<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>My brilliant padlet by Fentia Sitaniapessy</title>
      <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-04 02:56:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-06 13:44:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Refleksi Awal</title>
         <author>fentiasitaniapessy15</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3568102042</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1796737379/a1ca7dfc33b710d8a5dffa21f8db0706/PPT_Pertanyaan_Refleksi.pptx" />
         <pubDate>2025-09-04 03:05:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3568102042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi awal  Modul 5 KP 1</title>
         <author>edakudubun</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3570745777</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan RPP biasanya diawali dengan menganalisis CP untuk menentukan TP dan ATP untuk fase D. Setelah itu baru merancang pembelajaran dan asesmen yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan murid. </p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran sesuai panduan pembelajaran dan asesmen adalah berpusat pada murid, Penguatan pembelajaran mendalam (8 DPL, 3 Prinsip PM, 3 pengalaman belajar, dan 4 kerangka pembelajaran serta asesmen yang berkeadilan, objektif dan edukatif serta fleksibilitas dan relevansi dalam konteks dan kebutuhan belajar peserta didik</p></li><li><p>Strategi yang saya gunakan sebagian besar sudah mendorong murid berpikir kritis, kreaif dan mendalam karena saya selalu mengusahakan agar bisa membelajarkan murid untuk menghubungkan konsep yang telah dipelajari dengan kehidupan nyata yang dekat dengan murid melalui berbagai model pembelajaran</p></li><li><p>Sebagai pusat pusat dari pembelajaran, bukan hanya penerima informasi pasif. Guru berperan sebagai aktivator dan motivator yang mebantu murid mengeksplorasi, berkreasi, dan dapat mengaitkan hubungan antar konsep.</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi adalah : karakteristik murid yang berbeda termasuk karakter murid di setiap  kelas juga berbeda sehingga hal ini membutuhkan kreatifitas yang tinggi dalam mengimprovisasi perencanaan pembelajaran. Selain itu gura juga harus lebih kreatif dalm menentukan praktik pedagogis yang tepat untuk setiap materi dengan kondisi kelas yang berbeda pula</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 13:39:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3570745777</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yonly Tuhumury, S.Pd</title>
         <author>yonlytuhumury16</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571274348</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana Biasanya Merencanakan Pembelajaran di Kelas?</p><p>Merencanakan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan memahami tujuan akhir yang ingin dicapai. Proses ini sering disebut sebagai backward design atau desain mundur.</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan Tujuan Pembelajaran: Apa yang siswa harus ketahui, pahami, dan mampu lakukan setelah pelajaran selesai? Tujuan ini harus spesifik, terukur, dan relevan.</p><p>2.&nbsp;Merancang Penilaian: Setelah tujuan ditentukan, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana kita bisa mengetahui bahwa siswa telah mencapai tujuan tersebut. Kita perlu membuat instrumen penilaian, baik itu tes, proyek, presentasi, atau observasi, yang bisa mengukur pemahaman dan kemampuan siswa.</p><p>3.&nbsp;Menyusun Kegiatan Pembelajaran: Setelah tujuan dan penilaian jelas, barulah kita merancang kegiatan belajar yang akan membantu siswa mencapai tujuan dan berhasil dalam penilaian. Kegiatan ini bisa berupa diskusi, kerja kelompok, eksperimen, studi kasus, atau praktik langsung.</p><p>2. Prinsip Apa yang Digunakan dalam Merancang Pembelajaran?</p><p>Beberapa prinsip utama yang sering digunakan adalah:</p><ul><li><p>Berpusat pada Siswa (Student-Centered): Pembelajaran dirancang untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Guru berperan sebagai fasilitator, bukan hanya sumber informasi.</p></li><li><p>Relevan dan Bermakna: Materi pembelajaran dihubungkan dengan kehidupan nyata siswa sehingga mereka bisa melihat pentingnya apa yang mereka pelajari.</p></li><li><p>Diferensiasi: Mengakui bahwa setiap siswa unik dan memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Perencanaan pembelajaran harus mengakomodasi keragaman ini, misalnya dengan menyediakan pilihan tugas atau tingkat kesulitan yang berbeda.</p></li><li><p>Kolaboratif: Mendorong siswa untuk bekerja sama dan belajar dari satu sama lain.</p></li><li><p>Reflektif: Memberi kesempatan kepada siswa dan guru untuk merenungkan proses belajar dan hasil yang dicapai.</p></li></ul><p>3. Apakah Strategi yang Kita Gunakan Sudah Mendorong Murid untuk Berpikir Kritis, Kreatif, dan Mendalam?</p><p>Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat strategi yang digunakan. Strategi yang efektif dalam mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam biasanya:</p><ul><li><p>Mengajukan Pertanyaan Terbuka: Alih-alih hanya bertanya "Apa?", tanyakan "Mengapa?" atau "Bagaimana jika?". Ini memaksa siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan gagasan baru.</p></li><li><p>Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah atau Proyek: Siswa dihadapkan pada masalah nyata yang harus mereka pecahkan, mendorong mereka untuk mencari solusi yang inovatif dan mendalam.</p></li><li><p>Diskusi dan Debat: Kegiatan ini melatih siswa untuk mengemukakan pendapat, mempertahankan argumen, dan mendengarkan perspektif orang lain.</p></li><li><p>Peta Konsep (Mind Mapping): Membantu siswa untuk melihat hubungan antar ide dan mengorganisir informasi secara visual.</p></li><li><p>Menyediakan Waktu untuk Refleksi: Memberi kesempatan kepada siswa untuk merenungkan pembelajaran mereka dan membuat koneksi baru.</p></li></ul><p>Jika strategi yang digunakan di kelas lebih banyak berfokus pada hafalan atau ceramah satu arah, mungkin perlu ada penyesuaian untuk lebih mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi.</p><p>4. Bagaimana Kita Memposisikan Guru dalam Pembelajaran?</p><p>Dalam pembelajaran modern, posisi guru telah bergeser dari "pemberi ilmu" menjadi "fasilitator" atau "pembimbing".</p><ul><li><p>Fasilitator: Guru menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inspiratif, serta memandu siswa untuk menemukan jawaban sendiri.</p></li><li><p>Pembimbing: Guru memberikan arahan dan dukungan saat siswa menghadapi kesulitan, mendorong mereka untuk tidak menyerah dan terus mencoba.</p></li><li><p>Desainer Pembelajaran: Guru merancang pengalaman belajar yang relevan dan menarik, bukan hanya menyampaikan materi.</p></li><li><p>Pemodel: Guru menunjukkan cara berpikir, cara memecahkan masalah, dan sikap positif terhadap belajar.</p></li></ul><p>Dengan posisi ini, guru tidak lagi menjadi pusat perhatian di kelas, melainkan siswa yang menjadi aktor utama dalam proses belajar mereka.</p><p>5. Tantangan Apa yang Sering Dihadapi dalam Merancang Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan?</p><p>Meskipun prinsip-prinsip ini terdengar ideal, ada beberapa tantangan nyata yang sering dihadapi:</p><ul><li><p>Keterbatasan Waktu,  Kurikulum yang padat, jadwal yang ketat, dan kurangnya akses ke sumber daya seperti alat peraga atau teknologi bisa menjadi hambatan besar.</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ul><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 23:07:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571274348</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571276812</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong></p><p>Biasanya guru merencanakan pembelajaran dengan:</p><p>	•	Menentukan tujuan pembelajaran sesuai kurikulum.</p><p>	•	Menyusun langkah-langkah pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup).</p><p>	•	Menentukan media dan sumber belajar.</p><p>	•	Menyusun instrumen penilaian.</p><p>Namun, seringkali perencanaan masih berfokus pada penyelesaian materi, bukan pengalaman belajar murid secara utuh.</p><p><br/></p><p>⸻</p><p><br/></p><p><strong>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p><p>Prinsip-prinsip yang dapat digunakan:</p><p>	•	<strong>Berpusat pada murid</strong> (student-centered).</p><p>	•	<strong>Kontekstual</strong> (materi dikaitkan dengan kehidupan nyata murid).</p><p>	•	<strong>Diferensiasi</strong> (menghargai perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan murid).</p><p>	•	<strong>Kolaboratif</strong> (memberi ruang bekerja sama).</p><p>	•	<strong>Reflektif dan berkesadaran</strong> (guru dan murid sama-sama belajar dari proses).</p><p>	•	<strong>Berorientasi pada kompetensi dan karakter</strong> (tidak sekadar pengetahuan).</p><p><br/></p><p>⸻</p><p><br/></p><p><strong>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, mendalam?</strong></p><p>	•	Jika strategi masih dominan ceramah → murid cenderung pasif.</p><p>	•	Jika sudah menggunakan <strong>diskusi, problem-based learning, proyek, eksperimen, studi kasus, debat, atau inkuiri</strong> → lebih mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p><p>Jadi, jawabannya tergantung sejauh mana strategi yang dipilih memberi ruang murid untuk mengeksplorasi dan bertanya.</p><p><br/></p><p>⸻</p><p><br/></p><p><strong>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong></p><p>	•	Sebagai <strong>subjek belajar</strong>, bukan hanya penerima materi.</p><p>	•	Murid adalah <strong>penemu makna</strong> melalui pengalaman, refleksi, dan interaksi.</p><p>	•	Guru berperan sebagai <strong>fasilitator, motivator, dan pembimbing</strong>.</p><p>	•	Pembelajaran ideal menempatkan murid sebagai <strong>pemilik proses belajar</strong> (agency).</p><p><br/></p><p>⸻</p><p><br/></p><p><strong>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong></p><p>	•	Tekanan kurikulum dan target penyelesaian materi.</p><p>	•	Waktu terbatas.</p><p>	•	Jumlah murid banyak, dengan latar belakang dan kemampuan berbeda.</p><p>	•	Ketersediaan media, fasilitas, dan sumber belajar terbatas.</p><p>	•	Kebiasaan murid yang terbiasa pasif dan hanya menunggu arahan.</p><p>	•	Guru sendiri perlu terus mengasah kreativitas, refleksi, dan keberanian mencoba pendekatan baru.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 23:15:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571276812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Awal Modul 5 KP 1 (Pricilya Y. Mustamu)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571277389</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. <strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong></p><p>Secara umum, guru merencanakan pembelajaran dengan langkah-langkah berikut:</p><ul><li><p><strong>Mengidentifikasi tujuan pembelajaran</strong>: Merujuk pada capaian pembelajaran (CP), kompetensi dasar (KD), atau standar kompetensi.</p></li><li><p><strong>Menyusun indikator pencapaian</strong>: Apa saja yang harus dicapai murid agar tujuan pembelajaran terpenuhi.</p></li><li><p><strong>Merancang kegiatan pembelajaran</strong>: Disesuaikan dengan karakteristik murid, materi ajar, serta strategi yang relevan.</p></li><li><p><strong>Menyiapkan asesmen</strong>: Baik formatif maupun sumatif untuk menilai sejauh mana murid memahami materi.</p></li><li><p><strong>Memilih media dan sumber belajar</strong>: Mendukung kegiatan belajar agar lebih menarik dan kontekstual.</p></li></ul><p>2. <strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p><p>Beberapa prinsip penting yang digunakan antara lain:</p><ul><li><p><strong>Berpusat pada murid</strong>: Fokus pada kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid.</p></li><li><p><strong>Kontekstual dan relevan</strong>: Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata murid.</p></li><li><p><strong>Aktif dan partisipatif</strong>: Murid dilibatkan secara aktif dalam proses belajar.</p></li><li><p><strong>Kolaboratif</strong>: Mendorong kerja sama dan diskusi antar murid.</p></li><li><p><strong>Fleksibel dan diferensiatif</strong>: Menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan beragam murid.</p></li><li><p><strong>Reflektif dan berkelanjutan</strong>: Guru terus merefleksikan praktiknya untuk peningkatan.</p></li></ul><p>3. <strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong></p><p>Belum tentu. Beberapa hal yang bisa jadi catatan:</p><ul><li><p><strong>Jika pembelajaran masih didominasi ceramah dan hafalan</strong>, maka belum sepenuhnya mendorong berpikir kritis dan kreatif.</p></li><li><p><strong>Jika murid hanya diberi soal-soal rutin</strong>, maka belum mengembangkan pemikiran mendalam.</p></li><li><p><strong>Strategi yang mendorong</strong>:</p><ul><li><p><em>Problem-based learning</em> (PBL)</p></li><li><p><em>Project-based learning</em></p></li><li><p>Diskusi terbuka dan debat</p></li><li><p>Pertanyaan terbuka (<em>open-ended questions</em>)</p></li><li><p>Refleksi dan jurnal belajar</p></li></ul></li></ul><p>4. <strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong></p><p>Idealnya, murid <strong>bukan objek</strong> yang hanya menerima informasi, melainkan <strong>subjek aktif</strong> yang:</p><ul><li><p>Menemukan sendiri pengetahuan melalui eksplorasi</p></li><li><p>Terlibat dalam pengambilan keputusan belajar (misalnya, memilih topik proyek)</p></li><li><p>Menjadi pemilik proses belajar mereka</p></li></ul><p>Namun dalam praktik, masih banyak kelas yang menjadikan murid pasif, karena pendekatan mengajar yang masih tradisional atau sistem yang terlalu menekankan pada hasil akhir.</p><p>5. <strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong></p><p>Beberapa tantangan yang sering muncul:</p><ul><li><p><strong>Waktu terbatas</strong>: Kurikulum yang padat membuat guru kesulitan merancang pembelajaran yang mendalam.</p></li><li><p><strong>Tuntutan administratif</strong>: Beban administratif menyita waktu dan energi guru.</p></li><li><p><strong>Ketimpangan kemampuan murid</strong>: Murid dalam satu kelas sangat beragam kemampuannya, sehingga sulit menerapkan pembelajaran diferensiatif.</p></li><li><p><strong>Minimnya pelatihan guru</strong>: Tidak semua guru mendapatkan pelatihan yang mendalam tentang pembelajaran aktif dan bermakna.</p></li><li><p><strong>Fasilitas dan sumber belajar terbatas</strong></p></li><li><p><strong>Tekanan ujian</strong>: Fokus pada hasil tes membuat proses belajar kurang menyenangkan.</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 23:17:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571277389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas </title>
         <author>marnispd62</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571301855</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya menerncanakan pembelajaran di kelas?</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perencanaan pembelajaran di kelas adalah proses yang sistematis dan bertujuan untuk memastikan pelajaran berjalan efektif dan tujuan pembelajaran tercapai. Meskipun setiap guru memiliki gaya masing-masing, ada beberapa langkah umum yang biasanya diikuti.</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan &nbsp;tujuan pembelajaran</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merancang kegiatan pembelajaran</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengatur materi dan sumber daya</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan Metode Penilaian</p><p>e.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merefleksi dan Menyesuaikan</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah fokus pada siswa, membuat materi relevan dengan kehidupan mereka, dan mendorong keterlibatan aktif. Kita harus memastikan pembelajaran berpusat pada siswa, artinya mengakomodasi gaya belajar yang berbeda dan memberi mereka peran aktif dalam proses. Materi harus relevan dan kontekstual agar siswa dapat melihat makna dan hubungannya dengan dunia nyata. Terakhir, berikan umpan balik yang tepat waktu dan konstruktif untuk memandu siswa, dan susun materi dalam urutan yang logis agar mudah dipahami, membangun pengetahuan dari konsep sederhana ke yang lebih kompleks.</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk mendorong murid agar berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, strategi pembelajaran harus lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Kita perlu menerapkan metode yang berpusat pada siswa, seperti pembelajaran berbasis masalah dan proyek, yang memaksa mereka untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menemukan solusi orisinal. Strategi kreatif, seperti pembelajaran berbasis desain dan integrasi seni, membuka cara berpikir baru yang tidak terikat pada logika. Sementara itu, untuk pemahaman mendalam, jurnal reflektif atau diskusi Sokratik membantu murid memproses informasi, merenungkan pemikiran mereka sendiri, dan menghubungkan konsep secara lebih holistik. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi hanya tentang "apa" yang mereka tahu, melainkan "bagaimana" mereka berpikir.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam proses pembelajaran, kita harus memposisikan murid sebagai subjek aktif dan mitra, bukan sekadar penerima informasi pasif. Ini dapat dilakukan dengan menjadikan mereka penjelajah dan penemu yang secara mandiri mencari jawaban atas pertanyaan, serta sebagai kolaborator yang memecahkan masalah bersama. Lebih dari itu, murid harus diposisikan sebagai pencipta dan produsen yang menghasilkan karya orisinal dari apa yang mereka pelajari. Dengan memberikan pilihan dan otonomi, kita menempatkan mereka sebagai pemilik sejati dari proses pembelajaran mereka, yang pada akhirnya menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan motivasi intrinsik yang lebih dalam.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan mengembirakan?</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, kita menghadapi tantangan utama seperti perhatian siswa yang mudah terpecah dan kurikulum yang terlalu padat. Seringkali, guru juga berhadapan dengan keterbatasan waktu dan sumber daya serta kurangnya pelatihan. Selain itu, sistem yang berfokus pada ujian menghambat kreativitas dan menempatkan hasil di atas pengalaman belajar yang mendalam. Semua tantangan ini menyulitkan kita untuk menciptakan ruang belajar yang benar-benar relevan dan menyenangkan bagi siswa.</p><p>&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 00:26:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571301855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Vita Soplanit   S.Pd     </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571305826</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>     REFLEKSI AWAL MODUL 5 KP 1   </strong>              1 Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Perencanaan yang saya lakukan yaitu merencanakan pembelajaran dengan menentukan tujuan, pilih materi, rancang aktivitas, pertimbangkan siswa, susun jadwal.</p><p>&nbsp;</p><p>2. &nbsp;Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Prinsip utama yaitui merancang pembelajaran:&nbsp; Relevansi, aktivitas, diferensiasi, umpan balik, dan keselarasan tujuan aktivitas belajar dan penilaian.</p><p>&nbsp;</p><p>3. &nbsp;Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>Strategi yang baik mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mendalam jika&nbsp; siswa aktif bertanya, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan merefleksikan pembelajaran mereka.</p><p>&nbsp;</p><p>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p>&nbsp;Tantangan yang saya hadapi adalah waktu mengejar yang &nbsp;terbatas, tuntutan kurikulum, motivasi siswa, manajemen kelas, kurangnya sumber daya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 00:37:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571305826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Awal Modul 5 KP 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571306108</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Monica Austin Kappuw, S.Pd., Gr.</p><ol><li><p>Pembelajaran yang direncanakan dengan menyusun RPP atau modul ajar yang mencakup tujuan, langkah pembelajaran, metode, media, serta penilaian. Perencanaan juga disesuaikan dengan capaian pembelajaran dan karakteristik murid.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan adalah pembelajaran berpusat pada murid, diferensiasi sesuai kebutuhan, kontekstual, aktif, kolaboratif, serta mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).</p></li><li><p>Strategi yang digunakan sudah mengarah ke sana, misalnya dengan metode diskusi, studi kasus, project based learning, dan penggunaan sumber belajar nonteks. Namun, masih perlu ditingkatkan agar siswa lebih aktif mengeksplorasi, bertanya, dan menemukan solusi.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai subjek atau pusat pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi. Guru berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan pemberi stimulus agar siswa dapat membangun pemahamannya sendiri.</p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadapi antara lain: keterbatasan waktu, ketersediaan sumber belajar, perbedaan kemampuan siswa yang beragam, serta menjaga motivasi dan minat belajar siswa agar tetap tinggi.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 00:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571306108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Awal Modul 5 KP 1 (Estherlita Puturuhu, S.Pd)</title>
         <author>estherlitaputuruhu21</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571306202</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1) Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong> Biasanya saya merencanakan pembelajaran dengan membuat RPP atau modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan asesmen. Saya juga menyesuaikan dengan kondisi kelas, karakter murid, serta waktu yang tersedia.</p><p><strong>2) Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong> Prinsip yang digunakan adalah pembelajaran berpusat pada murid, diferensiasi sesuai kebutuhan, kolaboratif, serta mengaitkan materi dengan kehidupan nyata agar lebih bermakna.</p><p><strong>3) Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong> Strategi yang saya gunakan meliputi diskusi kelompok, problem-based learning, proyek, serta tanya jawab terbuka. Strategi ini sudah membantu murid untuk lebih kritis, kreatif, dan mendalam, meskipun masih perlu penguatan dalam memfasilitasi refleksi murid.</p><p><strong>4) Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong> Murid diposisikan sebagai subjek utama pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi. Guru menjadi fasilitator yang mendampingi, memberi arahan, serta menyediakan ruang eksplorasi agar murid aktif mencari dan mengonstruksi pengetahuan sendiri.</p><p><strong>5) Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong> Tantangan yang sering dihadapi antara lain keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan murid, keterbatasan sarana prasarana, serta kesulitan menjaga motivasi murid. Selain itu, menyeimbangkan antara target kurikulum dengan pembelajaran bermakna juga menjadi tantangan tersendiri.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 00:38:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571306202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi awal modul 5 (Irene Kastanya,S.Pd)</title>
         <author>irenekastanya19</author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571314024</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Biasanya dimulai dari mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis kebutuhan dan karakter murid, lalu menyusun langkah pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup) beserta asesmen dan media yang sesuai.</p><p><strong>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Prinsip diferensiasi, kebermaknaan, keterlibatan aktif murid, serta keterhubungan dengan kehidupan nyata agar pembelajaran relevan.</p><p><strong>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif dan mendalam?</strong><br>Sebagian sudah, misalnya melalui diskusi kelompok, pemecahan masalah, atau proyek sederhana. Namun kadang masih terjebak pada hafalan dan latihan rutin.</p><p><strong>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Murid diposisikan sebagai subjek utama pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi, dengan memberi ruang bertanya, berpendapat, dan mencoba.</p><p><strong>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan?</strong><br>Keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan murid, ketersediaan media, serta tekanan capaian kurikulum sering menjadi kendala dalam menghadirkan pembelajaran ideal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 00:57:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571314024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Green K. Tatipatta, S.Si. (Refleksi Awal Modul 5)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571329164</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana biasanya kita merencanakan pembelajaran di kelas?</p><ul><li><p>Tetapkan tujuan yang diselaraskan dengan kebutuhan belajar murid.</p></li><li><p>Merancang proses pembelajaran sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Merancang asesmen untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.</p></li></ul></li><li><p>Prinsip apa yang digunakan dalam merancang pembelajaran?</p><ul><li><p>Berpusat pada murid.</p></li><li><p>Mengembangkan pengalaman belajar dan tiga prinsip pembelajaran.</p></li><li><p>Diferensiasi dan integrasi mata pelajaran.</p></li><li><p>Refleksi bersama.</p></li></ul></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><ul><li><p>Mengembangkan pola pikir murid melalui berbagai model pembelajaran yang berkonteks nyata dalam kehidupan mereka.</p></li><li><p>Memfasilitasi diskusi berkelanjutan.</p></li></ul></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan guru dalam pembelajaran?</p><ul><li><p>Guru sebagai aktivator dan fasilitator.</p></li><li><p>Guru sebagai model panutan dalam pembelajaran.</p></li></ul></li><li><p>Tantangan apa yang sering dihadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><ul><li><p>Kurang tersedianya kesempatan yang cukup untuk mengembangkan rencana pembelajaran.</p></li><li><p>Aktivitas yang kadang mempengaruhi konsentrasi sebagai pendidik.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 01:32:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571329164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yosina Mustamu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571329387</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Langkah merencanakan pembelajaran di kelas dengan merancang perangkat pembelajara dengan menetapkan tujuan pembelajaran jelas, analisis karakteristik murid, materi dan sumber belajar yang relevan,memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi, merancang evaluasi dan penilaian</p></li><li><p>Prinsip prinsip utama dalam pembelajaran adalah berpusat pada siswa, Kontekstual dan relevan,interaktif dan kolaboratif, mengintegrasi penilaian autentik dan memanfaatkan teknologi.</p></li><li><p>sudah dengan melibatkan murid sebagai subjek, melakukan diskusi, pembelajaran berbasis masalah. adanya kolaborasi antara guru dengan murid</p></li><li><p>Guru menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran bukan sebagi objek</p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran ada tantangan yang dihadapi seperti </p><p>waktu dan beban administrasi,keragaman karakter dan kemampuan siswa,Tekanan mencapai target kurikulum,ketersediaan sumber daya dan fasilitas,Minsed dan kebiasan murid.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 01:32:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571329387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Berikut adalah langkah-langkah  umum yang bisa Anda ikuti untuk merencanakan pembelajaran.Memahami Tujuan PembelajaranSebelum memulai, tentukan apa yang ingin dicapai siswa di akhir sesi pembelajaran. Tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktuMenganalisis murid Penting untuk memahami siapa yang akan diajar. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571659144</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>&nbsp; Prinsip pembelajaran yang saya gunakan dalam merancang pembelajaran yaitu</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berkesadaran yang berarti siswa sadar tujuan pembelajaran aktif mengembangkan strategi</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bermakna : yang membuat pembelajaran relevan&nbsp; dengan dengan kehidupan sehari – hari</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menggembirakan : menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan</p></li><li><p>Memastikan strategi pengajaran yang kita gunakan benar-benar mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mandiri adalah kunci keberhasilan pendidikan. Untuk mengetahuinya</p><p>Indikator Berpikir Kritis :</p><p>Strategi yang mendorong berpikir kritis akan terlihat dari bagaimana siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi.</p><p> iberikan.</p><p>5.  Tantangan dalam Pembelajaran</p><ul><li><p><strong>Kurangnya Keterlibatan Murid</strong>: Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga agar murid tetap tertarik dan terlibat. </p></li><li><p><strong>Perbedaan Gaya Belajar</strong>: Setiap murid memiliki cara belajar yang unik.  .</p></li><li><p><strong>Kesenjangan Keterampilan</strong>: Ada murid yang sudah sangat mahir, sementara yang lain masih tertinggal. Menemukan cara mengajar yang bisa menjembatani kesenjangan ini tanpa meninggalkan salah satu kelompok adalah pekerjaan yang rumit.</p></li></ul><p><br/></p><p>Tantangan dalam Merancang Pembelajaran</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Integrasi Teknologi yang Efektif</strong>: Teknologi bisa menjadi alat yang sangat berguna, tetapi juga bisa menjadi distraksi. Tantangannya adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi secara bijak untuk mendukung pembelajaran, bukan hanya untuk gaya-gayaan.</p></li><li><p><strong>Kurikulum yang Padat</strong>: Kurikulum yang terlalu padat seringkali memaksa guru untuk mengejar target materi, sehingga tidak ada cukup waktu untuk eksplorasi mendalam atau kegiatan yang lebih interaktif.</p></li><li><p><strong>Pengembangan Keterampilan Abad ke-21</strong>: Saat ini, penting untuk tidak hanya mengajarkan fakta, tetapi juga keterampilan seperti <strong>berpikir kritis</strong>, <strong>kolaborasi</strong>, dan <strong>pemecahan masalah</strong>. Merancang pembelajaran yang bisa mengembangkan keterampilan-keterampilan ini memerlukan kreativitas dan perencanaan yang matang.</p></li></ul><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 13:44:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fentiasitaniapessy15/oywydwxjlf089mxm/wish/3571659144</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
