<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>XI-A KELOMPOK SOSIAL by evita mutmainah</title>
      <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5</link>
      <description>Post your response to the discussion topic by clicking the plus button below.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-28 03:17:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-29 11:30:32 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780156</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL 1. KELUARGA </p><p>Anggota Kelompok:</p><ul><li><p>Andini Soffiana Alkubaro (04) </p></li><li><p>Bianka Aisha Lora (05) </p></li><li><p>Wisnu Dwi Satya yudha (33)</p></li></ul><p>• Keluarga inti memiliki struktur:</p><p>1. Kepala keluarga (Ayah) </p><p>2. Pengelola keluarga (Ibu) </p><p>3. Membantu dalam tugas keluarga (Anak) </p><p>• Ciri ciri:</p><p>- Bersifat emosional dan dekat</p><p>- Ada kerja sama dan saling ketergantungan</p><p>- Diatur oleh norma keluarga </p><p>- Interaksi terjadi secara intens dan terus menerus</p><p>• Alasan terbentuk:</p><p>- Kebutuhan biologis (perkawinan dan keturunan) </p><p>- Naluri dasar manusia untuk hidup berkelompok dan saling bergantung</p><p>Ikatan:</p><p>- Ikatan darah, perkawinan atau adopsi</p><p>• Bisa berubah karena:</p><p>- Penceraian </p><p>- Kematian</p><p>- Pernikahan baru</p><p>- Adopsi</p><p>- Perubahan struktur keluarga</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:19:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780156</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780256</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 2 TEMAN SEBAYA</p><p>Novianti Shinta O./ 19</p><p>Previna Putri I./ 20</p><p><br/></p><p>• Teman sebaya adalah sekelompok individu yang memiliki usia, minat, atau status sosial yang serupa. Saling berinteraksi dan mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan. </p><p><br/></p><p>• Kelompok teman sebaya berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosional individu, terutama pada masa remaja.</p><p><br/></p><p>• Kelompok teman sebaya bisa memiliki pengaruh yang positif, seperti meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial, namun juga bisa negatif seperti tekanan untuk terlibat dalam perilaku berisiko, yakni penggunaan narkoba, alkohol, atau perilaku seksual sebelum waktunya.</p><p><br/></p><p>• Ciri-ciri teman sebaya:</p><ul><li><p>Terbentuk secara spontan </p></li><li><p>bersifat sementara</p></li><li><p>Tidak memiliki struktur organisasi yang jelas</p></li><li><p>anggotanya memiliki kesamaan usia dan posisi sosial.</p><p><br/></p></li></ul><p>• Ikatan:</p><p>hubungan pertemanan yang terjalin antara individu-individu dengan usia atau tingkat kematangan yang relatif sama juga bisa aja dari latar belakang atau memiliki keminatan yang sama dalam hal apapun.</p><p><br/></p><p>• Status:</p><p>Pertemanan sebaya dalam kelompok sosial bisa berubah. Teman sebaya merupakan hubungan yang dinamis dan bisa mengalami perubahan seiring waktu. Perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan minat, prioritas, atau bahkan perubahan perilaku dan sikap anggota kelompok.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:19:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780256</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780340</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 3 LEMBAGA HUKUM</p><p>1) Putri Bulan M./22</p><p>2) Talitha Tsabitahlano/31</p><p>3) Valeska Nidya Q./32</p><p><br/></p><p>Lembaga hukum merupakan kelompok sosial formal dengan pola interaksi, nilai norma, dan tujuan yang mapan serta terikat peraturan.</p><p><br/></p><p>1. Terdiri dari kumpulan individu</p><p>   → Contohnya: hakim, jaksa, polisi, pengacara, panitera, dan petugas lainnya dalam sistem hukum.</p><p><br/></p><p>2. Ada interaksi sosial yang terstruktur</p><p>   → Contoh: Jaksa berkoordinasi dengan polisi dalam proses penyidikan dan penuntutan perkara pidana.</p><p><br/></p><p>3. Memiliki tujuan bersama</p><p>   → Menegakkan hukum, menjaga keadilan, dan menciptakan ketertiban masyarakat.</p><p><br/></p><p>4. Memiliki struktur organisasi</p><p>   → Terdapat jenjang seperti Kapolri → Kepala Divisi → Kapolda → Kapolres dalam kepolisian.</p><p><br/></p><p>5. Ada norma dan aturan yang mengikat</p><p>   → Mengacu pada peraturan hukum seperti KUHP, KUHPerdata, UU Peradilan, dan kode etik profesi hukum.</p><p><br/></p><p>6. Kesadaran keanggotaan</p><p>   → Para aparat hukum sadar mereka bagian dari sistem hukum negara dan punya tanggung jawab hukum.</p><p><br/></p><p>7. Bersifat formal dan legal</p><p>   → Dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan, seperti UU Kepolisian, UU Kejaksaan, dll.</p><p><br/></p><p>8. Menjalankan fungsi sosial penting</p><p>   → Mengontrol penyimpangan sosial, menyelesaikan konflik, dan melindungi hak warga negara.</p><p><br/></p><p>9. Memiliki keberlangsungan waktu</p><p>   → Lembaga hukum terus berjalan dan bertahan dari masa ke masa meskipun pemerintahan berganti.</p><p><br/></p><p>10. Mewakili kepentingan masyarakat luas</p><p>    → Lembaga hukum bertugas menegakkan keadilan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.</p><p><br/></p><p>Lembaga hukum bersifat dinamis dan bisa berubah sesuai perkembangan sosial, politik, dan hukum.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:19:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780340</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780923</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 4 FANS</p><p>NAMA ANGGOTA</p><ul><li><p>Carissa Gonayasa (6)</p></li><li><p>Fransisca Valentria (11)</p></li><li><p>Ramandhika Putra Deriansyah (24)</p></li></ul><p><br/></p><ol><li><p>ciri ciri kelompok sosial fans</p><ul><li><p>memiliki ketertarikan yang sama atau minat yang sama</p></li><li><p>mempunyai nama atau identitas kolektif</p></li><li><p>kadang memiliki aturan tidak tertulis</p></li><li><p>menunjukan loyalitas tinggi terhadap hal yang di kagumi</p></li></ul></li><li><p>ikatan yang mendasari </p><ul><li><p>kepentingan atau tujuan yang sama</p></li><li><p>ikatan identitas kolektif</p></li></ul></li><li><p>terbentuk karena</p></li></ol><ul><li><p>kesamaan minat</p></li><li><p>kebutuhan untuk berbagi pengalaman </p></li><li><p>media sosial dan internet</p></li><li><p>adanya kegiatan bersama</p></li></ul><ol start="4"><li><p>termasuk kelompok sosial skunder karena</p><ul><li><p>hubungan antarpersona bersifat tidak terlalu intim atau pribadi</p></li><li><p>tujuan tertentu bukan karena kedekatan personal</p></li><li><p>interaksi bisa terjadi secara virtual atau tidak langsung </p><p><br/></p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:20:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529780923</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781043</link>
         <description><![CDATA[<p>( KEL. 5 HATTERS )</p><p>BIMA LINTAR/1</p><p>ANAF FARI/16</p><p>PUTRA ARDANI/21</p><p><br/></p><p>HATTERS : </p><p><br/></p><p>Haters adalah <strong><mark>orang-orang yang memiliki rasa benci atau tidak suka terhadap seseorang, suatu hal, atau sekelompok orang, dan seringkali mengekspresikan kebencian mereka melalui berbagai cara, termasuk komentar negatif, ujaran kebencian, atau bahkan pelecehan</mark></strong></p><p><br/></p><p>CIRI - CIRI : </p><p><br/></p><p>1.Selalu mencari kesalahan </p><p>2.Mereka sulit mengakui kelebihan orang lain</p><p>3.Iri dan tidak suka melihat orang lain sukses</p><p><br/></p><p>IKATAN TERBENTUKNYA HATTERS :</p><p><br/></p><p>1.Ketidak puasan atau frustasi pribadi</p><p>2.Lingkuangan sosial yang negatif</p><p>3.Rasa rendah diri (insecure)/Iri</p><p>4.Pengaruh anonimtas di internet</p><p>5.Trauma atau luka masalalu</p><p>6.Cari perhatian/Haus validasi </p><p><br/></p><p>BISA BERUBAH ATAU TIDAK :</p><p><br/></p><p>Ya, orang yang menjadi hater bisa berubah — asalkan mereka mau menyadari kesalahannya dan memiliki keinginan untuk memperbaiki diri.</p><p>Kenapa Hater Bisa Berubah?</p><p>1. Kesadaran Diri (Self-awareness)</p><p>2. Pengalaman Pribadi yang Mengubah Perspektif</p><p>3. Mendapatkan Bimbingan atau Dukungan Positif</p><p>4. Merasa Bersalah dan Ingin Menebus Dosa Sosial</p><p>5. Pendidikan dan Pencerahan Emosional</p><p>Tapi Perlu Diingat:</p><p>•Tidak semua hater mau atau siap berubah. Beberapa terlalu tenggelam dalam rasa iri, amarah, atau dendam.</p><p>•Perubahan butuh waktu, proses, dan kemauan pribadi   tidak bisa dipaksa dari luar.</p><p><br/></p><p>AKTIVITAS HATTERS :</p><p><br/></p><p>1.Komentar Negatif di Media Sosial</p><p>2.Membanding-bandingkan Secara Tidak Adil</p><p>3.Membuat/Menyebarkan Konten Provokatif</p><p>4.Mengajak Orang Lain untuk Ikut Membenci</p><p>5Menyebarkan Gosip, Fitnah, dan Hoaks</p><p><br/></p><p>TERMASUK KELOMPOK SOSIAL :</p><p><br/></p><p>Orang-orang yang berperilaku sebagai hater bisa termasuk dalam kelompok sosial, meskipun sifatnya tidak formal, tidak positif, dan cenderung terbentuk secara spontan. Secara sosiologis, mereka biasanya termasuk dalam:</p><p><br/></p><p> Jenis Kelompok Sosial:</p><p>1. Kelompok Sosial In-group (Kelompok dalam) atau Out-group (Kelompok luar)</p><p>•Hater sering memposisikan diri sebagai out-group: yaitu kelompok yang berlawanan atau menentang kelompok lain.</p><p>•Mereka merasa tidak menjadi bagian dari “kelompok sukses”, “populer”, atau “berbeda pandangan”, lalu melampiaskan kebencian kepada kelompok itu.</p><p>2. Kelompok Non-formal atau Tidak Resmi</p><p>•Hater sering membentuk kelompok yang tidak memiliki struktur, aturan, atau keanggotaan resmi, tapi muncul karena kesamaan emosi negatif, seperti iri, benci, atau dendam.</p><p>•Contoh: Grup chat anti-seleb, forum kebencian online, atau circle gosip.</p><p>3. Kelompok Sosial Sekunder</p><p>•Interaksi antar hater biasanya tidak bersifat pribadi dan berlangsung lewat media sosial atau forum publik.</p><p>•Contoh: akun anonim di Twitter atau kolom komentar YouTube.</p><p>4. Kelompok Sosial Kepentingan</p><p>•Mereka bisa juga dianggap sebagai kelompok yang terbentuk karena memiliki kepentingan yang sama, meskipun negatif: seperti menjatuhkan seseorang, menyebar kebencian, atau menentang suatu ide/figur.</p><p><br/></p><p> Catatan Penting:</p><p>•Meskipun mereka termasuk kelompok sosial, kelompok hater tidak ideal atau sehat, karena dibangun atas dasar emosi negatif dan tujuan merugikan orang lain.</p><p>•Dalam sosiologi, kelompok semacam ini kadang disebut juga sebagai kelompok devian jika perilakunya menyimpang dari norma sosial.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:20:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781043</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781176</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 6 MASYARAKAT DESA</p><p><br/></p><p>Anggota kelompok</p><ol><li><p>Reza Ardiansya/28</p></li><li><p>Dwi satria adinata/9</p></li><li><p>Muhammad Aswin eka paksi /15</p></li><li><p>Reyhan ega maulana /26</p></li></ol><p><br/></p><p>Kelompok sosial masyarakat desa memiliki beberapa ciri khas, antara lain:</p><ol><li><p><strong>Kesatuan dan Kebersamaan</strong>: Hubungan sosial yang erat berdasarkan ikatan keluarga dan pertemanan.</p></li><li><p><strong>Struktur Sosial Tertentu</strong>: Adanya tokoh masyarakat atau kepala desa yang dihormati.</p></li><li><p><strong>Ketergantungan pada Alam</strong>: Kehidupan yang bergantung pada sumber daya alam seperti pertanian dan perikanan.</p></li><li><p><strong>Nilai dan Tradisi Kuat</strong>: Memegang teguh adat istiadat dan praktik budaya tradisional.</p></li><li><p><strong>Komunikasi Langsung</strong>: Interaksi tatap muka yang lebih umum.</p></li><li><p><strong>Peran Keluarga Kuat</strong>: Keluarga sebagai unit sosial yang sangat penting.</p></li><li><p><strong>Penggunaan Bahasa Daerah</strong>: Bahasa lokal sebagai alat komunikasi utama.</p></li><li><p><strong>Aktivitas Sosial Terbatas</strong>: Kegiatan sosial yang lebih terbatas namun memiliki makna budaya.</p></li><li><p><strong>Pendidikan dan Kesadaran Sosial</strong>: Tingkat pendidikan bervariasi, tetapi banyak yang memegang tradisi.</p></li><li><p><strong>Keterlibatan Pertanian</strong>: Banyak terlibat dalam kegiatan pertanian dan perawatan hewan ternak.</p></li></ol><p>Ciri-ciri ini mencerminkan kehidupan dan interaksi sosial di masyarakat desa.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Ikatan</p><p>Kegiatan masyarakat desa mencakup:</p><ol><li><p><strong>Pertanian</strong>: Menanam tanaman dan merawat hewan ternak.</p></li><li><p><strong>Perikanan</strong>: Menangkap ikan atau rumput laut.</p></li><li><p><strong>Kerajinan Tangan</strong>: Membuat barang-barang seperti anyaman atau batik.</p></li><li><p><strong>Pengobatan Tradisional</strong>: Menggunakan obat herbal untuk pengobatan.</p></li><li><p><strong>Ritual dan Upacara Adat</strong>: Melakukan perayaan dan ritual tradisional.</p></li><li><p><strong>Pendidikan Informal</strong>: Mengajarkan keterampilan dasar di rumah.</p></li><li><p><strong>Gotong Royong</strong>: Bekerja sama dalam proyek komunal.</p></li><li><p><strong>Kegiatan Religius</strong>: Mengikuti ibadah dan kegiatan keagamaan.</p></li><li><p><strong>Pariwisata</strong>: Menjadi pemandu atau menjalankan bisnis pariwisata.</p></li><li><p><strong>Acara Sosial dan Budaya</strong>: Menghadiri festival seni dan pertunjukan.</p></li></ol><p>Kegiatan ini mencerminkan kehidupan yang erat dengan alam dan tradisi lokal</p><p><br/></p><p>KEGIATAN</p><p>Kegiatan masyarakat desa mencakup:</p><ol><li><p><strong>Pertanian</strong>: Menanam tanaman dan merawat hewan ternak.</p></li><li><p><strong>Perikanan</strong>: Menangkap ikan atau rumput laut.</p></li><li><p><strong>Kerajinan Tangan</strong>: Membuat barang-barang seperti anyaman atau batik.</p></li><li><p><strong>Pengobatan Tradisional</strong>: Menggunakan obat herbal untuk pengobatan.</p></li><li><p><strong>Ritual dan Upacara Adat</strong>: Melakukan perayaan dan ritual tradisional.</p></li><li><p><strong>Pendidikan Informal</strong>: Mengajarkan keterampilan dasar di rumah.</p></li><li><p><strong>Gotong Royong</strong>: Bekerja sama dalam proyek komunal.</p></li><li><p><strong>Kegiatan Religius</strong>: Mengikuti ibadah dan kegiatan keagamaan.</p></li><li><p><strong>Pariwisata</strong>: Menjadi pemandu atau menjalankan bisnis pariwisata.</p></li><li><p><strong>Acara Sosial dan Budaya</strong>: Menghadiri festival seni dan pertunjukan.</p></li></ol><p>Kegiatan ini mencerminkan kehidupan yang erat dengan alam dan tradisi lokal</p><p><br/></p><p>MASYARAKAT DESA TERDIRI DARI</p><p>Masyarakat desa terdiri dari berbagai kelompok dan individu yang hidup dan bekerja bersama dalam komunitas pedesaan. Secara umum, masyarakat desa mencakup:</p><ol><li><p><strong>Keluarga Kepala Desa</strong>: Kepala desa dan keluarganya yang memimpin dan mewakili desa dalam berbagai urusan pemerintahan dan kegiatan sosial.</p></li><li><p><strong>Tokoh Masyarakat</strong>: Individu-individu yang dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam komunitas, seperti tokoh agama, pemimpin adat, atau pengusaha lokal.</p></li><li><p><strong>Penduduk Tetap</strong>: Keluarga-keluarga yang tinggal di desa secara permanen, terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi dan sosial.</p></li><li><p><strong>Pendatang</strong>: Orang-orang yang baru pindah ke desa, termasuk mereka yang mencari pekerjaan atau peluang baru.</p></li><li><p><strong>Anak-anak dan Remaja</strong>: Generasi muda yang belajar dan berkembang di lingkungan desa, sering kali terlibat dalam pendidikan informal dan kegiatan sosial.</p></li><li><p><strong>Pensiunan dan Lansia</strong>: Penduduk yang sudah tidak bekerja lagi tetapi tetap berkontribusi dalam komunitas melalui partisipasi sosial dan kegiatan lainnya.</p></li></ol><p>Masyarakat desa biasanya hidup dalam suasana yang lebih tenang dan dekat dengan alam, dengan hubungan sosial yang erat dan saling mendukung</p><p><br/></p><p><br/></p><p>IKATAN MASYARAKAT DESA BISA DIRUBAH</p><p>Ikatan masyarakat desa dapat berubah karena berbagai faktor seperti urbanisasi, teknologi, perubahan ekonomi, pendidikan, kebijakan pemerintah, bencana alam, dan migrasi. Namun, praktik gotong royong, ritual adat, dan pendidikan sosial dapat memperkuat ikatan sosial di desa. Perubahan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, ada juga cara-cara untuk mempertahankan solidaritas dan kebersamaan dalam komunitas pedesaan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:21:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781176</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781274</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 7 MASYARAKAT KOTA</p><p><br/></p><p>ANGGOTA KELOMPOK :</p><ol><li><p>Regan Alana Rahim/25</p></li><li><p>Yusril Musthofa/17</p></li><li><p>Ahmad Aditya/3</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>MASYARAKAT KOTA</strong></p><p><br/></p><p><strong>A. Penyebab Terbentuknya Masyarakat Kota</strong></p><p>Terbentuknya masyarakat kota berasal dari berbagai faktor seperti proses sejarah panjang, perubahan ekonomi, teknologi, dan interaksi manusia. Berikut penyebab utamanya:</p><p><br/></p><p><strong>1. Urbanisasi</strong></p><p><br/></p><p>Perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mencari pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan yang lebih baik. Urbanisasi menciptakan konsentrasi manusia di satu wilayah yang kemudian berkembang menjadi kota.</p><p><br/></p><p><strong>2. Industri dan Ekonomi Pasar</strong></p><p><br/></p><p>Revolusi industri dan berkembangnya sektor ekonomi (perdagangan, jasa, manufaktur) menarik banyak orang ke daerah kota, karena lapangan pekerjaan tersedia lebih banyak di perkotaan dibandingkan pedesaan.</p><p><br/></p><p><strong>3. Kemajuan Teknologi dan Infrastruktur</strong></p><p><br/></p><p>Pembangunan jalan, listrik, transportasi massal, dan teknologi komunikasi mempercepat pertumbuhan kota, menjadikannya pusat aktivitas ekonomi dan sosial.</p><p><br/></p><p><strong>4. Peran Pemerintah dan Perencanaan Kota</strong></p><p><br/></p><p>Pemerintah membentuk wilayah-wilayah kota melalui perencanaan tata ruang kota, serta menetapkan pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan.</p><p><br/></p><p><strong>5. Kolonialisme dan Warisan Sejarah</strong></p><p><br/></p><p>Di negara-negara bekas jajahan, kota-kota sering kali terbentuk dari pusat kekuasaan kolonial, seperti Batavia (Jakarta) yang menjadi pusat administrasi Belanda.</p><p><br/></p><p><strong>B. Ciri-Ciri Masyarakat Kota</strong></p><p>Setelah terbentuk, masyarakat kota menunjukkan berbagai karakteristik sosial yang memiliki perbedaan dengan masyarakat desa. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:</p><p><br/></p><p><strong>1. Heterogenitas Sosial Tinggi</strong></p><p><br/></p><p>Kota dihuni oleh berbagai kelompok etnis, agama, budaya, dan latar belakang ekonomi. Ini menciptakan keragaman cara berpikir, gaya hidup, dan nilai.</p><p><br/></p><p><strong>2. Hubungan Sosial Cenderung Formal dan Individualis</strong></p><p><br/></p><p>Interaksi antar individu di kota cenderung berdasarkan kepentingan, bukan kedekatan emosional. Misalnya, hubungan antara pelanggan dan penjual atau antara pekerja dan atasan.</p><p><br/></p><p><strong>3. Kehidupan Serba Cepat dan Kompetitif</strong></p><p><br/></p><p>Ritme kehidupan kota cenderung cepat. Orang berlomba mengejar waktu, peluang kerja, pendidikan, dan status sosial.</p><p><br/></p><p><strong>4. Tingginya Mobilitas Sosial dan Geografis</strong></p><p><br/></p><p>Peluang naik atau turun status sosial di kota lebih terbuka. Orang bisa menjadi kaya atau miskin dalam waktu singkat tergantung keberhasilan dan keterampilan mereka.</p><p><br/></p><p><strong>5. Individualis</strong></p><p><br/></p><p>Warga kota sering tak mengenal tetangganya sendiri. Hal ini menciptakan perasaan kebebasan, tapi juga isolasi dan kesepian.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>C. Ikatan Masyarakat Kota</strong></p><p><br/></p><p>A. Ikatan Profesi contohnya : asosiasi dokter, komunitas pengusaha.</p><p><br/></p><p>B. Ikatan Komunitas contohnya : komunitas pecinta hewan, kelompok hobi, klub olahraga.</p><p><br/></p><p>C. Ikatan Keagamaan : majelis taklim, organisasi gereja.</p><p><br/></p><p><strong>D. Apakah Bisa Berubah Atau Tidak?</strong></p><p>Iya, Masyarakat kota bisa berubah karena:</p><p><br/></p><p>1. Ekonomi : Pekerjaan dan industri baru mengubah gaya hidup.</p><p>2. Sosial &amp; Budaya : Budaya global dan pola hidup modern memengaruhi nilai-nilai.</p><p>3. Teknologi : Inovasi digital mengubah cara kerja dan komunikasi.</p><p>4. Lingkungan &amp; Sosial : Meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan keadilan sosial.</p><p>5. Kebijakan Pemerintah : Aturan dan pembangunan kota mengubah perilaku warga.</p><p><br/></p><p>Perubahan bisa membawa dampak baik atau buruk, tergantung arah dan kesiapan masyarakat.</p><p><br/></p><p><strong>E. Jenis Kelompok Sosial</strong></p><p>Masyarakat kota termasuk jenis kelompok sosial komunitas karena mereka tinggal di suatu wilayah tertentu dan memiliki karakteristik yang sama seperti hobi, profesi, wilayah dan minat dan mereka saling berinteraksi antara satu sama lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:21:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781274</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781717</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 8 KARANG TARUNA</p><p><br/></p><p>ANGGOTA KELOMPOK:</p><p>•DENIZ ARFAN SATYA RIZQI/07</p><p>• FACHRY AHMAD RAMADHAN/10</p><p>•LAZARUS AQIL IRDAHFY/14</p><p><br/></p><p>Karang Taruna adalah salah satu bentuk kelompok sosial yang terdiri dari pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan. Sebagai kelompok sosial, Karang Taruna dibentuk atas dasar kesamaan usia, kepentingan, dan tujuan, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat serta membina generasi muda agar aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.</p><p><br/></p><p>Karang Taruna menjalankan berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan, kegiatan sosial, olahraga, seni, hingga kewirausahaan. Dalam interaksi sosialnya, anggota Karang Taruna saling bekerja sama, berbagi tugas, dan menjalin hubungan sosial yang erat, sehingga mencerminkan ciri-ciri utama sebuah kelompok sosial.</p><p><br/></p><p>Ciri-ciri Karang Taruna sebagai Kelompok Sosial:</p><p><br/></p><p>1. Memiliki kesamaan tujuan: yaitu untuk membantu masyarakat dan meningkatkan peran pemuda.</p><p><br/></p><p>2. Adanya struktur organisasi: terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang kegiatan.</p><p><br/></p><p>3. Adanya interaksi sosial: terjalin hubungan antaranggota melalui kegiatan bersama.</p><p><br/></p><p>4. Norma yang mengikat: setiap anggota mengikuti aturan dan tata tertib organisasi.</p><p><br/></p><p>5. Kesadaran sebagai bagian dari kelompok: anggota merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kelompok.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781717</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781858</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 9 OSIS/EKSTRAKULIKULER</p><p>Anggota Kelompok: </p><p>1.Agilza Febriano Putra P/02</p><p>2.Rendra Dwi M/27</p><p><br/></p><p><strong><em>A. Penyebab Terbentuknya Osis/Ekstrakulikuler</em></strong></p><p><br/></p><p>OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan ekstrakurikuler terbentuk karena beberapa alasan:</p><p>1. Kebutuhan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa, seperti olahraga, seni, sains, dan kepemimpinan.</p><p>2. ⁠Adanya aturan dari sekolah atau pemerintah yang mendorong pembentukan organisasi siswa.</p><p>3. ⁠Keinginan siswa untuk berkumpul, bekerja sama, dan belajar organisasi.</p><p>4. ⁠Pendidikan karakter dan kepemimpinan, melalui kegiatan di luar pembelajaran formal.</p><p>5. ⁠Meningkatkan partisipasi siswa dalam kehidupan sekolah.</p><p><br/></p><p><strong><em>B. Ciri ciri Osis/Ekstrakulikuler</em></strong></p><p><br/></p><p>1. Adanya Interaksi Sosial</p><p>Anggota OSIS atau ekstrakurikuler saling berinteraksi, baik dalam kegiatan rutin, rapat, maupun saat menyelenggarakan acara.</p><p>2. Memiliki Tujuan Bersama</p><p>Tujuannya bisa berupa pengembangan diri, menanamkan jiwa kepemimpinan (OSIS), atau mengembangkan bakat dan minat (ekstrakurikuler seperti pramuka, PMR, seni, olahraga, dll).</p><p>3. Memiliki Struktur Organisasi</p><p>Terdapat susunan kepengurusan seperti ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan anggota.</p><p>4. Norma dan Aturan Berlaku</p><p>Ada aturan atau tata tertib yang mengatur perilaku anggota, misalnya disiplin hadir, berpakaian rapi, atau tidak melanggar kode etik organisasi.</p><p>5. Memiliki Rasa Solidaritas</p><p>Tumbuh rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota dalam menjalankan kegiatan.</p><p>6. Kontinuitas / Keberlanjutan</p><p>Organisasi ini terus berlangsung dari tahun ke tahun, meskipun anggotanya berganti setiap periode.</p><p>7. Identitas Kelompok</p><p>Biasanya memiliki atribut khusus, seperti seragam, logo, nama kegiatan, atau jargon yang membedakan dari kelompok lain.</p><p><br/></p><p><strong><em>C. Jenis Kelompok Sosial</em></strong></p><p><br/></p><p>1.  Kelompok Sosial Formal</p><p>Karena memiliki struktur organisasi resmi, seperti ketua, sekretaris, bendahara, pembina, dan anggota.</p><p>Dibentuk melalui aturan sekolah dan memiliki AD/ART,kegiatannya terorganisir dan terencana.</p><p>2. Kelompok Sekunder</p><p>Hubungan antaranggota tidak terlalu pribadi atau emosional.</p><p>Anggota bergabung untuk mencapai tujuan tertentu, seperti kegiatan sekolah, lomba, atau organisasi.</p><p>3. Kelompok In-Group</p><p>Anggotanya merasa bagian dari “kita” (solidaritas kelompok).</p><p>Ada rasa memiliki terhadap organisasi, misalnya bangga menjadi bagian dari OSIS atau ekskul tertentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:22:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529781858</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529782087</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 10 BIMBEL</p><p><br/></p><p>anggota kelompok:</p><p>Naura Sayidati Kamilah_18</p><p>Raihan Radhitya_23</p><p>Sesilia Gobay_29</p><p><br/></p><p><strong>Mengapa Bimbel Termasuk Kelompok Sosial?</strong></p><ol><li><p><strong>Adanya interaksi sosial</strong></p><ul><li><p>Dalam bimbel, siswa dan pengajar saling berinteraksi secara langsung atau tidak langsung. Interaksi ini bisa berupa diskusi, tanya jawab, tugas bersama, hingga motivasi belajar.</p></li></ul></li><li><p><strong>Memiliki tujuan bersama</strong></p><ul><li><p>Semua anggota bimbel memiliki <strong>tujuan yang sama</strong>, yaitu <strong>meningkatkan kemampuan akademik</strong>, <strong>memahami materi pelajaran</strong>, dan <strong>meraih prestasi akademik (nilai bagus, lolos ujian, dsb.)</strong>.</p></li></ul></li><li><p><strong>Ada struktur dan peran</strong></p><ul><li><p>Dalam bimbel, ada struktur yang jelas: guru/pengajar sebagai pembimbing, dan murid sebagai peserta. Masing-masing punya <strong>peran sosial</strong> dan <strong>fungsi tertentu</strong> dalam proses belajar.</p></li></ul></li><li><p><strong>Terdapat norma atau aturan</strong></p><ul><li><p>Bimbel biasanya memiliki <strong>aturan tertulis atau tidak tertulis</strong>, seperti datang tepat waktu, menghormati tutor, mengerjakan tugas, tidak mengganggu kelas, dll. Ini menjadi bentuk <strong>kontrol sosial</strong> dalam kelompok.</p></li></ul></li><li><p><strong>Kesadaran sebagai bagian dari kelompok</strong></p><ul><li><p>Peserta bimbel sadar bahwa mereka sedang menjadi bagian dari komunitas belajar. Mereka merasa “kami sama-sama murid bimbel A”, yang menunjukkan <strong>kesadaran kolektif</strong>.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-28 03:22:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/o4c47mqdcdgh0te5/wish/3529782087</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
