<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pahlawan Nasional dari Papua by 07 Bustin Syellah Devinda</title>
      <link>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks</link>
      <description>07_XIIA3_BUSTIN SYELLAH DEVINDA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-09 23:44:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-10 17:12:45 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f312.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Frans Kaisiepo (1921-1979)</title>
         <author>bustinsyellahdevinda</author>
         <link>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673519119</link>
         <description><![CDATA[<div>Ia adalah seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut mendirikan Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946. Kaisiepo menentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) karena tidak memasukkan Papua di dalamnya. Pada tahun 1948 Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan kolonial Belanda. Ia juga berupaya agar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia. Proses tersebut akhirnya menetapkan Papua menjadi bagian dari negara RI.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290220692/ee7da2a774ce799485d0668ea9206e88/padlet_image_picker_file_74c8d48c_4998_4b07_877d_dade6d0fd21d.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 01:27:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673519119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Silas Papare (1918-1978)</title>
         <author>bustinsyellahdevinda</author>
         <link>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673522628</link>
         <description><![CDATA[<div>Ia membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang bertujuan untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha keras agar Papua menjadi bagian dari RI. Berdasarkan "New york Agreement" Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290220692/5f8ba0bff57c7fa485f982b0a9b47fbf/padlet_image_picker_file_5b6bc2cc_614c_4b87_8ff0_ce3cc01f1716.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 01:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673522628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marthen Indey (1912-1986)</title>
         <author>bustinsyellahdevinda</author>
         <link>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673524958</link>
         <description><![CDATA[<div>Ia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia juga memimpin aksi protes yang didukung delegrasi 12 Kepala suku terhadap keinginan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia. Ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) menjadi bagian Republik Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290220692/58b4490ed15d8f70e1bb74da8d2ab76c/padlet_image_picker_file_1b7f9078_b301_4fac_b81c_5a81103a72a7.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 01:32:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673524958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pahlawan Nasional dari </title>
         <author>bustinsyellahdevinda</author>
         <link>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673525931</link>
         <description><![CDATA[<div>Papua adalah wilayah di Indonesia yang bahkan setelah RI kembali menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali Belanda. Khusus persoalan Papua, berdasarkan hasil KMB tahun 1949, sesungguhnya akan dibicarakan kembali oleh pemerintahan RI dan Belanda "satu tahun kemudian". Nyatanya hingga tahun 1962, ketika Indonesia akhirnya memilih jalan perjuangan militer dalam merebut wilayah indonesia, namun Belanda tetap berupaya mempertahankan Papua.<br><br>Berbagai upaya yang dilakukan rakyat Papua untuk menjadikan Papua sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia. Muncullah totoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya integrasi tersebut, seperti Frans Kaisiepo, Silas Papare, dan Marthen Indey.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-10 01:33:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bustinsyellahdevinda/Bookmarks/wish/1673525931</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
