<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KELOMPOK 3 SEJARAH by Nadiva Aini</title>
      <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0</link>
      <description>Mengumpulkan hasil diskusi 
1. Lulita Intan Nuraeni
2. Monica Yolanda
3. M. Khoirul Kalam
4. Nadiva Aini
5. Nimas Eka Putri
6. Nazwa Larasti</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-08 04:37:46 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-08 14:21:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f603.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Teori Masuknya Agama Hindu-Budha Di Indonesia</title>
         <author>nadivaaini18</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726453558</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Teori yang paling lemah mengenai kedatangan Hindu-Budha adalah teori kesatria. Karena tidak ada bukti kolonialisasi antara indonesia dengan india, para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang pun lantas meninggalkan India. Di antara prajurit yang meninggalkan India, ada pula yang sampai ke Indonesia. Mereka berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Ditempat itulah, terjadi proses penyebaran agama dari budaya hindu. Yang menyebutkan bahwa teori ini lemah adalah tidak adanya bukti tertulis bahwa terjadi kolonisasi oleh para kesatria India.<br><br>2. Teori yang paling kuat mengenai kedatangan Hindu-Budha adalah Teori Waisya. Karena pada teori tersebut memiliki sebuah teori yang dapat dianggap paling relevan dengan struktur yang terjadi pada Indonesia masa lalu. Dalam teori Waisya dijelaskan bahwa ajaran Hindu-Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari India. Kaum Waisya yang berdagang ke Nusantara mengikuti angin musim. Jika angin musim tidak memungkinkan akan kembali. Biasanya mereka menetap untuk sementara waktu sekitar enam bulan. Masyarakat Nusantara mendapat berbagai kebudayaan baru dari bangsa India. Lama kelamaan berdirilah kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://bangkusekolah.com/wp-content/uploads/2016/06/candi.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 01:07:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726453558</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Agama Hindu</title>
         <author>nimasekaputri22</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726984132</link>
         <description><![CDATA[<div><sub>Agama Hindu diperkirakan muncul di India antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM (ada yang mengatakan sekitar tahun 1500 SM). Agama ini tumbuh bersamaan dengan masuknya bangsa Arya, yaitu bangsa nomaden yang masuk India dari Asia Tengah melalui Celah Kaiber. Kedatangan bangsa Arya ini mendesak bangsa Dravida, penduduk asli India dan termasuk dalam kategori ras Australoid, dari sebelah selatan sampai ke Dataran Tinggi Dekkan.</sub> <sub>Perkembangan agama Hindu di India pada hakikatnya dapat dibagi menjadi empat fase, yakni zaman Weda, zaman Brahmana, zaman Upanisad, dan zaman Buddha. : <br><br></sub><strong><sup>Zaman Weda (1500 SM)</sup></strong><br><sup>Zaman ini dimulai ketika bangsa Arya berada di Punjab di lembah Sungai Sindhu, sekitar 2500-1500 SM, setelah mendesak bangsa Dravida ke sebelah selatan sampai ke Dataran Tinggi Dekkan. <br><br></sup><strong><sup>Zaman Brahmana (1000-750 SM) </sup></strong><br><sup>Pada zaman ini, kekuasaan kaum brahmana amat besar dalam kehidupan keagamaan. Merekalah yang mengantarkan persembahan umat kepada para dewa. <br><br></sup><strong><sup>Zaman Upanisad (750-500 SM)</sup></strong><br><sup>Zaman ini adalah zaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama, yaitu zaman orang berfilsafat atas dasar Weda. <br><br></sup><strong><sup>Zaman Buddha (500 SM - 300 M)<br></sup></strong><sup>Zaman ini dimulai ketika putra Raja Suddhodana yang bernama Siddharta menafsirkan Weda dari sudut logika dan mengembangkan sistem yoga dan semadhi sebagai jalan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. </sup><br><strong><sup><br></sup></strong><sup><br></sup><br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.ruangguru.co.id/wp-content/uploads/2019/04/sejarah-agama-hidnu.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 04:39:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726984132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SEJARAH AGAMA BUDHA</title>
         <author>nadivaaini18</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726987970</link>
         <description><![CDATA[<div>Agama Buddha adalah perkembangan lebih lanjut dari agama Hindu. Buddha, sebenarnya, adalah sebutan bagi seseorang yang telah memperoleh pencerahan. Hal tersebut sesuai dengan asal kata Buddha yang berasal dari bahasa India berarti sejati. Awalnya, Buddha bukanlah agama, melainkan ajaran dari seseorang yang telah memperoleh pencerahan bernama Siddartha Gautama.&nbsp;<br><br>Sepeninggal Buddha, para penganutnya menyebarkan ajarannya dan lahirlah agama Buddha dengan kitab sucinya, yakni Tripitaka. Agama ini berkembang sangat pesat di India di bawah Raja Ashoka. Semula ia beragama Hindu dari Dinasti Maurya. la menyebarkan banyak pendeta Buddha ke seluruh wilayah kekuasaannya, bahkan sampai di luar wilayah kerajaan.&nbsp;<br><br>Pada tahun 78 M, terjadi perpecahan di antara para penganut Buddha. Perpecahan melahirkan dua aliran, yaltu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Ajaran dalarn Buddha Mahayana lebih kompleks karena banyak dipengaruhi oleh agama dan kepercayaan lain, seperti agama Hindu atau Taoisme sehingga mengenal dewa-dewi juga. Adapun Buddha Hinayana mendekati ajaran Buddha yang sesungguhnya. Di indonesia, termasuk juga Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos, aliran Hinayanalah yang berkembang, sedangkan aliran Mahayana lebih berkernbang di Tiongkok, Korea, Taiwan, dan Jepang.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/-fzD25jDRggU/UlKhfq0tmaI/AAAAAAAAAHM/dLNw8TMNOSU/s1600/borobudur.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 04:41:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1726987970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRASASTI</title>
         <author>nazwalarasati2005</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727033973</link>
         <description><![CDATA[<div>Prasasti berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pujian. Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ada banyak hal yang membuat prasasti&nbsp; sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan. Hampir semua prasati pada kerajaan hindu, mengubah karya sastra sejak zaman kerajaan kediri menggunakan huruf Pallawa.&nbsp;<br><br>Prasasti tidak hanya di tulis di atas batu, dapat juga di tuliskan di atas lempengan emas, perunggu, tembaga, daun lontar, daun Nipah, kulit pohon dan masih banyak lagi. Selanjutnya, prasasti yang menggunakan bahasa Jawa kuno. Jumlahnya tidak terlampau banyak, diantaranya prasasti kedu dan prasasti dinoyo, Mataram kuno. Selain itu, ditemukan juga prasasti dalam bahasa Melayu kuno. Contohnya prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo, dan prasasti telaga batu (prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya). Terakhir, prasasti dalam bahasa Bali kuno. Selain huruf Pallawa, prasasti ini menggunakan huruf Jawa kuno dan pranagari. Contoh, prasasti ugrasena dan prasasti julahPRASASTI<br><br>Prasasti berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pujian. Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ada banyak hal yang membuat prasasti&nbsp; sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan. Hampir semua prasati pada kerajaan hindu, mengubah karya sastra sejak zaman kerajaan kediri menggunakan huruf Pallawa.&nbsp;<br><br>Prasasti tidak hanya di tulis di atas batu, dapat juga di tuliskan di atas lempengan emas, perunggu, tembaga, daun lontar, daun Nipah, kulit pohon dan masih banyak lagi. Selanjutnya, prasasti yang menggunakan bahasa Jawa kuno. Jumlahnya tidak terlampau banyak, diantaranya prasasti kedu dan prasasti dinoyo, Mataram kuno. Selain itu, ditemukan juga prasasti dalam bahasa Melayu kuno. Contohnya prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo, dan prasasti telaga batu (prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya). Terakhir, prasasti dalam bahasa Bali kuno. Selain huruf Pallawa, prasasti ini menggunakan huruf Jawa kuno dan pranagari. Contoh, prasasti ugrasena dan prasasti julah</div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-VbBH4Zpj48I/WLANFbnk_uI/AAAAAAAACbQ/b0uP9qt-zHESiBaFzo0voraBxpyfVcCqwCLcB/s1600/prasasti%2Btugu.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 05:03:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727033973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kitab </title>
         <author>tugiminlita</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727058856</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam perkembangannya, pengenalan bahasa dan tulisan memungkinkan pujangga Nusantara melahirkan karya-karya sastra berupa kitab. Kitab adalah kumpulan kisah, catatan, atau laporan tentang suatu peristiwa, kadang di dalamnya terdapat juga mitos. Pada masa Hindu-Buddha, biasanya kitab ditulis di atas daun lontar. Tulisan di dalamnya umumnya bukan merupakan kalimat langsung, melainkan ditulis dalam rangkaian puisi yang indah dan terbagi ke dalam sejumlah bait yang disebut pupuh. Adapun ungkapan yang ditulis dalam bentuk puisi ini biasa disebut kakawin.&nbsp;<br>Kitab dapat dikategorikan sebagai karya sastra kuno yang dalam perkembangannya di Indonesia terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut.&nbsp;<br><br>• Tahap pertama atau kesusastraan tertua, lahir pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kitab terkenalnya adalah Sang Hyang Kamahayanikan oleh Sambara Suryawanasa. Kitab ini menjelaskan tentang ajaran Buddha aliran Tantrayana.&nbsp;<br><br>• Tahap kedua, lahir pada masa Kerajaan Kediri. Pada tahap ini lahir karya sastra besar Arjunawiwaha yang ditulis ofeh Mpu Kanwa, Kresnayana yang ditulis oleh Mpu Dharmajaya, dan Bharatayuda yang ditulis oleh Mpu Sedah dan kemudian diselesaikan oleh Mpu Panuluh. Kerajaan Kediri tercatat sebagai kerajaan yang memiliki hasil sastra kuno yang cukup banyak, terutama pada saat pemerintahan Raja Jayabaya.<br><br>• Tahap ketiga, yaitu kesusasteraan yang lahir pada zaman Majapahit. Pada tahap ini lahir kitab Nagarakertagama, ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Dari kitab inilah kita banyak mengetahui tentang kehidupan masyarakat pada zaman Majapahit dan silsilah dari para leluhur raja. Kitab ini juga menjadi salah satu sumber penulisan sejarah politik Jawa dari abad VIII sampai abad XV, Selain Nagarakertagama, terdapat juga kitab Sutasoma yang oleh Mpu Tantular dan kitab Pararaton, yang berisi mitos tokoh Ken Arok (pendiri Singasari), dan kitab Bubhuksah, kitab yang berkisah tentang.dua Orang bersaudara yang berusaha mencari kesempurnaan,</div>]]></description>
         <enclosure url="https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/03/30/kitab-negarakertagama-5abe21adcf01b4265163cbe2.jpg?t=o&amp;v=555" />
         <pubDate>2021-09-09 05:15:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727058856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Kutai</title>
         <author>monicayolanda43</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727094442</link>
         <description><![CDATA[<div>• Lokasi dan sumber sejarah<br><br></div><div>Kutai (Kutai Martadipura) merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar abad IV, kerajaan ini berlokasi di daerah Kutai, Kalimantan Tirnur. Pusat pemerintahannya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam dengan wilayah kekuasaan meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.&nbsp;<br>Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasasti yang ditulis di atas tujuh buah yupa (tugu batu). Prasasti tersebut ditemukan antara tahun 1879 dan 1940 di daerah hulu Sungai Mahakam. Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa (huruf yang banyak digunakan di wilayah India selatan) dan berbahasa Sanskerta.&nbsp;<br>Dari salah satu yupa tersebut, diketahui bahwa raja yang memerintah Kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.<br><br></div><div>• Keadaan masyarakat dan kehidupan sosial budaya&nbsp;<br><br></div><div>Sumber tentang Kerajaan Kutai sangat terbatas. Namun, dari ketujuh yupa dapat disimpulkan beberapa hal berikut. Pertama, disebutnya nama Kudungga yang menurut para sejarawan merupakan nama asli indonesia. Disebutkan pula, Kudungga mempunyai putra bernama Aswawarman, yang disebut-sebut sebagai pendiri dinasti. Aswawarman memiliki putra bernama Mulawarman. Dua nama terakhir jelas menggunakan bahasa Sanskerta. Mereka adalah raja Kutai yang merupakan orang Indonesia asli dan memeluk agama Hindu.<br>Kedua, Raja Mulawarman melakukan upacara pengurbanan dan memberikan hadiah atau sedekah kepada para brahmana sejumlah 2.0.000 ekor sapi. Hal ini menunjukkan Kerajaan Kutai di bawah Mulawarman cukup kaya dan makmur. Dari letaknya yang tidak jauh dari pantai, Kutai kemungkinan besar menjadi tempat singgah kapal-kapal dagang India yang akan berlayar ke Tiongkok dengan melalui Makassar dan Filipina</div>]]></description>
         <enclosure url="https://pengajar.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Kerajaan-Kutai-e1586243003433.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 05:34:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727094442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha</title>
         <author>nimasekaputri22</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727097108</link>
         <description><![CDATA[<div><sup>Di Indonesia ada beberapa teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha : <br></sup><strong><sub>Teori Waisya&nbsp;<br></sub></strong><sup>Teori ini, dikemukakan oleh </sup><strong><sup>N. J. Krom</sup></strong><sup>, didasarkan pada alasan bahwa motivasi terbesar datangnya bangsa India ke Indonesia adalah untuk berdagang. Golongan terbesar yang datang ke Indonesia adalah para pedagang India (kasta waisya). Mereka bermukim di Indonesia, bahkan menikah dengan orang Indonesia. <br><br></sup><strong><sup>Teori Ksatria<br></sup></strong><sup>Menurut Teori Kesatria, yang dikemukakan </sup><strong><sup>F.D.K Bosch</sup></strong><sup>, pada masa lampau, di India, sering terjadi perang antargolongan. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang Iantas meninggalkan India</sup>. <br><br><strong><sup>Teori Brahmana&nbsp;<br></sup></strong><sup>Menurut teori yang dikemukakan </sup><strong><sup>J.C. van</sup></strong><sup> Leur ini, para brahmana datang dari India ke Indonesia atas undangan pemimpin suku dalam rangka melegitimasi kekuasaan mereka sehingga setaraf dengan raja-raja di India. Teori ini didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu di Indonesia, terutama prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. <br><br></sup><strong><sup>Teori Arus Balik<br></sup></strong><sup>Menurut teori yang dikemukakan oleh </sup><strong><sup>G. Coedes</sup></strong><sup> ini, berkembangnya pengaruh dan kebudayaan India ini dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bangsa Indonesia mempunyai kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India, seperti mempelajari agama Hindu dan Buddha.</sup><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/4/0/4010f08f16e40798dafadeedbd4b6d91cf5c07be.jpeg" />
         <pubDate>2021-09-09 05:35:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727097108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Tarumanegara</title>
         <author>monicayolanda43</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727110982</link>
         <description><![CDATA[<div>• Lokasi dan sumber sejarah&nbsp;<br><br>Kerajaan Hindu tertua lainnya adalah Kerajaan Tarumanagara. Letaknya di wilayah Jawa Barat sekarang. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah prasasti di daerah sekitar Bogor (Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, dan Prasasti Muara Cianten), Prasasti Tugu di Cilincing (Jakarta Utara), dan Prasasti Cidanghiang di Desa Lebak, Banten. Kerajaan ini diperkirakan ada sejak abad V, sezaman dengan Kerajaan Kutai. Hal ini diperkuat oleh berita Tiongkok yang menyebut kerajaan To-Lo-Mo (Tarumanagara) mengirimkan utusan ke Tiongkok pada tahun 528, 538, 665, dan 666 M untuk sebuah kunjungan persahabatan yang didasari hubungan dagang. To-Lo-Mo disebutkan terletak di sebelah tenggara Tiongkok. Kata taruma berasal dari kata tarum yang berarti nila. Sampai sekarang, nama ini masih dapat kita jumpai sebagai nama sungai, yaitu Sungai Citarum. Raja yang memerintah bernama Purnawarman. Sama dengan raja-raja di Kutai, Purnawarman adalah asli orang Indonesia yang menggunakan nama India dan memeluk Hindu. Menurut Prasasti Tugu, wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh Jawa Barat, yaitu membentang dari Banten, Jakarta, Bogor, hingga Cirebon. kerajaan Gambaran kondisi sosial-politik Kerajaan Tarumanagara didapat melalui tinggalan prasasti-prasasti.<br><br>Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan atau penaklukan raja atas daerah tempat ditemukannya prasasti tersebut. Raja Purnawarman diibaratkan Dewa Wisnu (dewa pemelihara alam semesta), yang menunjukkan pada masa itu rakyat menganggap Raja Purnawarman sebagai pemelihara dan pelindung rakyat. Tulisan ini juga menggambarkan pemerintahan di Kerajaan Tarumanagara telah menerapkan konsep dewa raja: raja yang memerintah disamakan dengan Dewa Wisnu.&nbsp;<br><br>Dari prasasti-prasasti tersebut, dapat kita ketahui pada masa itu di Jawa Barat telah terdapat sebuah kerajaan yang besar dan cukup makmur, serta penduduknya hidup dari hasil pertanian. Pada akhir masa pemerintahan raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman (memerintah 666-669 M), Kerajaan Tarumanagara pecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda, yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara di bawah kekuasaan menantunya bernama Tarusbawa, dan Kerajaan Galuh di bawah Wretikandayun. Baik Sunda maupun Galuh sebelumnya merupakan kerajaan bawahan Tarumanagara. Kelak di bawah Sanjaya (putra Sanna raja ketiga Galuh), kedua kerajaan ini dipersatukan kembali (tahun 732 M).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.slidesharecdn.com/ss_thumbnails/kerajaantarumanegara-130221071436-phpapp02-thumbnail-4.jpg?cb=1361430935" />
         <pubDate>2021-09-09 05:42:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727110982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KERAJAAN KALINGGA</title>
         <author>nazwalarasati2005</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727268080</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kerajaan Kalingga</strong> atau <strong>Kerajaan</strong> Holing adalah <strong>kerajaan</strong> bercorak Hindu-Buddha di Jawa yang berdiri pada abad ke-6 hingga abad ke-7. Sumber sejarah kerajaan ini kebanyakan diperoleh dari Tiongkok, tradisi dan naskah cerita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian. Sumber manuskrip Tiongkok ditulis pada masa Dinasti Tang, oleh I Tsing. Dalam catatan itu disebutkan:<br>• kalingga terletak di jawa, Laut Selatan. Kerajaan ini berada di antara Kamboja sebelah Utara, Sumatra sebelah barat, dan Bali sebelah timur.<br>• ibu kota kerajaan pada saat itu dikelilingi benteng yang terbuat dari tongkat kayu.<br>• raja tinggal di istana yang tersusun atas bangunan bertingkat yang besar, atap dari daun aren, dan singgasana dari gading gajah.<br>• penduduk nya pandai membuat arak dari nira pohon kelapa.<br>• kerajaan ini menghasilkan barang tambang berupa perak dan emas.<br><br><strong><br>Raja-raja Kerajaan Kalingga<br></strong><br></div><ul><li>Prabhu Wasumurti (594-605 M)</li><li>Prabhu Wasugeni (605-632 M)</li><li>Prabhu Wasudewa (632-652 M)</li><li>Prabhu Wasukawi (652 M)</li><li>Prabhu Kirathasingha (632-648 M)</li><li>Prabhu Kartikeyasingha (648-674 M)</li><li>Ratu Shima (674-695 M)</li></ul><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://ruangguru.co/wp-content/uploads/2019/12/Kerajaan-Kalingga.png" />
         <pubDate>2021-09-09 06:56:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727268080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan maja pahit</title>
         <author>tugiminlita</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727304250</link>
         <description><![CDATA[<div>Pusat Kerajaan Majapahit diperkirakan di daerah Trowulan sekarang, 10 km sebelah barat daya Kota Mojokerto, Jawa Timur. Hal ini didasarkan temuan artefak berupa bekas tembok dan fondasi bangunan, pintu gapura, candi, saluran air, dan tiang-tiang rumah. Tanggal pasti berdirinya Kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja (memerintah 1293-1309 M), yaitu 10 November 1293. Sumber utama para sejarawan mengenai Kerajaan Majapahit adalah Pararaton (Kitab Raja-raja) dan Nagarakertagama. Pararaton tidak hanya menceritakan Ken Arok, tetapi juga memuat sejarah ringkas lahirnya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah Hayam Wuruk. Apa yang terjadi setelah masa itu tidak banyak yang tahu. Beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno ataupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain juga membantu menyingkapkan sejarah Majapahit.<br><br>Kondisi sosial politik kerajaan<br>Raden Wijaya menghargai semua orang yang berjasa terhadapnya&nbsp; dengan memberi mereka kedudukan dalam pemerintahannya atau kekuasaan di daerah tertentu di Majapahit.	&nbsp;<br>Pengganti Raden Wijaya adalah Jayanegara (memerintah 1309-1328 M), yang pada waktu itu masih berusia sekitar 15 tahun. Berbeda dari ayahnya Jayanegara tidak memiliki kecakapan dalam memerintah, sehingga la mendapat julukan "Kala Gemet" yang berarti lemah dan jahat. Pemerintahan Jayanegara diwarnai banyak pemberontakan. Dari seluruh pemberontakan tersebut, pemberontakan oleh salah seorang kepercayaan dan penasihat raja (disebut golongan Dharmaputra) bernama Ra Kuti yang terbesar karena hampir berhasil menggulingkan Majapahit. Namun Gajah Mada, yang saat itu menjadi bhayangkara (sebutan untuk pasukan pengawal raja) berhasil memadamkannya. la menyelamatkan Jayanegara dengan mengungsikannya sementara ke sebuah desa bernama Badander. Jayanegara akhirnya meninggal akibat operasi (penyakit) oleh seorang tabib bernama Tancha, yang menaruh dendam terhadap Jayanegara.Tancha kemudian dibunuh oleh Gajah Mada.&nbsp;<br>Karena Jayanegara tidak berputra, ia digantikan oleh adiknya bernama Gayatri atau Bhre Kahuripan, dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi (memerintah 1328-1350 M). Pada masa pemerintahannya, yaitu pada tahun 1331 M, terjadi pemberontakan di Sadeng dan Keta, keduanya berada di wilayah Besuki, Jawa Timur. Pemberontakan ini dapat diatasi oleh Gajah Mada. Atas jasanya ini, ia diangkat sebagai Mahapatih Hamengkubumi Majapahit. Pada saat pengangkatannya tahun 1336 M, Gajah Mada mengucapkan sumpah terkenalnya, yang disebut Sumpah Palapa. Isinya: Gajah Mada pantang bersenang-senang sebelum dapat menyatukan Nusantara. Kawasan yang dimaksud sebagai Nusantara adalah pulau-pulau yang meliputi Malaka, Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku. Gayatri meninggal tahun 1350 M dan digantikan oleh putranya, Hayam Wuruk (memerintah 1350-1389 M).<br>Pada masa Hayam Wuruk, Majapahit mencapai puncak kejayaan: wilayahnya sangat luas, seluas wiiayah Indonesia sekarang, bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara lain di wilayah Asia Tenggara. Tidak dapat dimungkiri peran Gajah Mada sangat besar, yang konsisten mewujudkan Sumpah Palapa-nya.&nbsp;<br>Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pula karya sastra Nagarakertagama oleh mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, demikian juga kitab-kitab lain, seperti Sutasoma dan Arjunawijaya oleh Mpu Tantular. Sernboyan Bhinneka Tunggal lka merupakan kutipan dari kakawin Sutasoma. Sementara itu, seorang musafir Tiongkok, Ma-Huan, menulis pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agarna, dan adat istiadat. Hai ini karena pada waktu itu Majapahit juga dihuni oleh penduduk yang berasal dari Samudra Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk agama Islam serta penduduk asli yang beragama Hindu Buddha.&nbsp;<br>Kota Majapahit adalah kawasan urban dalam sejarah Indonesia. Himpunan kompleks permukiman dikelilingi oleh tembok bata berdenah kotak-kotak. Setiap blok kompleks dipisahkan oleh jalan, kebun, atau kanal. Pola tata letak seperti ini masih dapat ditemukan di Bali. Kemungkinan besar ibu kota Majapahit tersusun atas himpunan unit permukiman seperti ini. Kemakmuran Majapahit diduga karena majunya pertanian lembah Sungai Berantas serta dikuasainya jalur perdagangan rempah-rempah Maluku. Ekonomi Majapahit menjadi semakin kompleks sehingga memerlukan pecahan uang receh untuk mendukung aktivitas ekonomi mikro di pasar.&nbsp;<br>Politik penyatuan Nusantara Gajah Mada baru berakhir pada 1357 M dalam apa yang disebut Perang Bubat, yaitu perang antara Kerajaan Pajajaran (Sunda) dan Kerajaan Majapahit. Latar belakangnya sebagai berikut: Pada tahun 1357, Hayam Wuruk berniat meminang putri Raja Pajajaran Sri Baduga Maharaja bernama Dyah Pitaloka Citraresmi atau Citra Rashmi (1340-1357). Pihak Pajajaran menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Pada tahun 1357, rombongan raja Pajajaran beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri. Sri Baduga memerintahkan pasukannya berkemah di lapangan Bubat menunggu Hayam Wuruk menjemput putrinya. Namun, Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa Kerajaan Sunda takluk. Ia melarang Hayam Wuruk menjemput dan menginginkan Sri Baduga sendirilah yang datang sebagai tanda takluk. Sri Baduga murka dan menolak mentah-mentah. Perang pun tidak terelakkan. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan, Sri Baduga dan seluruh anggota pasukannya terbunuh. Dyah Pitaloka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan kerajaannya.&nbsp;<br>Gajah Mada meninggal tahun 1364. Sefama tiga tahun berlkutnya, jabatan mahapatih mangkubumi dibiarkan kosong• Baru pada tahun 1367, diangkatlah Gajah Enggon sebagai penggantinya.&nbsp;<br>Pada tahun 1389, Hayam Wuruk wafat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-RXLGI0FrFmU/VTAvE_DDtQI/AAAAAAAABdc/ZPa5tsFu2X8/s1600/kerajaan%2Bmajapahit.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 07:13:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727304250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Majapahit </title>
         <author>khoirulkalam689</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727362737</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;kerajaan<br>Raden Wijaya menghargai semua orang yang berjasa terhadapnya&nbsp; dengan memberi mereka kedudukan dalam pemerintahannya atau kekuasaan di daerah tertentu di Majapahit. &nbsp;<br>Pengganti Raden Wijaya adalah Jayanegara (memerintah 1309-1328 M), yang pada waktu itu masih berusia sekitar 15 tahun. Berbeda dari ayahnya Jayanegara tidak memiliki kecakapan dalam memerintah, sehingga la mendapat julukan "Kala Gemet" yang berarti lemah dan jahat. Pemerintahan Jayanegara diwarnai banyak pemberontakan. Dari seluruh pemberontakan tersebut, pemberontakan oleh salah seorang kepercayaan dan penasihat raja (disebut golongan Dharmaputra) bernama Ra Kuti yang terbesar karena hampir berhasil menggulingkan Majapahit. Namun Gajah Mada, yang saat itu menjadi bhayangkara (sebutan untuk pasukan pengawal raja) berhasil memadamkannya. la menyelamatkan Jayanegara dengan mengungsikannya sementara ke sebuah desa bernama Badander. Jayanegara akhirnya meninggal akibat operasi (penyakit) oleh seorang tabib bernama Tancha, yang menaruh dendam terhadap Jayanegara.Tancha kemudian dibunuh oleh Gajah Mada.&nbsp;<br>Karena Jayanegara tidak berputra, ia digantikan oleh adiknya bernama Gayatri atau Bhre Kahuripan, dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi (memerintah 1328-1350 M). Pada masa pemerintahannya, yaitu pada tahun 1331 M, terjadi pemberontakan di Sadeng dan Keta, keduanya berada di wilayah Besuki, Jawa Timur. Pemberontakan ini dapat diatasi oleh Gajah Mada. Atas jasanya ini, ia diangkat sebagai Mahapatih Hamengkubumi Majapahit. Pada saat pengangkatannya tahun 1336 M, Gajah Mada mengucapkan sumpah terkenalnya, yang disebut Sumpah Palapa. Isinya: Gajah Mada pantang bersenang-senang sebelum dapat menyatukan Nusantara. Kawasan yang dimaksud sebagai Nusantara adalah pulau-pulau yang meliputi Malaka, Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku. Gayatri meninggal tahun 1350 M dan digantikan oleh putranya, Hayam Wuruk (memerintah 1350-1389 M).<br>Pada masa Hayam Wuruk, Majapahit mencapai puncak kejayaan: wilayahnya sangat luas, seluas wiiayah Indonesia sekarang, bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara lain di wilayah Asia Tenggara. Tidak dapat dimungkiri peran Gajah Mada sangat besar, yang konsisten mewujudkan Sumpah Palapa-nya.&nbsp;<br>Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pula karya sastra Nagarakertagama oleh mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, demikian juga kitab-kitab lain, seperti Sutasoma dan Arjunawijaya oleh Mpu Tantular. Sernboyan Bhinneka Tunggal lka merupakan kutipan dari kakawin Sutasoma. Sementara itu, seorang musafir Tiongkok, Ma-Huan, menulis pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agarna, dan adat istiadat. Hai ini karena pada waktu itu Majapahit juga dihuni oleh penduduk yang berasal dari Samudra Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk agama Islam serta penduduk asli yang beragama Hindu Buddha.&nbsp;<br>Kota Majapahit adalah kawasan urban dalam sejarah Indonesia. Himpunan kompleks permukiman dikelilingi oleh tembok bata berdenah kotak-kotak. Setiap blok kompleks dipisahkan oleh jalan, kebun, atau kanal. Pola tata letak seperti ini masih dapat ditemukan di Bali. Kemungkinan besar ibu kota Majapahit tersusun atas himpunan unit permukiman seperti ini. Kemakmuran Majapahit diduga karena majunya pertanian lembah Sungai Berantas serta dikuasainya jalur perdagangan rempah-rempah Maluku. Ekonomi Majapahit menjadi semakin kompleks sehingga memerlukan pecahan uang receh untuk mendukung aktivitas ekonomi mikro di pasar.&nbsp;<br>Politik penyatuan Nusantara Gajah Mada baru berakhir pada 1357 M dalam apa yang disebut Perang Bubat, yaitu perang antara Kerajaan Pajajaran (Sunda) dan Kerajaan Majapahit. Latar belakangnya sebagai berikut: Pada tahun 1357, Hayam Wuruk berniat meminang putri Raja Pajajaran Sri Baduga Maharaja bernama Dyah Pitaloka Citraresmi atau Citra Rashmi (1340-1357). Pihak Pajajaran menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Pada tahun 1357, rombongan raja Pajajaran beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri. Sri Baduga memerintahkan pasukannya berkemah di lapangan Bubat menunggu Hayam Wuruk menjemput putrinya. Namun, Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa Kerajaan Sunda takluk. Ia melarang Hayam Wuruk menjemput dan menginginkan Sri Baduga sendirilah yang datang sebagai tanda takluk. Sri Baduga murka dan menolak mentah-mentah. Perang pun tidak terelakkan. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan, Sri Baduga dan seluruh anggota pasukannya terbunuh. Dyah Pitaloka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan kerajaannya.&nbsp;<br>Gajah Mada meninggal tahun 1364. Sefama tiga tahun berlkutnya, jabatan mahapatih mangkubumi dibiarkan kosong<br>• Baru pada tahun 1367, diangkatlah Gajah Enggon sebagai penggantinya.&nbsp;<br>Pada tahun 1389, Hayam Wuruk wafat.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-rLcbjEL6CwY/U0NWruPGq6I/AAAAAAAAAHE/aicYUHnuufA/s1600/Kerajaan+Maja+Pahit.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 07:42:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727362737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan kutai</title>
         <author>khoirulkalam689</author>
         <link>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727376692</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Kutai (Kutai Martadipura) merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar abad IV, kerajaan ini berlokasi di daerah Kutai, Kalimantan Tirnur. Pusat pemerintahannya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam dengan wilayah kekuasaan meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.&nbsp;<br>Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasasti yang ditulis di atas tujuh buah yupa (tugu batu). Prasasti tersebut ditemukan antara tahun 1879 dan 1940 di daerah hulu Sungai Mahakam. Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa (huruf yang banyak digunakan di wilayah India selatan) dan berbahasa Sanskerta.&nbsp;<br>Dari salah satu yupa tersebut, diketahui bahwa raja yang memerintah Kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.<br><br></div><div>• Keadaan masyarakat dan kehidupan sosial budaya&nbsp;<br><br></div><div>Sumber tentang Kerajaan Kutai sangat terbatas. Namun, dari ketujuh yupa dapat disimpulkan beberapa hal berikut. Pertama, disebutnya nama Kudungga yang menurut para sejarawan merupakan nama asli indonesia. Disebutkan pula, Kudungga mempunyai putra bernama Aswawarman, yang disebut-sebut sebagai pendiri dinasti. Aswawarman memiliki putra bernama Mulawarman. Dua nama terakhir jelas menggunakan bahasa Sanskerta. Mereka adalah raja Kutai yang merupakan orang Indonesia asli dan memeluk agama Hindu.<br>Kedua, Raja Mulawarman melakukan upacara pengurbanan dan memberikan hadiah atau sedekah kepada para brahmana sejumlah 2.0.000 ekor sapi. Hal ini menunjukkan Kerajaan Kutai di bawah Mulawarman cukup kaya dan makmur. Dari letaknya yang tidak jauh dari pantai, Kutai kemungkinan besar menjadi tempat singgah ka</div>]]></description>
         <enclosure url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1566900690/jdaurzdxxmypbdlvdnow.jpg" />
         <pubDate>2021-09-09 07:49:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadivaaini18/pp9j150td3zv5ah0/wish/1727376692</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
