<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS INDIVIDU XI-C by evita mutmainah</title>
      <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x</link>
      <description>Post your response to the discussion topic by clicking the plus button below.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-30 06:06:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-01 01:33:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531744882</link>
         <description><![CDATA[<p>Dafa nizar baharizqi ramadhan XI-C/12</p><p><br/></p><p>solidaritas organik</p><p>ciri-ciri:</p><p>Solidaritas organik ditandai oleh ketergantungan antar anggota dalam masyarakat yang kompleks dan terstruktur dengan pembagian kerja yang spesifik. Ciri utamanya adalah saling membutuhkan dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama, di mana setiap individu memiliki peran dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi.</p><p><br/></p><p>contoh:</p><p>Perusahaan:</p><p>Dalam sebuah perusahaan, setiap departemen (misalnya, produksi, pemasaran, keuangan) memiliki peran dan fungsi yang berbeda, tetapi mereka semua bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan yang sama. Mereka saling membutuhkan dan ketergantungan ini yang membentuk solidaritas organik. </p><p>Masyarakat Perkotaan:</p><p>Masyarakat perkotaan yang beragam, dengan berbagai profesi dan latar belakang, menunjukkan solidaritas organik. Seorang dokter membutuhkan tukang roti untuk makan, seorang guru membutuhkan tukang listrik untuk penerangan, dan seterusnya. Mereka semua saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan mereka, meskipun mereka mungkin tidak memiliki kesamaan dalam hal nilai atau kepercayaan. </p><p>Pendidikan:</p><p>Sekolah adalah contoh solidaritas organik. Guru, siswa, staf administrasi, dan orang tua semuanya memiliki peran yang berbeda tetapi bekerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Siswa membutuhkan guru, sekolah membutuhkan siswa untuk beroperasi, dan orang tua membutuhkan sekolah untuk mendidik anak-anak mereka. </p><p>Layanan Kesehatan:</p><p>Rumah sakit adalah contoh lain dari solidaritas organik. Dokter, perawat, apoteker, staf administrasi, dan pasien semuanya memiliki peran yang berbeda, tetapi mereka bekerja sama untuk memberikan dan menerima perawatan kesehatan. </p><p>Jasa Transportasi:</p><p>Industri transportasi, seperti maskapai penerbangan, menunjukkan solidaritas organik. Pilot, pramugari, petugas bandara, dan staf pemeliharaan semuanya bekerja sama untuk mengoperasikan pesawat dan memastikan perjalanan penumpang berjalan lancar.</p><p><br/></p><p>ikatan yang membentuk ikatan sosial:</p><p>Solidaritas organik dalam kelompok sosial terbentuk karena adanya saling ketergantungan antar anggota yang memiliki peran dan keahlian berbeda, namun saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama. Ikatan ini didasarkan pada pembagian kerja yang kompleks dan spesifik, serta hubungan fungsional antar anggota.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>solidaritas mekanik</p><p><br/></p><p>ciri ciri:</p><p>Solidaritas mekanik adalah jenis solidaritas sosial yang ditandai dengan kesamaan ciri-ciri anggota kelompok, seperti pekerjaan, agama, tempat tinggal, dan suku. Solidaritas ini juga ditandai dengan kesadaran kolektif yang kuat, norma-norma sosial yang bersifat informal, dan sanksi sosial yang diberikan pada pelanggaran norma.</p><p><br/></p><p>contoh:</p><p><br/></p><p>Gotong royong membersihkan lingkungan:</p><p><br/></p><p>Warga desa atau kampung bersama-sama membersihkan lingkungan mereka dari sampah atau melakukan kerja bakti lainnya. </p><p><br/></p><p>Arisan:</p><p><br/></p><p>Kelompok ibu-ibu rumah tangga atau tetangga sekitar desa yang secara rutin mengumpulkan dan membagi uang secara bergantian. </p><p><br/></p><p>Sholat berjamaah:</p><p><br/></p><p>Umat Muslim yang melaksanakan sholat bersama-sama di masjid atau mushola, menunjukkan kesamaan dalam keyakinan dan ritual keagamaan. </p><p>Kerja sama dalam menjaga keamanan:</p><p>Warga desa atau kampung yang bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan mereka, seperti ronda malam. </p><p><br/></p><p>Masyarakat adat:</p><p><br/></p><p>Masyarakat yang memiliki adat istiadat, kepercayaan, dan norma yang sama, membentuk ikatan solidaritas yang kuat. </p><p><br/></p><p>Kelompok buruh tani:</p><p><br/></p><p>Kelompok petani yang memiliki kesamaan profesi dan bekerja sama dalam mengolah lahan pertanian. </p><p>Perantau dengan kesamaan asal daerah:</p><p>Orang-orang dari daerah yang sama yang merantau ke kota lain dan membentuk ikatan solidaritas karena merasa senasib sepenanggungan.</p><p><br/></p><p>yang membentuk kelompok sosial solidaritas mekanik:</p><p><br/></p><p>Solidaritas mekanik dalam kelompok sosial terbentuk karena adanya kesamaan kuat dalam nilai, norma, dan kepercayaan di antara anggota kelompoknya. Anggota kelompok dengan solidaritas mekanik memiliki kesadaran kolektif yang tinggi, merasa terikat satu sama lain, dan cenderung memiliki pandangan serta cara berpikir yang serupa</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174891522/bfeb2444df68197582d7df83c8697617/IMG_20250730_134142.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:33:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531744882</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746329</link>
         <description><![CDATA[<p>🐇 Chelsea Avrillingkan Larasati  ♡ ˎˊ˗</p><p><br/></p><p>︵‿︵‿୨♡୧‿︵‿︵</p><p><br/></p><p><strong>Membership &amp; Reference</strong></p><p><br/></p><p><strong>𓂃𓈒𓏸  Membership𓂃𓈒𓏸  </strong></p><p>Seseorang secara langsung tergabung dan berpartisipasi dalam kelompok ini.</p><p><br/></p><p>🌷<strong>Contoh: </strong></p><ul><li><p>Siswa yang tergabung dalam OSIS.</p></li><li><p>Anggota tim futsal sekolah.</p></li><li><p>Karyawan di sebuah perusahaan.</p></li></ul><p><br/></p><p>🌷<strong>Ciri-ciri:</strong></p><ul><li><p>Ada keanggotaan formal atau informal.</p></li><li><p>Individu berinteraksi langsung dengan anggota lain.</p></li><li><p>Ada rasa memiliki dan terlibat dalam kegiatan kelompok.</p></li></ul><p><br/></p><p>🌷<strong>Jenis-jenis:</strong></p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Formal dan Informal𓈒𓏸˚｡</strong></p><p><br/></p><p><strong>Kelompok Formal:</strong></p><p>Memiliki struktur organisasi yang jelas, aturan tertulis, dan keanggotaan resmi.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: OSIS, klub olahraga, organisasi profesi.</p><p><br/></p><p><strong>Kelompok Informal:</strong></p><p>Tidak memiliki struktur resmi. Terbentuk karena hubungan pribadi atau pertemanan.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Geng sekolah, kelompok belajar, teman tongkrongan.</p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Kelompok Primer dan Sekunder𓈒𓏸˚｡</strong></p><p><br/></p><p><strong>Kelompok Primer:</strong></p><p>Hubungan antar anggotanya erat, akrab, dan emosional.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Keluarga, sahabat dekat.</p><p><br/></p><p><strong>Kelompok Sekunder</strong>:</p><p>Hubungan bersifat formal, tidak terlalu erat, lebih ke arah tujuan tertentu.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Komite sekolah, panitia acara.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>𓂃𓈒𓏸  Reference𓂃𓈒𓏸  </strong></p><p>Kelompok yang dijadikan acuan atau panutan oleh individu, meskipun individu tidak harus menjadi anggotanya. </p><p><br/></p><p>🌷<strong>contoh:</strong></p><ul><li><p>Seorang siswa meniru gaya berpakaian selebritas K-Pop (padahal dia bukan bagian dari grup itu).</p></li><li><p>Remaja yang menjadikan kelompok ilmuwan atau tokoh terkenal sebagai panutan.</p><p><br/></p></li></ul><p>🌷<strong>ciri ciri</strong>:</p><ul><li><p>Bisa memengaruhi pilihan hidup, gaya hidup, hingga nilai-nilai pribadi.</p></li><li><p>Tidak perlu ada interaksi langsung.</p></li><li><p>Lebih bersifat psikologis daripada keanggotaan formal.</p></li></ul><p><br/></p><p>🌷<strong>Jenis-jenis:</strong></p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Kelompok Normatif𓈒𓏸˚｡</strong></p><p>Biasanya individu ingin menjadi seperti anggota kelompok yang dikagumi.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Seorang remaja ingin bergaya seperti idol K-Pop, sehingga meniru cara berpakaian dan bersikap mereka</p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Kelompok Komparatif𓈒𓏸˚｡</strong></p><p>Digunakan sebagai tolok ukur atau pembanding untuk menilai situasi atau pencapaian diri.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Seorang siswa membandingkan dirinya dengan temannya yang lebih pintar untuk memotivasi diri belajar lebih giat.</p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Kelompok Aspiratif𓈒𓏸˚｡</strong></p><p>Kelompok yang ingin dimasuki oleh seseorang di masa depan, walaupun sekarang belum menjadi anggota.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Seseorang yang ingin masuk Harvard menjadikan mahasiswa Harvard sebagai acuan sikap dan semangat belajar.</p><p><br/></p><p><strong>  𓈒𓏸˚｡Kelompok Negatif (Non-aspiratif)𓈒𓏸˚｡</strong></p><p>Kelompok yang tidak diinginkan atau ditolak oleh seseorang.</p><p>୨🐰୧ <mark>Contoh</mark>: Seorang pelajar menjauhi geng yang suka tawuran karena menganggap itu buruk.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174835491/a20c4803c8802c8bb4fb8d0193ca2648/IMG_20240604_145810_731.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:35:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746329</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746660</link>
         <description><![CDATA[<p>Kirana Larasati/22</p><p><br/></p><p><strong><em>1. Kelompok Sosial Primer</em></strong></p><p><br/></p><ul><li><p> <em>Pengertian:</em></p></li></ul><p><br/></p><p>Kelompok sosial primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan <mark>dekat, pribadi, dan emosional</mark> yang berlangsung lama. Hubungan ini biasanya terbentuk <mark>secara alami dan penuh dengan interaksi langsung</mark></p><p><br/></p><ul><li><p> Ciri-Ciri:</p></li></ul><p><em>1.  Hubungan pribadi dan emosional erat</em></p><p>   → Ada rasa saling menyayangi dan percaya.</p><p><em>2. Jumlah anggota kecil</em></p><p>   → Biasanya hanya beberapa orang.</p><p><em>3. Interaksi langsung dan intensif</em></p><p>   → Sering bertemu atau berkomunikasi.</p><p><em>4. Terbentuk secara alami</em></p><p>   → Bukan karena tujuan tertentu, tetapi karena kebutuhan sosial.</p><p><em>5. Kebersamaan bersifat jangka panjang</em></p><p><br/></p><ul><li><p>Ikatan yang Memikat:</p></li></ul><ol><li><p> Kasih sayang</p></li><li><p> Rasa saling percaya</p></li><li><p> Solidaritas tinggi</p></li><li><p>Rasa memiliki satu sama lain</p></li><li><p>Keterikatan emosional</p></li></ol><p><br/></p><ul><li><p> Contoh:</p></li></ul><ol><li><p> Keluarga inti (ayah, ibu, anak)</p></li><li><p> Sahabat karib</p></li><li><p> Teman masa kecil</p></li><li><p> Kelompok bermain anak-anak</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>2<strong>. Kelompok Sosial Sekunder</strong></p><p><br/></p><ul><li><p> Pengertian:</p></li></ul><p><br/></p><p>Kelompok sosial sekunder adalah kelompok yang terbentuk karena <mark>tujuan atau kepentingan tertentu </mark>Hubungan antar anggotanya bersifat <mark>formal, tidak terlalu dekat, dan lebih fungsional</mark></p><p><br/></p><ul><li><p>Ciri-Ciri:</p></li></ul><p><br/></p><p>1. <em>Hubungan tidak pribadi (formal dan impersonal)</em></p><p>   → Hanya terikat oleh tugas atau fungsi.</p><p>2. <em>Jumlah anggota banyak</em></p><p>   → Tidak semua saling mengenal secara pribadi.</p><p>3. <em>Interaksi tidak intens dan lebih terstruktur</em></p><p>   → Lewat rapat, surat, grup daring, dll.</p><p><em>4. Terbentuk karena tujuan tertentu</em></p><p>   → Seperti bisnis, pendidikan, atau kerja.</p><p><em>5. Bersifat sementara</em></p><p>   → Bisa bubar setelah tujuan tercapai.</p><p><br/></p><ul><li><p>Ikatan yang Memikat:</p></li></ul><p><br/></p><ol><li><p> Tujuan atau kepentingan bersama</p></li><li><p> Peraturan dan struktur organisasi</p></li><li><p> Pembagian tugas</p></li><li><p> Kebutuhan profesional atau ekonomi</p></li></ol><p><br/></p><ul><li><p>Contoh:</p></li></ul><p><br/></p><ol><li><p> Organisasi sekolah (OSIS, Pramuka)</p></li><li><p> Perusahaan atau tempat kerja</p></li><li><p> Komunitas belajar atau proyek kelompok</p></li><li><p> LSM dan partai politik</p></li><li><p> Kepanitiaan acara</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174804681/0b0031b856336fa670596812624e3a8e/IMG_20250306_WA0013.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:35:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746660</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746755</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok sosial in-group adalah kelompok yang di dalamnya seseorang merasa memiliki, merasa diterima, dan menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompok tersebut. Ciri-ciri dari in-group antara lain adanya rasa solidaritas yang kuat, loyalitas tinggi, serta kebanggaan menjadi anggota kelompok. Anggota in-group biasanya merasa memiliki kesamaan identitas, seperti nilai, norma, budaya, atau pengalaman hidup. Mereka cenderung menggunakan kata “kita” saat merujuk pada kelompoknya. Ikatan yang membentuk kelompok in-group berasal dari kesamaan latar belakang, tujuan bersama, serta interaksi sosial yang erat. Misalnya, anggota satu kelas yang sering bekerja sama dalam tugas kelompok, komunitas suku yang sama di perantauan, atau anggota klub olahraga di sekolah. Hubungan antaranggota in-group umumnya akrab dan penuh dukungan, karena adanya perasaan senasib dan sepenanggungan.</p><p><br></p><p>Sementara itu, kelompok sosial out-group adalah kelompok luar, yakni kelompok yang tidak dianggap sebagai bagian dari diri seseorang atau kelompoknya. Ciri-ciri kelompok ini adalah adanya jarak sosial, tidak adanya rasa solidaritas, bahkan bisa muncul prasangka, persaingan, atau permusuhan. Out-group biasanya dipandang sebagai “mereka” oleh anggota in-group. Anggota in-group dapat menilai out-group secara negatif karena perbedaan budaya, nilai, atau kepentingan. Ikatan yang membentuk out-group terjadi karena adanya perbedaan mendasar antara kelompok, kurangnya komunikasi, dan sering kali disertai oleh stereotip atau konflik kepentingan. Contohnya, tim lawan dalam kompetisi olahraga, kelompok agama lain dalam konteks sosial tertentu, atau organisasi rival di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perbedaan antara in-group dan out-group sangat dipengaruhi oleh cara seseorang atau kelompok memandang identitas sosialnya dalam hubungan dengan kelompok lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174886157/ee0c0571fe05602f8ab1493e8dbcd806/17538588524278488943656932872958.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531746755</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kalyaaeilish42</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531748421</link>
         <description><![CDATA[<p>Fafa 17/ XI-C</p><p><br></p><p>Kelompok okupasional dan kelompok volunteer adalah dua jenis kelompok sosial yang berbeda, namun keduanya bisa saling berkaitan dalam masyarakat. Kedua jenis kelompok ini dapat terbentuk dalam masyarakat yang kompleks dan heterogen.</p><p><br></p><p><strong>Pengertian</strong> </p><p><br></p><p>- <strong>Kelompok okupasional</strong>: kelompok masyarakat yang dapat mengarahkan kepribadian seseorang di mana kelompok ini timbul karena <strong>anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis.</strong></p><p><br></p><p>- <strong>Kelompok</strong> <strong>volunteer</strong>: orang yang <strong>mempunyai kepentingan yang sama</strong>, namun tidak mendapat perhatian dari masyarakat.</p><p><br></p><p>Ciri-ciri kelompok okupasional : </p><p><br></p><p>🤸🏻Anggota mempunyai profesi atau pekerjaan yang sama.</p><p>🤸🏻Pembagian kerja yang berdasarkan pada budaya dan tradisi tertentu.</p><p>🤸🏻Mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian individu.</p><p>🤸🏻Tidak didasari kuantitas untuk saling berinteraksi.</p><p>🤸🏻Mempunyai struktur yang secara tidak langsung menjadi penggerak dalam kelompok tersebut.</p><p><br></p><p>Faktor yang menyebabkan terbentuknya kelompok okupasional adalah adanya kesamaan jenis pekerjaan atau profesi di antara anggota kelompok.</p><p><br></p><p>Contoh: </p><p>💢 Kelompok profesi. Misalnya, Asosiasi Sarjana Farmasi, Ikatan Dokter Indonesia, dan lain sebagainya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Ciri-ciri kelompok volunteer:</p><p><br></p><p>🍞Selalu mencari kesempatan untuk membantu.</p><p>🍞Komitmen yang diberikan relatif lama</p><p>🍞Memerlukan personal cost yang tinggi (waktu, tenaga, uang, dan sebagainya)</p><p>🍞Mereka tidak mengenal orang yang mereka bantu</p><p>🍞Tingkah laku yang dilakukan relawan adalah bukan keharusan</p><p><br></p><p>faktor yang menyebabkan mengapa orang ingin menjadi volunter, salah satunya: Terjalin komunikasi yang harmonis di dalam organisasi</p><p><br></p><p>Contoh: </p><p>💥Rumah Sakit Sukarela</p><p>Kelompok volunter di rumah sakit ini menyediakan dukungan penting bagi pasien dan staf medis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 06:37:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531748421</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531748598</link>
         <description><![CDATA[<p>Raihana Nasyia Xl C/31</p><p> <strong><mark> Kelompok Sosial Okupasional</mark></strong></p><p><strong>🩷Pengertian:</strong></p><p>Kelompok sosial <strong>okupasional</strong> adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan <strong>kesamaan pekerjaan, profesi, atau mata pencaharian</strong> anggotanya. Kelompok ini biasanya formal dan berkaitan dengan dunia kerja atau keahlian tertentu.</p><p>🩷 <strong>Ciri-Ciri:</strong></p><ul><li><p>Terbentuk karena kesamaan profesi atau pekerjaan.</p></li><li><p>Bersifat formal dan terorganisir.</p></li><li><p>Memiliki struktur, peraturan, dan tujuan profesional.</p></li><li><p>Anggotanya memiliki keahlian khusus atau sertifikasi.</p></li><li><p>Tujuan utamanya adalah mendapatkan penghasilan dan meningkatkan karier.</p></li></ul><p>🩷 <strong>Contoh:</strong></p><ul><li><p>PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) – kelompok guru.</p></li><li><p>IDI (Ikatan Dokter Indonesia) – kelompok profesi dokter.</p></li><li><p>Serikat buruh/petani/nelayan.</p></li><li><p>Forum mekanik atau teknisi.</p></li></ul><p>🩷 <strong>Ikatan yang membentuk</strong></p><ul><li><p>Tujuan ekonomi dan profesional.</p></li><li><p>Kesamaan latar belakang pekerjaan.</p></li><li><p>Kebutuhan akan perlindungan hak</p></li></ul><p><br></p><p><strong><mark>Kelompok Sosial Volunter (Sukarela)</mark></strong></p><p><br></p><p>💜 <strong>Pengertian:</strong></p><p>Kelompok sosial volunter adalah kelompok yang dibentuk oleh orang-orang yang secara sukarela bergabung untuk tujuan sosial, kemanusiaan, atau lingkungan, tanpa imbalan materi.</p><p><br></p><p>💜 <strong>Ciri-Ciri:</strong></p><p>•Dibentuk berdasarkan minat dan kepedulian sosial.</p><p>•Bersifat sukarela dan tidak berbayar.</p><p>•Tidak selalu membutuhkan keahlian khusus.</p><p>•Fokus pada bantuan, pelayanan, dan solidaritas sosial.</p><p>•Bersifat fleksibel, bisa formal (organisasi) atau informal</p><p><br></p><p>💜<strong>Contoh:</strong></p><p>•PMI (Palang Merah Indonesia) – relawan kemanusiaan.</p><p>•Relawan bencana alam (banjir, gempa, kebakaran).</p><p>•Komunitas pengajar anak-anak jalanan.</p><p>•Komunitas pelestari lingkungan (penanaman pohon, pembersihan pantai).</p><p><br></p><p>💜 <strong>Ikatan yang Membentuk:</strong></p><p>•Nilai sosial dan kemanusiaan (empati, solidaritas).</p><p>•Kepedulian terhadap masalah sosial atau lingkungan.</p><p>•Minat bersama dalam kegiatan sosial.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174829711/49c92b93f2a25e5167e169cbc753c02a/IMG_20250730_WA0034.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:38:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531748598</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749037</link>
         <description><![CDATA[<p>KEN AYU / 21</p><p><strong>🍭In-group</strong>:<br>in-group adalah kelompok sosial di mana seseorang merasa memiliki, merasa diterima, dan mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari kelompok tersebut. dalam kelompok ini, individu memiliki rasa “kita”.</p><p><strong>🍭Out-group</strong>:<br>out-group adalah kelompok sosial yang berada di luar kelompok individu, yang dianggap berbeda atau bahkan bisa menjadi lawan. individu merasa “mereka” adalah kelompok yang bukan bagian dari dirinya.</p><ul><li><p><strong>Ciri-ciri in-group:</strong></p><ul><li><p>Merasa memiliki dan terikat secara emosional.</p></li><li><p>Terdapat solidaritas tinggi antar anggota.</p></li><li><p>Adanya kerja sama yang erat.</p></li><li><p>Cenderung loyal terhadap kelompok.</p></li><li><p>Menilai kelompoknya lebih baik dari kelompok lain.</p></li></ul><p><strong>Ciri-ciri out-group:</strong></p><ul><li><p>Dipandang sebagai kelompok luar atau asing.</p></li><li><p>Sering kali dianggap berbeda, bahkan inferior.</p></li><li><p>Bisa menimbulkan prasangka dan stereotip.</p></li><li><p>Kurangnya rasa solidaritas.</p></li><li><p>Bisa menjadi objek permusuhan atau kompetisi.</p><p>Contoh In-group:</p><p>📌Seorang siswa merasa bagian dari kelompok ekskul pramuka di sekolah.</p><p>📌Anggota organisasi pemuda yang solid dan saling mendukung.</p><p>📌Keluarga, suku, agama, atau bangsa yang sama.</p><p>Contoh Out-group:</p><p>🙌🏻Anggota ekskul musik mungkin menganggap ekskul olahraga sebagai kelompok luar.</p><p>🙌🏻Penduduk suatu negara bisa menganggap pendatang asing sebagai out-group.</p><p>🙌🏻Kelompok suku atau agama lain yang dianggap berbeda.</p><p>Faktor yang Mempengaruhi In-group:</p><p>1.Persamaan Tujuan dan Kepentingan</p><p>- Anggota memiliki tujuan atau kepentingan yang sama sehingga saling mendukung.</p><p>2.Identitas Sosial yang Sama</p><p>- Kesamaan suku, agama, budaya, bahasa, atau simbol menciptakan rasa memiliki.</p><p>3.Interaksi Sosial yang Rutin</p><p>- Komunikasi dan pergaulan yang sering memperkuat hubungan antaranggota.</p><p>4.Pengalaman Bersama</p><p>- Pernah mengalami hal-hal penting secara bersama-sama menumbuhkan kedekatan emosional.</p><p>5.Rasa Solidaritas dan Loyalitas</p><p>- Adanya rasa setia dan saling peduli antaranggota membuat kelompok makin solid.</p><p>Faktor yang Mempengaruhi Out-group: </p><p>1.Perbedaan Identitas Sosial</p><p>* Kelompok dengan latar belakang berbeda (agama, ras, suku, budaya, bahasa) sering dianggap sebagai “bukan bagian dari kita”, sehingga dikelompokkan sebagai out-group.</p><p>2.Kurangnya Interaksi Sosial</p><p>* Jika antar kelompok jarang berkomunikasi atau berinteraksi, maka hubungan emosional tidak terbangun dan cenderung timbul jarak sosial.</p><p>3.Persaingan atau Konflik Kepentingan</p><p>* Ketika dua kelompok memiliki kepentingan yang bertentangan (dalam ekonomi, politik, atau sosial), maka muncul rasa saling menolak dan terbentuk batas kelompok.</p><p>4.Stereotip dan Prasangka Negatif</p><p>* Pandangan umum yang keliru atau terlalu disederhanakan terhadap kelompok lain membuat mereka dianggap “berbeda”, “lebih rendah”, atau “berbahaya”.</p><p>5.Pengaruh Sosialisasi dan Lingkungan</p><p>* Nilai dan norma yang diajarkan sejak kecil, termasuk dari keluarga, sekolah, atau media, bisa membentuk sikap eksklusif dan menanamkan perbedaan terhadap kelompok lain.</p></li></ul></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4179045839/b7cb9e3fe7e16b17dee4b37440331b85/IMG_20250731_WA0048.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:38:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749037</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749482</link>
         <description><![CDATA[<p>ᯓ★ Kelompok informal seringkali muncul di dalam kelompok formal.&nbsp;Misalnya, dalam sebuah perusahaan, karyawan bisa membentuk kelompok informal berdasarkan kesamaan minat atau kedekatan, meskipun mereka tergabung dalam struktur formal perusahaan.&nbsp;Kelompok informal ini dapat mendukung atau justru menghambat tujuan kelompok formal, tergantung pada nilai dan norma yang berlaku dalam kelompok informal tersebut.&nbsp;</p><p><br/></p><p>ᯓ★Ciri-ciri kelompok formal: ˙ . ꒷ 🍰 . 𖦹˙</p><ul><li><p>Memiliki hierarki, pembagian tugas, dan wewenang yang jelas.</p></li><li><p>Terdapat peraturan dan prosedur yang harus diikuti semua anggota.</p></li><li><p>Kelompok dibentuk untuk mencapai tujuan yang spesifik.</p><p>contoh: Organisasi perusahaan, pemerintahan, sekolah, dan perkumpulan profesi.&nbsp;</p></li></ul><p><br/></p><p>ᯓ★Ciri-ciri kelompok informal:</p><ul><li><p><strong>Ikatan Emosional:</strong>&nbsp;˙ . ꒷ 🍰 . 𖦹˙—</p></li><li><p>Berdasarkan hubungan personal, minat, dan kesamaan nilai.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Tidak Ada Aturan Tertulis:</strong>&nbsp;ᯓ★</p></li><li><p>Tidak ada struktur organisasi yang formal atau peraturan yang baku.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Fleksibilitas Tinggi:</strong>&nbsp;Mudah berubah dan adaptasi dengan situasi.&nbsp;</p><p><strong>જ⁀➴ Contoh:</strong>&nbsp;Kelompok pertemanan, geng, komunitas hobi, dan kelompok belajar informal.&nbsp;</p><p>Ikatan yang membentuk kelompok sosial, baik formal maupun informal,&nbsp;<strong><mark>didasarkan pada berbagai faktor dan tujuan</mark></strong>.&nbsp;Kelompok formal memiliki struktur, aturan, dan tujuan yang jelas, sedangkan kelompok informal terbentuk secara alami berdasarkan kesamaan minat, nilai, atau kebutuhan.&nbsp;</p><p><br/></p></li></ul><p> <strong> Apakah ikatannya bisa berubah? ᯓ★</strong></p><p><em>Ya, ikatan dalam kelompok sosial, baik formal maupun informal, bisa berubah.&nbsp;Dalam kelompok formal, perubahan bisa terjadi karena reorganisasi, pergantian anggota, atau perubahan tujuan organisasi.&nbsp;Sementara itu, dalam kelompok informal, perubahan ikatan bisa terjadi karena pergeseran minat, konflik antar anggota, atau perubahan situasi sosial.&nbsp;</em></p><p><br/></p><p><strong><em>જ⁀➴ Contoh Perubahan Ikatan:</em></strong></p><ul><li><p><strong>Kelompok Formal: ˙ . ꒷ 🍰 . 𖦹˙—</strong></p><p>Seorang karyawan yang pindah divisi atau dipromosikan, sehingga mengubah hubungannya dengan rekan kerja lama.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Kelompok Informal: ˙ . ꒷ 🍰 . 𖦹˙—</strong></p><p>Pertemanan yang renggang karena perbedaan pandangan atau perpisahan karena salah satu anggota pindah tempat tinggal.&nbsp;</p><p><br/></p></li></ul><p><strong><em>‧₊˚♪ 𝄞₊˚⊹ Ikatan apa yang membentuk kelompok sosial ini?</em></strong> Ikatan yang membentuk kelompok sosial, baik formal maupun informal,&nbsp;<strong><mark>didasarkan pada berbagai faktor dan tujuan</mark></strong>.&nbsp;Kelompok formal memiliki struktur, aturan, dan tujuan yang jelas, sedangkan kelompok informal terbentuk secara alami berdasarkan kesamaan minat, nilai, atau kebutuhan.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174856785/c60bfad699caf936204947ddcf0ce5d6/20250516_183629_378_IMG_0006.JPG" />
         <pubDate>2025-07-30 06:39:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749482</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749924</link>
         <description><![CDATA[<p>Ahmad Baidillah XI-C/03</p><p><br></p><p><br></p><p>Kelompok okupasional dan volunter adalah dua jenis kelompok sosial yang terbentuk dalam masyarakat. Kelompok okupasional terdiri dari orang-orang yang memiliki pekerjaan atau profesi yang sama. Sementara itu, kelompok volunter adalah kelompok yang terbentuk karena anggotanya memiliki kepentingan atau tujuan yang sama, yang mungkin tidak terpenuhi oleh kelompok sosial lain atau masyarakat luas.</p><p>Kelompok Okupasional:</p><p>Definisi:</p><p>Kelompok okupasional adalah kelompok sosial yang terbentuk karena anggotanya memiliki pekerjaan atau profesi yang sama. </p><p>Contoh:</p><p>Asosiasi dokter, ikatan guru, organisasi pengacara, dan asosiasi insinyur adalah contoh kelompok okupasional.</p><p>Ciri-ciri:</p><p>- Anggota memiliki pekerjaan atau profesi yang sama. </p><p>- Adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi. </p><p>- Mempengaruhi pembentukan kepribadian anggota. </p><p>- Interaksi dan komunikasi antar anggota sangat penting. </p><p>- Cenderung bertahan lama. </p><p>Peran:</p><p>- Menjaga standar profesi. </p><p>- Melindungi kepentingan anggota. </p><p>- Berkontribusi pada pengembangan bidang pekerjaan. </p><p>- Mengarahkan kepribadian anggota.</p><p>Kelompok Volunter</p><p>Definisi:</p><p>Kelompok volunter adalah kelompok yang terbentuk karena anggotanya memiliki kepentingan atau tujuan yang sama, yang mungkin tidak terpenuhi oleh kelompok sosial lain atau masyarakat luas. </p><p>Contoh:</p><p>Kelompok relawan di rumah sakit, kelompok lingkungan, kelompok bantuan kemanusiaan, mentor pendidikan, dan kelompok seni budaya adalah contoh kelompok volunter. </p><p>Ciri-ciri:</p><p>- Anggota memiliki kepentingan atau tujuan yang sama. </p><p>- Seringkali muncul karena adanya kepentingan individu yang tidak terpenuhi oleh masyarakat luas. </p><p>- Anggota secara sukarela bergabung dan berkontribusi. </p><p>- Tujuan utamanya adalah memenuhi kepentingan anggotanya.</p><p>Kelompok Volunter</p><p>Definisi:</p><p>Kelompok volunter adalah kelompok yang terbentuk karena anggotanya memiliki kepentingan atau tujuan yang sama, yang mungkin tidak terpenuhi oleh kelompok sosial lain atau masyarakat luas. </p><p>Contoh:</p><p>Kelompok relawan di rumah sakit, kelompok lingkungan, kelompok bantuan kemanusiaan, mentor pendidikan, dan kelompok seni budaya adalah contoh kelompok volunter. </p><p>Ciri-ciri:</p><p>- Anggota memiliki kepentingan atau tujuan yang sama. </p><p>- Seringkali muncul karena adanya kepentingan individu yang tidak terpenuhi oleh masyarakat luas. </p><p>- Anggota secara sukarela bergabung dan berkontribusi. </p><p>- Tujuan utamanya adalah memenuhi kepentingan anggotanya.</p><p>Peran:</p><p>- Memenuhi kepentingan individu yang tidak terpenuhi oleh masyarakat. </p><p>- Menciptakan perubahan dalam komunitas. </p><p>- Memberdayakan diri sendiri.</p><p>Perbedaan Kelompok Okupasional</p><p>dan Volunter:</p><p>Dasar Pembentukan:</p><p>Kelompok okupasional terbentuk karena pekerjaan yang sama, sedangkan kelompok volunter terbentuk karena kepentingan yang sama. </p><p>Tujuan Utama:</p><p>Kelompok okupasional bertujuan untuk menjaga standar profesi dan mengembangkan bidang pekerjaan, sedangkan kelompok volunter bertujuan untuk memenuhi kepentingan anggotanya. </p><p>Sifat Keanggotaan:</p><p>Keanggotaan dalam kelompok okupasional bisa jadi lebih formal dan berkelanjutan, sedangkan keanggotaan dalam kelompok volunter bisa lebih fleksibel dan sementara. </p><p>Dengan demikian, kelompok okupasional dan volunter merupakan dua jenis kelompok sosial yang memiliki peran penting dalam masyarakat, meskipun dengan dasar dan tujuan yang berbeda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174929478/a5e11dd93113f29a68a0d99f4d28276c/1687929023890_121057.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:39:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531749924</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531751551</link>
         <description><![CDATA[<p>WIRATTAMA/26</p><p><br></p><p>■Pengertian</p><p>Solidaritas mekanik dan organik adalah dua jenis solidaritas sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim. </p><p><br></p><p>●Solidaritas mekanik terjadi pada masyarakat sederhana dengan kesamaan dalam nilai, kepercayaan, dan pekerjaan. </p><p><br></p><p>●Solidaritas organik muncul pada masyarakat modern yang kompleks dengan spesialisasi pekerjaan dan saling ketergantungan. </p><p><br></p><p>Namun Durkheim berpendapat bahwa masyarakat midern cenderung bergerak dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik seiring dengan perkembangan masyarakat, terutama melalui perubahan dalam pembagian kerja.</p><p><br></p><p>■Ikatan pembentuk:</p><p>● Solidaritas organik dalam masyarakat terbentuk karena saling ketergantungan antar individu yang disebabkan oleh pembagian kerja yang kompleks dan spesialisasi. solidaritas organik biasanya lebih maju dan modern, di mana individu memiliki peran dan keahlian yang berbeda-beda, namun tetap saling membutuhkan untuk menjalankan fungsi sosial mereka.</p><p><br></p><p>●Solidaritas mekanik terbentuk karena adanya kesamaan nilai, norma, keyakinan, dan pekerjaan di antara anggota masyarakat. Ikatan ini didasarkan pada kesadaran kolektif dan kesamaan peran serta fungsi individu dalam kelompok. Masyarakat dengan solidaritas mekanik cenderung homogen dan memiliki interaksi sosial yang erat.</p><p><br></p><p>■Ciri ciri</p><p>●Ciri solidaritas organik</p><p>1.Masyarakat Kompleks:</p><p>Solidaritas organik muncul dalam masyarakat yang lebih kompleks dan beragam, dengan berbagai spesialisasi pekerjaan dan peran. </p><p><br></p><p>2.Saling Ketergantungan:</p><p>anggota masyarakat saling membutuhkan dan bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. </p><p><br></p><p>3.Hukum Restitutif:</p><p>Norma sosial yang berlaku cenderung bersifat formal dan restitutif, yaitu bertujuan untuk memulihkan atau mengembalikan keadaan seperti semula.</p><p><br></p><p><br></p><p>●Ciri solidaritas mekanik</p><p>1.Kesadaran kolektif yang kuat:</p><p>Anggota kelompok memiliki kesadaran yang sama dan rasa solidaritas yang tinggi terhadap kelompoknya. </p><p>Norma sosial informal dan sanksi sosial:</p><p>Norma-norma sosial tidak tertulis dan sanksi yang diberikan bersifat sosial, seperti dikucilkan dari kelompok.</p><p> </p><p>2.Pembagian kerja yang sederhana atau belum ada: pembagian kerja belum terlalu kompleks atau belum ada pembagian kerja yang spesifik.</p><p> </p><p>3.Ketergantungan antar anggota rendah:</p><p>Anggota kelompok cenderung mandiri dan tidak terlalu bergantung pada anggota lain dalam kelompok.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174851448/c38193fffb9cddbb665a3b31b8347d9c/IMG_20250320_203755_048.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:42:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531751551</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531752460</link>
         <description><![CDATA[<p>↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Fahri Ramadhan Firmansyah/ 15</p><p><br/></p><p>================</p><p><br/></p><p><strong>1. Kelompok Sosial Primer (Primary Group</strong>)</p><p>Kelompok sosial primer merujuk pada sekumpulan individu yang memiliki hubungan sangat dekat, akrab, dan penuh kehangatan secara emosional. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Charles Horton Cooley dalam bukunya "Social Organization" (1909). Menurut Cooley, kelompok primer berperan sebagai media sosialisasi pertama bagi individu dalam mempelajari nilai-norma masyarakat</p><p><br/></p><p><strong>2. Kelompok Sosial Sekunder (Secondary Group)</strong></p><p>Kelompok sekunder adalah asosiasi yang dibentuk berdasarkan kepentingan rasional dan tujuan spesifik. Hubungan antaranggota bersifat formal, segmental, dan terstruktur. Konsep ini dikembangkan sebagai antithesis dari kelompok primer untuk menjelaskan dinamika masyarakat industri modern.</p><p><br/></p><p>÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷</p><p><br/></p><p><strong>1. Kelompok Primer</strong> </p><p><br/></p><p><mark>Ciri-Ciri:</mark>  </p><p>- Hubungan akrab dan intim.  </p><p>- Komunikasi tatap muka (face-to-face).  </p><p>- Ada ikatan emosional.  </p><p>- Ukuran kelompok kecil.  </p><p><br/></p><p><mark>Contoh:</mark>  </p><p>- Keluarga (orang tua, anak, saudara).  </p><p>- Teman sepermainan di lingkungan rumah.  </p><p>- Komunitas kecil seperti kelompok arisan tetangga.  </p><p><br/></p><p><strong>2. Kelompok Sekunder  </strong></p><p><mark>Ciri-Ciri:</mark></p><p>- Hubungan formal dan impersonal.  </p><p>- Interaksi berdasarkan kepentingan (misal: pekerjaan).  </p><p>- Struktur hierarkis (ada aturan jelas).  </p><p>- Bersifat sementara atau jangka pendek.  </p><p><mark>Contoh:</mark>  </p><p>- Rekan kerja di kantor.  </p><p>- Organisasi profesi (PGRI, IDI).  </p><p>- Anggota partai politik.  </p><p>- Pelanggan suatu bisnis.</p><p><br/></p><p>🥶💀🥶💀🥶💀🥶💀</p><p><br/></p><p><strong>Kelompok primer dan sekunder membentuk interaksi sosial kita.</strong> Kelompok primer, seperti keluarga dan teman dekat, menawarkan keintiman dan identitas bersama. Kelompok sekunder, seperti rekan kerja atau kerabat jauh, lebih formal dan berorientasi pada tujuan. Memahami kelompok-kelompok ini membantu kita menavigasi dunia sosial kita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174853023/4c8ff2efe3bbb38dc36d3341ef61106a/IMG_20250730_WA0018.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:43:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531752460</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531754459</link>
         <description><![CDATA[<p>Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik (Émile Durkheim)</p><p><br></p><p>1. *Pengertian Solidaritas Sosial*</p><p>Solidaritas sosial adalah ikatan yang menyatukan individu-individu dalam suatu masyarakat, sehingga tercipta keteraturan sosial dan rasa saling memiliki. Konsep ini dikenalkan oleh Émile Durkheim untuk menjelaskan bagaimana masyarakat bisa tetap utuh walau berisi banyak orang dengan peran berbeda. Durkheim membagi solidaritas sosial menjadi dua bentuk utama: solidaritas mekanik, yang dominan di masyarakat tradisional, dan solidaritas organik, yang berkembang dalam masyarakat modern. Perbedaan keduanya terletak pada bagaimana masyarakat menjalin keterikatan, apakah melalui kesamaan atau justru karena perbedaan fungsi.</p><p><br></p><p>2. *Ciri-Ciri Solidaritas Mekanik dan Organik*</p><p>Solidaritas mekanik ditandai dengan masyarakat yang masih bersifat sederhana, homogen, dan terikat oleh kesamaan. Ciri khasnya adalah minimnya pembagian kerja, norma sosial yang kuat dan kaku, sanksi sosial bersifat represif (menghukum keras), serta kesadaran kolektif sangat dominan. Hubungan sosial bersifat personal dan penuh kedekatan emosional.</p><p>Sementara itu, solidaritas organik muncul dalam masyarakat kompleks dan heterogen. Ciri-cirinya meliputi pembagian kerja yang spesifik dan terspesialisasi, hubungan sosial yang impersonal dan lebih fungsional, norma sosial yang fleksibel, sanksi bersifat restitutif (untuk memperbaiki keadaan), dan kesadaran individu lebih menonjol. Dalam jenis solidaritas ini, orang saling terhubung bukan karena kesamaan, melainkan karena saling membutuhkan antarperan.</p><p><br></p><p>3. *Contoh Solidaritas Mekanik dan Organik dalam Kehidupan*</p><p>Contoh nyata dari solidaritas mekanik bisa ditemukan di komunitas adat atau desa terpencil. Misalnya, suku Dayak, Baduy Dalam, atau masyarakat petani di pedesaan yang hidup secara kolektif, saling membantu tanpa pamrih, dan patuh pada adat atau tokoh masyarakat. Mereka semua menjalani pola hidup serupa, seperti bertani, berkumpul saat panen, dan gotong royong saat membangun rumah.</p><p>Sebaliknya, solidaritas organik tampak jelas di kota besar atau institusi modern. Contohnya di sebuah rumah sakit, di mana ada dokter, perawat, ahli gizi, staf kebersihan, dan administrasi yang memiliki tugas berbeda tapi saling bergantung. Atau di perusahaan multinasional, semua divisi bekerja dengan fungsi berbeda namun tetap satu tujuan. Meski tidak kenal secara pribadi, mereka tetap bekerja sama secara profesional karena sistem menuntut saling keterkaitan.</p><p><br></p><p>4. *Ikatan yang Membentuk Solidaritas*</p><p>Dalam solidaritas mekanik, ikatan sosial terbentuk atas dasar kesamaan: suku, agama, bahasa, pekerjaan, dan nilai hidup. Semakin mirip satu sama lain, semakin kuat perasaan kebersamaan itu. Masyarakat merasa saling menyatu karena mereka “satu dalam segala hal”.</p><p>Sedangkan dalam solidaritas organik, ikatan dibentuk karena perbedaan yang saling melengkapi. Orang tidak terikat karena mirip, tapi karena mereka butuh satu sama lain. Hubungan antarindividu lebih rasional, berdasarkan fungsi dalam sistem sosial yang kompleks. Inilah yang membuat masyarakat modern tetap berjalan meskipun terdiri dari orang-orang dengan latar belakang sangat beragam.</p><p><br></p><p>5. *Perbedaan Inti Mekanik dan Organik*</p><p>Perbedaan utama antara solidaritas mekanik dan organik terletak pada cara masyarakat terikat. Solidaritas mekanik menekankan kesamaan, sedangkan solidaritas organik menekankan keragaman fungsi dan ketergantungan antarindividu. Jika masyarakat mekanik diikat oleh budaya dan nilai kolektif, masyarakat organik diikat oleh sistem kerja dan struktur sosial. Sanksi dalam masyarakat mekanik bersifat menghukum, sedangkan di masyarakat organik bersifat memperbaiki. Dalam konteks sekarang, keduanya bisa tetap hidup berdampingan. Misalnya, di kota modern yang serba digital, masih ada rasa gotong royong dalam lingkungan kecil seperti RT, organisasi sekolah, atau komunitas hobi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174819726/0b6b92c5ece635413278fc745d9c5def/IMG_2534.JPG" />
         <pubDate>2025-07-30 06:46:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531754459</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531754551</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Solidaritas Mekanik</p><p>Pengertian: Solidaritas mekanik adalah bentuk solidaritas yang muncul dalam masyarakat tradisional atau sederhana, di mana orang-orang memiliki kesamaan nilai, kepercayaan, pekerjaan, dan gaya hidup.</p><p><br></p><p>Ciri-ciri:</p><p>Homogenitas tinggi (semua orang hampir sama).</p><p>Norma dan tradisi sangat kuat.</p><p>Pembagian kerja sederhana.</p><p>Ikatan sosial berdasarkan kesamaan.</p><p>Sanksi sosial lebih bersifat represif (hukuman keras).</p><p><br></p><ol><li><p>Masyarakat Suku Adat</p></li></ol><p><br></p><p>Semua anggota suku berburu, bercocok tanam, dan hidup dengan tradisi yang sama.</p><p><br></p><p>Ikatan sosial terbentuk karena mereka memiliki kepercayaan dan cara hidup yang seragam.</p><p><br></p><p>Contoh: Suku Baduy Dalam di Banten atau Suku Dani di Papua.</p><p><br></p><p><br></p><p>  2. Desa Tradisional</p><p><br></p><p>Dalam satu desa, hampir semua orang bekerja sebagai petani dan menjalankan kegiatan yang sama setiap hari.</p><p><br></p><p>Warga saling mengenal dan menjaga adat yang sama, seperti gotong royong dan selamatan.</p><p><br></p><p>Tidak ada pembagian kerja yang kompleks.</p><p><br></p><p> 1. Kesamaan Nilai dan Kepercayaan</p><p><br></p><p>Semua anggota masyarakat memegang nilai, norma, dan kepercayaan yang serupa.</p><p><br></p><p>Contoh: Semua warga desa percaya pada adat istiadat yang sama dan menjalankannya bersama-sama.</p><p><br></p><p><br></p><p> 2. Kesamaan Aktivitas atau Pekerjaan</p><p><br></p><p>Tidak ada pembagian kerja yang kompleks.</p><p><br></p><p>Orang-orang menjalani pekerjaan yang sama, seperti bertani, beternak, atau berburu.</p><p><br></p><p>Hal ini menciptakan kebersamaan dan rasa senasib sepenanggungan.</p><p><br></p><p>Solidaritas mekanik terbentuk dalam masyarakat tradisional atau sederhana, di mana individu-individu memiliki banyak persamaan. Berikut ini adalah dasar-dasarnya:</p><p><br></p><p>1. Kesamaan Nilai, Norma, dan Kepercayaan</p><p>Semua anggota masyarakat memiliki cara berpikir, keyakinan, dan moral yang hampir sama.</p><p>Tidak ada perbedaan pandangan yang besar, sehingga tercipta rasa persatuan.</p><p><br></p><p>2. Homogenitas Sosial</p><p>Anggota masyarakat memiliki latar belakang budaya, agama, dan pekerjaan yang seragam.</p><p>Karena sama, muncul rasa kebersamaan dan ikatan emosional yang kuat.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Solidaritas Organik</p><p>Pengertian: Solidaritas organik muncul dalam masyarakat modern atau kompleks, di mana orang-orang memiliki perbedaan dalam pekerjaan, peran sosial, dan keahlian, tetapi saling bergantung satu sama lain.</p><p>Ciri-ciri:</p><p>Heterogenitas tinggi (beragam peran dan profesi).</p><p>Pembagian kerja kompleks dan khusus.</p><p>Ikatan sosial berdasarkan saling ketergantungan.</p><p>Sanksi sosial lebih bersifat restitutif (pemulihan atau perbaikan).</p><p><br></p><p>Contoh: Masyarakat suku pedalaman atau desa adat yang hidup dengan cara seragam dan sangat menjunjung tradisi.</p><p><br></p><p>Karena masyarakat modern memiliki pembagian kerja yang kompleks, setiap orang tidak bisa hidup sendiri, melainkan bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Inilah yang menciptakan ikatan sosial fungsional.</p><p>Contoh Ikatan Sosial dalam Solidaritas </p><p><br></p><p>1. Pembagian Kerja yang Kompleks</p><p><br></p><p>Masyarakat modern memiliki banyak jenis pekerjaan dan peran yang berbeda.</p><p><br></p><p>Orang tidak bisa memenuhi semua kebutuhannya sendiri → saling bergantung satu sama lain.</p><p><br></p><p>Contoh: Tukang roti butuh petani gandum, petani butuh dokter, dokter butuh guru, dst.</p><p><br></p><p>2. Ketergantungan Fungsional</p><p><br></p><p>Setiap individu atau kelompok memiliki fungsi tertentu dalam masyarakat.</p><p><br></p><p>Fungsi-fungsi itu saling melengkapi.</p><p><br></p><p>Ikatan sosial lahir karena perbedaan peran, bukan kesamaan (berbeda dengan solidaritas mekanik).</p><p>Organik:</p><p>Ekonomi: Petani menanam makanan → pedagang menjualnya → konsumen membelinya.</p><p>Pendidikan: Guru mengajar → siswa belajar → masyarakat mendapat tenaga kerja terdidik.</p><p>Kesehatan: Dokter merawat pasien → apoteker menyediakan obat → rumah sakit menjalankan sistemnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174804388/7f2353ea2b8e32ab96009622d4926db3/IMG_20250707_072318.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:46:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531754551</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>setyawanalif449</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531761831</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammad Alif Setyawan/27</p><p><br></p><p>Pengertian:</p><p>Paguyuban adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat intim, pribadi, dan erat, biasanya didasarkan pada hubungan emosional atau kekeluargaan.</p><p><br></p><p>Ciri-ciri Paguyuban:</p><p><br></p><p>1. Hubungan bersifat pribadi dan mendalam.</p><p>2. Berdasarkan ikatan emosional (perasaan, kasih sayang, kebersamaan).</p><p>3. Bersifat permanen atau jangka panjang.</p><p>4. Dilandasi oleh kesamaan tujuan dan nilai.</p><p>5. Terjadi dalam lingkungan yang homogen atau serupa (misalnya adat istiadat sama).</p><p><br></p><p>Contoh Paguyuban:</p><p>Keluarga</p><p>Rukun tetangga (RT)</p><p>Komunitas adat/suku</p><p>Kelompok keagamaan</p><p>Gotong royong di desa</p><p><br></p><p>Ikatan yang Membentuk Paguyuban:</p><p>Ikatan darah (contoh: keluarga)</p><p>Ikatan wilayah/tempat tinggal (contoh: warga satu kampung)</p><p>Ikatan batin/emosional (contoh: sahabat dekat)</p><p><br></p><p>Pengertian:</p><p>Patembayan adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat formal, rasional, dan individualistis, biasanya terjadi dalam masyarakat yang lebih besar dan kompleks.</p><p><br></p><p>Ciri-ciri Patembayan:</p><p>1. Hubungan bersifat formal dan sementara.</p><p>2. Berdasarkan kepentingan pribadi atau tujuan tertentu.</p><p>3. Kurang adanya ikatan emosional.</p><p>4. Bersifat kontraktual atau kesepakatan.</p><p>5. Masyarakat bersifat heterogen dan dinamis.</p><p><br></p><p><br></p><p>Contoh Patembayan:</p><p>Organisasi kerja/perusahaan</p><p>Perdagangan/bisnis</p><p>Serikat pekerja</p><p>Sekolah dan universitas</p><p>Lembaga pemerintahan</p><p><br></p><p>Ikatan yang Membentuk Patembayan:</p><p>Ikatan kepentingan ekonomi atau profesional</p><p>Kesepakatan kerja atau kontrak</p><p>Tujuan bersama dalam organisasi formal</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174880462/ede19652bf5a9689c21d520a9621d644/IMG_20250730_140340.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:52:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531761831</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531774411</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Aldo Revaldo Hermawan / 06</mark></strong></p><p>--------------</p><p>------------------</p><p><strong>Pengertian paguyuban:</strong></p><p>Paguyuban adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat intim, pribadi, dan erat, biasanya didasarkan pada hubungan emosional atau kekeluargaan.</p><p><br/></p><p><strong>Ciri-ciri Paguyuban:</strong></p><p><br/></p><p>1. Hubungan bersifat pribadi dan mendalam.</p><p><br/></p><p>2. Berdasarkan ikatan emosional (perasaan, kasih sayang, kebersamaan).</p><p><br/></p><p>3. Bersifat permanen atau jangka panjang.</p><p><br/></p><p>4. Dilandasi oleh kesamaan tujuan dan nilai.</p><p><br/></p><p>5. Terjadi dalam lingkungan yang homogen atau serupa (misalnya adat istiadat sama).</p><p><br/></p><p><strong>Contoh Paguyuban:</strong></p><p>-Rukun tetangga (RT)</p><p>-Komunitas adat/suku</p><p>-Kelompok keagamaan</p><p>-Gotong royong di desa.</p><p><br/></p><p><strong>Ikatan yang Membentuk Paguyuban:</strong></p><p>-Ikatan darah (contoh: keluarga)</p><p>-Ikatan wilayah/tempat tinggal (contoh: warga satu kampung)</p><p>-Ikatan batin/emosional (contoh: sahabat dekat).</p><p>-------</p><p>-------</p><p><strong>Pengertian patembayan:</strong></p><p>Patembayan adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat formal, rasional, dan individualistis, biasanya terjadi dalam masyarakat yang lebih besar dan kompleks.</p><p><br/></p><p><strong>Ciri-ciri Patembayan:</strong></p><p><br/></p><p>1. Hubungan bersifat formal dan sementara.</p><p><br/></p><p>2. Berdasarkan kepentingan pribadi atau tujuan tertentu.</p><p><br/></p><p>3. Kurang adanya ikatan emosional.</p><p><br/></p><p>4. Bersifat kontraktual atau kesepakatan.</p><p><br/></p><p>5. Masyarakat bersifat heterogen dan dinamis.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Contoh Patembayan:</strong></p><p><br/></p><p>-Organisasi kerja/perusahaan</p><p>-Perdagangan/bisnis</p><p>-Serikat pekerja</p><p>-Sekolah dan universitas</p><p>-Lembaga pemerintahan</p><p><br/></p><p><strong>Ikatan yang Membentuk Patembayan:</strong></p><p><br/></p><p>-Ikatan kepentingan ekonomi atau profesional</p><p>-Kesepakatan kerja atau kontrak</p><p>-Tujuan bersama dalam organisasi formal</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174891017/5a0a4f0acab528947be149a84cb00d12/IMG_20250730_140253.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 06:55:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531774411</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>matabintangpeneduh11sdas</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531802320</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>MATA BINTANG PENEDUH / 21</strong></p><p><br/></p><p>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~</p><p><br/></p><p>PENJELASAN SINGKAT:</p><p>Dalam ilmu sosial, <mark>membership group</mark> dan <mark>reference group</mark> adalah dua jenis kelompok yang berbeda yang mempengaruhi perilaku individu. Membership group adalah kelompok di mana seseorang secara fisik menjadi anggotanya, sedangkan reference group adalah kelompok yang menjadi acuan bagi seseorang, bahkan jika orang tersebut bukan anggota kelompok tersebut. </p><p><br/></p><p>-------------------------------</p><p><br/></p><p>1. Membership Group (Kelompok Keanggotaan): </p><p><br/></p><p>Definisi:</p><p>Kelompok sosial di mana seseorang <mark>secara resmi dan fisik menjadi bagian dari kelompok tersebut. </mark></p><p><br/></p><p>Contoh:</p><p>Anggota suatu organisasi (misalnya, klub olahraga, organisasi profesional). </p><p>Anggota keluarga. </p><p>Warga negara dari suatu negara. </p><p><br/></p><p>Pengaruh:</p><p>Mempengaruhi perilaku, sikap, dan nilai-nilai individu karena keanggotaan tersebut.</p><p><br/></p><p>2. Reference Group (Kelompok Referensi):</p><p><br/></p><p>Definisi:</p><p>Kelompok sosial yang menjadi <mark>acuan bagi seseorang dalam membentuk perilaku, sikap, dan nilai-nilai, meskipun orang tersebut bukan anggota kelompok tersebut. </mark></p><p><br/></p><p>Contoh:</p><p>Kelompok selebriti atau idola yang diidolakan. </p><p>Kelompok profesional yang dihormati. </p><p>Kelompok teman sebaya yang dianggap "keren". </p><p><br/></p><p>Pengaruh:</p><p><br/></p><p>Kelompok referensi normatif: Kelompok yang menetapkan norma-norma dan nilai-nilai yang dijadikan acuan oleh individu. </p><p><br/></p><p>Kelompok referensi perbandingan: Kelompok yang digunakan individu untuk membandingkan diri mereka sendiri dan mengevaluasi citra diri.</p><p><br/></p><p>-----------</p><p><br/></p><p>Perbedaan Utama:</p><p><br/></p><p>Keanggotaan:</p><p>Membership group mensyaratkan keanggotaan fisik, sedangkan reference group tidak. </p><p><br/></p><p>Pengaruh:</p><p>Keduanya mempengaruhi individu, tetapi membership group memiliki pengaruh yang lebih langsung karena keanggotaan fisik. </p><p><br/></p><p>Tujuan:</p><p>Membership group terbentuk karena adanya tujuan bersama, sedangkan reference group terbentuk karena adanya kebutuhan individu untuk membandingkan diri atau mencari identitas.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174849685/2553bf77c5bf232e07db59bd0196c085/_MG_3571.JPG" />
         <pubDate>2025-07-30 07:02:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531802320</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531805603</link>
         <description><![CDATA[<p>Azma Qawiyah Sawalina/08</p><p><br/></p><p>®®®®®®®®®®</p><p><br/></p><p><em><mark>Kelompok Sosial Primer &amp; Sekunder</mark></em></p><p><br/></p><ol><li><p>Kelompok Sosial Primer:</p></li></ol><p>Kelompok sosial primer adalah kelompok kecil yang hubungan antar anggotanya berlangsung secara intim, personal, emosional, dan bersifat permanen. Interaksi terjadi secara langsung dan mendalam. Contohnya: keluarga.</p><p><br/></p><p>📌Kelompok Primer:</p><p>-Ukurannya kecil.</p><p>-Hubungan emosional dan pribadi sangat kuat.</p><p>-Kontak langsung, tatap muka.</p><p>-Ikatan cenderung bersifat informal dan tidak dibuat-buat.</p><p>-Terbentuk karena kebutuhan afeksi </p><p>dan kedekatan sosial.</p><p><br/></p><p>Keluarga inti terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Dalam kelompok ini, hubungan dibangun atas dasar cinta kasih, rasa tanggung jawab, dan kedekatan emosional yang sudah terjalin sejak kelahiran atau bahkan sebelum kelahiran (seperti ikatan batin ibu dan anak dalam kandungan).</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jika kelompok ini gagal menjalankan fungsinya misalnya, keluarga yang tidak harmonis atau orang tua yang abai maka individu akan tumbuh dengan kekosongan afeksi. Hal ini bisa berdampak pada ketidakmampuan membentuk hubungan sehat dalam masyarakat luas. Maka, ikatan yang membentuk kelompok ini adalah kebutuhan dasar manusia untuk cinta, keamanan, dan pengakuan. Tanpa itu, masyarakat hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tapi rapuh secara emosional.</p><p><br/></p><p>Dasar pembentukan kelompok ini bukan rasionalitas, tapi kebutuhan eksistensial. Seseorang tidak memilih untuk lahir dalam keluarga tertentu, tapi sejak awal ia menyatu dalam kelompok yang akan sangat memengaruhi jati dirinya.</p><p><br/></p><p>Maka, <mark>ikatan yang membentuk kelompok</mark> ini adalah kebutuhan dasar manusia untuk cinta, keamanan, dan pengakuan. Tanpa itu, masyarakat hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tapi rapuh secara emosional.  Dasar pembentukan kelompok ini bukan rasionalitas, tapi kebutuhan eksistensial. Seseorang tidak memilih untuk lahir dalam keluarga tertentu, tapi sejak awal ia menyatu dalam kelompok yang akan sangat memengaruhi jati dirinya. </p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><mark>Kelompok Sosial kelompok sekunder </mark></p></li></ol><p>Kelompok sosial sekunder adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya lebih formal, impersonal, rasional, dan temporer. Interaksi terjadi karena tujuan tertentu, bukan karena kedekatan emosional. Contohnya: organisasi kerja,OSIS, partai politik, atau panitia acara.</p><p><br/></p><p>📌Kelompok Sekunder:</p><p>-Ukurannya lebih besar.</p><p>-Hubungan tidak terlalu personal.</p><p>-Kontak cenderung tidak langsung dan bersifat formal.</p><p>-Tujuan interaksi lebih pada pencapaian hasil atau kepentingan tertentu.</p><p>-Seringkali bersifat sementara dan bisa berubah-ubah.</p><p><br/></p><p>kelompok sosial sekunder hadir dalam masyarakat modern sebagai jawaban atas kebutuhan akan efisiensi, peran, dan spesialisasi. Contohnya adalah organisasi sekolah seperti OSIS, yang dibentuk berdasarkan tujuan fungsional tertentu. Di sinilah kita melihat bahwa manusia tidak cukup hanya dengan memiliki kelekatan emosional, tetapi juga harus mampu bekerja sama dalam struktur yang lebih besar dan impersonal.</p><p><br/></p><p><mark>Dasar pembentukannya</mark> adalah kesamaan kepentingan atau rasionalitas bersama. Dalam konteks OSIS, misalnya, siswa bergabung bukan karena ikatan batin, melainkan karena ingin mengembangkan potensi diri, memperluas jaringan, atau mendapatkan pengalaman organisasi. Tapi ketika tujuannya selesai, relasi pun berakhir. Maka, sifatnya cenderung sementara, rasional, dan bisa digantikan.Berbeda dengan kelompok primer, kelompok sosial sekunder hadir dalam masyarakat modern sebagai jawaban atas kebutuhan akan efisiensi, peran, dan spesialisasi. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174829711/0b9c1d771b3103d33303bb855d045232/IMG_20250705_WA0075.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:06:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531805603</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531809186</link>
         <description><![CDATA[<p>Paguyuban adalah bentuk hubungan sosial yang terbentuk secara alami karena adanya ikatan emosional atau batin yang dalam antara anggotanya. Hubungan ini biasanya tidak didasarkan pada keuntungan pribadi, melainkan atas dasar kasih sayang, rasa saling peduli, dan kebersamaan.</p><p><br></p><p>Contoh nyatanya adalah keluarga, di mana hubungan antaranggota didasari oleh cinta dan tanggung jawab, bukan karena perjanjian formal. Masyarakat adat juga merupakan contoh paguyuban, karena ikatan sosial di dalamnya dibentuk oleh tradisi, nilai budaya, dan rasa persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174931240/0767da340d66d31d4bd0a066112c0299/IMG_5020.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:11:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531809186</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531814875</link>
         <description><![CDATA[<p>Floria </p><p><strong>membership and reference</strong></p><p>membership group adalah kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.</p><p>ciri-cirinya meliputi adanya proses penerimaan, terdapat batasan keanggotaan, ada status yang diakui juga ada identitas sosialnya.</p><p>contoh: anggota OSIS, anggota keluarga, klub, partai dan lain lain</p><p>membership sendiri bisa berubah. mulai dari perubahan status hidup (anggota osis lepas masa jabatannya karena lulus sekolah), pekerja yang dipecat, pindah atau masuk membership baru.</p><p><br/></p><p>sedangkan reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya.</p><p>ciri cirinya yaitu dapat mempengaruhi sikap dan perilaku, bisa berupa kelompok nyata atau tidak, menjadi sumber standar atau tolak ukur.</p><p>contoh positif: seorang remaja yang mengidolakan idol kpop menjadikan idol kpop tersebut sebagai reference group, atau mempengaruhi gaya berpakaian dan berperilaku.</p><p>contoh negatif:</p><p>remaja yang terpengaruh geng motor meski bukan anggota, tapi meniru gaya berandalan.</p><p>reference group juga dapat berubah, diantaranya karena usia, pengaruh media, lingkungan baru dan pengalaman hidup.</p><p><br/></p><p>beberapa kelompok bisa memiliki peran ganda, baik sebagai membership group maupun reference group, tergantung bagaimana individu menjadikannya acuan perilaku.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174947199/95ef8ba68ffd61cbf9b02898537ae1eb/IMG_9351.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:18:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531814875</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531818374</link>
         <description><![CDATA[<p>Achmad Ardiansyah/XI-C/02</p><p><br></p><p>Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai <strong>kelompok sosial formal dan informal</strong>, mencakup pengertian, ciri-ciri, contoh, dan ikatan yang membentuknya:</p><p> 1. <strong>Kelompok Sosial Formal</strong></p><p> <strong>Pengertian</strong></p><p>Kelompok sosial formal adalah kelompok yang <strong>dibentuk secara resmi</strong>, memiliki <strong>struktur organisasi</strong>, <strong>aturan tertulis</strong>, serta <strong>tujuan tertentu</strong> yang jelas.</p><p> <strong>Ciri-ciri:</strong></p><ul><li><p>Dibentuk secara resmi/legal</p></li><li><p>Memiliki struktur organisasi (ada pemimpin dan anggota)</p></li><li><p>Ada peraturan tertulis yang mengikat</p></li><li><p>Tujuan kelompok jelas dan terorganisir</p></li><li><p>Keanggotaan bersifat formal (biasanya ada proses pendaftaran atau seleksi)</p></li></ul><p> <strong>Contoh:</strong></p><ul><li><p>Sekolah</p></li><li><p>Pemerintahan (seperti DPR, kementerian)</p></li><li><p>Organisasi keagamaan resmi (seperti MUI, NU, Muhammadiyah)</p></li><li><p>Perusahaan (PT, CV)</p></li><li><p>Militer dan Kepolisian</p></li></ul><p> <strong>Ikatan yang Membentuk:</strong></p><ul><li><p>Aturan hukum/perundang-undangan</p></li><li><p>Peraturan organisasi</p></li><li><p>Kesepakatan tertulis</p></li><li><p>Kontrak kerja atau keanggotaan resmi</p></li></ul><p> 2. <strong>Kelompok Sosial Informal</strong></p><p><strong>Pengertian</strong></p><p>Kelompok sosial informal adalah kelompok yang terbentuk <strong>secara alami dari interaksi sosial</strong> tanpa struktur resmi atau aturan tertulis, biasanya berdasarkan <strong>kedekatan emosional</strong> atau <strong>kepentingan bersama</strong>.</p><p> <strong>Ciri-ciri:</strong></p><ul><li><p>Terbentuk secara spontan dan alami</p></li><li><p>Tidak memiliki struktur resmi</p></li><li><p>Tidak ada aturan tertulis</p></li><li><p>Bersifat fleksibel dan kekeluargaan</p></li><li><p>Ikatan antaranggota lebih bersifat pribadi atau emosional</p></li></ul><p> <strong>Contoh:</strong></p><ul><li><p>Kelompok teman sebaya</p></li><li><p>Kelompok arisan ibu-ibu</p></li><li><p>Geng motor non-resmi</p></li><li><p>Kelompok tongkrongan</p></li><li><p>Grup hobi di lingkungan sekitar</p></li></ul><p> <strong>Ikatan yang Membentuk:</strong></p><ul><li><p>Ikatan emosional atau persahabatan</p></li><li><p>Kepentingan atau hobi yang sama</p></li><li><p>Kebiasaan hidup bersama</p></li><li><p>Kedekatan tempat tinggal atau lingkungan sosial</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174974428/eb6d8fd88be0044770d7cbb6545457d9/17538601617201612583280019739710.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531818374</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531818515</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengertian Kelompok Sosial Keluarga</p><p><br/></p><p>Kelompok sosial keluarga adalah suatu bentuk kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu yang memiliki hubungan darah, hubungan pernikahan, atau hubungan hukum (seperti adopsi), yang hidup bersama dalam suatu rumah tangga dan menjalankan peran serta fungsinya sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.</p><p><br/></p><p>Ciri-ciri Kelompok Sosial Keluarga</p><p><br/></p><p>1. Terdiri atas hubungan biologis atau hukum</p><p><br/></p><p>Misalnya: ayah, ibu, anak, kakek, nenek, dan saudara.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Terikat oleh norma dan aturan</p><p><br/></p><p>Anggota keluarga menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing sesuai norma keluarga dan budaya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Hubungan bersifat tetap dan jangka panjang</p><p><br/></p><p>Keluarga bukan kelompok sementara, melainkan berlangsung sepanjang hidup.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Memiliki ikatan emosional yang kuat</p><p><br/></p><p>Hubungan dalam keluarga ditandai dengan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Menjadi wadah sosialisasi pertama</p><p><br/></p><p>Keluarga adalah tempat anak pertama kali belajar nilai, norma, dan kebiasaan dalam masyarakat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Fungsi Keluarga sebagai Kelompok Sosial</p><p><br/></p><p>1. Fungsi Biologis / Reproduksi</p><p><br/></p><p>Melanjutkan keturunan manusia.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Fungsi Sosialisasi</p><p><br/></p><p>Mendidik anak untuk mengenal nilai, norma, tata krama, dan budaya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Fungsi Ekonomi</p><p><br/></p><p>Keluarga menjadi unit yang memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya (seperti makanan, pakaian, tempat tinggal).</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Fungsi Perlindungan</p><p><br/></p><p>Memberi rasa aman, perlindungan fisik, dan emosional.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Fungsi Cinta Kasih</p><p><br/></p><p>Menjadi tempat anggota keluarga saling menyayangi dan mendukung.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>6. Fungsi Agama</p><p><br/></p><p>Menanamkan nilai-nilai keagamaan sesuai kepercayaan yang dianut.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jenis-jenis Keluarga</p><p><br/></p><p>1. Keluarga Inti (Nuclear Family)</p><p><br/></p><p>Terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Keluarga Besar (Extended Family)</p><p><br/></p><p>Mencakup kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, dll.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Keluarga Poligami / Poliandri</p><p><br/></p><p>Satu suami dengan beberapa istri, atau satu istri dengan beberapa suami (jarang dan tidak umum).</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Keluarga Adopsi</p><p><br/></p><p>Anggota keluarga yang tidak memiliki hubungan darah tapi diangkat secara hukum.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174956006/3d042d853898c0ad7a036abd54802cc3/IMG20250419150445.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:24:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531818515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531820757</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Adinda Izzatus Safitri / 4</strong></p><p><br/></p><p><strong><mark>Kelompok Sosial Membership &amp; Reference</mark></strong></p><p><br/></p><p><mark>&gt;&gt;&gt;</mark><strong><mark> Kelompok Membership</mark></strong></p><p><strong>~Pengertian</strong></p><p>Kelompok membership adalah kelompok sosial di mana seseorang menjadi anggota secara nyata dan aktif, serta ikut dalam kegiatan dan kehidupan kelompok tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>~Ciri - Ciri</strong></p><p>• Anggotanya terlibat langsung</p><p>• Ada interaksi sosial antaranggota</p><p>• Biasanya memiliki aturan atau struktur tertentu</p><p>• Keanggotaan formal atau informal</p><p>• Ikatan emosional atau struktural</p><p>• Memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota</p><p><br/></p><p><strong>~Fungsi</strong></p><p>• Membangun identitas sosial (misalnya: "Saya siswa SMA X")</p><p>• Menanamkan nilai, norma, dan budaya kelompok</p><p>• Memberikan rasa memiliki dan perlindungan sosial</p><p><br/></p><p><strong>~Ikatan yang Membentuk Membership Group</strong></p><p>• Keturunan: keluarga</p><p>• Wilayah: warga desa, RT/RW</p><p>• Minat: komunitas fotografi</p><p>• Profesi: asosiasi guru</p><p>• Organisasi formal: OSIS, klub sekolah</p><p><br/></p><p><strong>~Contoh Situasi Nyata &amp; Alasan termasuk Membership</strong></p><ol><li><p>Keluarga</p><p>• situasi: Kamu tinggal bersama orang tua dan saudara di satu rumah.</p><p>• alasan: Kamu bagian dari keluarga secara darah dan langsung berinteraksi setiap hari.</p></li><li><p>Teman sekelas</p><p>• situasi: Kamu duduk satu kelas dengan 30 orang siswa dan belajar bersama setiap hari.</p><p>• alasan: Ada hubungan langsung, interaksi, dan kamu termasuk dalam struktur kelas.</p></li><li><p>Organisasi OSIS</p><p>• situasi: Kamu aktif di OSIS bagian Humas dan sering rapat atau mengurus acara sekolah.</p><p>• alasan: Kamu ikut kegiatan, punya jabatan, dan menjalankan tugas bersama anggota lainnya.</p></li><li><p>Karang Taruna Desa</p><p>• situasi: Kamu terlibat dalam bakti sosial, rapat pemuda, dan gotong royong.	</p><p>• alasan: Kamu anggota aktif dan secara sosial diakui dalam komunitas tersebut.</p></li><li><p>Klub futsal sekolah</p><p>• situasi: Kamu ikut latihan dan bertanding mewakili sekolah.</p><p>• alasan: Terdaftar sebagai anggota resmi dan berpartisipasi aktif.</p></li></ol><p><br/></p><p><mark>&gt;&gt;&gt;</mark><strong><mark>Kelompok Reference</mark></strong></p><p><strong>~Pengertian</strong></p><p>Kelompok referensi adalah kelompok sosial yang dijadikan acuan atau panutan oleh individu, meskipun ia belum atau tidak menjadi anggota kelompok tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>~Ciri - ciri</strong></p><p>• Tidak selalu memiliki interaksi langsung</p><p>• Dapat menjadi sumber tekanan sosial (positif atau negatif)</p><p>• Tidak harus menjadi anggota kelompok tersebut</p><p>• Menjadi panutan atau pembanding</p><p><br/></p><p><strong>~Fungsi</strong></p><ol><li><p>Evaluatif: sebagai pembanding dalam menilai diri sendiri</p></li><li><p>Normatif: sebagai penentu standar perilaku</p></li><li><p>Persuasif: mendorong individu mengubah sikap/penampilan agar sesuai kelompok</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>~Jenis &amp; Contoh</strong></p><ol><li><p>Normatif: Memberi nilai &amp; norma yang ingin diikuti</p><p>• contoh: Komunitas religius, tokoh inspiratif	</p><p>• fungsi: Pedoman moral dan sosial</p></li><li><p>Komparatif: Dijadikan pembanding diri</p><p>• contoh: Teman yang lebih sukses</p><p>• fungsi: Tolok ukur prestasi</p></li><li><p>Negatif: Dijauhi karena bertentangan</p><p>• contoh: Geng nakal, pengguna narkoba. </p><p>• fungsi: Menolak nilai atau gaya hidup tertentu</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>~Ikatan yang Mendasari</strong></p><p>• Aspirasi atau cita-cita</p><p>• Ideologi dan nilai pribadi</p><p>• Keinginan sosial (status/prestise)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174803431/cdfa90b0cce26eee00ccbe7a43c479b8/IMG_20250730_WA0041.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:28:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531820757</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822220</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Kelompok Sosial Formal<br>Ciri-ciri:<br>- Memiliki struktur organisasi yang jelas (misalnya, hierarki kepemimpinan).&nbsp; <br>- Dibentuk secara sengaja dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.&nbsp; <br>- Memiliki aturan, norma, dan prosedur yang resmi.&nbsp; <br>- Anggotanya terikat oleh tugas atau peran formal.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p><p>Contoh:<br>- Perusahaan atau korporasi (contoh: PT Telkom, Google).&nbsp; <br>- Sekolah atau universitas.&nbsp; <br>- Lembaga pemerintah (contoh: Kementerian Pendidikan, Kepolisian).&nbsp; <br>- Partai politik.&nbsp; <br>- Organisasi non-pemerintah (NGO) seperti Greenpeace atau WHO.&nbsp;</p><p>Ikatan yang Membentuk:<br>- Tujuan bersama yang dirumuskan secara formal.&nbsp; <br>- Peraturan dan kontrak.&nbsp; <br>- Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas.&nbsp; <br></p><p>2. Kelompok Sosial Informal<br>Ciri-ciri:<br>- Tidak memiliki struktur yang kaku, bersifat fleksibel.&nbsp; <br>- Terbentuk secara spontan karena kedekatan emosional atau kesamaan minat.&nbsp; <br>- Tidak ada aturan tertulis; norma dibentuk secara alami.&nbsp; <br>- Komunikasi bersifat santai dan personal.&nbsp; <br></p><p>Contoh:&nbsp; <br>- Kelompok teman bermain. <br>- Komunitas hobi.&nbsp; <br>- Keluarga besar yang sering berkumpul.&nbsp; <br>- Grup arisan atau kumpulan ibu-ibu di RT.&nbsp;</p><p>Ikatan yang Membentuk:&nbsp; <br>- Persahabatan atau kedekatan emosional.&nbsp; <br>- Kesamaan minat atau latar belakang.&nbsp; <br>- Interaksi sosial yang intens dan tidak terstruktur.&nbsp; <br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174932440/7957e98b4e9f5fd73cf7796b079d283d/IMG_20240927_100904_removebg_preview.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:31:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822220</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822279</link>
         <description><![CDATA[<p>Aqilah Anugerah Pertiwi/07</p><p><br/></p><p><strong>KELOMPOK SOSIAL</strong></p><p><br/></p><p><strong>Apa itu In group &amp; Out group?</strong></p><p><mark>In-group adalah kelompok sosial tempat seseorang merasa memiliki, terikat secara emosional.</mark> Orang dalam kelompok ini dianggap teman, bagian dari dirinya, dan saling mendukung. Anggota nya di sebut "kita."</p><p><br/></p><p><mark>Out-group adalah kelompok sosial yang berlawanan dengan in-group, dianggap bukan bagian dari diri, bisa netral, atau bahkan sebagai lawan/kompetitor.</mark> Anggotanya disebut sebagai "mereka."</p><p><br/></p><p><strong>Apa saja ciri nya?</strong></p><p>Ciri In group :</p><p>• Adanya rasa memiliki terhadap kelompok.</p><p>• Memiliki solidaritas tinggi antar anggota.</p><p>• Terdapat kerjasama dan hubungan intim/erat.</p><p>• Terbentuk loyalitas, kadang fanatisme.</p><p>• Bisa timbul perasaan bangga, dan adanya norma kelompok.</p><p>• Contoh istilah: "kita", "kami".</p><p><br/></p><p>Contoh In group : Teman sekelas, keluarga, organisasi, partai, komunitas hobi, dll.</p><p><br/></p><p>Ciri Out group :</p><p>• Tidak ada rasa memiliki.</p><p>• Dapat bersikap netral atau merasa lawan.</p><p>• Bisa timbul prasangka negatif, stereotip, bahkan konflik.</p><p>• Tidak ada keterlibatan emosional.</p><p>• Contoh istilah: "mereka"</p><p><br/></p><p>Contoh Out group : Kelas lain, sekolah lain, circle lain, lawan supporter, dll.</p><p><br/></p><p><strong>Apa ikatan yang membentuk mereka?</strong></p><p><mark>In-group terbentuk karena ikatan emosional</mark> dan nilai bersama.</p><p><br/></p><p><mark>Out-group terbentuk karena perbedaan</mark> (ras, agama, ideologi, dll.) atau persaingan.</p><p><br/></p><p><strong>Apakah bisa berubah?</strong></p><p>Ya, seseorang bisa pindah dari in-group ke out-group atau sebaliknya, tergantung situasi dan pilihan.</p><p><br/></p><p><strong>Apa fungsi nya?</strong></p><p>In-group: Membangun identitas &amp; rasa aman.</p><p><br/></p><p>Out-group: Batas sosial, memicu tantangan atau konflik.</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulannya adalah?</strong></p><p><mark>In-group</mark> adalah kelompok "kita", <mark>tempat seseorang merasa dekat dan memiliki</mark>, sedangkan <mark>out-group</mark> adalah kelompok "mereka", yang <mark>dianggap luar atau berbeda</mark>. Keduanya bisa berubah dan memengaruhi cara kita berinteraksi dalam masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174804351/332cc25f41a1b40ef87546ad1dcf61de/DSC08809.JPG" />
         <pubDate>2025-07-30 07:31:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822279</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822378</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><p>𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗟 &amp; 𝗜𝗡𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗟</p><p><br/></p><p>#𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗟</p><p>merujuk pada hal-hal yang bersifat resmi, terstruktur, dan diatur oleh norma atau peraturan yang jelas dalam suatu sistem sosial.</p><p><br/></p><p>&gt;&gt; 𝗖𝗶𝗿𝗶 𝗖𝗶𝗿𝗶</p><ul><li><p>𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 – Diatur oleh aturan tertulis.</p></li><li><p>𝗧𝗲𝗿𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 – Ada susunan dan pembagian tugas jelas.</p></li><li><p>𝗗𝗶𝗮𝗸𝘂𝗶 𝗹𝗲𝗺𝗯𝗮𝗴𝗮 – Dikenal secara hukum atau institusi.</p></li><li><p>𝗔𝗱𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗸𝘀𝗶 – Pelanggaran dikenai hukuman resmi.</p></li><li><p>𝗧𝘂𝗷𝘂𝗮𝗻 𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀 – Dilakukan untuk maksud tertentu.</p></li><li><p>𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 – Berdasar peran, bukan pribadi.</p></li></ul><p><br/></p><p>&gt;&gt; 𝗖𝗼𝗻𝘁𝗼𝗵</p><p>1. Lembaga Formal</p><ul><li><p>Pemerintah</p></li><li><p>Sekolah</p></li><li><p>Pengadilan</p></li><li><p>Perusahaan</p></li></ul><p><br/></p><p>2. Norma Formal</p><ul><li><p>Undang-undang</p></li><li><p>Peraturan sekolah</p></li><li><p>Tata tertib kerja</p></li><li><p>Peraturan lalu lintas </p></li></ul><p><br/></p><p>3. Pendidikan Formal</p><ul><li><p>TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi</p></li><li><p>Diselenggarakan oleh lembaga resmi dan memiliki ijazah</p></li></ul><p><br/></p><p>&gt;&gt; 𝗞𝗮𝗶𝘁𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 :</p><p><br/></p><p>𝟭. 𝗔𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗙𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗣𝗲𝗿𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗔𝗻𝗴𝗴𝗼𝘁𝗮, Kelompok sosial formal memiliki peraturan tertulis dan kode etik yang harus dipatuhi oleh anggota.</p><p><br/></p><p>Contoh: Anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) dalam organisasi.</p><p><br/></p><p>𝟮. 𝗙𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗿𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿, Kelompok sosial formal terbentuk karena adanya tujuan tertentu dan struktur organisasi yang jelas.</p><p><br/></p><p>Contoh: kelompok kerja di kantor, organisasi sekolah, TNI/Polri.</p><p><br/></p><p>𝟯. 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶, Ada kepemimpinan yang dipilih secara sah dan tugas anggota ditentukan secara jelas.</p><p><br/></p><p>Contoh: Ketua OSIS, manajer proyek, kepala bagian.</p><p><br/></p><p>𝟰. 𝗧𝘂𝗷𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗹𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗴𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀, Kelompok formal dibentuk untuk mencapai tujuan bersama secara legal, dan biasanya diakui secara hukum atau oleh lembaga resmi.</p><p><br/></p><p>Contoh: Serikat pekerja, partai politik, koperasi.</p><p><br/></p><p>#𝗜𝗡𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗟</p><p>merujuk pada hal-hal yang tidak resmi, tidak terstruktur secara ketat, dan tidak diatur oleh aturan tertulis, tetapi tetap diakui dan berfungsi dalam kehidupan sosial.</p><p><br/></p><p>&gt;&gt; 𝗖𝗶𝗿𝗶-𝗖𝗶𝗿𝗶 :</p><ul><li><p>𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶 – Tanpa aturan tertulis.</p></li><li><p>𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 – Tanpa pembagian peran jelas.</p></li><li><p>𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗳𝗮𝘁 𝗽𝗿𝗶𝗯𝗮𝗱𝗶 – Berdasar emosi dan keakraban.</p></li><li><p>𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮 𝘁𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀 – Berdasar kebiasaan sosial.</p></li><li><p>𝗦𝗮𝗻𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 – Bukan hukum, seperti sindiran.</p></li><li><p>𝗙𝗹𝗲𝗸𝘀𝗶𝗯𝗲𝗹 – Mudah berubah sesuai situasi.</p></li></ul><p><br/></p><p>&gt;&gt; 𝗖𝗼𝗻𝘁𝗼𝗵 :</p><p><br/></p><p>𝟭. Kelompok Sosial Informal</p><ul><li><p>Perkumpulan teman bermain</p></li><li><p>Komunitas hobi tanpa struktur resmi</p></li><li><p>Kelompok ibu-ibu 𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻</p></li></ul><p><br/></p><p>𝟮. Norma Informal</p><ul><li><p>Mengucapkan salam saat bertemu</p></li><li><p>Menghormati orang yang lebih tua</p></li><li><p>Tidak menyela 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻</p></li></ul><p><br/></p><p>𝟯. Hubungan Sosial Informal</p><ul><li><p>Persahabatan</p></li><li><p>Hubungan antar tetangga</p></li><li><p>Obrolan santai antara rekan kerja di luar jam kerja</p></li></ul><p><br/></p><p>𝟰. Pendidikan Informal</p><ul><li><p>Belajar dari orang tua</p></li><li><p>Meniru perilaku lingkungan</p></li><li><p>Mendengar nasihat dari teman atau keluarga</p></li></ul><p><br/></p><p>&gt;&gt;&gt; 𝗞𝗮𝗶𝘁𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 :</p><p><br/></p><p>𝟭. 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗔𝗹𝗮𝗺𝗶, Kelompok sosial informal muncul dari hubungan sehari-hari, bukan dari aturan atau struktur resmi.</p><p><br/></p><p>Contoh: Sekelompok teman yang sering nongkrong bersama.</p><p><br/></p><p>𝟮. 𝗗𝗶𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗞𝗲𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗘𝗺𝗼𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹, Ikatan terbentuk karena rasa saling percaya, senasib, atau nyaman satu sama lain.</p><p><br/></p><p>Contoh: Kelompok sahabat, komunitas perasaan senasib (misalnya, sesama perantau).</p><p><br/></p><p>𝟯. 𝗗𝗶𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀, Kelompok ini dipandu oleh nilai, adat, dan kebiasaan lokal, bukan peraturan formal.</p><p><br/></p><p>Contoh: Kebiasaan gotong royong antarwarga.</p><p><br/></p><p>𝟰. 𝗙𝗹𝗲𝗸𝘀𝗶𝗯𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗞𝗮𝗸𝘂, Struktur, anggota, dan aturan bisa berubah sesuai situasi tanpa prosedur resmi.</p><p><br/></p><p>Contoh: Anggota kelompok teman bisa masuk atau keluar tanpa aturan khusus.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4174964976/edd532fc8188842da644d1b734778e6e/IMG_20250730_141617_725.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531822378</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531833145</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam kelompok sosial terdapat dua jenis utama yaitu <strong>Formal dan informal</strong>.</p><p><br></p><p>1. <strong><em>Kelompok formal </em></strong>adalah kelompok yang dibentuk secara resmi dan terstruktur, biasanya dengan tujuan tertentu yang ditetapkan oleh suatu organisasi atau pihak yang berwenang </p><p>2. <strong><em>Kelompok informal</em></strong> terbentuk secara alami dari interaksi sosial antar individu yang memiliki minat atau tujuan serupa tanpa struktur atau aturan yang ditetapkan secara resmi.</p><p><strong>Ciri-Ciri Kelompok Sosial Formal</strong>:</p><p>1. Ada struktur dan organisasi yang jelas</p><p>→ Biasanya memiliki pimpinan, anggota, peraturan, dan pembagian tugas yang teratur.</p><p>2. Tujuan ditentukan secara resmi</p><p>→ Dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat resmi (misalnya: organisasi sekolah, perusahaan, pemerintahan).</p><p>3. Hubungan antaranggota bersifat profesional atau tugas</p><p>→ Hubungannya didasarkan pada peran dan tanggung jawab, bukan karena kedekatan pribadi.</p><p>4. Ada aturan tertulis</p><p>→ Biasanya memiliki anggaran dasar, peraturan organisasi, atau tata tertib yang harus dipatuhi.</p><p>5. Diakui secara hukum atau lembaga</p><p>→ Seringkali terdaftar atau diakui oleh pemerintah atau lembaga tertentu.</p><p>Contohnya: OSIS, perusahaan, partai politik, koperasi, lembaga pendidikan.</p><p><br></p><p><strong>Ciri-Ciri Kelompok Sosial Informal:</strong></p><p>1. Terbentuk secara alami/spontan</p><p>→ Muncul karena adanya kesamaan minat, hobi, latar belakang, atau kedekatan emosional.</p><p>2. Tidak ada struktur organisasi resmi</p><p>→ Tidak ada pembagian peran atau aturan yang tertulis.</p><p>3. Hubungan antaranggota bersifat pribadi dan akrab</p><p>→ Berdasarkan pertemanan, persahabatan, atau kekeluargaan.</p><p>4. Tidak memiliki tujuan resmi</p><p>→ Biasanya untuk saling mendukung, bersosialisasi, atau sekadar bersenang-senang bersama.</p><p>5. Tidak diakui secara hukum atau lembaga resmi</p><p>→ Eksistensinya hanya diketahui oleh anggotanya atau lingkungan sekitar.</p><p>Contoh: Geng pertemanan, kelompok nongkrong, komunitas hobi tidak resmi, arisan keluarga.</p><p><br></p><p><strong>Apasih ikatannya dengan Kelompok sosial?</strong></p><p>1. Bagian dari klasifikasi kelompok sosial</p><p>→ Kelompok sosial bisa diklasifikasikan menjadi formal dan informal karena perbedaan cara terbentuk, tujuan, dan hubungan antaranggota.</p><p>2. Menunjukkan bentuk interaksi sosial</p><p>→ Dalam kelompok formal, interaksi biasanya bersifat resmi dan fungsional.</p><p>→ Dalam kelompok informal, interaksi lebih santai dan emosional.</p><p>3. Menunjukkan peran sosial yang berbeda</p><p>→ Dalam kelompok formal, seseorang mungkin berperan sebagai ketua, sekretaris, atau anggota.</p><p>→ Dalam kelompok informal, perannya lebih fleksibel, misalnya teman dekat, pemimpin dalam bercanda, dll.</p><p>4. Membantu memahami dinamika sosial</p><p>→ Dengan mengenal perbedaan formal dan informal, kita bisa memahami cara orang bekerja sama, berteman, dan berinteraksi dalam masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4175011248/1bc2a8dc3a89bb77bee9d97fd307d847/IMG_20250718_WA0010_1_.jpg" />
         <pubDate>2025-07-30 07:48:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3531833145</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3533397913</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Paguyuban (Gemeinschaft)</strong></p><p>✅ <strong>Ciri-ciri</strong>:</p><ul><li><p>Hubungan erat, akrab, kekeluargaan</p></li><li><p>Alami, tetap, emosional</p></li><li><p>Saling kenal pribadi</p></li></ul><p>🧩 <strong>Contoh</strong>:</p><ul><li><p>Keluarga</p></li><li><p>Rukun Tetangga</p></li><li><p>Masyarakat desa</p></li></ul><p>🔗 <strong>Ikatan</strong>:</p><ul><li><p>Ikatan darah</p></li><li><p>Ikatan tempat tinggal</p></li><li><p>Ikatan batin</p></li></ul><p><strong>Patembayan (Gesellschaft)</strong></p><p>✅ <strong>Ciri-ciri</strong>:</p><ul><li><p>Hubungan formal, rasional, individual</p></li><li><p>Berdasarkan kepentingan, sementara</p></li><li><p>Bersifat fungsional</p></li></ul><p>🧩 <strong>Contoh</strong>:</p><ul><li><p>Perusahaan</p></li><li><p>Sekolah</p></li><li><p>Serikat pekerja</p></li></ul><p>🔗 <strong>Ikatan</strong>:</p><ul><li><p>Ikatan kepentingan</p></li><li><p>Ikatan hukum/kontrak</p></li><li><p>Ikatan profesional</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4180824018/c533be6fa146910160ed454e6bcb8eee/DSC_8398.jpg" />
         <pubDate>2025-08-01 01:33:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/q3onr60eudi6uk1x/wish/3533397913</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
