<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pendidikan Pancasila XI F2 by afi khusna</title>
      <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2</link>
      <description>Konflik Dalam Keberagaman</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-05 12:33:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-13 05:23:07 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068457324</link>
         <description><![CDATA[<p>Materi Pembahasan : </p><p><br></p><p>Tawuran Antarkelompok di Manggarai: Kronologi, Pemicu hingga Pertemuan Mencari Solusi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:18:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068457324</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068462947</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama Anggota:</strong></p><ol><li><p>Carissa Talitha P (5)</p></li><li><p>Faliha Shifa F (10)</p></li><li><p>Inayah Kirana (15)</p></li><li><p>Putri Alyssa M (27)</p></li></ol><p><strong>Kasus 1: Duduk Perkara Konflik Pulau Rempang</strong></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633340639/ee1e1f31a762eb454786ef20f282048a/5d93738b_c2ac_4ffa_ba89_4ceb3f1f91f6.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:25:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068462947</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Metode</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068463333</link>
         <description><![CDATA[<p>Metode yang dilakukan penyelesaian konflik tersebut yaitu,</p><p>- Metode musyawarah yang dimana dari kasus tersebut, Kecamatan Tebet dan Polres Jakarta Selatan mempertemukan warga yang terdiri dari ketua RT, tokoh hingga sebagian pemuda antarkelompok wilayah yang terlibat tawuran, untuk mencari solusinya dan mendapatkan hasil kesepekatan bersama yang dimana musyawarah adalah, Proses penyelesaian konflik atau perbedaan pendapat di antara dua pihak atau lebih yang dilakukan dengan cara menjalin komunikasi terbuka dan saling menghargai.</p><p><br/></p><p>- Metode yang dilakukan untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah mediasi, dimana polisi mempertemukan 4 rw yaitu rw 04, 05, 06, 07 untuk membuat kesepakatan agar pemuda rw tersebut tidak kembali melakukan aksi saling serang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:25:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068463333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068466408</link>
         <description><![CDATA[<p>Dhirgam</p><p>Febrian</p><p>Zaky </p><p>Atha</p><p>Kevin</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:28:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068466408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Study Kasus Pelajar Botak</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068467246</link>
         <description><![CDATA[<p>1) Kronologi kasus</p><p>Pada rekaman video terlihat anak laki-laki yang tengah berdiri sambil direkam ibunya. Saat itu, ibu korban terlihat merekam kondisi rambut anaknya yang telah botak di bagian tengah, sedangkan di bagian pinggir kepalanya masih ada rambut.</p><p>Menurut sang ibu, rambut anaknya tidak panjang, sehingga dia kesal kalau pemotongan rambut itu merupakan bentuk teguran karena rambut anaknya dinilai panjang.</p><p>Guru JT mengaku bahwa menurutnya rambut korban (JS) terlalu panjang sehingga hal tersebut ialah salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Namun pada akhirnya kedua belah pihak berhasil mencari jalan tengah dengan solusi kekeluargaan</p><p>2) Penyebab kasus</p><p>Kasus ini bermula ketika guru berinisial JT mencukur rambut siswa berinisial JS saat jam pelajaran olahraga untuk mendisiplinkan siswa karena rambut JS dianggap panjang, meskipun sebenarnya masih sesuai standar sekolah. Tindakan ini diambil oleh guru JT untuk mencegah siswa lain memanjangkan rambut melebihi standar yang ditetapkan. Akibatnya, rambut JS dicukur hingga setengah botak, memicu protes dari orang tua siswa yang merasa tindakan tersebut berlebihan dan tidak berperasaan.</p><p>3) Metode:</p><p>- konflik tersebut diselesaikan dengan salah satu metode penyelsaian konflik yaitu mediasi dengan kepala sekolah yang berperan sebagai mediator dan mencari hasil keputusan terbaik untuk bersama atau winwin solution</p><p>- dengan cara siswa memotong rambutnya jika sudah di peringati</p><p>- meringankan razia rambut</p><p>- ⁠mengangkat peraturan rambut pendek</p><p>4) Cara mencegah :</p><p>- tidak merazia rambut siswa selama tidak lewat dari telinga dan tidak menggangu proses belajar mengajar</p><p>- ⁠razia rambut dengan menyediakan staff dari barber shop sehingga hasil rambut siswa tidak terlihat jelek</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:29:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068467246</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068467652</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Nama Anggota Kelompok:</strong></p><ol><li><p>Bagas Rizky Alfajar</p></li><li><p>Callista Indira Prameswari</p></li><li><p>Raden Sadira Tasha Gozally</p></li><li><p>Rayhan Pratama Subing</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Soal &amp; Jawaban:</strong></p><p><strong>1. Jelaskan kronologi kasus tersebut secara singkat!</strong></p><p>Jawaban : Terjadinya aksi tawuran antar 2 kelompok di kolong jembatan Manggarai (underpass Manggarai). Aksi tawuran tersebut diketahui oleh camat Tebet yang sudah terjadi 3 kali pada bulan September 2022 terjadi di lokasi yang sama yang mengakibatkan gangguan perjalanan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>2. Apa yang menyebabkan kasus tersebut bisa terjadi?</strong></p><p>Jawaban : Ada seseorang yang berpendapat bahwa kasus tersebut terjadi akibat hanya saling meledek, karena itu salah satu dari mereka ngumpul di suatu malam dan salah satu dari mereka provokasi dan ada yang terprovokasi.</p><p><br/></p><p><strong>3. Metode apa yang dilakukan untuk menyelesaikan kasus tersebut?</strong></p><p>Jawaban : Metode musyawarah antar RT maupun di kawasan manggarai karena metode ini memungkinkan semua pihak untuk menyuarakan pendapat mereka dan bekerja sama untuk menemukan solusi agar tidak terulang kejadian tawuran di daerah tersebut. Selain itu, musyawarah juga membantu membangun kembali hubungan yang mungkin telah rusak selama konflik.</p><p><br/></p><p><strong>4. Bagaimana kalian sebagai warga negara untuk mencegah hal itu terjadi?</strong></p><p>Jawaban : Kita sebagai warga negara harus mencari akar masalah apa yang menyebabkan antar 2 kelompok terjadi tawuran di daerah manggarai dan melakukan permusyawarahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633342419/71e9f9d7f52ac713185cd01bce5dc006/20240806_133151.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:30:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068467652</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068469384</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>NAMA ANGGOTA KELOMPOK 6 :</strong></p><ol><li><p>Oschar Bersen Tampubolon</p></li><li><p>Muhammad Fawwaz Raiffasya</p></li><li><p>Andika Wahyu Setiyono</p></li><li><p>Farrel Aqila Muzzaqi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633363513/986fccb7f237052c3598dc720cd38e6c/IMG_20240806_WA0021.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:32:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068469384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahalia, Raisa, Dhiny, Raffa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068469565</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633362350/630adf0da686bf99e4d70950ea7835f3/IMG_9145.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:32:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068469565</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kronologi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068471147</link>
         <description><![CDATA[<p>Terdapat Rencana pembangunan kawasan Rempang Eco sejak 2024 yang memakan 45,89 persen dari keseluruhan lahan pulau Rempang yang memiliki luas sebesar 16.500 hektare. Karena ini warga terdampak  harus direlokasi demi pengembangan proyek ini. Sebagai kompensasi, pemerintah menyiapkan rumah senilai Rp120 juta.</p><p><br></p><p>Terjadi bentrokan dengan aparat tanggal 7 September 2023 karena penolakan warga atas rencana  pembangunan kawasan  Rempang Eco City. </p><p><br></p><p>Salah saksi warga bernama Khazaini KS mengatakan hingga kini ada 16 kampung yang menolak untuk direlokasi. Mereka mengklaim kampung yang mau digusur telah berdiri sejak 1834.</p><p><br></p><p>Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan peristiwa di kawasan Pulau Rempang bukan penggusuran. Ia mengatakan yang terjadi adalah pengosongan lahan oleh yang berhak</p><p><br></p><p>Terjadi bentrokan lagi 11 September dengan massa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BP Batam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:33:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068471147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nomor 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068471203</link>
         <description><![CDATA[<p>Untuk mencegah kasus tersebut terjadi sebaiknya kita sebagai warga negara menyerahkan penyelesaian konflik tersebut kepada pihak berwenang (arbitrase) agar tahu kebenarannya, jangan malah main hakim sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:33:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068471203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nomor 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473447</link>
         <description><![CDATA[<p>Metode yang cocok untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah dengan metode arbitrase, hak tersebut di karenakan kasus tersebut menyangkut banyak penduduk dan aparat kepolisian serta pemerintah. Hal tersebut membuat keputusan yang adil secara hukum agar tidak ada pihak yang di rugikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasus Viral Guru SMP Di Samosir Cukur Rambut Siswa Setengah Botak, Ortu Protes.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473623</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>SOAL</strong></p><p>1. Jelaskan kronologi kasus tersebut secara singkat!</p><p>2. Apa yang menyebabkan kasus tersebut bisa terjadi?</p><p>3. Metode apa yang dilakukan untuk menyelesaikan kasus tersebut?</p><p>4. Bagaimana kalian sebagai warga negara untuk mencegah hal itu terjadi?</p><p><br></p><p><strong>JAWABAN</strong></p><p><strong>1. Kronologi Kasus:</strong></p><p>   Seorang guru di SMPN 1 Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mencukur rambut seorang siswa berinisial JS hingga setengah botak saat jam pelajaran olahraga pada tanggal 5 September 2023. Ibu dari siswa tersebut merekam kondisi rambut anaknya yang sudah dicukur dan memprotes tindakan guru itu, menyebut bahwa rambut anaknya sebenarnya tidak panjang. Video protes tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.</p><p><br></p><p><strong>2. Penyebab Kasus:</strong></p><p>   Kasus ini terjadi karena guru yang bersangkutan, JT, mencukur rambut siswa JS dengan tujuan mendisiplinkan siswa tersebut yang dianggap memiliki rambut panjang. Namun, tindakan guru tersebut dianggap berlebihan dan tidak wajar oleh orang tua siswa.</p><p><br></p><p><strong>3. Metode Penyelesaian Kasus:</strong></p><p>   Kasus ini diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga. Guru JT dan keluarga siswa JS sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Guru JT juga telah mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada keluarga siswa tersebut.</p><p><br></p><p><strong>4. Pencegahan Kasus Serupa:</strong></p><p>   Sebagai warga negara, untuk mencegah hal seperti ini terjadi, kita perlu:</p><p>   - <strong>Mendorong Pendidikan yang Berempati:</strong> Guru dan pihak sekolah harus dilatih untuk memiliki empati dan memahami dampak emosional dari tindakan disiplin yang mereka ambil.</p><p>   - <strong>Pengembangan Prosedur Disiplin yang Jelas:</strong> Sekolah perlu memiliki aturan dan prosedur yang jelas dan adil mengenai disiplin siswa, yang tidak merendahkan martabat mereka.</p><p>   - <strong>Mendukung Komunikasi yang Baik:</strong> Mendorong komunikasi terbuka antara orang tua, guru, dan siswa untuk menangani masalah dengan cara yang lebih baik sebelum terjadi tindakan yang tidak pantas.</p><p>   - <strong>Menyebarkan Kesadaran tentang Hak Anak:</strong> Masyarakat harus lebih sadar akan hak-hak anak dan pentingnya perlindungan terhadap mereka di lingkungan sekolah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:36:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nomor 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473776</link>
         <description><![CDATA[<p>Yang menyebabkan kasus tsb bisa terjadi adalah adanya konflik lahan atas rencana pembangunan kawasan Rempang Eco City yang akan memakan lahan pulau Rempang sebesar 7.572 hektare atau 45,89 persen. Lahan pulau Rempang telah diberikan Hak Guna Usaha kepada sebuah entitas perusahaan pada 2001-2002 tetapi tanah tersebut belum digarap investor dan belum pernah dikunjung. Saat dikunjung ternyata lahan tersebut telah diduduki oleh sejumlah kampung yang telah berdiri sejak 1834.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:36:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068473776</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kronologi Kasus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068474877</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemicu Tawuran pada 14 September 2022:</p><p><br></p><p>Tawuran antara dua kelompok terjadi pada malam hari di Manggarai, Jakarta Selatan. Pertikaian ini dipicu oleh masalah sepele, yakni dugaan saling ejek antara anggota kelompok.</p><p><br></p><p>Kejadian Utama:</p><p>Tawuran berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua kelompok terlibat bentrokan fisik menggunakan senjata tajam dan benda-benda lain. Situasi menjadi semakin kacau dengan terlibatnya warga sekitar yang juga menjadi korban.</p><p><br></p><p>Respon Pihak Berwenang:</p><p>Kepolisian setempat segera turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mengatasi kekacauan yang terjadi. Mereka melakukan upaya mediasi untuk menenangkan kedua belah pihak dan mencegah bentrokan lebih lanjut.</p><p><br></p><p>Pertemuan dan Mediasi:</p><p>Pada tanggal 15 September 2022, diadakan pertemuan antara kedua kelompok dan pihak berwajib. Mediasi dilakukan untuk mencari solusi damai dan mencegah kejadian serupa di masa depan.</p><p><br></p><p>Tindakan Selanjutnya:</p><p>Pihak kepolisian dan pemerintah setempat melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk meningkatkan patroli dan melibatkan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068474877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok Delapan slebeww</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068475038</link>
         <description><![CDATA[<p>nama anggota </p><p>1. faza widyanto 😋 (13)</p><p>2. Achmad fachri🔥(1)</p><p>3. Muhammad algifari 🪐(20)</p><p>4. Muhammad ibnu tasyfin🧢(22)</p><p><br/></p><p>kasus: Isi Tuntutan Demonstrasi BEM-SI Kepada Jokowi dan Kenapa Ricuh?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633371468/28aa59319c9a7b3871e43eeaba490215/IMG_7844.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:37:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068475038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENYEBAB KASUS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068475532</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus tawuran tersebut biasanya diawali dengan suara petasan yang menjadi pemicu atau tanda memulai tawuran. Hal-hal yang menyebabkan kasus tersebut terjadi adalah tindakan saling mengejek antara sesama pemuda dari RW yang berbeda dan mereka yang terlibat sebelumnya berkumpul atau nongkrong di suatu tempat, sehingga memicu kelompok lain untuk datang dan mengejek satu sama lain sehingga terjadi tawuran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:38:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068475532</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068477259</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633375108/f99375c188eb900b57219c768c0c9c4f/20240806_133724.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:39:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068477259</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068479078</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:41:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068479078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama anggota </title>
         <author>davisnathanielmeliciano</author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068479475</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><mark>Davis Nathaniel Meliciano (6)</mark></p></li><li><p><mark>Fadhilah Pratama (9)</mark></p></li><li><p><mark>Muchamad Afwan Choiry (19)</mark></p></li><li><p><mark>Naufal Ardiansyah (24)</mark></p></li><li><p><mark>Rangga Dwi Santoso (32)</mark></p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:42:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068479475</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068480241</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633378325/afbd397ae99a42a9394378f93c0092ed/20240806_133708.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:43:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068480241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>No 4 sebagai warga bagaimana untuk mencegah hal itu terjadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068480274</link>
         <description><![CDATA[<p>yaitu dengan membuat perkumpulan antar warga untuk mencapai kesepakatan bersama yaitu dengan menjaga wilayah agar pemuda tidak melakukannya kembali. diantara lainnya warga bisa melakukan hal lain seperti mendukung kegiatan penyuluhan tauran yang dilakukan pemerintah, melaporkan tauran yg akan terjadi ke pihak berwajib dan meningkatkan kesadaran para murid pentingnya perdamaian dan toleransi antar </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:43:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068480274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERTANYAAN 🌟1. Jelaskan kronologi kasus tersebut secara singkat 2. Apa yang menyebabkan kasus tersebut terjadi3. Metode apa yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah4. Bagaimana kalian sebagai warga negara untuk mencegah itu terjadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068481087</link>
         <description><![CDATA[<p>1.	Kronologi Kasus: Pada 22 Juli 2024, BEM-SI menggelar demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, menyampaikan 12 tuntutan kepada Presiden Jokowi. Aksi ini berakhir ricuh setelah bentrokan dengan aparat keamanan yang menembakkan water cannon untuk membubarkan massa.</p><p>2. Kasus kericuhan pada demonstrasi BEM-SI 22 Juli 2024 terjadi karena massa mencoba mendekati Istana Kepresidenan setelah menyampaikan 12 tuntutan, termasuk penolakan dwifungsi TNI-Polri dan kebijakan lainnya. Ketegangan meningkat saat demonstran mendesak ke area terlarang, sehingga aparat menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Ketidakpuasan atas berbagai kebijakan pemerintah memicu aksi protes tersebut.</p><p>3. Metodenya Abritrase, dan Negosiasi. Karena disebutkan kerumunan dibubarkan oleh aparat, dan antara pihak demonstran dan pemerintah melakukan negosiasi</p><p>4. Pencegahan oleh Warga Negara: Sebagai warga negara, kita dapat mencegah hal ini dengan menjaga komunikasi yang baik antara pihak yang berdemonstrasi dan pemerintah, serta memastikan aksi dilakukan secara damai dan sesuai aturan hukum.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:44:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068481087</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068482649</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Judul: Kasus Duduk Perkara Pulau Rempang</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633383574/e2b1966b760958ab4dc05887d20a3c1a/IMG_20240806_WA0018.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:45:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068482649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasus &quot;Isi Tuntutan Demonstrasi BEM-SI Kepada Jokowi dan Kenapa Ricuh?&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068492983</link>
         <description><![CDATA[<p>1. BEM-SI atau Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia melakukan demo mengenai 12 tuntutan terkait 10 tahun masa kepemimpinan Jokowi dan menyinggung masalah UU tapera berharap dilakukan revisi serta pendidikan gratis dan di kaji ulang terhadap kebijakan hilirisasi nikel. Demo terjadi di kawasan Patung Kuda sampai Istana Negara Senin (22/7/2024) berawal sekitar pukul 14.00 WIB mereka mencoba mendekati istana negara dan demo berakhir ricuh hingga malam hari. Bentrok melibatkan para demonstran dengan aparat keamanan. Massa dilaporkan membakar spanduk dan polisi menembakkan water cannon alias meriam air. Pada kesempatan sebelumnya, pihak kepolisian mengaku telah menyiapkan setidaknya 1.231 personel gabungan guna mengamankan aksi demo BEM-SI.</p><p>2. Kasus ini bisa terjadi karena BEM-SI tidak setuju dengan beberapa hal yang tergabung dalam 12 tuntutan terkait 10 tahun masa kepemimpinan Jokowi antara lain isi tuntutan tidak setuju tentang Jokowi yang cawe-cawe saat pilkada, tidak setuju terhadap UU tapera, pendidikan gratis serta mengkaji ulang kebijakan hilirisasi nikel</p><p>3. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut ialah arbitrase yang dimana proses penyelesaian konflik tersebut dengan cara menyerahkan penyelesaian konflik kepada pihak ketiga yang bersifat formal atau pihak berwenang. Karena pada kasus tersebut tertulis bahwa terdapat orang ketiga yaitu polisi yang berusaha untuk membubarkan aksi demo BEM-SI dengan menembakkan water cannon</p><p>4. Kami sebagai warga negara dapat mencegah hal ini dengan tidak ikut berpartisipasi dalam kericuhan demonstrasi memang kita sebagai warga negara kita memiliki hak untuk melakukan demonstrasi tetapi tidak menimbulkan kericuhan hingga seperti membakar sepanduk dan membuat beberapa orang terugikan kita dapat memberikan suara kita melalui hal yang lebih baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 06:54:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068492983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068496646</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pradika Novalia Zahra (26)</p></li><li><p>Raihana Salsavina Aulia Sandjaya (30)</p></li><li><p>Reva Aurelia (34)</p></li><li><p>Theodora (35)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633389643/b8d31ed9ffc67fdc8adf94038ba6b623/IMG_20240806_WA0031.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 06:58:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068496646</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068586546</link>
         <description><![CDATA[<p>Kronologi</p><p><br/></p><p>Pemerintah ingin membangun Rempang Eco City namun ditentang oleh warga Rempang itu sendiri. Sempat terjadi penembakan gas air mata karena situasi yang tidak kondusif saat melakukan pengukuran lahan. Setelah kejadian itu sempat ada warga yang mengalami luka dan diangkut ke mobil berjeruji. Sempat terjadi juga demo di depan kantor BP Batam. Mereka juga membebaskan tujuh warga yang sebelumnya ditangkap. Serta terdapat 16 kampung yang menolak untuk digusur dan direlokasi. Mereka mengklaim kampung tersebut telah berdiri sejak 1834.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 08:53:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068586546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Jelaskan Kronologi kasus tersebut dengan singkat!</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068594696</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 09:06:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068594696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Apa yang menyebabkan kasus tersebut bisa terjadi?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068596904</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus konflik di Pulau Rempang terjadi karena adanya rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan industri dan pariwisata. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan warga lokal yang merasa terancam akan kehilangan lahan dan tempat tinggal mereka. Warga menolak relokasi dan menuntut kejelasan hak atas tanah yang mereka klaim telah ditempati secara turun-temurun.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 09:09:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068596904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3.Metode apa yang dilakukan untuk menyelesaikan kasus tersebut?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068603521</link>
         <description><![CDATA[<p>metode untuk menyelesaikan kasus ialah:</p><ul><li><p>Mediasi yang melibatkan mediator independen yang netral untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah, perusahaan pengembang, dan masyarakat setempat. Mediator dapat membantu memastikan bahwa semua pihak didengarkan dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.</p></li><li><p>Negosiasi yang melibatkan perwakilan dari semua pihak yang terkena dampak dalam negosiasi langsung. Proses ini harus dilakukan secara transparan dan inklusif, dengan memastikan bahwa kepentingan dan kekhawatiran masyarakat setempat diakomodasi dalam kesepakatan </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 09:20:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068603521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4) Bagaimana kalian sebagai warga negara untuk mencegah hal itu terjadi? </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068735820</link>
         <description><![CDATA[<p>-Mendorong pemerintah dan perusahaan untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Partisipasi publik yang efektif dapat memastikan bahwa suara dan kebutuhan warga didengar dan dipertimbangkan.</p><p>-Mendorong dialog terbuka antara pihak yang berkonflik sebelum keputusan besar dibuat. Mediasi oleh pihak ketiga yang netral dapat membantu menemukan solusi yang diterima oleh semua pihak.</p><p>-Menggunakan teknologi dan media untuk menyebarkan informasi yang akurat dan transparan mengenai proyek-proyek pembangunan. Ini bisa mengurangi kesalahpahaman dan ketakutan yang dapat memicu konflik.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 12:56:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3068735820</guid>
      </item>
      <item>
         <title>padil ganteng berdemek</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073931673</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2644030945/629e5de280c566aa5f040f42b4b9f056/IMG_20240810_WA0000.jpg" />
         <pubDate>2024-08-13 05:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073931673</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073936653</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2644030945/27a1cf33914887b336d68f12191a7dac/IMG_20240731_WA0002.jpg" />
         <pubDate>2024-08-13 05:07:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073936653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>si imut skibidi toilet🥰🥰🥰😘😍😍😘😘😍😍</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073940107</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2644030945/7410879bc48029f842e7c077acca145e/IMG_20240813_WA0017.jpg" />
         <pubDate>2024-08-13 05:12:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073940107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>aku dari padang 🏳️‍🌈🏳️‍🌈🏳️‍🌈</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073942711</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2644030945/b010c8c42abd4572117a44bd8f806af6/IMG_20240813_WA0016.jpg" />
         <pubDate>2024-08-13 05:15:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073942711</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073943083</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2644033112/2f9ecc31892c813a7a2b11efcf4cc8ed/d535bdd3_377f_49d4_87a3_44b290afef38.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-13 05:16:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afikhsna/PPXIF2/wish/3073943083</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
