buku tentang sebuah perjalanan panjang seseorang mengajak saya ikut melalui peristiwa demi peristiwa dengan sempurna.. aaaah anadai imajinasi saya seperti anda Tere Liye...&nbsp;<br><br>okey... sudahi ya berkhayalnya... :) . Bujang sebut saja dia Bujang, Si Babi Hutan yang bernama asli Agam, hidup selama 15 tahun hanya hidup di hutan rimba Sumatera, yang sesekali mengaji bersama mamaknya namun bapaknya selalu melarang hal tersebut bahkan memukulnya. kejadian luar biasa saat Tauke muda teman dari ayahnya datang, kemudian mengajak Bujang berburu babi hutan, dari sanalah Bujang kehilangan rasa takutnya , sampai akhirnya Tauke Muda mengajak Bujang ke kota, dengan berat hati mamak mengijinkan namun dengan syarat Bujang berjanji tidak akan meminum arak dan memakan babi atau anjing, Bujang menyanggupi. Bujang pergi ke kota bersama Tauke menjadi anggota keluarga baru Tong, di fikir Bujang ia akan menjadi tukang pukul seperti yang lainnya, namun ternyata Tauke meminta Bujang untuk membaca buku buku dan memintanya bersekolah, Bujang menolak namun akhirnya menerima setelah Bujang berjuang melawan para tukang pukul di rumah tersebut. Bujang lalui sekolah sengan gemilang ia menuntaskan Sarjana lebih cepat setahun dari temannya, namun hal itu tidak membuat Tauke cukup ia diminta sekolah kembali ke Luar Negeri, namun Bujang menolak,diluar itu tauke juga membawa Guru Guru hebat untuk mengajari Bujang menembak dan menjadi seorang ninja sejati. Bujang anak yang pintar dan sangat cepat menegrti namun untuk menjadi ninja sejati yang kata gurunya bilang tidak mudah, Bujang harus mengalahkan egonya dan dapat mengalahkan dirinya sendiri. Bujang akhirnya kuliah di Luar Negeri.. dia mengurusi bisnis Tauke dengan jaringan yang lebih luar ternyata tauke bisinisnya bisa di sebut shadow economy dimana barang barang ilegal didalamnya sehingga bisa menjadi terlihat legal, ah sangat rumit, hingga beberapa kali pertempuran Bujang alami. Sampir akhirnya dalam kondisi Tauke lemah karena sakit ada pihak yang mengkhianati masih dalam satu keluarga besar Tong, Yakni Basir , Basyir meminta bantuan kepada anak dari keluarga Lin, yang pemimpinnya di bunuh Bujang sebelumnya, karena telah merampas dan cara tidak hormat barang pengintai milik keluarga Tong. Namun akhirnya Bujang bertemu dengan Tuanku Imam yakni kakak tertua dari mamaknya, mamaknya meninggal saat Bujang lulus sarjana. cerita bertemunya bagaimana baca sendiri ya bukunya, serruuuuuu sekali.&nbsp;<br><br>Dalam pertempuran itu tauke tak dapat diselamatkan. Bujang bersedih kemana ia akan pulang, mamaknya sudah tiada, bapak sudah tiada, dan tauke yang menjadi ayah angkatnya di kota yang menyekolahkannya hingga Master dan memberi peluang peluang untuknya kini telah tiada juga.&nbsp;<br><br>sampai akhinya di pertempuran selanjutnya pihak Bujanglah yang menang, Ia di bantu oleh teman teman yang benar benar setia.. ternyata kesetiaan terlahir dari sebuah prinsip. Akhirnya ia menjadi pimpinan menjadi Tauke Muda, lalu mau dibawa kemana keluarga Tong ini, kini menjadi pilihannya.. Bujang yang lahir dari seorang ibu keturunan Ulama hebat , dan seorang ayah yang keturunan tukang jagal terhebat.<br><br>Dari lantunan Adzan bujang membasuh wajahnya, sekarang ia tau kemana ia akan pulang, seoranf tukang jagal no satu saat itu, yang jika menyebut nama Si Babi Hutang orang orang gemetar, kini tau kemana ia harus pulang.<br><br>- sebuah cerita inspiratif , cerita keluarga gak saya ceritain disini karena sedih terlalu pilu dan lebih baik baca sendiri, syarat makna sekali...&nbsp;<br><br>ah terimakasih Tere Liye... <br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-20 09:05:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/253743039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resensi buku April 2018</title>
         <author>mynameisindahp</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/255936529</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Judul Buku : La fête du potiron (Halloween)</div><div>Penulis : Agatha Christie</div><div>Penerbit : Hachette Livre/ Deux Coqs d’Or</div><div>Tahun terbit : 1995</div><div>Jumlah halaman : 249 halaman</div><div>Mulai Membaca : 6 April 2018</div><div>Selesai Membaca : 26 April 2018<br><br></div><div>Buku ini saya pinjam dari IFI untuk mengasah lagi kemampuan Bahasa perancis..heheh. Selain bukunya yang mudah dibaca (tertulis untuk anak usia 10-12 tahun), kebetulan novel ini adalah salah satu serial Poirot. Serial kali ini bercerita tentang pembunuhan seorang anak pada saat menghadiri pesta Halloween di Rumah Mrs. Drake, seorang janda kaya. Poirot menangani kasus ini karena permintaan Andrianne Oliver, seorang penulis detektif terkenal. Oliver juga pernah muncul dalam novel seri Poirot yang berjudul Pembunuhan Mrs. McGinty. <br><br></div><div>Joyce Reynolds, seorang remaja berusia belasan datang bersama saudara dan teman-temannya. Pada saat permainan, Joyce berkilah bahwa dia pernah menyaksikan pembunuhan. Seluruh peserta yang ada di ruangan itu menghiraukan pernyataan Joyce, namun selang beberapa saat, ketika makan malam dimulai, Joyce belum juga ikut berkumpul di meja makan. Khawatir akan apa yang terjadi, Mrs. Drake meminta seluruh peserta untuk mencari Joyce. Joyce kemudian ditemukan di perpustakaan dengan kepala dalam wadah cuci tangan. Joyce meninggal karena tenggelam. <br><br></div><div>Investigasi pun dilakukan, Poirot bekerja sama dengan kepolisian setempat dan juga temannya, mantan polisi Spencer. Tentu saja pelaku yang dicurigai adalah seseorang dari peserta dan penyelenggara pesta Helloween, mereka adalah; Mrs. Drake (tuan rumah), Mrs. Butler, Mrs. Oliver, Miss Whittaker (guru), Miss Lee (asisten dokter), Ann Reynolds (kakak Joyce), Nicholas Ransom, Desmond Holland dan Mrs. Goodbody (pemeran peramal). Tentu saja pembunuhan ini dikarenakan ulah Joyce yang berkata telah menyaksikan pembunuhan sebelumnya. Poirot pun menyelidiki beberapa kasus yang terkait di daerah tersebut.<br><br></div><div>Ada 3 kasus utama yang menjadi perhatian Poirot:<br><br></div><div>1.       Kasus meninggalnya Mrs. Llewellyn-Smythe, kematiannya sendiri tidak sempat ditelusuri karena menurut dokter otopsi, Ia meninggal karena sebab alami. Namun beberapa kabar terkait warisan yang menyebabkan polisi menyangkal bahwa ini bukan kematian biasa. </div><div>2.       Kasus meninggalnya Lesley Ferrier, seorang akuntan yang juga bekerja untuk Mrs. Llewellyn-Smythe. Terbunuh dengan beberapa luka di tubuhnya.</div><div>3.       Kasus meninggalnya Janet White, seorang guru yang meninggal karena kecelakaan. Namun ada indikasi bahwa pacarnya yang pemarah lah yang membunuhnya. <br><br></div><div>Dari ketiga pembunuhan sebelumnya pembaca sudah mengetahui pelakunya adalah seseorang yang terkait dengan kasus Mrs. Llewellyn-Smythe. Hal yang mengejutkan terjadi di bab-bab terakhir cerita. Ada korban ke-dua untuk kasus ini dan hampir meregut nyawa seorang gadis. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/239509112/d7ef111b44d50b76b4cc2b4ab5e10c06/WhatsApp_Image_2018_05_09_at_21_55_53.jpeg" />
         <pubDate>2018-04-27 09:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/255936529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The ABC Murders by Agatha Christie</title>
         <author>prettyduck</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256457980</link>
         <description><![CDATA[<div>Start membaca: lupa tglnya :D<br>Selesai : 30 April 2018<br><br>Ini sebenarnya kali pertama saya membaca karya Agatha Christie. Jaman dulu, untuk genre misteri saya suka membaca karya R.L.Stine. Jadi mungkin saya akan banyak membandingkan karya Madam Agatha ini dengan seri Goosebumps. Pada saat membeli bukunya, sebenarnya saya tidak tahu kalau ternyata, Detektif Poirot ini memiliki rangkaian cerita di buku lain. Di buku ini memang yang menjadi sorotan adalah Detektif Poirot, detektif yang teekenal handal hingga akhirnya ada seorang pembunuh yang sengaja melakukan pembunuhan hanya untuk menguji keahlian Detektif Poirot. <br>Kasus pembunuhan ABC ini awalnya tidak dianggap sebagai upaya terencana dari si pembunuh. <br><br>Kejadian awal bermula dari terbunuhnya wanita tua yang dianggap tak pantas mati dengan cara mengerikan. Mrs. Ascher dari Andouver ditemukan mati akibat pukulan membabi buta. Di dekat jenazahnya ditemukan sebuah surat misterius. Oran-orang pada awalnya menduga bahwa pembunuh Mrs. Ascher adalah suaminya sendiri mengingat perlakuan suaminya yg kerap kali bertindak kasar dan beberapa kali mengancam hendak membunuh Mrs. Ascher. <br><br>Kemudian pada kasus kedua, seorang pelayan cafe bernama Betty Barnard ditemukan mati dicekik di daerah Bexhill. Sempat muncul dugaan juga bahwa kekasihnya lah yang membunuh Betty. Namun hasilya tetap masih menjadi misteri.<br><br>Si pembunuh semakin senang karena Dr. Poirot tak kunjung menemukan petunjuk tentang siapa dibalik pembunuhan-pembuhan tersebut. Namun Poirot rupanya masih bisa bersikap tenang. <br><br>Pembunuhan ketiga pun muncul. Kali ini korbannya adalah Sir Carmichael Clarke. Ia tewas dibunuh dengan kondisi kepala yang hancur akibat pukulan.<br>Carmichael Clark tewas di Churston.<br><br>Hal yang menarik dari seluruh peristiwa tersebut adalah, si pembunuh mengurutkan semua korbannya sesuai abjad.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-30 11:33:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256457980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Totto Chan&#39;s Children</title>
         <author>yuniabanipratiwi</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256763618</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul           : Totto-chan’s Children. A Goodwill Journey to the Children of the World</div><div>Penulis         : Tetsuko Kuroyanagi</div><div>Alih Bahasa   : Ribkah Sukito</div><div>Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama</div><div>Terbit           : 2010</div><div>Cetakan        : kesembilan, Januari 2017</div><div>Tebal            : 328 hal.</div><div>ISBN            : 978-979-22-5998-8</div><div> </div><div>Buku ini merupakan kelanjutan kisah Totto Chan. Kali ini mengisahkan kehidupan perjalanannya di beberapa negara sebagai Duta UNICEF. Dalam buku ini dikisahkan perjumpaannya dengan anak-anak di berbagai negara yang dikunjungi. Ada beberapa pesan penting yang tertulis dalam buku ini diantaranya kisah kepedihan tentang hidup, hidup anak-anak yang menderita. Kisah dari negera-negara yang mengalami kekeringan hebat atau terkena dampak perang. Disana anak anaklah yang menjadi korban. Ada lagi kisah tentang anak-anak yang tidak bisa makan, tidak bisa sekolah, tidak bisa dirawat ketika sakit, bahkan trauma hebat akibar perang. Kira-kira hal tersebut tergambar dalam buku ini.</div><div><strong>Tanzania (1984)</strong></div><div>Di tempat pertama kali Totto Chan melaksanakan tugasnya Ia<em> bertemu anak laki-laki berumur enam tahun di Tanzania, namanya Rogati. Normalnya anak laki-laki seumur itu bersekolah di sekolah dasar, tapi ia sangat kecil dan hampir tak bisa berdiri, berjalan, atau bicara. Yang bisa ia lakukan hanyalah merangkak di tanah yang dingin. Itulah akibat kelaparan. Ketika seorang anak tidak mendapatkan makanan, bukan hanya tubuh yang berhenti bertumbuh tetapi juga otak, karena otak juga memerlukan gizi. Saat itu ia tak tahu bahwa kelaparan bisa begitu mengerikan. ia benar-benar shock.’</em> </div><div>Lalu masih di tanzania, seseorang anak perempuan menawari Totto Chan air dalam panci yang berlumpur, untuk mencuci tanah. Totto Chan bertanya darimana ia mendapatkan air itu. Anak tersebut menjawab “Dari sumur di belakang sana”. Totto Chan mengitari halaman belakang, tapi tak menemukan sumur di sana. Ternyata sumur yang dimaksud berada 4,8 kilometer di belakang sana. Perjalanan 4,8 km tidak terlalu jauh. Sebagian orang bahkan harus berjalan 14 - 16 kilometer untuk mendapatkan air.</div><div><strong>Nigeria (1985)</strong></div><div>Termometer yang dibawa kru televisi yang mengiringi perjalanan Totto Chan sudah melejit naik sampai tanda tertinggi 62,7 C di sebuah gurun di Nigeria. Bahkan cairan merah dalam termometer pun sampai tumpah keluar tabungnya. Jadi para kru tak punya alat yang bisa memberitahu seberapa panas suhu disana. Curah hujan di Nigeria hanya 2,5cm pertahun. Betapa mengerikannya kekeringan disana.</div><div><strong>India (1986)</strong></div><div>24 juta anak lahir setiap tahun di India, tetapi lebih dari sepuluh persennya meninggal di tahun pertama, dengan 40 persen kematian terjadi di bulan pertama, dan 20 persen kematian terjadi di minggu pertama. Penyebab utamanya adalah tetanus. Di India, anak-anak tunawisma sering kali tidur di atas tanah yang basah oleh air selokan. Telinga anak-anak ternyata mudah sekali terluka, dengan tidur di tanah, banyak anak terinfeksi tetanus lewat luka di telinga. </div><div><strong>Mozambik (1987)</strong></div><div>Perang saudara terjadi karena pemerintahan apartheid Afrika Selatan merasa pemerintahan Mozambik akan mengancam jalannya politik apartheid mereka.  Apartheid adalah sebuah kebijakan segregasi dengan diskriminasi rasial berdasarkan warna kulit. Perang mengakibatkan banyak pengungsian, dan korban banyak muncul dari anak-anak yang hilang dari orang tua mereka.</div><div><strong>Kamboja dan Vietnam (1988)</strong></div><div>Perang Vietnam mengakibatkan ambruknya perekonomian di negara itu. Juga racun biologis yang tertinggal di sana mengakibatkan banyak terjadi kasus cacat pada anak-anak di Vietnam. Rezim Pol Pot di Kamboja, membunuh banyak ilmuwan, dokter, aktor dan lain sebagainya, dimana jutaan orang tewas.</div><div><em>Ada kisah menarik di Vietnam yang dialami Totto Chan. Disana ia bertemu seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun yang kehilangan lengan kiri dan kedua matanya ketika bom sisa perang tiba-tiba meledak. Kini matanya digantikan mata buatan dari kaca, tapi ia cantik dan pintar. Sambil meraba huruf-huruf Braille pada buku pelajaran, ia membacakan isinya pada Totto Chan. Akibat kemiskinan, seringkali anak-anak terluka saat membantu orangtua mereka di ladang, ketika bom sisa-sisa perang meledak tiba-tiba. Sedih sekali ketika seseorang menyadari bahwa tak ada usaha apa pun untuk mencegah kecelakaan semacam ini pada masa depan.</em></div><div><strong>Angola (1989)</strong></div><div>Tentara gerilya yang ada sering membunuh orang tua dan memotong tangan dan kaki anak-anak di sana. Anak-anak ditinggalkan sampai mati. yang selamat akan berakir sebagai yatim piatu yang cacat, bergantung pada orang lain seumur hidup.</div><div><strong>Bangladesh (1990)</strong></div><div>Selain kemiskinan yang menimpa rakyat negara ini, 400.000 anak tiap tahunnya meninggal karena diare. Beruntung negara ini memiliki Muhammad Yunus, dengan Grameen Bank-nya. pendiri bank tersebut berusaha mengubah kehidupan orang lain (masyarakat miskin) melalui Bank Grameen. Ia memberikan bantuan kepada orang-orang yang tidak mempunyai uang atau harta untuk digadaikan.</div><div><strong>Irak (1991)</strong></div><div>Perang Teluk mengakibatkan penderitaan yang memberatkan keadaan anak-anak di sana. Banyak kasusu kelaparan, kurang gizi, dan penyakit menular menimpa anak-anak di sana. Anak-anak di sana bahkan dijadikan alat pendeteksi ranjau.Orang-orang yang tidak mempunyai alat pendeteksi ranjau darat akan menyuruh anak-anak yatim piatu untuk untuk berjalan di depan mereka. tentu saja anak itu akkan tewas jika menginjak tanjau, tapi orang-orang dewasa bisa mengambil jalur lain dan selamat. orang-orang dewasa membujuk anak-anak yatim piatu untuk melakukan hal ini sehingga anak-anak itu dengan kepolosan mereka merasa bangga karena berjalan di depan untuk mengetes keadaan jalan.</div><div><strong>Ethiopia (1992)</strong></div><div>Pengungsi Somalia berdatangan ke Ethiopia, padahal keadaan di Ethiopia tidaklah lebih baik. Pembagian ransum kepada anak-anak hanya diberikan kepada anak di bawah berat 70 kg. Makanan yang dibagiakan hampir tidak ada rasanya, makanannya berupa campuran tepung gandum, tepung jagung, tepung kedelai, serta air sungai yang direbus sampai menjadi bubur encer.</div><div><strong>Sudan (1993)</strong></div><div>Perang saudara mengakibatkan banyak anak yang tertembak. Anak-anak di sana meminum air sungai yang berlumpur. meskipun sangat tidak higienis, tak ada air lain yang bisa diminum.</div><div><strong>Rwanda (1994)</strong></div><div>Ditemukan banyak mayat tanpa kepala di dekat sebuah gereja di sana. Perang antar etnis yang terjadi tidak mudah untuk dijelaskan secara sederhana. Perang yang terjadi yaitu antara etnis Hutu dan Tutsi. Anak-anak di Rwanda diberikan seragam militer. Anak-anak ini bekerja mmembersihkan senjata, menyemir sepatu bot, mengambil air, dan memasak makanan untuk tentara-tentara dewasa. Anak-anak harus bekerja hingga tengah malam.</div><div><strong>Haiti (1995)</strong></div><div>Anak-anak di sana banyak yang terkena HIV/🤬 karena banyak yang terpaksa menjadi seorang pelacur. Anak-anak menjual tubuh mereka agar tidak kelaparan. Bayi yang lahir prematur di sana kebanyakan berebutan tempat inkubator. Bayi-bayi prematur lain yang tak tak bisa dimasukkan ke inkubator hanya dibaringkan berjajar, seperti barang, di atas meja kecil. Semuanya kurus, dengan tangan dan kaki yang kecil dan lemah juga tulang pipi dan tuluk rusuk yang menonjol. Sungguh menyedihkan.</div><div><strong>Bosnia Herzegovina (1996)</strong></div><div>Bom disebar bahkan dalam bentuk es krim cone. Dan ada yang ditanamkan dalam sebuah boneka. Dan banyak anak-anak yang terbunuh karenanya.</div><div>Membaca buku ini membuat kita bisa lebih mensyukuri nikmat kehidupan yang kita punya saat ini.</div><div> </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-01 04:44:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256763618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>How to Win and Influence People</title>
         <author>maryam_rahmah</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256767591</link>
         <description><![CDATA[<div>﻿Judul : Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang ( How to Win and Influence People)<br>Penulis : Dale Carniegie<br>Penerbit : Gunung Jati<br>Tahun terbit : 1979<br>Tebal Buku : 252 Halaman<br><br>Buku ini merupakan buku kesekian Dale Carniegie yang berisikan materi pengembangan diri. Merupakan buku yang cukup "tua" karena kalau tidak salah pertama dicetak tahun 1935-an dan telah dicetak ulang sebanyak ratusan kalo di puluhan negara dengan label best seller.<br><br>Buku ini menjelaskan 10 hal yang Dale simpulkan untuk membantu Anda keluar dari kebiasaan tidak efektif dan cenderung membawa pada keburukan khususnya yang berkaitan dengan hubungan antar sesama manusa dalam ranah hidup sosial dan bermasyarakat.<br><br>Penjelasan yang disertai beberapa contoh real yang biasa terjadi di masyarakat membuat buku ini sangat mudah dipahami. Dale memaparkan 10 poin inti agar anda dapat keluar dari kebiasaan buku dan mampu mempengaruhi orang lain :<br><br>1. Mengeluarkan kita dari kebiasaan mental yang buruk, memberi kita gagasan baru,<br>2. Visi baru dan ambisi baru.&nbsp;<br>3. Membuat Kita mudah dan cepat berkawan&nbsp;<br>4. Meningkatkan popularitas Kita&nbsp;<br>5. Memikat orang mengikuti cara berpikir Kita&nbsp;<br>6. Meningkatkan pengaruh, prestise, kemampuan Kita untuk menyelesaikan segala sesuatu&nbsp;<br>7. Memungkinkan Kita memperoleh klien dan pelanggan baru&nbsp;<br>8. Meningkatkan kemampuan Kita dalam memperoleh penghasilan yang lebih besar.&nbsp;<br>9. Menjadikan Kita wiraniaga, manajer atau eksekutif yang lebih baik.&nbsp;<br>10. Menjadikan Kita pembicara yang lebih baik dan lebih menyenangkan&nbsp;<br><br>Sedangkan untuk membuat orang lain menyukai kita, Dale merumuskannya kedalam 6 prinsip,antara lain:&nbsp;<br>1. Jadilah bersungguh-sungguh berminat thdp orang lain.<br>2. Tersenyumlah<br>3. Ingat namanya<br>4. Jadi pendengar yang baik<br>5. Bicaraknlah minat-minat mereka<br>6. Buatlah oranglain merasa penting dan lakukan secara tulus<br>&nbsp;<br>Teknik dan prinsip-prinsip dirancang untuk dapat dengan mudah diikuti. Namun pada beberapa bagian, istilah yang digunakan akan terasa suliy dimengeryi khususnya bagi pembaca dengan golongan krng pengetahuan. Selain itu karena merupakan terbitan lama (walaupun&nbsp; telah naik cetak berulangkali) ada beberapa konotasi yang asing dan dirasa kurang sesuai.&nbsp;<br><br>Terlepas dari itu semua, buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang ingin menjalin hubungan baik dengan orang lain seperti guru kepada siswanya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-01 05:37:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256767591</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yuniabanipratiwi</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256779366</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul Novel &nbsp; : Summer in Seoul</div><div>Pengarang&nbsp; &nbsp; : Ilana Tan</div><div>Penerbit&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: PT Gramedia Pustaka Utama</div><div>Tahun Terbit&nbsp; : Oktober&nbsp; 2006</div><div>Tempat Terbit&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Jakarta</div><div>&nbsp;</div><div>Pertama tertarik baca karena ini novel tetralogi yang latar tempatnya di kota kota besar dunia dan di semua musim. Yang ini ceritanya saat Summer. Novel ini bercerita tentang tentang seorang gadis blasteran Indonesia Korea bernama Sandy atau Han Soon-hee. Ia kuliah dan bekerja di sebuah butik perancang terkenal di Seoul. Pada suatu malam di musim panas setelah pulang kerja, hari itu ia merasa lelah skali, kemudian dia memutuskan untuk pergi ke sebuah toko makanan. Disana Ia bertemu dengan seorang pria tampan bernama Park Hyun-shik. Handphone Sandy ternyata sama dengan handphone pria tampan yang ada ditoko itu, kerena kejadian dompet sandy yang ketinggalan saat akan membayar makanan hingga dan tanpa sengaja handphone yang pria itu bawa tertukar dengan handphone milik Han Soon-Hee. Sandy menghubungi Handphonenya dan diangkat oleh Park Hyun Shik, yang meminta Sandy untuk mengantarkan Handphone tersebut ke tempatnya. Sandy pun mendatangi tempat tinggal pria itu, dan rumah tersebut adalah milik seorang penyanyi muda terkenal Seoul bernama Jung Tae-woo, sedangkan pria yang mengambil handphonenya adalah manajer Jung Tae-woo. Karena sudah larut malam kedua pria itu memutuskan untuk mengantarkan Sandy pulang.&nbsp;</div><div>Jung Tae-woo, penyanyi muda terkenal Seoul telah muncul kembali ke dunia entertaiment setelah ia vakum. Di tengah kembalinya ia ke dunia hiburan, muncul gosip bahwa Ia adalah seorang gay, ia khawatir gosip tersebut akan memengaruhi penjualan album barunya, sehingga manajernya mengusulkan Jung Tae-woo untuk berfoto dengan seorang gadis.&nbsp;</div><div>Ketika Sandy datang kerumahnya untuk mengambil Handphone,tanpa ada yang mengambil foto mereka dan memberitakan jika gadis yang ada dalam foto itu adalah pacar Jung Tae Woo. Sandy yang bekerja di sebuah butik secara kebetulan bertemu lagi dengan Tae Woo hingga akhirnya mereka memiliki sebuah kesepakatan yaitu Sandy bersedia membantu Tae Woo menepis rumor yang selama ini ada yang mengatakan kalau Tae Woo ini gay. Sandy bersedia menjadi pacar bohongan Jung Tae Woo.Park Hyun-shik yakin bahwa Sandy cocok untuk menjadi "kekasih" Jung Tae-woo selama beberapa waktu. Jung Tae Woo meminta bantuan Sandy untuk berfoto dengannya sebagai pacarnya. Sementara itu, Sandy tanpa ragu-ragu menerima tawaran Park Hyun-shik untuk menjadi pacar dalam foto Jung Tae-woo sampai gosip gay itu menghilang.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Jung Tae-woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-woo. Semakin hari mereka menjadi dekat Sandy menceritakan tentang mantan pacarnya (Lee Jeong-Su) yang mengganggunya kepada Jung Tae woo.&nbsp;</div><div>Suatu hari apartement Sandy terbakar dan mengharuskan Sandy untuk mencari tempat tinggal baru. Jung Tae Woo datang ke tempat Sandy dan membawa Sandy untuk tinggal sementara&nbsp; di rumahnya.&nbsp;</div><div>Identitas Sandy terungkap. Kejadian 4 tahun lalu diungkit kembali. Kejadian jumpa fans Jung Tae Woo yang memakan satu korban jiwa dari Indonesia, yang merupakan kakak dari Sandy. Sandy menjelaskan pada Jung Tae Woo jika ia menerima tawaran Jung Tae Woo karena ia ingin tahu kenapa kakaknya sangat menyukai Jung Tae Woo. Ia mengatakan jika rasa suka yang di rasakan oleh Sandy dan kakaknya berbeda. Dan ia mengatakan ia tidak menyalahkan Jung Tae Woo atas kematian kakakya, kejadian itu karna kecelakaan bukan salah Jung Tae Woo.&nbsp;</div><div>Sandy ingin menenangkan dirinya, ia pergi berlibur ke Indonesia selama seminggu, ia memberi tahu Jung Tae Woo tentang kepergiannya saat ia akan naik pesawat, hal itu dilalukannya karena Jung Tae Woo pasti akan mencegah kepergiannya. Seminggu telah berlalu Sandy yang seharusnya kembali ke Korea tak kunjung kembali, ternyata Sandy mengalami Kecalakaan di Jakarta saat akan ke bandara. Jung Tae Woo yang mendengar kabar tersebut langgung ke Jakarta. Saat ia bertemu dengan orangtua Sandy ia meminta ijin untuk menemui Sandy yang belum sadar. Ia sangat sedih melihat Sandy berbaring tak berdaya seperti itu kemudian ia berbisik saranghae. Beberapa hari setelah itu Sandy sadar dan mengatakan pada Jung Tae Woo jika ia merindukannya. Saat Sandy keluar dari rumah sakit Jung Tae Woo mengajak Sandy untuk makan di sebuah restoran yang sudah diatur sedemikian rupa. Jung Tae Woo mengatakan jika ia mencintai Sandy.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-01 08:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/256779366</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>iniumighazy</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/257897406</link>
         <description><![CDATA[<div>Resensi Buku Ke-6<br><br></div><div><strong>Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw.<br></strong><br></div><div><strong>Judul Buku&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Sirah Nabawiyah (Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw)</strong></div><div><strong>Penulis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri&nbsp;</strong></div><div><strong>Penerjemah&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Agus Suwandi</strong></div><div><strong>Editor&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Ferry Irawan</strong></div><div><strong>Penerbit&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Ummul Qura</strong></div><div><strong>Tempat Terbit &nbsp; : Jakarta</strong></div><div><strong>Tahun Terbit&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 2011</strong></div><div><strong>Jumlah Halaman: 864 halaman</strong></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>Buku ini menorehkan sejarah hidup Nabi Muhammad tahap demi tahap, dari sejak awal kelahiran hingga wafatnya. Buku ini ditulis oleh seorang syaikh keturunan sahabat Abu Ayyub Al-Ansharri yang lahir tahun 1943 Mubarakfur, India bernama <strong>Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri.&nbsp; </strong>Beliau fokus mempelajari bahasa Arab, kaidah-kaidahnya, serta ilmu-ilmu syar’I seperti Tafsir, Hadist, Fikih, Usul Fikih dll. Beliau lulus pada Januari 1961 dengan predikat mumtaz (cumlaude). Beliau banyak menghabiskan waktu untuk mengajar, berkhotbah, dan menyampaikan kajian umum serta berdakwah di daerah Allahabad.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada tahun 1976 Rabithah Al-Alam Al-Islami di Mekkah menyelenggarakan kompetisi ilmiah tentang sirah nabawiyah, yaitu pada Konferensi Islam Internasional I tentang Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan di Pakistan. Pada momen itulah Syaikh menulis kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum dan berhasil meraih juara 1. Kitab ini adalah salah satu karya Syaikh di antara karya-karyanya di bidang tafsir, hadits, mushthalah, sirah nabawiyah, dakwah. Jumlahnya sekitar 30 judul dalam dua bahasa, Arab dan Urdu.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Sebelum penulis menjelaskan mengenai&nbsp; periode dan tahapan dakwah Rasululullah Saw.,&nbsp; pada buku ini penulis mendeskripsikan letak geografis Arab dan kondisi penduduknya, kekuasaan di kalangan bangsa Arab, agama bangsa Arab, gambaran masyarakat arab jahiliyyah, nasab dan keluarga nabi, kelahiran dan 40 tahun sebelum kenabian, serta di bawah naungan kenabian dan kerasulan. Adapun Periode dan tahapan dakwah dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama tentang upaya dakwah. Tahapan kedua, dakwah secara terang-terangan. Tahapan ketiga, dakwah Islam di luar kota Mekkah. &nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Letak Geografis Arab dan Kondisi Penduduknya</strong></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>Menurut bahasa, kata Arab berarti padang pasir; tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya. Jazirah Arab dibatasi oleh Laut Merah dan Gurun Sinai di sebelah barat, teluk Arab negeri Iraq Selatan di sebelah timur, laut Arab yang bersambung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan dan Negeri Syam di sebelah utara. Karena kondisi alamnya inilah, Jazirah Arab menjadi tempat berlabuh berbagai bangsa untuk saling tukar menukar perniagaan, peradaban, agama, dan seni.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Bangsa Arab dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Arab Ba’idah, Arab Aribah, dan Arab Musta’ribah (Adnaniyah). Arab Musta’ribah, moyang mereka yang tertua adalah Ibrahim dari negeri Irak. Adapun silsilah Nabi Muhammad, yaitu: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin An-Nadhr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan (Kakek ke-22 dalam silsilah Nabi) sampai pada Ismail dan Ibrahim.</div><div>&nbsp;</div><div>Sebelum kedatangan Islam, para penguasa Jazirah Arab dibagi dua, yaitu: para raja yang bermahkota tetapi pada hakikatnya tidak merdeka dengan para pemimpin kabilah atau suku yang memiliki hak-hak istimewa seperti raja. Kekuasaan yang berlaku saat itu adalah sistem diktator, banyak hak yang hilang. Kabilah-kabilah di Jazirah Arab pun tak pernah rukun.</div><div>&nbsp;</div><div>Mayoritas bangsa Arab mengikuti ajaran Ismail dan Ibrahim yang mengesakan Allah. Namun, seiring berjalannya waktu ajaran Ismail mengalami distorsi. Semenjak muncul Amru bin Luhay yang dianggap seorang sholeh karena sering bersedekah dan berbuat baik, masyarakat menganggap dan mengikuti segala yang dilakukannya baik. Setelah ia pergi ke syam, ia membawa berhala Hubal yang disembah penduduk di syam lalu menyimpannya di Kabah. Amru kemudian mengajak penduduk mekah untuk melakukan kesyirikan kepada Allah. Lama-lama semakin banyak orang mengikutinya dan berhala di sekitar kabah pun semakin banyak.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada zaman jahiliyah, bangsa Arab banyak melakukan perbuatan syirik, menyembah berhala, mengundi nasib dengan panah, memberikan sesaji, membunuh anak-anak perempuan, melakukan zina, membudayakan poliandri, perbudakan, perjudian, sangat merendahkan kaum wanita, dan peperangan atas nama fanatisme suku. Namun, di sisi lain meraka punya beberapa sifat mulia, yaitu sifat jujur, menepati janji, kebanggaan terhadap diri sendiri, dan tekad yang tak pernah pudar.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Kelahiran dan 40 tahun Sebelum Kenabian</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Rasulullah dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Mekkah pada Senin pagi, 9 Rabiul Awal permulaan tahun dari Peristiwa Gajah bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 Masehi. Ibunya bernama Aminah dan Ayahnya bernama Abdullah meninggal sebelum Rasulullah dilahirkan. Abdul Muthalib yang merupakan pemuka Quraisy membawa beliau ke kabah dengan penuh suka cita, berdoa dan bersyukur kepada Allah kemudian memberi nama Muhammad.</div><div>&nbsp;</div><div>Saat bayi, Muhammad disusui oleh Tsuwaibah dan Halimatu Sa’diyah, wanita dari Bani Sa’ad bin Bakar. Hal&nbsp; ini merupakan tradisi bangsa Arab untuk menjauhkan anak-anak mereka dari penyakit dan agar tubuh bayi menjadi kuat. Halimah merasakan keberkahan yang melimpah saat Muhammad dalam asuhannya. Pada usia empat atau lima tahun terjadi peristiwa pembelahan dada oleh malaikat Jibril untuk membersihkan hatinya. Hal ini membuat Halimah cemas sehingga Muhammad dikembalikan kepada ibunya dan hidup dengan ibunya hingga berumur enam tahun.</div><div>&nbsp;</div><div>Dalam perjalanan ziarah ke makam Abdullah di Yastrib disertai Muhammad dan Ummu Aiman (pembantunya), Aminah sakit lalu meninggal di Abwa’ yang terletak antara Mekkah dan Madinah. Selanjutnya, rasulullah diasuh oleh kakeknya dengan penuh kasih sayang. Pada Usia 8 tahun Kakeknya pun meninggal dunia. Muhammad lalu di asuh oleh pamannya Abu Thalib dengan penuh tanggung jawab layaknya mengasuh anaknya sendiri. Ketika Rasulullah mencapai usia 12 tahun, Muhammad mengikuti pamannya berdagang di Syam hingga tiba di Bushra. Di sana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Bahira (Jurjis), ia berkata, “ Orang ini adalah pemimpin semesta alam. Anak ini akan diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.” Ia berkata begitu karena melihat tanda-tanda kenabian yang ada pada diri Muhammad yang tertera dalam kitabnya. Kemudian sang Rahib meminta Abu Thalib untuk kembali ke mekkah karena khawatir akan gangguan orang-orang yahudi.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Pada usia 15 tahun Rasulullah ikut bergabung dalam perang Fijar antara pihak Quraisy dan Kinanah menghadapi Qais Ailan. Perang ini terjadi karena adanya pelanggaran terhadap kesucian tanah Haram dan bulan-bulan suci. Perang ini menimbulkan perjanjian yang disebut Hilful Fudhul. Mereka bersepakat untuk tidak membiarkan ada orang yang dizalimi di Mekkah.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada awal masa remaja, Rasulullah menggembala kambing di Mekkah dengan imbalan uang beberapa dinar. Ketika berusia 20 tahun, beliau pergi berdagang ke negeri Syam dengan modal yang diperoleh dari Khadijah seorang wanita pedagang yang kaya dan terpandang. Ia sangat tertarik dengan akhlak Muhammad yang mulia (jujur dan amanah). Kemudian, Khadijah melamarnya dan akhirnya menikah dengan Khadijah yang berusia 40 tahun dengan maskawin 20 ekor unta muda. Dari khadijah, beliau memiliki anak, yaitu Al Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Lima tahun sebelum kenabian, Mekkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram. Hal itu membuat bangunan kabah semakin rapuh. Orang-orang Quraisy memutuskan untuk merenovasinya. Saat pemindahan Hajar Aswad, mereka para pemimpin kabilah berselisih tentang siapa yang paling berhak memindahkannya. Ketika itu Rasulullah, diminta menyelesaikan masalah tersebut dan akhirnya dengan kecerdasannya Rasulullah berhasil memberikan solusi dengan meminta pemuka-pemuka yang saling berselisih untuk memegang&nbsp; ujung-ujung sehelai selendang yang di tengahnya di simpan hajar Aswad. Rasulullah menonjol di tengah kaumnya karena perkataan yang lemah lembut, akhlaknya yang utama, sifat-sifatnya yang terpuji sehingga dijuluki Al-Amin.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Fase Mekkah</strong></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>Mendekati usia 40 tahun, beliau lebih senang mengasingkan diri. Ia pergi ke Gua Hira’ di Jabal Nur (2 mil dari Mekkah panjang 4 hasta dan lebar 1,75 hasta) dengan berbekal roti gandum dan air. Ketika memasuki tahun ketiga dari pengasingan dirinya, tepatnya di Bulan ramadhan Allah mengangkat Muhammad sebagai Nabi dan menurunkan jibril dengan membawa wahyu beberapa ayat Alquran yakni QS. Al-Alaq 1-3 pada hari Senin, tanggal 21 Ramadhan, 10 Agustus 610 M tepat di usianya 40 tahun 6 bulan 12 hari. Rasulullah pulang dengan hati yang bergetar dan meminta Khadijah untuk menyelimuti dirinya. Khadijah menenangkannya dan membawa beliau pergi menemui pamannya yang seorang nasrani bernama Waraqah. Orang tua dan buta itu kemudian berkata “Ini adalah Namus yang diturunkan Allah kepada Musa. Andaikan saja aku masih muda pada masa itu. Andaikan saja aku masih hidup tatkala kaummu mengusirmu.”</div><div>&nbsp;</div><div>Wahyu terputus beberapa hari yang membuat Rasulullah gelisah, takut, dan bersedih hingga Jibril memantapkan kembali jiwanya. Saat Rasulullah sedang berjalan dan tiba-tiba mendengar suara yang berasal dari langit sampai terjerembab ke tanah kemudian menemui keluarganya dan meminta diselimuti. Saat itulah turun QS. Al Mudatsir ayat 1-5. Isinya adalah perintah berdakwah kepada Allah. Wahyu pun turun berturut-turut setelah itu.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>PERIODE DAN TAHAPAN DAKWAH</strong></div><div><strong>Periode Mekkah</strong></div><div>Periode Mekkah dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:</div><ol><li>Tahapan dakwah secara sembunyi-sembunyi yang berjalan selama 3 tahun.</li><li>Tahapan dakwah secara terang-terangan di tengah penduduk Mekkah yang dimulai sejak tahun keempat dari nubuwah hingga akhir tahun kesepuluh.</li><li>Tahapan dakwah di luar Mekkah dan penyebarannya yang dimulai dari tahun kesepuluh dari nubuwah hingga hijrah ke madinah</li></ol><div>&nbsp;</div><div>Tahapan pertama, Upaya dakwah rasulullah diawali dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi kepada orang-orang terdekat dan kerabat. Orang-orang yang menyambut seruan Rasulullah untuk masuk Islam pertama kali yaitu Istrinya Khadijah, pembantunya Zaid bin Haritsah, Ali bin Abu Thalib, dan Abu Bakar Ash shidiq. Mereka disebut As-Sabiqun Al- Awwalun. Di antara wahyu yang pertama turun Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan petang hari kepada kaum mukmin.</div><div>&nbsp;</div><div>Penyampaian dakwah terus dilakukan hingga turunlah perintah Allah untuk melaksanakan dakwah secara terang-terangan. Rasulullah kemudian mengundang kaum kerabatnya yaitu Bani Hasyim dan beberapa orang dari Bani Abdul Muthallib bin Abdu Manaf. Di sana pamannya Abu Lahab menentang dengan keras dakwah Islam dan meminta rasulullah untuk menghentikannya. Sementara Abu Thalib pamannya mendukungnya dan bersedia memberikan perlindungan kepada Rasulullah Saw. Mengetahui adanya dukungan dari pamannya Abu Thalib, Rasulullah berdiri tegak di atas bukit Shafa dan menyeru suku-suku Quraisy. Setelah mereka berkumpul, Rasulullah menyampaikan dakwahnya secara umum dan khusus.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Kaum Quraisy pada saat itu tidak menerima seruannya. Mereka tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap berhala. Mereka pun tidak suka dengan dakwah Muhammad sehingga meminta Abu Thalib untuk menghentikan tindakan dakwahnya. Selain itu, mereka pun berusaha mencari cara lainnya. Pertama, mereka melakukan penghinaan, ejekan, dan olok-olok orang-orang muslim. Kedua, mereka menjelek-jelekkan ajaran Islam dengan mengatakan bahwa Alquran adalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu dan merupakan kebohongan yang diada-adakan. Ketiga, Menandingi Alquran dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongen itu agar mereka meninggalkan Alquran. Keempat, menyodorkan beberapa bentuk penawaran sehingga dengan penawaran itu mereka mempertemukan Islam dan Jahiliyah sebagai jalan tengah. Mereka juga melakukan berbagai tekanan&nbsp; dan penyiksaan kepada orang-orang Islam khususnya kepada mereka yang lemah seperti terhadap Keluarga Ammar bin Yasir dan juga Bilal bin Rabah. Mengetahui hal itu, Abu Bakar membeli dan memerdekakan semua budak yang masuk Islam.</div><div>&nbsp;</div><div>Surat Az-zumar pun turun. Isinya mengisyaratkan hijrah dan menyatakan bahwa bumi Allah itu luas. Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, sejumlah sahabat hijrah yang pertama kalinya ke Habasyah, terdiri dari 12 orang laki-laki dan empat orang wanita yang dipimpin Ustman Bin Affan. Ikut pula Sayyidah Ruqayyah putri Rasulullah.</div><div>&nbsp;</div><div>Sampai juga berita hijrahnya sahabat ke telinga para pembesar Quraisy. Mereka mengirim utusan kepada Raja Najasyi meminta agar kaum muslimin tidak diizinkan tinggal di Habasyah, namun karena kebijakan raja tersebut, upaya mereka pun gagal.</div><div>&nbsp;</div><div>Kaum Musyrik selanjutnya mengancam Abu Thalib dan dibelakangnya, mereka berencana membunuh Nabi Muhammad. Pada masa-masa penuh tekanan itu dua pahlawan Mekkah, yaitu Hamzah bin Abdul Muthallib dan umar bin Khattab menyambut cahaya Islam yang semakin memperkokoh kekuatan umat Islam.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Pemboikotan Total terhadap Keluarga Nabi</strong></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>Orang-orang musyrik berkumpul di kediaman Bani Kinanah yang terletak di lembah Al mahsib dan bersumpah untuk tidak menikahi Bani Hasyim dan Bani Muthallib tidak berjual beli dengan mereka, tidak berkumpul, berbaur, memasuki rumah ataupun berbicara dengan mereka sebelum mereka menyerahkan Rasulullah untuk dibunuh. Perjanjian ini dilaksanakan dan digantungkan di dinding Kabah. Keluarga nabi diembargo pada malam bulan Muharram tahun ketujuh dari kenabian. Kondisi mereka semakin kepayahan dan memprihatinkan sehingga mereka terpaksa memakan dedaunan dan kulit binatang.Pemboikotan tersebut berlangsung selama dua atau tiga tahun penuh.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada bulan Muharram tahun kesepuluh kenabian terjadi pembatalan terhadap shahifah dan perobekan perjanjian tersebut. Hal ini dilakukan karena tidak semua kaum Quraisy menyetujui perjanjian tersebut.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Tahun Kesedihan (Amul Huzni)</strong></div><div>Pada bulan rajab, enam bulan usai pemboikotan Abu Thalib wafat karena sakit. Pengorbanan dan perlindungan yang diberikan Abu Thalib sangat besar. Dia adalah banteng berlindungnya dakwah Islamiyah dari serangan pembesar Quraisy. Namun sayang, dia tetap memilih agama nenek moyangnya. Setelah tiga bulan dari wafatnya paman nabi. Ummul Mukminin pun meninggal tepatnya pada bulan Ramadhan tahun ke 10 H dari kenabian dalam usia 65 tahun, sedangkan Rasulullah berusia 50 tahun. Sepeninggal paman dan istrinya Rasulullah merasakan kesedihan mendalam. Kaum Quraisy pun semakin berani melakukan penyiksaan kepada Muhammad.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div><strong>Tahapan ketiga: Dakwah Islam di luar kota Mekkah</strong></div><div>Pada bulan Syawwal tahun 10 kenabian Rasulullah keluar menuju Thaif yang letaknya sekitar 60 mil dari kota Mekkah. Beliau pergi ke sana didampingi Zaid bin Haritsah yang saat itu masih menjadi budak. Setiap melewati perkampungan sebuah kabilah, beliau mengajak mereka kepada Islam, namun tidak ada seorang pun yang menyambut ajakan beliau.</div><div>&nbsp;</div><div>Rasulullah tinggal di tengah penduduk Thaif selama sepuluh hari. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan para pemuka mereka. Namun, jawaban mereka hanyalah, “keluarlah dari negeri kami”. Tidak hanya itu Rasulullah dicaci maki, diteriaki, bahkan dilempari batu yang mengakibatkan kepalanya mengalami luka-luka. Rasulullah merasa sedih dengan sikap keras yang dialaminya.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada bulan Dzulqa’dah&nbsp; tahun 10 kenabian bertepatan dengan akhir bulan juni atau awal bulan Juli 619 M, Rasulullah kembali ke Mekkah untuk mulai menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah dan perseorangan di Mekkah. Semakin dekatnya datangnya musim haji , maka orang-orang yang datang ke Mekkah semakin banyak sehingga Rasulullah menggunakan kesempatan ini untuk berdakwah.</div><div>&nbsp;</div><div>Pada musim haji tahun 11 kenabian, bertepatan dengan Juli 620 M dakwah Islam menambahkan benih-benih yang baik. Rasulullah melewati Aqabah di Mina. Beliau bertemu dengan enam orang pemuda Yastrib yang berasal dari khazraj. Mereka bercakap-cakap dengan nabi dan mendengarkan penjelasan beliau mengenai hakikat Islam. Mereka menyambut seruan beliau dan kembali ke Madinah membawa risalah Islam. Pada Syawal tahun 11 kenabian ini pula Rasulullah menikah dengan Aisyah yang saat itu berusia 7 tahun.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Isra’ dan Mi’raj</strong></div><div>Ketika nabi masih berada di tengah periode dakwah yang akan menerobos jalan antara pencapaian kesuksesan dan penindasan sementara secercah harapan mulai tampak dari kejauhan. Terjadilah peristiwa Isra’ Miraj. Peristiwa ini terjadi&nbsp; pada malam 27 rajab tahun 10 kenabian.</div><div>&nbsp;</div><div>Ibnul Qayyim berkata, Menurut riwayat yang shahih bahwa Rasulullah diisra’kan dengan jasadnya dari Al Masjid Al haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendari Al Buraq ditemani oleh Jibril. Beliau menjadi imam shalat bagi para nabi&nbsp; kemudian dinaikkan dari Baitul Maqdis menuju langit dunia. Dia melewati berlapi-lapis langit sampai menghadap Allah dan menerima perintah Shalat dari 50 waktu shalat dinego sehingga menjadi 5 waktu shalat.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Baiat ‘Aqabah Pertama</strong></div><div>Pada tahun 12 H dari kenabian datanglah 12 orang laki-laki, 5 orang pemuda yang terdahulu dan 7 orang baru. Dua orang dari suku Aus. Mereka membaiat beliau. Rasulullah bersabda, “Kemarilah dan berbaiat kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak berbuat dusta yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian dan tidak berbuat maksiat terhadapku dalam hal Makruf. Siapa saja di antara kamu yang menepati maka Allah lah yang akan mengganjar pahalanya….”</div><div>Setelah itu, rasulullah memilih Mush’ab bin Umair Al Abdari untuk mengajarkan syariat Islam kepada kaum Muslimin di madinah.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Baiat Aqabah Kedua</strong></div><div>Pada musim haji tahun ke 13 kenabian hampir 70 muslim Madinah datang ke Mekkah untuk menunaikan manasik haji. Secara sembunyi-sembunyi mereka berkumpul di lembah dekat Aqabah. Jumlahnya 30 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka menunggu kedatangan Rasulullah yang datang bersama pamannya Abbas bin Abdul Muthallib.&nbsp;</div><div>Poin-poin Baiat</div><div>Imam Ahmad meriwayatkan dari jabir secara rinci. “Kami berkata kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah! Untuk hal apa kami membaiatmu? Beliau bersabda:</div><ol><li>Untuk mendengarkan dan taat loyal di dalam kondisi semangat maupun malas.</li><li>Untuk berinfak di dalam masa sulit dan mudah.</li><li>Untuk berbuat Amar makruf nahi mungkar.</li><li>Untuk tegar di jalan Allah kalian tidak peduli dengan celaan si pencela selama dilakukan dijalan Allah.</li><li>Untuk menolongku ketika aku datang kepada kalian, kalian melindungiku dari hal yang biasa kalian lakukan untuk melindungi diri kalan sendiri, istri-istri dan anak-anak kalian. Jika hal ini kalian lakukan maka bagi kalian adalah surga.” &nbsp;</li></ol><div>&nbsp;</div><div><strong>Nabi Berhijrah</strong></div><div>Untuk menghentikan dakwah Rasulullah, kaum kafir Quraisy dengan mantap memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad. Jibril turun membawa wahyu tentang persekongkolan mereka dan Allah mengizinkan Nabi Muhammad untuk berhijrah. Pada malam hari mereka kaum kafir mengepung rumah Muhammad. Atas perlindungan Allah, Muhammad bisa menyelinap keluar rumah. Beliau menuju rumah sahabatnya Abu bakar kemudian mereka menempuh perjalanan menuju madinah dengan rute jalan yang tidak biasa dilalui orang. Beliau memilih jalan yang berlawanan arah, yaitu ke selatan Mekkah menuju arah Yaman menempuh 5 mill perjalanan sampai ke sebuah bukit yang disebut bukit Tsur.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Rasulullah dan sahabatnya tinggal di gua Tsur selama tiga (Jumat-Ahad). Di sini Rasulullah nyaris ditemukan. Berkat kerjasama dari putri Abu Bakar yaitu Asma dan Abdullah yang menggembala kambing Rasulullah dan Abu Bakar bisa tetap makan dan minum di dalam gua tanpa diketahui kaum Quraisy.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Pada hari Senin, 8 Rabiul Awal tahun 14 kenabian, yaitu tahun pertama dari hijrah yang bertepatan dengan 23 September 622 M Rasulullah singgah di Quba. Rasulullah tinggal di Quba selama empat hari. Di sana beliau mendirikan Masjid Quba dan shalat di dalamnya. Memasuki hari kelima yaitu hari Jumat, Rasulullah dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan kembali. Sampailah ia kota Yastrib disambut penduduk madinah dengan gembira dan pekikan tahmid serta taqdis.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Fase Madinah</strong></div><div>Periode madinah dapat dibagi menjadi tiga tahapan masa, yaitu:</div><ol><li>Tahapan peletakan dasar-dasar masyarakat Islam serta konsolidasi dakwah Islamiyah. Tahapan ini banyak diwarnai goncangan dan cobaan . banyak sekali rintangan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar, dimana kaum musyrikin tetap ingin membumihanguskan akar dakwah islamiyah di Madinah. Tahapan ini berakhir sampai dikukuhkannya Perjanjian Hudaibiyah pada Dzulqa’dah 6 H.</li><li>Tahapan perdamaian dengan musuh terbesar yaitu orang kafir Quraisy di Mekkah. Pada tahap ini juga ditempuh jalan untuk menyebarkan dakwah islamiyah kepada para raja agar masuk Islam. Tahap ini berakhir sampai terjadinya Fthu Mekkah pada Ramadhan 8 H.</li><li>Tahapan ketika manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Tahap ini terus berlangsung sampai tiba waktunya wafatnya Rasulullah Saw. pada rabiul Awal 11 H.</li></ol><div>&nbsp;</div><div>Kehidupan di Madinah saat Rasulullah berhijrah masih belum labil. Ada tiga kelompok masyarakat, yaitu para sahabat, orang musyrik, dan orang-orang yahudi. Rasulullah mulai membangun masyarakat baru dengan membangun masjid nabawi, mempersaudarakan kaum muslimin, mengikat masyarakatnya dengan butir-butir perjanjian Islam, serta memberikan pengaruh spiritual dengan menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada masyarakatnya. Adapun dengan Yahudi Rasulullah juga membuat perjanjian.</div><div>&nbsp;</div><div>Allah memberikan izin kepada kaum Muslimin untuk berperang untuk mengenyahkan kebatilan dan menegakkan syiar-syiar Allah.</div><div>“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka&nbsp; telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar maha kuasa menolong mereka itu.(Al Hajj:39)”</div><div>&nbsp;</div><div>Peperangan yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum kafir semasa hidup Rasulullah, yaitu:</div><ol><li>Perang Badar Kubra terjadi pada Ramadhan 2 H dengan jumlah pasukan 313 orang</li><li>Perang Bani Qainuqa, disebabkan adanya pelanggaran perjanjian yang dilakukan orang yahudi</li><li>Perang Uhud sebagai pembalasan atas kekalahan kaum quraisy di perang badar pada 15 Syawwal 3H</li><li>Perang Ahzab (Khandaq) syawwal 5H</li><li>Perang Bani Quraizhah pada rabiul awal 4H</li><li>Perang Bani Mushtaliq pada Syaban 5 H&nbsp;</li><li>Perang Hudaibiyah pada Dzulqadah 6 H</li><li>Perang Ghabah</li><li>Perang K haibar dan Wadil Qura terjadi pada Muharram 7 H, disebabkan pengkhianatan yahudi dan orang-orang Munafik</li><li>Perang Mu’tah pada Jumadil Ula 8H, disebabkan utusan Rasulullah dibunuh oleh pemimpin Bushra</li><li>Penaklukan Mekkah</li><li>Perang Hunain pada syawal 8 H terjadi karena penolakan beberapa suku/ kabilah untuk tunduk&nbsp;</li><li>Perang Thaif lanjutan perang Hunain</li><li>Perang Tabuk pada Rajab 9 H melawan pasukan Romawi</li></ol><div>&nbsp;</div><div>Tugas-tugas berdakwah, menyampaikan risalah, membangun masyarakat baru atas dasar pengukuhan terhadap uluhiyah Allah dari selain-Nya kini telah sempurna. Allah telah menghendaki agar Rasulullah dapat menyaksikan buah dakwah beliau yang tidak lepas dari berbagai macam rintangan dan halangan yang harus beliau hadapi selama lebih dari 20 tahun untuk mewujudkannya. Berbagai kabilah Arab dan para penduduknya berhimpun di Mekkah siap melaksanakan syariat Islam dan hukum-hukumnya, memberikan kesaksian untuk melaksanakan amanat, menyampaikan risalah dan menyampaikan nasihat kepada umat manusia. Pada Senin 12 Rabiul Awal 11H Rasulullah Muhammad Saw. pun berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun lebih empat hari. Tentunya para sahabat, keluarga, dan seluruh kaum muslimin sangat berduka karena kehilangan seorang manusia mulia yang terbaik akhlaknya yang sangat dicintai umatnya.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Buku ini sangat detail menceritakan kehidupan Rasulullah dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dilengkapi dengan peta-peta perjalanan yang ditempuh Muhammad selama melakukan syiar Islam. Buku ini sangat penting dibaca oleh umat Islam agar lebih memahami perjalanan hidup manusia mulia pemimpin umat hingga akhir zaman, yakni Rasulullah Muhammad Saw.</div><div>&nbsp; &nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-04 02:47:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/257897406</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pergi - Tere Liye </title>
         <author>semuarosita</author>
         <link>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/263196780</link>
         <description><![CDATA[<div>Penerbit : Republika&nbsp;<br><br>Alhamdulillah... selesai juga bacanya lanjutan dari cerita Pulang lanjut Pergi... hhhe uda pulang eh pergi lagi...<br><br>Di buku ini Bujang sebagai tokoh utama berperang bathin sendiri.. banyak kejutan yang terjadi banyak masalah yang muncul.. Bujang dituntut terus berfikir apalagi dengan serangan Mr. Dragon yang sangat gila.. cerita unik lainnya ternyata Samad ayah dari Bujang memiliki anak bernama Diego.. dengan wanita bernama Catrina. Diego dengan segala masalalunya yang tidak pernah bertemu dengan Samad sekalipun menjadikan dia manusia yang kuat.. keahliannya dalam beladiri melebihi Bujang.. ia bisa dengan meudah mengalahkanlawan dengan mata tertutup dalam kegelapa. Diego dan Bujang Tuhan pertemukan, yang selanjutnya membawa Bujang kedalam jalan lain untuk pergi, meninggalkan Shadow Economy... entah apa selanjutnya, yang pasti bagi Bujang dan Diego akan banyak tantangan,, tapi saat ini mereka tak lagi sendiri.. kekuatan persaudaraan semoga bisa menjadikan kekuatan lebih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-24 00:32:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/semuarosita/q7ghycmc6bqm/wish/263196780</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
