<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Jawa by adn susanto</title>
      <link>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 07:31:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-12 07:48:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f648.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang Rakyat Jawa</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291866561</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Diponegoro yang juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa.<br>Perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara, melibatkan pasukan Belanda di bawah pimpinan Jenderal Hendrik Merkus de Kock yang berusaha meredam perlawanan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Akibat perang ini, penduduk Jawa yang tewas mencapai 200.000 jiwa, sementara korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8.000 tentara Belanda dan 7000 serdadu pribumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800908501/99608512381bd2a51fb1d5909583e8d4/6138cf661e518.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 07:35:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291866561</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan </title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291867773</link>
         <description><![CDATA[<div>latar belakang perlawanan Pangeran Diponegoro disebabkan oleh sebab umum dan sebab khudus dimana sebab umum ialah berhubungan dengan rakyat terutama penderitaan yang ditimbulkan. Sedangkan sebab khusus ialah berkenaan dengan pembuatan jalan yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro yang dilakukan tanpa sepengetahuannya.<br>Pembahasan<br>Pembahasan<br>Pangeran Diponegoro merupakan seorang bangsawan yang memimpin Perang Jawa pada tahun 1825-1830, perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara. Adapun latar belakang atau sebab dari perlawanan Diponegoro terbagi menjadi sebab umum dan sebab khusus yaitu<br>Sebab Umum<br><br>1. Daerah kekuasaan Kesultanan Yogyakarta semakin sempi<br>2. Belanda ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan dan pengangkatan raja pengganti.<br>3. Kaum bangsawan sangat dirugikan karena sebagian besar sumber penghasilannya diambil alih oleh Belanda. Mereka dilarang menyewakan tanah bahkan diambil alih haknya.<br>4. Adat istiadat keraton menjadi rusak dan kehidupan beragama menjadi merosot akibat pengaruh dari barat<br>5. Penderitaan rakyat yang berkepanjangan sebagai akibat dari berbagai macam pajak, seperti pajak hasil bumi, pajak jembatan, pajak jalan, pajak pasar, pajak ternak, pajak dagangan, pajak kepala, dan pajak tanah.<br>Hal yang menjadi sebab khusus perlawanan Pangeran Diponegoro adalah adanya rencana pembuatan jalan yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.<br><br>Dengan demikian latar belakang perlawanan Pangeran Diponegoro disebabkan oleh sebab umum dan sebab khudus dimana sebab umum ialah berhubungan dengan rakyat terutama penderitaan yang ditimbulkan. Sedangkan sebab khusus ialah berkenaan dengan pembuatan jalan yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro yang dilakukan tanpa sepengetahuannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:36:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291867773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya Perlawanan</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291868119</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Diponegoro berjalan selama selama 5 tahun yaitu pada tahun 1825 sampai dengan 1830. Pangeran Diponegoro dibantu oleh pribumi, khususnya oleh Kyai Mojo melawan Belanda. Peperangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda berjalan hampir seluruh Pulau Jawa. Belanda pada perang ini sempat mengajukan beberapa kali gencatan senjata. Namun, akhir peperangan ini mulai terlihat saat Kyai Mojo tertangkap pada tahun 1829 dan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830. Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado, kemudian wafat di Makassar pada 8 Januari 1835.<br><br>Penyebab Perang Diponegoro berawal dari rencana Belanda yang akan membuat jalan yang menghubungkan Yogyakarta ke Magelang. Pada pembangunan jalan tersebut, Belanda ternyata berubah pikiran untuk membuat jalan yang melewati daerah Tegalrejo yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro. Hal inilah yang menyebabkan Pangeran Diponegoro bergerak untuk melawan Belanda.<br><br>Belanda kemudian merespon perlawanan dari Pangeran Diponegoro. Pada tanggal 20 Juli 1825, Belanda menyerang kediaman Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro kemudian pindah ke Guwosari Pajangan Bantul untuk menyusun perlawanan lanjutan melawan Belanda.<br><br>Perang Diponegoro merupakan salah satu perang terbesar dalam melawan Belanda, korban dari pribumi saat perang ini diperkirakan mencapai 200.000 korban jiwa orang Jawa. Sedangkan dari pihak Belanda, korban berjumlah 8.000 korban jiwa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:37:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291868119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291868326</link>
         <description><![CDATA[<div>Akhir perlawanan Pangeran Diponegoro adalah ketika dia ditangkap pada tahun 1830 oleh Belanda, yang awalnya menjanjikan perundingan namun kemudian mengingkari janji tersebut. Pangeran Diponegoro kemudian dibuang ke Sulawesi.<br>Karena terdesak Pangeran Diponegoro setuju untuk berunding dengan Belanda pada tahun 1830, tetapi oleh Belanda, Pangeran Diponegoro dikhianati dan ditawan, lalu dibuang ke pulau Sulawesi.  Pangeran Diponegoro meninggal dalam tawanan Belanda pada 8 Januari 1855 di Makassar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:37:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/pz94h8jbtn30qzhu/wish/2291868326</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
