<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>perlawanan rakyat Kaliman by Chusnul Sya&#39;adah</title>
      <link>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-17 16:40:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-17 16:53:37 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SEKILAS PEDANG </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301091275</link>
         <description><![CDATA[<div>perlawanan rakyat Kalimantan berlangsung hampir selama setengah abad. Jenis perlawanannya pun terbagi menjadi dua corak, yakni ofensif (menyerang) dan defensif (bertahan).<br><br>Pertempuran ini berlangsung pada tahun 1859 karena Belanda ikut campur tangan terhadap pengangkatan raja di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini pun ditentang oleh masyarakat dan juga bangsawan hingga menyebabkan perselisihan.<br><br>Diketahui, Belanda mengangkat pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Padahal, di sisi lain ada pangeran Hidayat yang dinilai lebih berhak namun hanya ditunjuk sebagai Mangkubumi sehingga memicu kemarahan rakyat untuk menyerang</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810423942/7436a02d956f104cb35ede6ad1d19b34/IMG_20220917_WA0110.jpg" />
         <pubDate>2022-09-17 16:44:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301091275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LATAR BELAKANG </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301091769</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat untuk melawan penjajahan bangsa barat di Indonesia terjadi di berbagai daerah. Salah satu diantaranya adalah daerah Kalimantan. Salah satu tokoh pejuang Kalimantan adalah pangeran Antasari. Pangeran Antasari merupakan salah satu pahlawan nasional yang berjuang melawan penjajahan Belanda dari tanah kelahirannya. Dia merupakan tokoh perang Banjar yang berlangsung pada 1859-1905. Adapun latar belakang adanya perlawanan rakyat di kalimantan adalah :<br>1. Monopoli perdagangan Belanda di Kalimantan yang merugikan pedagang pribumi.<br>2. Intervensi Belanda yang ikut campur dalam urusan keluarga kerajaan.<br>3. Keinginan Belanda menguasai Kalimantan yang kaya akan hasil tambang, seperti batu bara.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:45:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301091769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JALANYA PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301094235</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan terhadap pendudukan Jepang dipimpin oleh Pang Suma, seroang kepala suku Dayak. Pang Suma memiliki pengaruh yang besar di kalangan orang-orang&nbsp; atau suku-suku di daerah Tayan, Meliau, dan sekitarnya. Perlawanan rakyat Kalimantan tersebut dilatarbelakangi oleh penindasan yang dilakukan oleh militer Jepang terhadap penduduk asli Kalimantan, dalam hal ini suku Dayak. Perlawanan Pang Suma berlangsung dari tahun 1944-1945 dan berlangsung di hutan belantara Kalimantan. Pada awalnya perlawanan Pang Suma mampu merepotkan pasukan Jepang karena medan dan kondisi geografis yang menguntungkan bagi masyarakat Kalimantan. Namun perlawanan Pang Suma harus mengalami kegagalan setelah Pang Suma tertembak oleh militer Jepang pada 17 Juli 1945.&nbsp;<br><br>Dengan demikian, perlawanan rakyat Kalimantan tersebut dilatarbelakangi oleh penindasan yang dilakukan oleh militer Jepang dan dipimpin oleh Pang Suma.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:50:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301094235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AKHIR PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301096951</link>
         <description><![CDATA[<div>Karena romusha yang diterapkan oleh Jepang, banyak yang mati karena perusahaan perkayuan ini. Pada tanggal 13 Mei 1945, anak perempuan Pang Linggan (seorang tokoh masyarakat Dayak Desa) dari pekerja paksa pemotong kayu di Labea Sikucing di daerah Mendawak, sekarang di Tayan Hilir, akan dikawini oleh seorang mandor Jepang yang bernama Osaki. Perkawinan ini dilarang oleh ayahnya, Pang Linggan. Sesudah kejadian ini, maka dilaporkanlah kejadian-kejadian ini kepada Pang Dadan, tumenggung kampung tersebut sambil menyiapkan strategi untuk bersiap-siap sambil bermufakat, akan menyerang Osaki, tetapi Osaki tewas tanpa perlawanan. Hal ini menyebabkan pertempuran pecah di perusahaan kayu, suku-suku Dayak dari Ketapang, hingga Sekadau berkumpul berkenaan panggilan dari mangkok merah. Semenjak 17 Juli-31 Agustus 1945, Meliau dikuasai oleh Jepang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:53:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/okbkx735re1b411r/wish/2301096951</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
