<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Zahra Anggraini (34) by Zahra Anggraini</title>
      <link>https://padlet.com/zahraanggraini/ozwtefdvnn7qhd37</link>
      <description>Laporan literasi bulan September</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-09 03:29:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-24 12:37:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Resensi literasi bulan September</title>
         <author>zahraanggraini</author>
         <link>https://padlet.com/zahraanggraini/ozwtefdvnn7qhd37/wish/1803626476</link>
         <description><![CDATA[<div>Zahra Anggraini (34)<br>Kemampuan literasi dan numerasi adalah salah satu dari enam belas kemampuan wajib yang harus dimiliki siswa masa kini. Kemampuan literasi dasar ini pun dipecah ke dalam enam komponen turunan, yaitu&nbsp;literasi baca tulis,&nbsp;literasi numerasi,&nbsp;literasi sains,&nbsp;literasi finansial,&nbsp;literasi digital&nbsp;serta&nbsp;literasi budaya dan kewargaan.<br><br>Dalam literatur ilmiah, literasi dijelaskan sebagai kemampuan untuk memahami dan menanggapi teks tertulis dengan tepat. Pengertian teks dalam konteks ini tidak hanya mencakup tulisan, namun juga berupa simbol, angka, serta grafik. Sedangkan numerasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan konsep numerik dan matematika di dalam kehidupan sehari-hari.<br><br>Alasan keahlian literasi dan numerasi perlu untuk dimiliki oleh setiap murid karena kedua kemampuan ini mampu mempersiapkan para murid untuk menjalani hidup di luar ruangan kelas, baik dalam lingkungan masyarakat ataupun dunia kerja. Sebagai contoh, kemampuan literasi dapat digunakan oleh para murid untuk membaca resep obat dengan benar dan bertindak seperti yang diinstruksikan dalam resep tersebut.<br><br>Pentingnya literasi dan numerasi tidak hanya berlaku bagi para siswa, namun juga untuk semua orang, termasuk para pekerja. Dalam studi yang dilakukan oleh Stephen Black, Keiko Yasukawa dan Tony Brown pada tahun 2012, penelitian menunjukkan bahwa ada kelangkaan pekerja yang berkualitas di Australia yang disebabkan kurangnya kemahiran literasi dan numerasi dari para pekerja. Hasil penelitian ini pun menjadi cikal bakal sebuah debat tentang apakah kemampuan literasi dan numerasi memiliki pengaruh dalam produktivitas kerja seseorang.<br><br>Sebuah organisasi internasional bernama Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) melakukan sebuah survei menyeluruh ke negara-negara anggotanya pada tahun 2016. Survei ini dilakukan untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi dan pemecahan masalah dari orang dewasa berumur 16 tahun ke atas. Hasil dari survei ini menunjukkan bahwa ada&nbsp;hubungan yang kuat antara kemahiran literasi dan numerasi dengan produktivitas di tempat kerja. Para peneliti lain yang meriset hal serupa juga mengungkapkan bahwa ada peningkatan produktivitas pada para pekerja setelah mereka diberikan kelas kemampuan literasi dan numerasi (Quintini, 2011; Nicholas, Fletcher &amp; Davis, 2012).<br><br>Selain hasil penelitian tersebut, temuan lain yang tidak kalah penting adalah bahwa Indonesia sebagai salah satu negara anggota OECD memiliki tingkat literasi dan numerasi yang sangat rendah.&nbsp;Data menunjukkan 70% orang dewasa di Jakarta berada pada atau di bawah tingkat 1 dalam hal literasi, yang berarti sebagian besar masyarakat kita hanya mampu membaca teks-teks singkat dalam lingkup topik-topik yang familiar saja.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/987002162/c9fa909e37a875b73154e7e27d42f240/infografis_literasi_dan_kecakapan_abad_21.jpg" />
         <pubDate>2021-10-09 03:35:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraanggraini/ozwtefdvnn7qhd37/wish/1803626476</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
