<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet cerdas saya by Ahmad Solehudin</title>
      <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-19 06:16:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-02-06 22:02:42 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Resume</title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388446362</link>
         <description><![CDATA[<div>resume</div><div>Limnologi Stadium General Nasional<br>Perairan yang ada didunia jumlahnya sangat banyak dengan berbagai karakter perairan dan kondisi yang berbeda, perairan yang ada dinia salah satunya perairan yang sering digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan adalah perairan darat.<br><br>perairan darat merupakan salah satu perairan yang terdapat didaratan salah satu contohnya adalah sungai,danau,muara,waduk dll. perairan darat berperan penting bagi kehidupan mahluk hidup salah satu yang merasakan manfaat dari adanya perairan darat adalah manusia baik itu untuk dijadikan air rumah tangga atau juga yang dimanfaatkan sebagai salah satu media budidaya ikan.<br><br>perairan yang banyak digunakan sebagai media budidaya ikan adalah danau dimana jenis kolam yang umum digunakan di danau ini adalah keramba jaring apung, tak ayal jika pada saat ini danau sering mengalami kerusakan mutu air untuk budidaya karena jumlah keramba yang terdapat di danau sangatlah banyak dan jumlah tebar ikan nyapun sangatlah banyak sehingga faktor ini yang menjadikan fisika,kimia dan biologi perairan terganggu.<br><br>penumpukan pakan dan peses didasar perairan danau mengakibatkan munculnya amoniak dan gas beracun yang mampu membahayakan bagi ikan yang sedang di pelihara, sehingga akan mengakibatkan banyaknya ikan yang mati, jika hal ini terus terusan dilakukan atau pemadatan danau dengan keramba jaring apung semakij banyak dampak buruk bagi lingkungan akan segera dirasakan bagi warga mahluk hidup yang lainnya.<br><br>jenis ikan yang banyak dibudidayakan di danau adalah ikan nila dimana ikan ini merupakan salah satu ikan invasip yang keberadaannya mampu menjadi pesaingan hewan endemik perairan danau dalam mendapatkan makanan dan berebut wilayah, ikan nila bisa masuk kedalam danau dengan berbagai macam kemungkinan salah satu kemungkinan yang paling logis adalah adanya penebaran bibit ikan yang dilakukan pemerintah atau ikan kabur dari keramba pembudidaya ikan karena jaringnya bocor, jika hal seperti ini terus terusan berlangsung maka ikan endemik akan hilang karena kalah saing sama ikan nila.<br><br>cara yang tepat untuk mengantisipasi hal ini adalah menciptakan metode budidaya yang ramah lingkungan sesuai dengan SOP budidaya ikan menurut para ahli dan peneliti sehingga budidaya yang dilakukan tida mengakibatkan kerusakan lingkungan.<br><br>kesuburan air menjadi faktor utama dalam melakukan budidaya ikan, karena air menjadi sarat mutlak ketika akan melakukan budidaya ikan, ketika air yang digunakan itu tidak baik maka akan berdampak buruk pada ikan yang dipelihara entah itu terjadi kematian masal atau ikan terserang penyakit .<br><br>tak hanya ikan nila saja yang dianggap invasip ikan predator sejenis arapaima gigas juga ketika tidak sengaja terbuang keperairan darat akan mengakibatkan dampak buruk bagi perairan tersebut, karena sifat arapamima gigas sendiri adalah ikan predator hal ini yang memicu hilangnya ikan endemik di perairan darat.&nbsp;<br><br>budidaya ikan itu hal yang menyenangkan dan sah sah saja dilakukan akan tetapi hal sederhana yang harus diperhatikan adalah dampak terhadap lingkungan perairan sehingga ekosistem yang ada tidak terganggu apa lagi sampai hilang.<br><br>jagalah lingkungan yang ada khususnya perairan, jika air telah terjaga maka lingkungan akan bersinergi dengan manusia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-17 15:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388446362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>E- Modul task 1-4</title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388473972</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Ekosistem perairan adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan abiotiknya di dominasi oleh air sebagai habitat yang saling berinteraksi dan berintegrasi sehingga membentuk satu kesatuan dari komponennya. &nbsp; Ekosistem perairan terdiri dari ekosistem laut dan ekosistem perairan tawar. Ekosistem perairan tawar terbagi menjadi dua yaitu ekosistem perairan tawar mengalir (lotic water) dan menggenang (lentic water).<br><br>Tugas 2 resume Vidio<br><br>vidio tersebut menjelaskan bahwa ekologi perairan terbagi menjadi 2 yaitu<br><br>-air tawar&nbsp;<br>-laut .<br>Dalam ekologi air tawar juga di bagi menjadi sungai, kolam, dan lahan basah .<br>Arus yang tinggi bersumber dari kemiringan tanah, semakin miring arus akan semakin cepat .&nbsp;<br>Adapun kolam itu adalah Perairan darat yang prosesnya adalah buatan manusia.&nbsp;<br>Sedangkan lahan basah adalah lahan yang banyak terdapat air dan membuat tumbuhan di sekitarnya memiliki banyak asupan air.<br>Ekologi laut, di bagi menjadi 2<br>Estuari atau muara merupakan pertemuan air laut dan air tawar biasanya di muara terdapat hewan hewan termasuk reptil dan di kelilingi oleh tumbuhan .<br><br>Tugas 3 pengertian dan penetrasi cahaya terhadap zona Photik dan Aphotik<br><br>Zona litoral adalah wilayah laut yang dibatasi oleh pasang surut dan pasang naik air laut. Dengan kata lain, zona litoral merupakan bagian pantai yang letaknya berada di antara batas air pasang tertinggi dan batas air surut terendah.&nbsp;<br><br>Zona ini sering disebut sebagai zona pesisir atau zona pasang surut.<br>Zona limnetik, merupakan daerah terbuka yang jauh dari tepian sampai kedalaman yang masih dapat ditembus cahaya matahari.<br><br>Zona neritik adalah perairan dangkal terletak dekat dengan tepi pantai. Kedalaman rata-rata daerah laut dangkal ini sekitar 200 m. Cahaya matahari masih dapat menembus hingga dasar dari zona ini.<br><br>Samudra adalah lautan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi yang merupakan massa dari air asin yag sangat banyak meliputi hampir seluruh bumi yang dibatasi oleh benua atau pun daratan.<br><br>zona bentik merupakan wilayah ekologi pada bagian terendah atau dasar dari suatu perairan seperti laut atau danau, termasuk permukaan sedimen dan lapisan di bawah permukaan.&nbsp;<br><br>Zona photic menerima sinar matahari, dan bagian lautan ini memanjang dari permukaan laut hingga kedalaman 200 m. Sebaliknya, zona aphotic tidak menerima sinar matahari, dan bagian ini memanjang dari kedalaman 200 m hingga ke dasar laut.<br><br>Tugas 4 Definisi Setiap Istilah<br><br>Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.&nbsp;<br>Dalam sebuah ekosistem terdapat tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.<br><br>Unsur Biotik Unsur biotik atau unsur hayati adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme kecil yang tidak terlihat.<br><br>Produsen adalah organisme yang mampu menciptakan karbohidrat sederhana seperti glukosa, dari gas karbon dioksida. Proses menghasilkan molekul organik dari sumber karbon anorganik disebut produksi primer. Energi untuk proses ini dapat berasal dari radiasi matahari, reaksi kimia atau dari panas di lubang angin panas samudera. Di darat, sebagian besar produsen adalah tanaman.&nbsp;<br><br>Makrofit merupakan&nbsp; tumbuhan air&nbsp; pinggir perairan yang dapat menghasilkan makanannya dengan cara&nbsp;<br>Ganggang merupakan Protista yang bersifat fotoautotrof atau yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara berfotosintentis<br><br>Konsumen adalah bagian dimana komponen biotik yang tidak dapat membuat&nbsp; makanannya sendiri dan bergantung pada organisme lain untuk mendapatkan makanan, disini ada contoh dari konsumen :&nbsp;<br>Herbivora adalah organisme yang sebagian besar memakan tanaman. Ukuran herbivora berkisar dari serangga kecil seperti kutu hingga gajah besar yang lamban.&nbsp;<br><br>Ruminansia dan serangga adalah kelompok herbivora yang paling penting.&nbsp;<br>pertama memiliki rahang khusus yang mampu menghancurkan tanaman dan perut yang dapat dengan mudah mencernanya.<br>Secara umum, hewan yang tergolong sebagai karnivora adalah jenis spesies pemakan daging atau pemangsa jenis hewan lainnya. Karena diartikan sebagai pemakan daging, hewan karnivora cenderung diidentikkan dengan istilah binatang buas dan predator.<br><br>Pengurai adalah heterotrofik, yang berarti mereka mendapatkan energi dari menelan bahan organik. Organisme mati menyediakan nutrisi bagi dekomposer seperti bakteri dan jamur untuk digunakan untuk tumbuh dan berkembang biak, menyebarkan spesies mereka sendiri<br>Komponen Abiotik (tak Hidup) adalah komponen pada ekosistem yang tidak hidup yang ada di dalam suatu ekosistem, contohnya seperti :<br><br>Hal-hal Organik adalah senyawa kimia yang mengandung karbon, contohnya adalah :<br>Karbohidrat adalah zat yang berfungsi sebagai sumber energi untuk tubuh<br>Protein adalah rupakan satu dari tiga jenis zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh yang berfungsi untuk pembentukan sel pada komponen biotik.<br><br>Hal-hal anorganik adalah senyawa yang ada pada alam yang biasanya akan menyusun material atau benda yang tidak hidup, contohnya adalah :<br><br>Air merupakan senyawa kimia dengan rumus H2O, satu atom oksigen, bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar<br><br>Gas merupakan ersusun dari atom, molekul elemen yang tersusun dari satu jenis atom, atau molekul senyawa yang tersusun dari berbagai macam atom<br><br>Mineral merupakan senyawa non-organik yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa berkembang dan berfungsi dengan normal&nbsp;<br>Amonia merupakan senyawa anorganik yang diperlukan sebagai sumber energi dalam proses nitrifikasi bakteri aerobik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-17 15:20:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388473972</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Task water</title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388486974</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ahmad Solehudin<br><br>letak air di bumi berada di awan, laut, danau, sungai, air tanah, lahan basah, lapisan es atau glaster.&nbsp;<br>1. air asin 97%<br>&nbsp; &nbsp; mayoritas air di bumi adalah asin, klorida dan natrium adalah ion yang paling banyak di temukan di temukan dalam air garam. ion-ion atau elemen lain di lautan membentuk garam<br>2. es 2,06%&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; sebagian besar air tawar membeku, bahkan es yang mengapung di lautan juga itu air es. ini disebabkan karena asin membeku pada suhu yang jauh lebih rendah dari pada air tawar.&nbsp;<br>3. Air tanah 0,9%<br>&nbsp; &nbsp; air hujan menetes ke bumi dan di serap oleh tanah hingga ke material yang sudah jenuh air. tempat air berkumpul di sebut akuifer<br>4. danau 0,008%<br>&nbsp; &nbsp; danau terbentuk dimana limpasan air hujan dan salju menumpuk. Air danau merupakan air tawar yang mudah untuk diakses<br>5. lahan basah 0,001%&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;merupakan daerah dimana organisme darat dan akuatik hidup dari mikroba hingga mamalia.<br>6. sungai 0,0002%<br>banyak di gunakan untuk kegiatan manusia contohnya untuk kegiatan pertanian</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-17 15:27:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388486974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Book chapter </title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388498614</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ahmad solehudin&nbsp;<br><br>KLASIFIKASI ORGANISASI MENURUT FUNGSI, HABITAT, DAN INTERAKSI<br><br>&nbsp;ekologi akuatik, taksonomi organisme tidak hanya didasarkan pada hubungan filogenetik tetapi juga pada peran fungsional mereka dalam komunitas dan ekosistem. Klasifikasi tersebut mencakup bagaimana organisme memperoleh karbon, habitat apa yang mereka tempati. dan bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain.&nbsp;<br><br>Organisme dapat menjadi autotrofik ("makan sendiri") dan bergantung pada karbon dioksida (CO) sebagai sumber utama karbon untuk membangun sel. Pilihan lainnya adalah menjadi heterotrofik ("makanan lain") dan memperoleh karbon untuk sel dari karbon organik&nbsp; Beberapa organisme dapat menggunakan proses autotrofik dan heterotrofik untuk mendapatkan karbon mobil.&nbsp; spesies ini sebagai mixotrophic.&nbsp;<br><br>Kebanyakan autotrof menggunakan cahaya sebagai sumber energi untuk mereduksi CO, menjadi karbon organik<br>dan diklasifikasikan sebagai fotoautotrofik (yaitu, organisme fotosintesis). Beberapa mikroba adalah<br>mampu menggunakan energi kimia, sebagai lawan dari cahaya, sebagai sumber energi untuk mereduksi CO2<br>menjadi karbon organik; organisme ini adalah kemoautotrof. Kemoautotrof lebih sedikit Organisme yang memperoleh karbon dari organisme hidup lain (predasi, herbivora, parasitisme, dll.), senyawa organik terlarut atau partikulat, atau organisme mati (pengurai dan pemakan bangkai) bersifat heterotrofik. Heterotrof yang menguraikan karbon organik kadang-kadang disebut saprofit atau detritivos.<br><br>&nbsp;Organisme yang menyaring partikel dari kolom air adalah penyaring, yang membangun jaring atau memiliki ciri morfologi yang menyaring partikel dari air yang mengalir adalah penyaring pasif, sedangkan yang secara aktif memompa air atau menciptakan arus adalah penyaring aktif. Organisme yang memperoleh nutrisinya dari partikel organik kecil di benthos adalah pengumpul.<br>Shredder memecah bahan organik yang lebih besar (seperti daun yang membusuk) untuk nutrisi mereka, dan membuka biofilm dari substrat bentik keras. Predator, kelompok fungsional yang cukup jelas, kadang-kadang dikelompokkan lebih lanjut berdasarkan cara mereka makan, seperti menelan prodator, yang menelan mangsa utuh atau menggigit potongan, versus menusuk preda untuk, yang menembus mangsanya dan menyedot cairan tubuh dari mereka.<br><br>&nbsp;Anggota dari kelompok fungsional yang sama dapat menggunakan sumber daya yang berbeda. Misalnya, beberapa penghancur mungkin memakan daun yang membusuk, sedangkan penghancur lainnya mungkin memakan kayu atau tanaman vaskular air yang hidup, tetapi mereka semua mencabik bahan organik yang besar. Analisis fungsional dan serikat bisa lebih relevan daripada pertimbangan taksonomi untuk menghubungkan organisme dengan proses ekosistem seperti siklus nutrisi dan aliran energi. Konsumen sering diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan posisi mereka dalam jaring makanan. Untuk ujian<br><br>skema tion berdasarkan cara memperoleh nutrisi adalah salah satu dari banyak cara untuk mengklasifikasikan<br>organisme. Selain itu, organisme dapat diklasifikasikan berdasarkan habitat yang mereka tempati dan beberapa terminologi khusus untuk tujuan ini . Klasifikasi tersebut dapat berguna karena memungkinkan peneliti untuk membuat prediksi tentang kondisi abiotik dan biotik yang penting bagi organisme. Misalnya, alga epilitik (hidup di atas batu) dalam aliran yang bergerak cepat mungkin mengalami kecepatan air yang relatif tinggi. Alga epifit pada makrofit mungkin memiliki interaksi kompetitif atau fasilitatif dengan makrofit. Terminologi dasar ini diperlukan untuk memahami literatur ekologi perairan.<br><br>Organisme juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain (interaksi antar spesifik).&nbsp; Ada interaksi langsung dan interaksi tidak langsung. Interaksi langsung terjadi antara individu dari dua spesies dan tidak melibatkan orang lain; yang dimediasi oleh spesies tambahan adalah interaksi tidak langsung. Istilah untuk jenis interaksi yang disajikan di sini tidak semuanya standar, tetapi memungkinkan untuk skema klasifikasi yang sangat umum. Eksploitasi adalah istilah umum untuk interaksi yang merugikan satu spesies dan membantu spesies lain. Istilah ini belum diterima secara luas, tetapi mencakup interaksi yang tidak harus predasi atau parasit. Misalnya, epifit yang merugikan makrofit tetapi mendapat manfaat dari hidup di daunnya adalah mengeksploitasi tanaman. Mutualisme menunjukkan interaksi timbal balik yang positif. Yang lain telah menggunakan berbagai istilah untuk mutualisme, termasuk simbiosis, sinergisme, dan perasi protokoo. Simbiosis mengacu pada organisme yang hidup berdekatan (tetapi tidak dengan cara merekaberinteraksi), dan sinergisme dan protocooperation belum digunakan secara luas di luar studi perilaku hewan. Dari semua jenis interaksi yang ditemukan dalam komunitas ekologi makroskopis, commen salim (positif di satu sisi, tidak ada di sisi lain) dan amensalisme (negatif di satu sisi, tidak ada pengaruhnya). Secara umum, komensalisme dan amensalisme hampir tidak mendapat perhatian dalam literatur ekologi; predasi telah menerima paling banyak, diikuti oleh kompetisi dan mutualisme. Terserah ahli ekologi masa depan untuk mempelajari amensalisme dan komensalisme lebih intensif.&nbsp;<br><br>ORGANISME YANG DITEMUKAN DI AIR TAWAR<br>&nbsp;Analisis taksonomi terperinci dari banyak kelompok (misalnya, identifikasi tingkat genus dan/atau spesies alga atau invertebrata) seringkali memerlukan kunci yang tersedia dalam buku khusus atau dalam literatur utama, dan tidak ada kunci taksonomi yang diterima secara universal untuk kelompok bermasalah seperti beberapa tungau air dan beberapa kelompok protozoa.<br>Archaea dan Bakteri sulit dibedakan kecuali dapat dibiakkan dan karakteristik metaboliknya dapat digunakan sebagai karakteristik taksonomi&nbsp; Alga adalah autotrof utama di banyak ekosistem perairan dan terwakili dengan baik di air tawar&nbsp; &nbsp;<br>Taksonomi Eukarya relatif didefinisikan dengan baik setidaknya di tingkat keluarga untuk sebagian besar kelompok. Protozoa yang umum di semua habitat air tawar dan sering dapat diidentifikasi ke tingkat keluarga atau genus jika mikroskop yang baik tersedia. Semua filum utama invertebrata, kecuali Echinodermata, memiliki beberapa spesies air tawar dan beberapa kelompok seperti serangga dan arakhnida jauh lebih beragam di air tawar dibandingkan dengan lingkungan laut. Siswa sering terkejut mengetahui bahwa beberapa kelompok organisme yang secara tradisional diasosiasikan dengan habitat laut, seperti bunga karang dan ubur-ubur, dapat ditemukan berlimpah di beberapa air tawar.<br><br>Beberapa invertebrata air tawar, seperti serangga air dan arakhnida, merupakan hewan air kedua karena jalur evolusinya melibatkan nenek moyang laut yang berevolusi menjadi bentuk terestrial, yang kemudian berkoloni dan beradaptasi dengan habitat air tawar. Lainnya, seperti cnidaria air tawar dan dekapoda, berevolusi langsung dari nenek moyang laut. Bentuk perairan sekunder sering memiliki ciri morfologis atau fisiologis yang mencerminkan nenek moyang terestrial mereka. Misalnya, banyak serangga air menggunakan gelembung udara atau tabung pernapasan untuk menghirup udara atmosfer, meskipun mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah air.<br><br>&nbsp;Identifikasi banyak kelompok invertebrata ke tingkat spesies, terutama untuk bentuk dewasa (misalnya, larva lalat air dan larva tungau), sulit, tetapi kunci taksonomi tersedia untuk bentuk dewasa dan dewasa dari sebagian besar kelompok invertebrata.&nbsp;<br>Vertebrata juga berlimpah dan beragam di habitat air tawar, meskipun ikan bertulang (superclass Osteichthyes) membuat sebagian besar keanekaragaman ini. Selain ikan, sebagian besar vertebrata yang berasosiasi dengan habitat air tawar atau hanya sebagian air (misalnya burung dan mamalia) atau memiliki siklus hidup amfibi hiphasic (misalnya, katak dan salaman ders). Identifikasi vertebrata umumnya lebih mudah daripada invertebrata karena lebih sedikit,<br><br>Ikologi Air Tawar<br>organisme yang lebih besar dan dipelajari lebih baik terwakili, meskipun beberapa kelompok ikan bertubuh lebih kecil (misalnya, beberapa ikan kecil dan anak panah) dan bentuk ikan dan amfibi yang belum dewasa dapat menjadi tantangan dan memerlukan seorang ahli untuk identifikasi tingkat spesies yang akurat. Banyak vertebrata air tawar yang sudah tidak asing lagi bagi siswa dan memiliki nama umum.&nbsp;<br>Seperti halnya vertebrata, banyak tumbuhan dalam sistem perairan telah dikarakterisasi dengan baik. Spesies lahan basah yang muncul umumnya termasuk dalam referensi taksonomi tumbuhan tradisional . Untuk mona dan lumut hati yang lebih tidak jelas, identifikasi lebih sulit, dan bahkan beberapa kelompok yang lebih besar seperti sedges dapat menjadi masalah untuk diidentifikasi. Tumbuhan air yang sesungguhnya hanya cukup beragam.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-17 15:34:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2388498614</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2417324769</link>
         <description><![CDATA[<div>KLASIFIKASI ORGANISASI MENURUT FUNGSI, HABITAT, DAN INTERAKSI<br><br>&nbsp;ekologi akuatik, taksonomi organisme tidak hanya didasarkan pada hubungan filogenetik tetapi juga pada peran fungsional mereka dalam komunitas dan ekosistem. Klasifikasi tersebut mencakup bagaimana organisme memperoleh karbon, habitat apa yang mereka tempati. dan bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain.&nbsp;<br><br>Organisme dapat menjadi autotrofik ("makan sendiri") dan bergantung pada karbon dioksida (CO) sebagai sumber utama karbon untuk membangun sel. Pilihan lainnya adalah menjadi heterotrofik ("makanan lain") dan memperoleh karbon untuk sel dari karbon organik&nbsp; Beberapa organisme dapat menggunakan proses autotrofik dan heterotrofik untuk mendapatkan karbon mobil.&nbsp; spesies ini sebagai mixotrophic.&nbsp;<br>Kebanyakan autotrof menggunakan cahaya sebagai sumber energi untuk mereduksi CO, menjadi karbon organik<br>dan diklasifikasikan sebagai fotoautotrofik (yaitu, organisme fotosintesis). Beberapa mikroba adalah<br>mampu menggunakan energi kimia, sebagai lawan dari cahaya, sebagai sumber energi untuk mereduksi CO2<br>menjadi karbon organik; organisme ini adalah kemoautotrof. Kemoautotrof lebih sedikit Organisme yang memperoleh karbon dari organisme hidup lain (predasi, herbivora, parasitisme, dll.), senyawa organik terlarut atau partikulat, atau organisme mati (pengurai dan pemakan bangkai) bersifat heterotrofik. Heterotrof yang menguraikan karbon organik kadang-kadang disebut saprofit atau detritivos.<br><br>Organisme yang menyaring partikel dari kolom air adalah penyaring, yang membangun jaring atau memiliki ciri morfologi yang menyaring partikel dari air yang mengalir adalah penyaring pasif, sedangkan yang secara aktif memompa air atau menciptakan arus adalah penyaring aktif. Organisme yang memperoleh nutrisinya dari partikel organik kecil di benthos adalah pengumpul.<br>Shredder memecah bahan organik yang lebih besar (seperti daun yang membusuk) untuk nutrisi mereka, dan membuka biofilm dari substrat bentik keras. Predator, kelompok fungsional yang cukup jelas, kadang-kadang dikelompokkan lebih lanjut berdasarkan cara mereka makan, seperti menelan prodator, yang menelan mangsa utuh atau menggigit potongan, versus menusuk preda untuk, yang menembus mangsanya dan menyedot cairan tubuh dari mereka.<br><br>Organisme juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain (interaksi antar spesifik).&nbsp; Ada interaksi langsung dan interaksi tidak langsung. Interaksi langsung terjadi antara individu dari dua spesies dan tidak melibatkan orang lain; yang dimediasi oleh spesies tambahan adalah interaksi tidak langsung. Istilah untuk jenis interaksi yang disajikan di sini tidak semuanya standar, tetapi memungkinkan untuk skema klasifikasi yang sangat umum. Eksploitasi adalah istilah umum untuk interaksi yang merugikan satu spesies dan membantu spesies lain. Istilah ini belum diterima secara luas, tetapi mencakup interaksi yang tidak harus predasi atau parasit. Misalnya, epifit yang merugikan makrofit tetapi mendapat manfaat dari hidup di daunnya adalah mengeksploitasi tanaman. Mutualisme menunjukkan interaksi timbal balik yang positif. Yang lain telah menggunakan berbagai istilah untuk mutualisme, termasuk simbiosis, sinergisme, dan perasi protokoo. Simbiosis mengacu pada organisme yang hidup berdekatan (tetapi tidak dengan cara merekaberinteraksi), dan sinergisme dan protocooperation belum digunakan secara luas di luar studi perilaku hewan. Dari semua jenis interaksi yang ditemukan dalam komunitas ekologi makroskopis, commen salim (positif di satu sisi, tidak ada di sisi lain) dan amensalisme (negatif di satu sisi, tidak ada pengaruhnya). Secara umum, komensalisme dan amensalisme hampir tidak mendapat perhatian dalam literatur ekologi; predasi telah menerima paling banyak, diikuti oleh kompetisi dan mutualisme. Terserah ahli ekologi masa depan untuk mempelajari amensalisme dan komensalisme lebih intensif.&nbsp;<br><br>ORGANISME YANG DITEMUKAN DI AIR TAWAR<br>&nbsp;Analisis taksonomi terperinci dari banyak kelompok (misalnya, identifikasi tingkat genus dan/atau spesies alga atau invertebrata)&nbsp;<br>Identifikasi banyak kelompok invertebrata ke tingkat spesies, terutama untuk bentuk dewasa (misalnya, larva lalat air dan larva tungau),&nbsp;<br>Ikologi Air Tawar<br>organisme yang lebih besar dan dipelajari lebih baik terwakili, meskipun beberapa kelompok ikan bertubuh lebih kecil (misalnya, beberapa ikan kecil dan anak panah).<br><br>RESUME VIDIOE<br>kosistem dapat alami atau buatan sementara ataupun permanen kolam terumbu karang padang rumput akuarium semua dapat dianggap sebagai ekosistem sehingga ekosistem dapat didefinisikan sebagai sistem dinamis yang mencakup komponen biotik organisme dan lingkungan abiotik yang mempengaruhi sifat atau sama lain diperlukan untuk pemeliharaan kehidupan konsep ekosistem pertama dikemukakan oleh sir Arthur tansley pada tahun 1930 ekosistem dapat dibedakan ekosistem darat dan ekosistem perairan hutan padang rumput.&nbsp;<br><br>faktor-faktor biotik seperti suhu tertentu untuk semua fungsi vital dan pertumbuhan organisme hidup semua organisme hidup hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu yang sempit yang memungkinkan mereka metabolisme tanaman biasanya lebih menyukai suhu yang bervariasi dari 20 derajat Celcius hingga 40 derajat Celcius namun banyak organisme hidup mengembangkan adaptasi fisiologis dan perilaku untuk menahan suhu yang ekstrem . gletser atau mengalir dari daratan untuk bertemu dengan lautan pergerakan Air ini ke seluruh biosfer disebut siklus hidrologi. &nbsp;<br><br>organisme hidup memerlukan kisaran pH yang optimal untuk kelangsungan hidupnya tanaman dan hewan tertentu berkembang dengan baik dalam kondisi asam lainnya lebih suka netral atau kondisi basa pH tanah dan air bertanggung jawab atas yang besar persebaran organisme didefinisikan sebagai bahan mineral yang mungkin ada dalam bentuk padat atau tidak pecah seperti batu besar dan kerikil atau sebagai partikel halus dari bahan mineral yang disebut kusen pasir atau lempung tergantung pada tekstur tanah digambarkan sebagai sistem fisik dan biologis yang kompleks menyediakan dukungan nutrisi air dan oksigen untuk tanaman unsur-unsur utama yang ada di dalam tanah adalah aluminium silikon kalsium magnesium natrium kalium dan besi .<br>Tugas Devinisi Komponen yang Ada dalam Elemen Biotik Dan Abiotik<br><br>Elemen Biotik<br>Biotik adalah komponen di dalam lingkungan yang terdiri dari kumpulan makhluk hidup mulai dari yang berukuran kecil hingga besar. Komponen biotik memiliki ciri-ciri yaitu, bernapas, membutuhkan makanan, bertumbuh dan berkembang, melakukan gerak, mengeluarkan zat sisa hasil dari metabolisme, dan peka terhadap rangsang.<br>&nbsp;Memiliki Tiga Fungsi&nbsp; :<br>1. Produsen&nbsp;<br>Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri sehingga disebut sebagai autotrof. Contoh produsen adalah ganggang, bakteri, dan tumbuhan hijau<br>yang memanfaatkan sinar matahari atau energi kimia untuk membuat makanan.<br>2. Konsumen&nbsp;<br>Konsumen adalah makhluk hidup yang memanfaatkan bahan organik dari produsen untuk menjamin kelangsungan hidupnya karena tidak dapat membuat makanan sendiri atau disebut juga heterotrof.&nbsp;<br>3. Pengurai atau Dekomposer&nbsp;<br>Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat-zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Dari proses penguraian akan dihasilkan zat-zat hara yang dimanfaatkan kembali oleh produsen<br>Elemen Abiotik&nbsp;<br>Elemen abiotik adalah elemen ekosistem yang tidak hidup. Tubuh dan aliran air, udara, tanah dan sinar matahari adalah elemen abiotik. Elemen-elemen ini sangat menentukan dalam pengembangan ekosistem, dan memengaruhi mereka di tingkat yang berbeda.<br><br>1. Bahan Organik&nbsp;<br>organik secara umum adalah yang berkaitan dengan suatu organisme, benda hidup atau kehidupan di alam semesta yang ditunjukkan dengan hubungan yang harmonis antara unsur-unsur keseluruhan serta ditandai dengan pengembangan secara bertahap atau alami.&nbsp;<br>2. Bahan Anorganik<br>adalah tidak organik (lawan kata organik) yaitu tidak terdiri dari atau berasal dari materi hidup serta tanpa struktur terorganisir.&nbsp;<br><br>3. Fisika Atau Iklim&nbsp;<br>fisika yaitu sebuah ilmu pengetahuan dimana didalamnya mempelajari tentang sifat dan fenomena alam atau gejala alam dan seluruh interaksi yang terjadi didalamnya.<br>Iklim didefinisikan sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun.<br>a. Curah Hujan&nbsp;<br>Curah hujan merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah selama periode waktu tertentu, diukur dalam milimeter (mm) tingginya di atas permukaan horizontal.<br>b. Kelembaban<br>Kelembaban adalah jumlah uap air di udara. Jika ada banyak uap air di udara, kelembabannya akan tinggi. Semakin tinggi kelembabannya, semakin basah rasanya di luar.<br>c. Temperatur/ Suhu<br>Pengertian Suhu atau Temperatur Pengertian suhu atau temperatur adalah ukuran panas atau dinginya suatu benda, suhu masuk dalam besaran fisika yang menyatakan derajat panas suatu benda atau zat tertentu. Benda memiliki molekul atom yang bergerak di dalam<br>perpindahan maupun getaran.<br><br>ELEMEN BIOTIK<br>Autrotoph<br>autotrof merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik<br>1. Produsen&nbsp;<br>Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri sehingga disebut sebagai autotrof. Contoh produsen adalah ganggang, bakteri, dan tumbuhan hijau yang memanfaatkan sinar matahari atau energi kimia untuk membuat makanan.<br>- Kebanyakan Produsen&nbsp;<br>a. Plankton&nbsp;<br>Plankton adalah salah satu organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik samudra, laut, dan badan air<br>tawar.&nbsp;<br>b. makropyta, Tumbuhan Berakar , Fito Plankton<br>- Produsen dalam jumlah kecil&nbsp;<br>a.fotosintetis bakteri&nbsp;<br>bakteri autotrof yang bisa berfotosintesis dengan sendirinya.<br>b. Kemositetik Bakteri&nbsp;<br>Kemosintesis terjadi pada organisme kemoautotrof yang hidup di lingkungan tanpa sinar matahari. Biasanya, kemosintesis dilakukan oleh bakteri dan archaea yang hidup di ventilasi hidrotermal dengan kedalaman lebih dari dua ribu meter.<br>c. fotosintesis Protozoa&nbsp;<br>Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondria untuk respirasi. Pada kenyataannya, ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri).&nbsp;<br>b. konsumen sekunder&nbsp;<br>konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama. Contoh dari golongan ini adalah burung pemakan ulat, dan ular pemakan tikus. Biasanya adalah hewan pemakan daging (karnivora)<br>c. konsumen tersier / lebih , top predator&nbsp;<br>&nbsp;konsumen ini merupakan pemakan konsumen kedua dan seterusnya hingga konsumen yang terakhir yang disebut dengan konsumen puncak. Biasanya konsumen puncak merupakan hewan yang tidak bisa dimakan oleh hewan lainnya. Contohnya singa, buaya, elang.<br>d. parasit&nbsp;<br>Parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain dengan menyerap nutrisi, tanpa memberi bantuan atau manfaat lain padanya.<br>e. scavenger<br>Pebangkai adalah perilaku makan karnivora dan herbivora dengan si pebangkai mendapatkan makanan dari yang telah mati dan benda-benda membusuk yang ada di habitatnya. Memakan bangkai dari spesies yang sama disebut juga dengan kanibalisme.<br>f.saproba&nbsp;<br>saproba adalah bakteri yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan organisme yang sudah mati atau bahan organik lainnya. Bakteri saproba merupakan organisme pengurai (dekomposer) bangkai, tumbuhan yang sudah mati, dan sampah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-12 05:35:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2417324769</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2417329961</link>
         <description><![CDATA[<div>spesies kunci dan spesie indikator<br><br>Spesies kunci adalah spesies yang berdampak besar terhadap lingkungan hingga dapat mempengaruhi ekosistem . Ekosistem bergantung pada mereka dan dapat berubah apabila mereka punah, karena keberadaan nya mempengaruhi jumlah dan karakteristik spesies lain di suatu komunitas<br><br>Spesies indikator yang paling umum digunakan adalah hewan; 70% dari mereka adalah invertebrata. Namun, spesies indikator juga dapat berupa tumbuhan dan mikroorganisme. Seringkali, organisme ini berinteraksi dengan lingkungan dengan cara yang membuat mereka sangat sensitif terhadap perubahan apa pun. Misalnya, mereka mungkin berada di puncak tingkat makanan trofik , di mana mereka akan menerima jumlah racun tertinggi yang ditemukan di lingkungan mereka. Atau mereka mungkin tidak dapat dengan mudah pindah ke lokasi baru jika kondisinya menjadi tidak menguntungkan<br>Jenis Spesies Indikator .Lumut<br><br>Konsep Spesies<br><br>1. konsep spesies genotip<br>gen yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Gen-gen ini membantu menyandikan karakteristik yang diekspresikan secara fisik (fenotip) dalam suatu organisme, seperti warna rambut, tinggi, dll.<br>2. konsep spesies ekologi<br>organisme yang menempti habitat yang serupa<br>3. konsep spesies evolusioner dan filogentetik<br>Konsep Spesies Evolusioner adalah Suatu spesies terdiri dari totalitas individu yang memiliki sejarah evolusi yang sama. Spesies adalah garis keturunan yang berevolusi secara terpisah dari spesies lain.<br>didasarkan pada hubungan nenek moyang, mempunyai kekuatan dalam menunjukkan secara jelas dimensi evolusi, dapat menggambarkan filogeni<br>4. konsep spesies evolusioner<br>Suatu spesies terdiri dari totalitas individu yang memiliki sejarah evolusi yang sama. Spesies adalah garis keturunan yang berevolusi secara terpisah dari spesies lain.<br>5. konsep spesies evolusi biologis<br>adalah perubahan genetik dalam populasi yang diwariskan selama beberapa generasi. Perubahan ini mungkin dalam skala kecil atau besar, terlihat atau tidak begitu terlihat.<br><br>Tugas Dua Spesies Konsep<br><br>1. hybrid<br>hasil persilangan antara dua hewan atau tumbuhan yang berlainan jenis, varietas, spesies atau genera. Sebagai hasil perkawinan yang tidak wajar, hewan hybrid biasanya mempunyai beberapa kekurangan seperti lazimnya jenis makhluk hidup awal dari sebuah evolusi.<br>2. sub spesies<br>anggota sub-kelompok cukup individual sehingga mereka tidak dapat disatukan, tetapi mereka tidak begitu berbeda sehingga mereka adalah spesies yang sama sekali berbeda. Spesifikasi biologis ini bisa sedikit membingungkan, dan kategorisasi terus disesuaikan dan diubah untuk menangani informasi baru.<br>3. ring spesies<br>deretan populasi bersebelahan yang saling berhubungan yang dapat saling kawin dengan populasi terdekatnya, namun terdapat dua "ujung" populasi dalam deret tersebut yang tidak dapat saling kawin oleh karena perbedaannya yang sangat jauh.<br><br>Variabel Populasi<br>Jenis kelamin adalah distribusi populasi berdasarkan umur dan jenis kelamin itu bisa dilakukan menurut angka mutlak atau angka relatif di mana angka relatif menunjukkan rasio populasi dari suatu kelompok umur usia tertentu terhadap populasi dari keseluruhan lapisan usia dan kedua jenis kelamin distribusi umur bisa terbentuk atas dasar pengelompokan usia dalam satuan tahun atau kelompok umur misalnya dibagi dalam 55 tahun kelompok-kelompok 0 sampai 14 tahun lalu 15 hingga 60 tahun atau 60 tahun keatas cara pengelompokan umur memang bervariasi tergantung pada presisi atau tingkat ketetapan yang diinginkan serta kualitas data yang tersedia seada seandainya kualitas data yang tersedia kurang memadai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-12 05:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2417329961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilai Nurul maulida</title>
         <author>solehduin28072001</author>
         <link>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2434701204</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1814130144/840fb334a71f22293af6d2793ecd831b/Peer_nilai_nurul_maulida.xlsx" />
         <pubDate>2023-01-05 14:24:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/solehduin28072001/pcdzkwqs2jp6gazi/wish/2434701204</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
