<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Mataram by Hanum Mahya Amara</title>
      <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx</link>
      <description>Pada 22 Agustus 1628, pasukan Mataram dipimpin oleh Tumenggung Baurekso tiba di Batavia. Serangan pertama ini gagal dan tidak kurang dari seribu prajurit Mataram gugur dalam pertempuran.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-20 13:37:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-20 14:08:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Awal mulanya perlawanan Kesultanan Mataram</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2304990766</link>
         <description><![CDATA[<div>Negeri Mataram yang Luhur adalah negara berbentuk kesultanan di Jawa pada abad ke-16. Kesultanan ini didirikan sejak pertengahan abad ke-16, namun baru menjadi negara berdaulat di akhir abad ke-16 yang dipimpin oleh dinasti yang bernama wangsa Mataram. Sepanjang abad ke-16, tepatnya pada puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Anyakrakusuma, Mataram adalah salah satu negara terkuat di Jawa, kesultanan yang menyatukan sebagian besar pulau Jawa, yakni sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah kecuali Banten, selain itu juga menguasai daerah Madura, dan Sukadana (Kalimantan Barat) serta Pulau Sumatera (Palembang dan Jambi). Kesultanan ini terdiri dari beberapa wilayah inti mulai dari: kutagara, nagaragung, mancanagara, pasisiran dan sejumlah kerajaan vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi.Kesultanan ini secara de facto merupakan negara merdeka yang menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan Belanda ditandai dengan kedua pihak saling mengirim duta besar. Anyakrakusuma di bawah kepemimpinannya tidak mengizinkan Serikat Dagang Hindia Timur (VOC) untuk mendirikan loji-loji dagang di pantai utara. Hal ini ditolak karena bila diizinkan maka ekonomi di pantai utara akan dikuasai dan melemah. Penolakan ini membuat hubungan keduanya sejak saat itu merenggang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 13:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2304990766</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang perlawanan Kesultanan Mataram</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305007668</link>
         <description><![CDATA[<div>Tindakan VOC yang memonopoli perdagangan dan VOC menjadi penghalang Sultan Agung dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu mempersatukan pulau Jawa di bawah kekuasaaan Mataram.Konflik pertama antara Mataram dan VOC terjadi pada 8 November 1618, ketika Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterzoon Coen memerintahkan anggotanya, Vander Marct menyerang Jepara. Penyerangan ini membuat Mataram mengalami kerugian yang sangat besar.Hubungan keduanya pun semakin memburuk setelah Sultan Agung melarang menjual beras kepada pihak VOC.Sejak itu, orang-orang Belanda mulai membenci Sultan Agung.Setelah itu, muncul tuduhan bahwa VOC telah merampok kapal-kapal orang Jawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 13:50:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305007668</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyerangan Kesultanan Mataram terhadap VOC</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305030987</link>
         <description><![CDATA[<div>Semenjak belanda mulai membenci Sultan Agung. Setelah itu, muncul tuduhan bahwa VOC telah merampok kapal-kapal orang Jawa. Kejadian tersebut lantas membuat Sultan Agung mempersiapkan penyerangan terhadap VOC yang bermarkas di Batavia. Awalnya, VOC bermarkas di ambon. Namun, setelah berhasil merebut Jayakarta yang kemudian namanya diganti menjadi Batavia, VOC memutuskan memindahkan markas mereka kesana pada 1619.<br>&nbsp;Sultan Agung menyerang VOC sebanyak dua kali.&nbsp;<br>  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305030987</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Serangan pertama</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305035977</link>
         <description><![CDATA[<div>Serangan pertama Sultan Agung terhadap VOC dilaksanakan tanggal 22 Agustus 1628. Dalam serangan itu, pasukan Mataram dipimpin oleh Tumenggung Bahureksa.Tumenggung Bahureksa memimpin sekitar 10.000 prajurit Mataram yang langsung menyerang VOC dengan dahysat. Namun, VOC langsung menembakkan meriam-meriamnya tiada henti yang memporak-porandakan prajurit Mataram. Pasukan Mataram pun satu per satu mulai gugur. Dengan demikian, serangan pertama yang dilakukan pasukan Mataram terhadap VOC mengalami kegagalan.Tidak kurang dari 1.000 prajurit Mataram tewas dalam pertempuran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:04:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305035977</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Serangan kedua</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305043178</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah gagal di serangan pertama, Sultan Agung melancarkan serangan kedua yang dipimpin oleh Kiai Adipati Juminah, K.A. Puger, dan K.A.Purabaya pada 1629. Persiapan prajurit Mataram pada serangan kedua ini terbilang jauh lebih matang dengan kekuatan yang lebih besar. Total ada 14.000 prajurit Mataram dikerahkan untuk menyerang VOC. Mereka mendirikan lumbung-lumbung padi di daerah Tegal dan Cirebon sebagai perbekalan selama bertempur. Akan tetapi, rupanya VOC mengetahui hal tersebut sehingga lumbung-lumbung tersebut dibakar oleh VOC. Akibatnya, pasukan Mataram tidak memiliki persediaan makanan apa pun. Kesimpulannya, Mataram kembali mengalami kegagalan dalam serangan keduanya terhadap VOC. Setelah Sultan Agung wafat pada 1645, Mataram pun jatuh ke tangan VOC.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:08:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/pdcjk6apbm868kx/wish/2305043178</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
