<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Eksplorasi konsep Modul 1.1 by Ernawati Umar</title>
      <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-20 09:48:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-28 06:52:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?</title>
         <author>ernawatiumar401</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033360882</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 09:49:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033360882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?
</title>
         <author>ernawatiumar401</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361329</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 09:50:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?
</title>
         <author>ernawatiumar401</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361733</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 09:50:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?
</title>
         <author>ernawatiumar401</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361947</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 09:51:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033361947</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya? </title>
         <author>wawwand</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033410078</link>
         <description><![CDATA[<p>Anak Terlahir, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kekuatan kodratnya. Kita sebagai Pendidik tidak bisa mengganti kodrat itu, tetapi hanya bisa menuntun mereka menjadi anak yang baik/ berfaedah, bermakna, selamat dan bahagia, Oleh karena itu Pendidikan bagi anak sangat penting. Seperti hukum Kekekalan Energi ” Energi tidak bisa di ciptakan atau di musnahkan, tetapi energi bisa di ubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain”, artinya adalah hal ini kodrat seorang anak tidak bisa kita bentuk atau kita hilangkan, tapi bagaimana kita menuntun kodrat anak itu menjadi bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 10:56:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033410078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</title>
         <author>wawwand</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033412037</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kata</strong>&nbsp;“<strong>menuntun</strong>”&nbsp;<strong>dalam konteks sosial budaya</strong>&nbsp;di daerah bisa dimaknai&nbsp;sebagai&nbsp;suatu usaha membawa seseorang ke kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat.</p><p>Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>Dalam membentuk karakter peserta didik kita harus menunjukkan keteladanan, dan memberi contoh yang baik kepada peserta didik. Misalnya seorang guru yang mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut dan lain sebagainya. Pendidikan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang ada didaerahnya, menjadi pribadi yang &nbsp;baik suka menolong dan membantu sesama, serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar, bangsa, dan juga Negara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 10:58:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033412037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</title>
         <author>wawwand</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033413032</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam menuntun anak tentunya disesuaikan dengan alam dan zaman. Kekuatan alam berkaitan dengan sosial-budaya (masyarakat) artinya pengaruh dari luar harus disaring dan lebih mengutamakan kearifan lokal bangsa Indonesia. Sedangkan kekuatan zaman dimana anak dititikberatkan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan abad 21, anak menjadi pelaku (subjek) &nbsp;pembelajaran bukan objek pembelajaran. Keterampilan abad 21 dicapai dengan mempertimbangkan pembelajaran abad 21 yaitu mengacu pada konsep 4C.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 10:59:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033413032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author>wawwand</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033414398</link>
         <description><![CDATA[<p>Maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang guru berikan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan dalam berfikir dan belajar. Oleh karena itu kita harus bisa merubah pendidikan dengan pendekatan yang awalnya Teacher Centered menjadi Student Centered, artinya pendidikan dengan pembelajaran berpusat pada anak/ peserta didik. Kita memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk berpikir kritis. Saya berusaha menuntun siswa,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; dengan tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik.</p><p>Hal terpenting yang harus dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun karso) dan memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya anak. Menuntun mereka menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 11:01:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033414398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author>akbaralim39</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033461031</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam konteks pendidikan, kata "menuntun" memiliki makna yang mendalam. Ini tidak hanya mencakup memberikan arahan atau bimbingan secara fisik, tetapi juga melibatkan aspek-aspek berikut:</p><ol><li><p>Mentoring dan Bimbingan: "Menuntun" berarti lebih dari sekadar memberikan informasi. Ini melibatkan proses mentori di mana seseorang yang lebih berpengalaman atau berpengetahuan membimbing dan memberikan nasihat kepada yang kurang berpengalaman.</p></li><li><p>Membangun Kemandirian: Saat kita dituntun, tujuannya adalah agar kita dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi mandiri dalam proses pembelajaran. Ini mencakup mengajarkan cara belajar sendiri, menemukan sumber daya, dan mengembangkan pemahaman yang mendalam.</p></li><li><p>Pemahaman yang Mendalam: Menuntun juga berarti membantu seseorang untuk memahami konsep-konsep yang lebih dalam dan relevan. Ini termasuk menjelaskan konteks, mengaitkan konsep dengan situasi kehidupan nyata, dan memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang materi.</p></li><li><p>Mendorong Refleksi dan Evaluasi: Proses menuntun juga mencakup mendorong refleksi terhadap apa yang dipelajari. Ini melibatkan pertanyaan-pertanyaan untuk mempertimbangkan bagaimana materi tersebut relevan bagi peserta didik, bagaimana peserta didik dapat mengaplikasikannya, dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi pemikiran atau tindakan peserta didik.</p></li><li><p>Memberikan Dukungan Emosional: Terkadang, menuntun juga melibatkan memberikan dukungan emosional. Ini bisa berupa memberi semangat saat menghadapi kesulitan, atau memberikan penguatan positif saat mencapai pencapaian.</p></li></ol><p>Dengan demikian, "menuntun" dalam konteks pendidikan adalah proses holistik yang melampaui sekadar memberikan informasi atau arahan. Ini mencakup pembangunan hubungan yang kuat antara pembimbing dan yang dibimbing, dengan fokus pada pengembangan kemandirian, pemahaman yang mendalam, refleksi, dan dukungan emosional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 12:05:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033461031</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author>akbaralim39</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033474744</link>
         <description><![CDATA[<p>Di daerah saya, kata menuntun ini dimaknai sebagai usaha yang dilakukan seseorang ke arah yang baik, positif, serta memperbaiki perilaku hidupnya. Dalam konteks sosial budaya, menuntun memiliki peran penting untuk membantu seseorang memahami norma atau aturan yang berlaku dalam masyarakat (Seperti Semboyan Bugis Wajo " Maradeka To Wajoe, Adena Napopuang). Menuntun juga menjadi bagian penting untuk &nbsp;pendidikan karakter, mental, dan moral seseorang. Selain itu, menuntun juga dapat diartikan sebagai keteladanan, dan memberi contoh yang baik kepada seseorang. Contoh tersebut seperti bersosialisasi, mengikuti aturan, toleransi, menghargai sesama, dan sopan santun. Dapat disimpulkan, di daerah saya makna kata menuntun ini mengacu pada bimbingan atau arahan agar masyarakat tidak melanggar norma yang berlaku. (<em>Nai-accae ripatoppoki jekko, aggati aliri, narekko teyai maredduk, mapoloi</em>.” Artinya kecerdasan disertai ketidakjujuran seperti tiang rumah, jika tidak tecabut, maka akan patah) .Oleh karena itu, dalam budaya di daerah kami, konsep menuntun bukan hanya sekadar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan individu menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 12:22:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033474744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author>akbaralim39</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033481756</link>
         <description><![CDATA[<p>Kodrat zaman berkaitan erat dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah. Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial memengaruhi cara kita hidup dan berinteraksi. Dalam konteks &nbsp;pendidikan, penting bagi kita untuk mempersiapkan anak-anak agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Keterampilan Berpikir Kritis. Dalam era informasi dan teknologi, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi sangat penting. Anak-anak perlu dilatih untuk menganalisis informasi dengan cerdas dan memilah-milah data yang relevan. Kemampuan Beradaptasi, Dunia yang terus berubah menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. &nbsp;Pendidikan harus memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan anak-anak untuk belajar dan berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Keterampilan Kolaborasi dan &nbsp;Komunikasi. Di era globalisasi, kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi secara efektif menjadi kunci kesuksesan. &nbsp;Pendidikan harus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain. Pendekatan Holistik dan Relevan Dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, &nbsp;pendidikan dapat menjadi lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. Pendidikan yang menghargai keunikan individu dan pada saat yang sama mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan adalah kunci untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui upaya bersama antara &nbsp;pendidik, orang tua, dan stakeholder pendidikan lainnya, Indonesia dapat membangun sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan progresif yang akan memberikan kontribusi positif bagi masa depan bangsa dan negara.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 12:31:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033481756</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author>akbaralim39</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033486577</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut pandangan saya, pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai "Pendidikan yang Berhamba Pada Anak" masih sangat relevan dengan peran saya dalam mengarahkan dan membimbing anak-anak dalam proses &nbsp;pendidikan. Dalam hal ini pendidikan harus dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, baik secara budi maupun pekerti, yang mencakup aspek cipta, rasa, karsa, dan tenaga. Dari sini dapat saya lihat bahwa nilai-nilai ini sudah diterapkan dengan baik untuk perkembangan anak terutama di sekolah. Saya menyadari bahwa &nbsp;pendidikan bukan hanya tentang mengasah kemampuan, dan pemahaman intelektual semata, akan tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kokoh untuk anak-anak.<br>Oleh karena itu, saya mencoba untuk berperan ganda, menjadi &nbsp;pendidik dan fasilitator. Hal ini dilakukan agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengembangan pikiran anak-anak, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, emosional, dan spiritual mereka. Dengan konsep ini diyakini dapat mengantarkan mereka pada mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan. <br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 12:38:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033486577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033524722</link>
         <description><![CDATA[<p>Menuntun dalam pendidikan menurut saya adalah sebagai seorang guru, pendidik harus menjadi pendamping atau pembimbing yang menemani peserta didik sampai mencapai tujuannya dalam menempuh pendidikan. Pendidik harus menjadi fasilitator yang berkolaborasi dengan&nbsp;peserta didik dalam pendidikan agar peserta didik dapat mencapai kemampuan berpikir&nbsp;kritis, analisis, kreatif dan kolaboratif sesuai dengan minat dan bakat murid.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033524722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa makna kata &#39;menuntun&#39; dalam proses pendidikan anak bagi saya?</title>
         <author>rikafebrianti60</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033525113</link>
         <description><![CDATA[<p>bagi saya makna Kata menuntun dalam proses pendidikan anak dapat dimaknai sebagai tindakan membimbing dan mendampingi anak dalam perjalanan belajarnya, selain itu kata Menuntun berarti memberikan panduan kepada anak tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Ini mencakup memberikan instruksi yang jelas dan menunjukkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan pendidikan bahkan memberikan dukungan, mendengarkan, dan membantu mereka mengatasi tantangan yang mereka hadapi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:24:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033525113</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033535580</link>
         <description><![CDATA[<p>Makna kata "menuntun" bagi pendidikan anak menurut saya adalah membimbing, mendampingi, dan menjadi motivator bagi peserta didik. Mampu melihat keunggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh seorang anak dan mengarahkan mereka untuk mengembangkan bakat dan kemampuan itu. Selanjutnya, mengontrol perkembangan nya, melihat hasilnya dan memberikan penghargaan sebagai apresiasi terhadap pencapaian peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033535580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033541819</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam konteks sosial budaya di daerah saya, ada satu kata yang menjadi budaya hidup masyarakat di daerah saya yaitu budaya " tabe " yang memiliki makna sebagai bentuk kesopanan dan saling menghargai sesama manusia khususnya ke orang yang lebih tua.Makna hidup daerah saya ini menjadi tuntunan untuk masyarakat di manapun berada. Hal ini juga menjadi pedoman bagi guru dalam menuntun peserta didik agar mampu meneruskan,menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam lingkungan baru khususnya lingkungan sekoalah. Makna menuntun merujuk pada semboyan Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha dimana guru memberikan teladan yang baik kepada peserta didik, Ing Madya Mangun Karso yaitu guru berperan sebagai pelopor atau pemrakarsa yaitu guru sebagai&nbsp;pelopor memutuskan banyak ide kepada peserta didiknya. Dan Tut Wuri Handayani dimana guru berupaya penuh memberi dorongan kepada peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:43:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033541819</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wiwiekastuti22</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033549752</link>
         <description><![CDATA[<p>Makna kata menuntun dalam proses pendidikan anak saya adalah memberi bimbingan terhadap anak pada kodratnya dimana seorang pendidik bertanggung jawab dalam mengarahkan potensi bawaan yang dimiliki oleh anak untuk memperbaiki tingkah lakunya. Jadi untuk mencapai tujuan tersebut peserta Didik diberi kebebasan untuk belajar sesuai dengan minat, bakat dan potensinya, kita sebagai pendidik hanya memberi dasar - dasar ilmu pengetahuan dan peserta didik dapat menentukan apa saja yang ingin di dalami.</p><p><br></p><p>Kemudian kata menuntun dalam konteks sosial budaya salah satu usaha yang bisa membawa seseorang ke hal yg lebih baik adalah seperti yang kami terapkan disekolah adalah budaya tabe, salat Dhuha sebelum masuk belajar, sholat duhur sebelum pulang dan Salim (jabat tangan terhadap guru dann ini sudah kita jadikan pembiasan di sekolah kami.</p><p><br></p><p>Mengapa pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? Karena pada dasarnya ilmu pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki seorang anak itu harus berkembang yang tentunya peserta didik harus mengikuti perkembangan zaman, misalnya dulu kita hanya mengandalkan membaca di perpustakaan sekarang anak-anak sudah masuk diera digital anak anak bisa belajar melalui HP, namun tidak lepas dari itu lingkungan keluarga sangat berperan penting dalam proses perbaikan tingkah laku seorang anak, dimana orang tua juga harus mengawasidan memberi contoh yang baik terhadap anak-anaknya.</p><p><br></p><p>Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara "pendidikan yang menghamba pada anak. Menurut saya menghamba disini mungkin maksudnya bahwa pendidikan itu harus sesuai dengan kodratnya anak, salah satu kodrat anak itu adalah bermain, jadi kita sebagai pendidik sebisa mungkin memberi pengajaran dengan metode bermain,, dari kegiatan ini anak-anak bisa mendapatkan pikiran dan kemauan untuk belajar, jadi kata menghamba disini menurut saya adalah memberi kebebasan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan Budi pekerti dalam hal ini memperlakukan anak sesuai usianya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:52:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033549752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033550454</link>
         <description><![CDATA[<p>karena, Menurut saya anak berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan&nbsp;perkembangan zaman serta kodrat alam yang ada dan dimiliki oleh setiap anak. Anak kedepannya akan menjadi penerus untuk kehidupan kedepannya sehingga pendidikan anak juga harus mengikuti apa yang ada ditengah masyarakat secara alami sesuai kodratnya dan juga tetap menyesuaikan&nbsp;perkembangan zaman yang ada. Sehingga sebagai guru kita harus selalu mengembangkan dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang ada agar nantinya juga dapat selaras dengan perubahan dan selaras dengan apa yang ditemui anak sesuai dengan zamannya sehingga proses&nbsp;pembelajaran pun akan lebih bisa diterima oleh anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 13:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033550454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang memerdekakan murid” dengan peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033574053</link>
         <description><![CDATA[<p>Berhamba pada siswa maksudnya guru harus memiliki rasa hormat memuliakan siswa dan memberikan penghargaan sehingga membangkitkan rasa senang dan semangat dalam diri siswa. Jika siswa senang dan bahagia mereka akan mudah menyerap ilmu.</p><p>jadi, sebagai pendidik saya tidak melihat siswa sebagai objek, tetapi siswa adalah subjek dan teman belajar. siswa diberi kesempatan untuk mengembang diri dalam pembelajaran.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 14:21:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033574053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya? </title>
         <author>nenidhianaspd80_</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033588264</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagi saya, kata "menuntun" dalam proses pendidikan anak memiliki makna yang mendalam, yaitu:</p><p>1. Membimbing dan Mengarahkan: Dimana kita sebagai orang tua atau pendidik, kita berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan anak dalam proses belajarnya kearah yang benar. Kita membantu mereka memahami potensi dan bakat mereka, serta menyediakan ruang untuk berkembang dengan cara yang positif dan sesuai dengan minat mereka.Menuntun juga mencakup memberikan contoh yang baik, memberikan dukungan emosional.</p><p>2. Memberikan Dukungan dan Motivasi: Menjadi penyemangat bagi anak dalam proses belajarnya. Kita memberikan dorongan dan motivasi agar mereka terus berusaha mencapai tujuan mereka, selalu merasa aman dan percaya diri, serta membantu mereka mengatasi kesulitan yang dihadapi.</p><p>3. Menciptakan Lingkungan yang Kondusif: Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Hal ini penting agar mereka merasa bebas untuk bereksplorasi, bertanya, dan mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut gagal.</p><p>4. Memfasilitasi Pertumbuhan dan Perkembangan: Memberikan akses dengan berbagai sumber belajar dan pengalaman yang dapat membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kita juga perlu mendorong mereka untuk menjadi pembelajar mandiri dan bertanggung jawab atas pendidikan mereka sendiri.</p><p>5. Membentuk Karakter yang Baik: Menanamkan nilai-nilai moral dan karakter yang baik kepada anak. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi mereka dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang benar dan bertanggung jawab.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 14:37:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033588264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</title>
         <author>nenidhianaspd80_</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033604117</link>
         <description><![CDATA[<p>Di daerah saya di Wajo, kata "menuntun" memiliki makna yang mendalam dalam konteks sosial budaya. Makna ini berakar dari filosofi hidup masyarakat Wajo yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, tradisi,agama, dan gotong royong.</p><p>Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dengan menunjukkan perilaku yang baik dan terpuji dalam kesehariannya. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak dapat mencontoh dan meneladani perilaku tersebut.</p><p>Memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk berkembang dan maju diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak untuk belajar dan berkarya, mengembangkan budaya tradisi orang Wajo.</p><p>Memberikan bimbingan dan arahan kepada anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang tanpa memberikan tekanan yang berlebihan.</p><p>Selain itu upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal. diharapkan dapat mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak, seperti bahasa daerah, permainan tradisional, dan adat istiadat.</p><p>-Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di Wajo, setiap saat mengajarakan bahasa daerah kepada anak-anak, senantiasa melibatkan anak-anak dalam kegiatan adat istiadat, selalu menceritakan kisah-kisah rakyat dan legenda daerah, dan membawa anak-anak mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan budaya. Satu hal yang paling penting juga yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran yang berbasis kearifan lokal, diharapkan pendidikan anak di Wajo dapat menjadi lebih relevan dengan konteks sosial budaya setempat. Hal ini akan membantu anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerahnya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 15:00:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033604117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</title>
         <author>nenidhianaspd80_</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033615079</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan murid atau anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dua alasan tersebut sangat penting dalam membentuk lingkungan pembelajaran yang relevan, dimana kodrat alam mengacu pada potensi, bakat, dan karakteristik bawaan yang dimiliki setiap anak sejak lahir. Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing, seperti gaya belajar, minat, dan kecepatan perkembangan. Dengan memahami kodrat alam anak, pendidikan dapat dirancang dengan tepat untuk memaksimalkan potensi mereka dan meminimalisir hambatan dalam belajar.</p><p>Sedangkan kodrat zaman mengacu pada perkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat seiring waktu, masa dan keadaan lingkungannya, teknologi, budaya, dan norma sosial terus berkembang, dan pendidikan perlu mempersiapkan anak untuk dapat beradaptasi<strong> </strong>dalam masyarakat yang terus berubah ini.</p><p>Contohnya, di era digital saat ini, anak-anak perlu dibekali dengan literasi digital dan kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan bijak. Pendidikan juga perlu membekali anak dengan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan bekerja sama.</p><p>Intinya adalah pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Dengan memahami kebutuhan dan potensi anak, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan, pendidikan dapat membantu anak-anak mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 15:17:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033615079</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>asmawardani69</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033619760</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Makna Kata menuntun bagi saya adalah sebuah kata sederhana yang mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa. Menuntun adalah sebuah tindakan yang dilakukan seorang guru dengan sederhana kepada murid untuk menemani mereka mencapai tujuan hidup. Menuntun dalam hal ini dimulai dari mendengarkan, memahami, mengaarahkan, lalu mendampingi tindakan dan pemikiran kritis anak atau murid dalam mengambil sebuah tindakan. Dalam hal menuntun siswa diharapkan mampu mandiri dalam banyak hal dengan cara mempertimbangkan pikiran mereka tentang keputusan yang akan mereka putuskan terhadap sesuatu dengan tetap memperhatikan kemampuan mereka sendiri apakah mampu atau tidak untuk melakukan, tugas guru di sini adalah tidak menawarkan tetapi mengarahkan keputusan apa yang akan diputuskan murid tersebut lalu mengarahkannya untuk berpikir secara matang tentang resiko kedepannya dan mempertimbangkan serta memikirkan tentang langkah berikutnya setelah menentukan keputusan. Tugas guru adalah mendampingi dan menjadi penasihat bagi murid ketika sedang berproses.</p></li><li><p>Kata Menuntun dalam konteks sosial budaya, di daerah saya kata menuntun dimaknai baik atau positif lebih tepatnya dimaknai sebagai seseorang yang berakhlak baik yang menjadi teladan dan menjadi penuntun ke jalan yang lebih baik menurut agama. Untuk mewujudkan hal ini di daerah saya, tentu yang harus saya lakukan adalah menjadi contoh yang baik bagi generasi muda yang ada dilingkungan saya. salah satunya adalah mendkwahkan tentang menutup aurat, sebagai orang yang jarang berinteraksi dengan sekitar karena kesibukan di sekolah dan sebagainya tentu yang dapat diperlihatkan hanyalah contoh yang nampak dimata mereka yang akan mereka contoh ketika mereka merasa ini baik dan akan memicu mereka berpikir kritis kenapa harus berjilbab atau menutup aurat, secara tidak langsung mereka akan mencari jawaban ini sendiri dan ketika tertarik dan merasa benar untuk dilakukan maka secara otomatis mereka akan menutup aurat. Dan hal ini akan berpengaruh dari satu orang saja ke banyak orang dan akan membudaya.</p></li><li><p>Pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman. mengapa? karena beda anak beda budaya, beda kehidupan sosial dan berbeda zaman atau era. setiap anak memiliki ciri khas masing-masing yang terbentuk dari kebiasaan yang terbentuk dilingkungannya misalnya, anak yang tumbuh dan berkembang di kota metropolitan tentu berbeda dengan yang yang tinggal di pedesaan. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari segi kebiasaan anak metropolitaan yang terbiasa bebas dan acuh sedangkan anak dari pedesaan lebih cenderung menjadi anak penurut yang tidak bebas melakukan apapun dan rasa penghormataannya lebih tinggi ketika sedang dinasehati. maka dari itu cara mendidik anak metropolitan tentu tidak boleh dilakukan seperti sistem pendidikan di pedesaan karena mereka memiliki struktur alam yang berbeda yang berkembang di daerah masing.masing. sedangkan kodrat zaman di sini artinya anak harus di didik berdasarkan kepada perkembangan zaman, teknolgi, dan peradaban. Pendidikan atau pengajaran yang dilakukan guru di sini adalah dengan mendidik anak sesuai pada zamannya dengan tetap mempertimbangkan kebenaran apakah sudah sesuai agama atau tidak atas budaya yang masuk.</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hajar Dewanata sangat relevan diterapkan pada pendidikan sekarang ini, dengan adanya proses belajar yang berpusat pada anak maka akan lebih memudahkan guru dan murid dalam saling memahami antara keinginan siswa, kemampuan siswa dan harapan guru dan dijadikan satu kolaborasi ketika guru dan siswa saling mengungkapkan keinginan mereka dan di diskusikan tentang apa yang diinginkan murid dan bagaimana seorang guru mampu membantu mewujudkannya. Nilai yang paling penting juga dikembangkan adalah nilai karkater, Pemikiran Ki Hajar Dewantra sangat mempertimbangkan bahwa orang yang bodoh tetapi berakhlak mulia lebih baik daripada orang cerdas yang berakhlak buruk atau biasa disebut dengan karakter buruk. Karena percuma cerdas tapi kecerdasaannya hanya dipakai untuk merugikan orang banyak seperti misalnya korupsi. Korupsi di pemerintahan dilakukan oleh orang-orang cerdas tapi berakhlak buruk. maka dari itu karakter yang baik sangat utama bagi manusia-manusia yang akan membentuk peradaban yang lebih baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 15:22:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033619760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4.Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author>nenidhianaspd80_</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033641117</link>
         <description><![CDATA[<p>Kalimat "Pendidikan berhamba pada anak" dalam konteks pemikiran Ki Hadjar Dewantara berarti menghargai, melayani atau mengabdi dengan sepenuh hati,bahwa pendidik harus melayani dan mendukung kebutuhan, potensi, dan perkembangan anak dengan penuh perhatian dan dedikasi. Pendidik harus mengutamakan kepentingan anak, menyediakan lingkungan yang mendukung, dan memberikan bimbingan yang sesuai untuk membantu mereka tumbuh dan belajar secara optimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-20 15:54:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033641117</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033867560</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah bisa dimaknai sebagai suatu usaha membawa seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Usaha yang dilakukan bisa berupa &nbsp;memberi arahan ataupun &nbsp;pengajaran, hal ini &nbsp;harus benar- benar &nbsp;dilakukan secara sungguh-sungguh hingga bisa membuahkan hasil sesuai dengan tujuan kita. Untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah, kita harus bisa berusaha mempengaruhi karakter pada masing- masing dari peserta didik.&nbsp;Dalam membentuk karakter peserta didik kita harus menunjukkan keteladanan, dan memberi contoh yang baik kepada peserta didik. Misalnya seorang guru yang mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut dan lain sebagainya. Pendidikan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang ada didaerahnya, menjadi pribadi yang &nbsp;baik suka menolong dan membantu sesama, serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar, bangsa, dan juga negara.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 00:19:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033867560</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033889209</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman, sebenarnya alasannya cukup sederhana.&nbsp;Karena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Sementara itu kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman, sebenarnya alasannya cukup sederhana. Karena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 00:34:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033889209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033892771</link>
         <description><![CDATA[<p>Relevansi pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik adalah&nbsp;dengan tulus iklas melayani siswa dalam proses pembelajarannya namun tetap dalam batasannya. Peserta didik bukanlah objek yang bisa kita perlakukan sesuai dengan keinginan kita, namun siswa sebagai subjek &nbsp;pendidikan, guru mengarahkan anak sesuai potensinya. Mengarahkan, membimbing dan menutunnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 00:37:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3033892771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Apa makna kata &quot;menunutun&quot; dalam proses pendidikan anak bagi saya?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034437758</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagi saya menuntun berarti mengarahkan dan membimbing murid dalam proses belajar sehingga memiliki dampak besar pada perkembangan mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 09:13:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034437758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana kata &quot;menuntun&quot; saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034449232</link>
         <description><![CDATA[<p>Menuntun dalam konteks sosial budaya berarti membimbing, memfasilitasi dan mengarahkan seseorang agar dapat mengembangkan potensi dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi bagian dari masyarakat. ini mencakup nilai-nilai luhur budaya, norma-norma sosial dan etika yang dijunjung tinggi dalam masyarakat di daerah kita. Untuk mencapai pendidikan yang relevan dengan konteks sosial budaya kita dapat menyisipkan budaya lokal dalam proses pembelajaran seperti mengenalkan lagu daerah, alat musik tradisional, makanan khas dan masih banyak lagi. Mengimplementasikan pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dan menghormati kodarat alam dan zaman murid. Jadi, pendidikan yang memperhatikan nilai-nilai budaya konteks sosial di daerah kita, akan membantu menciptakan generasi yang menghargai warisan budaya dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 09:30:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034449232</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa Pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034457192</link>
         <description><![CDATA[<p>Kodrat alam menurut KHD yaitu berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Pendidikan itu tidak bisa memaksakan menghapus kodarat alam seorang anak. Pendidikan bertujuan untuk memoles kodarat alam menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik. Sementara kodrat zaman yaitu sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Karena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka murid harus bisa mengikuti hal tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 09:42:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034457192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Apa relevansi  pemikiran kHD &quot;Pendidikan yang berhamba pada anak&quot; dengan peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034460228</link>
         <description><![CDATA[<p>Menghamba pada anak (murid) mengartikan bahwa seorang pendidik yang memberikan rasa pengahargaan kepada murid dengan arti kata lain mengabdi pada murid untuk menuntun tumbuh kembangnya dengan kekuatan kodrat yang ada pada anak, dimana anak tersebut sebagai manusia yang memiliki kodrat bawaan dari sang Pencipta.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-21 09:47:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3034460228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muliyati</title>
         <author>muliyati35</author>
         <link>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3036255957</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa makna kata "menuntun" dalam proses pendidikan anak bagi saya?</p><p>Bagi saya, kata "menuntun" dalam proses pendidikan anak memiliki makna yang mendalam dan luas. Ini bukan hanya tentang mengajar atau memberikan pengetahuan kepada anak, tetapi juga tentang membimbing mereka dalam perjalanan hidup dan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka, dengan cara memahami kebutuhan dan potensi anak, menciptakan lingkungan belajar  yang nyaman dan aman, memberi motivasi pada anak. Dengan menjadi pendidik yang menuntun adalah sebuah tanggung jawab yang besar dan mulia. Ini membutuhkan dedikasi, kesabaran, dan cinta yang tulus kepada anak-anak. Dengan menuntun mereka dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, kita dapat membantu mereka mencapai potensi penuh mereka dan menjadi individu yang bahagia dan sukses di masa depan.</p></li><li><p> Bagaimana kata "menuntun" saya maknai dalm konteks sosial budaya di daderah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?a. Makna kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah saya menuntun bukan hanya tentang transfer pengetahuan secara pasif, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.</p><p>Seorang pendidik yang menuntun di sini berperan sebagai penjaga nilai-nilai budaya, pewaris tradisi, dan pemandu moral bagi anak-anak.</p><p>b. Untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:</p><p>1. Memahami Budaya dan Tradisi Daerah:</p><p>Pendidik harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya dan tradisi daerah, termasuk sejarah, nilai-nilai, dan kearifan lokal.</p><p>2. Mengintegrasikan Budaya dan Tradisi dalam Pembelajaran:</p><p>Budaya dan tradisi daerah dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti bahasa, seni, dan sejarah.</p><p>3. Melibatkan Tokoh Adat dan Masyarakat:</p><p>Tokoh adat dan masyarakat dapat dilibatkan dalam proses pembelajaran untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang budaya dan tradisi daerah.</p><p>4. Mengadakan Kegiatan Budaya dan Tradisi di Sekolah:</p><p>Kegiatan budaya dan tradisi dapat diadakan di sekolah untuk meningkatkan partisipasi dan engagement siswa.</p><p>5. Mengembangkan Kurikulum Lokal:</p><p>Kurikulum lokal dapat dikembangkan untuk mengakomodasi nilai-nilai, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat di daerah.</p><p>6. Memberikan Pelatihan kepada Pendidik:</p><p>Pendidik perlu mendapatkan pelatihan yang memadai tentang bagaimana mengintegrasikan budaya dan tradisi daerah dalam pembelajaran.</p><p>7. Membangun Kerjasama dengan Orang Tua:</p><p>Orang tua perlu dilibatkan dalam proses pendidikan anak dan diajak untuk mendukung upaya pengintegrasian budaya dan tradisi daerah dalam pembelajaran.</p><p>Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan pendidikan anak di daerah saya dapat menjadi lebih relevan dengan konteks sosial budaya dan membantu anak-anak untuk berkembang menjadi individu yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkontribusi pada masyarakat.</p><p>Penting untuk diingat bahwa setiap daerah memiliki kekhasan budaya dan tradisi yang berbeda-beda.</p><p>Strategi yang diterapkan untuk mewujudkan pendidikan yang relevan dengan konteks sosial budaya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.</p></li><li><p>Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Pendidikan murid perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal tersebut merupakan faktor fundamental dalam proses belajar mengajar yang efektif dan bermakna. dimana kodrat alam merupakan sifat dasar dan karakteristik bawaan yang dimiliki manusia sejak lahir sedangkan kodrat zaman yaitu merupakan perubahan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat, termasuk perkembangan teknologi, sosial dan budaya jadi harus mempersiapkan anak untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>Relevansi Pemikiran KHD Pendidikan yang Berhamba pada Anak dengan Peran saya sebagai Pendidik</p><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang berhamba pada anak memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan peran saya sebagai pendidik di masa kini. Pendidikan berpusat pada murid, mempelajari dan memahami karakteristik individu anak, memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, berkreasi dan mengembangkan minat dan bakat mereka.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-24 08:55:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ernawatiumar401/ox08jtoeyghyj8fc/wish/3036255957</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
