<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kelas XI LK 1 by Citra Amelia Sudiyati</title>
      <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-04 02:56:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-27 10:06:14 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>citraamelia94</author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199730886</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Menganalisis ciri-ciri cerpen.</strong></p><p><strong>Berdiskusi dan menjawab pertanyaan berdasarkan cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang.</strong></p><p>Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok terdiri atas 6-7 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di bawah ini.</p><p><br></p><p>Kelompok 1 dan 4&nbsp;</p><p>Berdasarkan ciri-ciri sebuah cerpen, jelaskan apakah cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” pada halaman 57-62 sudah memenuhi ciri-ciri cerpen?</p><p>Jawablah dengan melengkapi pertanyaan di bawah ini!</p><p>Ciri-ciri Cerpen dan Penjelasan dan Bukti</p><ol><li><p>Jumlah Kata:</p></li><li><p>Waktu membaca:</p></li><li><p>Tokoh:</p></li><li><p>Jumlah peristiwa atau konflik:</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Kelompok 2 dan 5</p><p>Berdasarkan cerpen di atas jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berdasarkan analisis tokoh dan penokohannya, mengapa Ustat Syamsuri disebut tokoh utama dan Rahing adalah tokoh pendukung? Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa latar waktu pada cerpen tersebut terjadi pada seputar peristiwa memperebutkan kemerdekan Indonesia? Jelaskan disertai bukti yang mendukung!</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada cerpen di atas terdapat kutipan, “<em>Kita harus sadar diri, Ustad</em>.” Siapakah yang mengatakan kalimat tersebut dan kepada siapa dia mengatakan hal itu? Jelaskan maksud dari kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada cerita pendek di atas juga ada kutipan, M<em>atahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal.</em></p><p>Siapakah yang mengatakan hal tersebut dan jelaskan maksud kutipan tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?</p><p>e.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Ustad Syamsuri akhirnya angkat senjata melawan Belanda?</p><p>f.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Westerling disebut sebagai Si Jagal dari Turki?</p><p>g.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana pendapatmu akan sikap Rahing yang memilih menyelamatkan istrinya dahulu dari pada berangkat melawan Belanda?</p><p>h.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada cerita pendek di atas terdapat kutipan, <em>“Sebaikbaiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” lanjut Rahing terisak</em>. Siapakah yang dimaksud oleh Rahing tentang manusia yang baik dan telah memberi manfaat bagi sesamanya itu? Jelaksan alasan Rahing sehingga dia mengatakan hal tersebut!</p><p>i.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana akhir kisah hidup Ustad Syamsuri?</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Menganalisis unsur-unsur intrinsik pembangun cerpen</strong></p><p>Bacalah cerpen “Tukang Cukur” karya Budi Darma pada halaman 67-72.</p><p><strong>Menganalisis unsur-unsur intrinsik pada cerpen ‘Tukang Cukur’’ karya Budi Darma.</strong></p><p>Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok yang<strong> </strong>terdiri atas 6-7 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di<strong> </strong>bawah ini.</p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>Kelompok 3 dan 6</p><p>Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk menggali unsur-unsur intrinsik yang ada dalam cerpen cerpen “Tukang Cukur” karya Budi Darma.</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebutkan dan jelaskan tema utama dan tema tambahan dari cerpen “Tukang Cukur”!</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Identifikasilah siapa yang menjadi tokoh utama dan siapa saja yang menjadi tokoh tambahan!</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Identifikasilah siapa saja tokoh yang merupakan tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh campuran! Berikan bukti dengan mengambil kutipan dari cerpen tersebut!</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jelaskan dan berikan bukti jenis sudut pandang pencerita yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur”!</p><p>e.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tunjukkan dan jelaskan kelima tahap alur yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” dan berikan buktinya!</p><p>f.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Identifikasilah latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen “Tukang Cukur” dan berikan buktinya!</p><p>g.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Analisislah bagaimana gaya bahasa digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” sehingga mampu menggambarkan suasana dalam cerpen dengan baik? Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!</p><p>h.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jelaskan dengan kalimat yang baik apa amanat yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 03:44:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199730886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199992702</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><ol><li><p>Aulia Sakura (05)</p></li><li><p>Aziza Keylanov (07)</p></li><li><p>Linda (22)</p></li><li><p>Septi Ayu (30)</p></li><li><p>Thabitha Dinda (33)</p></li><li><p>Yumna Fairuz (35)</p></li></ol><p><br></p><p>a. karena dia sering muncul dalam cerita dan konflik dalam cerpen terpusat kepadanya,  ia juga memimpin laskar pada masa penjajahan di Sulawesi. Sedangkan Rahing adalah tokoh pendukung karena hanya beberapa kali tampil dalam cerita dan pusat konflik tidak terletak padanya, ia juga mengatakan “Kita harus sadar diri, Ustad” kepada Ustad Syamsuri. Rahing mengatakan hal itu karena pasukan yang dipimpin Ustad Syamsuri kalah dari pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling</p><p><br></p><p>b. Karena latar waktu dalam cerpen adalah sekitar tahun 1946 dan 1947, yakni masa-masa memperebutkan kemerdekaan Indonesia. </p><p><br></p><p>c. Kalimat "Kita harus sadar diri, Ustad," dalam cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon diucapkan oleh Rahing kepada Ustad Syamsuri. Rahing mengungkapkan kalimat ini sebagai peringatan bahwa mereka harus menyadari keterbatasan mereka, terutama karena persenjataan dan jumlah pasukan Laskar Bacukikki yang dipimpin oleh Ustad Syamsuri kalah jauh dibandingkan dengan pasukan DST-KNIL yang dipimpin oleh Westerling.</p><p><br></p><p>Maksud kalimat tersebut dalam konteks cerita adalah menunjukkan bahwa perjuangan melawan pasukan Belanda, khususnya di bawah komando Westerling yang kejam, terasa sangat berat dan hampir mustahil dimenangkan dengan kekuatan yang mereka miliki. Hal ini menggambarkan realitas pahit yang dihadapi para pejuang lokal saat berhadapan dengan kekuatan militer kolonial yang superior.</p><p><br></p><p>d. Kutipan "Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal" diucapkan oleh Ustad Syamsuri. Ustad Syamsuri mengatakan hal tersebut karena tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan.</p><p><br></p><p>e. Ustadz Syamsuri memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda karena kondisi yang sangat memprihatinkan dan penindasan kejam yang dialami oleh masyarakat. Dia tidak hanya digerakkan oleh semangat nasionalisme, tetapi juga oleh tanggung jawab moral dan keagamaan untuk melindungi kehormatan dan kehidupan rakyatnya.</p><p><br></p><p>Konflik dengan pasukan kolonial Belanda, khususnya dengan kehadiran tokoh brutal seperti Westerling (disebut "Si Jagal dari Turki"), memicu tindakan perlawanan. Kekerasan dan eksekusi tanpa pandang bulu yang dilakukan oleh pasukan Belanda membuat Ustadz Syamsuri merasa tidak ada pilihan lain selain bertempur. Perjuangannya diiringi oleh rasa takut, keputusasaan, dan sakit fisik, tetapi ia tetap melangkah maju dengan harapan mempertahankan kehormatan masyarakat dan melawan ketidakadilan kolonial.</p><p><br></p><p>f. Westerling disebut sebagai Si Jagal dari Turki karena ia berasal dari Turki dan disebut sebagai Si Jagal karena ia adalah pimpinan pasukan DST yang sangat kejam yang melakukan genosida di Sulawesi Selatan.</p><p><br></p><p>g. Dari sudut pandang bela negara perilaku tersebut dapat dianggap salah</p><p><br></p><p>Hal ini berarti kepentingan pribadi diatas kepentingan bangsa dan negara. Seharusnya kepentingan negara lebih tinggi atau lebih utama, dari pada  kepentingan pribadi dan golongan</p><p><br></p><p>h. Yang dimaksud oleh Rahing adalah Ustad Syamsuri, karna sepanjang hidup sampai matinya ia selalu bermanfaat bagi orang lain</p><p><br></p><p>i. Dalam cerpen "Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon" karya Faisal Oddang, kisah hidup Ustadz Syamsuri berakhir tragis. Setelah konflik yang melibatkan kolonial Belanda dan pasukan Westerling, Ustadz Syamsuri dan para penduduk yang mencoba melawan akhirnya kalah. Mereka ditangkap dan digiring ke sebuah lapangan di bawah hujan deras, di mana mereka diperlakukan dengan sangat kejam.</p><p><br></p><p>Di tengah situasi yang mencekam, Westerling dan pasukan DST (Depot Speciale Troepen) melakukan eksekusi brutal. Beberapa penduduk, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas tanpa perlawanan. Ustadz Syamsuri, yang memimpin Laskar Bacukikki, menyaksikan kekejaman ini. Malam yang penuh dengan petir dan hujan deras berujung dengan ratusan nyawa yang dicabut secara tidak manusiawi, termasuk orang-orang yang berjuang di sisinya.</p><p><br></p><p>Cerita berakhir dengan suasana penuh darah dan kehilangan, menyoroti kekejaman kolonialisme yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat, serta ketidakberdayaan di hadapan kekuatan besar yang  kejam dan tanpa belas kasihan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:07:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199992702</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 : Bunga Permata K. (9), Cahya Agwin (10), Kiara Josa F. (20), Mei Liya C. (25), Rachel Regina O. (28), Widya Karista R. (34)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199995881</link>
         <description><![CDATA[<p>Jelaskan apakah cerpen "mengapa mereka berdoa kepada pohon" Pada halaman 57-62 sudah memenuhi ciri-ciri cerpen! Iya sudah</p><ol><li><p>Jumlah kata : 1.558 kata</p></li><li><p>Waktu membaca : kurang lebih 15 menit</p></li><li><p>Tokoh : laskar andi makkasau, ustad Syamsuri, jendral Simon, rahing, si jagal dari Turki, Fatimah, akbar, laskar bacukiki </p></li><li><p>Jumlah peristiwa atau konflik : terdapat 6 peristiwa dan hanya berisi 1 kejadian penting yaitu saat ustad Syamsuri harus kembali mengangkat senjata karena kedatangan Belanda dan pembunuhan oleh Westerling. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:10:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199995881</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199996842</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 3</p><p>Nama Anggota :</p><p>1. Aila Canda R.P / 2</p><p>2. ⁠ Aura Rosiva K.N / 6</p><p>3. ⁠Feby Fathika Rahmawati / 12</p><p>4. ⁠Firlaily Salsabila / 13</p><p>5. ⁠Ratu Keysya B.R / 29</p><p>6. ⁠Sofiyana Nurul Z / 31</p><p><br/></p><p>1.Tema utama tentang manusia yang oportunis </p><p>Tema tambahan penggambaran kemiskinan pada zaman itu </p><p><br/></p><p>2.Tokoh Utama: tukang cukur </p><p> ⁠Tokoh Tambahan : Gito, Ayah, Ibu, Dasuki, Kakek Leman, Ruslan</p><p><br/></p><p>3.Tokoh Protagonis (Para tokoh ini tidak berbuat jahat) : Gito, Ayah, Ibu</p><p>Tokoh Antagonis (Tokoh ini oportunis dan sering berpindah pindah keberpihakan) : Tukang cukur</p><p>Tokoh Campuran (tokoh ini punya sisi baik dan buruk, terlihat ketika dia menolong keluarga gito saat perang, namun diakhir cerita Ruslan justru diketahui sebagai pemberontak : Ruslan </p><p><br/></p><p>4.Sudut pandang cerita yang digunakan yaitu orang ketiga, buktinya tidak didapati kata aku atau kamu</p><p><br/></p><p>5.Tahap-tahap Alur yang digunakan ada lima tahap :</p><p>- Tahap pengenalan (exposition atau orientasi), yaitu pada saat diperkenalkan dengan tokoh yang bernama Gito yang mempunyai latar belakang miskin.</p><p>- Tahap kemunculan konflik (rising action), yaitu pada saat Kakek Leman menceritakan ada seorang tukang cukur yang melukai kepalanya.</p><p>- Tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks) terjadi ketika tokoh Tukang Cukur berganti-ganti memihak kepada pihak-pihak yang sedang meraih kemenangan: dia memihak PKI, kemudian berubah memihak TNI, lalu berpindah memihak Belanda, dan akhirnya memihak NII.</p><p>- Tahap konflik menurun (antiklimaks), yaitu pada saat terjadi pertempuran di pabrik rokok Nitisemito dan ditemukan beberapa korban yang telah menjadi mayat.</p><p>- Tahap penyelesaian (resolution) yaitu terjadi ketika Gito mengetahui bahwa salah satu mayat yang melakukan pemberontakan NII adalah Tukang Cukur.</p><p><br/></p><p>6.Latar yang digunakan meliputi latar waktu, tempat, dan suasana.</p><p>- Latar tempat, beberapa lokasi disebutkan menjadi latar dari cerpen ini adalah di daerah Kudus. Informasi ini terdapat pada kutipan: “Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus…”</p><p>- Latar waktu pada cerpen ini, yaitu pada September 1948–Desember 1949.</p><p>- Latar suasana yang terbangun dalam cerpen ini adalah menegangkan dan penuh kejutan. Suasana menegangkan terjadi karena pada latar masa revolusi, yaitu September 1948–Desember 1949. Penuh kejutan karena kegiatan yang dilakukan Tukang Cukur sulit diprediksi.</p><p><br/></p><p>7.Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” ini sangat mewakili suasana dalam cerpen yang penuh ketegangan, seperti penggambaran perang yang memaksa Gito dan ayah ibunya untuk mengungsi. Hal ini terlihat pada kalimat: Setelah Kudus ditinggal oleh pasukan Siliwangi, pada suatu hari, ketika fajar hampir tiba, seluruh kota Kudus terasa bergetar-getar, langit dilalui pesawat cocor merah yang terbang sangat rendah, datang dan pergi, datang dan pergi lagi.</p><p><br/></p><p>8.Amanat yang ingin disampaikan oleh penulis cerpen "Tukang Cukur" kepada pembaca adalah seseorang yang senang mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari kesempatan yang ada tanpa berpegang pada prinsip tertentu, maka akan menuai akibat dari perbuatannya tersebut.</p><p><br/></p><p>Sikap senang mengambil keuntungan untuk diri sendiri ini tampak pada diri si Cukur yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:11:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3199996842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200007198</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok:</p><p><strong>Aqila (04)</strong></p><p><strong>Bias (08)</strong></p><p><strong>Gracia (15)</strong></p><p><strong>Maheswari (23)</strong></p><p><strong>Nailah (27)</strong></p><p><strong>Zahra (36)</strong></p><p><br/></p><ol><li><p>Jumlah kata: 1.554</p></li><li><p>Waktu membaca: </p><p>○ 10 menit 40 detik (Hasil observasi yang dilakukan kelompok 4)</p><p>○ 25 menit apalabila dibaca serta memaknai nya.</p></li><li><p>Tokoh: Ustad Syamsuri, Rahing, Si Jagal, dan Turki</p></li><li><p>Jumlah Peristiwa atau Konflik: </p><p>Terdapat 6 peristiwa Perang  dan hanya berisi 1 kejadian penting, yaitu kembali pecah di tahun 1947, Ustad Syamsuri bergabung dengan Laskar Bacukikki dan berjuang melawan pasukan Belanda (DST). Terjadi aksi perang dan penindasan terhadap penduduk yang akhirnya menyebabkan banyak kematian.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:19:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200007198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200010001</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Anggota Kelompok :</em></p><ol><li><p><em>Aliffia Ayu (3) </em></p></li><li><p><em>Dhiya Febriyanti (11) </em></p></li><li><p><em>Helda Hasiaristi (17) </em></p></li><li><p><em>Keysa Dwi (18) </em></p></li><li><p><em>Tanya Rifdah (32) </em></p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Jawaban</strong></p><p><strong>a</strong>. tema utama: kemanusiaan dan empati.</p><p>    tema tambahan: kehidupan sosial dan kelas, identitas dan pencarian diri, kesederhanaan dan kehidupan.</p><p><strong> b</strong>. tokoh utama: tukang cukur</p><p>      tokoh tambahan: gito, kakek leman, dasuki, ayah, ibu, dan ruslan.        </p><p><strong> c</strong>. tokoh protagonis: gito, ayah, ibu</p><p>     tokoh antagonis: tukang cukur.    dan ruslan</p><p>     tokoh campuran: dasuki</p><p><strong>d</strong>. 1. Penggunaan kata ganti “aku” Cerpen ini banyak menggunakan kata “aku” untuk menunjukkan narator sebagai pelaku utama cerita.</p><p>2. Narator adalah tokoh utama: Cerita disampaikan langsung dari perspektif tukang cukur, sehingga pembaca hanya mengetahui peristiwa, pemikiran, dan perasaan yang dialami oleh narator.</p><p>3. Pemikiran dan perasaan narator yang mendalam: Dalam cerita ini, pembaca dapat memahami pemikiran-pemikiran, kekhawatiran, dan persepsi subjektif dari si tukang cukur terhadap situasi yang ia hadapi dan orang-orang di sekitarnya.</p><p><strong>e</strong>. 1. Pengenalan (Exposition)</p><p>Kutipan: "Di sudut kota yang sepi, ada sebuah kedai cukur yang dikelola seorang tukang cukur yang sederhana."</p><p>2. Pemicu (Rising Action)</p><p>Kutipan: "Setiap kali pelanggan datang, mereka berbagi kisah tentang hidup mereka, dari yang menyenangkan hingga yang penuh kesedihan."</p><p>3. Klimaks</p><p>Kutipan: "Saat seorang pelanggan mulai mengungkapkan kegalauan yang mendalam, tukang cukur merasakan getaran emosi yang kuat."</p><p>4. Penurunan (Falling Action)</p><p>Kutipan: "Tukang cukur mengingat semua cerita itu, merasa seolah hidup mereka saling terkait, memberikan makna pada setiap potongan rambut."</p><p>5. Penyelesaian (Resolution)</p><p>Kutipan: "Akhirnya, tukang cukur menyadari bahwa setiap potongan rambut bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga cara untuk memahami kehidupan orang lain."</p><p><strong>f</strong>. 1. Latar Tempat</p><p>   -Tempat utama adalah di kedai cukur*</p><p>     Bukti: Narator sering menggambarkan aktivitas sehari-hari di kedai cukurnya, seperti interaksi dengan pelanggan dan suasana di tempat kerjanya.</p><p>2. Latar Waktu</p><p>   - Tidak ada waktu spesifik yang disebutkan secara eksplisit</p><p>   Bukti: Cerita berlangsung dalam rangkaian hari kerja narator, yang terlihat dalam penggambaran rutinitasnya di tempat cukur.</p><p>3. Latar Suasana</p><p>   - Suasana kesepian dan kesunyian*</p><p>     Bukti: Narator mengungkapkan perasaan-perasaan kesepian dan introspektifnya, terutama ketika ia merasa kurang diperhatikan oleh pelanggan atau merasa bahwa hidupnya monoton.</p><p>   - Suasana ketidaknyamanan*</p><p>     Bukti :Narator seringkali merasa kurang dihargai dan memandang situasi sekitarnya dengan perasaan negatif.</p><p><strong>g</strong>. Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” ini sangat mewakili suasana dalam cerpen yang penuh ketegangan, seperti</p><p>penggambaran perang yang memaksa Gito dan ayah ibunya untuk mengungsi.</p><p>Hal ini terlihat pada kalimat: Setelah Kudus ditinggal oleh pasukan Siliwangi, pada suatu hari, ketika fajar hampir tiba, seluruh kota Kudus terasa bergetar-getar, langit dilalui pesawat cocor merah yang terbang sangat rendah, datang dan pergi, datang dan pergi lagi. </p><p><strong>h</strong>. Amanat yang ingin disampaikan Budi Darma dalam cerpen <em>Tukang Cukur</em> adalah pentingnya memahami arti keberadaan dan harga diri, serta mencari makna dalam kehidupan yang mungkin tampak sederhana atau monoton. Melalui tokoh tukang cukur, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana rasa kesepian dan keterasingan dapat memengaruhi pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Cerita ini juga mengingatkan bahwa setiap orang, terlepas dari profesinya, layak mendapatkan penghargaan dan perhatian dari orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200010001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200012259</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Ghina Khonsa (14)</p></li><li><p>Halimatus Saadiyah (16)</p></li><li><p>Kinanti Faldia (21)</p></li><li><p>Marshalya Dewi (24)</p></li><li><p>Nafla Hanun (26) </p></li></ol><p><br/></p><p><strong>A. <em>Ustad Syamsuri</em></strong>: disebut tokoh utama karena, menjadi pusat perhatian dalam cerita dan seringkali terlibat langsung dalam konflik utama cerita. </p><p><strong>BUKTI</strong>: diawal cerita tertulis bahwa "Aku tumbuh menjadi pohon" dan pada akhir cerita juga tertulis "arwah ustad syamsuri dilapangan ini tumbuh jadi pohon asam, pohon yang penuh manfaat."</p><p><strong><em>Rahing</em></strong>: sebaliknya, tindakan rahing tidak biasanya memberikan dampak yang luas. Ia mungkin berperan dalam mendukung atau menantang ustad syamsuri, tetapi tidak berdampak pada alur yang lebih besar. </p><p><strong>BUKTI</strong>: karena pada akhir cerita, pohon yang dimaksud dalam cerita adalah ustad syamsuri. </p><p><br/></p><p><strong>B</strong>. karena latar waktu yang dipilih adalah saat festival peringatan kemerdekaan Indonesia, dilakukan untuk menonjolkan tema nasionalisme dan kebebasan yang menjadi inti cerita pemilihan latar waktu, dan menggambarkan refleksi karakter utama</p><p><strong>BUKTI</strong>: pada cerita tertulis latar waktu yaitu "Desember 1946", "Bersama Rahing, bersama Laskar Andi Makassau lainnya, aku pernah berjuang sebelum kemerdekaan dan ketika semuanya telah kami rebut"</p><p><br/></p><p><strong>C</strong>. Yang mengatakan kalimat tersebut adalah rahing, dan Rahim mengatakannya untuk Ustad Syamsuri </p><p>maksud dari kalimat tersebut adalah secara senjata dan peralatan serta jumlah pasukan laskar Batucicci pimpinan Ustad Syamsuri kalah dibandingkan pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling.</p><p><br/></p><p><strong>D</strong>. Yang mengatakan hal tersebut adalah Ustadz Syamsuri karena dia tidak akan menyerah kepada Belanda sebelum maut sendiri yang datang padanya.</p><p><br/></p><p><strong>E</strong>. Alasan Ustad Syamsuri angkat senjata adalah gara-gara kematian istri dan anaknya akibat di granat oleh Belanda.</p><p><br/></p><p><strong>F</strong>. Karena Westerling pimpinan pasukan DST–KNIL dan membunuh banyak rakyat Sulawesi.</p><p><br/></p><p><strong>G</strong>. Menurut pendapat kita rahing menunjukkan nilai cinta dan tanggung jawab keluarga, meskipun dapat diperdebatkan dari sudut pandang patriotisme.</p><p><br/></p><p><strong>H</strong>. Terdapat kalimat “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” lanjut Rahing terisak.</p><p>Yaitu Ustad Syamsuri karena sejak hidup sampai kematian selalu berguna untuk orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>I</strong>. Akhir kisah hidup Ustad Syamsuri adalah dia meninggal di Wajo akibat tuberkulosis</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 07:23:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3200012259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Cerita Pendek</title>
         <author>citraamelia94</author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3209599926</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968455008/793450555f3ce0001207c7cccb6db5d2/Cerita_Pendek_Kelas_XI.pdf" />
         <pubDate>2024-11-10 08:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3209599926</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19. Khansa Luna As-syifa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3211315792</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Jumlah kata : 1558 kata </p></li><li><p>Waktu membaca : sekitar 20 menit</p></li><li><p>Tokoh :  Ustad Syamsuri, Rahing, Laskar Andi Makassau, Fatimah, Westerling si jagal dari Turki, Laskar Bacukikku</p></li><li><p>Jumlah peristiwa 6, dan 1 paling utama√ ketika perang kembali pecah , awal 1947</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 14:25:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3211315792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Drama</title>
         <author>citraamelia94</author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455180786</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968455008/84e726459fabbc329b2cbe8114c60a3c/Materi_Drama_XI_LK_1.pdf" />
         <pubDate>2025-05-17 16:05:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455180786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKPD Rawa Pening</title>
         <author>citraamelia94</author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455672840</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968455008/b2acc571024e7f8497103cc796e80403/Kelompok_Rawa_Pening__1_3_.pdf" />
         <pubDate>2025-05-18 12:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455672840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKPD Pertempuran 5 Hari Semarang</title>
         <author>citraamelia94</author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455673610</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968455008/578081cab51957683c18cd74f49a86a7/Kelompok_Pertempuran_5_Hari_Semarang__4_6_.pdf" />
         <pubDate>2025-05-18 12:32:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3455673610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458257162</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><ol><li><p>Bunga Permata Kirana (9)</p></li><li><p>Ghina Khonsa Haniyah (14)</p></li><li><p>Gracia Yuliette Queen Yarangga (15)</p></li><li><p>Halimatus Sa'diyah (16)</p></li><li><p>Keysa Aqni Dewianti (18)</p></li><li><p>Linda (22)</p></li></ol><p><br/></p><p>Jawaban</p><ol><li><p>Terdapat 5 latar tempat, yaitu:</p><p>&gt;Rumah Soeroso: Saat Soeroso pertama kali menyampaikan berita kemerdekaan.</p><p> “Barusan saya mendengarkan lewat radio bahwa bung karno telah memproklamasikan kemerdekaan…”</p><p>&gt;Markas rakyat Indonesia: Tempat berkumpul dan merencanakan aksi.</p><p>“2 hari kemudian... mereka berkumpul di markas rakyat Indonesia di Semarang...”</p><p>&gt;Kediaman Gubernur Wongsonegoro: Untuk meminta persetujuan melucuti senjata.</p><p>“Keesokan harinya Soeroso dan rakyat Indonesia menemui gubernur Wongsonegoro di kediamannya…”</p><p>&gt;Markas tentara Jepang: Tempat negosiasi dan penyerangan.</p><p>“Di markas tentara Jepang... Mayor Kido: Wongsonegoro-tsa, ada perlu apa datang kesini?”</p><p>&gt;Tempat pasokan air: Saat Dr. Kariadi pergi dan ditembak.</p><p>“Ditengah perjalanan ke tempat pasokan air, Dr. Kariadi bertemu dengan tentara jepang dan beliau ditembak mati…”</p></li><li><p>Terdapat 4 babak, dengan bukti:</p><p>Babak 1: Proklamasi sampai rencana pertemuan.</p><p>&gt; “Barusan saya mendengarkan lewat radio... lusa kita kumpulkan rakyat Indonesia yang lain.”</p><p>Babak 2: Rapat markas dan pertemuan dengan gubernur.</p><p>&gt; “Rakyat Indonesia 2: 13 Oktober yang lalu terdengar kabar…”</p><p>Babak 3: Penolakan Jepang, aksi pelucutan, dan kematian Dr. Kariadi.</p><p>&gt; “Soeroso: Saya yang bertugas melucuti senjata kalian…”</p><p>Babak 4: Serangan balasan Jepang dan pengunduran diri rakyat.</p><p>&gt; “Keesokan harinya secara tiba-tiba tentara jepang melancarkan serangan dari dua jurusan…”</p></li><li><p>Prolog:</p><p>&gt; “1 Maret 1942 saat pertama kalinya pasukan Jepang mendarat... akhirnya jepang luluh lantah.”</p><p>Dialog:</p><p>&gt; Semua bagian percakapan antar tokoh seperti:</p><p>“Soeroso: Indonesia merdeka! Indonesia merdeka!”</p><p>Epilog:</p><p>&gt; “Setelah memberikan perlawanan selama setengah jam... rakyat indonesia mengundurkan diri dan meninggalkan markasnya.”</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p> Tokoh utama:</p><p>Soeroso, karena ia paling banyak mengambil keputusan dan menggerakkan aksi.</p><p>&gt; “Soeroso: Baiklah, lusa kita kumpulkan rakyat Indonesia... kita akan rebut kekuasaan dari Jepang…”</p><p>Peran pendukung:</p><p>Rakyat Indonesia 1, 2, 3, Mr. Wongsonegoro, Mayor Kido, Dr. Kariadi.</p><p>Mereka membantu jalannya cerita dan konflik, tapi tidak sedominan Soeroso.</p><p>&gt; Contoh: “Rakyat Indonesia 2: Kita telah diserang…”</p></li></ol><p><br/></p><ol start="5"><li><p>Baik:</p><p>Soeroso: Pemimpin perjuangan rakyat.</p><p>&gt; “Soeroso: Kita akan rebut kekuasaan dari Jepang...”</p><p>Dr. Kariadi: Rela mati demi rakyat.</p><p>&gt; “Dr. Kariadi: Tidak, ini menyangkut kelangsungan hidup rakyat semarang.”</p><p>Jahat:</p><p>Mayor Kido dan tentara Jepang: Menyerang dan membunuh rakyat.</p><p>&gt; “Tentara Jepang: Saya tidak akan menyerah... kami hanya akan menyerahkan senjata kami kepada sekutu.”</p><p>Campuran:</p><p>Mr. Wongsonegoro: Berniat damai, tapi ragu dan menghambat aksi.</p><p>&gt; “Mr. Wongsonegoro: Tentunya saja kita tidak ingin ada korban... Bagaimana kalau kita melakukan perundingan?”</p></li></ol><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Konflik antara rakyat Indonesia yang ingin mengambil alih senjata Jepang demi mempertahankan kemerdekaan, sementara tentara Jepang menolak menyerahkan senjata.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="7"><li><p>Perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="8"><li><p>Alur maju (progresif), karena cerita dimulai dari proklamasi hingga pertempuran tanpa kilas balik.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="9"><li><p>Pentingnya keberanian dan persatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan.</p><p>Kemerdekaan tidak datang tanpa pengorbanan.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="10"><li><p>Rakyat Indonesia terpaksa mundur dari markas karena serangan besar-besaran dari tentara Jepang.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:08:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458257162</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKPD PERTEMPURAN 5 HARI SEMARANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458273303</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 5:</p><p>1. Aqila Risdi</p><p>2. Cahya Agwin</p><p>3. Helda Hasiaristi </p><p>4. Marshalya Dewi</p><p>5. Tanya Rifdah </p><p>6. Yumna Fairuz </p><p><br/></p><p>1. Terdapat berapa latar tempat, dalam drama tersebut? jelaskan disertai dengan bukti!</p><p>Jawab:</p><p>Terdapat 4 latar</p><p>a. Markas rakyat, ditempat tersebut Suroso dan para pemuda bermusyawarah untuk melucuti senjata tentara Jepang.</p><p>b. Kediaman Wongsonegara, Suroso dan para pemuda menemui Wongsonegara untuk menjadi wakil dari pemerintah</p><p>c. Markas tentara jepang, tempat dimana Suroso dan Wongsonegoro serta pemuda lainnya bertemu dengan Mayor Kido dan pasukannya untuk pergi dari Indonesia serta menyerahkan senjatanya. Ditempat itu juga pemuda Indonesia melucuti senjata tentara Jepang</p><p>2. Terdapat berapa babak, drama yang telah kalian baca tersebut? jelaskan dan berikan buktinya!</p><p>Jawab: </p><p>Terdapat 8 babak</p><p>a. babak 1: Suroso memberi informasi kepada para pemuda bahwa Bung Karno telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia</p><p>b. babak 2: Suroso dan para pemuda bertemu kembali di markas rakyat untuk berencana melucuti senjata tentara Jepang</p><p>c. babak 3: Suroso dan para pemuda bertemu Wongsonegoro untuk memintanya menjadi wakil pemerintah</p><p>d. babak 4: Wongsonegoro dan Suroso bertemu Mayor Kido untuk memintanya pergi dan menyerahkan senjatanya kepada Indonesia</p><p>e. babak 5: Suroso dan Wongsonegoro berdiskusi kembali untuk merencanakan bagaimana cara mengusir tentara Jepang</p><p>f. babak 6: Suroso dan para pemuda  berhasil melucuti senjata tentara Jepang</p><p>g. babak 7: Dibunuhnya Dr.Kariadi</p><p>h. babak 8: Terjadilah perang antara Tentara Jepang dan Pemuda Semarang selama 5 hari</p><p>3. Paragraf 1 sampai 2 merupakan prolog. Paragraf 3 sampai 21 merupakan diaolog. Dan paragraf 22 merupakan epilog dari cerita tersebut</p><p>4. Tokoh utama nya ialah  Mr.Wongsonegoro, Soeroso dan Mayor Kido dikarenakan ketiga tokoh tersebut muncul tidak hanya sesekali dan memiliki peran yang penting</p><p>Sedangkan peran pendukung nya ialah Dr.kariadi, rakyat indonesia, dan tentara jepang karena memiliki peran yang menunjang cerita, tetapi tidak sebagai tokoh utama. Mereka membantu tokoh utama mencapai tujuannya ataupun menghalanginya</p><p>5. perwatakan baik: </p><p>Soeroso</p><p>Bukti: Soeroso selalu mencoba mencari jalan damai terlebih dahulu dengan menyarankan menemui gubernur dan kemudian bersedia berunding dengan tentara Jepang.</p><p>Mr. Wongsonegoro</p><p>Bukti: Sebagai wakil pemerintahan, ia lebih mengutamakan perundingan dan menghindari pertumpahan darah.</p><p> </p><p>Dr. Kariadi</p><p>Bukti: Rela mengecek pasukan air demi keselamatan rakyat Semarang meskipun berisiko besar, bahkan sampai gugur.</p><p>perwatakan jahat: </p><p>Mayor Kido</p><p>Bukti: Menolak menyerahkan senjata kepada rakyat Indonesia, hanya kepada sekutu. Setelah tentaranya kalah.</p><p>Tentara Jepang</p><p>Bukti: Menembak Dr. Kariadi yang tidak bersenjata dan meracuni pasokan air.</p><p>berwatak campuran:</p><p>Rakyat Indonesia 2</p><p>Bukti: Ia ingin bertindak cepat dan bahkan mendesak untuk menyerang, namun tetap setuju saat diajak berunding.</p><p>Rakyat Indonesia 1 dan 3</p><p>Bukti: Awalnya ingin segera menyerang tanpa rencana matang, tapi juga tetap ikut rapat dan mengikuti arahan.</p><p>6. Apa konflik utama yang terjadi dalam drama tersebut?</p><p>Jawab : Konflik utama dalam drama ini adalah perebutan kekuasaan dan pelucutan senjata tentara Jepang oleh rakyat Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang ditentang oleh tentara Jepang karena mereka hanya bersedia menyerahkan senjata kepada Sekutu, bukan kepada rakyat Indonesia.</p><p>7. Apa tema utama dari drama tersebut</p><p>Jawab : Tema utama dari drama ini adalah semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mewujudkan kemerdekaan setelah proklamasi 17 Agustus 1945, terutama melalui usaha melucuti senjata tentara Jepang dan mengambil alih kekuasaan di daerah masing-masing.</p><p>8. Apa jenis alur yang digunakan dalam drama ini?</p><p>Jenis alur yang digunakan dalam drama berjudul "Pertempuran 5 Hari di Semarang" ini adalah alur maju atau bisa disebut dengan (alur progresif).</p><p>Alasan: Alur ini ditunjukkan dengan runtutan peristiwa yang disampaikan secara kronologis dari awal hingga akhir cerita. Cerita dimulai dari kedatangan tentara Jepang ke Indonesia pada 1 Maret 1942, berlanjut ke penyerahan Jepang kepada Sekutu, kemudian pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, hingga akhirnya pecah pertempuran antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang di Semarang. Sepanjang drama, tidak ditemukan adanya kilas balik atau flashback, melainkan semua kejadian bergerak maju sesuai urutan waktu. Konflik pun berkembang secara bertahap, mulai dari ketegangan akibat kehadiran tentara Jepang, upaya perundingan, hingga akhirnya pertempuran besar yang menjadi klimaks cerita. Oleh karena itu, jelas bahwa drama ini menggunakan alur maju karena peristiwa-peristiwanya disampaikan secara berurutan dan logis sesuai perkembangan waktu.</p><p>9. Pesan moral dari drama ini adalah pentingnya semangat perjuangan, keberanian, dan persatuan dalam mempertahankan kemerdekaan. Drama ini menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mempertahankannya. Para tokoh seperti Soeroso, Mr. Wongsonegoro, dan Dr. Kariadi memperlihatkan bahwa perjuangan datang dalam berbagai bentuk: diplomasi, perlawanan bersenjata, dan pengorbanan demi rakyat. Drama ini juga menekankan bahwa meskipun menghadapi kekuatan militer yang lebih besar, rakyat Indonesia tidak menyerah secara mental maupun moral. Ini mengajarkan kita bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan dengan nyawa, keyakinan, dan kesatuan hati.</p><p>10. Akhir cerita menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Semarang akhirnya harus mundur dari markasnya karena kalah dalam persenjataan dan jumlah pasukan. Serangan mendadak dari 400 tentara Jepang dengan granat dan senapan mesin membuat posisi pejuang rakyat tidak bisa dipertahankan. Namun, ini bukan akhir dari semangat perjuangan. Justru melalui pengorbanan mereka—termasuk gugurnya Dr. Kariadi—perlawanan rakyat Semarang menjadi simbol keberanian dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan. Drama ini berakhir dengan semangat juang yang tetap menyala meski kondisi terdesak, mengisyaratkan bahwa perjuangan akan terus berlanjut hingga kemerdekaan benar-benar ditegakkan secara penuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:16:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458273303</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458285708</link>
         <description><![CDATA[<p>Bias Aulia (08)</p><p>Dhiya Febriyanti (11)</p><p>Kinanti Faldia (21)</p><p>Nafla Hanun (26)</p><p>Rachel Regina (28)</p><p><br/></p><ol><li><p> Terdapat 4 latar : </p><p> a. Tepi desa (adegan 1) : tempat Baru Klinting main sendirian.</p><p>b. Lapangan pesta desa : tempat diadakannya pesta rakyat dan penolakan terhadap Baru Klinting.</p><p>c. Hutan : saat Baru Klinting marah dan memutuskan untuk memberi pelajaran terhadap penduduk desa.</p><p>d. Desa ( kaki gunung ) : saat Baru Klinting dijauhi penduduk desa.</p></li><li><p>Terdapat 4 babak : </p><ol><li><p>Adegan 1 : disebuah desa</p></li><li><p>Adegan 2 : pesta rakyat di desa</p></li><li><p>Adegan 3 : kutukan Baru Klinting</p></li><li><p>Adegan 4 : penutup </p></li></ol></li><li><p> Prolog : bagian awal yang dibacakan oleh narator sebelum adegan 1 dimulai.</p><p>Bukti - Narrator : Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa yang damai di kaki gunung,hiduplah seorang anak kecilbernama Baru Klinting. Ia bukan anak biasa, ia adalah jelmaan dari seekor naga yang sakti. Baru Klinting tinggal bersama ibunya, seorang wanita desa yang baik hati. Namun, Baru Klinting sering dijauhi olehpenduduk desa karena tubuhnya yang aneh dan berbeda.</p></li></ol><p>        Dialog : percakapan antar tokoh</p><p>        Bukti - Baru Klinting: Ibu, kenapa mereka selalu menghindariku? Apa salahku?</p><p>Ibu Baru Klinting: Tidak ada yang salah denganmu, nak. Mereka hanya tidak tahu kebaikan dan kekuatan yang ada dalamdirimu</p><p>        Epilog : Begitulah, desa yang dulu makmur kini tenggelam dan berubah menjadi Rawa Pening, sebuah danauyang luas. Legenda ini mengajarkan kita bahwa kesombongan, tamak, dan ketidakadilan akan membawamalapetaka. Namun, kebaikan dan kebijaksanaan akan selalu menyelamatkan kita dari bencana</p><ol start="4"><li><p>Baru Klinting &amp; Sang Kakek  karena  mereka adalah tokoh utama yang menjadi pusat cerita dalam legenda Rawa Pening.  Selanjutnya para penduduk desa merupakan tokoh pendukung dalam legenda Rawa Pening, karena penduduk desa tidak menjadi fokus utama cerita, tetapi keberadaannya penting untuk mendukung atau memperkaya cerita, dan karakter utama.</p></li><li><p>Tokoh yang baik : </p></li></ol><p>Sang Kakek - (Sang Kakek muncul, seorang bijak di desa, mencoba untuk mencabut tongkat itu. Namun,</p><p><br/></p><p>sebelum iaberhasil, sebuah suara bergemuruh terdengar di seluruh desa)</p><p><br/></p><p>- Sang Kakek : Berhenti! Ini bukan sembarang tongkat. Ini adalah peringatan dari</p><p><br/></p><p>alam. Kita telah berbuat salah kepada anak itu</p><p><br/></p><p>- Baru Kinting : Penduduk Desa 1 : Lihat anak itu! Betapa anehnya dia. Aku tak pernah merasa nyaman melihatnya.</p><p><br/></p><p>Penduduk Desa 3 : Iya, dia tampak seperti pembawa sial! Kita harus waspada.</p><p><br/></p><p>(Baru Klinting mendengar ucapan mereka, tapi ia memilih untuk tidak peduli)</p><p><br/></p><p>- Ibu Baru Klinting : Ibu Baru Klinting : Anakku, jangan dengarkan apa yang mereka katakan. Kau adalah anak yang istimewa. Suatu hari, merekaakan mengerti siapa dirimu sebenarnya</p><p><br/></p><p>- Penduduk Desa 2 : Penduduk Desa 2 : Ini untukmu, nak. Jangan dengarkan mereka. Makanlah</p><p><br/></p><p>Tokoh Jahat : </p><p><br/></p><p>- Penduduk Desa 1 dan 3 : Penduduk Desa 1 : Lihat anak itu! Betapa anehnya dia. Aku tak pernah merasa nyaman melihatnya.</p><p><br/></p><p>Penduduk Desa 3 : Iya, dia tampak seperti pembawa sial! Kita harus waspada.</p><ol start="6"><li><p>Konflik utama dalam cerita Rawa Pening adalah perseteruan antara Baro Klinting (seorang naga yang kemudian berubah menjadi manusia) dengan penduduk desa Pathok.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="7"><li><p>Tema utama dalam cerita Rawa Pening adalah kebaikan dan ketabahan dalam menghadapi kejahatan, serta kesombongan membawa petaka</p></li></ol><p><br/></p><ol start="8"><li><p>Alur yang digunakan dalam legenda Rawa Pening adalah alur maju atau linear</p></li></ol><p><br/></p><ol start="9"><li><p>Pesan moral dari cerita Baru Klinting adalah tentang pentingnya bersikap rendah hati, menghargai orang lain, dan tidak membeda-bedakan berdasarkan penampilan atau status sosial.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="10"><li><p>Narrator : Begitulah, desa yang dulu makmur kini tenggelam dan berubah menjadi. Rawa Pening, sebuah danauyang luas. Legenda ini mengajarkan kita bahwa kesombongan,tamak, dan ketidakadilan akan membawamalapetaka. Namun, kebaikan dan kebijaksanaan akan selalu menyelamatkan kita dari bencana</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:20:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458285708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458286749</link>
         <description><![CDATA[<p>nama Anggota: </p><p>‎1. Aziza keylanov (7)</p><p>‎2. Firlailly Salsabila (13)</p><p>‎3. Ratu Kesya (29)</p><p>‎4. Thabitha Dinda (33)</p><p>‎5. Widya karista (34)</p><p>‎</p><p>‎soal</p><p>‎1. Terdapat berapa latar tempat dalam drama tersebut? Jelaskan disertai dengan bukti.</p><p>‎Jawab: </p><p>‎1. Tepi desa, Saat baru klinting sedang bermain sendirian di tepi desa.</p><p>‎2. Tempat pesta rakyat, Saat penduduk desa sedang berkumpul menikmati makanan dan hiburan.</p><p>‎3. Hutan, Saat baru klinting kembali ke hutan dengan rasa kecewanya.</p><p>‎</p><p>‎2. Terdapat berapa babak drama yang telah kalian baca tersebut? Jelaskan dan berikan</p><p>‎buktinya!</p><p>‎Jawab: </p><p>‎1. Di Sebuah Desa </p><p>‎2. Pesta Rakyat di Desa </p><p>‎3. Kutukan Baru Klinting </p><p>‎4. Penutup</p><p>‎</p><p>‎3. Identifikasilah mana bagian yang disebut prolog, dialog, dan epilog pada drama tersebut!</p><p>‎Jawab: prolog (adegan 1 di sebuah desa. pada saat narator menceritakan kisah awal mula crita) </p><p>‎dialog: penduduk desa 1 berbicara "liat anak itu! betapa anehnya dia. aku tak pernah merasa nyaman melihatnya. </p><p>‎epilog: kutukan baru klinting, dan desa yang dulu makmur tenggelam dan menjadi rawapening</p><p>‎</p><p>‎4. Siapakah tokoh utama dan siapa saja peran pendukung dalam drama tersebut? Berikan</p><p>‎alasan dan bukti yang mendukung</p><p>‎Jawab:</p><p>‎Tokoh utama : Baru Klinting, Sang Kakek</p><p>‎Tokoh pendukung : Ibu Baru Klinting, Penduduk Desa 1, Penduduk Desa 2, Penduduk Desa 3</p><p>‎</p><p>‎5. Dari teks drama tersebut, identifikasilah mana tokoh yang punya perwatakan baik, jahat,</p><p>‎dan campuran! Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!</p><p>‎Jawab: </p><p>‎Tokoh pewatak baik : Baru Klinting, Sang Kakek, Ibu Baru klinting, Penduduk Desa 2 </p><p>‎Tokoh pewatak jahat : Penduduk Desa 1 dan 3 </p><p>‎Tokoh pewatak campuran : </p><p>‎</p><p>‎6.Apa konflik utama yang terjadi dalam drama tersebut?</p><p>‎Jawab: Baru Klinting sering dijauhi penduduk desa karena tubuhnya yang aneh dan berbeda.</p><p>‎</p><p>‎7.Apa tema utama dari drama tersebut?</p><p>‎Jawab: Rawa Pening</p><p>‎</p><p>‎8. apa jenis alur yang digunakan dalam drama ini?</p><p>‎Alur maju</p><p>‎</p><p>‎9. Apa pesan moral yang disampaikan dalam drama tersebut?</p><p>‎Kita harus menghargai orang lain tanpa memandang penampilan, serta jangan merasa sombong dengan merasa lebih baik dari orang lain.</p><p>‎</p><p>‎10. Bagaimana akhir cerita dari drama ini?</p><p>‎Desa yang dulu makmur kini tenggelam dan  berubah menjadi danau luas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:21:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3458286749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas video drama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469072263</link>
         <description><![CDATA[<p>https://youtu.be/VJlqh9WXEFg?si=NMRqFyU7hxY5gdMV</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 10:04:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469072263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video drama  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469073082</link>
         <description><![CDATA[<p>https://youtu.be/12ChmdSIT3w?si=i4Lf1Tb0t2qBGpmS</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 10:05:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469073082</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469073695</link>
         <description><![CDATA[<p>https://youtu.be/7IQRMzcDIkE?si=50VXewnUvtQCJWjD</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 10:06:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469073695</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469074006</link>
         <description><![CDATA[<p>https://youtu.be/NXAKFj0FNO8?si=NmLE1nBnCxkcd-C_</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 10:06:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/citraamelia94/po3i6v75ofo10s1w/wish/3469074006</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
