<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Globalisasi dan Perubahannya Dalam Masyarakat by Chika Asa Wiguna</title>
      <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4</link>
      <description>Made with wonder</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-02-28 11:10:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-28 00:46:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f916.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249783132</link>
         <description><![CDATA[<div>Globalisasi berkembang seiring perkembangan teknologi dan informasi. Salah satu peluang sekaligus tantangan globalisasi terjadi melalui bidang teknologi dan informasi. Semua orang dapat berbagi informasi serta melakuakan aktivitas secara global tanpa harus dibatasi oleh jarak dan waktu. Hal tersebut menandai berkembangnya <strong><em>tren digital</em></strong> dalam masyarakat.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-02-28 11:13:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249783132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>APA ITU GLOBALISASI ? </title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249789464</link>
         <description><![CDATA[<div>Globalisasi merupakan bagian gejala perubahan sosial. Globalisasi berkaitan dengan konsep transnasionalisme, yaitu proses yang menghubungkan individu dan kelompok sosial melintasi batas geopolitik. <br>Menurut, <em>Anthony Giddens, </em>globalisasi merupakan cara hidup masyarakat pada masa kini. Globalisasi tidak hanya berbicara mengenai aspek besar seperti liberalisasi, ekonomi, dan politik. Namun juga berbicara mengenai fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari - hari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-02-28 11:17:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249789464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>UJIAN PRAKTIK SOSIOLOGI</title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249814850</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok Empat / 4<br>Kelas XII IPS 1 <br>Nama :<br>Chika Asa Wiguna / 05<br>Elnanda Eka Sakti / 07<br>Faza Sekar Ayu Nugroho / 08<br>Kinanti Risky Tiara / 10<br>Rizqia A'rofa / 18<br>Saibutul Islamiah / 19<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1043024009/b3006af5d5f460afc108845a64fd01bd/images__4_.jpeg" />
         <pubDate>2021-02-28 11:37:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249814850</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Realitas tren digital</title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249878325</link>
         <description><![CDATA[<div>Tren digital tersebut menciptakan <strong><em>masyarakat cyber </em></strong>yang tidak terwujud secara fisik melainkan melalui internet yang menciptakan <strong><em>cyber cultures</em></strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-02-28 12:19:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1249878325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Manfaat Globalisasi</title>
         <author>nugrohofaza01</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1251765273</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada berbagai manfaat dari adanya Globalisasi, diantaranya :</div><div>Memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Semakin terpangkasnya waktu dalam melakukan perjalanan. Kemudahan dalam mendapatkan pemuas kebutuhan. Segala jenis informasi dapat kita serap sesuai kebutuhan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 07:13:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1251765273</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Positif </title>
         <author>elnanda101</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252568649</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Internet sebagai media komunikasi  dimana internet di gunakan oleh masyarakat di dunia sebagai alat komunikasi.</div><div>2. Sebagai media pertukaran data dengan menggunakan email,news group,www.<br>3. Sebagai media pencari informasi dimana setiap manusia membutuhkan informasi.</div><div>4. Memudahkan masyarakat untuk berbisnis dan berdagang melalui jaringan internet.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1034965825/8519df6a0b3303f6a5aeb21f806c1929/15e64d7e531efaaa24be7c5cae510309.gif" />
         <pubDate>2021-03-01 11:39:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252568649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Negatif</title>
         <author>elnanda101</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252580108</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1034965825/5b57ca9e6027956bb611f103bdfa9e69/9093914fe59ca8295efaf53095cb8f8e.jpg" />
         <pubDate>2021-03-01 11:43:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252580108</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252631447</link>
         <description><![CDATA[<div>Namun tanpa kita sadari adanya internet di era globalisasi ini membawa beragam dampak negatif. Seperti yang diulas dalam film <strong><em>"The Social Dilemma" </em></strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:01:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252631447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Film The Social Dilemma</title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252644532</link>
         <description><![CDATA[<div>Film dokumenter terbaru keluaran Netflix: The Social Dilemma, menjadi perbincangan hangat di jagat maya belakangan ini. Segera seusai diluncurkan, film yang disutradarai oleh Jeff Orlowski ini langsung merangsek sebagai salah satu film di Netflix yang paling banyak ditonton. <br>Film ini membongkar dampak-dampak negatif penggunaan media sosial, bagaimana sebenarnya secara mendasar ada yang keliru dengan cara kerja media sosial. Bahwa, teknologi yang bekerja dalam media sosial sudah sama sekali berbeda dengan teknologi yang sebelum-sebelumnya manusia gunakan, katakanlah sepeda, komputer sebelum era internet, atau bahkan teleskop terbaru NASA yang mampu melacak Alien. Namun, media sosial di era sekarang menuntun kita agar selalu menggunakannya / "menjalankan kita".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:06:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252644532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal yang dibahas dalam film &quot;The Social Dilemma&quot; </title>
         <author>saibutulislamiah</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252666792</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Facebook di myanmar</strong><br>Dalam film dokumenter The Social Dilemma, diceritakan bagaimana penduduk Myanmar sangat dekat dengan Facebook sampai Facebook menjadi sinonim dari kebenaran yang datang dari internet. “Di Myanmar, saat orang memikirkan media massa, memikirkan internet, yang terpikir adalah Facebook,” kata Chyntia M. Wong, mantan Peneliti Internet Senior di Lembaga HAM dalam film tersebut.<br>Setiap orang yang membeli ponsel, penjual akan memasangkan aplikasi Facebook sekaligus membuatkan akun di ponsel barunya. Sehingga, hal pertama yang dilakukan oleh mereka dengan ponsel barunya adalah membuka Facebook.<br>Hal itu dimanfaatkan pemerintahan junta militer Myanmar, dengan menjadikan media sosial, khususnya Facebook sebagai senjata untuk melakukan narasi-narasi propaganda. Militer dan pelaku kejahatan lainnya memanipulasi opini publik terhadap kaum Muslim Rohingnya sampai Facebook kewalahan mengatasi maraknya berita bohong dan ujaran kebencian di Myanmar.<br>Fitur yang dimiliki oleh Facebook memungkinkan pelaku propaganda semakin mudah untuk menyebarkan narasi manipulatif. Akibatnya, jurang polarisasi di tengah masyarakat menjadi semakin lebar dan dalam.<br>Narasi kebencian terhadap umat Muslim Rohingnya begitu mudah disebarkan, sehingga memicu kemarahan pihak-pihak tertentu terhadap umat Muslim Rohingnya. Maka, semua kejahatan yang dilakukan terhadap mereka dianggap wajar, bahkan memang mestinya seperti itu.<br>Tapi ini bukan hanya tentang Facebook. Ini adalah tentang bagaimana algoritma media sosial bekerja, merayu dan mengeksploitasi manusia, hingga bermuara pada hancurnya kehidupan manusia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:13:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252666792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. KITA SENGAJA &#39;DIJEBAK&#39; UNTUK BERLAMA-LAMA DI INTERNET</title>
         <author>chikach7ka</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252713039</link>
         <description><![CDATA[<div>Mulai dari lini masa (news feed) yang gak ada ujungnya, fitur "people you may know" di Facebook, sampai sederet video rekomendasi di YouTube, itu cuma sebagian dari siasat pemilik medsos supaya kita berlama-lama menatap layar ponsel, laptop, atau tablet.<br> <br>Tanpa kita sadar, waktu kita lebih banyak terbuang percuma untuk hal-hal yang jika tidak kita ketahui, juga tidak akan merugikan atau berpengaruh besar dalam hidup kita. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:28:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252713039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. KITA ADALAH PRODUK YANG DIJUAL DAN SEMUA AKTIVITAS KITA DIPANTAU</title>
         <author>tiarakunanty432</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252781094</link>
         <description><![CDATA[<div>Apa kita pernah bertanya-tanya, kenapa medsos atau mesin pencari Google yang sedemikian berpengaruh dalam hidup kita, bisa-bisanya disajikan gratis?</div><div><br></div><div>Dalam film ini, dan sering juga terdengar di mana-mana, bahwa kalau kita tidak membayar apa pun untuk sebuah hal, maka kita lah produknya. Artinya, kita lah yang sebenarnya dijual oleh teknologi.</div><div><br></div><div>Gampangnya begini. Saat kita meng-scroll dan mengklik apa pun di medsos dan Google, maka mesin akan mempelajari perilaku kita. Semakin kita berlama-lama di sana, maka semakin banyak yang bisa dipelajari dari diri kita.</div><div><br></div><div>Mereka tahu serial favorit dan seleb yang kita suka. Mereka tahu barang apa yang lagi kita cari dan ingin dibeli di toko daring. Mereka tahu kafe atau tempat wisata mana yang lagi kamu incar. Data inilah yang dipakai untuk mempersonalisasi konten yang muncul di akun medsos kita juga jenis iklan yang muncul di situs web yang kita buka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:47:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252781094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. BAHAYA FILTER BUBBLE</title>
         <author>tiarakunanty432</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252783481</link>
         <description><![CDATA[<div>Karena isi internet yang kita buka sudah disesuaikan dengan minat kita, maka kita bakal melihat konten yang kita sukai atau inginkan. Di sinilah kita mulai terjebak filter bubble, yaitu saat kita merasa bahwa hal yang kita sukai atau opini kita terhadap sesuatu adalah pendapat mayoritas dari masyarakat.</div><div><br></div><div>Kita bakal menganggap pendapat yang berbeda dengan pendapat kita adalah pendapat yang salah atau culun, karena kita merasa orang-orang di internet berpendapat sama dengan kita. Padahal, yang terjadi di internet tidak selalu sama dengan di dunia nyata.</div><div><br></div><div>Contoh yang diambil oleh film ini adalah tentang teori bumi datar. Orang yang suka dengan konten teori konspirasi bakal rentan terpapar konten rekomendasi tentang teori-teori konspirasi lainnya.</div><div><br></div><div>Inilah yang akhirnya membuat internet jadi membentuk diri kita, secara perlahan-lahan, tanpa kita sadari. Nah, nanti kita akan membahas bagian ini lebih detail lagi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:48:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252783481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. JURANG PERBEDAAN MAKIN TERBUKA LEBAR</title>
         <author>tiarakunanty432</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252787290</link>
         <description><![CDATA[<div>Karena masing-masing pihak punya filter bubble-nya masing-masing, jadilah tiap perbedaan itu dipertemukan atau gak sengaja ketemu, maka drama dan pergelutan nyaris selalu terjadi di medsos.</div><div><br></div><div>Contoh yang terjadi di Indonesia sudah sering terjadi, mulai dari urusan politik seperti pilkada dan pemilu sampai isu sosial seperti hinaan untuk SJW atau debat tidak berujung soal feminisme.</div><div><br></div><div>Lebih parah lagi, kalau perbedaan ini ada yang ngomporin atau ada yang mendesainnya supaya terjadi jurang yang lebih lebar lagi. Film dokumenter "The Great Hack" yang juga tayang di Netflix bisa jadi contoh gambaran detailnya.  Sementara dalam film ini, contohnya diambil dari polarisasi yang makin lebar antara pendukung Partai Republik dan Partai Demokrat. Kalau di Indonesia, contoh yang pas adalah soal disinformasi yang sering dilakukan buzzer supaya masyarakat terbelah soal isu-isu tertentu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-01 12:49:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252787290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6. BAHAYA YANG LEBIH BESAR: PUNAHNYA EKSISTENSI MANUSIA</title>
         <author>tiarakunanty432</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252789801</link>
         <description><![CDATA[<div>Kembali ke soal filter bubble, jebakan ini membuat kita seolah punya dunia alias universe sendiri yang berbeda dengan orang lain. Bayangkan, semakin banyak filter bubble yang ada, maka semakin banyak orang hidup dalam dunia imajinasinya sendiri.</div><div><br></div><div>Inilah kenapa bisa ada perseteruan antara bumi bulat vs bumi datar, COVID-19 berbahaya vs COVID-19 tidak nyata, dan sebagainya. Masing-masing pihak menganggap opini yang berseberangan dengannya adalah opini yang bodoh dangak masuk akal.</div><div><br></div><div>Contoh lainnya adalah betapa kini jumlah like, komentar, dan follower amat penting buat banyak orang. Validasi atau pengakuan dari orang lain jadi jauh lebih penting daripada kita melihat ke dalam diri kita sendiri soal apa yang kita inginkan dan yang bikin kita nyaman.</div><div><br></div><div>Jumlah teman di medsos jadi lebih membanggakan daripada teman yang kita punya di dunia nyata, padahal hubungan kita dengan mereka lebih nyata dibanding yang ada di medsos.</div><div><br></div><div>Singkat kata, perilaku dan cara berpikir kita berubah karena terpapar media sosial dan internet. Apa yang kita anggap penting dan gak penting jadi berkiblat kepada nilai yang ada di media sosial.</div><div><br></div><div>Parahnya, hal ini terjadi perlahan-lahan, tanpa kita sadari. Sebelum kita sadar, kita jadi bagai robot yang bisa ditebak emosi dan perilakunya oleh mesin kecerdasan buatan. Kalau sudah begini, apa kita masih bisa disebut manusia?<br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-01 12:49:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1252789801</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6 HAL UNTUK MENGATASI MASALAH DALAM FILM &quot;SOCIAL DELIMA&quot;</title>
         <author>rizqiaarofa18</author>
         <link>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1256859826</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>1. MATIKAN ATAU KURANGI NOTIFIKASI</strong></div><div>Notifikasi bikin kita mengecek sesuatu yang belum tentu penting untuk kita lihat saat itu juga. Jadi cobalah kamu lihat lagi, notifikasi dari aplikasi apa <em>aja</em> yang benar-benar penting untuk segera kamu tahu. Pilih notifikasi tersebut, lalu selebihnya matikan <em>aja</em>. Atau kalau kamu sanggup, hapus <em>aja</em> aplikasinya.<br><br><strong>2. PAKAI NEWS FEED ERADICATOR</strong></div><div>News Feed Eradicator bakal menghilangkan semua lini masa atau status dari teman-teman medsos kamu. Ini bisa membantu kamu untuk <em>gak</em> berlama-lama di medsos. Kamu juga bisa mengatur sendiri status siapa yang mau kamu lihat. News Feed Eradicator bisa dipakai untuk semua media sosial, termasuk YouTube.<br><br><strong>3. PAKAI QWANT DIBANDING GOOGLE</strong></div><div>Kamu bisa pakai Qwant sebagai mesin pencari dibanding pakai Google. Soalnya, Qwant <em>gak</em> akan menyimpan hasil pencarian kamu, yang artinya privasi kamu tetap terjaga<br><br><strong>4. JANGAN KLIK "AD" DAN VIDEO REKOMENDASI</strong></div><div>Kalau kamu <em>googling</em> sesuatu, terutama terkait produk atau layanan jasa, biasanya di posisi paling atas pencarian ada tanda "AD" di sebelah kiri tautan tersebut. Ini tandanya adalah tautan ke <em>advertorial</em> atau iklan. Nah, jangan klik tautan tersebut. Lebih baik klik ke tautan yang biasa (tanpa tanda "AD").<br>Ini berlaku juga untuk semua iklan di situs web, termasuk video rekomendasi di YouTube. Kalau kamu meng-klik tautan atau video tersebut, itu sama <em>aja</em> dengan kamu menyerahkan data perilakumu, yang bikin mesin makin gampang membuat 'model ideal' atau kloning dari diri kamu. Kalau kamu mau lihat video tersebut, <em>mendingan</em> ketik <em>aja</em> di kolom pencarian (<em>search</em>) untuk meminimalisir perekaman perilaku.<br><br><strong>5. FOLLOW ORANG YANG KAMU GAK SUKA</strong></div><div>Ikuti akun medsos orang yang pendapat atau opininya <em>gak</em> kamu suka atau berseberangan denganmu. Gunanya adalah supaya kamu <em>gak</em> kena jebakan <em>filter bubble</em>. Kamu juga bisa belajar untuk mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Pelajari alasan atau argumentasi mereka, dan sadari bahwa selalu ada orang-orang yang punya pendapat yang berbeda dengan kamu.<br>Memang, ini hal yang <em>gak</em> gampang, atau malah susah banget. Kamu mungkin bisa kena darah tinggi, tapi ini jadi cara ampuh supaya pikiran kamu <em>gak</em> sempit.<br><br><strong>6. CEK FAKTA</strong></div><div>Selalu bersikap skeptis pada semua informasi apa pun yang kamu dapat dari mana pun. Cek lagi faktanya berulang kali, lihat dari sumber-sumber dan sudut pandang yang berbeda. Kalau <em>udah</em> cukup informasi, barulah kamu bisa mengambil kesimpulan.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-02 06:45:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chikach7ka/sosio12ips1ke4/wish/1256859826</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
