<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP KELAS XII IPS 1 by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq</link>
      <description>INTERAKSI WILAYAH</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-11-13 02:06:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-04 03:20:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Condos.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Dampak positif interaksi desa kota di makassar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/207610396</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama kelompok edelweis</div><div>1. Nur rofifah marzuki</div><div>2. Nasriani hasrini</div><div>3. Andi tenri asniar rahman</div><div>4. Aini pakpahan</div><div>5. Asilya jaclien. </div><div><br></div><div>a. Dampak Interaksi bagi Desa</div><div><br></div><div>Interaksi antara dua atau lebih daerah yang berbeda akan berpengaruh pada masing-masing wilayah sehingga akan memicu terjadinya perubahan. Seberapa besar perubahan yang terjadi tergantung dari jarak, jumlah penduduk, dan berbagai factor pendukung lainnya seperti sarana transportasi, komunikasi, listrik, dan lain sebagainya.</div><div><br></div><div><br></div><div>Dampak positif bagi desa akibat adanya interaksi desa dan kota sebagai berikut.</div><div>1) Pengetahuan penduduk desa menjadi meningkat karena banyak sekolah dibangun di desa. Demikian pula informasi perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan yang diterima penduduk kota dengan mudah menyebar ke desa. Misalnya, pengetahuan tentang bibit unggul, pengawetan kesuburan tanah, dan pengolahan hasil panen. Hal ini terjadi di desa enrekang yang berhasil mengolah hasil panennya yang berupa bawang merah untuk siap di jual</div><div><br></div><div>2) Jumlah guru dan sekolah yang banyak terdapat di desa memungkinkan menjadi penggerak kemajuan penduduk desa melalui pendidikan. Angka buta huruf penduduk desa semakin berkurang. Hal ini terdapat pada kecamatan lamuru, kabupaten bone provinsi sulawesi selatan yang memiliki program pengembangan dalam bidang kemajuan pendidikan bagi anak anak yang belum memahami membaca,menulis dan berhitung.</div><div><br></div><div>3) Perluasan jalur jalan desa-kota dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor telah menjangkau daerah perdesaan sehingga hubungan desa-kota semakin terbuka. Hasil panen dari desa menjadi mudah diangkut ke kota. Kelangkaan bahan pangan di kota dapat dihindari karena suplai bahan pangan mudah dilakukan. Seperti terbukanya jalur lintas di desa enrekang yang memudahkan hubungan kerja sama dalam bidang ekonomi </div><div>Penduduk desa sebagai pemasok dan adapun yang menjadi pedagang adalah penduduk kota.</div><div><br></div><div>4) Produktivitas desa makin  meningkat dengan hadirnya teknologi tepat guna. Kehadiran teknologi tepat guna akan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.  </div><div><br></div><div>5) Pelestarian lingkungan hidup perdesaan , seperti pencegahan erosi dan banjir, penyediaan air bersih, serta pengaturan pengairan dapat dilakukan dengan hadirnya para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Seperti yang terdapat pada desa enrekang kecamatan anggeraja yang setiap tahun dilanda banjir dan akibatnya jalan yang menghubungkan dusun salu dewata rusak parah. Hal ini mendapat perhatian dari BPBD kabupaten enrekang yang selalu melakukan antisipasi dalam menghadapi musim hujan yang akan datang.</div><div><br></div><div>6) Peningkatan kegiatan wiraswasta yang menghasilkan produk berkualitas, seperti kerajinan tangan, seperti sovenir khas daerah toraja yang dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi karena pembuatannya yang sangat rumit.</div><div><br></div><div>8) Koperasi cahaya baru dan organisasi sosial yang berkembang di perdesaan telah memberi manfaat dalam peningkatan kesejahteraan penduduk dan pembangunan desa.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div>b. Dampak Interaksi bagi Kota</div><div><br></div><div>Urbanisasi merupakan salah satu bentuk dari interaksi desakota. Menurut Hope Tisdale Eldrige (1956), pengertian urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk ke kota atau daerah permukiman padat. Istilah urbanisasi juga digunakan untuk mendeskripsikan perubahan kelompok sosial yang terjadi sebagai akibat konsentrasi manusia. Urbanisasi dapat juga berarti proses perubahan daerah desa menjadi daerah kota. Pengertian urbanisasi tersebut menunjukkan bahwa penduduk desa lebih mengenal kota. Banyak penduduk desa meninggalkan daerahnya dan pindah ke kota terdekat. Sebagian dari mereka bekerja di kota, tetapi bertempat tinggal di desa.</div><div><br></div><div><br></div><div>Dampak positif bagi kota akibat adanya interaksi desa dan kota sebagai berikut</div><div>.</div><div>1) Tercukupinya kebutuhan bahan pangan bagi penduduk perkotaan yang sebagian besar berasal dari daerah perdesaan , seperti sayuran, buah-buahan, beras, yang terdapat di desa malino kecamatan tinggi moncong kabupaten gowa sulawesi selatan dan di desa maros kecamatan camba.</div><div><br></div><div>2) Jumlah tenaga kerja di perkotaan melimpah karena banyaknya penduduk dari desa yang pergi ke kota.</div><div><br></div><div>3) Produk-produk yang dihasilkan di daerah perkotaan dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-16 11:52:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/207610396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Negatif Interaksi Desa Kota di Kota Makassar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/207618473</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok MONEY TALK'S<br>1. Moris Mundi<br>2. Muh. Fadhil Athalla<br>3. Muh. Daffa Ruwwaid<br>4. Muh. Syahrul Hidayat<br>5. Andi Batari Tasya<br>6. Eurico<br>7. Astaldi Gunawan<br><br>Dampak Negatif Interaksi Desa Kota untuk Kota Makassar<br>&nbsp;1. Meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin yang berasal dari desa karena tidak memiliki keahlian. Hal ini terlihat dari data BPS 2016 yang mencatat kenaikan pengangguran sebesar 11-12% di Kota Makassar, sebanyak 71.036 jiwa atau 6,64 % dari 1,8 juta jiwa penduduk Makassar. Namun untuk tingkat kemiskinan telah menurun menjadi 4,48% dari jumlah penduduk kota Makassar, sehingga menduduki posisi terendah di antara kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.<br>&nbsp;2. Nilai jual lahan semakin mahal sehingga muncul kawasan pemukiman tidak layak huni/kumuh. Hal ini nampak dari harga jual tanah sebesar 25 juta per km persegi di kota Makassar tahun 2016. Kecamatan Tallo merupakan wilayah dengan pemukiman kumuh terbanyak di Makassar.<br>&nbsp;3. Degradasi kualitas lingkungan, dikarenakan semakin berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya polusi. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dari 17.476.02 hektare luas wilayah Makassar, hanya memiliki RTH seluas 2.422 hektare atau sekitar 13 persen. Dengan demikian, Kota Makassar masih butuh sekira 2.810 hektare RTH, untuk dapat mencapai target Kementerian Lingkungan Hidup, yang mengharuskan penerapan RTH 30 persen dari total luas daerah, atau sekitar 5.232 hektar.<br>&nbsp;4. Naiknya biaya hidup. Naiknya biaya hidup menyebabkan masyarakat semakin susah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berdasarkan data BPS 2017, Kota Makassar menduduki urutan ke-2 di luar Jawa setelah Medan untuk tingkat biaya hidup termahal. Nilai IHK-nya mencapai Rp 5.774.957 per bulan.<br><br>Bagi Desa<br>&nbsp;1. Pengurangan tenaga produktif di desa. hal ini disebabkan karena banyak penduduk muda yang memilih untuk tinggal dan bekerja di kota sehingga lahan pertanian di desa hanya dikelola oleh orang tua saja.<br>&nbsp;2. masuknya informasi dari dunia maya meningkatkan konsumerisme dan kriminalitas. banyak penduduk desa terlalu memaksakan diri untuk membeli handphone mahal karena alasan ingin dihormati. tindakan kejahatan yang berasal dari tontonan atau game tidak sehat juga meningkat. penduduk desa sangat mudah meniru apa yang dilihat dari dunia luar karena ingin dilihat modern.<br>&nbsp;3. masuknya budaya kota ke desa. hal ini terlihat dari gaya pakaian yang meniru gaya busana orang kota dan juga kebiasaan-kebiasaan seperti cara berbicara yang cenderung alay dan pola pergaulan yang mulai bebas.<br>&nbsp;4. perubahan tata guna lahan. perluasan wilayah kota menyebabkan orang kota membeli lahan di desa untuk dijadikan pemukiman. hal ini menyebabkan lahan pertanian berkurang sehingga pemenuhan kebutuhan pangan kota menjadi berkurang. Di sekitar Makassar wilayah ini dapat dilihat di Moncongloe, Pattalassang, dan Mandai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-16 12:25:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/207618473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CONTOH WILAYAH ZONA INTERAKSI DI KOTA MAKASSAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209329068</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelompok HAHA</strong><br>1. A Richlawaty A.R<br>2. Azarine Nahda Amelia<br>3. Diana Novita<br>4. Indah Sari Basri<br>5. Javier<br><br><br><strong>Zona Interaksi</strong><br><strong>1. City </strong>: pusat kota / inti kota.<br>Seperti di Kota Makassar inti/pusat kotanya bertrmpat di Karebosi. Karena disitulah tempat pusat dari segala kegiatan di Makassar.<br><br><strong>2. Suburban</strong> : daerah yang dekat dengan inti kota. Wilayah ini merupakan tempat tinggal para penglaju (penduduk yang melakukan mobilitas harian ke kota untuk bekerja).<br>Seperti di sekitat Masjid Raya, Panakukkang, jalan Tamalate, dan sekitarnya yang merupakan tempat tinggal banyak penduduk yang bekerja di pusat kota.<br><br><strong>3. Suburban Fringe</strong> : daerah yang mengelilingi suburban (daerah peralihan antara kota dengan desa).<br>Seperti daerah sekitar Daya dan Sudiang.<br><br><strong>4. Urban Fringe</strong> : semua daerah batas luar kota yang memiliki sifat-sifat kota. Wilayah ini ditandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota.<br>Seperti di Mandai yang merupakan pusat dari kabupaten Maros.<br><strong><br>5. Rural Urban Fringe</strong> : suatu jalur daerah yang ada antara kota dengan desa yang ditandai dengan pola penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan nonpertanian.<br>Seperti daerah-daerah di sekitar kecamatan Mandai.<br><br><strong>6. Rural</strong> : daerah pedesaan.<br>Seperti desa-desa kecil di Kabupaten Maros.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/212905298/f36bbb3bca295831c85512aa3c465110/28.jpg" />
         <pubDate>2017-11-22 04:42:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209329068</guid>
      </item>
      <item>
         <title>UNTITLED</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209820852</link>
         <description><![CDATA[<div>ADITYA FAHREZA<br>CHERY VIOLA<br>GAVRILA KEZIA<br>PRISILLIA IMANUELLA<br>STEVANI JUNE JONAS<br>TRIZCKA KIMBERLY<br><br><br>Interaksi Desa dan Kota<br><br></div><div>1. Definisi Interaksi Desa dan Kota<br>Interaksi wilayah adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua wilayah atau lebih, yang dapat melahirkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru, secara langsung maupun tidak langsung.<br><br></div><div>Interaksi antara desa dan kota merupakan suatu proses sosial, proses ekonomi, porses budaya ataupun proses politik dan sejenisnya yang lambat atau pun cepat dapat menimbulkan suatu realita atau kenyataan. Interaksi antara desa dan kota dapat terjadi karena berbagai faktor atau unsur yang ada dalam desa, dalam kota dan diantara desa dan kota. Kemajuan masyarakat desa , kebutuhan timbal balik desa dan kota telah memacu interaksi desa kota secara bertahap dan efektif. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :<br>1. Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih<br>2. Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :<br>• Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)<br>• Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah<br>• Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya<br>3. Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan enegatif, sebagai contoh :<br>• Kota menjadi sasaran urbanisasi<br>• Terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbedaTerbentuknya wilayah/ tempat menjadi sebuah desa pedasaan atau perkotaan merupakan hasil hubungan antar unsur-unsur di desa dengan unsur-unsur yang ada di kota, istilah lain disebut dengan interaksi desa – kota. Interkasi desa – kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik. Bentuk interaksi desa – kota :<br>1. Kerjasama antar penduduk<br>2. Penyesuaian terhadap lingkungan<br>3. Persaingan fasilitas hidup<br>4. Asimilasi.<br><br></div><div>Interaksi antara desa – kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun bagi kota. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun kota, dan adanya persamaan kepentingan. Dalam proses pembangunan hubungan atau interaksi antara kota dengan desa sangat erat. Eratnya hubungan antara kota dengan desa dapat dilihat dari peran desa dalam pengembangan kota, antara lain:<br>Desa sebagai pusat penghasil dan pensuplai bahan mentah dan baku untuk<br>pembangunan di kota, desa menyediakan tenaga kerja yang berperan dalam pembangunan kota, desa menjadi daerah pemasaran produk-produk hasil industri di kota.<br><br></div><div>Demikian sebaliknya, kota turut punya peran besar sehingga muncul interaksi antara desa dengan kota, antara lain: Kota menyediakan pusat-pusat pelatihan bagi peningkatan keterampilan penduduk desa, kota menghasilkan barang-barang siap pakai yang dimanfaatkan di desa, kota menjadi pusat informasi yang bermanfaat bagi desa, kota menjadi pusat permodalan yang dibutuhkan masyarakat desa.<br><br>INTERAKSI DESA DAN KOTA DALAM ASPEK BUDAYA MELIPUTI :<br>• Meningkatnya pendidikan di desa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolah.<br>• Terjadinya perubahan tingkah laku masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kota<br>• Potensi sumber budaya yang terdapat di desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-24 03:16:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209820852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Aspek Interaksi Desa Kota di Bidang Budaya di Kota Makassar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209821604</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok Sejuta <br>1.Hasfirah Alfia Hamsir<br>2.Indriana Anindita Syamsul<br>3.Isti Meilianyi Ayunanda<br>4.Mia Azhiema<br>5.Vica Gracelia Mongan<br><br>Aspek Interaksi Desa Kota di bidang Budaya meliputi :</div><div>• Meningkatnya pendidikan di desa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolah.</div><div>• Terjadinya perubahan tingkah laku masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kota</div><div>• Potensi sumber budaya yang terdapat di desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa.</div><div><br></div><div>unsur budaya lokal yang juga merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan Makassar, adalah nilai-nilai kekerabatan yang melekat pada masyarakat setempat. Nilai-nilai kekerabatan ini dapat dilihat pada empat aspek diantaranya:</div><div>[1]. Pertama, perkawinan. Bagi masyarakat Makassar, perkawinan berarti siala (saling mengambil satu sama lain). Sebuah upacara penyatuan dua keluarga yang biasanya telah memiliki hubungan sebelumnya dengan maksud makin mempererat (ma’pasideppe’ mabelae, yang berarti mendekatkan yang sudah jauh). </div><div><br></div><div>[2] Kedua, stratifikasi sosial/hierarki sosial. Mengacu pada bentuk kekerabatan yang lahir dari perkawinan. Berbeda dengan aspek pertama, aspek ini lebih menekankan pada hasil perkawinan beda darah. Berdasarkan La Galigo dan mitos tentang nenek moyang, masyarakat Makassar hanya mengenal dua jenis manusia, yakni mereka yang “berdarah putih” (keturunan dewata) dan mereka yang “berdarah merah” mewakili golongan orang biasa dan rakya jelata. Dalam konteks percaturan politik saat ini, banyak politisi yang menikahi golongan bangsawan atau rakyat biasa, dengan pertimbangan, orang tersebut memiliki pengaruh dan jaringan kekerabatan yang luas. Yang nantinya dapat dimanfaatkan pada saat pemilihan kepala daerah.</div><div><br></div><div>[3]Ketiga, kekuasaan yakni hubungan patron-klien. Jenis hubungan ini menunjuk pada keterikatan antara dua orang yang sebagian besar melibatkan persahabatan instrumental, dimana seseorang yang lebih tinggi kedudukan sosial ekonominya (patron) menggunakan pengaruh dan sumber daya yang dimilikinya untuk memberikan perlindungan atau keuntungan atau kedua-duanya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya (klien), yang pada gilirannya membalas pemberian tersebut dengan memberikan dukungan yang umum dan bantuan, termasuk jasa-jasa pribadi, kepada patron.Dalam interaksinya antara patron dan klien muncullah ekspresi kekerabatan yang melahirkan nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh dan berkembang dalam diri tiap individu. Nilai-nilai tersebut adalah Sipakatau (saling menghargai), Sipakalebbi (saling menghormati), Sipakainge (saling mengingatkan)</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/241633125/3e4d05c61fbf4f214ea128024cb395a1/IMG_6214.jpg" />
         <pubDate>2017-11-24 03:26:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/209821604</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok edelweis </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/210224156</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Nur Rofifah Marzuki<br>2. Nasriani Hasrini<br>3. Andi Tenri Asniar Rahman<br>4. Aini Anantasari Pakpahan<br>5. Asilya Jacqlien<br><br>Tugas 2. Dampak interaksi bagi desa maupun kota.&nbsp;<br>Dampak positif bagi desa, antara lain sebagai berikut:<br>1) adanya pengetahuan penduduk di desa yang semakin meningkat seperti pengembangan pengetahuan tentang bibit di desa maros<br>2) perluasan jalur jalan desa-kota dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang terdapat di desa enrekang.<br>3) jumlah guru di desa memungkinkan terjadinya pergerakan kemajuan penduduk desa dengan melalui pendidikan. Hal ini dapat kota liah di kec lamuru, kab bone provinsi sulsel<br>4) pelestarian lingkungan dengan adanya pencegahan erosi banjir, penyediaan air bersih, serta pengaturan pengairan yang terdapat di kab enrekang&nbsp;<br>5) peningkatan kegiatan parawisata yang menghasilkan produk berkualitas seperti kerajinan tangan khas toraja,&nbsp;<br><br>Dampak positif bagi kota, antara lain :<br>1) urbanisasi perpindahan penduduk dari desa ke kota. Dengan adanya hal ini penduduk desa yang belum mengenal pendidikan ke jenjang tinggi bisa menjadi buruh kasar bagi para pengusaha di kota. Dengan biaya yang minim<br>2) tercukupnya kebutuhan pangan bagi penduduk kota yang sebagian besar asalnya dari pedesaan seperti sayuran,&nbsp; buah buahan&nbsp;</div><div><br></div><div>Dokumentasi Pengembangan tentang bibit<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:240,&quot;url&quot;:&quot;cid:40CC3A5A-1C67-44F3-B59C-A6DDDAF6E188@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:400}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:40CC3A5A-1C67-44F3-B59C-A6DDDAF6E188@mobilenotes.apple.com" width="400" height="240"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Jumlah guru di kec lamuru, kab bone provinsi sulsel<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:287,&quot;url&quot;:&quot;cid:007C0D51-1E32-473F-82DA-B30EA60A8822@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:512}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:007C0D51-1E32-473F-82DA-B30EA60A8822@mobilenotes.apple.com" width="512" height="287"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Perluasan jalur desa-kota di desa enrekang<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:287,&quot;url&quot;:&quot;cid:729CD259-0576-4D13-96C3-D43623E3C2FB@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:512}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:729CD259-0576-4D13-96C3-D43623E3C2FB@mobilenotes.apple.com" width="512" height="287"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Pencegahan erosi di kab enrekang<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:314,&quot;url&quot;:&quot;cid:10A7D2DD-FF76-4EB1-9ABB-FFCEC3FD1C2B@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:468}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:10A7D2DD-FF76-4EB1-9ABB-FFCEC3FD1C2B@mobilenotes.apple.com" width="468" height="314"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Kegiatan peningkatan produk lokal untuk di jadikan sovenir yang terdapat di desa toraja<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:313,&quot;url&quot;:&quot;cid:DDBF1FA2-CD7A-4597-B512-A93625B365DB@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:470}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:DDBF1FA2-CD7A-4597-B512-A93625B365DB@mobilenotes.apple.com" width="470" height="313"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Pasar terong yang menyediakan kebutuhan pangan bagi para penduduk kota.<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:260,&quot;url&quot;:&quot;cid:91EAB757-3F62-48B4-BB17-202875100302@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:565}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:91EAB757-3F62-48B4-BB17-202875100302@mobilenotes.apple.com" width="565" height="260"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Para pencari kerja dari desa ke kota. <figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:288,&quot;url&quot;:&quot;cid:07B7FB36-D367-491C-9E77-8886BFFAB361@mobilenotes.apple.com&quot;,&quot;width&quot;:511}" data-trix-content-type="image"><img src="cid:07B7FB36-D367-491C-9E77-8886BFFAB361@mobilenotes.apple.com" width="511" height="288"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-27 00:24:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/210224156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pola dan faktor-faktor interaksi desa dan kota</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/295996546</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-10-23 15:03:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/295996546</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/394310746</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/416721197/8d14ef5ed07bcad86d190f184d22de24/image.png" />
         <pubDate>2019-10-07 08:51:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/394310746</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/812992055</link>
         <description><![CDATA[6) Peningkatan kegiatan wiraswasta yang menghasilkan produk berkualitas, seperti kerajinan tangan, seperti sovenir khas daerah toraja yang dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi karena pembuatannya yang sangat rumit.

8) Koperasi cahaya baru dan organisasi sosial yang berkembang di perdesaan telah memberi manfaat dalam peningkatan kesejahteraan penduduk dan pembangunan desa.



b. Dampak Interaksi bagi Kota

Urbanisasi merupakan salah satu bentuk dari interaksi desakota. Menurut Hope Tisdale Eldrige (1956), pengertian urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk ke kota atau daerah permukiman padat. Istilah urbanisasi juga digunakan untuk mendeskripsikan perubahan kelompok sosial yang terjadi sebagai akibat konsentrasi manusia. Urbanisasi dapat juga berarti proses perubahan daerah desa menjadi daerah kota. Pengertian urbanisasi tersebut menunjukkan bahwa penduduk desa lebih mengenal kota. Banyak penduduk desa meninggalkan daerahnya dan pindah ke kota terdekat. Sebagian dari mereka bekerja di kota, tetapi bertempat tinggal di desa.


Dampak positif bagi kota akibat adanya interaksi desa dan kota sebagai berikut
.
1) Tercukupinya kebutuhan bahan pangan bagi penduduk perkotaan yang sebagian besar berasal dari daerah perdesaan , seperti sayuran, buah-buahan, beras, yang terdapat di desa malino kecamatan tinggi moncong kabupaten gowa sulawesi selatan dan di desa maros kecamatan camba.

2) Jumlah tenaga kerja di perkotaan melimpah karena banyaknya penduduk dari desa yang pergi ke kota.

3) Produk-produk yang dihasilkan di daerah perkotaan dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar.]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-08 07:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/q0q7t3tk56jq/wish/812992055</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
