<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KP Luring 1 Refleksi Awal by Setia Wijaya</title>
      <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-14 03:41:32 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-14 06:22:59 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pertanyaan</title>
         <author>setia</author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543004897</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 03:46:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543004897</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kantiprawestri09</author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018020</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Biasanya, perencanaan dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, lalu memilih materi, metode, dan media yang sesuai. Setelah itu, disusun alur kegiatan belajar yang mencakup pembukaan, inti, dan penutup, serta menyiapkan asesmen untuk mengukur capaian murid. Selain itu juga mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan murid agar pembelajaran lebih relevan.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bermakna dan menggembirakan</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sejauh ini sudah dilaksanakan, tetapi belum mendapatkan umpan balik dari murid karena karakteristik dan kesiapan belajar murid yang heterogeny yang membuat suasana kelas menjadi pasif sehingga membuat guru menjadi center didalam kelas.</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Murid sebagai pemeran utama dalam proses pembelajaran dan guru menjadi fasilitator dalam mendapingi siswa dalam proses pembelajaran dikelas.</p><p>&nbsp;</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesiapan belajar murid yang berbeda, karakter siswa yang heterogen, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, dukungan dari rekan sejawat dalam melaksanakan pembelajaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:02:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018020</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lestaribernike</author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018740</link>
         <description><![CDATA[<p>TIURMA LESTARI</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Pertama, mulailah dengan memahami kurikulum dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Ini termasuk mengidentifikasi kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok yang akan diajarkan. Setelah itu, Saya bisa mengembangkan silabus atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang lebih rinci.</p><p>Pilih metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, Terakhir, rencanakan juga bentuk penilaian yang akan digunakan untuk mengukur pemahaman siswa, baik itu melalui tes formatif, tugas individu, atau observasi.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai guru, Saya dapat menggunakan beberapa prinsip utama untuk merancang pembelajaran yang efektif dan relevan bagi siswa.</p><p>A. Fokus pada Tujuan Pembelajaran yang Jelas</p><p>Setiap kegiatan dan materi yang Saya siapkan harus mengarah pada tujuan pembelajaran yang spesifik. Tentukan apa yang Saya ingin siswa ketahui, pahami, atau dapat lakukan setelah pelajaran selesai.</p><p>&nbsp;</p><p>B. Berpusat pada Siswa (Student-Centered)</p><p>Rancanglah pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa sebagai subjek.</p><p>&nbsp;</p><p>C. Menggunakan Berbagai Metode dan Media</p><p>Gunakan berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi, studi kasus, demonstrasi, atau proyek, untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda. Manfaatkan juga media pembelajaran yang beragam, seperti video, presentasi interaktif, atau sumber daya digital, agar materi lebih menarik dan mudah dipahami.</p><p>D. Menyusun Pembelajaran yang Terstruktur dan Berjenjang</p><p>Mulailah dari konsep yang sederhana dan secara bertahap beralih ke materi yang lebih kompleks. Pastikan ada alur yang logis dan terstruktur dari satu topik ke topik berikutnya. Ini akan membantu siswa membangun pemahaman secara bertahap dan menghindari kebingungan.</p><p>&nbsp;</p><p>E. Mengintegrasikan Penilaian dalam Pembelajaran</p><p>Penilaian seharusnya tidak hanya dilakukan di akhir pelajaran. Integrasikan penilaian formatif (misalnya, kuis singkat, pertanyaan di tengah diskusi) selama proses belajar untuk memantau kemajuan siswa.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sudah membantu para murid untuk berpikir kritis, kratif dan mendalam dengan menerapkan:</p><p>Pertanyaan Terbuka dan Provokatif:</p><p>Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL):</p><p>Refleksi</p><p>Proyek Kreatif Multidisiplin:</p><p> Umpan Balik Konstruktif</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai guru, memposisikan murid dengan tepat dalam proses belajar adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Saya bisa melihat murid tidak hanya sebagai penerima informasi pasif, melainkan sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran. Ini artinya, murid berperan aktif dalam membangun pengetahuan mereka sendiri.</p><p>5.&nbsp; Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>A. Kurikulum dan Waktu yang Terbatas Salah satu tantangan utama adalah kurikulum yang padat dan jadwal yang ketat.</p><p>B. Keterbatasan Sumber DayaTantangan lainnya adalah keterbatasan sumber daya, baik itu berupa alat, bahan ajar, teknologi, maupun dana.</p><p>C. Keanekaragaman Karakteristik SiswaSetiap kelas memiliki siswa dengan gaya belajar, minat, dan latar belakang yang berbeda-beda. Merancang satu pendekatan yang bisa bermakna bagi semua siswa adalah tantangan besar.</p><p>D. Penilaian yang Konvensional Sistem penilaian yang ada cenderung lebih berfokus pada tes dan hafalan. Ini bisa menjadi tantangan saat Anda ingin mengukur pemahaman yang lebih dalam, seperti keterampilan berpikir kritis atau kolaborasi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:03:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018740</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018910</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;Biasanya, perencanaan pembelajaran di kelas dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, lalu memilih materi, metode, dan media yang sesuai. Setelah itu, disusun alur kegiatan belajar yang mencakup pembukaan, inti, dan penutup, serta menyiapkan asesmen untuk mengukur capaian murid. Selain itu juga mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan murid agar pembelajaran lebih relevan.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;Prinsip yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran selama ini terutama prinsip bermakna dan menggembirakan</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;Strategi yang kita gunakan selama ini, sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam tetapi belum mendapatkan umpan balik dari murid karena karakteristik dan kesiapan belajar murid yang heterogen</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;Kita memposisikan murid dalam proses belajar sebagai pemeran utama dalam proses pembelajaran</p><p>&nbsp;</p><p>5.&nbsp;Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan antara lain Kesiapan belajar murid yang berbeda, karakter siswa yang heterogen, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta dukungan dari rekan sejawat dalam melaksanakan pembelajaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:03:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543018910</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.	Langkah untuk merencanakan pembelajaran di kelas secara efektif. Pertama, Pahami kurikulum dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Identifikasi kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok yang akan diajarkan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543022676</link>
         <description><![CDATA[<p>Kembangkan silabus atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang lebih rinci. </p><p>Pilih metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, Terakhir, rencanakan juga bentuk penilaian yang akan digunakan untuk mengukur pemahaman siswa, baik itu melalui tes formatif, tugas individu, atau observasi. </p><p><br/></p><p>2.	Beberapa prinsip yang bisa Saya terapkan:</p><p>A. Fokus pada Tujuan Pembelajaran yang Jelas</p><p>B. Berpusat pada Siswa (Student-Centered)</p><p>C. Menggunakan Berbagai Metode dan Media</p><p>D. Menyusun Pembelajaran yang Terstruktur dan Berjenjang</p><p>E. Mengintegrasikan Penilaian dalam Pembelajaran</p><p><br/></p><p>3.	Sudah membantu para murid untuk berpikir kritis, kratif dan mendalam.</p><p><br/></p><p>4.	Sebagai guru, memposisikan murid dengan tepat dalam proses belajar adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Saya bisa melihat murid tidak hanya sebagai penerima informasi pasif, melainkan sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran. Ini artinya, murid berperan aktif dalam membangun pengetahuan mereka sendiri.</p><p>5.  A. Kurikulum dan Waktu yang Terbatas Salah satu tantangan utama adalah kurikulum yang padat dan jadwal yang ketat. </p><p>B. Keterbatasan Sumber DayaTantangan lainnya adalah keterbatasan sumber daya, baik itu berupa alat, bahan ajar, teknologi, maupun dana. </p><p>C. Keanekaragaman Karakteristik Siswa Setiap kelas memiliki siswa dengan gaya belajar, minat, dan latar belakang yang berbeda-beda. </p><p>D. Penilaian yang Konvensional Sistem penilaian yang ada cenderung lebih berfokus pada tes dan hafalan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:08:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543022676</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543023540</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Saya mulai dengan memahami kurikulum dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Ini termasuk mengidentifikasi kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok yang akan diajarkan. Setelah itu, Saya mengembangkan silabus atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang lebih rinci. Pilih metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, misalnya diskusi kelompok, studi kasus, atau proyek. Integrasikan juga media pembelajaran yang menarik, seperti presentasi interaktif, video, atau aplikasi pendidikan, untuk membuat materi lebih mudah dipahami. kemudian, rencanakan juga bentuk penilaian yang akan digunakan untuk mengukur pemahaman siswa, baik itu melalui tes formatif, tugas individu, atau observasi.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; beberapa prinsip yang bisa Saya terapkan:</p><p>A. Fokus pada Tujuan Pembelajaran yang Jelas</p><p>B. Berpusat pada Siswa (Student-Centered)</p><p>C. Menggunakan Berbagai Metode dan Media</p><p>D. Menyusun Pembelajaran yang Terstruktur dan Berjenjang</p><p>E. Mengintegrasikan Penilaian dalam Pembelajaran</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sudah membantu para murid untuk berpikir kritis, kratif dan mendalam.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya bisa melihat murid tidak hanya sebagai penerima informasi pasif, melainkan sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran. Ini artinya, murid berperan aktif dalam membangun pengetahuan mereka sendiri.</p><p>5.&nbsp; Tantangan yang saya temui:</p><p>A. Kurikulum dan Waktu yang Terbatas</p><p>B. Keterbatasan Sumber Daya</p><p>C. Keanekaragaman Karakteristik Siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:09:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543023540</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543023690</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Diawali menentukan tujuan pembelajaran&nbsp;sesuai&nbsp;CP, Menyusun materi, metode, dan media&nbsp;yang akan digunakan&nbsp;dikelas, Menentukan&nbsp;jenis assesmen&nbsp;yang akan digunakan dikelas</p></li><li><p>Menyusun proses pembelajaran yang berpusat pada murid&nbsp;(murid terlibat aktif dalam pembelajaran), kontekstual (mengaitkan konsep materi dengan kehidupan nyata), dan membangun suasana belajar yang menyenangkan, Memastikan materi sesuai tahap perkembangan kognitif murid&nbsp;(hasil diagnosis awal)</p></li><li><p>Strategi yang digunakan harus mendorong murid untuk berpikir kritis dan kreatif</p><p>misal: </p><ul><li><p>pembelajaran berbasis masalah (contoh mapel geografi : Murid diberi masalah nyata seperti <em>“Mengapa banjir sering terjadi di kota Jakarta dan bagaimana solusi yang sesuai kondisi lokal?”</em></p></li><li><p><em>Pembelajaran berbasis proyek (contoh mapel geografi : </em>Proyek “Peta Potensi Wisata Daerah Sekitar” menggunakan GPS, foto lapangan, dan wawancara warga.</p></li></ul></li><li><p>Murid adalah <strong>subjek pembelajaran</strong>&nbsp;yang aktif mencari, mengolah, dan membangun pengetahuan (dapat mengeksplorasi kemampuannya), sedangkan  Guru berperan sebagai <strong>fasilitator, mentor, dan pemberi tantangan</strong></p></li><li><p>Perbedaan kemampuan murid, Waktu terbatas, Tekanan capaian materi &amp; ujian, Kurangnya sumber/media kreatif</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:09:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543023690</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543026828</link>
         <description><![CDATA[<p>Biasanya saya merencanakan pembelajaran dengan menyusun tujuan belajar, menentukan materi dan metode, menyiapkan media yang relevan, serta menyusun langkah kegiatan pembelajaran dari pembukaan, inti, hingga penutup. Saya juga menyesuaikan rencana dengan karakteristik dan kebutuhan murid</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:12:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543026828</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543027310</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya menggunakan prinsip <strong>berkesadaran</strong> (pembelajaran yang relevan dengan kehidupan murid), <strong>bermakna</strong> (materi dikaitkan dengan konteks nyata), dan <strong>partisipatif</strong> (melibatkan murid secara aktif dalam proses belajar).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:13:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543027310</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543027963</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagian besar sudah, misalnya dengan memberi tugas berbasis proyek, diskusi kelompok, studi kasus, dan pertanyaan terbuka. Namun, masih perlu peningkatan dalam memberi ruang eksplorasi ide dan refleksi pribadi murid.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:13:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543027963</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543028362</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Langkah pertama adalah dengan menentukan tujuan pembelajaran, kemudian kita harus menganalisis kebutuan siswa dengan memahami karakteristik, gaya belajar, minat dan kebutuhan anak. Setelah itu kita harus menentukan sumber belajar dari materi yang kita ajarkan bisa dari buku teks, artikel, media digital dan lain-lain. Kemudian menentukan metode dan media pembelajaran yang akan kita gunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran. Jika itu sudah ditentukan kita bisa menyusun modul ajar atau RPP yang didalamnya harus disertai dengan penjabaran asesmen.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Prinsip pembelajaran mendalam :</p><p>Berkesadaran:</p><p>Kenyamanan peserta didik dalam belajar ,Fokus, konsentrasi, dan perhatian, Kesadaran terhadap proses berpikir, kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya, Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya, Keterbukaan terhadap perspektif baru, Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>Bermakna:</p><p>Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata, Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya, Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, Keterkaitan dengan bidang ilmu lain, Pembelajar sepanjang hayat</p><p>Menggembirakan:</p><p>Lingkungan pembelajaran yang interaktif, Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu, Menginspirasi, Tantangan yang memotivasi, Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment), Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberi ruang bertanya, berargumentasi, dan berkreasi,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghadirkan masalah nyata,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan murid,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meminta mereka merefleksi pembelajaran,</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memodifikasi aktifitas dan asesmen. Jikalau dinilai belumDalam proses belajar, murid sebaiknya diposisikan sebagai pusat pembelajaran, mereka menjadi pemain utama atau subjek dalam kegiatan belajar​. Pendekatan ini dikenal sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa <em>( Student-Centered Learning ).</em></p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><p>Kesiapan guru :Kemampuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang berbeda, Keterampilan penguasaan teknologi untuk membuat pembelajaran yang menarik</p><p>Keterbatasan sumber daya:</p><p>Waktu: Terbatasnya waktu pembelajaran yang hanya 2JP dalam 1 minggu. Sementara itu agar anak memiliki kesadaran, bermakna dibutuhkan waktu pembelajaran yang lebih banyak</p><p>Fasilitas : tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi yang memadai seperti laptop atau internet, sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai seperti Komputer masih terbatas.</p><p>Keterlibatan siswa: dibutuhkan perhatian yang besar menghadapi siswa yang heterogeny dan banyak siswa di dalam 1 kelas kurang lebih 46-47 siswa. Guru perlu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif dan hubungan baik dengan siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:14:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543028362</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543028444</link>
         <description><![CDATA[<p>Murid diposisikan sebagai subjek belajar, bukan hanya penerima informasi. Mereka diberi kesempatan untuk mengeksplorasi, bertanya, berpendapat, dan berkolaborasi, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:14:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543028444</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029053</link>
         <description><![CDATA[<p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterbatasan waktu untuk menggali materi secara mendalam</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perbedaan kemampuan dan minat murid</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterbatasan fasilitas dan sumber belajar</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kebiasaan murid yang pasif pada awal pembelajaran</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyeimbangkan pencapaian target kurikulum dengan pembelajaran yang bermakna</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:15:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029053</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029097</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Langkah pertama adalah dengan menentukan tujuan pembelajaran, kemudian kita harus menganalisis kebutuan siswa dengan memahami karakteristik, gaya belajar, minat dan kebutuhan anak. Setelah itu kita harus menentukan sumber belajar dari materi yang kita ajarkan bisa dari buku teks, artikel, media digital dan lain-lain. Kemudian menentukan metode dan media pembelajaran yang akan kita gunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran. Jika itu sudah ditentukan kita bisa menyusun modul ajar atau RPP yang didalamnya harus disertai dengan penjabaran asesmen.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Prinsip pembelajaran mendalam :</p><p>Berkesadaran:</p><p>Kenyamanan peserta didik dalam belajar ,Fokus, konsentrasi, dan perhatian, Kesadaran terhadap proses berpikir, kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya, Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya, Keterbukaan terhadap perspektif baru, Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>Bermakna:</p><p>Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata, Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya, Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, Keterkaitan dengan bidang ilmu lain, Pembelajar sepanjang hayat</p><p>Menggembirakan:</p><p>Lingkungan pembelajaran yang interaktif, Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu, Menginspirasi, Tantangan yang memotivasi, Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment), Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberi ruang bertanya, berargumentasi, dan berkreasi,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghadirkan masalah nyata,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan murid,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meminta mereka merefleksi pembelajaran,</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memodifikasi aktifitas dan asesmen. Jikalau dinilai belumDalam proses belajar, murid sebaiknya diposisikan sebagai pusat pembelajaran, mereka menjadi pemain utama atau subjek dalam kegiatan belajar​. Pendekatan ini dikenal sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa <em>( Student-Centered Learning ).</em></p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><p>Kesiapan guru :Kemampuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang berbeda, Keterampilan penguasaan teknologi untuk membuat pembelajaran yang menarik</p><p>Keterbatasan sumber daya:</p><p>Waktu: Terbatasnya waktu pembelajaran yang hanya 2JP dalam 1 minggu. Sementara itu agar anak memiliki kesadaran, bermakna dibutuhkan waktu pembelajaran yang lebih banyak</p><p>Fasilitas : tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi yang memadai seperti laptop atau internet, sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai seperti Komputer masih terbatas.</p><p>Keterlibatan siswa: dibutuhkan perhatian yang besar menghadapi siswa yang heterogeny dan banyak siswa di dalam 1 kelas kurang lebih 46-47 siswa. Guru perlu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif dan hubungan baik dengan siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:15:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029097</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chlara Siswanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029506</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Biasanya dengan menetapkan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik murid, menyusun materi, memilih metode dan strategi pembelajaran, menentukan media,menentukan asesmen, dan mempertimbangkan karakteristik murid</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bermakna dan menggembirakan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang saya gunakan sudah mendekati pembelajaran yang menggembirakan</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Murid sebagai pemeran utama yang dimuliakan</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangannya adalah guru harus lebih memahami terlebih dahulu untuk menerapkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan untuk murid yang beragam</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:16:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543029506</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543032969</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam merencanakan pembelajaran di kelas , saya menyusun perencanaan pembelajaran yang berdasarkan hasil yang diperoleh dari hasil asesmen diagnostik siswa &nbsp;, kemudian menentukan tujuan pembelajaran, strategi/ model/ metode yang akan digunakan, tujuan, materi, langkah – langkah pembelajaran, asesmen &nbsp;yang sesuai dengan kebutuhan murid</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya merancang pembelajaran mencoba untuk disesuaikan dengan prinsippembelajaran yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya merasa strategi yang saya gunakan sudah mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif , karena dalam perencanaan pembelajaran ini menggunakan metode PJBL dan PBL , kolaborasi &nbsp;dan mengarahkan siswa untuk menemukan permasalahan yan ada dilingkungan sekitar. Hal ini dilihat dari adanya siswa yang aktif dan berani untuk tampil di depan kelas, berkomunikasi dan antusias untuk mempelajari dan belajar</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada saat proses pembelajaran saya memposisikan siswa bukan sebagai objek tetapi sebagai subjek , dimana saya menekankan bahwa siswa adalah pelaku aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya penerima pasif informasi atau materi saja.&nbsp;Tetapi murid &nbsp;memiliki potensi, kebutuhan, dan minat yang perlu difasilitasi agar dapat berkembang secara optimal, dan pembelajaran lebih berpusat pada murid sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tantangan yang saya hadapi pada saat merencanakan pembelajaran adalah memilah langkah kegiatan yang sesuai atau yang termasuk kedalam pembelajaran yang berkesadaran, bermakna atau mengembirakan, kondisi atau kesiapan belajar murid yang beragam</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:20:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543032969</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543034434</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru merencanakan pembelajaran di dalam kelas dengan cara sistematis agar proses belajar berjalan dengan jelas, metode yang digunakan tepat, dan menghasilkan hasil yang terukur. Guru sebelum ke dalam kelas perlu merencanakan proses pembelajaran salah satunya dengan; menentukan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik siswa, memilih materi dan sumber materi, menentukan strategi, metode, dan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kelas, menyusun langkah-langkah pembelajaran, menentukan media, dan merancang penilaian.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merancang pembelajaran di kelas perlu memperhatikan beberapa prinsip agar mencapai tujuan akhir yaitu dengan guru melibatkan murid dalam proses pembelajaran, materi yang disampaikan mengaitkan dengan kehidupan nyata agar pembelajaran terasa bermanfaat, murid aktif dan partisipatif, murid tidak hanya sekedar mendengar tetapi murid mampu untuk mencoba, berdiskusi, dan berefleksi. Perencanaan dalam pembelajaran dibuat fleksibilitas yaitu mudah disesuaikan dengan situasi kelas, kondisi murid, dan perkembangan terbaru.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jika prinsip diatas sudah dilakukan dalam pembelajaran murid sudah mampu bernalar kritis, kreatif, dan mendalam. Tetapi dalam prosesnya ada beberapa kelas yang tidak merespon dengan baik dan penerimaan umpan balik tidak sesuai yang diharapkan. &nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memposisikan murid dalam proses belajar dengan mengganti peran mereka dari penerima pasif menjadi aktor utama dalam pembelajaran. Murid sebagai subjek ikut berperan dalam menentukan arah, cara, dan tujuan belajar. Murid sebagai ruang eksplorasi seperti diajak bereksperimen dan berdiskusi sehingga peran guru tidak selalu menjadi jawaban final. Membangun hubungan positif dimana murid memiliki keberanian untuk berpartisipasi sehingga murid merasa dihargai dan aman.</p><p>&nbsp;</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangannya yaitu perbedaan latar belakang murid yang dilihat dari minat, kemampuan, dan pengalaman. Murid enggan untuk keterlibatan dalam proses pembelajaran, dan terlalu fokus pada kedalaman sehingga murid merasa bosan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 04:22:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543034434</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>mohamadsirinto12</author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543122360</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Langkah pertama adalah dengan menentukan tujuan pembelajaran, kemudian kita harus menganalisis kebutuan siswa dengan memahami karakteristik, gaya belajar, minat dan kebutuhan anak. Setelah itu kita harus menentukan sumber belajar dari materi yang kita ajarkan bisa dari buku teks, artikel, media digital dan lain-lain. Kemudian menentukan metode dan media pembelajaran yang akan kita gunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran. Jika itu sudah ditentukan kita bisa menyusun modul ajar atau RPP yang didalamnya harus disertai dengan penjabaran asesmen.</p><p>&nbsp;</p><p>2. &nbsp;Prinsip pembelajaran mendalam :</p><p>Berkesadaran:</p><p>Kenyamanan peserta didik dalam belajar ,Fokus, konsentrasi, dan perhatian, Kesadaran terhadap proses berpikir, kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya, Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya, Keterbukaan terhadap perspektif baru, Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>Bermakna:</p><p>Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata, Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya, Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, Keterkaitan dengan bidang ilmu lain, Pembelajar sepanjang hayat</p><p>Menggembirakan:</p><p>Lingkungan pembelajaran yang interaktif, Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu, Menginspirasi, Tantangan yang memotivasi, Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment), Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p>3. Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam:</p><p>· Memberi ruang bertanya, berargumentasi, dan berkreasi,</p><p>· Menghadirkan masalah nyata,</p><p>· Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan murid,</p><p>· Meminta mereka merefleksi pembelajaran,</p><p>4. Memodifikasi aktifitas dan asesmen. Jikalau dinilai belumDalam proses belajar, murid sebaiknya diposisikan sebagai pusat pembelajaran, mereka menjadi pemain utama atau subjek dalam kegiatan belajar​. Pendekatan ini dikenal sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa <em>( Student-Centered Learning ).</em></p><p>5. antangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><p>Kesiapan guru :Kemampuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang berbeda, Keterampilan penguasaan teknologi untuk membuat pembelajaran yang menarik</p><p>Keterbatasan sumber daya:</p><p>Waktu: Terbatasnya waktu pembelajaran yang hanya 2JP dalam 1 minggu. Sementara itu agar anak memiliki kesadaran, bermakna dibutuhkan waktu pembelajaran yang lebih banyak</p><p>Fasilitas : tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi yang memadai seperti laptop atau internet, sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai seperti Komputer masih terbatas.</p><p>Keterlibatan siswa: dibutuhkan perhatian yang besar menghadapi siswa yang heterogeny dan banyak siswa di dalam 1 kelas kurang lebih 46-47 siswa. Guru perlu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif dan hubungan baik dengan siswa</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 06:19:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543122360</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543125113</link>
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Langkah pertama adalah dengan menentukan tujuan pembelajaran, kemudian kita harus menganalisis kebutuan siswa dengan memahami karakteristik, gaya belajar, minat dan kebutuhan anak. Setelah itu kita harus menentukan sumber belajar dari materi yang kita ajarkan bisa dari buku teks, artikel, media digital dan lain-lain. Kemudian menentukan metode dan media pembelajaran yang akan kita gunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran. Jika itu sudah ditentukan kita bisa menyusun modul ajar atau RPP yang didalamnya harus disertai dengan penjabaran asesmen.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Prinsip pembelajaran mendalam :</p><p>Berkesadaran:</p><p>Kenyamanan peserta didik dalam belajar ,Fokus, konsentrasi, dan perhatian, Kesadaran terhadap proses berpikir, kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya, Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya, Keterbukaan terhadap perspektif baru, Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>Bermakna:</p><p>Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata, Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya, Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, Keterkaitan dengan bidang ilmu lain, Pembelajar sepanjang hayat</p><p>Menggembirakan:</p><p>Lingkungan pembelajaran yang interaktif, Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu, Menginspirasi, Tantangan yang memotivasi, Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment), Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberi ruang bertanya, berargumentasi, dan berkreasi,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghadirkan masalah nyata,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan murid,</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meminta mereka merefleksi pembelajaran,</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memodifikasi aktifitas dan asesmen. Jikalau dinilai belumDalam proses belajar, murid sebaiknya diposisikan sebagai pusat pembelajaran, mereka menjadi pemain utama atau subjek dalam kegiatan belajar​. Pendekatan ini dikenal sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa <em>( Student-Centered Learning ).</em></p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; antangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><p>Kesiapan guru :Kemampuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang berbeda, Keterampilan penguasaan teknologi untuk membuat pembelajaran yang menarik</p><p>Keterbatasan sumber daya:</p><p>Waktu: Terbatasnya waktu pembelajaran yang hanya 2JP dalam 1 minggu. Sementara itu agar anak memiliki kesadaran, bermakna dibutuhkan waktu pembelajaran yang lebih banyak</p><p>Fasilitas : tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi yang memadai seperti laptop atau internet, sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai seperti Komputer masih terbatas.</p><p>Keterlibatan siswa: dibutuhkan perhatian Ayang besar menghadapi siswa yang heterogeny dan banyak siswa di dalam 1 kelas kurang lebih 46-47 siswa. Guru perlu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif dan hubungan baik dengan siswa</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 06:22:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/setia/pip6vgkjefkvkjjx/wish/3543125113</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
