<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Penulisan Kreatif Tugas POV by Fahiera Ashya</title>
      <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-23 03:36:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-23 03:47:49 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Thara Ameera Keisha_148_C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598801811</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini terasa berat dari hari biasanya. Sejak pagi, perasaanmu seperti terombang-ambing menunggu pengumuman penerimaan Perguruan Tinggi Negeri. Saat sore tiba, dirimu sudah duduk di depan layar laptop. Memainkan jari-jemari sembari melihat ke arah jam dinding. Waktu terasa begitu lama bagi dirimu. Perlahan jarimu menulis namamu di layar laptop, mengetik kata sandi yang hanya kamu ketahui. Jantungmu berdebar kencang. Lalu ketika kata-kata “Mohon maaf, Anda belum diterima” muncul di layar, dunia dirimu seakan runtuh dalam sekejap.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Tak ada yang tahu betapa hancurnya hatimu saat itu. Kau hanya duduk di depan layar laptop yang sudah berubah menjadi gelap, berusaha menahan air mata yang ingin jatuh. Kamu merasa usaha yang sudah kamu perjuangkan selama ini sia-sia. Rasanya tak sanggup untuk melakukan kegiatan lain. Dirimu tidak ingin berinteraksi dengan orang lain.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:41:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598801811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fahiera Ashya D.H-C-115</title>
         <author>fahieradh</author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598801854</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini, layar laptop tampak jauh lebih menakutkan daripada biasanya. Jemarinya bergetar pelan ketika hendak menekan tombol untuk melihat hasil. Tatapannya membesar saat membaca barisan kata yang tertera jelas: “jangan putus asa dan tetap semangat!” Detak jantungnya berdentum begitu keras, menenggelamkan segala suara di sekitar. Udara mendadak terasa berat, menyesakkan hingga sulit bernapas. Dia berusaha menarik napas panjang, tapi yang datang hanya kekosongan tanpa ujung. Perlahan, rasa kecewa dan putus asa merayap masuk. Matanya terasa panas, kepala tertunduk menatap lantai yang seolah berputar. Kedua telapak tangannya dingin, sementara layar itu tetap menampilkan kenyataan yang tak bisa dihapus. Usaha panjang mengejar universitas impian kini terasa semakin perih, seakan pintu yang dulu terbuka lebar tiba-tiba tertutup rapat dengan dentuman yang memekakkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:41:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598801854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maezaluna Azalea Putrindra_096_B</title>
         <author>maezaluna25001</author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598803895</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini terasa berat dari hari biasanya. Sejak pagi, perasaanmu seperti terombang-ambing menunggu pengumuman penerimaan Perguruan Tinggi Negeri. Saat sore tiba, dirimu sudah duduk di depan layar laptop. Memainkan jari-jemari sembari melihat ke arah jam dinding. Waktu terasa begitu lama bagi dirimu. Perlahan jarimu menulis namamu di layar laptop, mengetik kata sandi yang hanya kamu ketahui. Jantungmu berdebar kencang. Lalu ketika kata-kata “Mohon maaf, Anda belum diterima” muncul di layar, dunia dirimu seakan runtuh dalam sekejap.&nbsp;</p><p><br></p><p>Tak ada yang tahu betapa hancurnya hatimu saat itu. Kau hanya duduk di depan layar laptop yang sudah berubah menjadi gelap, berusaha menahan air mata yang ingin jatuh. Kamu merasa usaha yang sudah kamu perjuangkan selama ini sia-sia. Rasanya tak sanggup untuk melakukan kegiatan lain. Dirimu tidak ingin berinteraksi dengan orang lain.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:43:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598803895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vantha Khaira Amalya_101_C</title>
         <author>Southerne</author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598805089</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini, layar laptop terasa sangat menyeramkan tidak seperti biasanya. Tangannya sedikit bergetar saat akan menekan tulisan untuk melihat hasil. Matanya melebar saat menelusuri kata-kata yang tampak tegas “jangan putus asa dan tetap semangat!” Jantungnya berdegup kencang seakan menenggelamkan semua suara di sekitarnya, udara tiba-tiba terasa berat dan menyesakkan. Dia mencoba menarik napas dalam-dalam, namun yang dia rasakan hanya kekosongan yang tidak ada habisnya. Perlahan rasa kecewa dan putus asa mulai mengambang. Matanya panas, dia menunduk, menatap lantai yang seakan berputar. Telapak tangannya dingin, sementara layar laptop itu masih menampilkan kenyataan yang tidak bisa&nbsp; diubah. Perjuangan mengejar universitas imipan yang dia rasakan terasa semakin sakit, seolah pintu yang semula terbuka lebar kini tertutup rapat dengan bunyi dentuman yang menggelegar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:43:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598805089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vindi Apsari_B_067_POV Orang Pertama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598806497</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini, tanggal pengumuman SNBT. Sedari semalam tidurku tak lelap. Jantungku berdebar sangat kencang. Aku duduk di depan laptop, tangan dan sekujur tubuhku terasa dingin. Sisa beberapa detik sebelum hasil pengumuman terbuka terasa begitu panjang. Rasanya tangan gemetar saat aku memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir. “Mungkin ini jalannya,” pikirku, sambil berharap nama universitas impian yang selama ini aku kejar muncul di layar.</p><p><br/></p><p>Namun, yang keluar justru kalimat yang langsung menusuk, “Jangan putus asa dan tetap semangat!”.</p><p><br/></p><p>Seolah dunia dan jantungku berhenti sesaat. Aku menatap layar laptop lama sekali, menunggu keajaiban yang tidak akan pernah datang. Semua usaha belajar sampai larut malam, doa yang tidak pernah putus, bahkan mimpi-mimpi kecil yang kubangun di kepala rasanya runtuh dalam satu detik.</p><p><br/></p><p>Jantungku yang tadi berdebar kencang tiba-tiba seperti tenggelam. Air mataku turun tanpa bisa ditahan. Napasku pun tersenggal-senggal. Aku mencoba tersenyum di depan keluarga, berpura-pura tegar, mengucapkan “tidak apa-apa, mungkin belum rezeki.” Tapi di dalam hati, ada suara yang terus bertanya, “Kenapa bukan aku? Kurang apa usahaku?”.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:44:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598806497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evita Tjahya Indra_B_075</title>
         <author>bbcyd5kbkz</author>
         <link>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598810882</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini, tanggal pengumuman SNBT. Sedari semalam tidurku tak lelap. Jantungku berdebar sangat kencang. Aku duduk di depan laptop, tangan dan sekujur tubuhku terasa dingin. Sisa beberapa detik sebelum hasil pengumuman terbuka terasa begitu panjang. Rasanya tangan gemetar saat aku memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir. “Mungkin ini jalannya,” pikirku, sambil berharap nama universitas impian yang selama ini aku kejar muncul di layar.</p><p>Namun, yang keluar justru layar merah yang langsung menusuk, <em>“Maaf, Anda belum lulus seleksi”, </em>seluruh tubuhku langsung lemas.</p><p>Seolah dunia dan jantungku berhenti sesaat. Aku menatap layar laptop lama sekali, menunggu keajaiban yang tidak akan pernah datang. Semua usaha belajar sampai larut malam, doa yang tidak pernah putus, bahkan mimpi-mimpi kecil yang kubangun di kepala rasanya runtuh dalam satu detik.</p><p>Jantungku yang tadi berdebar kencang tiba-tiba seperti tenggelam. Air mataku turun tanpa bisa ditahan. Napasku pun tersenggal-senggal. Aku mencoba tersenyum di depan keluarga, berpura-pura tegar, mengucapkan “tidak apa-apa, mungkin belum rezeki.” Tapi di dalam hati, ada suara yang terus bertanya, “Kenapa bukan aku? Kurang apa usahaku?”</p><p>Malam itu aku menatap langit-langit kamar, perasaan hampa dan hancur menyelimutiku. Aku tahu ini bukan akhir dari segalanya, tapi saat itu yang kurasakan hanya satu, aku gagal masuk ke universitas impianku.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:47:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fahieradh/p5p5whqh3c7ppxi4/wish/3598810882</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
