<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Peninggalan sejarah pulau Paskah by DAFFA FARREL DANENDRA</title>
      <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL</link>
      <description>Sejarah tentang pulau paskah dari beberapa refrensi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-05 18:00:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-10-05 19:12:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f3c0.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Pulau paskah</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328123123</link>
         <description><![CDATA[<div>Pulau Paskah atau <em>Easter island</em> merupakan sebuah daratan kecil yang berada di samudera Pasifik. Pulau ini bernilai <a href="https://adhasusanto.com/sejarah-maritim-indonesia/">sejarah</a>. Karena untuk mengungkap misteri membutuhkan waktu yang panjang. Terutama misteri sejarah untuk mendirikan patung <em>Moai</em> dan keruntuhan peradaban penduduk pulau.<br><br></div><div>Perjuangan keras para ahli untuk mengungkap sejarah patung <em>Moai</em> menghasilkan banyak dugaan-dugaan. Dugaan yang muncul terfokuskan untuk memecahkan misteri patung <em>Moai</em>. Yakni bagaimana cara penduduk pulau Paskah mendirikan patung <em>Moai</em> dengan berat puluhan ton dan terletak di <em>ahu</em>? Serta penyebab hancurnya peradaban manusia pada pulau tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/-yxtle-tUf4A/TibmQ1fHhbI/AAAAAAAADtQ/IizqQC0S1H4/s1600/Patung+Moai+Easter+Island+-+Chili+2.jpg" />
         <pubDate>2022-10-05 18:39:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328123123</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328124798</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan namanya pulau Paskah terlihat pada saat minggu paskah (5 April 1722). Nama tersebut tercetuskan oleh seorang pelaut dari Belanda yakni Jacob Roggeveen. Jacob Roggeveen menemukan pulau Paskah setelah menyebrangi Pasifik dari Chile selama 17 hari. Yang mana letak pulau ini jauh dari peradaban dan tak berpenghuni alias kosong.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-05 18:41:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328124798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lokasi dan geografi pulau Paskah</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328131572</link>
         <description><![CDATA[<div>Pulau berbentuk segitiga seluas 170 kilometer persegi dengan ketinggian 500 meter dpl ini berada di samudera Pasifik. Daratan terdekat dari pulau adalah pantai Chile 3.700 km sebelah timur dan kepulauan Pitacairn Polinesia 2.700 km sebelah barat.<br><br></div><div>Setiap sudut pulau terdiri dari <a href="https://adhasusanto.com/gunung-api-bawah-laut-kawio-barat/">gunung api</a> yang menjulang dari <a href="https://adhasusanto.com/pengertian-air-laut-komposisi-sifat-dan-manfaatnya-untuk-kehidupan/">laut</a> yang telah tertidur sepanjang sejarah peradaban manusia pulau Paskah. Gunung api yang telah meletus kini membentuk sudut-sudut pulau. Sudut tenggara pulau terdapat <a href="https://adhasusanto.com/gunung-api-bawah-laut-kawio-barat/">gunung </a>berapi tertua Poike. Sudut barat daya terdapat gunung Rano Kau. Sedangkan sudut utara terdapat gunung Terevaka sebagai <a href="https://adhasusanto.com/gunung-api-bawah-laut-kawio-barat/">gunung api </a>termuda.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1836518907/413094299d8392f6d8b772385872efba/Pulau_Paskah_Easter_Island.jpg" />
         <pubDate>2022-10-05 18:44:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328131572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Misteri dan sejarah patung Moai</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328138836</link>
         <description><![CDATA[<div>Keberadaan <em>Moai</em> yang tersusun indah di <em>ahu</em> masih menjadi misteri dalam<a href="https://adhasusanto.com/sejarah-maritim-indonesia/"> sejarah</a> dan melahirkan dugaan-dugaan selama nyaris tiga abad. Para ahli arkeologi masih tidak dapat memahami bagaimana para penduduk prasejarah setempat mampu mendirikan <em>Moai</em> yang berbobot 10 sampai 270 ton.]<br>Sebab penduduk prasejarah tentu tidak mempunyai peralatan modern seperti katrol, tambang kuat, alat berat, atau sarana lainnya. Kecuali kekuatan otot-otot manusia. Apapun metodenya yang digunakan oleh penduduk pastinya memerlukan kayu dan tambang dari pohon besar untuk mendirikan <em>Moai</em>. Padahal pulau Paskah dalah pulau tandus tanpa ada sebatang pohon dan semak setinggi lebih dari 3 meter.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1836518907/9a3dc6538329f71a4428aa36cca7d303/Sejarah_Patung_Moai_Pulau_Paskah_1__1_.jpg" />
         <pubDate>2022-10-05 18:48:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328138836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peradaban manusia</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328147844</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br></strong><a href="https://adhasusanto.com/sekarang-jadwal-tiket-kapal-lebih-mudah-diakses/">Teknologi</a> radiokarbon modern AMS (<em>Accelerator Mass Spectrometry</em>) yang mempermudah kerja para ahli paleontologi dan arkeologi untuk mengungkap <a href="https://adhasusanto.com/sejarah-maritim-indonesia/">sejarah</a> kependudukan manusia. Analisa radiokarbon diambil dari tumpukan sampah tulang penyu, lumba-lumba dan arang kayu. Hasil analisa menunjukkan keberadaan umat manusia pada pulau ini telah ada sejak 900 M.<br><br></div><div>Penduduk pulau merupakan orang-orang Polinesia yang berasal dari Asia. Hal itu berdasarkan bukti perkakas yang mereka gunakan seperti kikir <a href="https://adhasusanto.com/cara-menurunkan-logam-berat-di-kerang-hijau/">kerang</a>, beliung batu, dan lain-lain yang menyerupai perkakas khas Polinesia. Bukti ilmiah lain adalah rahang goyang (<em>rocker jaw</em>) mirip orang polinesia. Serta analisa molekuler DNA dengan adanya delesi sembilan pasang basa dan tiga substitusi basa yang mayoritas dimiliki semua orang Polinesia.<br><br></div><div>Orang Polinesia sangat merupakan seorang pelaut yang ulung. Mampu <a href="https://adhasusanto.com/fasilitas-pelayanan-dan-jadwal-tiket-kapal-km-dharma-rucitra-ix/">berlayar</a> melintasi samudera menggunakan kano. Dan sebagai maestro seni navigasi menjadikan orang-orang Polinesia mampu menempati sepenggal tanah berbentuk segitiga di samudera Pasifik.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-05 18:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328147844</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Runtuhnya peradaban pulau paskah</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328151807</link>
         <description><![CDATA[<div>Para ahli memperikarakan populasi penduduk pulau berkisar dari angka rendah 6000 jiwa dan tertinggi 30.000 jiwa. Jumlah penduduk tersebut berdasarkan hitungan jumlah pondasi rumah dengan asumsi setiap rumah terdiri dari 5 sampai 15 orang.<br><br></div><div>Berdasarkan catatan sejarah berkurangnya populasi penduduk karena kekurangan <a href="https://adhasusanto.com/makanan-khas-sukamara/">makanan</a>. Sumber <a href="https://adhasusanto.com/olahan-ikan-yang-digemari-masyarakat/">makanan</a> dari kegiatan agrikultur juga sulit dan membutuhkan usaha yang keras. Karena kondisi tanah yang berpori menyebabkan <a href="https://adhasusanto.com/pengertian-air-laut-komposisi-sifat-dan-manfaatnya-untuk-kehidupan/">air</a> <a href="https://adhasusanto.com/siklus-air-dan-manfaatnya-untuk-kehidupan-di-bumi/">hujan</a> yang jatuh dengan rata-rata 127 cm per tahun merembes dengan cepat ke dalam tanah.&nbsp; Sehingga <a href="https://adhasusanto.com/pengertian-air-laut-komposisi-sifat-dan-manfaatnya-untuk-kehidupan/">air</a> tawar untuk memperoleh air tawar sangat sulit dan berdampak buruk terhadap keberlanjutan kegiatan agrikultur.<br><br></div><div>Permasalahan lain yang terjadi pada pulau yakni penduduk setempat melakukan eskploitasi berlebihan seperti penggundulan hutan dan perburuan hewan liar. Sumber daya laut Lumba-lumba, <a href="https://adhasusanto.com/sistem-dan-bagian-alat-alat-pernapasan-ikan-lengkap/">ikan</a> dan <a href="https://adhasusanto.com/cara-menurunkan-logam-berat-di-kerang-hijau/">kerang</a> juga sangat sulit. Hal ini karena <a href="https://adhasusanto.com/3-tempat-tujuan-wisata-pantai-favorit-di-sukamara/">pantai</a> yang bertebing dan laut yang menukik curam ke dasar mempersulit penangkapan ikan.<br><br></div><div>Oleh sebab itu, ketersediaan makanan yang makin sedikit menyebabkan penduduk melakukan praktek kanibalisme dan memakan daging tikus yang telah ter introduksikan dari <a href="https://adhasusanto.com/fasilitas-pelayanan-dan-jadwal-tiket-kapal-km-dharma-rucitra-ix/">kapal</a>–<a href="https://adhasusanto.com/fasilitas-pelayanan-dan-jadwal-tiket-kapal-km-dharma-rucitra-ix/">kapal</a> orang Eropa. &nbsp;<br><br></div><div>Selain dari faktor kekurangan makanan. Berkurangnya penduduk pulau juga karena adanya wabah epidemi cacar api dan epidemi lainnya yang tidak terdokumentasikan. Wabah tersebut merupakan hasil introduksi oleh orang-orang Eropa yang mulai berdatangan sejak tahun 1770. Hingga menyebabkan kematian dan penurunan populasi penduduk pulau.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1836518907/d7f3853e4d4a9a28d082fb506f8a8312/EasterIslandNASA.jpg" />
         <pubDate>2022-10-05 18:57:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328151807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lingkungan hidup pulau Paskah</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328155434</link>
         <description><![CDATA[<div>Survei para ahli botani hingga pada abad ke-20 telah berhasil mengidentifikasi tumbuhan asli sebanyak 48 spesies. Hasil tersebut membuktikan bahwa sejarah pulau Paskah adalah pulau dengan hutan subtropis dan bukan tanah tandus. Tentunya hutan tersebut masih ada ketika umat manusia belum tiba dan di masa-masa awal tibanya umat manusia.<br>Sejumlah penjelajah gua yang menemukan fosil buah palem berhasil teridentifikasi oleh ahli palem. Hasil identifikasi menunjukkan palem sangat mirip dengan buah palem dari pohon palem terbesar di Chile. Dari pembuktian tersebut maka sejarah pulau Paskah dahulunya sebagai hutan yang banyak pohon palem. Penduduk memanfaatkan buah palem sebagai sumber <a href="https://adhasusanto.com/makanan-khas-sukamara/">makanan</a>. Sedangkan pohonnya yang besar dan kokoh sebagai bahan membuat kano dan mendirikan <em>Moai</em> diatas <em>ahu</em>.<br><br></div><div>Sekarang pulau Paskah termasuk dalam salah satu situs warisan dunia UNESCO. Serta menjadi destinasi <a href="https://adhasusanto.com/3-tempat-tujuan-wisata-pantai-favorit-di-sukamara/">wisata</a> sejarah terkenal di dunia yang letaknya terpencil.<br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-05 18:59:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328155434</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Artikel</title>
         <author>daffadanendra001</author>
         <link>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328165123</link>
         <description><![CDATA[<div>https://adhasusanto.com/patung-moai-pulau-paskah/<br>Diamond, J. 2019. <em>COLLAPSE</em>. KPG: Jakarta. Diterjemahkan oleh Demaring Tyas Wulandari Palar.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://adhasusanto.com/patung-moai-pulau-paskah/" />
         <pubDate>2022-10-05 19:07:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/daffadanendra001/2602205401_DAFFA_FARREL/wish/2328165123</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
