<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>My grand padlet by Samuel Gouw 1864035</title>
      <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-01-11 00:06:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-15 02:50:14 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>South Sulawesi, Indonesia</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440120100</link>
         <description><![CDATA[<div>Upacara Manene,Pada awalnya, tradisi ma’nene ini berasal dari seorang yang menjadi pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Pong Rumasek mendatangi area hutan yang berada di Pegunungan Balla dan ia menemukan mayat dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.<br>Melihat kondisi yang kurang baik tersebut, membuat Pong menjadi tergugah untuk membawa dan kemudian memakaian pakaian yang cukup layak untuk mayat tersebut. Kemudian Pong menguburkan pada tempat yang baik dan aman.<br>Setelah melakukan hal tersebut, Pong merasa bahwa ia banyak mendapat berkah dalam hidupnya. Salah satunya tanaman yang menjadi komoditas utama dari pertanian yang ia lakukan cepat mengalami masa panen.<br>Selain itu, Pong juga menjadi mudah untuk mendapatkan hewan buruan. Hal ini membuatnya merasa bahwa jasad dari orang yang sudah meninggal tetap layak untuk mendapat perawatan dan juga penghormatan. Masyarakat Baruppu kemudian mewarisinya dan masih terus ada hingga saat ini.<br>Ritual Ma'nene adalah ritual tradisional di Tana Toraja dimana jenazah leluhur keluarga Toraja akan dibersihkan, digantikan baju dan kainnya. Ma' Nene' merupakan sebuah ritual adat dalam budaya Suku Toraja.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://data.ibtimes.sg/en/full/1014/manene-festival-indonesia.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:17:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440120100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Toraja Utara, South Sulawesi</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440123316</link>
         <description><![CDATA[<div>Tongkonan adalah rumah adat Sulawesi Selatan dari Suku Toraja. Rumah ini merupakan tempat tinggal, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya orang Toraja. Tongkonan tidak bisa dimiliki oleh perseorangan, melainkan dimiliki secara komunal dan turun temurun oleh keluarga atau marga Suku Toraja</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.local-guides.id/wp-content/uploads/2019/08/toraja-houses-1500.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:22:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440123316</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bugis, Parigi Moutong Regency, Sulawesi Tengah</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440125475</link>
         <description><![CDATA[<div>Baju Bodo sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan Baju Bodo menjadi salah satu baju adat tertua di Indonesia. Baju ini merupakan pakaian adat Sulawesi Selatan asli dari masyarakat suku Bugis.<br>Dalam perjalanannya Baju Bodo mengalami beberapa penyesuaian. Pada awal muncul baju ini menggunakan kain transparan. Namun bertransformasi menggunakan jenis kain yang lebih tebal setelah masuknya agama Islam.<br>Pakaian adat Sulawesi Selatan Baju Bodo diperuntukkan bagi kaum wanita dengan desain yang unik. Bentuknya seperti segi empat dan berlengan pendek. Warnanya juga beragam dengan maksud menjadi simbol usia dan status bagi pemakainya.<br>Warna jingga melambangkan pemakai Baju Bodo ialah anak perempuan berusia sekitar 10 tahun. Sedangkan warna merah melambangkan pemakainya berusia sekitar 17 tahun.Selanjutnya warna putih melambangkan pemakainya berasal dari kalangan dukun dan pembantu, warna ungu melambangkan pemakainya adalah seorang janda, dan warna hijau melambangkan pemakainya berasal dari kalangan bangsawan.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://2.bp.blogspot.com/-W0qVk7MErQI/U135j3OUIyI/AAAAAAAAAGU/uGytiKaUn9I/s1600/Baju+Bodo+3.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:25:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440125475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sulawesi Selatan</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440128851</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Coto makassar</strong> atau <strong>coto mangkasara</strong> adalah makanan tradisional <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Makassar">Suku Makassar</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>.Makanan ini terbuat dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jeroan_sapi">jeroan</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sapi">sapi</a> yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dinikmati dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ketupat">ketupat</a> dari daun Kelapa dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Buras">buras</a>, yakni sejenis ketupat yang dibungkus daun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pisang">pisang</a>.<br>Coto Makassar diperkirakan telah ada semenjak masa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Kerajaan Gowa</a> Tepatnya di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Gowa">Kabupaten Gowa</a> pada abad ke-16.Dahulu hidangan coto bagian daging sapi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sirloin">sirloin</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tenderloin">tenderloin</a> hanya disajikan untuk disantap oleh keluarga kerajaan. Sementara bagian <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jeroan">jeroan</a> disajikan untuk masyarakat kelas bawah atau abdi dalem pengikut kerajaan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://oneminutenews.com/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-1.png" />
         <pubDate>2023-01-11 00:31:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440128851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Minahasa, North Sulawesi</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440137142</link>
         <description><![CDATA[<div>Tari Katrili adalah tarian tradisional masyarakat Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara. Tarian ini termasuk tari pergaulan atau tari hiburan masyarakat yang dibawakan oleh penari pria dan wanita. Tari Katrili ini merupakan tarian tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat suku Minahasa dan juga sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti hajatan, pernikahan, penyambutan dan juga festival budaya.<br><br></div><div>Tari Katrili ini merupakan tarian tradisional perpaduan budaya Eropa dan juga budaya Minahasa. Jadi sekilas, tarian ini terlihat seperti tarian modern, meski sudah ada sejak zaman dahulu. Secara historis, Tari Katrili sudah ada sejak bangsa Spanyol dan Portugis datang ke provinsi Sulawesi Utara.<br><br></div><div>Saat itu mereka datang untuk membeli hasil bumi yang ada di tanah Minahasa. Karena hasil yang mereka dapatkan begitu banyak, mereka merayakannya dengan pesta yang meriah dan juga dimeriahkan dengan tarian yang dilakukan secara berpasangan antara pria dan wanita. Mereka kemudian juga sering mengajak masyarakat adat khususnya masyarakat suku Minahasa untuk ikut memeriahkan hajatan tersebut.<br><br></div><div>Lama kelamaan tarian ini mulai menjadi kebiasaan masyarakat dan masih sering dilakukan, walaupun bahasa Spanyol dan Portugis sudah tidak ada lagi. Tarian ini kemudian dikembangkan dan dipadukan dengan kesenian asli masyarakat Minahasa, baik dari segi gerak, formasi, kostum maupun musik pengiringnya.&nbsp;<br><br></div><div>Kemudian menjadi bentuk tarian yang seperti sekarang ini dan disebut Tari Katrili. Diperkirakan kata Tari Katrili ini berasal dari bahasa Eropa Quadrille, yang kemudian berubah menjadi kata Katrili. Tari Katrili ini merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan antara penari pria dan wanita. Untuk jumlah penari, biasanya terdiri dari 6 penari pria dan 6 penari wanita, serta seorang penari wanita yang akan menjadi pemimpin tari dan memberi isyarat. Dalam pertunjukannya, para penari menari dengan gerakan yang lincah dan juga ekspresif serta diiringi musik pengiring. Gerakan dalam Tari Katrili ini biasanya lebih didominasi oleh gerakan ayunan dan gerakan jari kelingking satu sama lain secara bersamaan.Selain itu, penari juga akan menari dengan formasi atau gerak yang berubah-ubah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://4.bp.blogspot.com/-cibZ3HZEzno/WEWlvi1NNEI/AAAAAAAADA8/CCrgvaz-cc4kfH2OqRe1WTfwBzyDBy1mgCLcB/s1600/Tari%2BKatrili.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:43:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440137142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gorontalo, Indonesia</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440141395</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bantayo Poboide</strong> dari namanya terdiri atas kata “<em>bantayo</em>” yang berarti bangsal, <em>balai</em>; dan “<em>poboide</em>” yang berarti <em>berbicara</em>. <em>Bantayo Poboid</em>e <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bantayo_Poboide#cite_note-1"><sup>[1]</sup></a> dapat diartikan sebagai bangunan sebuah rumah gedung atau balai tempat berkumpul dan bermusyawarah. Akan tetapi di pihak lain, <em>Bantayo Poboide</em> dapat berarti organisasi pemerintahan yang berbentuk dewan yang sering juga disebut sebagai dewan kerajaan. Jadi <em>Bantayo Poboide</em> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bantayo_Poboide#cite_note-2"><sup>[2]</sup></a> merupakan bangsal atau balai untuk membicarakan berbagai persoalan tentang negeri yang terorganisir, kedudukannya di atas Maharaja, mempunyai kekuatan hukum, berdiri sendiri (<em>independen</em>t), tidak terkait dengan politik, semata-mata bekerja untuk kesejahteraan negeri, dan membangun moralitas pemimpin dan rakyat negeri sesuai adat dan syarak (hukum yang bersendi ajaran Islam).</div>]]></description>
         <enclosure url="http://fs.genpi.co/uploads/news/2018/03/26/5a253d3595cb2312b8b682fe6434092a.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:48:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440141395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>North Sulawesi, Indonesia</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440142857</link>
         <description><![CDATA[<div>Asal usul nama Kolintang terinspirasi dari nada yang dikeluarkan dari suatu alat musik seperti “Tong” untuk nada rendah, “Ting” untuk nada tinggi, dan “Tang” untuk nada tengah, serta menggunakan istilah “<em>ber tong ting tang</em>” sambil mengungkapkan kalimat <em>“Maimo Kumolintang” </em>untuk mengajak orang memainkannya, sehingga lambat laun ungkapan tersebut berubah menjadi Kolintang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-KI-_NfhV5NM/WsDVblRU4LI/AAAAAAAAFBU/SaSH1QAvnHAo2m7zfN4QLllwXK_aY22xACLcBGAs/s1600/kolintang.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:50:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440142857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Central Sulawesi, Indonesia</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440147733</link>
         <description><![CDATA[<div>Rumah tambi adalah rumah adat yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk menghindari hewan buas. Rumah Tambi memiliki keunikan yang menonjol yaitu memiliki atap berbentuk prisma. Atap dan dinding rumah Tambi menjadi satu. Rumah tambi juga memiliki ornamen kepala kerbau, selain ornamen kepala kerbau Rumah Tambi juga memiliki ornamen Motif Pebaula dan Bati. Jumlah anak tangga di Rumah ini juga menjadi penentu status sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/ba/45/5d/ba455d1726b96346121593858211823d.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 00:57:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440147733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kabupaten Buton Utara, South East Sulawesi</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440154490</link>
         <description><![CDATA[<div>Banua Tada merupakan rumah adat yang dikenal dalam budaya Suku Buton, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Banua Tada yang berasal dari dua kata memiliki arti Banua yang berarti rumah dan Tada yang berarti siku. Dari arti katanya, Banua Tada disebut juga sebagai Rumah Siku, karena banyak siku-siku pada struktur bangunannya. Rumah tradisional Banua Tada berbentuk panggung. Rumah adat ini juga merupakan keberlanjutan budaya masyarakat Buton di Sulaa hingga saat ini. Sulaa termasuk wilayah Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Sulaa merupakan masyarakat pendatang di pulau-pulau sekitar Buton.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cerdika.com/wp-content/uploads/2021/03/Rumah-Adat-Sulawesi-Tenggara-Banua-Tada-760x544.jpg" />
         <pubDate>2023-01-11 01:07:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2440154490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar Regency, Sulawesi Barat</title>
         <author>samuel1864035</author>
         <link>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2444550674</link>
         <description><![CDATA[<div>Sandeq merupakan perahu yang lahir dari kearifan lokal Suku Mandar dalam mengarungi lautan. Mayoritas masyarakat Suku Mandar tinggal di sepanjang pesisir Sulawesi Barat. Pada masa lampau perahu ini digunakan untuk menangkap ikan dan berdagang hingga Selat Malaka, Laut Sulu, Papua dan Pulau Jawa. Nama Sandeq berasal dari Bahasa Mandar yang berarti runcing. Perahu ini mempunyai bentuk ramping dengan mengandalkan layar dan kecepatan angin untuk mengarungi lautan. Perahu Sandeq juga merupakan salah satu kapal layar tercepat di dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/originals/76/81/4a/76814ae280b3229182246e867c2061b9.jpg" />
         <pubDate>2023-01-15 02:50:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/samuel1864035/q6rnfqmakadwayh1/wish/2444550674</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
