<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Belajar dengan penuh semangat dan bahagia by </title>
      <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks</link>
      <description>Tuliskan struktur teks cerita sejarah yang kalian ketahui dan nilai-nilai yang ada dalam teks cerita sejarah!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-21 07:21:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-08-16 07:24:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Muhamad alfreda yogi (20)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236037</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur teks cerita sejarah terdiri dari pendahuluan atau orientasi, peristiwa atau isi, dan penutup atau reorientasi<br><br>Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sejarah antara lain: Nilai sosial, nilai yang berkaitan dengan hubungan bermasyarakat. Nilai moral, nilai yang berkaitan dengan tingkah laku atau kesopanan. Nilai budaya, nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat. Nilai agama, nilai yang berkaitan dengan keagamaan.<br><br>Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah meliputi menggunakan kalimat bermakna lampau, menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu, menggunakan kalimat tak langsung, menggunakan kata kerja (verba) mental, menggunakan kata kerja (verba) material, menggunakan kalimat langsung, dan menggunakan kata sifat untuk ...</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:17:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chindy dwi rama wiji yanti (07) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236043</link>
         <description><![CDATA[<div>struktur:<br><br>1.orientasi<br>Tahap orientasi atau eksposition ini seringkali disebut juga sebagai tahap pengenalan situasi cerita tahap ini berfungsi untuk memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada para pembaca<br>2.pengungkapan peristiwa<br>Pada tahap pengungkapan peristiwa pengarang mulai menceritakan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah kesukaran dan pertentangan yang dihadapi oleh tokoh novel<br>3.peningkatan konflik<br>Pada tahap peningkatan konflik pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah-masalah yang dihadapi para tokoh novel<br>4.puncak konflik<br>Puncak konflik atau klimaks adalah bagian paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel pada tahap ini pengarang akan menceritakan nasib tokohnya<br>5.penyelesaian<br>Sesuai dengan namanya tahap ini adalah bagian akhir cerita<br>6.koda<br>Koda merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita pengarang bisa memberikan komentar di bagian kota ini melalui dirinya sendiri atau mewakilkannya kepada tokoh dalam novelnya<br><br>Nilai-nilai:<br><br>1.nilai moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangakai budi pekerti atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya<br>2.nilai sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat<br>3.nilai religius<br>Viral religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu<br>4.nilai budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat kebudayaan serta kebiasaan suatu masyarakat<br>5.nilai pendidikan/edukatif<br>Nilai pendidikan atau edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk<br>6.nilai ekonomi<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status atau kondisi ekonomi perdagangan atau permasalahan ekonomi dalam masyarakat<br><br>Kaidah kebahasaan:<br><br>1. Menggunakan Banyak kalimat bermakna lampau<br>2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi kronologis tempora seperti Sejak saat itu setelah itu mula-mula dan kemudian<br>3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan<br>4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seseorang tokoh oleh pengarang misalnya mengatakan bahwa menceritakan tentang menurut mengungkapkan menanyakan menyatakan dan menurunkan<br>5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh<br>6. Menggunakan banyak dialog hal ini ditunjukkan oleh "ganda dan kata kerja yang menunjukkan<br>7. Menggunakan kata-kata sifat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:17:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firna Angen Amelia (13) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236751</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur:<br>1. orientasi<br>tahap orientasi seringkali disebut juga sebagai tahapan pengenalan situasi cerita. tapi ini berfungsi untuk memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada para pembaca.&nbsp;<br>2. pengungkapan peristiwa<br>pada tahap pengungkapan peristiwa pengarang mulai menceritakan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah kesukaran dan pertentangan yang dihadapi oleh para tokoh novel.&nbsp;<br>3. peningkatan konflik<br>pada tahap peningkatan konflik pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah-masalah yang dihadapi para tokoh.&nbsp;<br>4. puncak konflik<br>puncak konflik adalah bagian paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel. pada tahapan ini pengarang akan menceritakan nasib tokohnya apakah tokoh novelnya berhasil atau gagal menyelesaikan masalah-masalahnya.&nbsp;<br>5. penyelesaian<br>tahapan ini adalah bagian akhir cerita. pada tahap ini pengarang akan menjelaskan sikap atau nasib para tokoh di novelnya setelah peristiwa puncak konflik yang baru saja dilalui para tokoh tersebut.<br>6. koda&nbsp;<br>Koda merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita. pengarang bisa memberikan komentar di bagian kode ini melalui dirinya sendiri atau mewakilkannya kepada tokoh dalam novelnya.&nbsp;<br>Nilai-nilai:<br>1. nilai moral&nbsp;<br>nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangkai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya.<br>2. nilai sosial<br>nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat.&nbsp;<br>3. nilai religius<br>nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu.&nbsp;<br>4. nilai budaya&nbsp;<br>nilai yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat.<br>5. nilai pendidikan/edukatif<br>nilai pendidikan/edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) itu bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan/pengajaran.&nbsp;<br>6. nilai ekonomi&nbsp;<br>nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status/kondisi ekonomi, perdagangan, atau permasalahan ekonomi dalam masyarakat.&nbsp;<br>Aspek kebahasaan:<br>1. menggunakan banyak kalimat bermakna lampau<br>2. menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal)<br>3. menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)<br>4. menggunakan punya kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang.&nbsp;<br>5. menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental)<br>6. menggunakan banyak dialog<br>7. menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:18:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659236751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DANI PRASETYO (08)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659237108</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur: orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, resolusi, koda<br><br>Nilai nilai:<br><br>1.nilai moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangakai budi pekerti atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya<br>2.nilai sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat<br>3.nilai religius<br>Viral religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama&nbsp;<br>4.nilai budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat maupun kebudayaan<br>5.nilai pendidikan/edukatif<br>Nilai pendidikan atau edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk<br>6.nilai ekonomi<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status atau kondisi ekonomi&nbsp;<br><br>Aspek kebahasaan:<br><br>1. menggunakan kalimat bermakna lampau<br>2. menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu<br>3. menggunakan kalimat tak langsung<br>4. menggunakan kata kerja (verba) mental<br>5. menggunakan kata kerja (verba)&nbsp;<br>material<br>6. menggunakan kalimat langsung<br>7. Menggunakan kata-kata sifat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:19:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659237108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wandansari Sasanti Haning (34)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659237780</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Struktur cerita sejarah<br>- orientasi (exposition)<br>-Pengungkapan peristiwa<br>-peningkatan konflik (rising action)<br>-puncak konflik (klimaks)<br>-penyelesaian (resolusi)<br>-kode (bagian akhir yang berisi komentar)<br><br>B. Nilai-nilai yang terdapat pada cerita sejarah<br>-nilai moral:berhubungan dengan perangai budi pekerti tingkah laku manusia terhadap sesama<br>-nilai sosial:berhubungan dengan masalah sosial hubungan manusia dengan masyarakat<br>-nilai religius:berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama<br>-nilai budaya:berhubungan dengan adat istiadat atau kebudayaan<br>-nilai pendidikan atau edukatif:berhubungan dengan perubahan tingkah laku atau hal yang mempunyai latar belakang pendidikan<br>-nilai ekonomi:berhubungan dengan status atau kondisi ekonomi<br><br>C. Aspek kebahasaan<br>1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.&nbsp;<br>2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal),seperti sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, dan kemudian.<br>3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)&nbsp;<br>4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya, mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, dan<br>Fmenuturkan.<br>5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan.oleh tokoh (kata kerja mental), misalnya, merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, dan menganggap.<br>&nbsp;6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (...) dan kata<br>kerja yang menunjukkan tuturan langsung.&nbsp;<br>7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:20:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659237780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aprilia Tri mauliana(4) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659239868</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Struktur tersebut yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, peningkatan konflik, komplikasi, resolusi, dan koda<br>B.Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita sejarah antara lain:&nbsp;<br>Nilai sosial, nilai yang berkaitan dengan hubungan bermasyarakat. Nilai moral, nilai yang berkaitan dengan tingkah laku atau kesopanan. Nilai budaya, nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat. Nilai agama, nilai yang berkaitan dengan keagamaan.<br>Nilai religius , nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan tuhan<br>C. Aspek kebahasaan<br>1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.<br><br>2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (kanjungsi kronologis, temporal), seperti sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, dan kemudian.<br><br>3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material). 4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya, mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, dan<br><br>menuturkan.<br><br>5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan. oleh tokoh (kata kerja mental), misalnya, merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, dan menganggap. 6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("...") dan kata<br><br>kerja yang menunjukkan tuturan langsung. 7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.<br>2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (kanjungsi kronologis, temporal), seperti sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, dan kemudian.<br>3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).&nbsp;<br>4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang.<br>5. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("...")&nbsp;<br>6. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat dan suasana</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:24:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659239868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RAGIL FERDIANSYAH (26)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240179</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur Teks Cerita Sejarah<br>1. Orientasi<br>2. Pengungkapan peristiwa<br>3. Konflik (rising action)<br>4. Komplikasi (puncak masalah)<br>5. Resolusi (penyelesaian masalah)<br>6. koda<br>Nilai-Nilai Teks Cerita Sejarah<br>1. Nilai agama&nbsp;<br>2. Nilai budaya&nbsp;<br>3. Nilai estetis&nbsp;<br>4. Nilai moral<br>5. Nilai sosial<br>ASPEK KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH<br>1.Kata ganti orang ketiga<br>2.Keterangan waktu (masa lampau)<br>3.Keterangan tempat<br>4.Konjungsi temporal (waktu)<br>5.Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)<br>6.Nomina<br>7.Verba<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:24:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.Nathan Rizky.A(22)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240182</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur Teks Cerita Sejarah<br>1. Orientasi<br>2. Pengungkapan peristiwa<br>3. Konflik (rising action)<br>4. Komplikasi (puncak masalah)<br>5. Resolusi (penyelesaian masalah)<br>6. koda<br>Nilai-Nilai Teks Cerita Sejarah<br>1. Nilai agama&nbsp;<br>2. Nilai budaya&nbsp;<br>3. Nilai estetis&nbsp;<br>4. Nilai moral<br>5. Nilai sosial<br>Aspek Kebahasaan Teks Cerita Sejarah</div><ol><li>Kata ganti orang ketiga</li><li>Keterangan waktu (masa lampau)</li><li>Keterangan tempat</li><li>Konjungsi temporal (waktu)</li><li>Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)</li><li>Nomina</li><li>Verba</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:24:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMAD REHAN RAMAN DANI (21)                                         Struktur teks cerita sejarah terdiri dari pendahuluan atau orientasi, peristiwa atau isi, dan penutup atau reorientasi,                                     </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240286</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><strong>Nilai</strong> sosial, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan hubungan bermasyarakat.</li><li><strong>Nilai</strong> moral, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan tingkah laku atau kesopanan.</li><li><strong>Nilai</strong> budaya, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat.</li><li><strong>Nilai</strong> agama, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan keagamaan.</li></ul><div><br></div><div>Pembahasan:<br><br>Aspek teks kebahasaan teks laporan<br><br>hasil observasi: 1) Kata, frasa verba, dan nomina<br><br>Kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomina (kata benda).<br><br>2) Afiksasi<br><br>Afiksasi adalah kata dasar yang mendapat proses pengimbuhan sehingga merubah jenis kata tersebut. 3) Kalimat definisi dan kalimat deskripsi Dalam teks laporan hasil observasi,<br><br>terdapat beberapa<br><br>verba yang digunakan untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan objek. Kalimat definisi adalah kalimat yang<br><br>menggunakan verba definitif.<br><br>Sedangkan kalimat deskripsi adalah<br><br>kalimat<br><br>yang menggunakan verba untuk mendeskripsikan objek dalam teks.<br><br>4) Kalimat Simpleks dan kompleks Kalimat simpleks adalah kalimat yang memiliki satu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat. Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa baik setara maupun bertingkat.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:25:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andrian Purnama Putra(03)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240309</link>
         <description><![CDATA[<div>Pendahuluan atau orientasi, peristiwa atau isi, dan penutup atau reorientasi.<br><br></div><ul><li><strong>Nilai</strong> sosial, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan hubungan bermasyarakat.</li><li><strong>Nilai</strong> moral, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan tingkah laku atau kesopanan.</li><li><strong>Nilai</strong> budaya, <strong>nilai</strong>yang berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat.</li><li><strong>Nilai</strong> agama, <strong>nilai</strong> yang berkaitan dengan keagamaan.</li></ul><div><br>Aspek Kebahasaan Teks Cerita Sejarah</div><ol><li>Kata ganti orang ketiga</li><li>Keterangan waktu (masa lampau)</li><li>Keterangan tempat</li><li>Konjungsi temporal (waktu)</li><li>Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)</li><li>Nomina</li><li>Verba</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:25:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ryan arsyabyma (30) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240401</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Struktur teks cerita sejarah :<br>&nbsp; &nbsp; -pendahuluan/orientasi<br>&nbsp; &nbsp; -peristiwa/isi<br>&nbsp; &nbsp; -penutup/reorientasi<br><br>2. Nilai-nilai :<br>&nbsp; &nbsp; -nilai sosial<br>&nbsp; &nbsp; -nilai moral<br>&nbsp; &nbsp; -nilai budaya<br>&nbsp; &nbsp; -nilai agama<br><br>3.Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah meliputi menggunakan kalimat bermakna lampau, menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu, menggunakan kalimat tak langsung, menggunakan kata kerja (verba) mental, menggunakan kata kerja (verba) material, menggunakan kalimat langsung, dan menggunakan kata sifat untuk ...</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:25:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240401</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bekti Wulandari (06)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240880</link>
         <description><![CDATA[<div>1. - orientasi<br>- pengungkapan peristiwa<br>- konflik<br>- kompilasi<br>- evaluasi<br>- koda<br>2. Berisi peristiwa atau kejadian yang ditulis berdasarkan fakta yang ada baik yang benar-benar terjadi maupun sekedar cerita rakyat yang dianggap pernah terjadi seperti Legenda<br>3. - nilai sosial : nilai yang berkaitan dengab hubungan bermasyarakat<br>- nilai moral : nilai yang berkaitan dengan tingkah laku atau kesopanan<br>- nilai budaya : nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat<br>-&nbsp; nilai agama : nilai yang berkaitan dengan keagamaan<br>4. Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah meliputi menggunakan kalimat bermakna lampau, menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu, menggunakan kalimat tak langsung, menggunakan kata kerja (verba) metal, menggunakan kata kerja (verba) material, menggunakan kata sifat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:26:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659240880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhavilla Anggraeni (09) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241087</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur<br>1. orientasi<br>2. pengungkapan peristiwa<br>3. peningkatan konflik<br>4. puncak konflik<br>5. penyelesaian<br>6. koda&nbsp;<br><br>Nilai-nilai&nbsp;<br>1. nilai moral<br>2. nilai sosial<br>3. nilai religius<br>4. nilai budaya<br>5. nilai pendidikan<br>6. nilai ekonomi<br><br>Aspek kebahasaan<br>1. kata ganti orang ketiga<br>2. keterangan waktu (masa lampau)<br>3. keterangan tempat<br>4. konjungsi temporal (waktu)&nbsp;<br>5. konjungsi kausalitas (sebab-akibat)&nbsp;<br>6. nomina<br>7. verba</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:26:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jelitha Rizky Pramitha Devy (17)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241337</link>
         <description><![CDATA[<div>A. STRUKTUR CERITA SEJARAH.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Orientasi (Exposition)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pada tahap ini, pengarang memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada pembaca<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Pengungkapan Peristiwa<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;pada tahap ini, pengarang mulai menceritakan peristiwa aw yang menimbulkan berbagai masalah yang akan dihadapi para tokoh.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; 3. Peningkatan Konflik<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pada tahap ini, pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah masalah yang dihadapi para tokoh.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Puncak Konflik<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;pada tahap ini, pengarang akan menceritakan nasib tokohnya.Apakah tokoh berhasil atau gagal menyelesaikan masalah -masalahnya.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Penyelesaian (Resolusi)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pada tahap ini, pengarang akan menjelaskan sikap atau nasib tokoh setelah peristiwa lhncak konflik yang baru saja dilalui para tokoh tersebut.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 6. Koda&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;koda merupakan bagian akhir pengarang mengenai keseluruhan cerita.<br><br>B. NILAI-NILAI YANG ADA DI CERITA SEJARAH<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Nilai Moral<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Nilai Sosial&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antarmanusia).&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Nilai Religius<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Nilai Budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Nilai Pendidikan/Edukatif<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Nilai pendidikan/edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal mempunyai latar belakang pendidikan/pengajaran.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;6. Nilai Ekonomi yang<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status/kondisi ekonomi, per dagangan, atau permasalahan ekonomi dalam masyarakat.<br><br>C. ASPEK KEBAHASAAN PADA TEKS CERITA SEJARAH<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; 1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; 2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal),<br>seperti sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, dan kemudian.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya, mengatakan bahwa menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, dan menuturkan.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental), misalnya, merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, dan menganggap.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("....") dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.&nbsp;<br>     7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:27:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(Tegar aditya/33)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241473</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur Teks Cerita Sejarah&nbsp;</div><div>1. Orientasi</div><div>2. Pengungkapan peristiwa</div><div>3. Konflik (<em>rising action)</em></div><div>4. Komplikasi (puncak masalah)</div><div>5. Resolusi (penyelesaian masalah)</div><div>6. koda<br>Nilai-nilai teks cerita<br>1.Nilai agama<br>2.Nilai budaya<br>3.Nilai sosial&nbsp;<br>4.Nilai moral<br>5.Nilai estetis<br>Aspek kebahasaan cerita teks sejarah<br>1.kata ganti orang ketiga<br>2.keterangan waktu (masa lampau)<br>3.keterangan tempat<br>4.konjungsi temporal(waktu)<br>5.konjungsi kausalitas (sebab-akibat)<br>6.Nomina<br>7.verba</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:27:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659241473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Silfia nur yaasiintha (32)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659242101</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur Teks Cerita Sejarah<br>Teks cerita sejarah memiliki kesamaan struktur dengan novel dan cerpen, ketiganya termasuk ke dalam jenis cerita ulang. Struktur tersebut yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, evaluasi, dan koda.<br><br>1. Orientasi<br>Orientasi bisa disebut juga dengan bagian perkenalan karena pada tahap ini akan dimuat pengenalan tokoh, latar tempat, waktu, bahkan suasana, sudut pandang, dan hubungan dari para tokoh.<br><br>2. Pengungkapan peristiwa<br>Bagian ini menceritakan peristiwa atau kejadian awal yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, atau kesukaran yang menghadang tokoh, terutama tokoh utama.<br><br>3. Konflik (rising action)<br>Pada tahap rising action ini, penulis akan menunjukan konflik atau masalah yang mulai semakin rumit antartokoh.<br><br>4. Komplikasi (puncak masalah)<br>Komplikasi merupakan bagian yang paling mendebarkan, menghebohkan dan memuncak dari masalah. Di dalamnya berisi pertikaian atau peristiwa lainnya yang dihadapi oleh para tokohnya.<br><br>5. Resolusi (penyelesaian masalah)<br>Setelah pembaca dibuat heboh dengan memuncaknya konflik, tentu saja harus ada penyelesaian atau resolusi. Nah, di bagian inilah penulis menceritakan akhir dari suatu masalah atau tahap penyelesaian.&nbsp;<br><br>6. koda<br>Sobat, koda ini bersifat optional, nih! Jadi, tidak semua teks cerita sejarah memiliki koda, ya. Koda merupakan penutup dari sebuah novel yang berisikan komentar atau kesimpulan dari cerita tersebut.&nbsp;<br><br>B.Nilai nilai yang terdapat pada teks Sejarah<br><br>1. Nilai Moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh , hubungan antartokoh , dialog , dan lain - lain . &nbsp;<br><br>2. Nilai Sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat ( interaksi sosial antarmanusia ).&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan gambaran hubungan antar tokoh . &nbsp;<br><br>3. Nilai Religius&nbsp;<br>Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan simbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.&nbsp;<br>&nbsp;<br>4. Nilai Budaya&nbsp;<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat budaya, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran ada perasaan, bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa tertentu, dan kebiasaan yang berlaku di tempat para tokoh.<br><br>5. Nilai Pendidikan / Edukatif<br>Nilai pendidikan / edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku baik ke buruk ( pengajaran ) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan / pengajaran .&nbsp;<br><br>6. Nilai Ekonomi&nbsp;<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status / kondisi ekonomi, per dagangan, atau permasalahan ekonomi dala masyarakat.<br><br>C. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah<br>Pada bagian ini, Kamu akan dijelaskan tentang kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah. Kaidah kebahasaan sendiri dapat dipahami sebagai ciri bahasa dari sebuah teks. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:<br><br>1. Kata ganti orang ketiga<br>Pada kaidah kebahasaan yang pertama ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan kata ganti orang ketiga. Penulis dapat memposisikan diri sebagai pencerita dari peristiwa yang terjadi.<br><br>Kata ganti orang ketiga sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, dari kata ganti tunggal (ia, beliau, dia, dan -nya) dan kata ganti jamak (mereka). Selain kedua jenis kata ganti tersebut, kata ganti orang ketiga di dalam teks cerita sejarah juga dapat berupa nama orang atau nama tokoh.<br><br>2. Keterangan waktu (masa lampau)<br>Pada kaidah kebahasaan yang kedua ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan kata keterangan waktu. Keterangan waktu sendiri biasanya digunakan untuk memberikan keterangan tentang waktu atau kapan suatu peristiwa terjadi.<br><br>Dikarenakan teks cerita sejarah, maka keterangan waktunya cenderung menunjukan masa lampau. Contoh penggunaan keterangan waktu, yaitu: pada zaman, pada waktu, pada tahun, dan lain-lainnya.<br><br>3. Keterangan tempat<br>Pada kaidah kebahasaan yang ketiga ini, teks cerita sejarah menggunakan keterangan tempat. Keterangan tempat ini digunakan untuk memberikan keterangan yang menunjukkan dan menginformasikan lokasi atau tempat terjadinya peristiwa sejarah.<br><br>Keterangan waktu dapat ditandai dengan beberapa kata, misalnya di, ke, dan dari.<br><br>4. Konjungsi temporal (waktu)<br>Pada kaidah kebahasaan yang keempat ini, teks cerita sejarah menggunakan konjungsi temporal. Konjungsi temporal sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kata untuk menghubungkan sesuatu yang menandai waktu. Berdasarkan letaknya, konjungsi temporal dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:<br><br>a. Intrakalimat<br>Konjungsi yang terletak dalam satu kalimat. Misalnya seperti kata setelah, lalu, kemudian, dan lain seterusnya.<br><br>b. Antarkalimat<br>Konjungsi yang menjadi penghubung kalimat satu dengan kalimat lainnya. Misalnya seperti kata selanjutnya, sebelumnya, dan lain sebagainya.<br><br>5. Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)<br>Pada kaidah kebahasaan yang kelima, teks cerita sejarah banyak menggunakan konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kata yang menghubungkan sesuatu yang menyatakan sebab akibat. Berdasarkan letaknya, konjungsi kausalitas dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:<br><br>a. Intrakalimat<br>Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam satu kalimat, misalnya saja pada kata karena, sebab, dan lain seterusnya.<br><br>b. Antarkalimat<br>Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam dua kalimat, misalnya saja pada kata oleh sebab itu, oleh karena itu, maka dari itu, dan lain seterusnya.<br><br>6. Nomina<br>Pada kaidah kebahasaan yang keenam ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan nomina. Penggunaan nomina biasanya mengacu pada suatu nama, misalnya seperti nama orang, hewan, benda, atau bisa juga pada gagasan atau ide. Nomina sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:<br><br>a. Modifikatif (unsur inti+pewatas): Hari senin, bulan desember, dan lain sebagainya.<br><br><br>b. Koordinatif (semua inti): Hak kewajiban, tanah air, sandang pangan,dan lain sebagainya.<br><br>c. Apositif (keterangan): Raja Sriwijaya, Raden Wijaya, Soekarno, Soeharto, dan lain sebagainya.<br><br>7. Verba<br>Pada kaidah kebahasaan ketujuh ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan verba dalam menceritakan peristiwa yang pernah terjadi. Verba sendiri adalah kata yang menunjukkan tindakan, biasanya ditandai oleh imbuhan me-, di-, ber-, ter-, me-kan, ber-kan, di-kan, dan lain seterusnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:28:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659242101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wulan Suci Ramandhani (35)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659242102</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur Teks Cerita Sejarah<br>Teks cerita sejarah memiliki kesamaan struktur dengan novel dan cerpen, ketiganya termasuk ke dalam jenis cerita ulang. Struktur tersebut yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, evaluasi, dan koda.<br><br>1. Orientasi<br>Orientasi bisa disebut juga dengan bagian perkenalan karena pada tahap ini akan dimuat pengenalan tokoh, latar tempat, waktu, bahkan suasana, sudut pandang, dan hubungan dari para tokoh.<br><br>2. Pengungkapan peristiwa<br>Bagian ini menceritakan peristiwa atau kejadian awal yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, atau kesukaran yang menghadang tokoh, terutama tokoh utama.<br><br>3. Konflik (rising action)<br>Pada tahap rising action ini, penulis akan menunjukan konflik atau masalah yang mulai semakin rumit antartokoh.<br><br>4. Komplikasi (puncak masalah)<br>Komplikasi merupakan bagian yang paling mendebarkan, menghebohkan dan memuncak dari masalah. Di dalamnya berisi pertikaian atau peristiwa lainnya yang dihadapi oleh para tokohnya.<br><br>5. Resolusi (penyelesaian masalah)<br>Setelah pembaca dibuat heboh dengan memuncaknya konflik, tentu saja harus ada penyelesaian atau resolusi. Nah, di bagian inilah penulis menceritakan akhir dari suatu masalah atau tahap penyelesaian.&nbsp;<br><br>6. koda<br>Sobat, koda ini bersifat optional, nih! Jadi, tidak semua teks cerita sejarah memiliki koda, ya. Koda merupakan penutup dari sebuah novel yang berisikan komentar atau kesimpulan dari cerita tersebut.&nbsp;<br><br>Nilai nilai yang terdapat pada teks Sejarah<br><br>1. Nilai Moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh , hubungan antartokoh , dialog , dan lain - lain . &nbsp;<br><br>2. Nilai Sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat ( interaksi sosial antarmanusia ).&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan gambaran hubungan antar tokoh . &nbsp;<br><br>3. Nilai Religius&nbsp;<br>Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan simbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.&nbsp;<br>&nbsp;<br>4. Nilai Budaya&nbsp;<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat budaya, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat.&nbsp; Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran ada perasaan, bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa tertentu, dan kebiasaan yang berlaku di tempat para tokoh.<br><br>5. Nilai Pendidikan / Edukatif<br>Nilai pendidikan / edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku baik ke buruk ( pengajaran ) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan / pengajaran .&nbsp;<br><br>6. Nilai Ekonomi&nbsp;<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status / kondisi ekonomi, per dagangan, atau permasalahan ekonomi dala masyarakat.<br><br><br>C. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah<br>Pada bagian ini, Kamu akan dijelaskan tentang kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah. Kaidah kebahasaan sendiri dapat dipahami sebagai ciri bahasa dari sebuah teks. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:<br><br>1. Kata ganti orang ketiga<br>Pada kaidah kebahasaan yang pertama ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan kata ganti orang ketiga. Penulis dapat memposisikan diri sebagai pencerita dari peristiwa yang terjadi.<br><br>Kata ganti orang ketiga sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, dari kata ganti tunggal (ia, beliau, dia, dan -nya) dan kata ganti jamak (mereka). Selain kedua jenis kata ganti tersebut, kata ganti orang ketiga di dalam teks cerita sejarah juga dapat berupa nama orang atau nama tokoh.<br><br>2. Keterangan waktu (masa lampau)<br>Pada kaidah kebahasaan yang kedua ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan kata keterangan waktu. Keterangan waktu sendiri biasanya digunakan untuk memberikan keterangan tentang waktu atau kapan suatu peristiwa terjadi.<br><br>Dikarenakan teks cerita sejarah, maka keterangan waktunya cenderung menunjukan masa lampau. Contoh penggunaan keterangan waktu, yaitu: pada zaman, pada waktu, pada tahun, dan lain-lainnya.<br><br>3. Keterangan tempat<br>Pada kaidah kebahasaan yang ketiga ini, teks cerita sejarah menggunakan keterangan tempat. Keterangan tempat ini digunakan untuk memberikan keterangan yang menunjukkan dan menginformasikan lokasi atau tempat terjadinya peristiwa sejarah.<br><br>Keterangan waktu dapat ditandai dengan beberapa kata, misalnya di, ke, dan dari.<br><br>4. Konjungsi temporal (waktu)<br>Pada kaidah kebahasaan yang keempat ini, teks cerita sejarah menggunakan konjungsi temporal. Konjungsi temporal sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kata untuk menghubungkan sesuatu yang menandai waktu. Berdasarkan letaknya, konjungsi temporal dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:<br><br>a. Intrakalimat<br>Konjungsi yang terletak dalam satu kalimat. Misalnya seperti kata setelah, lalu, kemudian, dan lain seterusnya.<br><br>b. Antarkalimat<br>Konjungsi yang menjadi penghubung kalimat satu dengan kalimat lainnya. Misalnya seperti kata selanjutnya, sebelumnya, dan lain sebagainya.<br><br>5. Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)<br>Pada kaidah kebahasaan yang kelima, teks cerita sejarah banyak menggunakan konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kata yang menghubungkan sesuatu yang menyatakan sebab akibat. Berdasarkan letaknya, konjungsi kausalitas dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:<br><br>a. Intrakalimat<br>Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam satu kalimat, misalnya saja pada kata karena, sebab, dan lain seterusnya.<br><br>b. Antarkalimat<br>Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam dua kalimat, misalnya saja pada kata oleh sebab itu, oleh karena itu, maka dari itu, dan lain seterusnya.<br><br>6. Nomina<br>Pada kaidah kebahasaan yang keenam ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan nomina. Penggunaan nomina biasanya mengacu pada suatu nama, misalnya seperti nama orang, hewan, benda, atau bisa juga pada gagasan atau ide. Nomina sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:<br><br>a. Modifikatif (unsur inti+pewatas): Hari senin, bulan desember, dan lain sebagainya.<br><br><br>b. Koordinatif (semua inti): Hak kewajiban, tanah air, sandang pangan,dan lain sebagainya.<br><br>c. Apositif (keterangan): Raja Sriwijaya, Raden Wijaya, Soekarno, Soeharto, dan lain sebagainya.<br><br>7. Verba<br>Pada kaidah kebahasaan ketujuh ini, teks cerita sejarah banyak menggunakan verba dalam menceritakan peristiwa yang pernah terjadi. Verba sendiri adalah kata yang menunjukkan tindakan, biasanya ditandai oleh imbuhan me-, di-, ber-, ter-, me-kan, ber-kan, di-kan, dan lain seterusnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:28:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659242102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTAN LORENZA AUDYARTA (15)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659243078</link>
         <description><![CDATA[<div>1. STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH<br>&gt;Orientasi (eksposition) , orientasi seringkali disebut juga sebagai tahap pengenalan situasi cerita tahap ini berfungsi untuk memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada para pembaca.<br>&gt;Pengungkapan peristiwa , pada tahap pengungkapan peristiwa pengarang mulai menceritakan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah , kesukaran dan pertentangan yang dihadapi oleh para topengarang.<br>&gt;Peningkatan konflik (rising aktion) , pada tahap ini pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah-masalah yang dihadapi para tokoh novel tahap ini sering disebut sebagai rising conflict.<br>&gt;Puncak konflik (klimaks) , adalah bagian paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel pengarang juga akan menceritakan nasib tokohnya apakah tokoh novel yang berhasil atau gagal menyesuaikan masalah-masalahnya.<br>&gt;Penyelesaian (resolusi) , tahap ini adalah bagian akhir cerita pada tahap ini pengarang akan menjelaskan sikap atau nasib.<br>&gt;Kode , koda merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita.<br>2. NILAI-NILAI DALAM TEKS CERITA SEJARAH<br>&gt;Nilai moral&nbsp;<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai,budi pekerti atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya. Biasanya nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh hubungan antar tokoh dialog dan lain-lain.<br>&gt;Nilai sosial&nbsp;<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antar manusia). Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran hubungan antara tokoh.<br>&gt;Nilai religius<br>Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan simbol agama tertentu,kutipan atau dalil dari suatu kitab suci dan penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.<br>&gt;Nilai budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat,kebudayaan serta kebiasaan suatu masyarakat. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran adat istiadat,bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa tertentu dan kebiasaan yang berlaku di tempat para tokoh.<br>&gt;Nilai pendidikan/edukatif<br>Nilai pendidikan atau edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan atau pengajaran.<br>&gt;Nilai ekonomi<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status atau kondisi ekonomi,perdagangan atau permasalahan ekonomi dalam masyarakat.<br>3.ASPEK KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH<br>-menggunakan banyak kalimat makna lampau.<br>-menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis , temporal) seperti sejak saat itu , setelah itu , mula-mula dan kemudian.&nbsp;<br>-menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).<br>-menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya mengatakan bahwa,menceritakan tentang,menurut,mengungkapkan,menanyakan,menyatakan dan menuturkan.<br>-menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental) misalnya merasakan,menginginkan,mengharapkan,mendambakan, dan menganggap.<br>-menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("....") dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.<br>-menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh tempat atau suasana.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:30:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659243078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kayla Laura Ardita (17)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659243235</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Struktur Cerita Sejarah<br>1. orientasi (exposition)<br>Pendahuluan atau orientasi merupakan bagian pembuka teks cerita sejarah.<br>2. Pengungkapan peristiwa<br>Kedua, penjelasan, penggambaran dan cerita mengenai rekaman peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi. Pastinya, yang namanya peristiwa sangat erat kaitannya dengan narasi.<br>3. peningkatan konflik (rising action)<br>pada tahap peningkatan konflik, pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah masalah yang dihadapi para tokoh novel.<br>4. puncak konflik (klimaks)<br>puncak konflik atau klimaks adalah bagian paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel.<br>5. penyelesaian (resolusi)<br>ini adalah bagian akhir cerita. pada tahap ini pengarang akan menjelaskan nasib tokoh di novelnya setelah peristiwa puncak konflik yang baru saja dilalui para tokoh itu.<br>6. koda&nbsp;<br>koda merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita.<br><br>B. Nilai nilai yang terdapat pada teks cerita sejarah<br>1. Nilai Agama<br>Nilai agama adalah nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra dan berkaitan dengan kehidupan beragama manusia. Agama apapun, tidak disebutkan secara spesifik.<br>2. Nilai Budaya</div><div>Nilai budaya adalah nilai-nilai yang termuat dalam sebuah karya sastra dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat, peradaban, maupun kebudayaannya.<br>3. Nilai Estetis<br>Nilai estetis adalah nilai yang termuat pada teks cerita sejarah dan berkaitan dengan keindahan teknik yang digunakan oleh penulis dalam menyajikan ceritanya.<br>4. Nilai Moral atau Nilai Etik<br>Nilai moral adalah nilai yang termuat dalam teks cerita sejarah dan berkaitan dengan ajaran mengenai akhlak budi pekerti manusia dalam kehidupan sehari-hari.<br>5. Nilai Sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang termuat dalam teks cerita sejarah dan berkaitan dengan tata pergaulan antar individu dalam kehidupan masyarakat.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:30:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659243235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:rido diyah ayuk hidayah(28)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659248971</link>
         <description><![CDATA[<div>1.*Orientasi</div><div>Pada bagian orientasi di teks cerita sejarah, berisi pengenalan secara singkat tentang sejarah yang akan dibahas. Penulis bisa menjelaskan latar belakang, mulai dari waktu, tempat, dan asal mula terjadinya peristiwa tersebut.<br>&nbsp; *Urutan Peristiwa</div><div>Urutan peristiwa adalah rekaman peristiwa sejarah yang diceritakan dalam teks. Peristiwa yang ditulis harus benar-benar terjadi. Pada bagian ini, disampaikan dalam bentuk urutan kronologis, mulai dari pengungkapan peristiwa, konflik, puncak konflik atau komplikasi, dan penyelesaiannya.<br>&nbsp; *Reorientasi</div><div>Bagian terakhir adalah reorientasi yang berisi komentar dari penulis, membahas kembali isi dari peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat. Bagian reorientasi sebenarnya sifatnya opsional, bisa disajikan penulis atau bisa juga tidak disampaikan.<br><br>2.menjelaskan atau menceritakan tentang fakta atau kejadian masa lalu, yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.<br><br>3.*Nilai Agama</div><div>Nilai agama adalah nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra dan berkaitan dengan kehidupan beragama manusia. Agama apapun, tidak disebutkan secara spesifik.<br>&nbsp; &nbsp;*Nilai Budaya</div><div>Nilai budaya adalah nilai-nilai yang termuat dalam sebuah karya sastra dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat, peradaban, maupun kebudayaannya.<br>&nbsp; &nbsp;*Nilai Estetis</div><div>Nilai estetis adalah nilai yang termuat pada teks cerita sejarah dan berkaitan dengan keindahan teknik yang digunakan oleh penulis dalam menyajikan ceritanya. Nilai estetis ini bersifat relatif, sehingga keindahan yang dilihat oleh satu orang dengan orang lain dapat berbeda.<br>&nbsp; &nbsp;*Nilai Moral atau Nilai Etik</div><div>Nilai moral adalah nilai yang termuat dalam teks cerita sejarah dan berkaitan dengan ajaran mengenai akhlak budi pekerti manusia dalam kehidupan sehari-hari<br><br>4.*Kata ganti orang ketiga.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; *Keterangan waktu (masa lampau)<br>*Keterangan tempat<br>*Konjungsi temporal (waktu) *Konjungsi kausalitas (sebab-akibat) *Nomina.&nbsp;<br>*Verba.</div><div><br><br></div><div><br><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:40:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659248971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Elsa Agnesia Eka Saputri (10)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659254486</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerita sejarah adalah tulisan yang berisi cerita,kejadian,atau peristiwa yang benar-benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lalu.<br><br><br>Struktur teks cerita sejarah:<br>1. orientasi (exposition)<br>Sering disebut sebagai tahapan pengenalan situasi cerita tahap ini berfungsi untuk memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada para pembaca.<br>2. Pengungkapan peristiwa<br>Pada tahap pengungkapan peristiwa, pengarang mulai menceritakan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah kesukaran dan bertentangan yang dihadapi oleh para tokoh novel.<br>3. Peningkatan konflik (rising action)<br>Pada tahap ini pengarang mulai meningkatkan perhatian pembaca atas masalah-masalah yang dihadapi para tokoh novel. tapi ini sering disebut sebagai rising conflict.<br>4. Puncak konflik (klimaks)</div><div>Adalah bagian yang paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel pada tahap ini pengarang akan menceritakan nasib tokohnya apakah tokoh novelnya berhasil atau gagal menyelesaikan masalah-masalah.<br>5. Penyelesaian (resolusi)<br>Tahapan ini adalah bagian akhir cerita pada tahap ini pengarang akan menjelaskan sikap atau nasib di novelnya setelah peristiwa puncak konflik.<br>6. Koda&nbsp;<br>Merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita.<br><br><br>Nilai-nilai yang terdapat pada teks cerita sejarah:&nbsp;<br>1. Nilai moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya. biasanya nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh hubungan antar tokoh dialog dan lain-lain.<br>2. Nilai Sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antar manusia) biasanya nilai ini dapat dicapai dengan penggambaran hubungan antara tokoh.<br>3. Nilai Religius<br>Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan simbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.<br>4. Nilai Budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran adat istiadat, bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa tertentu, dan kebiasaan yang berlaku di tempat para tokoh.<br>5. Nilai Pendidikan/Edukatif<br>Nilai Pendidikan/Edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan atau pengajaran.<br>6. Nilai Ekonomi<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status/kondisi ekonomi, perdagangan, atau permasalahan ekonomi dalam masyarakat.&nbsp;<br><br><br>Menganalisis Kebahasaan Cerita Sejarah:<br>1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.<br>2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal) seperti sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, dan kemudian.<br>3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)<br>4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. misalnya, mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, dan menuturkan.<br>5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental) misalnya, merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan dan menganggap.<br>6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("...") dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.<br>7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat atau suasana.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:49:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659254486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: selgi nadjwa aditya (31)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659254824</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerita sejarah adalah tulisan yang berisi cerita,kejadian,atau peristiwa yang benar benar pernah atau berlangsungnya dimasalalu.<br>Struktur teks cerita sejarah :<br>&gt;orientasi(exposition)<br>Sering kali disebut juga sebagai tahap pengenalan situasi cerita.tahap ini berfungsi untuk memberikan gambaran dan konteks cerita dalam novel kepada para pembaca.<br>&gt;pengunkapan peristiwa<br>Pada tahap pengungkapan peristiwa,pengarang mulai menceritakan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah,kesukaran,dan pertentangan yang dihadapi oleh para tokoh novel.<br>&gt;peningkatan konflik(rising aktion)<br>Pada tahap ini,pengarang mulai meningkatakan perhatian pembaca atas masalah masalah yang dihadapi para tokoh novel.<br>&gt;puncak konflik (klimaks)<br>Adalah bagian paling seru dan mendebarkan dalam sebuah novel.pengarang juga akan menceritakan nasib tokohnya.<br>&gt;penyelesaian (resolusi)&nbsp;<br>Tahapan ini adalah bagian akhir cerita pada tahap ini pengarang akan menjelaskan sikap/nasib.<br>&gt;koda<br>Merupakan bagian akhir novel yang berisi komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita.<br><br>2.NILAI NILAI DALAM TEKS CERITA SEJARAH<br>&gt;Nilai moral&nbsp;<br>Adalah nilai yang berhubungan dengan perangai,budi pekerti,atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya.biasanya nilai ini dapar diketahui melalui deskirpsi tokoh,hubungan antartokoh,dialog,dll<br>&gt;Nilai sosial<br>Adalah nilai yanh berhubungan dengan masalah sosial dan hubunhan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antarmanusia).<br>&gt;Nilai religius<br>Adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu.<br>&gt;Nilai budaya<br>Adalah yang berhubungan dengan adat istiadat,kebudayaan,serta kebiasaan suatu masyarakat.<br>&gt;Nilai pendidikan/edukatif&nbsp;<br>Adalah nilai yang berhubungan dengan perubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran)atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan/pengajaran.<br>&gt;Nilai ekonomi<br>Adalah nilai yang berhubungan dengan status/kondisi ekonomi,perdagangan,atau ekonomi dalam masyarakat.<br><br>3.ASPEK KEBAHASAN YANG TERDAPAT PADA TEKS CERITA SEJARAH<br>&gt;Menggunakan banyak kalimat bermaksna lampau.<br>&gt;Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu(konjungsi kronologis,temporal),seperti sejak saat itu,setelah itu,mula mula,dan kemudian.<br>&gt;Menggunkan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).<br>&gt;Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang.<br>&gt;Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh(kata kerja mental).<br>&gt;Menggunakan banyak dialog.<br>&gt;Menggunakan kata kata sifat(descriptibe language).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-10 06:50:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2659254824</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2662388288</link>
         <description><![CDATA[<div>Ghossan ann ab (14)<br>Struktur: orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, resolusi, koda<br><br>Nilai nilai:<br><br>1.nilai moral<br>Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangakai budi pekerti atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya<br>2.nilai sosial<br>Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat<br>3.nilai religius<br>Viral religius adalah nilai yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama&nbsp;<br>4.nilai budaya<br>Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan adat istiadat maupun kebudayaan<br>5.nilai pendidikan/edukatif<br>Nilai pendidikan atau edukatif adalah nilai yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk<br>6.nilai ekonomi<br>Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan status atau kondisi ekonomi&nbsp;<br><br>Aspek kebahasaan:<br><br>1. menggunakan kalimat bermakna lampau<br>2. menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu<br>3. menggunakan kalimat tak langsung<br>4. menggunakan kata kerja (verba) mental<br>5. menggunakan kata kerja (verba)&nbsp;<br>material</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-15 12:48:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisolchan368/Bookmarks/wish/2662388288</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
