<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Membuat Teks Tanggapan by Anggre Utami</title>
      <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0</link>
      <description>siswa diminta untuk membuat teks tanggapan melalui gambar yang tersedia</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-12-06 00:42:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-26 02:39:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>tugas membuat teks tanggapan</title>
         <author>anggreutami</author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930065350</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan gambar tersebut, buatkan teks tanggapan kalian yang dikaitkan dengan <strong><em>Hallyu Korean wave</em></strong><strong> (gelombang korea) yang terjadi di Indonesia</strong>, dalam menulis teks tanggapan memperhatikan struktur dan kebahasaannya!<br><br><strong>Beri Nama/Kelas/No. Presensi ya!</strong><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1486793271/f7d84e2e5f919fabf5e36426f5dde3b9/BTS_BP_17_840x493.jpg" />
         <pubDate>2021-12-06 00:47:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930065350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama: Dita Ovana R, kelas:9c, no:06</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930310909</link>
         <description><![CDATA[<div>Korean Wave adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia sejak tahun 1990-an. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari bahasa Korea dan kebudayaan Korea.Hallyu mencakup berbagai aspek yakni musik, drama televisi, film, makanan, literatur, kosmetik, dan bahasa.Korean Wave dapat berkembang dengan sangat cepat di Indonesia melalui beberapa media, antara lain drama, musik, dan makanan. Drama Endless Love yang ditayangkan pada tahun 2002 menjadi awal penyebaran Korean Wave di Indonesia.Sejak saat itu, Korean wave mulai menyebar di Indonesia melalui K-Drama dan disusul dengan masuknya musik pop atau K-Pop. K-Pop mulai masuk di Indonesia pada tahun 2011 melalui program televisi yang menayangkan musik mingguan Korea Selatan, menyebabkan masyarakat semakin mengenal adanya boyband dan girlband. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 03:49:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930310909</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hallyu Korean Wave</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930315861</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;Saat ini hallyu mulai merajalela di Indonesia.Salah satunya adalah musik Kpop yang saat ini menjadi favorit masyarakat di Indonesia.<br>&nbsp; &nbsp;Musik Kpop sekarang ini sedang mendunia tidak hanya di Indonesia.Dari semua kalangan sudah mengenal musik kpop.&nbsp;<br>Musik nya yang khas dan gaya personil yang mampu menarik perhatian masyarakat.Para girlband dan boyband menghipnotis masyarakat untuk menjadikan mereka idola masyakarat.Bukan hanya musik Kpop saja yang masyarakat gemari, drama-drama korea juga sudah menjadi favorit mereka.Banyak masyarakat yang menirukan gaya berpakaian artis-artis korea.Bahkan banyak penjual makanan dan ada beberapa kelompok membuka khusus kelas bahasa korea.<br>&nbsp; Masuknya kebudayaan korea ini perlu disikapi dengan bijak karena kebudayaan korea membawa dampak positif dan negatif.Salah satu dampak negatif budaya korea adalah lunturnya kebudayan Indonesia.Sedangkan dampak positif budaya korea yaitu menambahkan pengetahuan.pengetahuan dalam mengenal dan memahami bahasa korea.<br>&nbsp; kebudayan luar bila disikapi dengan baik akan memberikan dampak positif.Oleh karena itu mari kita juga mengembangkan budaya Indonesia agar budaya Indonesia menjadi lebih berkembang dan tetap terlestari.<br><br><br><br>gempita sari anugrahani<br>               9b/11</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 03:54:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930315861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Nadiah putri nur m /9C/20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930413417</link>
         <description><![CDATA[<div>Kegandrungan akan musik K-pop merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Jika dalam beberapa waktu lalu musik Jepang bangkit dengan grup musiknya masing-masing, Korea bangkit dengan kekuatan grup vokal, baik boyband maupun gilrband. Biasanya musik Korea mengusung musik dance, beraliran hip-hop, serta unsur koreografi dan kostum yang menarik. Hal ini tentu membawa dampak yang cukup besar bagi para remaja di Indonesia. Fenomena K-pop yang masuk ke Indonesia mulai digandrungi oleh masyarakat terutama kalangan remaja. Melihat antusiasme remaja terhadap budaya korea ini, media memanfaatkannya dengan cara menayangkan hal yang berhubungan dengan korea seperti drama, film, dan musik pop (K-pop). Mereka mengatakan kalau musik K-pop bisa mengganggu konsentrasi belajar bagi remaja yang masih berstatus pelajar. Akan tetapi, tidak selalu musik manca negara yang masuk ke Indonesia hanya memiliki sisi negatif saja. Salah satu sisi positif masuknya K-pop adalah bertambahnya pengetahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea. Dengan adanya minat yang luar biasa hebatnya, mendorong sebagian remaja penikmat musik K-pop tersebut .berusaha untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan K-pop dan negara asalnya. Sama seperti halnya K-pop, ambil sisi positifnya untuk motivasi dalam belajar. Misalnya, kerja keras mereka untuk dapat tampil kompak dapat dijadikan motivasi untuk menggapai cita-cita. Penegasan Ulang Dengan demikian, kehadiran K-pop membawa dampak yang cukup besar bagi remaja di Indonesia. Akan tetapi, kehadiran K-pop jangan sampai kita lupa dengan musik yang kita miliki. Sebagai anak bangsa, kita perlu menjaga dan melestarikan musik kita agar tidak tersisih atau bahkan hilang karena perkembangan musik dari negeri lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 05:23:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930413417</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930446680</link>
         <description><![CDATA[<div>nama:sari tri wulandari<br>kelas:9b<br>no absen:27<br>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga <em>Hallyu</em>. Fenomena ini dapat dijumpai di Indonesia dan dampaknya sangat terasa di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap <em>Korean Wave </em>di Indonesia. <em>Korean Wave</em> sendiri diawali dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan <em>variety shows </em>yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.Salah satu produk <em>Korean Wave</em>yang sangat diminati kaum milenial adalah musik pop. Musik pop Korea ini atau yang sering disebut sebagai K-pop merupakan salah satu sub-sektor hiburan yang mengangkat perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sendiri memang sudah lama memberi perhatian khusus terhadap industri musik mereka. Akhir dekade 1990-an, ketika sebagian besar Asia mengalami krisis keuangan, Korea Selatan justru membentuk Kementerian Kebudayaan dengan departemen khusus K-pop (Putri, 2019). Mereka juga membangun auditorium konser raksasa, membuat teknologi hologram lebih sempurna, dan mengatur <em>noeraebang</em> (bar karaoke) demi melindungi industri K-pop. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Korea Selatan dalam memberdayakan popularitas artis mereka. Contohnya lainnya, pemerintah Korea Selatan mampu menjadikan sebuah halte bus, bekas tempat shooting video klip sebuah idol grup, di daerah pantai yang terpencil sebagai objek wisata populer.Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-pop. Pada tahun 2019, Twitter mengumumkan daftar negara yang paling banyak men-<em>tweet</em> terkait artis Kpop sepanjang tahun 2019 dan Indonesia berada pada peringkat 3 setelah Thailand dan Korea Selatan. Sedangkan untuk penayangan video-video K-pop di Youtube berdasarkan negara, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan persentase 9.9% (Won So, 2020). Sementara itu, Korea Selatan berada pada posisi pertama dengan persentase yang tak jauh berbeda dari Indonesia yaitu 10.1%.<br>Indonesia dikenal memiliki fanbase yang besar dan loyal dalam dunia K-pop. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai ‘pasar’ yang sangat potensial untuk perekonomian Korea Selatan dengan adanya <em>Korean Wave</em>. Terkadang, menjadi K-popers bukanlah sesuatu yang murah. Kpopers perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli tiket konser, album, merchandise, vote, dan produk yang diiklankan oleh artis kesukaan mereka. Selain itu, mengunjungi Korea Selatan adalah impian bagi para K-popers di mana hal ini tentu berdampak besar bagi sektor pariwisata Korea Selatan. Sejak dibangunnya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Korea Selatan pada 1973, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah investasi terbesar dan tersebar luas di berbagai macam proyek di Indonesia (Bhaskara, 2019). Indonesia dan Korea Selatan juga sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral mereka menjadi 30 miliar dolar AS pada 2022.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 05:57:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930446680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Risa utami / 9c / 28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930470255</link>
         <description><![CDATA[<blockquote>&nbsp; Korean wave atau Hallyu atau Gelombang Korea merupakan istilah yang merujuk pada popularitas hiburan dan budaya Korea di negara-negara lain. Hallyu mencakup berbagai aspek yakni musik, drama televisi, film, makanan, literatur, kosmetik, dan bahasa.Di situs Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea, disebutkan fenomena Hallyu pertama kali muncul pada pertengahan 1990-an setelah Korea mengadakan hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 1992. Setelah itu, musik pop Korea yang dikenal dengan K-Pop dan drama TV Korea atau K-Drama langsung populer di kalangan masyarakat Tiongkok.masa sekarang, K-Pop terus menarik banyak penggemar dari seluruh dunia. Sejak pertama kali hadir di pasar global pada pertengahan tahun 2000-an, K-Pop telah menarik banyak penggemar dari Asia Tenggara dan terus menyebar ke Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Selatan.Ketenaran para penyanyi K-Pop diraih berkat kualitas vokal yang bagus, penampilan panggung yang memukau, dan koreografi tari yang menarik. Contohnya sebagai berikut;Super Junior, Bing Bang, 2NE1, Beast, Girl’s Generation, 2PM, Wonder Girls, Blackpink, Exo,Screet number,Nct ,hingga BTS merupakan sederet grup idol asal Korea yang telah mendunia dengan prestasi segudang.Sekarang, di Indonesia pun kita bisa dengan mudah melihat pengaruh budaya Korea. Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat fakta nyaris di setiap kita juga memiliki seseorang yang menggemari hal-hal berbau Korea, atau malah kita sendiri sudah terkena demam Korea.</blockquote><div><br></div><blockquote>Bahkan yang lebih berbahaya korean wave telah mengubah mindset para generasi. Dimana hal ini&nbsp; dapat menyebabkan rusak nya akidah generasi karena mereka cenderung tasyabuh (meniru-niru) budaya korea dalam semua segi kehidupan nya, bahkan selain busana dan aksesoris lebih dari itu gaya hidup, makanan, minuman, tingkah laku, kepribadian yang mencontoh para idola, semua telah menjadi kiblat bagi para remaja.<br></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 06:20:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930470255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama :Lathifa Nadila Putri kelas 9C absen 14 Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga Hallyu. Fenomena ini dapat dijumpai di Indonesia dan dampaknya sangat terasa di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap Korean Wave di Indonesia. Korean Wave sendiri diawali dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan variety shows yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930512883</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 07:00:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930512883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: steffani karin / 9c/ 30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930537974</link>
         <description><![CDATA[<div>Gelombang Korea muncul pada pertengahan 1990 setelah korea mengadakan hubungan diplomatik dengan Tiongkok . Kemudian drama korea tv mulai bermunculan ditambah lagi ditahun 2000an muncul kpop diambil dari kata Korea dan pop.<br>kpop menarik banyak penggemar dari Asia Tenggara dan terus ke Eropa,AS, dan Amerika Selatan . Kpop benar benar mendunia saat lagu Gangnam style muncul oleh Psy. Grup idol menyebarkan demam kpop keseluruh dunia. Tentu saja pasti ada pro dan kontra dari munculnya kpop apalagi dijaman sekarang yang tambah banyak grup idol . Tidak hanya kpop tapi drakor atau drama Korea sekarang menjadi tontonan dari kalangan remaja. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 07:22:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930537974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Nurindah fajriyani / 24 / 9c</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930550504</link>
         <description><![CDATA[<div>Korean Wave atau yang biasa disebut Hallyu adalah fenomena mendunianya budaya Korea Selatan. Seperti diketahui kini tak ada satu pun negara di dunia yang tak mengenal budaya Korea. Adapun produk Korean Wave seperti musik (K-pop), drama (K-drama), film (K-film), fesyen (K-fashion), makanan (K-food) dan kecantikan (K-beauty), yang merupakan bentuk industri kebudayaan yang didasarkan pada produksi dan penyebaran seni, cerita rakyat, dan adat istiadat dari Korea Selatan.Korean Wave menjelma menjadi salah satu sarana diplomasi Korea Selatan dengan negara-negara lain. Korea Selatan termasuk dalam jajaran tiga puluh negara di dunia yang memiliki kekuatan soft power.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 07:31:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930550504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama:nadinenayla9c/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930600878</link>
         <description><![CDATA[<div>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga <em>Hallyu</em>. Fenomena ini dapat dijumpai di Indonesia dan dampaknya sangat terasa di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap <em>Korean Wave </em>di Indonesia.<em>Korean Wave</em> sendiri diawali dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan <em>variety shows </em>yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.<br><br></div><div>Salah satu produk <em>Korean Wave</em> yang sangat diminati kaum milenial adalah musik pop. Musik pop Korea ini atau yang sering disebut sebagai K-pop merupakan salah satu sub-sektor hiburan yang mengangkat perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sendiri memang sudah lama memberi perhatian khusus terhadap industri musik mereka. Akhir dekade 1990-an, ketika sebagian besar Asia mengalami krisis keuangan, Korea Selatan justru membentuk Kementerian Kebudayaan dengan departemen khusus K-pop (Putri, 2019). Mereka juga membangun auditorium konser raksasa, membuat teknologi hologram lebih sempurna, dan mengatur <em>noeraebang</em> (bar karaoke) demi melindungi industri K-pop. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Korea Selatan dalam memberdayakan popularitas artis mereka. Contohnya lainnya, pemerintah Korea Selatan mampu menjadikan sebuah halte bus, bekas tempat shooting video klip sebuah idol grup, di daerah pantai yang terpencil sebagai objek wisata populer.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 08:06:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1930600878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Mutmainah nur salsabila. Kelas:9b. No absen:22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1931043661</link>
         <description><![CDATA[<div>PRODUK hiburan Korea Selatan semakin digandrungi masyarakat Indonesia, mulai dari film, musik Kpop hingga drama Korea, atau yang sering disebut sebagai Drakor.<br><br>The World of the Married, Crash Landing on You, Itaewon Class, serta It’s OK to Not Be OK adalah beberapa dari sederet judul drama Korea yang paling banyak ditonton sepanjang tahun 2020&nbsp;<br><br>Di tahun 2021, sejumlah judul Drakor seperti The Penthouse 2, Vincenzo, River and the Moon Rises serta beberapa judul lainnya sempat menjadi trending topic di beberapa platform media sosial, khususnya di twitter.<br><br>Popularitas Drakor di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi, terutama di kalangan generasi milenial dan kelompok ibu rumah tangga dengan demografi penonton rentang usia 20 hingg 49 tahun.<br><br>Alasannya sederhana, selain suguhan cerita romantis yang diperankan aktor tampan dan aktris cantik, episode Drakor bisa dibilang tidak terlalu panjang sehingga membuat penonton tidak merasa bosan dan terpuaskan.<br><br>Selain itu, umumnya ceritanya juga sederhana dan dekat dengan keseharian, misalnya kisah seorang pria tampan yang memperjuangkan cintanya dengan perempuan miskin dibungkus dengan sentuhan cerita yang romantis, memilukan, dan kebanyakan berakhir bahagia.<br><br>Selain itu, peran platfom media sosial serta tayangan digital resmi seperti Netflix, Iflix, Vidio, Viki, juga memudahkan khalayak untuk mengakses dan menikmati drama Korea.<br><br>Gelombang Korea (Korean wave) di negara-negara Asia<br>Yang (2012) dalam The Korean Wave (Hallyu) in East Asia: A Comparison of Chinese, Japanese, and Taiwanese Audiences Who watch Korean TV Dramas mengatakan bahwa produk budaya populer Korea menyebar ke beberapa negara-negara Asia seperti China, Hongkong, Taiwan, Singapura, Vietnam, Malaysia, hingga Indonesia sejak pertengahan 1990an.<br><br>Ada tiga produk hiburan unggulan yang menjadi komoditas industri hiburan Korea Selatan yaitu film, drama televisi (Kdrama), dan musik pop (Kpop). Di antara ketiganya, drama televisi yang paling laris dan banyak digemari oleh masyarakat di Asia.<br><br>Dari situ, muncullah istilah Hallyu atau Korean wave (gelombang Korea) yang merujuk pada popularitas produk budaya populer Korea Selatan sebagai kekuatan besar di banyak negara Asia, mulai dari film, drama, musik, iklan, makanan, produk kecantikan, hingga fashion.<br><br>Di Indonesia, kemunculan Kdrama dapat ditelusuri pada kisaran 2002, Endless Love (Autumn in My Heart) dan Winter Sonata adalah dua judul yang disiarkan oleh stasiun TV swasta dan digemari oleh masyarakat Indonesia.<br><br>Kedua film tersebut sekaligus mengawali masuknya fenomena Hallyu di Indonesia yang diikuti dengan munculnya sederet judul Kdrama dan berbagai produk populer Korea Selatan lainnya hingga sekarang.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 13:14:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1931043661</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abyaksya p.s / 9A / 01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935052292</link>
         <description><![CDATA[<div>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga <em>Hallyu</em>. Fenomena ini dapat dijumpai di Indonesia dan dampaknya sangat terasa di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap <em>Korean Wave </em>di Indonesia. <em>Korean Wave</em> sendiri diawali dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan <em>variety shows </em>yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 03:44:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935052292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA:NADINE DWI RIZKI 9C/21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935087221</link>
         <description><![CDATA[<div>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. keberadaanya diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga <em>Hallyu </em>. Fenomena ini dapat ditemukan di Indonesia dan sangat terlihat di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang secara masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap <em>Korean Wave </em>di Indonesia. <em>Korean Wave </em>sendiri dimulai dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan <em>variety show</em>yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.<br><br></div><div>Salah satu produk <em>Korean Wave </em>yang sangat diminati kaum milenial adalah musik pop. Musik pop Korea ini atau yang sering disebut sebagai K-pop merupakan salah satu sub-sektor hiburan yang mengangkat perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sendiri memang sudah lama memberi perhatian khusus terhadap industri musik mereka. Akhir dekade 1990-an, ketika sebagian besar Asia mengalami krisis keuangan, Korea Selatan justru membentuk Kementerian Kebudayaan dengan departemen khusus K-pop (Putri, 2019). Mereka juga membangun auditorium konser raksasa, membuat teknologi hologram lebih sempurna, dan mengatur <em>noeraebang</em>(bar karaoke) demi melindungi industri K-pop. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Korea Selatan dalam memberdayakan artis mereka. Contohnya lainnya, pemerintah Korea Selatan mampu menjadikan sebuah halte bus, bekas tempat shooting video klip sebuah grup idola, di daerah pantai yang terpencil sebagai objek wisata populer.<br><br></div><div>Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-pop. Pada tahun 2019, Twitter mengumumkan daftar negara yang paling banyak <em>men </em>- <em>tweet </em>terkait artis Kpop sepanjang tahun 2019 dan Indonesia berada pada peringkat 3 setelah Thailand dan Korea Selatan. Sedangkan untuk menampilkan video-video K-pop di Youtube berdasarkan negara, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan persentase 9,9% (Won So, 2020). Sementara itu, Korea Selatan berada pada posisi pertama dengan persentase yang tak jauh berbeda dari Indonesia yaitu 10,1%.<br><br><br></div><div>Indonesia dikenal memiliki fanbase yang besar dan loyal di dunia K-pop. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai 'pasar' yang sangat potensial untuk perekonomian Korea Selatan dengan adanya <em>Korean Wave</em>. kadang-kadang, menjadi K-popers sesuatu yang murah. Kpopers perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli tiket konser, album, merchandise, vote, dan produk yang diiklankan oleh artis favorit mereka. Selain itu, mengunjungi Korea Selatan adalah impian bagi para K-popers di mana hal ini tentu berdampak besar bagi sektor pariwisata Korea Selatan. Sejak dimulainya hubungan antara Indonesia dengan Korea Selatan pada tahun 1973, Korea Selatan salah satu negara yang memiliki jumlah investasi terbesar dan tersebar luas di berbagai macam proyek di Indonesia (Bhaskara, 2019). Indonesia dan Korea Selatan juga ingin meningkatkan perdagangan bilateral mereka menjadi 30 miliar dolar AS pada 2022.<br><br><br></div><div>keberadaan artis Kpop saat ini banyak mempengaruhi preferensi para milenial dalam beberapa hal. Misalnya, semakin maraknya penggunaan produk-produk skincare dan make up Korea, style Korea, konsumsi makanan Korea, dan lainnya. Cara pandang mereka pun berubah menjadi lebih terbuka terhadap berbagai aspek kehidupan, menjadi lebih bahagia dan bahkan banyak yang bangkit dari depresi. Mereka juga sering menyelipkan kata-kata dengan bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari seperti <em>annyeong, saranghae, hyung, dan hwaiting </em>. Selain itu, para penggemar dari artis-artis Korea biasanya mendirikan basis penggemar atau komunitas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Contohnya, NCTzen Yogyakarta yang merupakan tempat berkumpulnya para fans NCT ( <em>idola</em>grup) di Yogyakarta. Mereka memiliki kepengurusan yang terstruktur layaknya organisasi pada umumnya dan mengadakan acara-acara untuk para penggemar NCT.<br><br><br></div><div>Bukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea yang semakin meningkat, penduduk Korea Selatan yang belajar budaya Indonesia pun semakin bertambah. Jamhari (2015) menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia menjadi lebih populer dan minat orang yang ingin belajar bahasa Indonesia juga meningkat. Ada tiga universitas di Korea Selatan yang menawarkan program bahasa Indonesia, yaitu Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Busan University of Foreign Studies (BUFS), dan Universitas Woosong. Hal ini didukung pula oleh banyaknya perusahaan Korea yang berinvestasi di luar Korea seperti Indonesia. bahasa Indonesia akan memberikan peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan Korea di luar Korea. Selain itu, banyak artis Korea yang diundang ke acara-acara nasional di Indonesia dan brand ambassador produk atau perusahaan lokal. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup<em> </em>bernama Secret Number, <em>grup idola </em>wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya <em>Korean Wave </em>secara global.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 04:13:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935087221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>shafira mutia hafidza 9a/31</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935182878</link>
         <description><![CDATA[<div>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. keberadaanya diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga Hallyu . Fenomena ini dapat ditemukan di Indonesia dan sangat terlihat di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang secara masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap Korean Wave di Indonesia. Korean Wave sendiri dimulai dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan variety showyang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.<br><br>Salah satu produk Korean Wave yang sangat diminati kaum milenial adalah musik pop. Musik pop Korea ini atau yang sering disebut sebagai K-pop merupakan salah satu sub-sektor hiburan yang mengangkat perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sendiri memang sudah lama memberi perhatian khusus terhadap industri musik mereka. Akhir dekade 1990-an, ketika sebagian besar Asia mengalami krisis keuangan, Korea Selatan justru membentuk Kementerian Kebudayaan dengan departemen khusus K-pop (Putri, 2019). Mereka juga membangun auditorium konser raksasa, membuat teknologi hologram lebih sempurna, dan mengatur noeraebang(bar karaoke) demi melindungi industri K-pop. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Korea Selatan dalam memberdayakan artis mereka. Contoh lainnya, pemerintah Korea Selatan mampu menjadikan sebuah halte bus, bekas tempat shooting video klip sebuah grup idola, di daerah pantai yang terpencil sebagai objek wisata populer.<br><br>Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-pop. Pada tahun 2019, Twitter mengumumkan daftar negara yang paling banyak men - tweet terkait artis Kpop sepanjang tahun 2019 dan Indonesia berada pada peringkat 3 setelah Thailand dan Korea Selatan. Indonesia dikenal memiliki fanbase yang besar dan loyal di dunia K-pop. <br><br>keberadaan artis Kpop saat ini banyak mempengaruhi preferensi para milenial dalam beberapa hal. Misalnya, semakin maraknya penggunaan produk-produk skincare dan make up Korea, style Korea, konsumsi makanan Korea, dan lainnya. Cara pandang mereka pun berubah menjadi lebih terbuka terhadap berbagai aspek kehidupan, menjadi lebih bahagia dan bahkan banyak yang bangkit dari depresi. Mereka juga sering menyelipkan kata-kata dengan bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari seperti annyeong, saranghae, hyung, dan hwaiting . Selain itu, para penggemar dari artis-artis Korea biasanya mendirikan basis penggemar atau komunitas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Contohnya, NCTzen Yogyakarta yang merupakan tempat berkumpulnya para fans NCT ( idolagrup) di Yogyakarta. Mereka memiliki kepengurusan yang terstruktur layaknya organisasi pada umumnya dan mengadakan acara-acara untuk para penggemar NCT.<br><br>Bukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea yang semakin meningkat, penduduk Korea Selatan yang belajar budaya Indonesia pun semakin bertambah. Jamhari (2015) menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia menjadi lebih populer dan minat orang yang ingin belajar bahasa Indonesia juga meningkat. Ada tiga universitas di Korea Selatan yang menawarkan program bahasa Indonesia, yaitu Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Busan University of Foreign Studies (BUFS), dan Universitas Woosong. Hal ini didukung pula oleh banyaknya perusahaan Korea yang berinvestasi di luar Korea seperti Indonesia. bahasa Indonesia akan memberikan peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan Korea di luar Korea. Selain itu, banyak artis Korea yang diundang ke acara-acara nasional di Indonesia dan brand ambassador produk atau perusahaan lokal. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup bernama Secret Number, grup idola wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya Korean Wave secara global.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 05:47:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935182878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Safira alifah putri/9c/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935187696</link>
         <description><![CDATA[<div>Korean wave adalah istilah yang diberikan untuk penyebaran budaya populer Korea melalui produk-produk hiburan seperti drama, musik, style. Keberadaan Korean wave di Indonesia menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini membahas tentang peranan kebudayaan populer Korea, Korean Drama (K-Drama) dalam fenomena Korean wave yang terjadi di Indonesia. Drama Korea atau K-Drama menjadi awal kemunculan dari Korean wave di Indonesia. Penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan historis padBukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea yang semakin meningkat, penduduk Korea Selatan yang belajar budaya Indonesia pun semakin bertambah. Jamhari (2015) menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia menjadi lebih populer dan minat orang yang ingin belajar bahasa Indonesia juga meningkat. Ada tiga universitas di Korea Selatan yang menawarkan program bahasa Indonesia, yaitu Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Busan University of Foreign Studies (BUFS), dan Universitas Woosong. Hal ini didukung pula oleh banyaknya perusahaan Korea yang berinvestasi di luar Korea seperti Indonesia. bahasa Indonesia akan memberikan peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan Korea di luar Korea. Selain itu, banyak artis Korea yang diundang ke acara-acara nasional di Indonesia dan brand ambassador produk atau perusahaan lokal. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup bernama Secret Number, grup idola wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut&nbsp; tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya Korean Wave secara global. penelitian ini, bertujuan untuk dapat merekonstruksi K-Drama yang muncul di Indonesia, khususnya di Stasiun TV Indosiar dari tahun 2002 hingga tahun 2013.<br><br>Bukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea yang semakin meningkat, penduduk Korea Selatan yang belajar budaya Indonesia pun semakin bertambah. Jamhari (2015) menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia menjadi lebih populer dan minat orang yang ingin belajar bahasa Indonesia juga meningkat. Ada tiga universitas di Korea Selatan yang menawarkan program bahasa Indonesia, yaitu Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Busan University of Foreign Studies (BUFS), dan Universitas Woosong. Hal ini didukung pula oleh banyaknya perusahaan Korea yang berinvestasi di luar Korea seperti Indonesia. bahasa Indonesia akan memberikan peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan Korea di luar Korea. Selain itu, banyak artis Korea yang diundang ke acara-acara nasional di Indonesia dan brand ambassador produk atau perusahaan lokal. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup bernama Secret Number, grup idola wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut&nbsp; tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia r masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya Korean Wave secara global.<br><br>Indonesia sebagai fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup bernama Secret Number, grup idola wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut&nbsp; tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya Korean Wave secara global.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 05:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935187696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amada 9A/06</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935218956</link>
         <description><![CDATA[<div>Hallyu atau Korean Wave atau yang dikenal dengan gelombang Korea ini diartikan sebagai fenomena gelombang kebudayaan Korea selatan yang terdiri dari beberapa konten seperti K-Drama, K-Pop, K-Fashion dan lainnya. Fenomena korean wave berkembang dengan cepat di Indonesia melaui beberapa media, contohnya drama, musik, style dan makanan. Awal penyebaran korean wave di Indonesia adalah berawal dari drama Endless Love yang ditayangkan tahun 2002.&nbsp;<br><br>Alasan duta besar Korea selatan mengenai budaya Korea mudah diterima di Indonesia karena masyarakat Indonesia dan Korea berbagi nilai&nbsp; ( Demokrasi, ekonomi berbasis pasar dan&nbsp; prinsip hukum ) yang sama. Korean wave memberikan dampak positif, yaitu kita dapat belajar bahasa baru, mengenal budaya pendidikan korea selatan dan juga mendapat pengetahuan baru. Namun disamping itu, Korean wave juga memberikan dampak negatif juga. Dampak negatifnya adalah munculnya fanwar, menjadikan plagiatisme ( Tidak berkreasi, menjadi tidak kreatif )<br><br>Jadi, Korean wave dapat memberikan dampak positif jika kita dapat menyikapinya dengan baik, begitu juga dengan sebaliknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 06:24:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935218956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Nita ramadhani/9a/26</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935233347</link>
         <description><![CDATA[<div>Gelombang Korea muncul pada pertengahan 1990 setelah korea mengadakan hubungan diplomatik dengan Tiongkok . Kemudian drama korea tv mulai bermunculan ditambah lagi ditahun 2000an muncul kpop diambil dari kata Korea dan pop.<br>kpop menarik banyak penggemar dari Asia Tenggara dan terus ke Eropa,AS, dan Amerika Selatan . Kpop benar benar mendunia saat lagu Gangnam style muncul oleh Psy. Grup idol menyebarkan demam kpop keseluruh dunia. Tentu saja pasti ada pro dan kontra dari munculnya kpop apalagi dijaman sekarang yang tambah banyak grup idol . Tidak hanya kpop tapi drakor atau drama Korea sekarang menjadi tontonan dari kalangan remaja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 06:38:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935233347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ratna Ramadhani,9A, 29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935234285</link>
         <description><![CDATA[<div>Budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. keberadaanya diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga <em>Hallyu </em>. Fenomena ini dapat ditemukan di Indonesia dan sangat terlihat di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Perkembangan teknologi informasi yang secara masif akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab besarnya antusisme publik tehadap <em>Korean Wave </em>di Indonesia. <em>Korean Wave </em>sendiri dimulai dan sangat identik dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan <em>variety show</em>yang dikemas secara apik menyajikan budaya-budaya Korea. Sering berjalannya waktu, budaya Korea banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para pecinta budaya Korea, mulai dari fashion, make up, korean skincare, makanan, gaya bicara, hingga bahasa.<br><br></div><div>Salah satu produk <em>Korean Wave </em>yang sangat diminati kaum milenial adalah musik pop. Musik pop Korea ini atau yang sering disebut sebagai K-pop merupakan salah satu sub-sektor hiburan yang mengangkat perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sendiri memang sudah lama memberi perhatian khusus terhadap industri musik mereka. Akhir dekade 1990-an, ketika sebagian besar Asia mengalami krisis keuangan, Korea Selatan justru membentuk Kementerian Kebudayaan dengan departemen khusus K-pop (Putri, 2019). Mereka juga membangun auditorium konser raksasa, membuat teknologi hologram lebih sempurna, dan mengatur <em>noeraebang</em>(bar karaoke) demi melindungi industri K-pop. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Korea Selatan dalam memberdayakan artis mereka. Contohnya lainnya, pemerintah Korea Selatan mampu menjadikan sebuah halte bus, bekas tempat shooting video klip sebuah grup idola, di daerah pantai yang terpencil sebagai objek wisata populer.<br><br></div><div>Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-pop. Pada tahun 2019, Twitter mengumumkan daftar negara yang paling banyak <em>men </em>- <em>tweet </em>terkait artis Kpop sepanjang tahun 2019 dan Indonesia berada pada peringkat 3 setelah Thailand dan Korea Selatan. Sedangkan untuk menampilkan video-video K-pop di Youtube berdasarkan negara, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan persentase 9,9% (Won So, 2020). Sementara itu, Korea Selatan berada pada posisi pertama dengan persentase yang tak jauh berbeda dari Indonesia yaitu 10,1%.<br><br><br></div><div>Indonesia dikenal memiliki fanbase yang besar dan loyal di dunia K-pop. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai 'pasar' yang sangat potensial untuk perekonomian Korea Selatan dengan adanya <em>Korean Wave</em>. kadang-kadang, menjadi K-popers sesuatu yang murah. Kpopers perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli tiket konser, album, merchandise, vote, dan produk yang diiklankan oleh artis favorit mereka. Selain itu, mengunjungi Korea Selatan adalah impian bagi para K-popers di mana hal ini tentu berdampak besar bagi sektor pariwisata Korea Selatan. Sejak dimulainya hubungan antara Indonesia dengan Korea Selatan pada tahun 1973, Korea Selatan salah satu negara yang memiliki jumlah investasi terbesar dan tersebar luas di berbagai macam proyek di Indonesia (Bhaskara, 2019). Indonesia dan Korea Selatan juga ingin meningkatkan perdagangan bilateral mereka menjadi 30 miliar dolar AS pada 2022.<br><br><br></div><div>keberadaan artis Kpop saat ini banyak mempengaruhi preferensi para milenial dalam beberapa hal. Misalnya, semakin maraknya penggunaan produk-produk skincare dan make up Korea, style Korea, konsumsi makanan Korea, dan lainnya. Cara pandang mereka pun berubah menjadi lebih terbuka terhadap berbagai aspek kehidupan, menjadi lebih bahagia dan bahkan banyak yang bangkit dari depresi. Mereka juga sering menyelipkan kata-kata dengan bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari seperti <em>annyeong, saranghae, hyung, dan hwaiting </em>. Selain itu, para penggemar dari artis-artis Korea biasanya mendirikan basis penggemar atau komunitas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Contohnya, NCTzen Yogyakarta yang merupakan tempat berkumpulnya para fans NCT ( <em>idola</em>grup) di Yogyakarta. Mereka memiliki kepengurusan yang terstruktur layaknya organisasi pada umumnya dan mengadakan acara-acara untuk para penggemar NCT.<br><br><br></div><div>Bukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea yang semakin meningkat, penduduk Korea Selatan yang belajar budaya Indonesia pun semakin bertambah. Jamhari (2015) menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia menjadi lebih populer dan minat orang yang ingin belajar bahasa Indonesia juga meningkat. Ada tiga universitas di Korea Selatan yang menawarkan program bahasa Indonesia, yaitu Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Busan University of Foreign Studies (BUFS), dan Universitas Woosong. Hal ini didukung pula oleh banyaknya perusahaan Korea yang berinvestasi di luar Korea seperti Indonesia. bahasa Indonesia akan memberikan peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan Korea di luar Korea. Selain itu, banyak artis Korea yang diundang ke acara-acara nasional di Indonesia dan brand ambassador produk atau perusahaan lokal. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang fanbase terbesar membuat artis-artis Korea lebih memperhatikan Indonesia dengan membuat konten-konten budaya Indonesia. Bahkan ada grup<em> </em>bernama Secret Number, <em>grup idola </em>wanita pertama yang memiliki anggota/anggota dari Indonesia. Hal tersebut tentu mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sehingga popularitasnya menjadi sangat tinggi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam berkembangnya <em>Korean Wave </em>secara global.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 06:39:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935234285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meyliza puspita-9a-19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935276428</link>
         <description><![CDATA[<div>Evaluasi:&nbsp; budaya korea saat ini berkembang secara pesat dan meluaas secara global , saat ini indonesia sedang di ramaikan dengan k-Pop dari korea, tak hanya ituu, bahkan makanan, gaya rambut n pakaian, juga digunakan masyarakat indonesia, terutama para remaja.<br><br>Deskripsi teks:<br>Fenomena "korean wave" atau disebut juga hallyu<br>Generasi milenial pada umumnya, termasuk indonesia juga.&nbsp;<br>Akibat adanya globalisasi menjadi faktor utama penyebab antusisme publik terhadap korean wave.<br><br>Tetapi korean wave juga memberikan efek negatif, karena masyarakat tidak bisa menyaring budaya ataupun informasi dengan baik , sehingga masuknya budaya korea, dapat menghilangkan budaya indonesiaa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 07:15:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1935276428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Muh khudhori muslim kelas:9D No.absen:22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1937245356</link>
         <description><![CDATA[<div>Hallyu (gelombang Korea)<br>Istilah yang kini merujuk pada popularitas hiburan dan budaya Korea di Asia dan daerah lain di dunia, hallyu atau "gelombang Korea" muncul pada pertengahan 1990an setelah Korea mengadakan hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 1992, kemudian drama TV Korea serta musik popnya yang mendapatkan popularitas di antara komunitas berbahasa Cina.<br>Salah satu drama TV Korea yang sukses adalah what Is love?yang ditayangkan cctv tahun 1997 mendapatkan rating penonton sebesar 4,2% atau sekitar lebih dari 150 juta pemirsa di Tiongkok.musik pop Korea terutama musik tarinya mulai dikenal para remaja Tionghoa setelah diperkenalkan pada awal tahun 1997 oleh program radio bernama Seoul music room,di Beijing. Saat menentukan yang membuat budaya pop Korea berkobar di Tiongkok adalah konser boyband bernama H.O.T yang disengelarakan di Beijing workes' Gymnasium, Februari 2000. Laporan berita Korea memakai istilah hallyu atau gelombang Korea untuk menggambarkan konser ini.<br> <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-09 02:32:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/1937245356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Anggreyani , kelas : 7B, no: 1</title>
         <author>anggreutami</author>
         <link>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/2257146612</link>
         <description><![CDATA[<div>kemana kancil kita kejar<br>ke dalam pasar kita mencari&nbsp;<br>ketika kecil rajin belajar<br>setelah besar senanglah diri </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-09 03:50:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggreutami/ovbzzo9gz9ukpkg0/wish/2257146612</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
