<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERLAWANAN RAKYAT JAWA by Melysa Sara Nikmah</title>
      <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 08:01:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-14 15:15:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas padang rakyat jawa</title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291897545</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia pernah mengalami masa kelamnya dijajah oleh kolonial Belanda selama 3,5 abad. Pada masa penjajahan ini, banyak perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dari berbagai daerah. Salah satu perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda adalah Perang Diponegoro.<br><br>Perang Diponegoro atau perang Jawa merupakan perang besar dan berlangsung selama lima tahun dari tahun 1825-1830. Perang ini, dilatarbelakangi oleh kebencian rakyat Jawa terhadap Belanda atas penindasan yang terjadi di tanah Jawa. Sesuai dengan namanya, perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang merupakan pangeran dari Kesultanan Yogyakarta.<br><br>Dalam sejarahnya, sejak kedatangan Marsekal Herman Willem Daendels di Batavia, pengaruh kolonial Belanda semakin kentara di pulau Jawa, khususnya Keraton Yogyakarta. Dimana, Daendels mengubah etiket dan tata upacara yang menyebabkan terjadinya kebencian dari pihak Keraton Jawa. Ia memaksa pihak Keraton Yogyakarta untuk memberinya akses terhadap berbagai sumber daya alam dan manusia dengan mengerahkan kekuataan militernya.<br><br>Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono IV wafat, Residen Yogyakarta Jonkheer Anthonie Hendrik Smissaert banyak mencampuri urusan kekuasaan keraton. Dimana, banyak kebijakan sepihak yang dimuluskan olehnya. Saat itu, Pangeran Diponegoro yang menjabar sebagai Wali Raja tidak tahan dengan kehadiran Belanda di Keraton Yogyakarta dan akhirnya ia memilih untuk kembali ke kediamannya di Tegalrejo.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/049bf8be49b3ea8766edbc753fd5d820/892ae25e_21f9_47d4_b00c_f498d313e980_169.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:03:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291897545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang rakyat jawa</title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291897852</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Dipenogoro atau biasa dikenal dengan Perang Jawa merupakan perang besar yang berlangsung selama lima tahu yang dimulai dari tahun 1825-1830. Pada umumnya perang ini dilatarbelakangi oleh kebencian rakyat Jawa khususnya kesultanan Yogyakarta terhadap kedatangan Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/2a8d058819a124605fe4e5f77698c281/Sejarah_Perang_Diponegoro_2C_Penyebab_2C_Strategi_2C_Perluasan_Wilayah_dan_Benteng___Perang_Melawan_Penjajahan_Belanda.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:03:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291897852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya perlawanan rakyat jawa </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291898573</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada pertengahan bulan Mei 1825, Smissaert memutuskan untuk memperbaiki jalan-jalan kecil disekitar Yogyakarta. Namun, pembangunan jalan yang awalnya dari Yogyakarta ke Magelang melewati Muntilan dibelokkan melewati pagar sebelah timur Tegalrejo dan Belanda memasang patok-patok perbaikan jalan di sepanjang makam leluhur Pangeran Diponegoro.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/368799f97c57db6668b4d4d9acd1e1c4/Ilustrasi_Perang_Jawa_Diponegoro__WIKI_ratio_16x9.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:04:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291898573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan rakyat jawa </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291898899</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tahun 1829, Kyai Mojo, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/923aea4ecf0076fb689eff058a60c398/adu_domba_voc_dan_perlawanan_gigih_rakyat_banten_Vip_thumb.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:04:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/oszn6b79nfjauw89/wish/2291898899</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
