<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Cerita (Cerdas Literasi Bersama di Rumah by MUTRIKAH MUTRIKAH</title>
      <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-17 10:35:21 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-20 12:23:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Mutrikah</title>
         <author>mutrikahspd34</author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220448219</link>
         <description><![CDATA[<p>Silakan anak-anak tuliskan apa yang sudah anak-anak pahami dari cerita tersebut dan tuliskan di link ini dgn mengeklik tanda + dibawah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 10:47:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220448219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helio anak yang hebat dia bercita cita menjadi dokter, walaupun ayah dan ibunya telah tiada Helio tetap semangat belajar hingga apa yang dia cita citakan terwujud ,Helio sangat beruntung mempunyai paman dan bibi yang sangat sayang padanya,beliau selalu mendukung Helio untuk mengejar mimpinya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220516537</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 12:46:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220516537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rezza Angga saputra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220519711</link>
         <description><![CDATA[<p>Hidupku banyak pelajaran yang aku dapat seperti dalam menekuni suatu hal kita harus mencoba,berani dan memiliki niat tetapi itu saja tidak cukup kita juga harus tekun belajar dan sebagian nya.kita tak bisa selalu mengandalkan orang lain dalam hidup ini.kadang kita harus mengandalkan diri sendiri tanpa campur tangan orang lain.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 12:51:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220519711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEJARLAH MIMPI MIMPI MU SETINGGI LANGIT...-NADIN ABSEN 20 VIIB-</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220520539</link>
         <description><![CDATA[<p>Kategori naskah yaitu Cerpen              ( aku dan mimpi ku) </p><p>Isi cerita:</p><p>Ada seorang laki² yang bernama helio yang mempunyai mimpi dari kecil  untuk menjadi seorang dokter ia sudah tidak mempunyai orangtua  , karena dulu ayahnya tidak bisa menggapai mimpi nya yang sama seperti helio ayah helio sangat mendukungnya untuk menjadi dokter , helio sedari kecil sudah sering mengikuti Olimpiade/lomba untuk tujuan mendapatkan beasiswa dengan perjuangan yang banyak akhirnya hlio  mendapatkan beasiswa  di Fakultas kedokteran kita harus mau mencoba, berani, dan memiliki niat untuk hal atau capaian yang kita inginkan untuk membanggakan ke 2 orangtua kita yang sudah meninggal ataupun belum</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 12:52:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220520539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Rizki setia nugraha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220536887</link>
         <description><![CDATA[<p>Helio seorang remaja yang ingin menjadi seorang dokter ,menjadi dokter bukan hal yang  mudah pintar saja tidak cukup tapi harus berusahan dan pantang menyerah  ,helio termenung karena orang tua nya sudah tiada ia harus tingal sama paman , paman pun meberi semangat ke pada helio agar tidak pantang menyerah </p><p>1 tahun kemudian helio masuk kuliah kedokteran dengan beasiswa ia dapat juara 1 divolimpiade ,hari ini helio ingin pergi ke makam karena libur kuliah ia pun sudah rindu ke pada kedua orang tua nya </p><p>Kesimpulannya kita harus bersemangat dan tidak pantang menyerah dalam meraih cita cita walaupun banyak rintangan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 13:18:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220536887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pasya Mahardika Raharja</title>
         <author>fabrizioajah1234</author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220547718</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang anak bernama Helio yang mempunyai mimpi sama dengan ayahnya ingin menjadi dokter.tapi sebelum terwujud mimpinya ayah dan ibunnya meninggal.kemudian ia tinggal dengan paman dan bibinya yang baik.ia bertekad untuk tetap mewujudkan cita-cita orang tuanya.dengan  cara belajar tekun, untuk memperoleh biasiswa kejenjang kuliahy.dan akhiry mimpi itu terwujud dan berhasil masuk kuliah  di universitas kedokteran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 13:33:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220547718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA DIAZ KUMORO DJATI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220578287</link>
         <description><![CDATA[<p>Helio seorang remaja yang ingin menjadi dokter,menjadi dokter bukan hal yang mudah, pintar saja tidak cukup tapi harus berusaha dan pantang menyerah ,Helio termenung karena orang tuanya sudah tiada ia harus tinggal sama paman,paman pun memberi semangat kepada Helio agar tidak pantang menyerah,1 tahun kemudian Helio masuk kuliah kedokteran dengan beasiswa ia dapat juara 1 di volimpiade,hari ini Helio ingin pergi ke makam karena libur kuliah ia pun sudah rindu kepada kedua orangtuanya kesimpulannya kita harus bersemangat dan tidak pantang menyerah dalam meraih cita-cita walaupun banyak rintangan</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 14:16:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220578287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝙧𝙚𝙫𝙖𝙣</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220748744</link>
         <description><![CDATA[<p>Pagi ini mentari bersinar dengan terik, menandakan hari sudah siang. </p><p>Remaja tanggung itu bergegas beranjak dari kasurnya setelah sepanjang malam </p><p>diisi dengan mimpi yang ia harapkan jadi kenyataan. Helio, seorang remaja yang </p><p>kini duduk di bangku kelas 12, sedari kecil memiliki mimpi untuk menjadi seorang </p><p>dokter.</p><p>Ayah selalu menjadi pendukung terbesarku tentang mimpi ini, ayah pernah </p><p>bercerita bahwa dulu ayah juga memiliki mimpi yang sama seperti diriku, tapi </p><p>karena kondisi finansial dan faktor lainnya, ayah tidak bisa menggapai mimpinya, </p><p>itulah mengapa ayah sangat mendukungku. Beliau pasti ingin yang terbaik untuk </p><p>buah hatinya, tak ingin kegagalan itu terulang kembali.</p><p>Menjadi dokter bukanlah suatu hal yang mudah untuk digapai, pintar saja </p><p>tidak cukup, tapi yang paling penting, mau berusaha dan pantang menyerah, soal </p><p>kepintaran belakangan dulu, yang penting niat dan mau mencobanya ada, pasti </p><p>bisa, kata-kata motivasi dari ayah jika aku mulai putus asa dengan mimpiku.</p><p>Suatu malam kala berbaring di sofa ruang tamu, tiba-tiba teringat akan </p><p>janjiku pada Luna, kami akan belajar bersama di perpustakaan sepulang sekolah </p><p>besok untuk persiapan olimpiade.</p><p>Aku sedari dulu sering mengikuti berbagai olimpiade atau lomba, tujuanku </p><p>agar bisa dijadikan bekal untuk mendapatkan beasiswa. Namun satu sisi aku </p><p>mengkhawatirkan kondiri rumah kami yang kini semakin memburuk semenjak </p><p>kepergian bunda dan disusul oleh ayah beberapa bulan yang lalu. Hati ini sangat </p><p>terpukul saat kepergian ayah. Sekarang aku tinggal bersama pamanku.</p><p>“Kringggg…kringgg”</p><p>Terdengar bunyi bel, menandakan berakhirnya jam sekolah, aku langsung </p><p>bergegas untuk mengemas barang-barangku dan bergegas ke perpustakaan. </p><p>Sesampainya di sana, atmosfer perpustakaan sunyi, tenang, suasana yang cocok </p><p>untuk belajar. Aku menyimpan tas dan sambil menunggu kedatangan Luna, aku </p><p>sambil mencari buku-buku untuk dibaca.Aku mendengar suara pintu berderit, aku menoleh, ternyata orang yang </p><p>membuka pintu itu adalah Luna.</p><p>“Hai Helio, maaf aku terlambat, karena tadi kumpulan soal - soal olymku </p><p>mendadak hilang dari tasku, eh ternyata ibu menyimpannya di laci meja belajarku”.</p><p>Ucapnya dengan samar karena perpustakaan memiliki peraturan tidak boleh berisik </p><p>saat berada di dalam.</p><p>“Iya tidak apa-apa, ayo kita mulai.”</p><p>Aku menolehkan kepalaku ke arah jendela, dan melihat langit senja yang </p><p>mulai kelabu, sinar senja menyinari kulitku dengan hangat membuatku </p><p>mengalihkan perhatian pada jam di dinding yang berbunyi mengisi sunyinya </p><p>ruangan itu. Waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, tak terasa sudah 3 jam berlalu.</p><p>“Sepertinya sudah cukup untuk hari ini, matahari sudah mulai terbenam.”</p><p>Ujarku.</p><p>“Ah iya, tunggu sebentar aku akan mengemasi barang-barangku, ucap Luna </p><p>yang tak sadar karena terlalu asik dengan dunianya sendiri.</p><p>Ting!</p><p>Tiba-tiba ponsel Luna berbunyi, aku melihat notif nya sekilas, berasal dari</p><p>ibunya, segera aku menyuruh Luna untuk mengecek pesan itu.</p><p>Ternyata ibu Luna meneruskan sebuah pesan yang berisikan “Selamat anda </p><p>mendapatkan uang sebesar 500 ujta rupiah. </p><p>Claim hadiah ini dengan mengirimkan seluruh data diri anda!” dan </p><p>menanyakan apakah itu benar atau salah.</p><p>Zaman sekarang, kita harus kritis dalam menerima berita, pesan aneh atau </p><p>sebagainya. Kita harus cek kebenaran dibalik berita atau pesan tersebut agar tidak </p><p>termakan hoaks atau pun terjadi penipuan seperti yang di alami oleh Ibu Luna.</p><p>“Ada-ada aja zaman sekarang penipuannya.” Keluhnya</p><p>Aku hanya menanggapinya dengan terkekeh, kami pun beranjak pergi dari </p><p>tempat duduk dan menuju halte sembari menunggu jemputan.Matahari hampir terbenam, angin sore seakan menusuk-nusuk kulitku, Luna </p><p>sudah lebih dulu dijemput. Aku tiba-tiba terpikir, aku harus bisa hidup tanpa </p><p>bantuan orang lain, aku sedikit lagi akan kuliah apalagi kelulusan sisa beberapa </p><p>bulan lagi, mungkin aku akan berbicara pada paman setelah sampai di rumah.</p><p>Sesampainya aku dan paman di rumah, aku langsung menanyakan paman.</p><p>“Paman, apakah paman mempunyai waktu sebentar saja untuk berbicara?” </p><p>Tanyaku.</p><p>“Iya Helio, apa yang ingin dibicarakan?” Tanya paman.</p><p>“Ini tentang kuliahku nanti.” </p><p>“Jangan khawatir, paman akan membiayaimu untuk masuk perguruan </p><p>tinggi. Paman ingin kamu bisa meraih cita-citamu, tapi kamu harus bisa belajar </p><p>hidup mandiri dari sekarang, dunia perkuliahan itu berat, dan mungkin paman akan </p><p>mengirimmu untuk kuliah di luar kota, jauh dari pantauan paman,” Ucap paman </p><p>sambil tersenyum hangat dan mengelus kepalaku.</p><p>Aku tak bisa berkata-kata lagi selain mendekap erat pamanku.</p><p>Matahari telah terbit dari ufuk timur, sinarnya masuk melalui celah-celah </p><p>jendela, kicauan burung menghiasi asrinya pagi itu, seakan mengajakku untuk </p><p>beranjak dari tempat tidur dan segera bergegas untuk pergi ke sekolah. Hari ini bu </p><p>Gina memberikan tugas kelompok bersama Luna, Adriella, River, Harid dan Ethan </p><p>untuk meneliti dan membuat laporan yang akan dikumpulkan pada minggu depan.</p><p>“Jadi aku, Luna, dan River akan mengerjakan penelitian dan Adriella, Harid </p><p>dan Ethan akan mengerjakan bagian laporan.” Selaku ketua kelompok, aku yang </p><p>membagi tugas agar dapat terlaksana dengan baik dan cepat.</p><p>“Siap!” Ucap Luna, Adriella, River, Harid dan Ethan serentak.</p><p>“Nanti kita akan mengerjakan laporan dimana?” Tanya Adriella agar tidak </p><p>bingung lagi.</p><p>“Di rumahku saja, kebetulan orang tuaku sedang keluar kota untuk urusan </p><p>pekerjaan.” Ucap Ethan.</p><p>Aku merespon Ethan dengan jempol dan senyuman di wajahku.“Ah! Akhirnya selesai juga, tinggal membuat laporan, lagian itukan bukan </p><p>tugasku.” Ujar Luna dengan lega setelah beberapa jam mengerjakan penelitian </p><p>tersebut.</p><p>“Walaupun bukan tugasmu, tapi jika mereka meminta tolong, tetap harus </p><p>dibantu.” Tegurku pada Luna.</p><p>“Oh iya maaf.” Ucap Luna dengan sendu, merasa bersalah dengan </p><p>ucapannnya barusan.</p><p>Tiba-tiba saja langit menghitam dengan udara yang terasa begitu dingin </p><p>mencekam, hujan turun begitu deras membuat beberapa daun layu jatuh berguguran </p><p>menyentuh tanah. Tak gelap gulita, namun langit biru yang seharusnya menghiasi </p><p>siang itu menjadi padam. Kelabu dan terasa sedikit sendu. Sambil menunggu paman </p><p>menjemputku, aku bergumam dengan pikiranku sendiri, seperti biasa, tentang </p><p>kuliahku, apakah aku benar-benar yakin bisa kuliah kedokteran? Apakah aku </p><p>sanggup? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan melintasi pikiranku saat ini. Aku </p><p>mungkin akan berbicara sebentar dengan bibi.</p><p>“Lio pasti bisa, Bibi yakin itu. Tak ada hal yang yang mustahil, yang penting </p><p>telaten dalam belajar dan ada niat, pasti bisa.” Ucap bibi untuk menyemangatiku.</p><p>Aku menanggapinya dengan senyum hangat. Perlahan rembulan </p><p>menampakkan diri, menerangi gelapnya langit malam itu, ditemani dengan ribuan </p><p>bintang, menenangkan pikiranku malam itu.</p><p>Baiklah, aku harus percaya kepada diriku sendiri. Aku pasti bisa, demi aku, </p><p>demi ayah, demi bunda, dan demi semua.</p><p>1 tahun kemudian.</p><p>Aku sudah menginjak dunia kuliah. Aku, Luna, dan Adrielle berada disatu </p><p>kampus yang sama. Hanya saja Adrielle berada di jurusan sastra Indonesia fakultas </p><p>bahasa dan seni, sedangkan aku dan Luna berada di fakultas kedokteran. Aku </p><p>berhasil masuk dengan beasiswa, soal olimpiade yang aku ikuti bersama Luna </p><p>kemarin, aku berhasil memenangkan juara 1 dan diikuti Luna sang juara 2, sertifikat </p><p>dari olimpiade tersebut sangat berguna untuk mendapatkan beasiswa. Aku banggadengan diriku sendiri, ayah dan bunda di atas sana, pasti juga sangat bangga pada </p><p>diriku, andai saja ayah dan bunda masih di sini, aku pasti bisa menikmati ini semua </p><p>bersama ayah dan bunda. Hari ini karena tidak ada jadwal di kampus, aku </p><p>memutuskan untuk berziarah ke makam , sekaligus melepas rinduku pada ayah dan </p><p>bunda. Aku tak berkunjung pada makam orangtuaku kira-kira 3-4 bulan, </p><p>belakangan ini aku sibuk dengan urusan kuliah, jadi tak sempat mengunjungi </p><p>makam ayah dan bunda.</p><p>Awan terang tampaknya tengah menghiasi langit cerah, cuaca yang tepat </p><p>untuk berziarah. Kebetulan makam ayah dan bunda bersebelahan.</p><p>“Sudah lama semenjak kepergian bunda, sejak saat itu, tidak ada lagi yang </p><p>menyiapkan bajuku tiap pagi, membuat sarapan, tapi sekarang sudah ada bibi, yang </p><p>selalu siap siaga membantuku kapan saja,” Ucapku sambil menaburi makam bunda </p><p>dengan bunga krisan. </p><p>“𝙡pada ayah dan bunda”</p><p>Paman hanya merespon dengan senyum, sambil mengelus kepalaku.</p><p>Dihidupku, banyak pelajaran yang aku dapat, seperti dalam menekuni suatu </p><p>hal, kita harus mau mencoba, berani, dan memiliki niat, tetapi itu saja tidak cukup, </p><p>kita juga harus tekun dalam belajar dan sebagainya. Kita tak bisa selalu </p><p>mengandalkan orang lain dalam hidup ini, kadang kita  bisa mengandalkan </p><p>diri sendiri tanpa campur  orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 17:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220748744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadifa Cahya Azzara </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220764149</link>
         <description><![CDATA[<p>Helio, seorang remaja yang memiliki mimpi seperti ayahnya yaitu menjadi seorang dokter, tetapi karena kondisi finansial dan faktor lainnya ayahnya tidak bisa menggapai mimpinya, itulah mengapa ayahnya Sangat mendukung</p><p>nya.Beliau pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya, menjadi dokter bukanlah suatu hal yang mudah untuk digapai, tapi yang penting, mau berusaha dan pantang menyerah, itulah kata²motivasi dari ayah jika ia mulai putus asa dengan mimpinya.</p><p>Helio termenung karena kepergin orang tuanya,tetapi sekarang Helio tinggal bersama paman dan bibi yang selalu menyemangatinya</p><p>1 tahun kemudian </p><p>Helio berhasil masuk ke kuliah kedokteran dengan beasiswa yang ia mendapatkan juara 1 ketika olimpiade.</p><p>Hari ini helio pergi ke makam orangtuanya karena libur kuliah dan ia sudah rindu dengan ayah dan bundanya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 17:51:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220764149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Ainun Nikmah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220911733</link>
         <description><![CDATA[<p>Helio adalah seseorang remaja dan memiliki cita cita ingin menjadi seseorang dokter setelah itu helio di dukung sama ayah dan bundannya namun tidak lama lagi ayah dan bundannya meninggal dunia setlah itu helio hidup sama paman dan helio pantang menyerah dan tekun belajar , semangat sekolah.pamannya helio membayar kuliah nya heliodab helio berhasil meraih cita cita.kesimpulnya:jangan putus asa kita harus pantang menyerah untuk meraih cita cita walaupun lelah dan banyak rintangan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 22:26:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3220911733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farah Nida Aulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3222109971</link>
         <description><![CDATA[<p>Helio, seorang anak yang bermimpi ingin menjadi seorang dokter. Paman, bibi, ayah, dan ibu selalu mendukung Helio untuk menjadi seorang dokter. Namun setelah itu ibunya meninggal disusul oleh ayahnya, dan Helio hidup dengan pamannya. Helio adalah seorang remaja yang pantang menyerah dan selalu menekuni suatu hal. Tetapi itu tidak cukup, kita juga harus tekun dalam belajar. kita tidak bisa selalu mengandalkan orang lain dalam hidup ini, terkadang kita juga harus bisa mengandalkan diri sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-18 12:34:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3222109971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>helio seseorang remaja yang memiliki mimpi ingin menjadi dokter ,namun tak lama ituuu kedua orang tuanya helioo meningall,dan setelah kedua orang tua nya meninggal helio hidup dengan pamanya,namun helio pantang menyerah dan tetap tekun belajar,sekolah dan menjalani hidupnyaa dan bersemangat dalam meraih cita citanya,kesimpulnya kita harus tetap bersemangat dalam meraih cita cita walaupun banyakk rintangann</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3224162401</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-19 12:12:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3224162401</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:niken amelia puspita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3226129061</link>
         <description><![CDATA[<p>No :21</p><blockquote><p>helio merupakan seorang remaja yang memiliki cita cita sebagai dokter tapi tak lama setelah itu kedua orang tuanya meninggal,dan setelah itu helio tinggal bersama pamannya tapi helio pantang menyerah dan tetap rajin belajar dan sekolahdan berusaha untuk  men<em>gejar cita citanya kesimpulannya kita tetap berusaha agar kita mendapatkan sesuatu apa yang kita impikan</em></p></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-20 12:23:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mutrikahspd34/ogzvd1qk54fsjwy0/wish/3226129061</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
