<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>kelompok 1 by Riqi Riqi</title>
      <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj</link>
      <description>MEKANISME PERTAHANAN TUBUH NONSPESIFIK/

ALAMIAH hal(494-498) 

1.riqi husnul muntaha

2.m.fathul hadi

3.deos perdinansyah

4.davina fahsika putri

5.azizah nur Fadilah

6.ibtisamah putri rifqoh</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-18 06:16:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-18 07:04:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Azizah Nur Fadilah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056450242</link>
         <description><![CDATA[<p><strong> B.Mekanisme Pertahanan Tubuh</strong></p><p>Tubuh manusia memiliki dua macam mekanisme pertahanan tubuh, yaitu pertahanan nonspesifik(alamiah)dan pertahanan spesifik (adaptif)</p><p><br></p><p><strong>1.Pertahanan Nonspesifik(Alamiah)</strong></p><p>   Pertahanan nonspesifik merupakan imunitas bawaan sejak lahir, berupa komponen normal tubuh yang selalu di temukan pada individu sehat dan siap mencegah serta menyingkirkan dengan cepat antigen yang masuk ke dalam tubuh.Jumlah Komponennya dapat meningkatkan oleh infeksi, misalnya jumlah sel darah putih akan meningkatkan jika terjadi infeksi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:37:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056450242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Davina Fahsika Putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056459737</link>
         <description><![CDATA[<p>b. Fagositosis</p><p>Fagositosis merupakan garis pertahanan ke-2 bagi tubuh terhadap agen infeksi. Fagositosis meliputi proses penelanan dan pencernaan mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Proses ini dilakukan oleh neutrofil dan makrofag (derivat monosit). Neutrofil dan makrofag bergerak ke seluruh jaringan secara kemotaksis (dipengaruhi oleh zat kimia). Zat kimia tersebut diproduksi oleh mikroorganisme, leukosit lain, atau komponen sel darah lainnya. Makrofag dapat dibedakan beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.</p><p>1) Makrofag jaringan ikat (histiosit) merupakan makrofag yang menetap atau berkeliaran.</p><p>2) Makrofag dan prekursornya (monosit) yang bergabung untuk membentuk sel raksasa asing (sel multinukleus) sebagai barrier (penahan) di antara massa benda asing yang besar dan jaringan tubuh. Contohnya, pada penderita tuberkulosis.</p><p>3) Sistem fagosit mononukleus (sistem retikuloendotelial) merupakan kombinasi antara monosit fagositik, makrofag bergerak, dan makrofag jaringan tetap. Makrofag jaringan tetap, contohnya makrofag alveolus pada paru- paru, sel Kupffer dalam hati, sel Langerhans pada epidermis, mikroglia pada sistem saraf pusat, sel mesangial pada ginjal, dan sel retikular dalam limpa, nodus limfa, timus, serta sumsum tulang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:50:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056459737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ibtisamah Putri Rifqoh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056460279</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertahanan nonspesifik meliputi :</p><p><br></p><p><strong>a. Pertahanan fisik, kimia dan mekanis terhadap agen infeksi</strong></p><ol><li><p><strong>Kulit yang sehat dan utuh</strong> menjadi garis pertahanan pertama terhadap antigen. Sebaliknya, kulit yang rusak atau hilang (misalnya akibat luka bakar) akan meningkat resiko infeksi.</p></li><li><p><strong>Membran mukosa</strong> yang melapisi permukaan bagian dalam tubuh menyekreksi mukus sehingga dapat memerangkap antigen serta menutup jalan masuk ke sel epitel. Contoh, partikel yang besar dalam saluran pernapasan akan dikeluarkan saat bersin dan batuk.</p></li><li><p><strong>Cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroorganisme </strong>membentuk lingkungan yang buruk bagi beberapa mikroorganisme. Contohnya, lisozim yang terkandung dalam keringat, ludah, air mata, dan air susu ibu (ASI) dapat menghancurkan lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri.</p></li><li><p><strong>Pembilasan oleh air mata, saliva, dan urine</strong> berperan juga dalam perlindungan terhadap infeksi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:51:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056460279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Fathul Hadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056463221</link>
         <description><![CDATA[<p>c. Inflamasi (peradangan)</p><p>Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera. Penyebabnya antara lain terbakar, toksin, produk bakteri, gigitan serangga, atau pukulan keras. Inflamasi dapat bersifat akut (jangka pendek) atau kronik (berlangsung lama). Tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas,pembengkakan, nyeri, atau kehilangan fungsi</p><p>Tujuan akhir dari inflamasi adalah membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang terinfeksi/rusak untuk mengisolasi, menghancurkan, menonaktifkan agen penyerang, membersihkan debris (sel-sel yang rusak atau mati), serta mempersiapkan proses penyembuhan dan perbaikan jaringan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:55:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056463221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIQI H.M</title>
         <author>riqihusnulmuntaha</author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056465321</link>
         <description><![CDATA[<p>D. ZAT ANTI MIKROORGANISME NONSPESIFIK YANG DI PRODUKSI TUBUH</p><p> </p><p>Zat antimikroorganisme nonspesifik ini dapat bekerja tanpa adanya interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu.</p><p>    1) Interferon (IFN), yaitu protein antivirus yang dapat disintesis oleh sebagian besar sel tubuh sebagai respons terhadap infeksi virus, stimulasi imunitas, dan stimulan kimia. Interferon berfungsi menghalangi multiplikasi virus. Contohnya, IFN-a (diproduksi oleh leukosit yang terinfeksi virus) dan IFN-ẞ (diproduksi oleh fibroblas yang terinfeksi virus)</p><p>   2) Komplemen, yaitu beberapa jenis protein plasma yang tidak aktif, tetapi dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen, seperti liposakarida bakteri. Aktivasi komplemen bertujuan menghancurkan mikroorganisme atau antigen asing, tetapi terkadang menimbulkan kerusakan jaringan tubuh sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056465321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deos Perdinansyah</title>
         <author>deosbcl05</author>
         <link>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056466648</link>
         <description><![CDATA[<p>Rangkaian peristiwa inflamasi, yaitu sebagai berikut.</p><p>Sel yang cedera/rusak memproduksi faktor kimiawi, misalnya histamin (berasal dari sel mast), serotonin (dari trombosit), derivat asam arakidonat (prostaglandin, leukotrin, dan tromboksan), dan kinin (protein plasma yang teraktivasi).</p><p>Faktor kimiawi tersebut menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), meningkatnya aliran dan volume darah, serta meningkatnya permeabilitas kapiler yang menyebabkan cairan keluar dari pembuluh sehingga terjadi perdarahan dan edema (peningkatan cairan ekstraseluler). Akibatnya, jaringan menjadi tampak kemerahan (eritema), nyeri berdenyut, bengkak, dan panas. Pembatasan area cedera terjadi akibat terlepasnya fibrinogen dari plasma ke jaringan. Selanjutnya, fibrinogen berubah menjadi fibrin membentuk bekuan yang mengisolasi area kerusakan dari jaringan yang utuh.</p><p>Kemotaksis fagosit (neutrofil dan monosit) ke area cedera. Prosesnya terjadi dalam dua tahap, yaitu marginasi (fagosit melekat ke dinding endotelium kapiler yang rusak) dan diapedesis (migrasi fagosit melalui dinding kapiler menuju ke area yang rusak). Neutrofil lebih awal tiba di area yang rusak, kemudian disusul oleh monosit yang akan berubah menjadi makrofag.</p><p>Fagositosis terhadap agen infeksi pada area cedera. Neutrofil dan makrofag akan terurai oleh enzim dan mati setelah menelan banyak mikroorganisme. Sel darah putih, sel jaringan yang mati, dan berbagai cairan tubuh membentuk nanah (pus). Nanah bergerak ke permukaan tubuh atau rongga internal untuk dihancurkan dan diabsorpsi tubuh.</p><p>Jika respons inflamasi tidak dapat mengatasi cedera atau infeksi, akan terbentuk abses (kantong nanah) yang dikelilingi oleh jaringan yang terinflamasi. Abses harus dikeluarkan dari tubuh karena sulit terurai.</p><p>Tahap pemulihan, yaitu regenerasi jaringan atau pembentukan jaringan parut untuk menggantikan jaringan yang rusak melalui pembelahan mitosis dan proliferasi sel-sel yang sehat di sekitar jaringan yang rusak</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 06:59:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riqihusnulmuntaha/pya10vkcacr653xj/wish/3056466648</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
