<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>ICT - KBGO by Annisa Salsabila</title>
      <link>https://padlet.com/annisasbla/ICT_KBGO</link>
      <description>Annisa Salsabila
Chiera Desta W
Rafa Daniela</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-06-22 06:10:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-06-26 06:21:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4a1.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Awas KBGO adalah inisiatif dari SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network yang khusus mengadvokasi isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia.Inisiatif ini bermula dari kampanye #AwasKBGO yang dilakukan Divisi Keamanan Online, utamanya Subdivisi Digital At-Risks, untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada 2019,</title>
         <author>annisasbla</author>
         <link>https://padlet.com/annisasbla/ICT_KBGO/wish/1619103203</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://awaskbgo.id/tentang/" />
         <pubDate>2021-06-22 06:19:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/annisasbla/ICT_KBGO/wish/1619103203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Privilege damai</title>
         <author>annisasbla</author>
         <link>https://padlet.com/annisasbla/ICT_KBGO/wish/1626201151</link>
         <description><![CDATA[<div>Perspektif ini terinspirasi dari kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang publik figur kontroversial. Agaknya sedikit beresiko tetapi menurut saya hal ini sangat perlu dikritisi. Kejadian fakta dilapangan menunjukkan bahwa ketika seorang pelaku merupakan tokoh publik atau seorang entertainer sudah bisa dipastikan kalau pelaporan yang dilakukan oleh korban cenderung gagal atau berujung damai. Padahal ketika kita membicarakan soal korban terdapat banyak aspek atau Dampak yang diakibatkan kekerasan tersebut terlebih ketika korban tersebut melaporkan bukannya mendapat dukungan dari masyarakat justru korban tersebut akan mendapatkan bullying lainnya atau kekerasan yang lain di sosial media khususnya.&nbsp;<br><br>Saya sendiri termasuk orang yang belum percaya atau tidak percaya tentang bagaimana hukum yang terjadi di negara ini menyikapi hal-hal tersebut. Ketika seseorang memiliki privilege tertentu contohnya orang yang memiliki power, public figure yang memiliki banyak fans, atau orang-orang kaya, akan cenderung menyepelekan atau menggampangkan pelaporan yang dilakukan oleh korban dengan cara damai yang berembel-embel materi. Saya kira cukup menarik jika ini bisa dibahas dan juga dikampanyekan ke khalayak publik melalui sosial media karena kecenderungan terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh tokoh publik lebih banyak terjadi melalui sosial media seperti Twitter atau Instagram.<br><br>Salah satu yang barusan terjadi adalah kasus pelecehan yang dilakukan oleh salah satu artis kontroversial yang berinisial GH. Tadinya saya tidak ingin mengomentari penampilan beliau karena tato dan segala macam, tetapi ketika saya pelan-pelan mengikuti jejak karir beliau ada satu dan dua hal yang membuat saya merasa "jijik" ketika menonton video beliau lebih ke human behavior yang dimiliki oleh GH tersebut. Mungkin yang hal yang membuat saya merasa seperti itu adalah bagaimana GH menormalisasikan pembicaraan atau topik vulgar untuk dijadikan bahan konten utamanya dan dan ditampilkan atau dipublikasi secara luas sehingga juga semakin banyak orang yang mulai menormalisasi obrolan tersebut dan menyalahgunakannya ke hal-hal yang lagi-lagi kekerasan.&nbsp;<br><br>Berikut ada contoh tindakan yang dilakukan oleh kampanye awaskbgo bersama LBH APIK Jakarta &amp; SAFENET dalam bentuk golongan/kelompok pelaporan korban GH di instagram<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://instagram.com/aduankorban.gh?utm_medium=copy_link" />
         <pubDate>2021-06-26 06:19:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/annisasbla/ICT_KBGO/wish/1626201151</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
