<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Lembar Kerja Peserta Didik Materi Kearifan Lokal by Adistia Alviani</title>
      <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-03 09:34:26 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-06 03:49:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>CONTOH</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198896253</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>...</p></li><li><p>...</p></li><li><p>...</p></li><li><p>...</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Judul bacaan:</strong></p><p>Sego Gono Khas Temanggung</p><p><br></p><p><strong>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</strong></p><p>Makanan</p><p><br></p><p><strong>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</strong></p><p>Nama "Sego Gono" berasal dari bahasa Jawa, di mana "sego" berarti nasi, dan "gono" berasal dari kata "mergo onone" yang dalam bahasa Indonesia berarti "ala kadarnya". Hal ini berarti para petani memaknai bahwa sebagai manusia harus apa adanya dan tidak perlu muluk-muluk.</p><p>dst...</p><p><br></p><p><strong>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</strong></p><p>Kearifan lokal ini bisa menjadi pelajaran bagi generasi sekarang untuk lebih menghargai apa yang ada tanpa harus terus-menerus mengejar sesuatu yang lebih besar atau mewah. Selain itu, nilai kesederhanaan yang terkandung dalam "Sego Gono" juga mendorong pola hidup hemat dan lebih bijaksana dalam menggunakan sumber daya, yang pada akhirnya dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/de92d84d761072a57f11a6a7ba4089fb/KsF3VHiVpOLnNeVhc7NR5VCxb5jSolMD_31363238393531363033d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e.webp" />
         <pubDate>2024-11-03 09:36:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198896253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198899852</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Christabella (10)</p></li><li><p>Diaz Prasetyo (13)</p></li><li><p>Rasyad Pratama (28)</p></li><li><p>Vicencia Grace (34)</p></li></ol><p><br></p><p>Judul bacaan : Begini Makna Batik Motif Truntum Garuda yang Dipakai Gibran.</p><p><br></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa? </p><p>=&gt; Batik Truntum Garuda.</p><p><br></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>=&gt; Motif batik Truntum Garuda yang memiliki arti "penuntun", terinspirasi dari lamunan sang Ratu Beruk kala itu saat sedang melihat guguran bunga Tanjung di tengah gemerlapnya malam bertabur bintang di angkasa beserta burung garuda yang melambangkan penerangan kehidupan, doa, dan harapan untuk menyembuhkan kesepian Ratu Beruk dan sosok burung garuda melambangkan kejantanan seorang laki-laki. </p><p><br></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>=&gt; Dapat memperluas cakrawala pengetahuan akan warisan khazanah yang tercurah dalam motif batik Truntum Garuda bahwa sebagai sebuah wujud kearifan lokal yang menunjukan makna mendalam dan tidak hanya sekadar pola belaka guna memaknai eksistensi kehidupan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/fd4b76a8d42f228c708b4ae01e6f0550/ketua_umum_partai_golkar_airlangga_hartarto_dan_wali_kota_surakarta_gibran_rakabuming_usai_rapimnas_partai_golkar_xairlanggahr_1_169.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:43:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198899852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902410</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Laras Dwi Hapsari (18)</p></li><li><p>Revina Septia (30)</p></li><li><p>Steven Kurniawan (33)</p></li><li><p>Zidane Rahardian (38)</p></li></ol><p>Judul bacaan: Wayang Orang Asal Tanah Jawa: Sejarah,Pencipta, dan Makna </p><p><br></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>Kearifan lokal yang terkandung dalam bacaan ini adalah pertunjukan wayang orang yang mengandung nilai budaya dan moral yang kaya, seperti pengajaran tentang kepahlawanan, etika, serta tata krama masyarakat Jawa. Wayang wong menggambarkan sifat dan karakter melalui peran tokoh-tokoh legendaris dalam kisah Mahabharata dan Ramayana, dengan elemen tarian, musik, dan busana yang khas.</p><p><br></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Kearifan lokal ini menunjukkan bagaimana budaya Jawa mampu menyampaikan pesan moral dan ajaran hidup, melalui seni pertunjukan yang mengedepankan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan keberanian. Wayang orang juga menjadi sarana pelestarian budaya yang mengajarkan generasi muda mengenai identitas dan jati diri budaya Jawa.</p><p><br></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Melalui kearifan lokal ini, masyarakat dapat memupuk rasa cinta terhadap budaya sendiri, serta memanfaatkan seni sebagai sarana pendidikan dan penyampaian nilai-nilai moral. Wayang wong bukan hanya hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang mengajarkan pentingnya karakter, kehormatan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kearifan ini turut berkontribusi dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa agar tetap relevan di era modern.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/411dd92db88ab0285b7e7cb8e1204b06/621787b84acf7.jpg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902425</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Dascha Manda Robinson (11)</p></li><li><p>Lutfia Padmarifa (19)</p></li><li><p>M. Bintang Firdausi (22)</p></li><li><p>Yordan Adnan (36)</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p><br/></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>Kebudayaan</p><p><br/></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Upacara Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Upacara ini diselenggarakan secara periodik satu tahun sekali yaitu setiap tiap tanggal 5 sampai 11 Rabi'ul Awal (atau dalam kalender Jawa disebut bulan Mulud).</p><p><br/></p><p>Dimana ada dua gunungan, yaitu Gunungan Jalu dibuat dari bahan mentah yang melambangkan sosok seorang pria.</p><p><br/></p><p>"Artinya seorang laki-laki mempunyai tanggung jawab besar untuk mencari nafkah kehidupan untuk keluarganya. Maka disimbolkan, dilambangkan dengan tiga pala, yaitu pala kapendem, pala kasampar dan pala kagantung ini sumber kehidupan kita," kata Muhtarom.</p><p><br/></p><p>Kemudian gunungan estri berupa makanan siap saji, seperti rengginang dan macam-macam lainnya.</p><p><br/></p><p>"Artinya seorang istri harus mampu menange (mengelola) kekayaan suami yang berupa bahan mentah tadi, diolah, dimasak, kemudian untuk mencukupi keluarga," ujarnya.</p><p><br/></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Selain dapat memperkenalkan budaya tradisional kita kepada anak² dan juga orang² dari kota lain, kita juga dapat belajar mengenai gunungan yg memiliki makna mendalam serta juga untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/c383ce45aecea9ea4de1c203a79c961f/liwphyned7nchjw.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902442</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Aisyah noor (01)</p></li><li><p>Aurellia jasmine (07)</p></li><li><p>Ceicillia Zenna (09)</p></li><li><p>Khanaya whikan (17)</p></li><li><p>...</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p>Timlo</p><p><br/></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>Makanan</p><p><br/></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Timlo merupakan makanan yang berasal dari solo tetapi timlo berasal dari china dan eksistensi timlo sudah ada sebelum indonesia merdeka di zaman kolonia Belanda abad 19. Sebelumnya timlo memiliki julukan 'kimlo'. </p><p><br/></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Manfaat kearifan lokal</p><ol><li><p>Menambah wawasan tentang kearifan lokal, khususnya dalam wujud kuliner </p></li><li><p>Meningkatkan rasa cinta terhadap kearifan lokal</p></li><li><p>Mengetahui resep membuat timo</p></li><li><p>Melestarikan budaya </p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/ffe7c2e8180f0c3d1f62e7ba752552c7/FotoJet_61_1785529304.webp" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902531</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Andika Yudha P. / 03</p></li><li><p>Stefanus Marvel A.G. / 32</p></li><li><p>Vino Fauzta R. Ganteng / 35</p></li><li><p>Rafi Ahmad /27</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p>Melodi Nostalgia “Bengawan Solo”: Dibalik Lagu Keroncong yang Menggugah Kenangan</p><p><br/></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>Lagu/Musik</p><p><br/></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><ul><li><p>Mengandung nilai historis dan nostalgia yang menghubungkan generasi masa kini dengan warisan budaya masa lalu</p></li><li><p>Menjadi simbol pelestarian budaya dan identitas lokal yang mampu mendunia</p></li></ul><p><br/></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><ol><li><p>Menjadi sarana promosi budaya Indonesia ke tingkat internasional, terbukti dengan diakuinya lagu ini oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia</p></li><li><p>Membangun rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia</p></li><li><p>Menjadi media pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menghargai dan melestarikan warisan budaya</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/0a9455c3fa93b5866ef4584e496a10cd/Bengawan_solo_sebuah_lagu_tentang_keindahan.jpg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902551</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Annisa Pratiwi (04)</p></li><li><p>Friska Alzena Nafisa Azizah (14)</p></li><li><p>Hassya Maykayla Raihanie (15)</p></li><li><p>Raynasywa Anugrah (29)</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p><br></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>》Tarian ini mencerminkan nilai budaya Jawa, mengajarkan bahwa pengendalian empat nafsu adalah kunci untuk hidup yang harmonis. Selain itu, tarian ini juga menampilkan filosofi masyarakat Jawa tentang pengelolaan konflik batin dan pengendalian diri.</p><p><br></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>》Tari Wireng Bandayuda mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan diri dan mengendalikan nafsu negatif seperti amarah, iri hati, dan ketidakpuasan. Tarian ini mengajarkan filosofi ketenangan batin dan pengembangan pribadi yang positif dalam budaya Jawa.</p><p><br></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>》Nilai yang terkandung dalam tarian ini bermanfaat dalam:</p><p>   - Mengajarkan pengendalian diri dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>   - Melestarikan budaya dan identitas lokal di tengah arus globalisasi.</p><p>   - Menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai dan menerapkan filosofi budaya leluhur.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/182e7d66dac7cbaa63fd9dd58fa032f4/Tari_klasik_Beksan_Wireng_Bandayuda_2660948226.webp" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902566</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Karina Nathania [16]</p></li><li><p>Nabila Alifiah [24]</p></li><li><p>Nadia Fatiya [25]</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p>Sate Kere Khas Solo, Makanan Orang Miskin yang Kini Jadi Favorit</p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>Makanan Khas Solo, yaitu Sate Kere</p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Sate kere berasal dari kata 'kere' dalam bahasa jawa yang artinya 'miskin' atau 'tidak punya uang'. Makna yang terdapat pada kearifan lokal tersebut ialah sate kere dianggap sebagai respon budaya terhadap penjajahan, menjadi simbol perlawanan kaum miskin terhadap kaum penjajah. Selain itu, sare kere merupakan hasil kreativitas kaum pribumi dalam memanfaatkan bahan makanan yang diabaikan oleh kaum penjajah belanda.</p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>Manfaat kearifan lokal tersebut ialah dari segi ekonomi karena bahan bakunya terjangkau, sehingga dapat membantu masyarakat menengah kebawah serta para pedagang kecil di solo. Selain itu sate kere mendukung keberlanjutan dengan memanfaatkan ampas tahu, tempe gembus, serta jeroan sebagai alternatif dan mudah didapatkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/62b9e730385408f42768b95ce8cd6885/2265308172.jpg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902596</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Ameris / 02</p></li><li><p>Arip / 06</p></li><li><p>Deffry / 12</p></li><li><p>Raffi Ab / 26</p></li></ol><p>Judul bacaan:</p><p>=&gt; Rumah Adat Surakarta</p><p><br/></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>=&gt; Rumah Adat, Joglo</p><p><br/></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>=&gt; Rumah adat Surakarta tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofis dan spiritual. Penggunaan tiang saka guru misalnya, selain sebagai penopang struktur, juga melambangkan kekuatan dan keutuhan keluarga. Rumah joglo dianggap sebagai simbol dari status sosial dan kemapanan pemiliknya, terutama di kalangan bangsawan Jawa.</p><p>Filosofi Masyarakat Adil Makmur yang berarti masyarakat yang adil dan makmur, tercermin dalam struktur rumah joglo. Bagian-bagian rumah dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan harmoni antara penghuni rumah dengan alam sekitarnya.</p><p><br/></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>=&gt; Jadi, manfaat kearifan lokal Rumah Joglo dapat meliputi beberapa aspek. Yang pertama, pelestarian budaya. Rumah Joglo menjadi simbol budaya Jawa dan sarana untuk mengenalkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda. Keberadaannya membantu mempertahankan identitas budaya, sehingga masyarakat tetap terhubung dengan sejarah dan warisan leluhur. Dan juga, rumah Joglo dapat melestarikan pendidikan nilai luhur. Melalui desain dan fungsinya, rumah joglo mengajarkan nilai-nilai seperti kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada alam dan struktur rumah ini biasanya mengedepankan harmoni antara manusia dan lingkungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/fa6ca2be9db9a2cf8a1134f8a5a74782/Rumah_Adat_Joglo_1024x546_1.jpg" />
         <pubDate>2024-11-03 09:49:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author>alvitya713</author>
         <link>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902615</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Ardyan Yosua Raditya F8/5</p></li><li><p>Muh Irham Karuniawan F8/21</p></li><li><p>Muh Kale Avyandro F8/23</p><p><br/></p></li></ol><p>Judul bacaan: <strong><em>Syahdunya Syair-Syair Gubahan Putri Keraton Solo</em></strong></p><p><br/></p><p>Kearifan lokal dalam bacaan tersebut berupa apa?</p><p>: Kearifan lokal <strong><em>nyata</em></strong> yaitu kumandang syair-syair yang dilakukan oleh putri Keraton Solo</p><p><br/></p><p>Makna kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>: Mereka menuliskan catatan hariannya dalam bentuk syair atau puisi. Tak hanya rangkaian kata indah, tetapi juga sangat bermakna filosofis. Koleksi syair dan puisi putri Keraton Surakarta. Semuanya syair yang ditulis merupakan tulisan para kerabat Keraton Surakarta waktu itu. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.liputan6.com/regional/read/3922818/semarang-dalam-peta-puisi-nasional">Syair</a> tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi jika didalami kembali maknanya. Syair yang dibuat para kerabat Keraton Surakarta menunjukkan seberapa mendalam membuat syair tersebut.</p><p><br/></p><p>Menurut pendapat kalian, manfaat kearifan lokal dalam bacaan tersebut apa?</p><p>: Intinya kita harus jujur, saling percaya, hormat meski terpisah jarak dan waktu atau memulai itu begitu mudah. Tapi mempertahankan itu butuh suatu seni besar. Jaga baik-baik. Rawatlah yang sudah kita buat,</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1827524305/29dd01c3debeea5623e91fac22e3c034/060941700_1553212480_kraton.webp" />
         <pubDate>2024-11-03 09:50:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alvitya713/pf6gkjjj5627bf5y/wish/3198902615</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
