<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>&amp;quot;Tarian Bumi&amp;quot;, halaman 1-21 by Link</title>
      <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi</link>
      <description>Tuliskan kutipan ( 3-5 baris)  yang penting pada bagian ini dan jelaskan maknanya. Mengapa kutipan tersebut berkesan bagimu.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2016-01-18 03:28:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2016-01-21 05:19:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.storage.googleapis.com/portrait/brainstorm.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Jason</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389241</link>
         <description><![CDATA[<p>"Pikiran-pikiran Luh Sadri terus berputar. Tak tahan mendengar dan melihat lelaki yang diam-diam dicintainya memuji-muji perempuan lain. Sialnya, perempuan itu asalah Telaga!" (Hal 9)</p><p>Hal tersebut membuat Luh Sadri semakin marah dengan Telaga karena laki-laki yang dia suka juga menyukai Telaga.</p><p>Saya tertarik dengan kutipan tersebut karena memberi kemungkinan bahwa konflik antara Telaga dan Luh Sadri akan semakin parah yang bisa menjadi suatu peristiwa yang penting dalam cerita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:26:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Clarissa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389244</link>
         <description><![CDATA[<p>"Perempuan itu mungkin perwujudan dari rasa iriku pada Telaga. Luh Sadri bergumam pada dirinya sendiri. Ya. Sadri memang sering iri pada Telaga, karena perempuan itu memiliki seluruh kecantikan para perempuan di desa." - Hal 6, paragraf 1-2</p><p>Kutipan ini menjelaskan bahwa karakteristik tokoh Sadri adalah orang yang gampang iri, ini bisa dilihat dari kebenciannya ia mempunyai kepada Telaga karena ia adalah orang Brahmana yang sangat baik dan cantik. Walaupun Telaga selalu diam-diam datang dengan banguan, Sadri tetap merasa kebenciannya kepadanya dan ketidak sukaannya selalu meningkat jika Telaga memberi kebantuan padanya. </p><p>Kutipan tersebut menarik karena dalam 1-2 barisan kata ini bisa memberitahukan karakteristik tokoh utama di Tarian Bumi. Pembaca bisa mengenali tokohnya lebih baik dengan deskripsi perasaan karakternya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zeita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389245</link>
         <description><![CDATA[<p>"Perempuan itu selalu berhadapan dengan beragam masalah besar. Luka luka yang tidak akan pernah kering. Tidak semudah itu menilai manusia, Sadri. Tidak sesederhana itu." (Hal. 5)</p><p>Kutipan tersebut menjelaskan bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari satu sisi saja, terkadang segala sesuatu tidak seperti kelihatannya. Seperti contoh di buku ini, seseorang yang kita lihat bahagia dan memiliki segalanya tidak berarti mereka benar-benar bahagia. Mereka bisa saja mempunyai suatu masalah yang kita tidak ketahui.&nbsp;</p><p>Saya tertarik dengan kutipan ini karena kutipan tersebut berkaitan dengan kehidupan nyata. Amanat kutipan tersebut dapat kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak boleh asal menghakimi seseorang tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miriam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389253</link>
         <description><![CDATA[<p>Kutipan: "Kejadian yang paling menjijikkan dan terus akan diingat Telaga adalah ketololan paling aneh dari seorang laki-laki yang tidak pernah bisa menyalahkan dirinya sendiri." (hal.11)</p><p>Penjelasan: Di kutipan ini bisa dilihat bahwa Telaga akan selalu mengingat ketololan yang dibuat oleh laki- laki yang hanya bisa menyalahkan orang lain hanya untuk menutup ketololan yang dibuatnya itu. <br></p><p>Alasan: Saya memilik kutipan tersebut karena menurut saya memang benar bahwa kebanyakan laki-laki hanya bisa menyalahkan orang lain hanya untuk menutup ketololan yang dibuat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gaby</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389277</link>
         <description><![CDATA[<p>kutipan : "Perempuan griya itu benar-benar baik. Tapi semakin kebaikan Telaga itu dipikirkan, kebencian Sadri justru makin menumpuk." </p><p>Kutipan itu menjelaskan tentang perasaan Luh Sadri terhadap Telaga. Luh Sadri selalu merasa iri terhadap Telaga karena fisiknya dan kebaikannya yaitu yang bisa dilihat dari kutipan ini. </p><p>Yang menarik dari kutipan ini yang saya temukan adalah cara Luh Sadri mengekspresikan perasaan dengkinya kepada Telaga yang telah berbuat baik kepada kakaknya. Seharusnya Luh Sadri lebih bijak dan belajar untuk berterimakasih atas kebaikan Telaga, bukan malah benci kepadanya.</p><p>Kebencian Luh Sadri kepada Telaga juga dapat menunjukan betapa beruntungnya Telaga dimata orang-orang Sudra.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cynt</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389279</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cynthia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389284</link>
         <description><![CDATA[<p>" Telaga  mencoba paham. Luka Nenek telah ditanam di dada kanannya. Luka itu memiliki makna sendiri. Dan warna luka itu semakin jelas ketika Ayah, anak laki-laki satu- satunya milik Nenek, ditemukan mati di tempat pelacuran. Mulutnya berbau arak." (Hal 20)</p><p>Kutipan ini menjelaskan mengenai luka- luka batin yang tertanam di dalam diri Nenek. Luka- luka ini dimulai dengan perubahan sifat dari suaminya, ditambah lagi dengan pernikahan anaknya dengan perempuan sudra dan sebagai pelengkap, anak laki- laki satu-satunya ditemukan meninggal di tempat pelacuran</p><p>Saya memilih kutipan tersebut karena kutipan tersebut menjelaskan sisi lain dari nenek. Pada awalnya, nenek terlihat sebagai perempuan bangsawan yang 'sempurna' namun pada kenyataanya, nemek menyimpan luka batin yang sangat menyakitkan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Darren</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389286</link>
         <description><![CDATA[<p>"Alangkah beruntungnya perempuan itu. Sudah bangsawan, kaya, cantik lagi. Dewa-dewa benar-benar pilih kasih" halaman 4-5</p><p>Kutipan ini menarik karena menurut saya ini sangat mencerminkan kepribadian manusia yang suka merasa iri dan cemburu dengan orang lain karena merasa lebih kecil dan tidak seberuntung orang lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:27:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dylan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389294</link>
         <description><![CDATA[<p>"Karena dia seorang putri Brahmana, maka para dewa memberinya taksu, kekuatan dari dalam yang tidak bisa dilihat mata telanjang."  (Hal 4)</p><p>Kutipan ini menjelaskan bahwa kasta Brahmana adalah kasta yang sangat kuat, Karena semua orang berpikir bahwa orang Brahmana memiliki kekuatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. </p><p>Kutipan tersebut menarik karena ini menjelaskan bahwa semua orang menghormati kasta Brahmana, dan berpikir bahwa mereka adalah kasta yang paling kuat karena mereka diberi kekuatan, yang berarti mereka disukai oleh para dewa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:28:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mika</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389295</link>
         <description><![CDATA[<p>Tangannya mencubit pantat perempuan di depannya. Perempuan muda di depannya melotot. Para lelaki itu tidak peduli, pura-pura merasa tidak salah.</p><p>Ini mencolok bagi para membaca mengenai perilaku laki-laki di dalam cerita. (Hal</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:28:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389342</link>
         <description><![CDATA[<p>"Apakah yang sesungguhnya terjadi dengan Nenek? Benarkah cerita-cerita burung yang didengarnya bahwa Nenek sangat menderita?" (Pikiran Telaga, hal. 18</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:29:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389344</link>
         <description><![CDATA[<p>"Apakah yang sesungguhnya terjadi dengan Nenek? Benarkah cerita-cerita burung yang didengarnya bahwa Nenek sangat menderita?" (Pikiran Telaga, hal. 18)</p><p>Ini memberitahu para pembaca bahwa ada sesuatu yang lebih dari Nenek yang kami belom mengetahui, sebuah alasan untuk mengapa dia sangat keras.</p><p>Ini menarick perhatian karena</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:29:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leandra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389345</link>
         <description><![CDATA[<p>"Kalau Ayah pulang dalam kondisi mabuk atau luka-luka parah habis dikeroyok, Nenek selalu memasang wajah keras dan sangat tidak bersahabat pada Ibu." -halaman 14</p><p>Penjelasan:</p><p>Di kutipan ini kita bisa melihat bahwa Nenek sangat tidak menyukai Ibu Telaga, dan dia juga menyalahkan semua perilaku anaknya kepada Ibu Telaga. Dan Ayah Telaga pun tidak mencobai untuk memperbaiki sikapnya, dia hanya menghibur diri sendirinya saja dan tidak peduli dengan orang yang di sekitarnya.</p><p>Alasan:</p><p>Saya memilih kutipan ini karena di sinilah kita dapat melihat kondisi/situasi hubungan antar suam, istri dan ibu, dan juga perasaanya terhadap sesama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:29:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Xavery</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389346</link>
         <description><![CDATA[<p>"Sadri sangat menyukai mata laki-laki itu. Dingin. Sering terlihat sinis dan tanpa perasaan. Entah mengapa, setiap berdeketan atau mendengar suaranya saja tubuh Sadri berair. Sebuah ombak yang sangat besar menggelamkan tubuhnya. Sadri sangat menikmati tetesan impian-impian itu." hal.8</p><p>Kutipan ini menjelaskan bahwa Luh Sadri sangat menyukai laki-laki yang bernama Putu Sarma. Dan maksud "Sebuah ombak yang sangat besar menggelamkan tubuhnya" itu adalah kalau Putu Sarma sedang berdeketan dengan Luh Sadri, Luh Sadri selalu merasa malu dan Ia ingin bersama Putu Sarma walaupun Sadri adalah Sudra dan Putu Sarma adalah Brahmana. </p><p>Kutipan yang saya pilih itu cukup menarik karena ada kemungkinan di bab berikutnya, Luh Sadri bisa mempunyai kesempatan untuk menjadi bersama Putu Sarma. Metafor yang di pakai oleh penulis itu sangat baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:29:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389346</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shabrina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389347</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:29:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loreta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389364</link>
         <description><![CDATA[<p>"Bagi Telaga, ada atau tidak ada Ayah tak ada bedanya. Laki - laki itu memang tidak pernah memiliki tempat khusus dalam kehidupan Telaga. Telaga bahkan tidak pernah mengenalnya." </p><p>Dari kutipan tersebut kita bisa lihat jelas bahwa Telaga tidak pernah mempunyai hubungan dengan ayahnya karena itu saat ayahnya ditemukan mati Telaga tidak merasa sedikit terpengaruh. Dari kecil Telaga tidak mengenal sosok ayahya untuk merasakan kasih sayang seorang ayah. Jadi saat ayahnya meninggal, Telaga tidak marasa kehilangan. </p><p>Saya memilih kutipan ini karena dari kutipan ini kita bisa melihat hubungan antara Telaga dan keluarganya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:30:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389371</link>
         <description><![CDATA[<p>"Apakah yang sesungguhnya terjadi dengan Nenek? Benarkah cerita-cerita burung yang didengarnya bahwa Nenek sangat menderita?" (Pikiran Telaga, hal. 18)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:30:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mellita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389374</link>
         <description><![CDATA[<p>"Kekecewaan Nenek semakin sempurna ketika anak laki-laki semata wayangnya justru terpikat pada Ibu, Luh Sekar, perempuan Sudra. Perempuan tua itu merasa semakin tidak memiliki harga diri. Dia merasa telah kehilangan seluruh impiannya." </p><p>Penjelasan:</p><p>Kutipan tersebut menjelaskan bahwa karena nenek adalah seorang Brahmana ia menginginkan anaknya untuk menikah dengan seorang Brahmana juga namun cita-citanya tidak terwujub ketika anaknya menikahi seorang Sudra.</p><p>Alasan:</p><p>Saya memilih kutipan tersebut karena nenek mempunyai impian yang tidak akan pernah terwujub dan karena itu saya merasa kasihan terhadapnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:30:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389374</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389397</link>
         <description><![CDATA[<p>"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:30:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Calvin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389416</link>
         <description><![CDATA[<p>"Sejak kematian Ayah,Nenek tidak pernah lagi memaki-maki ibu. Perempuan itu lebih banyak duduk di kursi goyangnya sambil membuat beberapa alat perlengkapan upacara"</p><p>Kutipan ini menjelaskan bahwa anak nenek sudah pergi iya mengaktakan makin cepat lebih baik. Nenek tidak mencintai anak nya tetapi sudah waktu untuk melepaskan </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:31:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelvin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389433</link>
         <description><![CDATA[<p>"Nenek merasa sangat bersalah. Dia selalu menempatkan dirinya sebagai perempuan terhomat, karena berkat dirinyalah kakek bisa mendapatkan jabatan seperti saat ini" (Hal 16)</p><p>Penjelasan: </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:31:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389433</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389658</link>
         <description><![CDATA[<p>Tangannya mencubit pantat perem</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389658</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389664</link>
         <description><![CDATA[<p>"Tangannya mencubit pantat perempuan di depannya. Perempuan muda di depannya melotot</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:35:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389664</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389686</link>
         <description><![CDATA[<p>"Tangannya mencubit pantat perempuan di depannya. Perempuan muda di depannya melotot. Para lelaki</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389686</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389690</link>
         <description><![CDATA[<p>"Tangannya mencubit pantat perempuan di depannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:35:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389690</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389691</link>
         <description><![CDATA[<p>"Tangannya mencubit pantat perempuan di depannya. Perempuan muda di depannya melotot. Para lelaki itu tidak peduli, pura-pura merasa tidak bersalah."</p><p>Ini mencolok bagi pembaca mengenai kekurang ajarnya laki-laki di ceritanya tersebut. Ini juga bisa menjadi konflik </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:35:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelvin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389841</link>
         <description><![CDATA[<p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">"Nenek merasa sangat bersalah. Dia selalu menempatkan dirinya sebagai perempuan terhomat, karena berkat dirinyalah kakek bisa mendapatkan jabatan seperti saat ini"</span><br></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">Dari kutipan ini kita bisa melihat kakek menemukan dimana dia berada karena nenek</span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:38:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tening</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389935</link>
         <description><![CDATA[<p>"Perempuan Bali itu, Luh, perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkan keluhan. Mereka lebih memilih berpeluh...". &nbsp;</p><p>Kutipan tersebut menunjukan status wanita Bali yang telah diajarkan untuk menjadi orang yang pasrah, tidak mengeluh terhadap masalah apa pun. <br></p><p>Kutipan ini menarik karena ini merupakan sebuah cerminan keadaan hidup perempuan Bali yang diajarkan untuk menyimpan suaranya,  sehingga derita mereka tidak terdengar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-21 04:39:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alingbinus/tarianbumi/wish/90389935</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
