<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DISKUSI GEO 2  by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3</link>
      <description>PEMBENTUKAN PLANET BUMI</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2014-10-23 23:42:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-23 22:39:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Vanila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416093</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Bintang Kembar</p><p>
Pada tahun 1956, seorang tokoh bernama&nbsp;Fred Hoyle mengemukakan sebuah hipotesa bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Alasan dari pendapat ini karena setelah penelitian terhadap tata surya lain ternyata ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itu Fred Hoyle beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meledaknya bintang kembar.</p><p>Proses terjadinya bintang kembar adalah sebagai berikut:

1.Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya.kembaran matahari ini tidak stabil kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari matahari tersebut benar – benar meledak menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu.</p><p>2. Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu – debu yang terbentuk dan berkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet dan serpihan – serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan&nbsp; planet dalam dan luar.

</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141024/13963f9c8f99250e85fd4a6483ed3ab7/Untitled.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-23 23:56:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416093</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PAOTERE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416377</link>
         <description><![CDATA[<p>TEORI PASANG SURUT DAN TEORI PLANET TESIMAL.&nbsp;</p><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><b><br></b></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><b>Teori Pasang Surut</b></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="font-size: 13px; background-color: rgba(255, 255, 255, 0); white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari.Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari.Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.</span></h3><div class="post-footer" style="margin-top: 20px; margin-right: -2px; margin-left: -2px; padding: 5px 10px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238);"></div><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: start; position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><strong style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;"><br></strong></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: start; position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><strong style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">Teori Planet Tesimal</strong><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">&nbsp;</span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="font-size: 13px; background-color: rgba(255, 255, 255, 0); white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;"></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: start; position: relative; font-variant: normal;"><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">Dikemukakan oleh&nbsp;</span><em style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">T.C Chamberlein</em><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">&nbsp;dan&nbsp;</span><em style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">F.R Moulton</em><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">.Menurut teori ini,Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di</span><span class="skimlinks-unlinked" style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">langit.Suatu</span><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">&nbsp;ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat.Karena jarak yang dekat, tarikan gravitasi</span><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">&nbsp;</span><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang</span><span class="skimlinks-unlinked" style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">tersebut.Saat</span><span style="font-style: normal; font-size: 13px; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; text-align: justify;">&nbsp;bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari.Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.&nbsp;</span><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Teori&nbsp;<b style="background-image: none; box-sizing: border-box;">Planetisimal</b>&nbsp;adalah salah satu teori yang menerangkan tentang proses pembuatan&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya" title="Tata Surya" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">Tata Surya</a>. Teori ini dicetuskan oleh seorang&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Astronom" title="Astronom" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">astronom</a>bernama&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Forest_Ray_Moulton" title="Forest Ray Moulton" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">Forest Ray Moulton</a>&nbsp;dan seorang&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Geolog" title="Geolog" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">geolog</a>&nbsp;bernama&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Thomas_C._Chamberlin" title="Thomas C. Chamberlin" class="mw-redirect" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">Thomas C. Chamberlin</a>&nbsp;dari Universitas Chicago, yang kemudian namakan teori mereka ini dengan nama Teori Planetisimal.</span></h3><p style="margin-top: 0.5em; margin-bottom: 1em; font-variant: normal; background-image: none; box-sizing: border-box;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Bintang" title="Bintang" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">bintang</a>&nbsp;melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Matahari" title="Matahari" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">matahari</a>. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan daya&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasang_surut" title="Pasang surut" class="mw-redirect" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">pasang</a>&nbsp;di bagian gas Matahari. Akibatnya,&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Massa" title="Massa" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">massa</a>&nbsp;<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Gas" title="Gas" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">gas</a>terlempar dari Matahari dan mulai<a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Orbit" title="Orbit" style="background-image: none; box-sizing: border-box;">mengorbit</a>. Karena daya tarik Matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya kemudian berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi.</span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141024/ea62d75666992370a1afd2ab6aeeb76c/image.jpg" />
         <pubDate>2014-10-24 00:02:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GEOSTOCK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416379</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori terbentuknya tata surya </p><p>- teori nabula</p><p>- teori proto planet</p><p>           TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA</p><p><span style="color: rgb(64, 64, 64); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 19px; text-align: justify; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; background-color: rgb(255, 255, 255);">Kecerdasan yang diberikan oleh TUHAN kepada manusia memang sangat mengesankan, sehingga beberapa manusia cerdas yang turut andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan dapat merumuskan sebuah pola di masa lalu dengan fakta-fakta yang ada pada masa sekarang.</span><br></p><p style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; margin-bottom: 1em; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"><br></p><h3 style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 1.3em; font-style: normal; margin-bottom: 0.8125em; outline: 0px; clear: both; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 2.3; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;">1. Teori Proto Planet (Awan Debu)&nbsp;</h3><div><span style="color: rgb(64, 64, 64); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 19px; text-align: justify; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; background-color: rgb(255, 255, 255);">Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Alam semesta saat ini juga terdapat gumpalan awan dan debu yang bertebaran di angkasa. Selama kurang lebih 5.000 juta tahun yang lalu, salah satu awan gas tersebut mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebut partikel-partikel debu tertarik ke pusat awan dan membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.&nbsp;</span><br></div><p style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; margin-bottom: 1em; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"><br></p><p style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; margin-bottom: 1em; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"><br></p><h3 style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 1.3em; font-style: normal; margin-bottom: 0.8125em; outline: 0px; clear: both; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 2.3; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;">4. Teori Kabut (nebula) [Kant-Lapplace,&nbsp;1755]</h3><div style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"></div><div style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://ghozaliq.files.wordpress.com/2013/10/76b31-nebula.jpg?w=576&amp;h=622" width="297" height="320" originalw="297" originalh="320" src-orig="http://ghozaliq.files.wordpress.com/2013/10/76b31-nebula.jpg?w=297&amp;h=320" scale="2" style="height: auto; max-width: 100% !important;"></div><div style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; outline: 0px; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; line-height: 19px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: auto; text-align: justify;"></div><div style="border: 0px; font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-weight: normal; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; color: rgb(64, 64, 64); font-variant: normal; letter-spacing: normal; line-height: 19px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.301961); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.235294); -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-align: justify;">Di jagat raya telah terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas hingga membentuk kumpulan kabut yang sangat besar ini berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang kencang ini, menyebabkan materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Fragmen yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.&nbsp; Bagian inti kabut tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sebagai matahari sekarang ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-24 00:02:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASRTONOMIS</title>
         <author>abnormal</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416396</link>
         <description><![CDATA[<p>" TEORI TERBENTUKNYA JAGAT  RAYA"</p><p>a.Teori ledakan besar (The Big Bang Theory))</p><p>menurut teori ledakan besar jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa.Ketika terjadi ledakan besar,bagian-bagian dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan.Setelah miliaran tahun kemudian,bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi-galaksi dan sistem tata surya.</p><p>b.Teori Keadaan Tetap (Creatio Continua Theory)</p><p>Teori keadaan tetap dikemukakan oleh fred hoyle,Bendi, dan Gold.Teori ini menyatakn bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada.Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada atau dengankata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir.Pada setisp saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang leyap,partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta.Partikel yang dilahirkan lebih besar dari lenyap,sehingga mengakibatkan jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta.Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritis pada 10 milyar tahun lagi.Dalam waktu 10 milyar tahun,akan dihasilkan kabut-kabut baru</p><p>c.Teori Ekspansi dan Kontraksi (The Oscillating Theory)</p><p>Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi.Menurut teori ini jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materiyang diawali dengan massa emspansi atau mengembang yang disebabkan olen adanya reaksi inti hidrogen.Pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun.Selanjutnya,galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian memampak,maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian pada akhirnya memampak lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141207/6ac32d572213961257dfd2490cf8730d/3a9975fd5fd26aec54589b0f80de2b2e1.jpg" />
         <pubDate>2014-10-24 00:02:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>STAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416827</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggapan-anggapan manusia terhadap jagat raya:</p><p><b style="font-size: 13px;">Anggapan Tentang Jagat Raya&nbsp;</b></p><p><b style="font-size: 13px;"></b></p><p><span style="font-size: 13px;">        Sejak zaman dahulu manusia telah dibuat takjub dengan berbagai fenomena yang ada di alam semesta. Berbagai fenomena alam tersebut menyebabkan timbulnya keingintahuan untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak manusia. Berikut ini adalah anggapan-anggapan manusia tentang jagat raya dan alam semesta sejak dahulu hingga sekarang.&nbsp;</span></p><p><b>a. Anggapan Antroposentris </b>Anggapan ini dimulai pada tingkat awal manusia atau pada masa manusia primitif yang menganggap bahwa manusia sebagai pusat alam semesta. Pada waktu menyadari ada Bumi dan langit, manusia menganggap matahari, bulan, bintang, dan Bumi serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.</p><p><b>b. Anggapan Geosentris </b>Anggapan ini menempatkan Bumi sebagai pusat dari alam semesta. Geosentris (geo = Bumi; centrum = titik pusat). Anggapan ini dimulai sekitar abad VI Sebelum Masehi (SM), saat pandangan egosentris mulai ditinggalkan. Salah seorang yang mengemukakan anggapan geosentris adalah Claudius Ptolomeus. Ia melakukan observasi di Alexandria, kota pusat budaya Mesir pada masa lalu. Ia menganggap bahwa pusat jagat raya adalah Bumi, sehingga Bumi ini dikelilingi oleh matahari dan bintang-bintang.</p><p><b>c. Anggapan Heliosentris </b>Semakin majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang semakin kritis, menyebabkan bergesernya anggapan geosentris. Pandangan heliosentris (helios = matahari) dianggap sebagai pandangan yang revolusioner yang menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta.Seorang mahasiswa kedokteran, ilmu pasti dan Astronomi, Nicholas Copernicus (1473–1543) pada tahun 1507 menulis buku ”De Revolutionibus Orbium Caelestium” (tentang revolusi peredaran benda-benda langit). Ia mengemukakan bahwa matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi planet-planet, bahwa bulan mengelilingi Bumi dan bersama-sama mengitari matahari, dan bahwa Bumi berputar ke timur yang menyebabkan siang dan malam.</p><p><b>d. Anggapan Galaktosentris </b>Galaktosentris (Galaxy = kumpulan jutaan bintang) merupakan anggapan yang menempatkan galaksi sebagai pusat Tata Surya. Galaktosentris dimulai tahun 1920 yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyak mengenai galaksi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141024/9ee4e704a1466c70508c21e9e8151623/bintang.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-24 00:10:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38416827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vanilla&amp;nbsp;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38417425</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Bintang Kembar</p><p>Pada tahun Pada tahun 1956, seorang tokoh bernama&nbsp;Fred Hoyle mengemukakan sebuah hipotesa bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Adapun alasan dari pendapat ini karena setelah penelitian terhadap tata surya lain ternyata ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itulah Fred Hoyle beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya</p><p>Proses terjadinya bintang kembar adalah sebagai berikut:</p><p>1. Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya.kembaran matahari ini tidak stabil kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari matahari tersebut benar – benar meledak menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu.</p><p>2. Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu – debu yang terbentuk dan berkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet dan serpihan – serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan&nbsp; planet dalam dan luar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141024/9be09a075d5488d1ac7fd0b830da4a2d/Untitled.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-24 00:25:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38417425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Geo one</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38418259</link>
         <description><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal; font-size: 24px; line-height: normal; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif;">Proses Terbentuknya Bumi</h3><div class="post-header" style="line-height: 1.6; margin-bottom: 1.5em; font-size: 16px;"><div class="post-header-line-1"></div></div><div class="post-body entry-content" id="post-body-1834359731059463913" itemprop="articleBody" style="width: 300px; font-size: 16px; line-height: 1.3; position: relative;"><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Bumi merupakan planet yang kita tempati, bagaimana ya sebenarnya proses terbentuknya bumi kita ini? Nah jawaban dari pertanyaan itulah yang akan sahabat temukan dalam postingan saya kali ini. Beberapa hal yang akan saya bahas adalah tentang Pengertian bumi, teori terbentuknya bumi, Perkembangan bumi, dan hipotesa ahli yang dipercaya hingga saat ini. Langsung saja ya..<o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="padding: 5px; position: relative; border: 1px solid rgb(238, 238, 238); -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; background: rgb(255, 255, 255);"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" height="220" src="http://3.bp.blogspot.com/-fhIWiSlJeIE/UsObf_xHSLI/AAAAAAAACek/WXCz5qeV23c/s280/Bumi.gif" width="280" style="border-style: none; -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-sizing: border-box; max-width: 100%; background: transparent;"></span></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="font-size: 13px; text-align: center;">Sejarah Terbentuknya Bumi</td></tr></tbody></table><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">A.PENGERTIAN BUMI</span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amerika Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.<o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi.Bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.<o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">B.PEMBENTUKAN BUMI</span></b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi</span></b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Teori Kabut(Nebula)</span></b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="padding: 5px; position: relative; border: 1px solid rgb(238, 238, 238); -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; background: rgb(255, 255, 255);"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-ORrpKjdPo40/UsOaE63VlbI/AAAAAAAACbs/TQR4WIpMpYI/s1600/Teori+Kabut+Nebula.JPG" imageanchor="1" style="color: rgb(136, 136, 136);"><img border="0" height="301" src="http://1.bp.blogspot.com/-ORrpKjdPo40/UsOaE63VlbI/AAAAAAAACbs/TQR4WIpMpYI/s280/Teori+Kabut+Nebula.JPG" width="280" style="position: relative; -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-sizing: border-box; max-width: 100%; background: transparent;"></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="font-size: 13px; text-align: center;">Teori Kabut Nebula</td></tr></tbody></table><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh&nbsp;Immanuel Kant&nbsp;(1755) dan&nbsp;Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori&nbsp; nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu</span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"></div><ul style="padding-right: 2.5em; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; line-height: 1.4; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);"><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.</span></li></ul><br style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);"><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Teori Planetisimal<o:p></o:p></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="padding: 5px; position: relative; border: 1px solid rgb(238, 238, 238); -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; background: rgb(255, 255, 255);"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-TpdVv6-d9JY/UsOaGbu9iyI/AAAAAAAACcE/pak-yv5tagk/s1600/Teori+Planetesimal.jpg" imageanchor="1" style="color: rgb(136, 136, 136);"><img border="0" height="186" src="http://1.bp.blogspot.com/-TpdVv6-d9JY/UsOaGbu9iyI/AAAAAAAACcE/pak-yv5tagk/s280/Teori+Planetesimal.jpg" width="280" style="position: relative; -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-sizing: border-box; max-width: 100%; background: transparent;"></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="font-size: 13px; text-align: center;">Teori Planetesimal</td></tr></tbody></table><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Pada awal abad ke-20,&nbsp;Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi&nbsp;Amerika&nbsp;bersama rekannya&nbsp;Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.<o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.<o:p></o:p></span></div><div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Teori Big Bang</span></b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><b><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></b></div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="padding: 5px; position: relative; border: 1px solid rgb(238, 238, 238); -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; background: rgb(255, 255, 255);"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-E4tchLQUrLg/UsOaDSGAMsI/AAAAAAAACbY/bblb4eote7k/s1600/Teori+Big+Bang.jpg" imageanchor="1" style="color: rgb(136, 136, 136);"><img border="0" height="252" src="http://2.bp.blogspot.com/-E4tchLQUrLg/UsOaDSGAMsI/AAAAAAAACbY/bblb4eote7k/s280/Teori+Big+Bang.jpg" width="280" style="position: relative; -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-sizing: border-box; max-width: 100%; background: transparent;"></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="font-size: 13px; text-align: center;">Teori Big Bang</td></tr></tbody></table><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.<o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"></div><ul style="padding-right: 2.5em; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; line-height: 1.4; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);"><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.</span></li></ul><br style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; line-height: 20.591999053955078px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);"><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.</span><span lang="IN" style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><o:p></o:p></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;">Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .</span></div></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; line-height: 23.760000228881836px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-size: 13pt; line-height: 26px;"><br></span></div></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-24 00:40:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/ostjevazw6d3/wish/38418259</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
