<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet selaras saya by Khairiah FP</title>
      <link>https://padlet.com/khairiahfkip/pg5ilvmvy9nx4j9m</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-21 02:22:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-23 04:00:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>UTS Psikologi Pendidikan </title>
         <author>khairiahfkip</author>
         <link>https://padlet.com/khairiahfkip/pg5ilvmvy9nx4j9m/wish/2927811492</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Jelaskan Jenis Kepribadian yang anda ketahui</p></li><li><p>Apa yang anda pahami tentang motivasi dan bagaimana cara menanampak motivasi belajar</p></li><li><p>apa pemicu timbulnya stres dan fobia serta jelaskan jenis2nya</p></li><li><p>masalah apa saja yang terjadi pada siswa disekolah?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 02:24:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/khairiahfkip/pg5ilvmvy9nx4j9m/wish/2927811492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.</title>
         <author>naylafahrinaputri</author>
         <link>https://padlet.com/khairiahfkip/pg5ilvmvy9nx4j9m/wish/2927917500</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>• Ekstrovert (Extravert) dan Introvert (Introvert)</strong>: Ekstrovert cenderung lebih terbuka dan energik dalam berinteraksi dengan orang lain, sementara introvert cenderung lebih tertutup dan cenderung menghabiskan waktu sendirian untuk mengisi energi.<br> <strong>• Sabar (Agreeable) dan Tegas (Assertive)</strong>: Orang yang sabar cenderung lebih kooperatif, ramah, dan mudah beradaptasi dengan orang lain, sementara orang yang tegas cenderung lebih percaya diri, fokus pada tujuan, dan tidak terlalu memperhatikan harapan orang lain.<strong>Ketelitian (Conscientiousness)</strong>: Orang dengan tingkat ketelitian yang tinggi cenderung terorganisir, teratur, dan memiliki kecenderungan untuk bekerja keras dan bertanggung jawab.<strong>Neurotik (Neuroticism)</strong>: Tingkat neurotik yang tinggi dapat menunjukkan kecemasan, depresi, dan mudah terganggu, sementara tingkat neurotik yang rendah menunjukkan ketenangan dan keseimbangan emosional. <br><br><strong>• Keterbukaan (Openness)</strong>: Orang yang terbuka cenderung kreatif, imajinatif, dan terbuka terhadap ide dan pengalaman baru, sementara orang yang lebih tertutup cenderung lebih tradisional dan konservatif.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertindak atau mencapai tujuan tertentu. Ini bisa berasal dari kebutuhan, dorongan internal, atau faktor eksternal.Untuk menampakkan motivasi belajar, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:<br> <strong>Tetapkan Tujuan yang Jelas</strong>: Tentukan tujuan belajar yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan waktu tertentu (SMART). Tujuan yang jelas membantu memberikan arah dan fokus pada belajar. <br><strong>Ciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung</strong>: Pastikan lingkungan belajar Anda nyaman, terorganisir, dan bebas dari gangguan agar dapat meningkatkan konsentrasi dan motivasi. <br><strong>Gunakan Metode Pembelajaran yang Efektif</strong>: Temukan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar Anda. Misalnya, jika Anda visual, gunakan gambar atau diagram.<br> <strong>Temukan Makna dalam Pembelajaran</strong>: Cari tahu mengapa pembelajaran itu penting bagi Anda.<br> <strong>Berikan Reward dan Penghargaan</strong>: Berikan diri Anda reward atau penghargaan setelah mencapai tujuan belajar tertentu<br> <strong>Jaga Keseimbangan dan Kesehatan</strong>: Pastikan Anda memiliki keseimbangan antara belajar dan istirahat.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Jenis-Jenis Stres:</strong> <br><strong>• Stres Rutin (Acute Stress)</strong>: Stres yang bersifat singkat dan terjadi dalam jangka waktu pendek, seperti menghadapi deadline proyek. <br><strong>• Stres Kronis (Chronic Stress)</strong>: Stres yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus, seperti masalah keuangan yang berkepanjangan atau pekerjaan yang sangat menuntut. <br><strong>• Stres Situasional (Situational Stress)</strong>: Stres yang terjadi karena situasi tertentu, seperti menghadapi ujian besar atau presentasi di depan umum. <br><br><strong>Pemicu Fobia:</strong> <br><strong>• Pengalaman Traumatis</strong>: Pengalaman traumatis atau menakutkan di masa lalu bisa menjadi pemicu fobia terhadap objek atau situasi tertentu. <br><strong>• Pembelajaran dari Orang Lain</strong>: Mengamati atau mendengar pengalaman buruk yang dialami orang lain terhadap objek atau situasi tertentu juga dapat memicu fobia. <br><strong>• Kondisi Genetik dan Biologis</strong>: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dan biologis juga dapat memainkan peran dalam perkembangan fobia. <br><br><strong>Jenis-Jenis Fobia:</strong> <br><strong>• Fobia Spesifik</strong>: Ketakutan yang sangat intens terhadap objek atau situasi tertentu, seperti fobia terhadap ketinggian (acrophobia) atau fobia terhadap ular (ophidiophobia). <br><strong>• Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder)</strong>: Ketakutan yang berlebihan terhadap situasi sosial atau performa di depan orang lain. <br><strong>• Agorafobia</strong>: Ketakutan terhadap tempat atau situasi di mana mungkin sulit untuk melarikan diri atau meminta bantuan, seperti kerumunan atau ruang terbuka yang luas.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh siswa di sekolah dapat meliputi: <br><strong>Stres Akademik</strong>: Tekanan untuk mencapai hasil akademik yang baik, menghadapi ujian, tugas yang menumpuk, dan ekspektasi yang tinggi dari guru dan orang tua bisa menjadi sumber stres bagi siswa. <br><strong>Kesehatan Mental</strong>: Masalah seperti kecemasan, depresi, dan gangguan suasana hati dapat memengaruhi kesejahteraan mental siswa dan kinerja akademik mereka. <br><strong>Pengabaian atau Kekerasan</strong>: Siswa dapat mengalami pengabaian atau kekerasan baik dari teman sekelas maupun dari pihak sekolah, yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan.</p><p><strong>Masalah Keluarga</strong>: Konflik dalam keluarga, perceraian orang tua, masalah keuangan, atau ketidakstabilan rumah tangga dapat memengaruhi konsentrasi dan kinerja siswa di sekolah. <br><strong>Kurangnya Dukungan atau Dorongan</strong>: Siswa mungkin merasa kurang didukung atau tidak mendapatkan dorongan yang cukup baik dari guru, orang tua, atau lingkungan sekolah secara keseluruhan. <br><strong>Gangguan Perilaku dan Konsentrasi</strong>: Beberapa siswa mungkin menghadapi masalah perilaku seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, atau kesulitan mengontrol emosi mereka, yang dapat mengganggu pembelajaran mereka.</p><p><strong>Bullying dan Pelecehan</strong>: Bullying dan pelecehan secara fisik, verbal, atau cyberbullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri dan kesejahteraan mental siswa.<br> </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 03:40:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/khairiahfkip/pg5ilvmvy9nx4j9m/wish/2927917500</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
