<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sustainability by Lies Wahyuni</title>
      <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa</link>
      <description>Find an issue from SDGs, find ideas to solve the problems</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-02 00:19:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-03 01:35:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>lieswahyuni2</author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563818664</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4142800381/4f3b5f5a2823913f5726ce2416417d9a/Sustainable_Development_Goals_svg.png" />
         <pubDate>2025-09-02 00:25:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563818664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afghan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563971904</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGS 1.</p><p>SDGs 1 membahas tentang mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di seluruh dunia. Tujuan ini menekankan pentingnya akses kebutuhan dasar, perlindungan sosial, serta kesempatan hidup layak bagi semua orang.</p><p><br/></p><p>Wilayah Indonesia yang mengalami kemiskinan.</p><p>Papua Pegunungan : Menurut data Badan Pusat Statistik sejak Juli 2025. Di Papua Pegunungan mencapai tingkat kemiskinan hingga 30,03%. Hal ini disebabkan karena lapangan pekerjaan yang sulit dijangkau &amp; perubahan iklim drastis yang menyebabkan sebagian pekerja sebagai petani disana mengalami kesulitan panen.</p><p><br/></p><p>solusi.</p><p>Memberikan akses pendidikan yang merata di seluruh bagian Papua Pegunungan, agar seluruh masyarakat keterampilan kerja yang lebih baik.</p><p><br/></p><p>Ide solusi dari negara Kamboja :</p><p>Kamboja bisa mengatasi kemiskinan lewat pendidikan dengan memberikan akses sekolah gratis, beasiswa, dan fasilitas agar anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa belajar. Selain itu, kualitas guru dan kurikulum perlu ditingkatkan, termasuk pendidikan vokasi agar generasi muda siap masuk dunia kerja. Pendidikan untuk perempuan juga penting supaya mereka punya kesempatan yang sama dalam berkarier dan membantu ekonomi keluarga.</p><p><br/></p><p>APA format :11 Juli 2023. UNDP.org. 25 Negara mengurangi kemiskinan. https://www.undp.org/press-releases/25-countries-halved-multidimensional-poverty-within-15-years-11-billion-remain-poor</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 01:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563971904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahid Azhar Muzakki Addaudi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563976193</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGs 6.</p><p>Clean water and sanitation refers to the availability of safe, affordable, and accessible drinking water, sanitation facilities, and hygiene practices for all people,</p><p><br></p><p>Global issues:</p><p>1. Kekurangan akses air bersih</p><p>Contoh: Somalia 🇸🇴 sering mengalami kekeringan, membuat jutaan orang tidak punya akses air.</p><p>2. Sanitasi buruk  </p><p>Contoh: di India dulu banyak orang masih buang air sembarangan, meski sekarang sudah ada perbaikan lewat program Clean India Mission.</p><p>3. Penyakit akibat air kotor </p><p>Contoh: Bangladesh 🇧🇩 masih menghadapi masalah kolera karena air tercemar.</p><p>4. Pencemaran air </p><p>Contoh: Chinabanyak sungai tercemar akibat limbah industri.</p><p><br></p><p>Solution:</p><p>Singapura: NEWater (Daur Ulang Air)</p><p>Mengolah air limbah menjadi air minum dengan teknologi filtrasi, hasilnya Menyediakan ±40% kebutuhan air.</p><p><br></p><p>Belanda: Manajemen Air</p><p>Kanal, bendungan, pompa, dan pengolahan limbah, dengan hasil hampir semua penduduk mendapat air bersih &amp; sanitasi modern.</p><p><br></p><p>Conclusion:</p><p>Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus bagian penting dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 6).</p><p>negara yang sudah berhasil menangani masalah water and sanitation:</p><p>1. Singapura dengan teknologi daur ulang air (NEWater). </p><p>2. Belanda melalui manajemen air dan pengendalian banjir.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297410186/e2df85558891ba16723d96616bd67a06/coming_clean_img4.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 01:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563976193</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Good health and well being (SDGs-3)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563976995</link>
         <description><![CDATA[<p>Explain : Good health and well-being is the 3rd SDGs goal which aims to provide access to health for people to live a healthy and prosperous life.</p><p>Issues : In Indonesia, from August 23 to 26, 2025, there was a measles outbreak. According to the Indonesian Ministry of Health, cases were recorded in East Java, specifically in Sumenap Regency. This was due to a hoax circulating in the area, which led to many cases being infected with the measles virus.</p><p>Solution : The solution is to provide education on how to avoid hoaxes and also provide access to vaccinations so that the measles virus does not spread to other people and the community.</p><p>Conclusion : The conclusion is that hoax news is very dangerous and can be prosecuted, especially if it is believed by ordinary people if they are not informed about it.</p><p><br></p><p>APA Format : 27/08/2025<br>Hoaks Hambat Vaksinasi Campak di Sumenep, Puluhan Anak Masih Dirawat</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://surabaya.kompas.com/read/2025/08/27/135943878/hoaks-hambat-vaksinasi-campak-di-sumenep-puluhan-anak-masih-dirawat">https://surabaya.kompas.com/read/2025/08/27/135943878/hoaks-hambat-vaksinasi-campak-di-sumenep-puluhan-anak-masih-dirawat</a>.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297410210/d7b2b62ad0e94b136493072fdf6d8db1/68aea6789639d.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 01:44:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563976995</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SDGs no. 16 - Arfaeyza</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563978384</link>
         <description><![CDATA[<p>Explanation of SDGs 16 :</p><p>Tujuan SDGs yang ke 16 adalah menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, bebas dari kekerasan, menjamin akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang transparan, akuntabel, dan efektif. Atau bisa dibilang, poin ini fokus pada mengurangi konflik, korupsi, diskriminasi, serta memperkuat demokrasi dan hukum.</p><p><br></p><p>Example of SDGs 16 Global Issues :</p><ul><li><p>Korupsi yang melemahkan kepercayaan publik.</p></li><li><p>Konflik bersenjata dan perang (misalnya di Suriah atau Ukraina).</p></li><li><p>Pelanggaran HAM, seperti diskriminasi terhadap minoritas.</p></li></ul><p><br></p><p>Ideas to solve the issues : </p><ul><li><p>Pemerintah menyediakan layanan publik online yang bisa diakses semua orang (e-goverment &amp; open data).</p></li><li><p>Data anggaran, pengadaan barang, hingga keputusan publik dibuka secara transparan.</p></li></ul><p><br></p><p>Country that success with this ideas :</p><p>Saya memilih negara Estonia, karena negara ini sukses menerapkan e-goverment (seperti e-Voting) di pemerintahannya, ide ini terbukti ampuh dalam mengurangi jumlah korupsi di negara ini.</p><p><br></p><p>Source :</p><p>1.) <em>United Nations. (2025). Goal 16: Promote just, peaceful and inclusive societies. UN Sustainable Development Goals. </em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://sdgs.un.org/goals/goal16">https://sdgs.un.org/goals/goal16</a></p><p><br></p><p>2.) <em>United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). (2023). Corruption and SDG 16. </em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.unodc.org/unodc/en/corruption/sustainable-development-goals.html">https://www.unodc.org/unodc/en/corruption/sustainable-development-goals.html</a></p><p><br></p><p>3.) <em>Harvard Business School – Digital Initiative. (2017). E-Governments vs. Corruption: The Case of Estonia. </em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://d3.harvard.edu/platform-rctom/submission/e-governments-vs-corruption-the-case-of-estonia/">https://d3.harvard.edu/platform-rctom/submission/e-governments-vs-corruption-the-case-of-estonia/</a></p><p><br></p><p>4.)<em>e-Estonia. (2025). E-Estonia: The digital society. </em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://e-estonia.com">https://e-estonia.com</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 01:44:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563978384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hideo Arifianza </title>
         <author>hideoarifianzar</author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563987679</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>What is sustainable cities and communities meaning?</strong></p><p>Tujuan ini bertujuan untuk menjadikan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pencapaian ini melibatkan investasi dalam transportasi publik, penciptaan ruang terbuka hijau publik, dan peningkatan perencanaan dan pengelolaan perkotaan yang inklusif.</p><p><br></p><p>Global Issue:</p><p>Urbanisasi diproyeksikan membuat 66% penduduk dunia tinggal di kota pada 2050, memunculkan masalah sosial dan lingkungan, termasuk di India. Paper ini membahas SDGs ke-11 tentang <em>sustainable cities and communities</em> melalui studi kasus India dan kerjasamanya dengan negara-negara Skandinavia. Analisis dengan Green Theory menekankan peran aktor negara dan non-negara dalam mewujudkan kota berkelanjutan.</p><p><br></p><p>Solusi:</p><ul><li><p>Kerjasama Nordik–India atasi urbanisasi.</p></li><li><p>Negara Nordik berbagi pengalaman, India mendapat dukungan.</p></li><li><p>Kolaborasi negara &amp; non-negara.</p></li><li><p>11 target SDGs 11: perumahan layak, transportasi, perencanaan kota, pelestarian budaya/alam, kurangi bencana &amp; polusi, ruang hijau, hubungan urban–desa, kebijakan berkelanjutan, dukungan negara berkembang.</p><p><br></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1421243772/b1e01f94c6af7d671588eab01548a82f/1738416814_img_trans.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 01:50:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563987679</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dinda Hanifah M.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563988870</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGs no.8 </p><p><br/></p><p>Explaination: </p><p>SDGs nomor 8 adalah "Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi" berarti berusaha supaya ekonomi tumbuh dan berkembang dengan cara yang adil dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan banyak pekerjaan yang bagus, produktif, dan bisa diakses oleh semua orang, sehingga semua orang punya kesempatan kerja yang baik dan terjamin.</p><p><br/></p><p>Isu: </p><p>Di Indonesia, angka pengangguran pada awal 2025 sebesar 4,76% dan rata-rata upah buruh sekitar Rp3,09 juta per bulan, menurut BPS Indonesia. Kualitas angkatan kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja menjadi penyebab utama, sehingga pencari kerja banyak yang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak. </p><p><br/></p><p>Solusi:</p><p>- Membentuk lapangan kerja formal yang layak untuk semua, termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.</p><p><br/></p><p>- Mendukung kewirausahaan dan inovasi serta UMKM.</p><p><br/></p><p>- Menjaga hak pekerja dengan kondisi yang layak dari segi upah dan sebagainya.</p><p><br/></p><p>Negara yang berhasil menyelesaikan masalah:</p><p>Beberapa negara maju seperti  Eropa Barat, Jepang, dan Korea Selatan yang berhasil menciptakan kebijakan tenaga kerja yang mendukung hak-hak pekerja, inovasi, serta teknologi dan pendidikan yang menyesuaikan perkembangan zaman.</p><p><br/></p><p>Source: </p><p>- Bappenas. (2023). GOAL 8 – SDGs Indonesia. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://sdgs.bappenas.go.id">sdgs.bappenas.go.id</a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://sdgs.bappenas.go.id/17-goals/goal-8/">https://sdgs.bappenas.go.id/17-goals/goal-8/</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297517034/6ab46dc2f0ec90ce15646b7471bd68c3/WhatsApp_Image_2025_09_02_at_08_48_33.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-02 01:50:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563988870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INDUSTRY, INNOVATION, AND INFRASTRUCTURE.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563989565</link>
         <description><![CDATA[<p>Fathin 10.1 = </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Explanacion:</p><p>Goal 9 which is about Industry, Innovation, and infrastructure is a goal that seeks to build resilient infrastructure, promote sustainable industrialization and foster innovation.</p><p><br/></p><p>Global Issue:</p><p>Some countries that limits or doesn't has an innovation, has a limits of use  of technologies,  and limited access to reliable rods, also limited access of use of internet.</p><p><br/></p><p>Solution:</p><p>An Economic growth is needed. </p><p>Economic growth can be achieved by Building resilient infrastructure, promoting inclusive and sustainable industrialization, and fostering innovation&nbsp;are key drivers of economic development.</p><p>Also, some investments in infrastructure. </p><p>transportation, irrigation, technologies, energy, and communication technologies are crucial for the solution of this goal problem, also to achieve sustainable development.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Example =</p><p>South Korea :</p><p>Since 2017, South Korea has launched some big projects among the cities, which is led initiatively by the government, which was the need is some economy growth and the budget must be used wisely spent for the project. It proofs that what countries needed is Budged, Funds is a crucial key for progress in a country, or city.</p><p><br/></p><p>South Korea also make an institution for the better city building, while leading global cities typically provide South Korea has  renewable energy, parking management, 3D city models, and citizen engagement platforms—South Korea emphasizes the deployment of advanced communication technologies and data analytics</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 01:51:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563989565</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khalilah.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563997640</link>
         <description><![CDATA[<p>Lilah 10.1</p><p>responsible consumption and production.</p><p><br></p><p><strong>Explanation</strong> :</p><p>Responsible Consumption and Production is the UN's 12th Sustainable Development Goal (SDG 12), aiming to ensure that everyone uses resources efficiently, minimizes waste, and promotes sustainable practices throughout the entire lifecycle of goods and services, from production to consumption.</p><p><br></p><p><strong>Global issue:</strong></p><p>excessive resource use, waste generation, and pollution, causing climate change, biodiversity loss, and environmental degradation. </p><p>- Food Waste:</p><p>Globally, over 1 billion metric tons of edible food are wasted annually, contributing to greenhouse gas emissions and resource strain. </p><p>- Lack of Circularity:</p><p>Many global economies are not circular, meaning a large portion of production becomes waste rather than being reused or recycled. </p><p><br></p><p><strong>The solution:</strong></p><p>• Adopt the 3Rs:</p><p>Actively reduce consumption, reuse items, and recycle materials whenever possible. </p><p>- Advocate for Change:</p><p>Support petitions and campaigns calling for greater corporate responsibility and policy changes that promote sustainability. </p><p><br></p><p><strong>Conclusion</strong>:</p><p>responsible consumption and production are multifaceted. While many countries have made progress, particularly developed nations in Northern and Western Europe, global challenges persist, driven by unsustainable lifestyles, economic disparities, and slow policy implementation.</p><p>Countries leading in specific aspects of SDG 12 :</p><p>- Canada: Recognized for sustainable forestry and investing heavily in ocean related conservation and sustainable technology. </p><p>- Denmark: Has a strong commitment to renewable energy, waste reduction, and circular economy practices.</p><p>- and many more.</p><p><br></p><p>Source:</p><p>1.) nguyenvuhoaha, August 7, 2023. Responsible Consumption and ProductionResponsible Consumption and Production: A Closer Look at Goal 12. Responsible Consumption &amp; Production: A Closer Look at Goal 12 https://share.google/JtcCd8yo98H1TPjms</p><p><br></p><p>2.) https://www.fiftyshadesgreener.ie/blog/sdg-series-responsible-consumption-and-production-sustainable-development-goal-12</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 01:55:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3563997640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Febio: Decent Work And Economic Growth</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564000043</link>
         <description><![CDATA[<p>bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mencapai kesempatan kerja penuh dan produktif, serta menyediakan pekerjaan yang layak untuk semua orang di dunia. Inisiatif ini mencakup berbagai target, seperti meningkatkan produktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas, mempromosikan kewirausahaan dan UKM, serta memastikan hak-hak pekerja dan lingkungan kerja yang aman.</p><p><br/></p><p>Global issue:</p><p><strong>Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan Pengangguran</strong></p><p><strong>Pengangguran dan Ketidaksetaraan Gender          Perlindungan Sosial dan Hak-Hak Pekerja</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Solusi:Mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)</strong></p><p><strong>Menciptakan Kebijakan yang Berpusat pada Rakyat</strong></p><p><strong>Melindungi Hak dan Keselamatan Pekerja</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Negara yg  menggunakan solusi tersebut:</strong></p><p><strong>Denmark</strong></p><p><strong>Findland</strong></p><p><strong>Islandia</strong></p><p><strong>Norwegia</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297412590/82abdaf74ac2261f14c31c3b24f4cd14/ppppp.png" />
         <pubDate>2025-09-02 01:56:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564000043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Quality Education,Barnes X.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564000340</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Estonia</strong> — Sekolah Terbaik di Eropa</p><p>Tujuan:</p><p>&gt;Menerapkan kurikulum holistik yang             menekankan kreativitas, literasi digital,        dan pemikiran kritis, serta memastikan         kesetaraan akses pendidikan untuk              semua siswa.</p><p><br/></p><p>Global Issue:</p><p>&gt;Meskipun berhasil, ada tekanan terhadap beban kerja dan upah rendah untuk guru.</p><p><br/></p><p>Solusi:</p><p>&gt;Integrasi teknologi sejak dini: digital tools   digunakan dalam setiap aspek                       pembelajaran, termasuk PISA ranking          terbaik di Eropa.</p><p>&gt;Kebebasan bagi sekolah dan guru dalam     mengembangkan metode pengajaran;         inklusivitas melalui makan siang gratis          dan subsidi prasekolah.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>&gt;Estonia sukses meningkatkan kualitas         pendidikan dengan kurikulum kreatif dan     digital, serta akses yang merata lewat          dukungan seperti makanan gratis.                Meskipun ada tantangan untuk guru,            teknologi dan kebebasan metode                 pengajaran membantu Estonia jadi salah     satu negara dengan pendidikan terbaik di    Eropa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297411325/8820c41e0687d29e01faf3a49e59b919/2945_Children_in_classroom_Ministry_of_Education_and_Research_Aivo_Kallas_3329726_1_1800x1200.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 01:56:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564000340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asadel Makaio Genada</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564007119</link>
         <description><![CDATA[<p>SDG 17 fokus pada penguatan kemitraan global—baik antarnegara, sektor swasta, masyarakat sipil, hingga lembaga internasional—untuk mendukung implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).</p><p><br/></p><p><strong>Global Issues:</strong></p><ol><li><p><strong>Ketimpangan Dukungan Finansial</strong><br>Negara berkembang masih bergantung pada bantuan internasional yang tidak merata atau berkelanjutan.</p></li><li><p><strong>Kurangnya Transfer Teknologi</strong><br>Negara maju belum secara konsisten berbagi teknologi penting untuk pembangunan.</p></li><li><p><strong>Terbatasnya Akses ke Data Global</strong><br>Banyak negara miskin tidak memiliki data akurat untuk mengukur kemajuan SDGs.</p></li><li><p><strong>Minimnya Kolaborasi Multi-sektor</strong><br>Kurang integrasi antara pemerintah, swasta, dan LSM dalam mencapai target SDGs.</p></li><li><p><strong>Tantangan Tata Kelola Global</strong><br>Lemahnya koordinasi kebijakan antarnegara menyebabkan ketidakefisienan dalam upaya global.</p></li></ol><p><strong>Solusi:</strong></p><ul><li><p><strong>Meningkatkan Dana Pembangunan</strong><br>Negara maju perlu memenuhi komitmen pendanaan untuk negara berkembang (minimal 0,7% GNI).</p></li><li><p><strong>Promosi Transfer Teknologi</strong><br>Bentuk kerja sama inovatif agar negara berkembang dapat mengakses teknologi penting secara gratis atau murah.</p></li><li><p><strong>Penguatan Sistem Data Nasional</strong><br>Dukung pembangunan kapasitas statistik di negara-negara berpendapatan rendah.</p></li><li><p><strong>Membangun Aliansi Multi-Pihak</strong><br>Dorong kemitraan aktif antara pemerintah, sektor swasta, LSM, dan akademisi.</p></li><li><p><strong>Perkuat Diplomasi dan Kerangka Kerja Internasional</strong><br>Tingkatkan koordinasi dan harmonisasi kebijakan di tingkat regional dan global.</p></li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Tanpa kerja sama global yang kuat, SDGs tidak akan tercapai. SDG 17 berperan sebagai penggerak semua tujuan lainnya. Diperlukan komitmen nyata dari seluruh pihak untuk mewujudkan kemitraan yang adil dan berkelanjutan.</p><p><strong>Sumber:</strong></p><ul><li><p>United Nations. (2024). <em>Goal 17: Partnerships for the Goals.</em><br><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://sdgs.un.org/goals/goal17">https://sdgs.un.org/goals/goal17</a></p></li><li><p>UNDP Indonesia. (2024). <em>SDG 17 Overview.</em><br><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.id.undp.org/">https://www.id.undp.org/</a></p></li><li><p>OECD. (2023). <em>Development Cooperation Report.</em></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 01:59:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564007119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dinaa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564012843</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>Explanation</strong></p><p><br></p><p><br></p><p>SDGs 17 - Partnerships for the Goals menekankan pentingnya kemitraan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Fokusnya mencakup pembiayaan pembangunan, transfer teknologi, peningkatan perdagangan, dan penguatan kapasitas data. Dengan kolaborasi lintas negara dan sektor, tantangan global dapat diatasi secara lebih efektif (Bappenas, 2023).</p><p><br></p><p><br></p><p><strong>Global Issues</strong></p><p><br></p><p><br></p><p>Isu utama yang dihadapi dunia adalah kesenjangan dana pembangunan yang mencapai sekitar USD 4 triliun per tahun. Selain itu, banyak negara berkembang masih mengalami keterbatasan dalam akses teknologi, data berkualitas, dan kapasitas institusional. Hal ini menghambat implementasi berbagai program berkelanjutan (Joint SDG Fund, 2023).</p><p><br></p><p><br></p><p><strong>Solutions</strong></p><p><br></p><p><br></p><p>Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini, antara lain:</p><p><br></p><ol><li><p>Mobilisasi dana hijau melalui instrumen inovatif seperti green sukuk dan blue bond.</p></li><li><p>Transfer teknologi dan penguatan kapasitas dengan dukungan lembaga internasional.</p></li><li><p>Kemitraan publik-swasta (PPP) dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.</p></li><li><p>Penguatan data dan sistem monitoring SDGs untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas kebijakan.</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><p>Indonesia menjadi contoh inspiratif melalui penerbitan green sukuk dan blue bond yang berhasil menggalang hampir USD 12 miliar untuk pembiayaan berkelanjutan. Selain itu, Indonesia bekerja sama dengan UNDP dalam program lokal SDGs hingga ke tingkat provinsi (Joint SDG Fund, 2023; UNDP Indonesia, 2023).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 02:02:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564012843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vania Fredelina Syfa  (Gender equality) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564014183</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>(What is gender equality? ) </strong></p><p>[1]. Gender equality is a human right and essential for a just, secure and democratic society </p><p>[2]. It assures women and men the same rights and chances in every aspect of life and equal access to supplies and services within families and communities</p><p>[3]. Having the same opportunities in health, education, employment, and political and economic representation benefits the society</p><p>(Source : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/gender-equality">https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/gender-equality</a> - Trends in Anaesthesia and Critical Care, written by Beatriz Noronha, ... Joana Berger-Estilita 2022) </p><p><br></p><p><strong>Global issues :</strong></p><p>A third of countries have made no progress since then, and of these, 18 countries have seen gender inequality worsen, with Venezuela, Afghanistan, Algeria, Belarus, Kuwait, and Ecuador the worst affected. The worst countries for gender equality in 2022 were Sudan, Yemen, Afghanistan, and Chad.</p><p>(Source : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.globalcitizen.org">https://www.globalcitizen.org - </a>By Tess Lowery</p><p>November 24, 2023) </p><p><br></p><p><strong>Solution :</strong></p><ol><li><p>Equal access to education</p></li><li><p>Empower women in the workplace</p></li><li><p>Protect reproductive rights</p></li><li><p>Strengthen legal protections</p></li><li><p>Provide better medical care</p></li><li><p>Achieve better political representation</p><p><br></p><p>By providing equal educational opportunities to all genders, societies can dismantle the stereotypes and prejudices that contribute to gender disparities.</p><p>( Source : https://hub.edubirdie.com/examples/solutions-to-end-gender-inequality/#:~:text=By%20providing%20equal%20educational%20opportunities,economic%20growth%20and%20national%20productivity. (07.01.2025)) </p></li></ol><p><br></p><p><strong>Which country has the least gender inequality? :</strong></p><p>1) Denmark.</p><p>2) Norway.</p><p>3) Sweden.</p><p>4) Switzerland.</p><p>5) Netherlands.</p><p>(Source : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://populationconnection.org">https://populationconnection.org</a> - - Written by Olivia Nater | Published: May 8, 2025) </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297430346/1b5c51c6bcfd277ff628421b873ff13a/fa61ce3815167b25da8a3efa2df52139.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 02:03:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564014183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>gender equality</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564016123</link>
         <description><![CDATA[<p>&gt;WHAT IS GENDER EQUALITY ?</p><p>Gender equality is the concept that all people, regardless of their gender, should have equal rights, responsibilities, and opportunities in all aspects of life, including economic participation, education, health, and political decision-making. however, there still have some issues cause there's people who is transgender or nonbinary, gender pay gap, gender-based violence, limited access to education and healthcare, underrepresentation in leadership, and unequal distribution of unpaid domestic and care work. These issues manifest in various forms, including occupational segregation, violence and harmful practices, and the under-representation of women in political and economic decision-making roles.</p><p><br/></p><p>&gt;HOW TO SOLVE GENDER INEQUALITY ?</p><p>To solve gender inequality, one must enforce legal and policy reforms, ensuring equal access to education and employment, promoting women's leadership and representation, implementing supportive policies like paid parental leave and flexible work arrangements, investing in women's economic empowerment through skills training and credit access, combating gender-based violence, and fostering a culture of inclusivity by challenging biased stereotypes.</p><p><br/></p><p>&gt;COUNTRYS' WHO ALREADY SOLVE GENDER INEQUALITY PROMBLEM :</p><p>Iceland consistently ranks highest, followed by countries like Norway, Finland, New Zealand, and Sweden. These nations achieve high scores through policies that promote gender equality in areas like economic participation, education, healthcare, and political&nbsp;empowerment.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://i1.pickpik.com/photos/243/297/253/beard-beverage-break-business-preview.jpg" />
         <pubDate>2025-09-02 02:04:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564016123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SDGs - Affordable and Clean Energy </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564018964</link>
         <description><![CDATA[<p>Explain: Islandia adalah salah satu negara di dunia yang berhasil memenuhi hampir <strong>100% kebutuhan listriknya dari sumber energi terbarukan</strong>. Dua sumber utama energinya adalah: energi geometral (sekitar 66%) Islandia memanfaatkan panas bumi dari aktivitas vulkanik untuk menghasilkan listrik dan memanaskan rumah-rumah serta gedung. </p><p><br></p><p>Global issue: Beberapa negara di dunia menghadapi masalah besar terkait energi yang tidak bersih dan mahal, seperti Lebanon dan Pakistan. Di Lebanon, krisis listrik yang parah membuat masyarakat sering mengalami pemadaman listrik hingga berjam-jam. Negara ini sangat bergantung pada generator diesel yang mahal dan mencemari lingkungan. Kondisi serupa terjadi di Pakistan di mana ketidakstabilan pasokan listrik dan tingginya biaya bahan bakar fosil menghambat perkembangan ekonomi dan menurunkan kualitas hidup masyarakat.</p><p>Masalah ini bukan hanya persoalan lokal, melainkan bagian dari isu global tentang ketergantungan pada energi fosil yang menyebabkan polusi dan memperburuk perubahan iklim. Selain itu, harga energi yang mahal memperbesar kesenjangan sosial dan ekonomi.</p><p><br></p><p>Solution: - Peningkatan Efisiensi Energi<br>Mendorong penggunaan teknologi hemat energi di sektor industri, transportasi, dan rumah tangga agar konsumsi energi lebih rendah dan biaya berkurang.</p><p>- Kerja Sama Internasional <br>Negara-negara berkembang bisa mendapatkan dukungan teknologi, pendanaan, dan transfer pengetahuan dari negara maju untuk membangun energi bersih.</p><p>- Pendidikan dan Kesadaran Masyarat<br>Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi bersih dan hemat agar terjadi perubahan perilaku.</p><p><br></p><p>APA Format: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://share.google/7zQZMyg5V3t5fPS78">https://share.google/7zQZMyg5V3t5fPS78</a></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://share.google/NtCZ5TUnDtn2AwopF" />
         <pubDate>2025-09-02 02:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564018964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>14-Life Bellow Water</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564022830</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>-SDG 14-</strong></p><p><strong>Life Below Water"</strong> mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan <strong>(SDG) Nomor 14 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),</strong> yang bertujuan untuk melestarikan dan memanfaatkan samudra, laut, dan sumber daya kelautan untuk pembangunan berkelanjutan. Tujuan ini berupaya menjaga kesehatan samudra yang menutupi<strong> 70% planet ini</strong>, serta melindungi kehidupan laut dari kerusakan akibat polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim agar planet tetap layak huni bagi manusia.</p><p><br></p><p>Tujuan Utama <strong>"Life Below Water"</strong> (SDG 14)</p><p>Mencegah dan mengurangi polusi laut:</p><p>Berfokus pada pengurangan pencemaran laut dari darat, termasuk polusi plastik yang mencapai tingkat mengkhawatirkan. </p><p>Mengelola ekosistem laut secara <strong>berkelanjutan:</strong></p><p>Melindungi dan melestarikan ekosistem dan keanekaragaman hayati laut, serta memastikan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab. </p><p>Mengatasi penangkapan ikan berlebihan <strong>(overfishing):</strong></p><p>Melarang praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, termasuk penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. </p><p>Menjaga kesehatan terumbu karang:</p><p>Melindungi ekosistem terumbu karang dari ancaman seperti kenaikan suhu air laut dan pencemaran yang menyebabkan kerusakan. </p><p>Mempromosikan ekonomi biru:</p><p>Memanfaatkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk mendukung mata pencaharian dan kesejahteraan manusia. </p><p>Dampak Kehidupan Laut pada Manusia</p><p><strong>Pendukung kehidupan dan ekonomi:</strong></p><p>Lebih dari 3 miliar orang bergantung pada keanekaragaman hayati laut dan pesisir untuk mata pencaharian. </p><p>Sumber makanan dan air:</p><p>Lautan menyediakan makanan, energi, dan air yang esensial untuk keberadaan manusia. </p><p><strong>Pengatur iklim global:</strong></p><p>Samudra menyerap sebagian besar karbon dioksida yang dihasilkan manusia, membantu mengatur sistem global yang membuat Bumi layak huni.</p><p><br></p><p><strong>Kesimpulan :</strong></p><p>Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-14 tabg bertujuan untuk meleatarikan dan memanfaatkan lautan, laut, serta sumber daya kelautannya secara berkelanjutan demi pembangunan yang berkelanjutan.</p><p><br></p><p><strong>Solusinya :</strong></p><p><br></p><p>mengurangi polusi plastik, mempraktikkan perikanan berkelanjutan, memulihkan dan melindungi ekosistem laut, meningkatkan kerjasama internasional, dan mendorong penelitian serta inovasi untuk menjaga kesehatan lautan dan sumber daya lautnya bagi kesejahteraan manusia.</p><p><br></p><p><sub>Resorces Needed</sub></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.closethegapfoundation.org"><strong><sub>https://www.closethegapfoundation.org</sub></strong></a></p><p><br></p><p><strong>-Muhammad Afif-</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 02:07:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564022830</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zero Hunger</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564024486</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGS-2</p><p>•Explain:Tujuan dari zero waste antara lain adalah mengakhiri terjadinya kelaparan global hingga 2030. Perlu kita sadari bahwa beragam faktor penyebab terjadinya kelaparan antara lain seperti kemiskinan, ketidakstabilan pemerintahan, dan penggunaan Lingkungan berlebihan.</p><p><br/></p><p>•wilayah di indonesia yang mengalami kelaparan:</p><p>-papua:Sebanyak 23 orang meninggal akibat kelaparan di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tanpa solusi komprehensif yang menyentuh akar masalah, bencana kelaparan di Tanah Papua bakal terus berulang dan menelan korban.</p><p><br/></p><p>Bencana kelaparan di Yahukimo terjadi sejak Agustus 2023. Bencana dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan tanaman warga, seperti ubi dan petatas, gagal panen. Kondisi ini mengakibatkan warga kehilangan sumber makanan sehingga mengalami kelaparan.</p><p><br/></p><p>•solution:Salah satu solusi untuk mengatasi kelaparan di Papua adalah membangun lumbung pangan. Fasilitas ini dapat menyimpan cadangan makanan sebelum terjadi fenomena cuaca ekstrem di Papua.</p><p><br/></p><p>•Ide dari negara lain:</p><p>Amerika Serikat mengatasi kelaparan melalui kombinasi kebijakan pemerintah, program federal, dan bantuan dari organisasi nirlaba. Pemerintah AS melalui Departemen Pertanian dan USAID memperkuat program bantuan pangan seperti SNAP dan WIC serta menyediakan dana untuk program gizi sekolah, sementara organisasi seperti Feeding America mendistribusikan makanan melalui bank makanan dan dapur umum.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4297556932/73a37110185897f44439cbcd5910aa40/1200px_Sustainable_Development_Goal_02ZeroHunger_svg.png" />
         <pubDate>2025-09-02 02:08:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564024486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>15 - Life of land</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564033184</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-15 yang fokus pada melindungi, merestorasi, dan mempromosikan penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan</strong></p><p><br/></p><p>Global issues</p><p>menurunnya kesehatan ekosistem dan keanekaragaman hayati akibat penggundulan hutan, degradasi lahan, dan penggurunan</p><p><br/></p><p>Solusi </p><p>berfokus pada melindungi, memulihkan, dan meningkatkan pemanfaatan ekosistem darat dan layanan air tawar secara berkelanjutan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 02:12:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564033184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahra Rizkia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564051768</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGS 8 : Decent work and economic growth</p><p>Sejak tahun 1978, Tiongkok mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dengan rata-rata pertumbuhan PDB hampir 10% per tahun, meningkat hingga 33,5 kali lipat dari tingkat tahun 1978.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 02:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564051768</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lintang raya rödelsperger 10.1</title>
         <author>lintangr</author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564061103</link>
         <description><![CDATA[<p>SDG 13 climate action </p><p><br/></p><p>What is climate action? </p><p>Global efforts to fight climate change like by reducing greenhouse gases and protecting the planet and more</p><p><br/></p><p>Global issues:</p><p>Rising temperatures and extreme weather worldwide that can lead to extreme weather events like heatwaves, wildfires, and floods, which impact health, food security,safety , biodiversity and more (like what is happening in Brazil that is Amazon deforestation ,rising carbon emissions, loss of biodiversity, extreme droughts in some regions) </p><p><br/></p><p>Solution :</p><p>Switch to renewable energy,reduce fossil fuel use and promote green transport stuff,reforestation and forest protection, like what somecountrys are doing like International cooperation  Paris Agreement countries (working together to reduce emissions globally, Switch to renewable energy like Sweden (60% energy from renewables, net-zero target 2045), Promote green transport like Denmark (advanced public transit and cycling infrastructure), Reforestation and forest protection → Costa Rica (restored 50% of forests) and so much more </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 02:24:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564061103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ramasyadi A.W</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564152336</link>
         <description><![CDATA[<p>SDGs 1</p><p>No poverty:bertujuan untuk memahami penyebab kemiskinan dan mengakhiri dan memberantas kemiskinan.</p><p><br></p><p>Global issue:</p><p><br></p><p><strong>Kemiskinan Ekstrem</strong>: Populasi hidup di bawah garis kemiskinan internasional ($3 per hari).</p><p>• <strong>Kemiskinan Nasional</strong>: Populasi hidup di bawah garis kemiskinan yang ditentukan tiap negara.</p><p>• <strong>Kemiskinan Multidimensi</strong>: Kekurangan dalam berbagai indikator kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.</p><p>• <strong>Kurangnya Perlindungan Sosial</strong>: Banyak orang tidak tercakup sistem jaring pengaman sosial.</p><p>• <strong>Ketidaksetaraan Akses</strong>: Terbatasnya akses ke layanan dasar (air, sanitasi, listrik), teknologi, sumber daya ekonomi, dan hak kepemilikan tanah yang aman.</p><p>• <strong>Kurangnya Ketahanan Bencana</strong>: Rentan terhadap bencana lingkungan, ekonomi, dan sosial, menyebabkan kematian, orang terdampak, dan kerugian ekonomi. Juga, kurangnya strategi pengurangan risiko bencana.</p><p>• <strong>Mobilisasi Sumber Daya Tidak Memadai</strong>: Bantuan pembangunan resmi dan pengeluaran pemerintah untuk layanan penting (pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial) yang tidak mencukupi.</p><p>• <strong>Kerangka Kebijakan Lemah</strong>: Kurangnya kebijakan yang mendukung investasi untuk pengentasan kemiskinan.</p><p><strong>Penyebab Kemiskinan (berdasarkan pengalaman Tiongkok)</strong>:</p><p>• <strong>Kurangnya Transformasi Ekonomi Berbasis Luas</strong>: Gagal membuka peluang dan meningkatkan pendapatan.</p><p>• <strong>Kurangnya Dukungan Bertarget</strong>: Tidak ada bantuan khusus untuk kemiskinan persisten di daerah yang terpinggirkan atau rumah tangga individu.</p><p>• <strong>Fokus Pendidikan yang Tidak Cukup</strong>: Kurangnya perhatian pada pendidikan.</p><p>• <strong>Kurangnya Orientasi Keluar</strong>: Isolasi dari perdagangan internasional.</p><p>• <strong>Investasi Infrastruktur Publik yang Tidak Memadai</strong>: Kekurangan dalam pembangunan jalan, listrik, air bersih, dll.</p><p>• <strong>Kebijakan Struktural yang Menghambat Persaingan</strong>: Kebijakan yang tidak mendukung pasar dan pertumbuhan ekonomi.</p><p>• <strong>Tata Kelola Tidak Efektif</strong>: Sistem pemerintahan yang lemah dan kurang koordinasi.</p><p>• <strong>Produktivitas Pertanian dan Industrialisasi Rendah</strong>: Sektor pertanian yang tidak efisien dan kurangnya pengembangan industri.</p><p>• <strong>Urbanisasi dan Migrasi Tidak Terkelola</strong>: Perpindahan penduduk yang tidak terencana dengan baik.</p><p>• <strong>Kesenjangan Kualitas Pendidikan</strong>: Perbedaan besar kualitas pendidikan antara pedesaan dan perkotaan.</p><p>• <strong>Kurangnya Perlindungan Sosial bagi Pekerja Migran</strong>: Jaring pengaman sosial yang tidak memadai untuk pekerja yang berpindah</p><p><br></p><p>solusinya dan contoh ide yang digunakan negara lain:</p><p><br></p><p><strong>Afrika Selatan</strong>: <strong>"Expanded Public Works Programme (EPWP)"</strong> untuk menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan sekolah dan layanan kesehatan bagi kaum miskin.</p><p><br></p><p><strong>Filipina</strong>: Proyek <strong>KALAHI-CIDSS</strong> menggunakan <strong>penargetan kemiskinan yang ketat</strong>, pendanaan langsung, dan partisipasi komunitas.</p><p><br></p><p><strong>Tiongkok</strong>: Fokus pada <strong>desa-desa miskin</strong> (selain kabupaten) dengan <strong>perencanaan partisipatif</strong> dan <strong>pendekatan multisektoral</strong>. Mereka juga mencoba <strong>skema kesehatan dasar dan jaminan sosial pedesaan</strong>, mengurangi hambatan migrasi kota-desa, dan meningkatkan pendidikan di pedesaan.</p><p><br></p><p>APA format:</p><p>Our World in Data &amp; Our World in Data team. (2023, July 18). <em>End poverty in all its forms everywhere</em>. Our World in Data. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ourworldindata.org/sdgs/no-poverty">https://ourworldindata.org/sdgs/no-poverty</a></p><p><br></p><p>World Bank Group. (2023, September 25). Lifting 800 Million People Out of Poverty – New Report Looks at Lessons from China’s Experience. <em>World Bank</em>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2022/04/01/lifting-800-million-people-out-of-poverty-new-report-looks-at-lessons-from-china-s-experience">https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2022/04/01/lifting-800-million-people-out-of-poverty-new-report-looks-at-lessons-from-china-s-experience</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 03:09:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lieswahyuni2/pfu47f4w3cxwzvsa/wish/3564152336</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
